cover
Contact Name
Ikhsan Satria Irianto
Contact Email
ikhsan.irianto@unja.ac.id
Phone
+6289625314607
Journal Mail Official
sendratasik@unja.ac.id
Editorial Address
Prodi Sendratasik, FKIP, Univ. Jambi. Jl. Jambi - Muara Bulian. KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29625939     EISSN : 29625610     DOI : https://doi.org/10.22437/cs.v1i01.18688
Core Subject : Art,
Jurnal Cerano Seni menerbitkan artikel asli dengan fokus pada penciptaan dan studi Seni Pertunjukan. Lingkup bidangnya adalah: Sejarah Seni, Pendidikan Seni, Kajian Budaya, Kajian Pertunjukan, Filsafat Seni, Sosiologi Seni, Antropologi Seni, Proses Kreatif, Seni Visual dan penelitian konseptual dalam Seni Pertunjukan.
Articles 48 Documents
Eksplorasi Sistematika Penciptaan Karya Seni Pertunjukan melalui Teori Simulacra Jean Baudrillard Harista, Maulidi
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.30831

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan cara sistematis dalam menciptakan seni pertunjukan kontemporer dengan konsep simulacra. Menggunakan pendekatan grounded theory dan practice-led research, penelitian ini eksplorasi interaksi dinamis antara realitas dan representasi. Temuan menyoroti kompleksitas hubungan antara teori simulacra dan praktik seni pertunjukan, menekankan peran simulacra sebagai dasar filosofis untuk merancang sistem seni pertunjukan yang kompleks. Simbol-simbol dalam seni pertunjukan tidak hanya sebagai representasi tetapi juga membawa makna mendalam. Secara keseluruhan, penelitian ini membuka peluang untuk pendekatan kreatif dalam seni pertunjukan, menggabungkan estetika dan filsafat, serta mengembangkan konsep dan praktik dalam seni pertunjukan modern.
Analisis Pertunjukan Randai Bujang Duano di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar Firdaus, Fajar; Efendi, Leni; Wenhendri, Wenhendri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.31681

Abstract

Studi ini berusaha mengungkap dua pertanyaan besar, yaitu: Seperti apa struktur dan tekstur pertunjukan randai Bujang Duano di Nagari Simawang, dan seperti apa fungsi dan manfaat randai Bujang Duano di Nagari Simawang. Analisis ini menggunakan pendekatan teori dramaturgi. Analisis ini terbagi pada dua aspek yaitu, secara dramaturgi yang meliputi struktur serta tekstur dan fungsi serta manfaat randai Bujang Duano di Nagari Simawang. Hasil bahasan menemukan struktur terjadi dari plot/alur Randai Bujang Duano yaitu alur maju, penokohan pada randai Bujang Duano terdiri dari protagonis dan antagonis, tema randai Bujang Duano terbagi menjadi dua yaitu tema mayor yang mana tema mayor ini tentang fitnah sedangkan tema minor yaitu fitnah dukun kepada seorang raja yang mengakibatkan sang raja membuang anak kandungnya ke hutan, latar pertunjukan Randai Bujang Duano terdiri dari tiga aspek yaitu: aspek ruang, aspek waktu, aspek suasana. Tekstur pertunjukan Randai Bujang Duano terdiri dari petata petiti, gurindam dan dialog. Selanjutnya ada mood/rhtem yaitu suasana yang dibangun oleh randai Bujang Duano pada saat melakukan pertunjukan, yang terakhir juga spectacle hal-hal yang dihadirkan di atas pentas saat pertunjukan.
Fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi Natasia, Angela Dhea; Oktariani, Dwi; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.34444

Abstract

Upacara Adat Ngensudah adalah ritual yang bertujuan untuk mencabut larangan atau pantangan dan menghormati kerabat yang telah meninggal. Sejalan dengan arti kata “Ngensudah” yang dalam bahasa Indonesia berarti “selesai”, masyarakat Dayak Melahui percaya bahwa Upacara Adat Ngensudah berfungsi sebagai media untuk mengantarkan arwah orang yang telah meninggal dengan tenang. Oleh karena itu, upacara ini dilaksanakan setiap kali ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Penelitian ini berfokus pada pemahaman fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah pada masyarakat Dayak Melahui di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat setempat mengenai peran tari tradisional, khususnya Tari Bigal dalam masyarakat Dayak Melahui. Keterlibatan masyarakat setempat dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengetahuan dan apresiasi mereka terhadap Tari Bigal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tari Bigal merupakan elemen penting dalam Upacara Adat Ngensudah. Fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, adalah untuk melepaskan larangan dan pantangan serta menjadi penyalur arwah orang yang sudah meninggal menuju surga. Tari Bigal memiliki status sakral dalam Upacara Adat Ngensudah dan tidak dapat dipisahkan dari ritual tersebut. Tarian ini juga dianggap sebagai sarana komunikasi dengan roh leluhur. Tarian ini menggabungkan elemen-elemen pendukung seperti kostum, properti, gerakan, dan musik pengiring.
Makna Simbol Properti Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kabupaten Melawi Crystitha, Crystitha; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Oktariani, Dwi
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.34521

