cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi No. 1 Gedung Manterawu Lt. 5
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Art & Design
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559349     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian Art & Design. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 1,905 Documents
VISUALISASI HIKIKOMORI MELALUI KARYA INSTALLATION PAINTING Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni tugas akhir ini mengangkat gagasan Fenomena hikikomori, yaitukondisi pengasingan diri ekstrem yang dipicu oleh tekanan psikologis dan sosial, menjadiisu utama dalam karya ini. Berangkat dari pengalaman pribadi penulis pasca pandemi dankecanduan media sosial, karya ini mengeksplorasi gaya hidup hikikomori melaluipendekatan installation painting. Medium ini menggabungkan lukisan kanvas denganobjek fisik instalasi yang membentuk suasana kamar tertutup khas seorang hikikomori.Visualisasi kamar dengan elemen seperti kasur, meja, perangkat digital, serta tumpukansampah dan benda hobi menggambarkan ketegangan antara dunia maya dan realitas.Kontras antara gaya visual digital dan penggambaran realis pada sampah memperkuatpesan tersebut. Karya ini bertujuan membangun empati dan kesadaran akan dampakmedia sosial, sekaligus menekankan pentingnya interaksi sosial yang sehat melaluipendekatan visual yang personal dan kontemporer. Kata kunci: hikikomori, installation painting, media sosial, seni kontemporer
VISUALISASI INNER CHILD PADA FILM EKSPERIMENTAL INNER LIGHT Azizah, Fathimah Nur; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental Inner Light memiliki konsep Inner Child denganpengungkapan emosi yang mendalam, penyajian visual berupa transisi masa kanak-kanakhingga dewasa. Inner Light memiliki visualisasi aspek rasio 1:1 dengan paduan filter hitamputih untuk menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Penulis ingin mengajak penontonuntuk mengenang momen-momen kecil yang sering kali terlupakan, serta menyadaraibagaimana pentingnya pola asuh orang tua akan berpengaruh pada perkembanganemosional anak. Karakter pada film eksperimental Inner Light terbagi menjadi dua. Yaitu:perempuan dewasa berusia 21 tahun dan seorang anak kecil perempuan berusia 9 tahun.Masing-masing karakter memiliki pengalaman berbeda. Hal ini menunjukkan bagaimanapentingnya masa lalu dalam membentuk identitas dan emosi seseorang. Tujuanpembuatan karya Inner Light adalah penulis ingin memberikan perspektif berbeda terkaitInner Child. Inner Child tidak hanya tentang luka, namun terdapat kebahagiaan kecildidalamnya. Kesadaran terhadap Inner Child merupakan bagian penting dalam prosespenyembuhan diri, hal ini akan membantu seseorang mengatasi trauma masa lalu. InnerLight dapat memberikan wawasan baru tentang dampak pengalaman masa lalu terhadapKesehatan mental dan pengembangan diri.Kata kunci: Inner Child, Film Eksperimental, Emosi, Nostalgia, Pengembangan Diri.
VISUALISASI KETIDAKPUASAN PADA CITRA TUBUH WANITA MELALUI LUKISAN DIGITAL DENGAN MIXED MEDIA Shebina, Biannisa; Yuningsih, Cucu Retno; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis terkait citra tubuh negatifyang muncul akibat perbandingan sosial ke-atas. Karya ini merepresentasikan bagaimanatekanan sosial dan standar kecantikan yang tak realistis membentuk ketidakpuasan terhadapdiri sendiri. Visualisasi dilakukan melalui media lukisan digital yang dipadukan denganpenyajian mixed media, seperti pencetakan sublim di atas kain linen dan bingkai kayu. Prosespenciptaan melibatkan pendekatan simbolis dan surealis, seperti refleksi kepala babi dalamcermin serta figur maneken sebagai lambang tekanan kolektif. Melalui pendekatan ini, karyadiharapkan dapat menjadi ruang perenungan atas pengalaman emosional yang banyak dialamiperempuan terhadap tubuhnya.Kata kunci: ketidakpuasan, citra tubuh, perbandingan sosial, standar kecantikan, lukisandigital, mixed media, visualisasi.
