cover
Contact Name
Muthia Umi Setyoningrum
Contact Email
jurnalbjie@gmail.com
Phone
+6285292388335
Journal Mail Official
jurnalbjie@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. A. M. Rifaddin, Harapan Baru, Kec. Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75251
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27756548     DOI : https://doi.org/10.21093/bjie
Borneo Journal of Islamic Education (e-2775-6548) is the Journal published by Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda, Indonesia. It is a peer-reviewed open access journal in the fields of Islamic Education. The publication of an article in Borneo Journal of Islamic Education is an essential building block in the development of a respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. It is important to agree upon standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the author, the journal editors, the peer reviewers, and the publisher. The journal is published twice a year in June and December. It was firstly published in 2021.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Manajemen Mutu Integratif Lembaga Pendidikan Islam di MTsN 7 Tulungagung Desi Dwi Anissa; M Rikza Chamami
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Islamic Education, 6 (1), Mei 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v6i1.13883

Abstract

Improving madrasah quality requires integrated governance because institutional growth, educational services, and student achievement do not automatically develop at the same pace. This study examined integrative quality management at MTsN 7 Tulungagung through four key dimensions: educational facilities and infrastructure, administrative services, the capacity of teachers and education personnel, and student development. A descriptive qualitative case-study design was employed. Data were collected in 2025 through field observations, semi-structured interviews, and analysis of institutional documents, and were analyzed using data condensation, data display, conclusion drawing, and source-and-technique triangulation. The findings showed that the madrasah had strong institutional capital, including increasing public demand, Adiwiyata practices, research-madrasah status, religious habituation, and achievements at national and international competitions. However, the growth from 516 students in 2012/2013 to 924 students in 2024/2025 was not fully matched by support capacity: nine classrooms required repair, science and language laboratories were unavailable, most computers required maintenance or replacement, administrative work remained partly fragmented, and research and competition programs required additional specialist support and sustainable financing. The study concluded that the quality of the madrasah was produced by the interaction of responsive services, committed personnel, religious-environmental culture, and student-development programs, but its sustainability depended on data-based planning, continuous professional development, integrated administration, and prioritized facility investment.
Pengembangan LKPD IPA Digital Berpendekatan Konstruktivistik dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP Bima Brilliando Agam
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Islamic Education, 6 (1), Mei 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v6i1.13964

Abstract

This study aimed to develop a digital Science LKPD based on constructivist learning theory to enhance the scientific literacy skills of junior high school students and to evaluate its effectiveness. This research employed the Research and Development (R&D) method using the 4-D development model. The feasibility and practicality of the media were validated by instructional media experts and science education experts using a Likert scale assessment questionnaire. The media's effectiveness was tested on one class group at SMPN 1 Banyuwangi using a quasi-experimental One-Group Pretest-Posttest design. Data analysis techniques included a Paired T-Test to examine the significance of the improvement between the pretest and posttest results, and the N-gain score method to determine the category of improvement. This study produced a feasible and practical digital Science LKPD characterized by activities that encourage users to actively construct their own understanding through problems presented as digital content. Furthermore, the product proved effective in improving students' scientific literacy skills, as indicated by an increase in posttest scores following the intervention, with a significance level of  and a t-value of -8.216. The improvement between the pretest and posttest scores was demonstrated by an N-gain score of 0.31 (moderate improvement category).
Analisis Kriteria Pemilihan Film Islami Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Hanifah Oktikasari; Muhammad Munadi
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2025): Borneo Journal of Islamic Education, 5 (2), November 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v5i2.10897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pemilihan film Islami yang sesuai untuk siswa SD, dengan mempertimbangkan aspek nilai-nilai keislaman, perkembangan anak, serta relevansi edukatif. Metode kualitatif digunakan untuk menyelidiki dan menggambarkan secara detail kriteria dalam pemilihan film Islami yang sesuai dengan karakter siswa SD melalui wawancara mendalam dengan 4 guru PAI di SD Kecamatan Kartasura. Penelitian ini difokuskan pasa siswa kelas I hingga kelas III SD sebagai target utama pemanfaatan film Islami. Temuan menunjukkan bahwa terdapat delapan kriteria Pemilihan Film Islami untuk Siswa SD dalam Mata Pelajaran Agama Islam yaitu kesesuaian cerita dengan al-Qur’an dan Hadits, pembuat film tidak harus berlatar belakang muslim, isi film mencerminkan nilai-nilai Islami, penayangan film 2 dimensi atau 3 dimensi, penayangan cerita dalam film tidak berlebihan, pentingnya ulasan film, keamanan fisik dan mental anak, humor dalam film, dan dapat digunakan untuk pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru, orang tua, dan institusi pendidikan dalam pemilihan film Islami untuk anak SD. Guru perlu memiliki literasi media yang baik, orang tua harus terlibat dalam mendampingi tontonan anak, dan institusi perlu menyediakan pedoman serta dukungan. Kolaborasi ketiganya diperlukan agar film yang dipilih sesuai dengan nilai Islam, perkembangan anak, dan tujuan pembelajaran.
Strategi Guru Al-Qur'an Hadis dalam Penguatan Karakter Religius Siswadi Madrasah Aliyah Abd Rahman; Sri Susmiyati; Siti Nasiah
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Islamic Education, 6 (1), Mei 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v6i1.13967

