cover
Contact Name
Izzat Pratama
Contact Email
jurnal.seikat@gmail.com
Phone
+6285239778771
Journal Mail Official
jurnal.seikat@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.seikat@gmail.com or seikat@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
ISSN : 29640962     EISSN : 29640962     DOI : https://doi.org/10.55681/seikat
Core Subject : Art, Social,
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (SJISPH) is an open access, and peer-reviewed journal, with the online registered number E-ISSN 2964-0962. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social, political and law issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism. It includes but is not limited to various fields such as philosophy and theory of law, comparative law, sociology of law, international law, constitutional law, private law, economic law, environmental law, criminal law, administrative law, cyber law, human rights law, and agrarian law. SJISPH is published every two month a year. Submissions are open year-round. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with SJISPHs focus and scope, written in Indonesian or English, and follows our author guidelines & manuscript template.
Articles 445 Documents
Perkawinan Anak sebagai Misrecognition: Kegagalan Pengakuan Negara dan Masyarakat di Kabupaten Pandeglang Nazira Aulia Az-Zahra; Ari Darmastuti; Tabah Maryanah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2606

Abstract

Praktik perkawinan anak di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, masih berlangsung di tengah kuatnya identitas keislaman daerah tersebut yang dikenal sebagai "kota santri". Anak yang melangsungkan pernikahan di bawah usia yang ditetapkan negara tidak memperoleh pengakuan hukum yang sah, sehingga memunculkan praktik pernikahan tidak tercatat (nikah sirri) dan pengajuan dispensasi pernikahan. Kondisi ini menjadi pangkal sekaligus penguat berlangsungnya konflik sosial dalam ranah perkawinan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kolektif dan teori rekognisi Axel Honneth untuk mengeksplorasi beberapa kasus perkawinan anak di Kabupaten Pandeglang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkawinan anak dilangsungkan dengan latar belakang pemenuhan ibadah dan sunnah Rasul atas dorongan orang tua, serta terdapat kasus yang dilakukan atas kesadaran anak itu sendiri.
Business Judgment is Not a Crime (Suatu Pandangan tentang Resiko Investasi, Keputusan Bisnis, Itikad Baik, dan Batas Pidana) Sarman Sinaga; Lestari Victoria Sinaga; Fitriani
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2616

Abstract

Criminal law exists to punish those who commit crimes, not those who make business decisions in good faith that turn out not to be as expected. However, fair law enforcement must be able to distinguish between malicious intent to enrich oneself unlawfully with business decisions taken professionally and with good intentions but then facing the risk of loss. Using normative legal research methods with the approach of Limited Liability Company Law Number 40 of 2007 and the Corruption Crime Law. This study concludes that investment decisions taken in good faith, through correct procedures, without personal enrichment can be criminalized simply because the investment is unsuccessful because an intrinsic part of the venture capital business model is the risk of failure, resulting in Not All Investments will be successful. When business risk is judged as a crime, who dares to innovate.
Tindak Pidana Penipuan dalam Transaksi Fintech Syariah: Kajian Hukum Pidana dan Hukum Bisnis Syariah Nisa Afifah; Renatha Fidela Ramadhani; Rias Risalla Ayuning Tias; Andi Steven Liono
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2645

Abstract

Penelitian ini membahas persoalan utama mengenai bagaimana tindak pidana penipuan dalam transaksi financial technology (fintech) syariah dapat dianalisis melalui perspektif hukum pidana dan hukum bisnis syariah. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya kasus penipuan dalam ekosistem keuangan digital berlabel syariah yang tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara norma hukum pidana nasional dan prinsip hukum bisnis syariah dalam menafsirkan unsur-unsur penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP serta penerapannya pada konteks digital. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif yang menggabungkan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan komparatif, penelitian ini menelaah relevansi unsur tipu muslihat dan penyalahgunaan kepercayaan dalam transaksi berbasis teknologi, sekaligus mengkaji prinsip kejujuran (ṣidq), amanah, dan transparansi (tablīgh) sebagai mekanisme pencegahan penipuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap penipuan fintech syariah membutuhkan sinergi antara hukum pidana dan kepatuhan syariah melalui penguatan peran Dewan Pengawas Syariah (DPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan penerapan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah sebagai landasan perlindungan konsumen yang adil, preventif, dan restoratif.
Open Recruitment as the Foundation of a Political Party Grounded in Pancasila Martini; Sunarso; Wuri Handayani
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2678

