cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi No. 1 Gedung Manterawu Lt. 5
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Art & Design
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559349     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian Art & Design. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 1,799 Documents
EKSPLORASI FOTOGRAFI SELF-PORTRAIT TENTANG BULLYING VERBAL Dari Karya Fotografi Self Portrait Yudhistira, Laurensius; Sadono, Soni; Giri R, Vega
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu isu sosial yang masih menjadi perhaƟan diberbagai kalangan,mulai dari lingkungan sekolah, kampus, hingga masyarakat luas. Dampak negaƟf pada bullying bisa dalamberbentuk Įsik, verbal, bahkan online dapat menimbulkan luka mendalam bagi korban yang mentalnyaƟdak kuat. PeneliƟan ini bertujuan untuk menggambarkan realitas dari korban bullying melalui mediafotograĮ sebagai bentuk penyampaian pesan visual yang kuat dan emosional. Karya ini menggunakanpendekatan fotograĮ konteptual yang bertujuan untuk menciptakan narasi visual yang mampu menyentuhemosi penikmat seni dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dari bullying. Metode yangdigunakan mencangkup pengalaman pribadi, dan explorasi ide visual hingga dapat menghasil karyafotograĮ yang bermakna. Karya ini diharapkan dapat membuat sebuah karya fotograĮ yang mampumemancing rasa empaƟ, reŇeksi, dan kesadaran sosial. Karya fotograĮ ini juga diharapkan dapatberkontribusi untuk mencegah bullying verbal baik melalui edukasi visual dan penyampaian pesan yanglebih efekƟf kepada penikmat seni fotograĮ dan masyarakat luas.Kata Kunci: FotograĮ, Self-Portrait, Bullying, Bullying Verbal
EKSPLORASI PROSES KREATIF KARYA FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL LOGIN OUT Fikriansyah, Muhammad Rizki; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental “LOGIN OUT” merupakan sebuah karya seni yangmengangkat isu adiksi terhadap game online serta dampak psikologis dan sosial yangdiƟmbulkannya di era digitalisasi. Film ini terinspirasi dari pengalaman pribadi saudarapenulis yang mengalami kecanduan game sebagai bentuk pelarian setelah mengalamiperundungan di masa sekolah. Melalui pendekatan eksperimental, eksplorasi visual, dannaraƟf yang simbolis, Įlm ini memanfaatkan medium warna, komposisi gambar, sertaelemen sinematograĮ untuk merepresentasikan emosi dan konŇik baƟn yang dialami olehtokoh utama. Pendekatan inovaƟf juga diterapkan melalui penggunaan dua monitor yangmenghadirkan dua akhir cerita berbeda, yakni pemulihan dan keterjebakan dalam duniadigital. Strategi ini memberi pengalaman interakƟf bagi penonton sekaligus menjadibentuk kriƟk sosial terhadap perilaku perundungan serta upaya meningkatkan kesadaranakan penƟngnya menjaga kesehatan mental. Karya ini bertujuan untuk menyampaikanpesan edukaƟf mengenai bahaya kecanduan game online, mendorong reŇeksi terhadaphubungan manusia dan teknologi di era digital, serta menyoroƟ fenomena adiksi yangsemakin relevan dan kompleks dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.Kata Kunci : Adiksi, Digitalisasi, Film Eksperimental