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi guru Al-Qur’an Hadis dalam membentuk karakter religius siswa di MA DDI Karya Baru, Loa Janan, Kutai Kartanegara, di tengah keterbatasan waktu pembelajaran dan paparan media digital. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan guru Al-Qur’an Hadis, guru Fikih, dan siswa kelas X, serta telaah dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif berupa kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi yang saling berkaitan. Pertama, keteladanan diwujudkan melalui keterlibatan guru dalam salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, ketepatan waktu, sikap adil, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya. Kedua, kedisiplinan diperkuat melalui jadwal salat duha dan zuhur berjamaah, latihan kultum, serta bimbingan membaca Al-Qur’an. Ketiga, pembiasaan menginternalisasikan kejujuran, syukur, kepedulian sosial, disiplin, dan toleransi melalui praktik berulang, termasuk kegiatan infak. Pelaksanaan strategi didukung iklim madrasah yang religius, fasilitas ibadah, komitmen pimpinan, keluarga, dan teman sebaya, sedangkan media sosial, keterbatasan waktu guru, dan lingkungan yang kurang mendukung menjadi hambatan. Temuan menegaskan bahwa pembentukan karakter religius efektif ketika pembelajaran, keteladanan, rutinitas, dan budaya kelembagaan dijalankan secara konsisten.
Smart Pesantren Governance: Model Tata Kelola Pesantren Berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data Moh. Isomuddin; Riskia Putra
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Islamic Education, 6 (1), Mei 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/6qcsv807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Smart Pesantren Governance berbasis Smart Governance Theory melalui integrasi Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan pengambilan keputusan berbasis data pada tata kelola pesantren. Penelitian terdahulu mengenai digitalisasi pesantren umumnya masih berfokus pada sistem administratif parsial, seperti sistem informasi pesantren untuk pengelolaan keuangan dan akademik, tanpa mengintegrasikan ketiga teknologi tersebut dalam satu kerangka tata kelola yang divalidasi secara empiris di lapangan. Menggunakan desain single case study kualitatif di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kalisat, Jember, data dikumpulkan dari lima informan kunci lintas level kepemimpinan kelembagaan, dilengkapi bukti dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa pesantren memiliki fondasi tata kelola kolaboratif dan akuntabel yang kuat berlandaskan nilai keislaman, namun belum ditopang infrastruktur digital yang terintegrasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Smart Pesantren Governance Framework (SPGF) yang terdiri atas enam dimensi: kepemimpinan digital berbasis nilai, pengambilan keputusan kolaboratif berbasis bukti, tata kelola data terintegrasi, dukungan keputusan berbasis AI, pemantauan infrastruktur berbasis IoT, serta mitigasi risiko dan kesiapan kapasitas manusia. Kerangka ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas Smart Governance Theory ke lembaga pendidikan Islam berbasis komunitas, dan secara praktis dengan menawarkan blueprint tata kelola digital yang dapat direplikasi pesantren di Indonesia.

Page 10 of 10 | Total Record : 95