cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
gigih@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28088360     DOI : https://doi.org/10.23960/prosidingsinta
Kegiatan penelitian di Perguruan Tinggi yang dewasa ini digalakkan Pemerintah dengan tinjauan output riset, memacu para peneliti untuk menghasilkan output yang mendapat pengakuan tinggi baik dalam bentuk artikel jurnal internasional bereputasi maupun dalam bentuk paten produk/proses yang pada akhirnya mengarah kepada hilirisasi hasil dalam bentuk bisnis produk penelitian. Berdasarkan kepada hal tersebut, Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT UNILA) telah menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri (Semnas SINTA) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk penelitian Perguruan Tinggi, berdiskusi tentang perkembangan penelitian terkini dalam bidang sains dan keteknikan dan meningkatkan peluang kerjasama antar bidang bagi para peneliti. Untuk mempublikasikan artikel-artikel yang telah dikirimkan ke seminar tersebut, maka diterbitkanlah Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung (Prosiding Semnas SINTA FT Unila).
Articles 195 Documents
Pendekatan Geospasial Menggunakan LiDAR dan Drone untuk Mitigasi Risiko pada Koridor Jalur SUTT 150 kV Fajri Yanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, dibangun sistem jaringan terpadu Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Namun, pembangunan jalur SUTT dan SUTET tidak selalu di kawasan bebas hambatan, seperti di wilayah perkotaan. Pemantauan jalur SUTT dan SUTET masih menjadi tantangan karena sulitnya akses dan panjangnya jalur. Oleh karena itu, pemantauan rutin sangat diperlukan guna memastikan jalur bebas dari potensi gangguan. Perkembangan teknologi seperti LiDAR dan citra Drone menjadi solusi untuk melakukan pemantauan jalur SUTT dan SUTET. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi objek bahaya SUTT 150 kV dengan menggunakan pendekatan geospasial berbasis LiDAR dan Citra Drone serta kajian mitigasinya. Metode yang digunakan adalah Rule Based Classification untuk mengklasifikasikan objek sesuai dengan parameter jarak bebas berdasarkan SNI 04-6918-2002. Dengan memanfaatkan data point clouds hasil dari perekaman LiDAR dan point clouds hasil dari ekstraksi citra foto udara dengan UAV/Drone. Setelah diklasifikasi point clouds LiDAR dan Citra Drone dilakukan identifikasi objek bahaya yang melewati batas aman berada di sekitar jalur/koridor transmisi listrik serta tindakan mitigasi ke depannya. Hasil identifikasi objek bahaya data point clouds LiDAR diperoleh 4 objek bahaya terdeteksi sebagai medium vegetation. Objek bahaya 1 pada ketinggian 2,50 m, objek bahaya 2 pada ketinggian 1,53 m, objek bahaya 3 pada ketinggian 2,26 m, dan objek bahaya 4 pada ketinggian 4,91 m. Efektivitas LiDAR lebih unggul dalam mengidentifikasi objek bahaya dan memvisualisasikan struktur tower secara detail. Namun, dari segi efisiensi biaya operasional, waktu, dan kebutuhan tenaga ahli, citra foto Drone oblique memiliki kelebihan dibandingkan dengan LiDAR. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan elektromagnetik yang berasal dari SUTT dan SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk.
Identifikasi Ruang Publik dan Perancangan Konsep Integrasi Jalur Pejalan Kaki pada Koridor Perkotaan Strategis Kota Bandar Lampung untuk Penguatan Identitas dan Daya Tarik Wisata Kota Citra Persada; Ayu Komalasari Dewi; Suci Lestari; Ahmad Baqir Adrian
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki potensi ruang publik yang besar, terutama pada koridor perkotaan strategis yang berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Namun, ruang-ruang publik tersebut belum terintegrasi secara optimal sehingga belum mampu membentuk jaringan ruang kota yang saling terhubung dan mendukung identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang publik eksisting pada koridor strategis kota serta merumuskan konsep integrasi jalur pejalan kaki yang berperan dalam memperkuat identitas dan daya tarik wisata kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis hubungan spasial antar-ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Stasiun Tanjung Karang – Masjid Al Bakrie – Tugu Adipura merupakan jalur dengan intensitas aktivitas tertinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai jalur transit wisata kota. Konsep integrasi yang dihasilkan menekankan peningkatan kualitas konektivitas antar-node ruang publik melalui jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan berkesinambungan. Selain itu, integrasi antara fungsi ruang publik, kegiatan wisata, dan elemen identitas lokal juga menjadi fokus utama dalam perancangan. Rekomendasi konsep ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kawasan perkotaan yang inklusif, adaptif terhadap kebutuhan pengguna, serta mencerminkan karakter khas Kota Bandar Lampung.