EKSPLORASI PSIKOLOGIS MELALUI NARASI CERITA MENGGUNAKAN POV 3 DI DALAM FILM EKSPERIMENTAL SCENT OF A SINNER Situmeang, Ezra Dereno; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scent of a Sinner membahas eksplorasi naratif dan visual dalam medium filmeksperimental melalui pendekatan sudut pandang orang ketiga (POV 3) untukmenggambarkan dampak psikologis dari berbagai perspektif terhadap satu subjek. Scentof a Sinner menyajikan representasi non-linear yang menggabungkan elemeneksperimental, abstrak, dan simbolik serta menyoroti efek kementalan yang muncul daripersepsi sosial yang berbeda terhadap seorang individu. Karya ini memanfaatkan teoriperspektif psikologi, sosiologi, dan narasi dalam mendukung konstruksi visual dankonseptual karya, dengan tujuan untuk menstimulasi refleksi kritis mengenai dampakpenilaian sosial terhadap kondisi mental seseorang. Film berdurasi ±45 menit inidikembangkan dengan aspek rasio 1:1 sebagai metafora keterbatasan perspektif danruang mental subjek, serta dikemas dalam berbagai format visual untuk memperkuatdiferensiasi sudut pandang.Kata Kunci: eksperimental, sudut pandang, psikologis, POV 3, sosiologis, narasi,perspektif
EKSPLORASI VISUAL NILAI AKUMULASI DAN MENABUNG DALAM KARYA FILM ESKPERIMENTAL “TUMBUH DARI TETESAN” Ikhlas, Nazryl Akmallul; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menabung adalah proses menyisihkan uang secara rutin untuk mencapai tujuantertentu di masa depan. Namun, gaya hidup konsumtif yang banyak dijalani oleh generasimilenial dan Gen Z, yang dipengaruhi oleh media sosial serta rendahnya literasi keuangan,membuat kebiasaan menabung menjadi sulit dibentuk. Karya ini merupakan filmeksperimental berdurasi sekitar lima menit yang menggunakan pendekatan eksplorasivisual sebagai refleksi atas pentingnya konsistensi, kesabaran, dan nilai akumulasi dalamproses menabung. Simbol-simbol visual seperti tetesan air, keran bocor, celengan, dantanaman digunakan untuk menyampaikan makna secara tidak langsung dan interpretatif.Karya ini diharapkan dapat mendorong audiens, terutama generasi muda, untuk lebihsadar akan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang berkelanjutan.Kata kunci: Menabung, Akumulasi, Eksplorasi Visual, Generasi Muda, Film Eksperimental
FENOMENA URBAN CULTURE DALAM ASPEK FASHION MELALUI SENI MIX MEDIA Rustiawan, Muhammad Fajar; Yuningsih, Cucu Retno; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fenomena budaya urban selalu berkembang pesat hinggamenghasilkan berbagai aspek kehidupan seperti: Fashion atau mode, Subkultur dan musikHip – Hop, seni rupa jalanan, dan olahraga ekstrem, hingga akhirnya berkembang denganpesatnya aspek Fashion yang menjadi poros dan penggerak utama di dalam kehidupanbudaya urban hingga saat ini dan berkembang dalam Genre Streetwear dan menariknyaaspek Fashion dalam budaya urban juga tidak hanya menjadi identitas anak muda tetapimenjadi Movement, ekspresi diri, pernyataan sosial dalam kehidupan urban. Dari sinilahgagasan utama dalam karya untuk tugas akhir “Fenomena Urban Culture dalam AspekFashion melalui Seni Mix Media.” Yang mengangkat bagaimana terjadinya fenomena.Karya ini merupakan gambaran bagaimana fenomena budaya urban yang terjadi di skenaanak muda Amerika yang di garis besari oleh aspek Fashion. Dan juga tujuan karya inimengangkat estetika, budaya, pengaruh, yang berkembang hingga saat ini ke dalamberbagai macam aspek kehidupan, dan karya ini menggunakan teknik Mix Media karenabertujuan untuk melakukan eksplorasi medium untuk menyamakan dengan konsep karya.Kata kunci: Budaya Urban, Aspek Fahsion , Sneakers, Mix Media.