Abstract

Political parties play a crucial role in the political recruitment process as a means of training and selecting future leaders in a democratic system. However, political recruitment practices in Indonesia are still often characterized by elite dominance, a lack of transparency, and weak application of meritocratic principles. This study aims to analyze open recruitment from the perspective of Pancasila ethics as the foundation for the development of democratic political parties. The study employs a literature review method with a qualitative approach through the analysis of various scientific articles, books, and relevant documents. The results indicate that open recruitment can strengthen internal party democracy, expand political participation, and enhance transparency and accountability in the candidate selection process. From the perspective of Pancasila ethics, political recruitment must be conducted fairly, participatively, and with a focus on the public interest. Therefore, open recruitment serves as a crucial foundation for political parties grounded in Pancasila ethics, as it promotes meritocracy, reduces elite dominance, and fosters leadership with integrity
Pengaruh Motivasi Pelayanan Publik dan Kompetensi Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara di UPTD RPH Se-Kabupaten Jember Priyo Bagus Praasetyo; Selfi Budi Helpiasuti; Suyani Indriastuti
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2714

Abstract

In the era of globalization and increasingly complex societal demands, civil servants (ASN) must be able to provide fast, accurate, and high-quality services. Various reports indicate that civil servant productivity, competence, and motivation remain low. This study was conducted to analyze the influence of public service motivation and employee competence on their performance at the RPH Technical Implementation Unit (UPTD RPH) in Jember Regency, with a sample of 53 respondents. Data were obtained through questionnaires. The results reveal that public service motivation did not significantly influence employee performance, due to limited motivational support from superiors. Competence significantly influenced employee performance, indicating that higher competence leads to more satisfactory results. Simultaneously, public service motivation and competence positively and significantly influenced employee performance at the UPTD RPH in Jember Regency.
Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Pasangan Nikah Tidak Tercatat Perspektif Mashlahat di Kabupaten Indragiri Hilir Muhammad Shafwan Ikmal; Sofia Hardani; Arisman
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2749

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerbitan Kartu Keluarga (KK) bagi pasangan nikah tidak tercatat di Kabupaten Indragiri Hilir yang menimbulkan perdebatan dari aspek hukum, sosial, dan keagamaan. Kebijakan ini bertujuan memberikan kemudahan administrasi kependudukan dan perlindungan bagi perempuan serta anak, namun berpotensi memperkuat praktik pernikahan yang tidak memiliki kekuatan hukum formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penerbitan KK bagi pasangan nikah tidak tercatat dan meninjaunya dalam perspektif mashlahat. Penelitian menggunakan metode empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Kantor Urusan Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan KK memberikan manfaat administratif berupa kemudahan akses layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan dampak negatif berupa menurunnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan perkawinan, meningkatnya potensi praktik nikah tidak tercatat, serta lemahnya perlindungan hukum bagi istri dan anak. Dalam perspektif mashlahat, manfaat yang diperoleh bersifat sementara, sedangkan mafsadat yang ditimbulkan lebih dominan karena berpotensi melemahkan tertib administrasi perkawinan dan perlindungan hukum keluarga. Oleh karena itu, kebijakan ini perlu dievaluasi melalui penguatan regulasi dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan.
The Relevance of Sharia Arbitration to the Development of Sharia Fintech in Indonesia Dr. Mahdi Achmad Mahfud, SH.,M.Kn
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2757

Abstract

This study examines the relevance of Sharia arbitration in resolving Sharia fintech disputes in Indonesia using a normative legal research method through legislative, conceptual, and analytical approaches. Data were obtained from primary legal sources, including regulations related to arbitration, religious courts, and Sharia fintech, as well as secondary legal sources such as literature and previous research. The results of the study indicate that Sharia arbitration possesses strong legal legitimacy under Law No. 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution and Law No. 3 of 2006 on Religious Courts. The existence of the National Sharia Arbitration Board (BASYARNAS) further strengthens its position as a forum for resolving sharia economic disputes. However, its implementation in sharia fintech disputes still faces several challenges, including the absence of specific regulations regarding digital arbitration, limited technological integration, a shortage of arbitrators who understand both sharia principles and financial technology, and low levels of legal literacy among the public. Furthermore, the rapid development of fintech often outpaces the readiness of existing regulations, thereby posing challenges to effective dispute resolution.
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Ruang Publik Perkotaan: Studi Kemitraan Pemerintah dan Swasta pada Taman Kiara Artha Kota Bandung Hani Maghfiroh; Samugyo Ibnu Redjo; Novie Indrawati Sagita
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2769