Perancangan Alat Pengujian Turbin Vortex (Pusaran) Bentuk Sudu Lengkung (Curved) dengan Jari-jari 145 mm jorfri sinaga
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu mata kuliah praktikum yang ada di Jurusan Teknik Mesin UNILA yaitu Praktikum Prestasi Mesin. Namun alat pengujian untuk melaksanakan Praktikum Prestasi Mesin masih sangat kurang. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan dana untuk penyediaan alat-alat praktikum di laboratorium yang dimiliki oleh universitas. Maka untuk melengkapi kekurangan alat Praktikum Prestasi Mesin tersebut, dilakukan perancangan alat pengujian turbin aliran vorex. Pada makalah ini diberikan perancang dan hasil pengujian alat pengujian turbin aliran vortex sebelum digunakan untuk membantu pelaksanaan Praktikum Prestasi Mesin di Jurusan Teknik Mesin UNILA. Hasil pengujian menunjukkan alat ini dapat mendemonstrasikan karekteristik turbin vortex sehingga alai ini dapat digunakan membantu mahasiswa untuk memahami karekteristik turbin vortex.
Usaha Mempercepat Penyelesaian Proses Hidrasi dengan Steam Curing pada Beton Agregat Kasar Batu Putih Laksmi Irianti; M. Helmi; Suyadi; Yuda Romdania; W. Yosep
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan agregat konstruksi yang terus meningkat mendorong pemanfaatan material alternatif seperti batu putih yang tersedia melimpah dan memiliki karakteristik fisik serta kimia yang mendukung penggunaannya sebagai agregat beton. Dalam industri beton pracetak, percepatan perkembangan kekuatan awal menjadi aspek penting untuk meningkatkan efisiensi produksi, sehingga diperlukan metode perawatan yang mampu mempercepat hidrasi semen, salah satunya steam curing. Steam curing merupakan proses perawatan beton menggunakan uap panas untuk mempercepat reaksi hidrasi sehingga beton dapat mencapai kekuatan awal lebih cepat dibanding metode konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi durasi steam curing terhadap kuat tekan beton beragregat kasar batu putih pada umur 1, 2, dan 3 hari dengan perlakuan uap panas bersuhu 90°C selama 2, 4, dan 6 jam. Beton tanpa steam menghasilkan kuat tekan 4,31–7,65 MPa, sementara perlakuan steam 2 jam memberikan 5,23–7,68 MPa, durasi 4 jam menghasilkan 5,84–7,79 MPa, dan durasi 6 jam memberikan nilai tertinggi 7,74–8,12 MPa. Konversi kuat tekan ke umur 28 hari berada pada rentang 19,13–20,30 MPa, menunjukkan bahwa steam curing mempercepat perkembangan kekuatan awal tanpa menurunkan mutu jangka panjang.
PENERAPAN ADMIN PANEL PACKAGE UNTUK OPTIMASI PRODUKTIVITAS PENGEMBANGAN BACKEND SISTEM LAYANAN AKADEMIK Wahyu Eko Sulistiono; Mardiana Mardiana; Yessi Mulyani; Ni Putu Tiara Prezilia; Putri Indriyanti; Zaki Ahmad Basyary
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem layanan akademik menjadi salah satu contoh digitalisasi dalam dunia pendidikan yang bersifat kompleks karena banyaknya modul serta role pengguna dalam alur bisnis sistem. Tingginya tingkat kompleksitas dari sistem layanan akademik dapat mempengaruhi waktu pengembangan backend sistem. Banyaknya formulir dan tabel yang digunakan pada sistem dapat mempengaruhi waktu pengembangan pada fitur CRUD (create, read, update, delete), routing sistem serta validasi form. Penerapan admin panel package yang diintegrasikan dengan framework seperti Laravel dapat membantu menghemat waktu pengembangan karena adanya fitur atau komponen yang siap digunakan sehingga pengembang tidak perlu menuliskan kode dari awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan admin panel package dalam pengembangan backend layanan akademik, dengan fokus pada peningkatan produktivitas pengembang. Adanya pengaruh terhadap waktu pengembangan serta konsistensi penulisan kode dalam pengembangan sistem dapat berpengaruh pada tingkat produktivitas tim pengembang. Semakin tinggi produktivitas, maka semakin cepat, hemat dan terstruktur dalam proses pengembangan sistemnya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Rapid Application Development (RAD). Hasil pengukuran tingkat produktivitas tim pengembang akan memberikan informasi terkait seberapa efektif penggunaan admin panel seperti Filament dalam mempercepat waktu pengembangan sistem. Informasi ini penting untuk menentukan strategi pengembangan yang optimal untuk mendukung kinerja tim pengembang.
