cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 507 Documents
Strategi Adaptif Tutor dalam Mengimplementasikan Prinsip Andragogi pada Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Budi Utama Surabaya Revalina Nurasita Andhini; Rivo Nugroho
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.21459

Abstract

Abstract: Nonformal equivalency education requires teaching practices that can respond to adult learners’ heterogeneous educational histories, responsibilities, learning readiness, and practical needs. This study examines how a tutor adapts instruction while applying andragogical principles in the Package C equivalency program at PKBM Budi Utama Surabaya. A qualitative case-study design was employed. Five informants were purposively involved: one PKBM administrator, one Package C biology tutor, and three learners representing grades 10, 11, and 12. Data were generated through classroom observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The findings indicate that adaptive tutoring was enacted through five interrelated practices: adjusting teaching methods to learner readiness; contextualizing materials using familiar examples; encouraging participation through questioning, tasks, and direct interaction; combining worksheets, tutor explanations, and personal digital devices as learning resources; and maintaining flexibility in pacing, time, and communication. The evidence also shows that institutional support, class organization, face-to-face interaction, and learner engagement facilitated adaptation, whereas differences in academic ability, limited learning time, and the need for repeated explanation constrained implementation. The study argues that adaptive tutoring is not merely methodological variation but a practical mechanism that translates andragogical principles into the everyday realities of equivalency education. These findings strengthen the role of tutors as responsive facilitators in nonformal adult-learning settings and highlight the need for institutional support for contextual, participatory, and flexible learning. Abstrak: Pendidikan kesetaraan nonformal membutuhkan praktik pembelajaran yang mampu merespons keragaman riwayat pendidikan, tanggung jawab kehidupan, kesiapan belajar, dan kebutuhan praktis warga belajar dewasa. Penelitian ini menganalisis strategi adaptif tutor dalam mengimplementasikan prinsip andragogi pada pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Budi Utama Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lima informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu pengelola PKBM, satu tutor Biologi Paket C, dan tiga warga belajar yang mewakili kelas 10, 11, dan 12. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk strategi adaptif yang saling berkaitan, yaitu penyesuaian metode terhadap kesiapan warga belajar, kontekstualisasi materi melalui contoh yang dekat dengan kehidupan, penguatan partisipasi melalui tanya jawab dan tugas, penggunaan kombinasi lembar tugas, penjelasan tutor, dan gawai sebagai sumber belajar, serta fleksibilitas tempo, waktu, dan komunikasi. Dukungan lembaga, pembagian kelas, interaksi tatap muka, dan keterlibatan warga belajar mendukung proses adaptasi, sedangkan variasi kemampuan akademik, keterbatasan waktu, dan kebutuhan pengulangan penjelasan menjadi hambatan. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi adaptif bukan sekadar variasi metode, melainkan mekanisme praktis yang menjembatani prinsip andragogi dengan realitas pembelajaran pendidikan kesetaraan.
Manajemen Adaptif Program Pendidikan Kesetaraan Paket C untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Peserta Didik: Studi Kasus di PKBM Budi Utama Surabaya Ulfatin Ainiah; Rivo Nugroho
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.21487