Abstract

Upacara kematian tradisional seperti ngensudah melepaskan tabu dan menghormati almarhum. Kepercayaan lokal menyatakan bahwa ngensudah mengirim jiwa dan tubuh almarhum untuk beristirahat dengan tenang. Ritual ini berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah kematian. Sebelum ritual ngensudah, banyak prosesi yang akan dilakukan. Renovasi makam keluarga adalah salah satu prosesi. Prosesi upacara tradisional ngensudah memiliki berbagai aspek yang berhubungan dengan tarian. Prosesi ritual ini termasuk tarian Bigal. Tarian Dayak Melahui Bigal sebagian besar dilakukan di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Tarian ini juga merupakan sub-suku Dayak Ot Danum Ngaju. Upacara adat Ngensudah dan Tarian Bigal adalah salah satu dari sekian banyak adat istiadat yang berhubungan dengan masyarakat Dayak Melahui. Tarian Bigal membutuhkan properti tangan, yang dijalin ke dalam Mandau (parang Suku Dayak) milik penari. Selendang dan nyube (beras kuning, kunyit, jeruk nipis, sirih, pinang, dan rokok) adalah properti lainnya. Tarian ini menggunakan kualitas tertentu. Temaduk, sebuah patung kayu yang menyerupai manusia, menari bersama mereka tanpa menyentuhnya. Toras (patung temaduk) dan Sangkeriak (sesajen yang kuat) adalah aset lainnya. Setiap properti Tari Bigal melambangkan keberadaan Desa Akam. Rasa hormat, kekuatan, keindahan, dan perlindungan diri merupakan hal yang penting dalam masyarakat, seperti halnya menghindari risiko dan selamat di akhirat.
Analisis Makna Gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan karya Sabarudin di Desa Pal Sembilan Kabupaten Kuburaya Syafitri, Dolly; Ismunandar, Ismunandar; Putri Aditya, Mega Cantik
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.35766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan analisis makna gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan dalam bentuk tulisan, gambar, serta video. Dilatar belakangi dengan permasalahan bagaimana makna gerak, deskripsi gerak dan klasifikasi gerak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, serta pendekatan koreografi dan semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber, berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa analisis makna gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan sebagai berikut: Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan merupakan gabungan dari 9 langkah jepin. Ada gerak yang menyimbolkan sebuah alat yang membantu pekerjaan sehari-hari, gerak kegiatan manusia serta gerak imitasi seekor burung. Tari ini berfungsi sebagai tari hiburan, busana yang digunakan baju kurung melayu. Alat musik akordion, biola, beruas, dan gambus tarian ini tidak menggunakan properti, ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta menambah wawasan terkait makna gerak tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan, juga menjadi sumber referensi yang akurat.
Analisis Struktur Melodi dan Teknik Penyampaian Vokal Tino Mariam pada Nyanyian Tale Nuei di Kota Sungai Penuh Rosalia, Ayunda; Dekti, Gen; Tulus Utama, Galuh
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.38840

Abstract

Tale Nuei merupakan salah satu kesenian berupa nyanyian yang ada di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Tale Nuei adalah  nyanyian berupa pantun yang dinyanyikan saat musim menuai padi di sawah oleh seorang petale untuk menemani dan menghibur para petani. Tale Nuei kini lebih sering ditemui pada acara pertunjukan kesenian dan acara pemerintahan yang ada di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur melodi dan teknik penyampaian vokal Tino Mariam sebagai maestro tale pada nyanyian Tale Nuei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori musikologi berupa struktur melodi dan teknik penyampaian vokal secara ilmu musik barat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur melodi pada nyanyian Tale Nuei memiliki 8 motif pokok beserta pengembangan yang terjadi didalamnya, serta memiliki 5 frase pada setiap 1 siklus nyanyiannya. Pada teknik penyampaian vokal Tino Mariam meliputi pitch (range & tessitura), prosody (phrasing, breathing, consonantal articulation, pitch embellishments) dan quality (fonasi).
Analisis Semiotika Saussure pada Gerak Tari Ngayun Luci Desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci Provinsi Jambi Foresti, Anggi Sukma Yunni
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.36241

