cover
Contact Name
Izzat Pratama
Contact Email
jurnal.seikat@gmail.com
Phone
+6285239778771
Journal Mail Official
jurnal.seikat@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.seikat@gmail.com or seikat@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
ISSN : 29640962     EISSN : 29640962     DOI : https://doi.org/10.55681/seikat
Core Subject : Art, Social,
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (SJISPH) is an open access, and peer-reviewed journal, with the online registered number E-ISSN 2964-0962. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social, political and law issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism. It includes but is not limited to various fields such as philosophy and theory of law, comparative law, sociology of law, international law, constitutional law, private law, economic law, environmental law, criminal law, administrative law, cyber law, human rights law, and agrarian law. SJISPH is published every two month a year. Submissions are open year-round. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with SJISPHs focus and scope, written in Indonesian or English, and follows our author guidelines & manuscript template.
Articles 445 Documents
Coalitional Presidentialism dan Kepatuhan DPR dalam Revisi UU Pilkada Agustus 2024 Lutfia Harizuandini; Cecep Hidayat
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3477

Abstract

This research examines how the majority coalition configuration in a multi-party presidential system facilitated the practice of autocratic legalism during the revision of the Regional Head Election Law (UU Pilkada) in the House of Representatives (DPR) in August 2024. Using a qualitative approach, using a holistic single case study method and process tracing techniques, this research explores the mechanisms of power relations between the executive and legislative branches. The results show that the consolidation of President Joko Widodo's majority coalition, which holds 91.3 percent of the DPR seats, strengthened through the use of executive toolkits in the form of personal and coercive party coalition management, and the allocation of cabinet seats intertwined with reward-punishment mechanisms, has created high ideological congruence and low governing costs. This condition transforms the DPR's function into an approving mechanism for the executive, which then becomes a precondition for the operationalization of autocratic legalism through constitutional capture with selective decision-making, fast-track legislation that addresses hundreds of issue lists in approximately seven hours without public participation, and a shift from the rule of law to rule by law using the official forum of the Legislative Body as a legal cover. However, this study also found that the executive's dominance over the legislature reached its limits when faced with massive external pressure from civil society, which ultimately canceled the ratification of the revision due to a lack of quorum at the Plenary Session.
Makan Bergizi Gratis Analisis Kebijakan Menurut Politik Islam Ilham Budiman Panggabean; Hasyimsyah Nasution; Elly Warnisyah Harahap
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3494

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan publik strategis nasional yang diamanatkan melalui Perpres No. 115 Tahun 2025 untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, eksekusi birokrasi barisan depan (street-level bureaucracy) di lapangan masih menghadapi hambatan struktural sosiogeografis dan finansial. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus fenomenologis ini menarik 7 unit sampel struktural secara asimetris dengan proporsi Kontra (Bermasalah) dan Pro (Berjalan Baik) di Provinsi Sumatera Utara. Data primer dihimpun via wawancara mendalam terhadap 7 informan kunci teknokratis dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan kluster Pro sukses mengelola central kitchen 3.000 porsi/hari dan kluster ekonomi sirkular desa. Sebaliknya, kluster Kontra merekam kegagalan implementasi sistemik berupa pembekuan otomatis dana Virtual Account oleh aplikasi Dialur akibat kendala internet desa, ketidakadilan spasial indeks porsi nasional pada wilayah 3T Nias Selatan, serta bias penargetan (inclusion and exclusion error) di wilayah pesisir yang memicu pemindahan beban kerja (workload shifting) ke pundak guru. Dalam perspektif Politik Islam, potret kontra ini menjadi bukti distorsi nilai amanah dan keadilan distributif (al-'adalah al-ijtima'iyyah) akibat "kebutaan spasial" birokrasi pusat yang mengorbankan perlindungan jiwa (hifzhun nafs) dan akal (hifzhul 'aql) anak. Kesimpulan penelitian ini melahirkan Model Integrasi Kebijakan Publik Berbasis Maslahah 'Ammah yang menegaskan bahwa efektivitas good governance teknokratis wajib diintegrasikan dengan roh penggerak etis (moral driving force) Islam melalui penerapan formula fiskal asimetris dan penguatan sistem outcome monitoring jangka panjang.
Partisipasi Politik Perempuan Bangsa di Kota Medan Desy Wulan Dari; Zulkarnaen Zulkarnaen; Aminuddin Aminuddin
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3565

