cover
Contact Name
Zulhendri
Contact Email
jpion.org@gmail.com
Phone
+6282385927972
Journal Mail Official
zulhendripoenya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang, Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
ISSN : 29619386     EISSN : 29619386     DOI : https://doi.org/10.31004/jpion.v1i1
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2 (2026)" : 33 Documents clear
Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD I Gede Ripski Sudiawan; Nice Maylani Asril; Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1272

Abstract

Abad ke-21 menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran agar lebih bermakna dan berpusat pada siswa, namun rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menjadi permasalahan dikarenakan media pembelajaran kurang variatif dan belum optimal memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbasis problem based learning pada topik cahaya dan sifatnya yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Temukus. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media dievaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 4,45 dan validitas ahli media memperoleh mean 4,75 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) menandakan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa setelah menggunakan komik digital. Berdasarkan temuan tersebut, media komik digital dinyatakan layak dan efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran IPAS topik cahaya dan sifatnya di sekolah dasar
Menyusun RPP Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Lestari Annisa Zega; Tondi Martua Nasution; Rahman Husein; Syafnan Syafnan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, fungsi, prinsip, komponen, langkah penyusunan, implementasi, serta tantangan dan solusi dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah dan publikasi akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, pola, dan temuan yang berkaitan dengan penyusunan RPP PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP merupakan perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara sistematis. Penyusunan RPP perlu memperhatikan prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas serta didukung oleh pemilihan strategi, metode, media, dan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama dalam penyusunan RPP meliputi perubahan kebijakan, keterbatasan kompetensi teknis guru, dan kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dan kolaborasi profesional menjadi langkah penting untuk menghasilkan RPP yang berkualitas sehingga pembelajaran PAI dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan bermakna
Integrasi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dan Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Husni Mubarok; Nur Laila Annisa Lubis; Fakhrul Falah Daulay; Syafnan Syafnan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Pendekatan CTL memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, sedangkan PBL menekankan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan melalui proses berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan CTL, PBL, dan kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola keterkaitan antara kedua model pembelajaran tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CTL dan PBL dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan kontekstual. CTL membantu siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata, sedangkan PBL melatih siswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan secara sistematis. Dengan demikian, integrasi kedua model ini berpotensi secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Joyful Learning di PAUD: Persepsi dan Praktik Guru dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Nafsiyatu Lutfiyah; Saskia Amara; Seli Oktavia Ningsi; Winda Sherly Utami; Rizki Surya Amanda
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan praktik guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini di TK Al-Ghifari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket daring menggunakan Google Forms kepada tiga guru. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pembelajaran yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang suasana belajar yang menyenangkan sebagai kondisi yang aman, nyaman, dan mendukung keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran. Praktik yang dilakukan guru meliputi penataan lingkungan kelas, penggunaan metode bercerita, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, serta interaksi positif dengan anak. Suasana belajar yang menyenangkan berdampak pada meningkatnya motivasi, fokus, keaktifan, dan pemahaman anak. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana, perubahan kurikulum, dan perbedaan karakter anak, guru berupaya mengatasinya melalui kerja sama, pelatihan, dan kreativitas dalam pembelajaran
Analisis Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia Dini: Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya Vinna Asta Rani; Riza Urzilla; Vlora Veronika; Hilwa Inaz Tazkia; Novita Loka
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlambatan bicara pada anak usia dini dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi serta upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ragam penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak usia dini berinisial M.B.E.Z yang bersekolah di PAUD Al-Ikhlas, Desa Payaraman Timur, sedangkan penelitian dilaksanakan di Kelurahan Payaraman Barat, Kec.Payaraman, Kab.Oganilir, Prov.Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data diadakan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan demi melihat kemampuan berbicara anak, respons komunikasi, serta interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, wawancara dilakukan kepada orang tua untuk mendapatkan data mengenai perkembangan bahasa anak, kebiasaan anak dirumah, pola komunikasi dalam keluarga, penggunaan gadget, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani keterlambatan bicara. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlambatan bicara pada anak dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi orang tua dalam membiasakan anak berbicara sejak usia dini, tingkat pendidikan orang tua, pola komunukasi keluarga yang belum tepat, serta penggunaan gadget yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan anak dalam komunikasi, menyampaikan pikiran dan perasaan, serta mengendalikan emosi. Adapun Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut meliputi membiasakan anak untuk diajak berbicara, memanfaatkan media belajar yang bersifat edukatif dengan pendampingan orang tua, membangun kerjasama antara keluarga dan lingkungan sekitar, serta menerapkan metode bercerita untuk merangsang perkembangan bahasa anak.
Inovasi Digital dalam Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Pendidikan: Studi Kepustakaan Rohima Rohima; Annisa Nur Zahra; Fidiatul Khairiah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam pengelolaan pendidikan, khususnya pada aspek manajemen sekolah. Inovasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam administrasi, pengelolaan informasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi digital dalam manajemen sekolah, implementasinya, dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan, serta faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi digital diwujudkan melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM), digitalisasi administrasi, platform berbasis cloud, perangkat komunikasi digital, dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Implementasi inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi administrasi, akurasi data, kualitas layanan pendidikan, transparansi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan digital, kualitas sistem, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi digital, kendala infrastruktur, adaptasi terhadap perubahan, dan pengelolaan data. Dengan demikian, inovasi digital memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan pendidikan dan pengembangan tata kelola sekolah yang lebih baik.
Inovasi Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Artificial Intelligence (AI): Tantangan dan Peluang di Era Digital Sulis Darmila; Luthfi Tammam; Fitri Hadayani Harahap
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1332