Abstract

Ruang publik perkotaan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sosial masyarakat, namun keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktor non-pemerintah dalam pengelolaannya. Salah satu bentuknya dapat dilihat pada pengelolaan Taman Kiara Artha Kota Bandung yang melibatkan Pemerintah Kota Bandung, PT Bandung Infra Investama (BII), dan PT Megachandra Purabuana. Penelitian ini bertujuan menganalisis collaborative governance dalam pengelolaan Taman Kiara Artha, mengidentifikasi bentuk kemitraan antaraktor, serta menganalisis implikasinya terhadap fungsi ruang publik perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi dan analisis data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, regulasi, laporan kelembagaan, publikasi resmi, dan berbagai dokumen terkait pengelolaan kawasan. Analisis dilakukan menggunakan model collaborative governance Ansell dan Gash yang meliputi face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Kiara Artha dilaksanakan melalui pola kolaborasi yang ditandai oleh komunikasi antaraktor, hubungan kepercayaan yang berkelanjutan, komitmen kerja sama jangka panjang, serta kesepahaman mengenai pengelolaan kawasan. Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai capaian, antara lain berkembangnya kawasan ruang publik multifungsi yang mengintegrasikan fungsi sosial, rekreasi, wisata, dan ekonomi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance tidak hanya mendukung keberlanjutan pengelolaan ruang publik, tetapi juga mendorong berkembangnya ruang publik yang mengintegrasikan fungsi sosial, rekreasi, wisata, dan ekonomi dalam satu kawasan perkotaan.
Strategi Diplomasi Budaya Indonesia melalui MACFest 2023 sebagai Upaya Menangkal Internasionalisasi Isu Papua di Vanuatu Avenia Meriska; Indra Wisnu Wibisono; Roberto Octavianus Cornelis Seba
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi budaya Indonesia melalui Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) 2023 di Vanuatu sebagai upaya menangkal internasionalisasi isu Papua di kawasan Pasifik. Internasionalisasi isu Papua menjadi tantangan diplomatik bagi Indonesia karena terus memperoleh perhatian dan dukungan dari beberapa negara Pasifik, khususnya Vanuatu, dalam berbagai forum internasional. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia memanfaatkan diplomasi budaya sebagai instrumen soft power guna membangun citra positif, memperkuat hubungan dengan negara-negara Melanesia, dan menyampaikan narasi alternatif mengenai Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, laporan resmi, dan publikasi terkait MACFest 2023. Analisis penelitian menggunakan konsep diplomasi budaya, nation branding, dan teori soft power Joseph S. Nye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Indonesia dalam MACFest 2023 menjadi sarana strategis untuk menampilkan identitas Melanesia Indonesia melalui pertunjukan seni, pameran budaya, dan interaksi antarmasyarakat. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun persepsi positif terhadap Indonesia, memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik, serta mendukung upaya meredam internasionalisasi isu Papua melalui pendekatan yang persuasif dan non-koersif.
Politik Kriminal dalam Penegakan Hukum Pajak: Optimalisasi Penyitaan Aset Wajib Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Kerugian Pendapatan Negara Susanti Wulandari Putri; Bambang Santoso
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2835

Abstract

Politik kriminal dalam penegakan hukum pajak merupakan strategi kebijakan yang menempatkan pemulihan kerugian pendapatan negara sebagai orientasi utama, bukan sekadar penghukuman pelaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi politik kriminal dalam penegakan hukum pajak, mengkaji mekanisme penyitaan aset wajib pajak sebagai instrumen pemulihan kerugian negara, serta merumuskan model penguatan yang ideal. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum, penelitian ini menemukan bahwa Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan telah memberikan kewenangan baru kepada Penyidik Pajak untuk melakukan pemblokiran dan penyitaan aset wajib pajak. Namun, implementasinya masih terkendala disharmoni norma antara KUHAP dan regulasi perpajakan, lemahnya integrasi data antarlembaga, serta keterbatasan dalam pemulihan aset lintas yurisdiksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi paradigma Non-Conviction Based Asset Forfeiture merupakan solusi yuridis yang mendesak, yang harus diiringi dengan pengesahan RUU Perampasan Aset, penguatan sinergi kelembagaan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia penegak hukum pajak.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2026 Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025 Vol. 3 No. 6 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2024 Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2023 Vol. 2 No. 4 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2023 Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023 Vol. 2 No. 2 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2023 Vol. 2 No. 1 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2023 Vol. 1 No. 2 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2022 Vol. 1 No. 1 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Oktober 2022 More Issue