Abstract

Tulisan ini membahas tanda dan petanda yang terdapat dalam gerak tari Ngayun Luci asal desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Tari ini hadir dalam rangkaian ritual adat Ngayun Luci yang diyakini masyarakat setempat dapat memberikan kesuburan tanah dan hasil panen yang baik. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa gerak-gerak yang hadir dalam tari Ngayun Luci dimaknai sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Melalui pemujaan terhadap arwah leluhur yang telah merawat tanaman padi mereka. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teori semiotika yang diusung oleh Ferdinand De Saussure mengenai tanda dan petanda, sebagai pisau pembedahnya.   Kata Kunci: Semiotika Saussure, Penanda-Petanda, tari Ngayun Luci, Gerak.
Penerapan Metode Stanislavsky pada Pemeranan Tokoh Marry dalam Naskah Kembara Kelam karya Eugene O’Neill Finolia, Lingga; Susanti, Desi; Jihadul Barkah, Hendri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.27780

Abstract

Artikel ini membahas tentang proses pemeranan tokoh Marry dalam naskah Kembara Kelam karya Eugene O'Neill terjemahan Fathul A. Husein. Kerja pemeranan ini merupakan upaya mewujudkan karakter tokoh Marry melalui pendekatan metode akting Stanislavsky, khususnya teknik magic if. Metode pemeranan yang digunakan adalah observasi, imajinasi, ingatan emosi dan pendandanan tokoh. Hasil dari kerja pemeranan ini adalah terwujudnya tokoh Marry dalam akting yang realistis dengan karakter yang kompleks. Proses ini menunjukkan bahwa teknik magic if dalam penerapan metode akting Stanislavsky merupakan metode yang efektif dalam mewujudkan tokoh ke atas panggung.
Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure terhadap Gerak Tari Adok di Nagari Paninggahan: Indonesia Chani, Puti Intan Danera
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.36244

Abstract

Tari Adok pada dasarnya bukan sebuah tari melainkan pertunjukan seni yang mengandung cerita yang divisualisasikan melalui gerak dan ekspresi penari. Tari Adok menceritakan tentang perebutan seorang bidadari yang diperebutkan oleh dua raja yang memiliki dua sifat yang berbeda satu bijaksana dan satu lagi serakah. Tari ini memiliki makna simbolis yang berfungsi sebagai hiburan serta media untuk menyampaikan pesan yang dibuat oleh penanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna yang terkandung dalam gerak tari Adok yang dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinan De Saussure yang membahas gambar gerak Tari Adok (tanda), satu ragam gerak Tari Adok (objek), makna yang terkandung dalam satu ragam gerak Tari Adok (interpreter). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Sugiono yang mengatakan instrumen adalah alat untuk melihat proses fenomena pada gerak tari Adok di Nagari Paninggahan. Hasil pada penelitian ini ada lima ragam gerak dan tiga sub ragam gerak lalu pada ragam gerak buang aiah dapat dikatakan sintagmatis gerak buang aiah lalu paradigmatis pada gerak tersebut rantak japuik, rantak ciek, rantak duo. Berbicara dengan pertunjukan Tari Adok yang menjadi penanda pada Tari Adok adalah gerak Tari Adok dan yang menjadi petanda adalah makna dari gerak Tari Adok itu sendiri.
Struktur Penyajian Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan di Desa Pal Sembilan Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Anisa Safitri, Nur; Ismunandar, Ismunandar; Tindarika, Regaria
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.37334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur penyajian tari Jepin Loncat Tiung Sembilan di Desa Pal Sembilan untuk melengkapi data penelitian sebelumnya. Teori yang digunakan meliputi tari, struktur, dan penyajian. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Sumber data berasal dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan narasumber Sabaruddin, Sartiyem, dan Asmah Nur. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan dianalisis secara sistematis. Penelitian ini mendeskripsikan struktur penyajian tari Jepin Loncat Tiung Sembilan, yang terdiri dari 9 ragam gerak: salam pembuka dan tahto, langkah bujur dan langkah betiti, langkah sorong dayung, langkah gersik, langkah tak sampai dan langkah tiung, langkah baki juadah, langkah besikut, serta langkah jarum mesin. Busana yang dikenakan adalah baju Telok Belanga dengan corak insang dan tata rias realis. Desain atas yang digunakan meliputi rendah, sedang, tinggi, bersudut, asimetris, dan simetris. Desain dramatik berupa kerucut berganda, dengan desain lantai horizontal dan zig-zag, vertikal dan bulat, serta segi tiga besar. Pola kelompok dilakukan secara serempak dan selang-seling. Iringan musik menggunakan gambus, bruas, biola, dan akordion. Pertunjukan dilakukan di panggung proscenium dan arena.