cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi No. 1 Gedung Manterawu Lt. 5
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Art & Design
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559349     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian Art & Design. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 1,799 Documents
REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS MELALUI ANIMASI MIX MEDIA: “FREQUENCY” Djamas, Naja Aliffiyah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir berjudul "Representasi Krisis Identitas Melalui AnimasiMix Media: “Frequency" membahas proses kreatif dalam penciptaan film animasipendek yang merepresentasikan pencarian jati diri melalui simbol radio analog.Setiap perubahan frekuensi radio mengubah bentuk sang protagonis, merefleksikangejolak identitas yang tidak stabil. Karya ini mengeksplorasi teknik animasi digital 2Ddan stop motion dengan media konvensional untuk menciptakan suasana surealyang mencerminkan kondisi psikologis kompleks. Cerita dalam film merupakaninterpretasi pengalaman pribadi penulis dalam melalui fase “coming of age”,disampaikan melalui narasi simbolik yang ambigu agar penonton dapat menafsirkanmaknanya secara bebas. Pada akhirnya, identitas digambarkan sebagai sesuatu yangdibentuk dan dimaknai oleh individu. Karya ini bersifat reflektif dan kontemplatif,menggambarkan krisis identitas sebagai proses yang cair dan terus berkembang.Kata kunci: Coming of Age, Krisis Identitas, Animasi, Mix Media
REPRESENTASI KRITIK SOSIAL TERHADAP HILANGNYA IDENTITAS BUDAYA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ANAKANAK MELALUI KARYA SENI INSTALASI Amani, Hasna Nareswari; Rachmawanti, Ranti; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tugas akhir ini berjudul “Representasi Kritik Sosial terhadap Hilangnya IdentitasBudaya dalam Permainan Tradisional Anak-Anak melalui Karya Seni Instalasi.” Karya inidilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap pergeseran budaya bermain anak-anak di era digital, dimana permainan tradisional seperti engklek mulai tergantikan oleh aktivitas digital yang bersifatindividual dan pasif. Akibatnya, nilai-nilai sosial, komunal, dan budaya lokal yang terkandung dalampermainan tersebut turut memudar. Melalui pendekatan kritik sosial, karya ini menyampaikankegelisahan tersebut dengan menyoroti hilangnya identitas budaya akibat perubahan gaya hidupanak-anak yang semakin terpaut pada teknologi. Instalasi ini disusun menggunakan sembilanmonitor komputer 19 inci yang membentuk pola permainan engklek klasik, menampilkan animasistop motion bergaya gambar crayon anak-anak. Setiap layar menyajikan elemen visual yangmerepresentasikan fragmen kenangan bermain—seperti lemparan batu, kaki melompat, hinggatawa anak-anak. Layar dimodifikasi dengan penghilangan lapisan polarisasi, sehingga hanya dapatdilihat melalui selembar filter film polarisasi, sebagai metafora bahwa kenangan masa kecil kinitersembunyi di balik gaya hidup modern. Karya ini tidak hanya menyampaikan kritik terhadaplunturnya budaya bermain, tetapi juga menawarkan bentuk adaptasi digital sebagai solusi. Denganmenyatukan unsur tradisional dan teknologi, instalasi ini bertujuan mengajak generasi muda untukkembali mengenal dan menghargai permainan tradisional dalam kemasan yang lebih kontekstualdan relevan. Teknologi dalam karya ini bukan sebagai lawan, melainkan jembatan untukmenghidupkan kembali budaya yang hampir terlupakan.Kata kunci: Teknologi, Kritik Sosial, Permainan Tradisional, Identitas Budaya, Adaptasi Digital,Anak-Anak, Seni Instalasi
Representasi Maladaptive Daydreaming sebagai Pelarian dari Kehidupan Nyata dalam Karya Instalasi Interaktif Hadiwidjojo, Fauziyyah Nurhayya; Rachmawanti, Ranti; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maladaptive daydreaming merupakan kondisi psikologis di mana individu tenggelam dalam lamunan yang intens danberulang sebagai bentuk pelarian dari kenyataan. Kondisi ini dapat memberikan ketenangan, namun juga berisikomengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan pengalaman maladaptivedaydreaming dalam bentuk karya instalasi interaktif yang menggambarkan batas tipis antara realitas dan dunia imajinasi.Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya adalah metode praktik-kreasi, dengan pendekatan eksploratifterhadap media visual, suara, cahaya, dan interaktivitas. Karya dirancang dalam bentuk ruang instalasi yang menggabungkandakron sebagai elemen visual awan, pencahayaan LED untuk menciptakan suasana melamun, serta audio kalimba yangtenang sebagai pengiring atmosfer. Hasil karya ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman mendalam bagi audiens,mengajak mereka untuk merasakan bagaimana dunia lamunan dapat menjadi ruang pelarian yang menenangkan sekaligusmenjebak. Melalui karya ini, penulis berupaya membuka ruang diskusi mengenai relasi antara imajinasi, pelarian, dankesehatan mental.Kata-kata Kunci : Maladaptive Daydreaming, instalasi interaktif, representasi, pelarian
REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI SEBAGAI KRITIK TERHADAP STANDAR KECANTIKAN MELALUI KARYA LUKIS Fadhillah, Nazeeya Fatina; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang dominan dalam masyarakat sering kali bersifat diskriminatif dantidak inklusif, terutama terhadap individu dengan warna kulit gelap. Pandangan ini tidak hanyamenimbulkan ketidakadilan, tetapi juga kerap memicu perilaku bullying, yang berdampaksignifikan terhadap menurunnya kepercayaan diri serta terganggunya kesehatan mentalseseorang. Tugas Akhir ini mengangkat tema self-acceptance sebagai bentuk respons kritisterhadap tekanan tersebut. Melalui pendekatan seni lukis dan penggunaan teknik mix media padamedium kaca, karya ini merepresentasikan pengalaman personal penulis dalam menghadapistigma kecantikan dan proses menemukan serta menerima jati diri secara utuh. Karya dituangkandalam tiga seri lukisan yang masing-masing menggambarkan tahap emosional berbeda dalamperjalanan menuju penerimaan diri. Dengan visual yang bersifat simbolik dan reflektif, karya inidiharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta membuka ruang dialog bagi audiensterkait pentingnya mendekonstruksi standar kecantikan yang sempit.Kata kunci: Standar kecantikan, bullying, self-acceptance, seni lukis, representasi visual.