Abstract

Partisipasi politik perempuan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan. Meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan afirmatif berupa kuota keterwakilan perempuan sebesar 30%, keterlibatan perempuan dalam politik masih menghadapi berbagai hambatan, baik struktural maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perempuan Bangsa sebagai badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam meningkatkan partisipasi politik perempuan di Kota Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perempuan Bangsa berperan aktif dalam meningkatkan partisipasi politik perempuan melalui pendidikan politik, kaderisasi, pelatihan kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Faktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan PKB, kebijakan afirmatif pemerintah, serta meningkatnya kesadaran politik perempuan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi budaya patriarki, keterbatasan sumber daya ekonomi, minimnya pengalaman politik, dan terbatasnya akses perempuan terhadap posisi strategis dalam politik. Dalam perspektif Pemikiran Politik Islam, keterlibatan perempuan dalam politik merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan, keadilan (al-'adl), persamaan (al-musāwah), dan musyawarah (syūrā). Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara organisasi, partai politik, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan politik dan kaderisasi perempuan sehingga keterwakilan perempuan tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga substantif dalam proses pengambilan kebijakan publik.
The The Construction of Love for the Homeland Values Through Local Wisdom of Traditional House Architecture as a Form of Civic Character in Sade Village Aulia Asri Utami; Marzuki
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3641

Abstract

This study aims to analyze the local wisdom values embedded in the architecture of the traditional houses of Sade Village and to examine their role in shaping patriotism and civic character among the community. The study employed a qualitative approach with an ethnographic design conducted in Sade Traditional Village, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara, Indonesia. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving traditional leaders, community members, and young generations selected purposively. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the architecture of Sade traditional houses embodies the values of togetherness, mutual cooperation, deliberation, collective responsibility, respect for ancestral heritage, cultural identity, and harmony with the environment. Patriotism is constructed through the preservation of traditional houses, intergenerational cultural transmission, community participation in customary activities, and the interpretation of traditional houses as symbols of cultural and national identity. These values contribute to the development of civic character, including a sense of belonging to the nation, social responsibility, social participation, solidarity, environmental awareness, and tolerance. The findings confirm that the local wisdom embedded in traditional house architecture serves an educational function as a culture-based source of civic learning to strengthen patriotism and national identity in a sustainable manner.
Revitalisasi Nilai Kebajikan Kewarganegaraan Berbasis Kearifan Lokal melalui Tradisi Perang Timbung Desa Pejanggik M. Khairul Hafiz Jauhari; Nasiwan Nasiwan
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3646

Abstract

Indonesia's rich cultural heritage contains numerous local traditions steeped in virtue, yet many face the threat of degradation due to modernization. The Timbung War tradition in Pejanggik Village, Central Lombok, represents an important local wisdom that has not been comprehensively studied as a means of preserving virtue. This study aims to analyze its multidimensional meaning, identify virtue values, and describe its role in strengthening social cohesion within the community. The method used was a qualitative ethnographic approach through in-depth interviews, participant observation, and documentation of traditional leaders, religious leaders, village government officials, and the younger generation. Data analysis included data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate: (1) the tradition serves as a meaningful ritual of gratitude, a medium for fostering friendship, and a means of conflict resolution; (2) six virtue values are embodied: mutual cooperation, togetherness, spirituality, courtesy, social awareness, and responsibility; (3) the tradition effectively preserves values through sangkep agung and the involvement of the younger generation, although some youth interpret it ceremonially. This study confirms its potential as an instrument for character education based on local wisdom.
Model Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi dalam Penguatan Economic Security ASEAN: Rekonstruksi Alternative Dispute Resolution melalui Pendekatan Cooperative Security Aprinisa; Gia Ayu Fita
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3664