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital menuntut restrukturisasi komponen kurikulum agar adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif inovasi kurikulum pembelajaran Bahasa Arab berbasis Kecerdasan Buatan (AI) melalui pemetaan peluang pedagogis, identifikasi tantangan nyata, serta perumusan model tata kelola integrasi yang ideal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap buku pengembangan kurikulum dan berbagai artikel jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI menawarkan peluang besar dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi melalui sistem adaptif (adaptive learning), penguatan kemahiran berbahasa (maharah) secara mandiri melalui conversational chatbot, serta efisiensi evaluasi makro berbasis AI Analytics. Namun, penetrasi teknologi ini juga menghadapi tantangan serius, seperti ancaman terhadap orisinalitas nalar akibat ketergantungan pada jawaban instan, isu perlindungan data, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia yang disebabkan oleh minimnya pemahaman guru terhadap substansi AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula kurikulum masa depan yang ideal adalah penerapan model kolaborasi manusia-mesin berbasis tata kelola human-centered governance yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, di mana AI berfungsi sebagai penggerak teknis, sementara pendidik tetap memegang kendali utama (human-in-the-loop) dalam menjaga nilai-nilai moral dan humanistik pembelajaran.
Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Bidang Pengarustamaan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Di Dinas P3APM Kota Pekanbaru Syapril Abdullah; Herman Herman; Yeni Yuntika Dewi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1337

Abstract

Peningkatan kapasitas kelembagaan merupakan hal yang penting bagi setiap organisasi dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Upaya pengembangan kapasitas perlu diterapkan pada organisasi pemerintah termasuk pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru guna menunjang pemberian layanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pelaksanaan pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di DP3APM Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah data terkumpul melalui teknik yang tepat, peneliti mengklasifikasikannya berdasarkan jenis, kemudian mengolah dan menganalisisnya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3APM Kota Pekanbaru belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kompetensi pegawai di bidangnya, budaya organisasi yang belum memadai, serta anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah pegawai dan pengembangan kompetensi pegawai agar di masa mendatang mereka mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Pekanbaru.
Pengaruh Pembelajaran Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5–6 Tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School Suci Nurul Akhwatni Saragi; Wan Nova Listia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran sains terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 36 anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Sampel berjumlah 24 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 12 anak kelompok eksperimen dan 12 anak kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun, dan data dianalisis menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test pada kelompok eksperimen sebesar 24,3 dan rata-rata skor post-test sebesar 34,6 sehingga mengalami perubahan sebesar 10,3 poin atau sebesar 42,4%. Menurut hasil test Statistics diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,002. Karena nilai p= 0,002 lebih kecil dari < 0,05 yang berarti terdapat perubahan yang signifikan setelah perlakuan diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Sains berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Dengan demikian, hipotesis Ha dalam penelitian ini diterima. Oleh karena itu, pembelajaran sains direkomendasikan untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran guna mendukung perkembangan kognitif dalam aspek kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.
Proses Pembentukan Kebijakan Pendidikan: Analisis Deskriptif Tahapan Dan Dinamika Politik Sherly Nur Hidayah; Angga Denuyasa; Dina Novita; Abdul Kodir; Afriantoni Afriantoni
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1266

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kebijakan pendidikan dengan menitikberatkan pada tahapan kebijakan serta dinamika politik yang mempengaruhinya. Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan sumber daya manusia, sehingga proses pembentukannya perlu dikaji secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki karakteristik tersendiri serta melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda. Dalam praktiknya, proses ini tidak selalu berjalan secara linear, melainkan sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik yang kompleks. Dinamika politik memiliki pengaruh signifikan dalam setiap tahapan kebijakan, terutama dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan. Kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, serta proses negosiasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan. Kebijakan pendidikan tidak sepenuhnya bersifat netral, melainkan merupakan hasil kompromi dari berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Selain itu, tekanan dari kelompok kepentingan serta kondisi sosial-ekonomi juga turut mempengaruhi substansi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan dapat mengurangi efektivitas kebijakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan kebijakan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Page 1 of 4 | Total Record : 33