VISUALISASI KRISIS IDENTITAS SEBAGAI DAMPAK EXCESSIVE EXPECTATION DARI KELUARGA DALAM SENI INSTALASI Meilano, Tamba Firman Hendro; Rachmawanti, Ranti; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni instalasi “Peti Harapan” merupakan representasi visual dari krisisidentitas yang dialami individu, khususnya remaja, akibat tekanan ekspektasiberlebihan dari keluarga. Melalui pendekatan interaktif dan imersif, karya inimenggabungkan elemen cahaya, suara, dan proyeksi teks untuk membangun suasanapsikologis yang menggambarkan ketegangan batin serta kebingungan dalampencarian jati diri. Instalasi ini menggunakan media seperti tube light, proyektor,speaker, dan ruang gelap untuk menciptakan pengalaman multisensorik yangmengajak pengunjung merasakan langsung tekanan yang dirasakan oleh individu dibawah harapan keluarga yang tidak realistis. Penelitian ini bertujuan untukmenyuarakan pengalaman krisis identitas, menciptakan kesadaran sosial, sertamembuka ruang refleksi terhadap peran keluarga dalam pembentukan identitas diriseseorang. Melalui eksplorasi artistik ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebihdalam mengenai dampak psikologis dari excessive expectation dan bagaimana senidapat menjadi medium kritis sekaligus terapeutik dalam menyampaikan isu-isupersonal yang seringkali tersembunyi.Kata Kunci: krisis identitas, ekspektasi berlebihan, seni instalasi, cahaya dan suara,tekanan keluarga.
VISUALISASI MASALAH PARANOID MELALUI KARYA ABSTRACT VIDEO ART Fahrezy, Ahmad Rafly; Rachmawati, Ranti; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini merupakan eksplorasi visual terhadap isu psikologis paranoid yangsemakin mendapat perhatian dalam diskursus kesehatan mental. Permasalahan yangdiangkat adalah bagaimana pengalaman paranoid yang kompleks dapatdivisualisasikan melalui medium seni. Tujuan karya ini adalah merepresentasikankondisi mental paranoid menggunakan pendekatan video art abstrak. Metode yangdigunakan mencakup manipulasi elemen visual dan audio seperti bentuk geometris,distorsi waktu, dan disonansi suara untuk menciptakan suasana cemas dan terasing.Temuan menunjukkan bahwa pendekatan non-verbal ini mampu menggugah empatidan menawarkan pengalaman reflektif bagi penonton. Kesimpulannya, karya inimenempatkan seni sebagai media pemahaman batin yang tidak dapat diungkapkanlewat bahasa medis konvensional. Manfaatnya adalah membuka ruang dialogemosional tentang isu kesehatan mental secara lebih imajinatif.Kata kunci: Ekspresi Diri, Paranoid, Eksplorasi Visual, Gangguan Psikologis, SeniKontemporer
VISUALISASI PARENTLESS DALAM TUGAS AKHIR KARYA FILM EKSPERIMENTAL “BLUE HYDRANGEA” Nugraha, Arjuun Khanif Alfin; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ehilangan orang tercinta khususnya orang tua ternyata memberi dampak yangcukup besar bagi kehidupan seorang yang sedang menginjak usia remaja. Merekaditinggalkan oleh orang terdekatnya sejak usia dini dan harus beradaptasi dengankehidupan baru setelah orang tua mereka meninggal. Mereka menjalani peristiwakematian orang tuanya secara bertahap dan berusaha pulih dari titik terendah dalamhidupnya. Penulis membuat karya film eksperimental yang bejudul “Blue Hydrangea”untuk memvisualisasikan kehidupan seorang anak yang kehilangan kedua orangtuanya.Dalam karya ini tujuan penulis yaitu menyampaikan kepada audiens bahwa menjadiseorang anak laki-laki penuh tanggung jawab dan masih membutuhkan sosok seorang ibusebagai orang yang dicintainya terutama penulis, disampaikan dengan menggunakanmedium film eksperimental. Yang nantinya akan bermanfaat bagi penonton untukmerasakannya bagaimana perasaan yang dibawakan pada karya film eksperimentalpenulis.Kata kunci: Orang tua, Kehidupan, Remaja, Film, Eksperimental, Hydrangea
VISUALISASI PENGARUH FEAR OF MISSING OUT TERHADAP PERILAKU DAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Fiallco, Yoppyndra; Sadono, Soni; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film ini merupakan sebuah refleksi atas realita kontemporer, di mana dunia digitalmembentuk ilusi keramaian yang justru memperdalam rasa sepi dan kehilangan arah individu.Melalui pendekatan visual yang simbolik, film ini menciptakan ruang antara diam dan distraksi—mengajak penonton tidak hanya untuk melihat, tetapi juga merasakan kehampaan yangtersembunyi di balik hiruk-pikuk media sosial. Mengisahkan seorang remaja/mahasiswa yangterperangkap dalam siklus infinite scroll, film ini menggambarkan bagaimana realitas diri perlahanterfragmentasi oleh tuntutan tren dan ekspektasi sosial media. Dunia digital divisualisasikansebagai keramaian estetik yang kontras dengan kesunyian batin sang tokoh utama, yang terusmencari jati diri di tengah derasnya distraksi. Melalui karya ini, disampaikan pesan bahwa setiapindividu sejatinya memiliki ruang untuk menciptakan hidupnya sendiri, namun dalam era digital,banyak yang lebih sibuk mengagumi "lukisan" orang lain daripada merangkai makna personal. Filmini menjadi cermin terhadap rasa kehilangan arah yang lahir dari kebutuhan validasi dan distraksitanpa henti.Kata kunci: dunia digital, keterasingan, fragmentasi diri, distraksi, validasi sosial.