Abstract

Integrasi ekonomi ASEAN, peningkatan interdependensi perdagangan dan investasi, transformasi ekonomi digital, serta keterhubungan rantai pasok regional telah menjadikan sengketa ekonomi tidak hanya sebagai persoalan hukum antarpara pihak, tetapi juga sebagai isu yang berimplikasi terhadap economic security kawasan. Meskipun ASEAN telah memiliki berbagai mekanisme penyelesaian sengketa, termasuk ASEAN Protocol on Enhanced Dispute Settlement Mechanism (EDSM), ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA), dan mekanisme konsultasi sektoral, implementasinya masih menghadapi keterbatasan berupa fragmentasi kelembagaan dan orientasi penyelesaian yang cenderung formal serta reaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterbatasan mekanisme penyelesaian sengketa ekonomi ASEAN dan merekonstruksi fungsi Alternative Dispute Resolution (ADR) sebagai instrumen preventive dispute management dalam kerangka cooperative security. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perjanjian, konseptual, serta komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa ASEAN perlu diarahkan dari orientasi dispute settlement menuju pendekatan preventif yang mengintegrasikan konsultasi dini, negosiasi, mediasi, konsiliasi, pembangunan kepercayaan (confidence building), dan Online Dispute Resolution (ODR). Penelitian ini menawarkan ASEAN Economic Security-Oriented ADR Framework sebagai model konseptual yang menempatkan ADR tidak hanya sebagai mekanisme penyelesaian sengketa, tetapi sebagai instrumen tata kelola economic security untuk mencegah eskalasi konflik, memperkuat stabilitas perdagangan dan investasi, meningkatkan ketahanan rantai pasok, serta mendukung keberlanjutan integrasi ekonomi ASEAN.
Penguatan Pemahaman Politik Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila: Studi Kasus di SMA Sayyid Yusuf Talango Kabupaten Sumenep Iqwan Homaidy; Sunarso Sunarso
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3672

Abstract

This study aims to analyze the implementation of political education through Pancasila Education, improving students' political understanding, and the challenges of its implementation at Sayyid Yusuf Talango High School, Sumenep. The study used a qualitative approach with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation with the principal, teachers, and students. The results indicate that political education is implemented through topics on democracy, the rights and obligations of citizens, and political participation, using discussion, debate, and election simulation methods. This learning enhances students' political understanding across cognitive, affective, and participatory aspects. Challenges include limited access to information and technological resources, low political literacy, and the suboptimal use of innovative learning methods.
Legal Pluralism and Family Resilience: A Social Construction Perspective on Islamic and Customary Law Harmonization Mardi Yuda Prabowo; Faizin Faizin; Widiya Yul; Lutfia Aunie Cahyandari
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2533

Abstract

Penelitian ini mengkaji harmonisasi hukum keluarga Islam dan hukum adat Depati VII dalam menjaga ketahanan keluarga di Desa Tebat Ijuk, Kerinci, Jambi. Penelitian ini didasarkan pada realitas pluralisme hukum, di mana dua sistem hukum hidup berdampingan dan dipraktikkan secara bersamaan di tengah masyarakat. Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi hubungan antara hukum Islam dan hukum adat, penelitian yang berfokus pada pengalaman sosial masyarakat dalam mengelola dualisme hukum ini masih relatif terbatas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami harmonisasi hukum sebagai praktik yang dikonstruksi secara sosial dan melekat dalam kehidupan sehari-hari anggota masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan anggota masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang dipilih melalui teknik *purposive sampling*. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi hukum berlangsung melalui proses negosiasi sosial yang dinamis, di mana anggota masyarakat secara fleksibel memadukan nilai-nilai adat dan agama ke dalam praktik kehidupan keluarga. Tokoh adat dan tokoh agama berperan penting sebagai mediator dalam menjembatani perbedaan normatif, sementara ketahanan keluarga diperkuat melalui kemampuan kolektif untuk mengelola ambiguitas dan membangun pemahaman bersama. Penelitian ini menunjukkan bahwa harmonisasi hukum bukanlah fenomena yang statis ataupun semata-mata bersifat normatif; melainkan sebuah praktik sosial berkelanjutan yang terus dinegosiasikan dalam konteks hukum yang majemuk. Temuan ini memperkuat perspektif konstruksi sosial dalam studi pluralisme hukum serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan keluarga yang responsif terhadap konteks budaya lokal.
Representation of Muslimat PSM (Pesantren Sabilil Muttaqien) as a Muslim Women's Movement After The PKI Resistance in Madiun, East Java Mujahidah; Riska Dwi Agustin
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2553