Analisis Spasial Zona Pemanfaatan Sumber Air Berbasis Sistem Informasi Geografis anggun tridawati; fajri yanto; Dian Ayu Nigtiyas; Atika Sari; Tika Christy Novianti; Armijon
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sumber daya air merupakan faktor penting dalam keberlanjutan ekosistem dan kehidupan manusia, terutama di Wilayah Sungai Seputih- Sekampung, Provinsi Lampung. Dengan meningkatnya perubahan penggunaan lahan akibat pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi, zona pemanfaatan sumber daya (ZPSA) air mengalami tekanan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketiga zona ZPSA tersebut menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis skoring. Penelitian ini menggunakan data DEMNAS, penggunaan lahan, jenis tanah, curah hujan, dan pola ruang untuk memetakan daerah resapan, tampungan, dan pemanfaatan sumber daya air di Wilayah Sungai Seputih-Sekampung. Metode yang digunakan adalah skoring dengan overlay berdasarkan PERMEN PUPR Nomor. 10/PRT/M/2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPSA didominasi oleh kelas dengan kategori tinggi seluas 6.735,92 km2. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah menunjukkan tingkat pemanfaatan air sangat tinggi, sehingga pengelolaan zonasi menjadi kunci keberlanjutan.
Modular System Based on Interlocking Joints as a Circular Design Strategy for Coastal Community Buildings Mega Vetra Salsabila; Kelik Hendro Basuki; Fadhilah Rusmiati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Circular architecture promotes building systems that are efficient, adaptable, and responsive to the material life cycle. This research discusses the application of a modular system based on laminated bamboo interlocking joints as a circular design strategy for coastal community buildings, with a case study on the SAIBA Fishery Hub project in Kota Agung, Tanggamus Regency. The objective of this study is to identify the modular principles that support spatial flexibility and ease of maintenance, and to evaluate the effectiveness of interlocking joints in achieving construction efficiency and material sustainability. The research employs a qualitative descriptive method through literature review, field observation, and design synthesis. The findings indicate that the laminated bamboo interlocking system reduces construction waste and extends the lifespan of structural elements. Modular configuration enables flexible spatial adjustments according to dynamic coastal community activities such as training programs qnd communal space. Moreover, the use of locally sourced laminated bamboo minimizes carbon footprint and strengthens the identity of tropical coastal architecture. In conclusion, the modular system based on laminated bamboo interlocking joints represents an effective circular design strategy for sustainable, adaptable, and low-maintenance coastal community buildings.
KAJIAN PASCA LONGSOR TEBING JALAN DAN METODE PENANGANANNYA Ofik Taufik Purwadi; Iswan syah; Kristianto Usman; Aurelius S.K
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penyebab kelongsoran serta merancang metode penanganan yang efektif pada ruas Jalan Lahat-Simpang Mio. Berdasarkan investigasi geoteknik, area tersebut didominasi oleh lima lapisan tanah lempung dengan karakteristik dari lunak hingga keras, dimana pemicu utama instabilitas adalah geometri lereng yang curam, kondisi tanah dasar yang buruk, dan kenaikan muka air tanah akibat curah hujan tinggi. Analisis awal pada kondisi eksisting menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Finite Element Method (FEM) mengindikasikan kondisi lereng tidak aman dengan nilai Safety Factor (SF) statis berkisar 1,2 dan dinamis mendekati 1,0, disertai penurunan jalan mencapai 13,037 cm. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, dua alternatif perkuatan dievaluasi, yaitu Dinding Penahan Tanah (DPT) kombinasi Mini pile dan penggunaan sheet pile. Simulasi permodelan dilakukan melalui tahapan konstruksi (staged construction) untuk memastikan keamanan di setiap fase pengerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode perkuatan mampu memenuhi kriteria keamanan SNI 8460:2017. Perkuatan DPT + Mini pile menghasilkan SF statis maksimum 1,571 dan dinamis 1,162, sedangkan sheet pile mencapai SF statis 1,572 dan dinamis 1,188. Selain peningkatan stabilitas yang signifikan, kedua metode berhasil meminimalkan deformasi jalan menjadi 7,827 cm. Oleh karena itu, kedua desain perkuatan dinilai layak dan direkomendasikan sebagai solusi teknis rehabilitasi lereng pasca longsor di wilayah tersebut.