Abstract

Abstract: The Package C equivalency education program provides an alternative pathway to upper-secondary education for learners who are not fully served by formal schooling. This study examines how program management at PKBM Budi Utama Surabaya supports learners’ human resource development through academic learning, flexible delivery, and life-skills activities. A qualitative case-study design was employed. Data sources were selected purposively and comprised the PKBM manager, a Package C biology tutor, learner observation, and institutional documentation. Data were collected through in-depth interviews, classroom observation, and document review, then analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. Source and technique triangulation were used to strengthen credibility. The findings indicate that program management is organized through planning, organizing, implementation, and evaluation. Its distinctive feature is adaptive delivery: face-to-face learning is complemented by online communication and substitute assignments for learners whose work schedules constrain attendance. Human resource development is pursued through the integration of academic learning with barista, archery, river exploration, Qur’anic learning, and entrepreneurship activities. These practices support the development of knowledge, vocational exposure, independence, responsibility, and readiness for further study or work. However, unstable attendance, shift work, limited learning time, weather constraints, and incomplete assignments remain important barriers. The study concludes that Package C management can function as a human resource development strategy when institutional management combines program standards with flexible, contextual, and learner-responsive services. The findings are analytically transferable to similar community learning centers, but the single-site design and limited data sources require cautious generalization. Abstrak: Program Pendidikan Kesetaraan Paket C merupakan jalur alternatif pendidikan setara sekolah menengah atas bagi warga belajar yang belum terlayani secara optimal oleh pendidikan formal. Penelitian ini menganalisis bagaimana manajemen program di PKBM Budi Utama Surabaya mendukung pengembangan sumber daya manusia peserta didik melalui pembelajaran akademik, layanan yang fleksibel, dan kegiatan kecakapan hidup. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data dipilih secara purposif, meliputi pengelola PKBM, satu tutor Biologi Paket C, observasi peserta didik, dan dokumentasi lembaga. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program berlangsung melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Ciri pentingnya adalah layanan adaptif berupa kombinasi pembelajaran tatap muka, komunikasi daring, dan tugas pengganti bagi peserta didik yang terkendala jadwal kerja. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan dengan mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kegiatan barista, panahan, susur sungai, mengaji, dan kewirausahaan sehingga mendukung pengetahuan, keterampilan vokasional, kemandirian, tanggung jawab, serta kesiapan melanjutkan pendidikan atau bekerja. Hambatan utama meliputi kehadiran yang tidak stabil, kerja shift, keterbatasan waktu belajar, cuaca, dan penyelesaian tugas yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen Paket C dapat berfungsi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia apabila standar program dipadukan dengan layanan yang fleksibel, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Keterlibatan Perangkat Desa dalam Tata Kelola Perpustakaan Desa: Studi di Desa Sibuak, Kabupaten Kampar Faisal Hamid Maka Raja; Daeng Ayub; Tri Handoko; Wilasari Arien; M. Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22050

Abstract

Abstract: This study aims to analyze community participation in the management of Sibuak Village Park, Tapung District, Kampar Regency, focusing on forms of community participation, factors influencing participation, the role of the village government, and challenges in park management. The study employed a qualitative approach with a case study design and was conducted over six months in 2026. Fourteen informants were selected purposively, consisting of the village head, village officials, park managers, community leaders, and local park users. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that community participation was manifested through collective community service activities (gotong royong), park cleanliness maintenance, utilization of the park as a social interaction space, and involvement in village activities. Participation tended to be more evident when the village government communicated information openly and directly involved community members in activities. Factors influencing participation included community awareness, communication, village leadership, time availability, and perceived benefits. The village government functioned as a facilitator, motivator, and coordinator, while the main challenges included budget limitations, suboptimal coordination, and the absence of a sustainable management mechanism. These findings indicate that sustainable village park management requires an integrated contribution from the village government, community participation, effective communication, and coordination among stakeholders. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang meliputi bentuk partisipasi masyarakat, faktor yang memengaruhi partisipasi, peran pemerintah desa, serta kendala dalam pengelolaan taman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026. Informan dipilih secara purposive sampling dan berjumlah 14 orang, yang terdiri atas kepala desa, perangkat desa, pengelola taman, tokoh masyarakat, serta masyarakat pengguna taman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemeliharaan kebersihan, pemanfaatan taman sebagai ruang interaksi sosial, serta keterlibatan dalam kegiatan desa. Partisipasi cenderung lebih terlihat ketika pemerintah desa menyampaikan informasi secara terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan. Faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi kesadaran masyarakat, komunikasi, kepemimpinan pemerintah desa, ketersediaan waktu, dan manfaat yang dirasakan. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan koordinator, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, koordinasi yang belum optimal, dan belum adanya mekanisme pengelolaan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan taman desa memerlukan keterpaduan antara peran pemerintah desa, partisipasi masyarakat, komunikasi, dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Taman Desa: Studi di Desa Sibuak, Kabupaten Kampar Daeng Ayub; Faisal Hamid Maka Raja; Tri Handoko; M. Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22052