ILM PENDEK “BEYOND THE CODE” Rinaldy, Adry Nathan; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film pendek Beyond the Code menggambarkan keterbatasan kecerdasan buatan (AI) dalammenggantikan aspek emosional manusia yang kompleks. Dalam era dimana AI telah menjadi bagiandari kehidupan sehari-hari. Mulai dari asisten virtual hingga sistem interaksi sosial berbasis algoritma.Muncul pertanyaan mendasar mengenai apakah teknologi ini dapat benar-benar menggantikan peranmanusia dalam konteks hubungan emosional. Film ini mengisahkan seorang pria yang kehilangankekasihnya dan mencoba mengatasi rasa duka dengan menghadirkan kembali sosok tersebut dalambentuk robot AI yang dirancang menyerupai perilaku dan suara kekasihnya. Meski pada awalnyakehadiran AI tersebut memberikan kenyamanan semu, perlahan sang tokoh menyadari bahwainteraksi yang tercipta hanyalah tiruan, tanpa makna emosional yang sejati. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana Beyond the Code merepresentasikan perbedaan antara kecanggihanAI dan kedalaman perasaan manusia. Fokus utama terletak pada penggunaan narasi, simbolismevisual, dan karakterisasi yang menggambarkan bahwa emosi, empati, dan koneksi batin adalah halyang tidak dapat diprogramkan. Film sebagai medium visual dipilih karena kemampuannyamenyampaikan pesan kompleks secara imajinatif dan menyentuh aspek afektif penonton. Pendekatankualitatif digunakan untuk menelaah bagaimana sinematografi dan alur cerita memperkuat pesantentang pentingnya peran unik manusia dalam dunia yang semakin terdigitalisasi. Dengan demikian,penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami batas-batas teknologi serta pentingnyamenjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun masa depan yang tetap berpusat pada manusia.Kata Kunci: : Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, AI, Manusia, Rasa, Emosional, Menggantikan,Film
JERAWAT SEBAGAI REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI DALAM KARYA SENI LUKIS MIXMEDIA Salsabiella, Rayya; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

erawat adalah salah satu masalah kulit yang sering dialami oleh remaja dan berdampak tidakhanya pada penampilan fisik, tetapi juga pada aspek psikologis seperti rasa malu, kecemasan,dan rendah diri. Pengkaryaan ini bertujuan untuk menggali bagaimana seni lukis dapatdigunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan proses penerimaan diri terhadap jerawat,sebuah isu yang sering mempengaruhi kepercayaan diri remaja. Karya seni lukis berjudul AtmaDeepo Bhava dan Seen and Unseen diciptakan untuk menggambarkan perjalanan emosionaldari ketidakpercayaan diri menuju penerimaan diri. Proses penciptaan karya menggunakanpendekatan visual yang mencakup elemen simbolis dan ekspresif. Lukisan ini menggabungkanunsur daun, akar, serta ekspresi wajah untuk merepresentasikan transformasi diri danpenerimaan terhadap kondisi kulit berjerawat. Hasil pengkaryaan ini menunjukkan bahwa senilukis dapat menjadi media ekspresi yang efektif dalam membantu remaja menghadapikecemasan dan membangun penerimaan diri, sekaligus menawarkan ruang refleksi terhadaptekanan sosial yang berkaitan dengan standar kecantikan yang sering kali tidak realistis.Kata Kunci: jerawat, penerimaan diri, seni lukis, kecemasan, remaja, standar kecantikan
ARYA MIX MEDIA FOTOGRAFI SUREALIS TENTANG POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK Syahid, Bagja Muhammad; Ersyad, Firdauz Azwar; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini berupaya mengangkat gagasan tentang penƟngnya menjalankanibadah dengan kesadaran dan keikhlasan. Karya ini diwujudkan melalui Mixed Media FotograĮSurealis yang menggambarkan bagaimana penerapan pendidikan agama yang kurang tepatoleh keluarga dapat berdampak terhadap pemahaman anak mengenai ibadah. Dalambeberapa kasus, pola asuh yang kurang sesuai dalam mengajarkan agama dapat memengaruhihubungan emosional antara anak dan orang tua serta membentuk persepsi ibadah yang Ɵdakdidasarkan pada pemahaman mendalam. Visual pada fotograĮ surealis menyampaikan maknaterkait pengalaman emosional anak, serta animasi augmented reality guna menciptakanpengalaman interakƟf yang memperkuat narasi karya. Metode yang diterapkan mengcakupkajian literatur, eksperimen pada visual, serta eksplorasi bentuk Įsik karya untuk menemukanteknik dan media yang paling sesuai dalam menggambarkan konsep yang diangkat. Perpaduanantara fotograĮ surealis dan animasi augmented reality dapat menghadirkan representasivisual yang kuat mengenai dampak dari pendidikan agama yang diterapkan oleh orang tuakepada anak. Melalui pendekatan ini, karya dapat menjadi sarana reŇeksi bagi masyarakattentang penƟngnya mengajarkan agama dengan cara yang lebih bijak, agar anak dapatmenjalankan ibadah dengan kesadaran dan keikhlasan.Kata Kunci: Mix Media FotograĮ, FotograĮ Surealis, Augmented Reality, Pola Asuh.