VISUALISASI PERASAAN KEHILANGAN ARAH DALAM KARYA LOSING A FATHER’S GUIDANCE Anggraeni, Rosa; Endriawan, Didit; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya fotografi "Losing a Father's Guidance" ini mengkaji pengalamanmendalam individu yang menghadapi kehilangan sosok ayah, suatu peristiwa yangsignifikan memengaruhi pembentukan identitas dan arah hidup. Penelitian inibertujuan menghadirkan representasi visual tentang bagaimana kehilangan ayahtidak hanya memicu kesedihan, tetapi juga memicu pencarian makna dan identitasbaru, serta membangkitkan empati audiens terhadap dampak psikologis kehilanganini. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana fotografi dapat secaraefektif menggambarkan kompleksitas kehilangan ayah melalui penggunaan arsipvisual, narasi, dan simbolisme kreatif. Metode yang digunakan dalam proyek iniadalah fotografi dokumenter dan konseptual, memanfaatkan elemen visual sepertipencahayaan, komposisi, dan simbolisme. Proses berkarya meliputi pengarsipankenangan masa kecil dalam nuansa sepia, dokumentasi tempat-tempat bermaknayang menampilkan kesunyian dan kehampaan, serta rekreasi perasaan kehilangan distudio dengan teknik double exposure dan efek shutter speed lambat untukmenggambarkan disorientasi dan transformasi emosional.Kata kunci: Losing A Father Guidance, Fotografi, Identitas, Kenangan, Arsip Visual.
VISUALISASI PERASAAN KESEPIAN EMOSIONAL MELALUI KARYA SENI DRAWING Nurdin, Nabila Octaviani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasakan kurangnyakoneksi emosional dengan orang lain. Perasaan ini sering muncul ketika perhatianatau kepedulian yang diterima dirasa tidak mencukupi, sehingga seseorang merasatidak memiliki ruang yang aman untuk mengungkapkan pikiran dan emosinya. Karyaini mengeksplorasi kesepian dan berbagai bentuk kesedihan melalui bahasa visualyang ekspresif. Charcoal dipilih sebagai media utama karena karakteristiknya yangkasar dan bertekstur, yang secara simbolis mencerminkan kekosongan, beratnyaperasaan, dan intensitas dramatis dari keterasingan emosional. Melalui karya “KraosSepi Wonten ing Manah” penulis ingin menyampaikan bahwa dampak dari kesepianyang terjadi pada diri sendiri dapat berpengaruh pada orang-orang terdekat tanpadisadari. Melalui karya ini, seniman ingin menciptakan ruang bagi perasaan-perasaanyang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pada saat yang sama, karya ini jugamengajak para penonton untuk lebih peduli terhadap perjuangan diam-diam yangmungkin dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka dan menyadari bahwakesepian emosional jauh lebih umum daripada yang tampak di permukaan.Kata Kunci: ekspresionisme, emosional, kesepian, seni drawing.
VISUALISASI PROKRASTINASI AKIBAT SIFAT PERFEKSIONIS MELALUI KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL Azmi, Dafa’tsabitul; Rachmawanti, Ranti; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menunda-nunda atau prokrastinasi sering kali muncul sebagai responsterhadap tekanan psikologis, salah satunya karena dorongan perfeksionisme. Penelitianini berupaya mempresentasikan fenomena prokrastinasi akibat perfeksionisme melaluikarya fotografi konseptual. Proses penciptaan karya melibatkan eksplorasi simbol-simbol,pengaturan komposisi, penerapan teknik fotografi, serta manipulasi visual gunamerefleksikan konflik batin, kecemasan, dan tekanan emosional yang dialami olehindividu perfeksionis. Diharapkan, karya fotografi yang dihasilkan dapat menjadi saranarefleksi dan edukasi, sehingga audiens memahami bahwa prokrastinasi bukan sekadarmasalah pengelolaan waktu, melainkan berkaitan erat dengan aspek psikologis yangmendalam. Melalui pendekatan visual yang artistik dan interpretatif, karya ini jugabertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola sifat perfeksionisagar tidak menghambat produktivitas maupun kesehatan mental.Kata kunci: Prokrastinasi, Perfeksionisme, Fotografi Konseptual, Kesehatan Mental,Tekanan Psikologis