Abstract

Abstract: This study aims to analyze community participation in the management of the village park in Sibuak Village, Tapung District, Kampar Regency, focusing on forms of participation, influencing factors, the role of the village government, and management challenges. This qualitative case study was conducted over six months in 2026. Fourteen informants were selected purposively, consisting of the village head, three village officials, two park managers, two community leaders, and six residents or park users. Data were collected through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that community participation occurs through gotong royong, park maintenance, use of the park as a social and recreational space, and involvement in village activities. However, participation is not evenly distributed. It is more visible at the implementation and utilization stages, while involvement in planning, decision-making, and evaluation remains limited. Participation is influenced by community awareness, communication, village leadership, time availability, and perceived benefits. The village government acts as a facilitator, motivator, and coordinator, but management remains constrained by limited community awareness, budget, coordination, and the absence of a sustainable management mechanism. The novelty of this study lies in mapping community participation across four stages and relating these stages to collaborative conditions in village park management. The findings are context-specific to one village and should not be generalized without considering differences in local social and institutional conditions. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Desa di Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada bentuk partisipasi, faktor yang memengaruhi partisipasi, peran pemerintah desa, dan kendala pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026. Sebanyak 14 informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala desa, tiga perangkat desa, dua pengelola taman, dua tokoh masyarakat, dan enam masyarakat atau pengguna taman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat diwujudkan melalui gotong royong, pemeliharaan taman, pemanfaatan taman sebagai ruang sosial dan rekreasi, serta keterlibatan dalam kegiatan desa. Namun, partisipasi belum merata; keterlibatan lebih tampak pada tahap pelaksanaan dan pemanfaatan, sedangkan keterlibatan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan evaluasi masih terbatas. Partisipasi dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat, komunikasi, kepemimpinan pemerintah desa, ketersediaan waktu, dan manfaat yang dirasakan. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan koordinator, tetapi pengelolaan masih menghadapi keterbatasan kesadaran, anggaran, koordinasi, dan mekanisme pengelolaan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan partisipasi dalam empat tahap dan keterkaitannya dengan kondisi kolaboratif dalam pengelolaan taman desa. Temuan terbatas pada konteks satu desa sehingga penerapannya pada desa lain perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kelembagaan setempat.
Penerapan Word Wheel Berbasis Artificial Intelligence dan Respons Motivasional Peserta Didik Paket C di SKB Negeri Surabaya Herlina; Heryanto Susilo; Rofik Jalal Rosyanafi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.22336

Abstract

Abstract: The Package C equivalency education program requires learning activities that can accommodate heterogeneous learner profiles while sustaining participation. This study describes the implementation of an Artificial Intelligence (AI)-supported Word Wheel, learner and tutor responses, and facilitating and constraining factors at SKB Negeri Surabaya. A descriptive qualitative design involved 12 Grade X learners aged 18–20 years and one tutor. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, supported by first- and second-cycle coding and source and technique triangulation. The Word Wheel presented predetermined questions or challenges; learners provided answers, an AI system generated feedback on response accuracy and points requiring attention, and the tutor facilitated interpretation and use of the feedback. Findings showed positive motivational responses manifested in attention, curiosity, willingness to answer, active participation, persistence, task completion, peer interaction, and the use of AI feedback to review and correct answers. AI functioned as rapid feedback support rather than replacing tutor guidance or automatically adapting task difficulty. Main constraints were internet stability, device readiness, and differences in digital literacy. These findings indicate that an AI-supported gamified wheel can serve as an interactive learning support in Package C settings when accompanied by tutor facilitation and adequate technical preparation. Because the study is descriptive and does not use pre/post measurement or experimental comparison, the findings should not be interpreted as causal evidence of increased motivation. Abstrak: Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memerlukan aktivitas pembelajaran yang dapat mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik sekaligus mempertahankan keterlibatan mereka. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan Word Wheel berbantuan Artificial Intelligence (AI), respons peserta didik dan tutor, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya di SKB Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan melibatkan 12 peserta didik kelas X berusia 18–20 tahun dan satu tutor. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan yang didukung first-cycle coding, second-cycle coding, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Word Wheel menyajikan pertanyaan atau tantangan yang telah ditentukan sebelumnya; peserta didik memberikan jawaban, sistem AI menghasilkan umpan balik mengenai ketepatan jawaban dan bagian materi yang perlu diperhatikan, sedangkan tutor memfasilitasi pemaknaan dan penggunaan umpan balik tersebut. Temuan menunjukkan respons motivasional positif berupa perhatian, rasa ingin tahu, keberanian mencoba menjawab, partisipasi, ketekunan, penyelesaian aktivitas, interaksi dengan teman, serta pemanfaatan umpan balik AI untuk meninjau dan memperbaiki jawaban. AI berfungsi sebagai pendukung umpan balik cepat, bukan sebagai pengganti tutor atau sistem yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan. Kendala utama meliputi kestabilan jaringan, kesiapan perangkat, dan perbedaan literasi digital. Temuan menunjukkan bahwa Word Wheel berbantuan AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran interaktif pada Paket C apabila disertai pendampingan tutor dan kesiapan teknis. Karena desain penelitian bersifat deskriptif tanpa pengukuran sebelum–sesudah atau pembanding eksperimental, temuan tidak dimaknai sebagai bukti kausal peningkatan motivasi.
Kegiatan Menjahit Tematik untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di Ra Al-Muttaqin Rhahmi Rhamadani; Astuti Darmiyanti; Dewi Siti Aisyah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19214