KARYA SENI MIX MEDIA WARNA HITAM SEBAGAI SIMBOL PERASAAN DAN EMOSI KESEDIHAN YANG DISEBABKAN OLEH TOXIC MASCULINITY Buchari, Malik Yazid; Rachmawanti, Ranti; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini memngangkat isu warna hitam dalam seni rupa sebagai simbolperasaan dan emosi kesedihan yang disebabkan oleh fenomena toxic masculinity. Melaluipendekatan teknik mix media, karya seni ini mengekplorasi makna simbolik warna hitam sebagairepresentasi psikologis dan emosional. Warna hitam dalam karya ini tidak hanya sebagai elemenvisual tetapi juga sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan tentang tekanan batin dankesedihan yang disebabkan oleh toxic masculinity. dengan menggunakan berbagai macam mediaseperti kanvas sebagai medium utama dan dilengkapi arang serta kain hitam, karya inimempresentasikan pemahaman visual yang mendalam. Pengkaryaan ini diharapkan mampumemwakilkan perasaan dan emosi yang tertindas oleh fenomena toxic masculinity. Selain itu,karya ini juga berperan sebagai sarana untuk melakukan refleksi dan kritik terhadap pembangunanbudaya toxic masculinity. Diharapkan, penikmat dapat memikirkan dampak dan efek psikologisyang tidak terlihat di balik gambaran kekuatan dan dominasi pria serta menciptakan kesempatanuntuk berdiskusi mengenai pentingnya empati dan keseimbangan emosi dalam interaksi sosial.KATA KUNCI : Emosi, Mix Media, Perasaan, Toxic Masculinity, dan Warna Hitam.
KOLABORASI EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI DAN PROMPTOGRAPHY MENGENAI MAKNA RUMAH PADA REMAJA LAKI-LAKI Safaat, Rahmat Ayi; Ersyad, Firdaus Azwar; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengeksplorasi makna rumah bagi remaja laki-laki melalui pendekatan kolaborasifotografi eksperimental dan promptography. Promptography merupakan sebuah inovasi terbaru dalammembantu seniman dalam eksplorasi ide untuk membantu menciptakan elemen visual warna dalam estetika.Elemen visual warna tersebut bisa diciptakan dengan membuat prompt atau perintah yang dikembangkandengan skenario dan elemen warna hasil promptography tersebut di edit ulang menggunakan software editinguntuk diselaraskan dan digabungkan menjadi karya hybrid dengan fotografi eksperimental. Melalui fotografieksperimental kebebasan dalam berkarya dapat membantu representasi makna rumah pada remaja laki-laki,sementara promptography dapat merepresentasikan warna sesuai yang merepresentasikan berbagai keadaanemosional laki-laki. Fenomena yang diambil untuk eksplorasi kedua media tersebut merupakan representasimakna rumah pada remaja laki-laki, rumah tersebut memiliki berbagai macam representasi dan makna yangberagam diiringi dengan berbagai kondisi lingkungan, emosional, dan era digital. Namun, di tengah dinamikasosial dan digital, banyak remaja laki-laki mengalami kebingungan dalam memaknai serta merepresentasikanrumah sebagai tempat aman dan nyaman karena faktor maskulinitas yang membatasi cara berekspresi remajalaki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan representasi remaja laki-laki dalammemberikan makna rumah untuk menciptakan karya visual berbasis fotografi eksperimental danpromptography. Kolaborasi kedua pendekatan ini mampu merefleksikan emosi, identitas, dan pengalamanremaja laki-laki terhadap makna rumah.