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perempuan Muslim di Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) sebagai bentuk gerakan perempuan Muslim pasca-perlawanan PKI di Madiun, Jawa Timur, pada tahun 1948. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana PSM membentuk identitas keagamaan dan kepemimpinan perempuan dalam konteks sosio-politik pasca-konflik. Dengan menggunakan pendekatan sejarah kualitatif, penelitian ini memanfaatkan dokumen arsip, sejarah lisan, dan literatur terkait untuk melacak peran pesantren dalam memberdayakan perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PSM berfungsi sebagai platform pendidikan dan sosio-politik, yang memungkinkan perempuan untuk terlibat dalam studi keagamaan, organisasi masyarakat, dan rekonstruksi moral. Representasi ini menantang norma-norma gender yang berlaku sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam di era politik yang penuh gejolak. Studi ini berkontribusi pada historiografi gerakan Islam Indonesia dengan menyoroti peran aktif perempuan Muslim yang sering terabaikan dalam aktivisme berbasis pesantren. Studi ini juga menawarkan perspektif yang lebih mendalam mengenai persimpangan antara pendidikan keagamaan, gender, dan politik di pesantren.
Dominasi Politik Bangsawan dalam Pemerintahan Desa Dasan Lekong Rama Dhani; Abdul Latif; Abdurrohman
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi politik golongan bangsawan dalam pemerintahan Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan reproduksi kekuasaan elite lokal terus bertahan dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan kepala desa, mantan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi politik bangsawan di Desa Dasan Lekong dipengaruhi oleh faktor keturunan, legitimasi sejarah, tingginya kepercayaan masyarakat, pengaruh budaya tradisional, modal ekonomi, modal sosial, dan dominasi simbolik yang dimiliki golongan bangsawan. Golongan bangsawan mampu mempertahankan kekuasaan melalui pembangunan sistem kepercayaan masyarakat, hubungan sosial yang erat, pelaksanaan birokrasi yang dianggap baik, serta keterlibatan dalam kegiatan adat dan sosial masyarakat. Dominasi tersebut menyebabkan kekuasaan politik cenderung diwariskan secara turun-temurun kepada kelompok elite tertentu sehingga peluang golongan amaq (jajar karang) untuk memperoleh jabatan kepala desa menjadi lebih terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa stratifikasi sosial dan budaya memiliki pengaruh besar terhadap dinamika politik desa. Masyarakat masih memandang bangsawan sebagai kelompok yang lebih layak menjadi pemimpin karena dianggap memiliki kewibawaan, kharisma, dan jasa besar dalam membangun desa. Akibatnya, demokrasi desa berjalan kurang kompetitif karena pilihan politik masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh status sosial dan faktor keturunan dibandingkan kualitas kepemimpinan calon kepala desa. Dengan demikian, dominasi politik bangsawan di Desa Dasan Lekong menunjukkan adanya reproduksi kekuasaan elite lokal yang dipertahankan melalui legitimasi sosial, budaya, dan simbolik dalam kehidupan masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pendidikan politik dan keterbukaan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih demokratis dan inklusif.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2026 Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025 Vol. 3 No. 6 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2024 Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2023 Vol. 2 No. 4 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2023 Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023 Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023 Vol. 2 No. 1 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2023 Vol. 1 No. 2 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2022 Vol. 1 No. 1 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2022 More Issue