Efektifitas Pemecah Gelombang Komposit Berdasarkan Kemampuannya dalam Meredam Gelombang Dengan Model Fisik 2 Dimensi Subuh Tugiono
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang laut yang menjalar menuju pantai membawa energi yang besar Untuk mengurangi energi gelombang tersebut bisa dilakukan dengan membangun pemecah gelombang yang umumnya terbuat dari bahan batu atau beton yang bersifat kaku. Maksud dari pemecah gelombang komposit adalah gabungan antara breakwater berbahan bersifat kaku (beton) dengan berbahan fleksibel selang (plastik untuk model). Dalam hal ini digunakan berbahan nilon dengan panjang 5 cm, diameter 0,33 mm berjumlah 95 buah pertitik, yang dipasang berbaris dengan jarak 7,5 mm persegi, dipasang tegak lurus (900) dan miring (450). Nilai fleksibelitas diambil dari nilai lendutan 2,89 mm pada beban 50 gram. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemecah gelombang tipe batu dan beton, dengan karakteristik batu yang digunakan dengan berat 8 gram sampai 10 gram, dimana semua pemecah gelombang menggunakan kemiringan 1:1. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas pemecah gelombang komposit lebih baik dibandingkan dengan pemecah gelombang beton, namun masih berada di bawah pemecah gelombang batu. Ditunjukan dengan nilai koefosien redaman rata-rata secara berurut Kredbeton = 35,85%, Kredbatu = 52,86%, Krednilon_45 = 38,41%, dan Krednilon 90 = 47,68%. Dengan kecenderungan umum, semakin bertambah kecuraman gelombang semakin kecil redamannya
Aplikasi Teknologi Torefaksi Dalam Pengolahan Limbah Kelapa Muda Menjadi Biochar: Studi Kasus Bandar Lampung Amrul Amrul; Hadi Prayitno; Harmen Harmen; Imam Prasetyo; Mustafa Faris Fathin; Figo Naufal Pratama; Muhammad Aidil
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama sampah organik, yang mencakup limbah dari sektor pertanian, rumah tangga, dan UMKM. Limbah kelapa muda adalah salah satu jenis limbah yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara mkasimal. Teknologi torefaksi dapat mengonversi limbah kelapa muda menjadi biochar, yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, penyubur tanah, serta penyerap polutan. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses torefaksi pada limbah kelapa muda dengan variasi parameter temperatur dan waktu tinggal. Tujuan penelitian jangka panjang adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Bakung dan menyediakan energi alternatif terbarukan dari limbah kelapa muda. Target khusus yang ingin dicapai adalah mendapatkan parameter optimal proses torefaksi dan karakteristik biochar yang dihasilkan, serta menguji potensi biochar sebagai bahan bakar alternatif dan penyubur tanah. Proses torefaksi terbukti mampu meningkatkan kualitas energi limbah kelapa secara signifikan, ditandai dengan naiknya nilai kalor hingga mencapai 5977 kkal/kg, meskipun disertai penurunan mass yield akibat dekomposisi hemiselulosa dan selulosa pada suhu tinggi. Energy yield menunjukkan performa terbaik pada kondisi 30 menit dan 275°C dengan nilai 93%, sehingga kondisi ini dianggap paling optimal karena menghasilkan nilai kalor tinggi, mass yield yang masih moderat, dan efisiensi energi terbaik. Sementara itu, meskipun suhu 300°C menghasilkan nilai kalor tertinggi, besarnya kehilangan massa dan energi membuat kondisi tersebut kurang layak untuk aplikasi industri yang menuntut efisiensi teknis dan ekonomis.