REPRESENTASI PERILAKU KONSUMTIF AKIBAT FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DALAM KARYA INSTALASI Ananda, Ferlita; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini berupaya mengeksplorasi fenomena perilaku konsumƟf yang dipicu olehFOMO (Fear of Missing Out) melalui pendekatan seni instalasi. Dengan menggunakan pakaianbekas, kain, dan aksesoris hasil konsumsi pribadi, penulis menciptakan dua karya instalasi berjudul“Uncontained Desires” dan The “Body of Wants”. Kedua karya ini merepresentasikan bagaimanakeinginan yang tak terkendali akibat tekanan sosial media dan budaya konsumsi yang terustumbuh, lambat laun membentuk idenƟtas diri. Proses berkarya melibatkan teknik bordir,patchwork, dan penyusunan teksƟl sebagai simbol dari perjalanan personal dan emosi yangkompleks. Karya ini Ɵdak hanya menjadi ekspresi arƟsƟk, tetapi juga sarana reŇekƟf, baik bagipenulis sendiri maupun bagi penikmat seni lainnya untuk menyadari kembali penƟngnyamengontrol keinginan serta membangun idenƟtas yang lebih autenƟk. Penggunaan bahanbahanbekas menjadi bentuk upaya upcycling dan juga menyuarakan keresahan terhadap gaya hidupkonsumƟf yang kini semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: FOMO, KonsumƟf, idenƟtas, instalasi, teksƟl
REPRESENTASI POST-ADOLESCENT REGRET YANG DIAKIBATKAN OLEH QUARTER LIFE CRISIS DALAM KARYA VIRTUAL PAINTING Ibrahim, Basyar Rana; Yuningsih, Cucu Retno; Syarief, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini merupakan representasi visual dari fenomena Post-Adolescent Regret,yaitu penyesalan yang dialami individu setelah seorang individu katika ia telah melewatifase remaja atau baru saja memasuki fase dewasa, penyebab fenomena Post-AdolescentRegret disebabkan oleh seseorang yang mengalami stress akibat quarter life crisis, yaitukrisis identitas yang dialami oleh individu pada dewasa muda yang diakibatkan olehtekanan sosial, kehilangan, dan harapan yang tak tercapai. Fenomena ini dimaknai melaluipendekatan psikologis dan filosofis, serta divisualisasikan dalam medium Virtual Reality(VR) dengan gaya surealis. Karya menghadirkan figur utama sebagai representasi diripenulis yang digambarkan seperti patung, memeluk gelembung berisi bayi yangmerepresentasikan simbol masa lalu yang penuh kehangatan dan ketenangan. Elemensimbolik lainnya seperti bulan pucat, hutan liar, dan hewan-hewan seperti serigala, penyu,kepiting, kupu-kupu, serta kakaktua diletakkan mengelilingi figur utama untuk mewakiliemosi kompleks seperti keterpaksaan, penyesalan, harapan, serta keterjebakan waktu.Karya ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi pribadi penulis, namun juga menawarkanrefleksi diri atas krisis identitas yang dihadapi individu yang baru memasuki fase dewasa.Penggunaan teknologi VR memperkuat kesan imersif dan memungkinkan penontonmengalami lanskap psikologis sang seniman secara langsung.Kata kunci: Post-Adolescent Regret, Quarter Life Crisis, Virtual Painting, VR, Surealisme.
REPRESENTASI RINDU RUMAH MASA KECIL DALAM KARYA SENI LUKIS Abdurachman, Fisel Accura; Yuningsih, Cucu Retno; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong oleh perasaan rasa kehilangan masa kecil dan kerinduan akan rumahtersebut. Hal ini memberikan penulis urgensi untuk mengungkap dan menganalisis perasaanrindu rumah dan hubungannya dengan rumah masa kecil, pengalaman ini bermula ketikakunjungan ke rumah masa kecil penulis tidak berjalan sesuai harapan. Menimbulkan perasaankehilangan rumah dan kenangan di dalamnya. Tulisan ini mengeksplorasi tema tentang rindurumah dan rumah masa kecil serta bagaimana seniman menciptakan karya seni dankonsepnya. Dalam tugas akhir ini yang berjudul ”Representasi Rasa Rindu Karena Rumah MasaKecil Dalam Karya Seni Lukis” penulis perlu melakukan penelitian terhadap topik-topik yangrelevan yang membantu menonjolkan tema karya seni yang akan dibuat agar mendapatkanrepresentasi yang tepat dalam karya seni akhir. Dengan 3 seri lukisan untuk mewakili topik.Lukisan akan dibuat dengan cat minyak sebagai medium pilihan. medium ini bisa menjadi caraterkuat penulis untuk menyampaikan konsep..Kata Kunci: Rindu rumah, Rumah Masa Kecil ,Seni Lukis
REPRESENTASI SELF-DIAGNOSIS ENOCHLOPHOBIA MELALUI KARYA SCULPTURE MIX MEDIA Azizah, Alya Nur; Endriawan, Didit; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-diagnosis adalah upaya individu dalam mengenali kondisi psikologis tanpamelibatkan tenaga profesional seperti psikolog. Isu ini berfokus pada proses pencarian danpemahaman diri penulis dalam menghadapi suatu fobia yakni fobia berlebihan terhadapkeramaian (enochlophobia) melalui perspektif yang mendalam terhadap representasi yangdikembangkan. Penulis berusaha menginterpretasikan pengalaman pribadi dalam bingkai yanglebih luas, dengan mengeksplorasi dan merepresentasikan konsep self-diagnosis mengenaifobia terhadap keramaian melalui eksplorasi medium karya sculpture mix media. Melaluipendekatan personal, karya tugas akhir ini hadir sebagai bentuk ekspresi atas isu kesehatanmental yang sering luput dalam ruang sosial. Hasil tugas akhir ini diharapkan dapatmemberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang peran seni dalam menanggapiisu-isu psikologis dan sebagai refleksi atas pengalaman personal.Kata kunci: diagnosis diri, fobia terhadap keramaian, mix media.
REPRESENTASI TRAGEDI TANJUNG PRIOK 1984 DALAM KARYA SENI STENSIL Fahreza, Rayhan; Sadono, Soni; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi Tanjung Priok 1984 merupakan salah satu peristiwa kelam dalam sejarahIndonesia yang melibatkan konflik antara militer dan umat Islam. Peristiwa ini mencerminkanketidakadilan sosial, pelanggaran hak asasi manusia, dan represi terhadap kebebasan beragamadan berekspresi. Tugas akhir ini bertujuan untuk merepresentasikan tragedi tersebut melalui mediaseni stensil, yang dikenal efektif dalam menyuarakan kritik sosial dan politik. Dengan merujuk padakarya-karya seniman seperti Banksy, yang dikenal dengan pendekatan visual yang kuat dansimbolik, penelitian ini mengembangkan konsep artistik yang merepresentasikan kekerasan,penderitaan korban, serta harapan akan keadilan. Melalui eksplorasi simbol-simbol visual, pesanteks, dan teknik stensil, karya ini tidak hanya menjadi media ekspresi artistik, tetapi juga saranarefleksi historis dan sosial bagi masyarakat. Hasil dari proses ini diharapkan dapat meningkatkankesadaran kolektif atas pentingnya mengingat sejarah dan mendorong wacana kritis terhadapkondisi sosial-politik masa kini.Kata kunci: Tanjung Priok 1984, seni stensil, kritik sosial, representasi visual, Sejarah dan ingatan.
REPRESENTASI VISUAL IDENTITAS PEREMPUAN DENGAN PERSPEKTIF INTERSEKSIONALITAS MELALUI KARYA SENI LUKIS Samhana, Betari; Endriawan, Didit; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan Tugas Akhir ini merupakan representasi visual dari interseksionalitasyang berbasis pengalaman personal penulis sebagai perempuan yang mengalami ketimpangankarena identitas gender nya. Melalui pendekatan visual yang bersifat reflektif personal yang diaplikasikan melalui eksplorasi medium seni lukis, karya ini merekam perspektif individu penulisdalam memahami identitas yang berlapis. Karya ini tidak untuk mewakili semua perempuan,namun menjadi ruang untuk mengungkapkan pengalaman ketimpangan identitas yang dapatmenghadirkan pemahaman mengenai lensa interseksional akan kesadaran identitas setiapindividu tidak lah sederhana dan tidak layak untuk dilihat sebelah mata, yang kemudianmenjadikan lingkungan lebih inklusif. Kata kunci: Interseksionalitas, Ketimpangan, Seni Lukis, Identitas Sosial, Pengalaman Personal,Perempuan