Abstract

Abstract: This classroom action research examined the use of thematic sewing activities to improve the fine motor skills of children aged 4–5 years at RA Al-Muttaqin. Ten children in Group A participated in two action cycles based on the Kemmis and McTaggart model, comprising planning, action, observation, and reflection. Data were collected through structured observation, teacher interviews, and documentation, and were analyzed descriptively using quantitative recapitulation and qualitative interpretation. The observed indicators included hand–eye coordination, accuracy in inserting yarn through holes, finger flexibility, ability to follow a pattern, and task completion. Across the action cycles, children showed progressively better control of finger movements, more consistent visual–motor coordination, greater accuracy in following sewing patterns, and increased independence in completing tasks. Improvement was more evident in the second cycle after repeated demonstrations, guided practice, and the use of child-friendly materials such as plastic needles, perforated cardboard, and colored wool yarn. The findings indicate that developmentally appropriate sewing activities can provide repeated visual–motor practice while maintaining children’s engagement in a meaningful thematic context. The activity may therefore be used as an alternative classroom strategy for supporting fine motor development in early childhood education. Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini mengkaji penggunaan kegiatan menjahit tematik untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Al-Muttaqin. Subjek penelitian terdiri atas 10 anak kelompok A. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara dengan guru, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui rekapitulasi kuantitatif dan interpretasi kualitatif. Indikator yang diamati meliputi koordinasi mata dan tangan, ketepatan memasukkan benang ke lubang, kelenturan gerakan jari, kemampuan mengikuti pola, dan penyelesaian tugas. Hasil observasi menunjukkan perkembangan bertahap pada kontrol gerak jari, koordinasi visual-motor, ketepatan mengikuti pola jahitan, serta kemandirian anak dari pra-tindakan hingga siklus II. Perbaikan pada siklus II tampak lebih konsisten setelah guru mengulang demonstrasi, memberikan latihan terbimbing, dan menggunakan media yang aman berupa jarum plastik, karton berlubang, serta benang wol berwarna. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan menjahit yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dapat menjadi latihan visual-motor yang berulang sekaligus menarik bagi anak. Kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik halus pada pendidikan anak usia dini.
Peran Karang Taruna dalam Penguatan Keterampilan Sosial Remaja di Desa Bina Baru, Kampar Bagas Kurniawan; Muhammad Jais; Masytha Ramadhani
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19629

Abstract

Abstract: This study analyzes the role of Karang Taruna, a community youth organization, in strengthening adolescents’ social skills in Bina Baru Village, Kampar Regency, and identifies the forms of social support that sustain its activities. A descriptive qualitative approach was employed with four informants representing the chair and vice-chair of Karang Taruna, a member/community representative, and a community or village representative. Data were collected through interviews, direct observation, and documentation and were analyzed inductively by comparing information across sources and data-collection techniques. The findings reveal four main role patterns. First, religious events, sports, competitions, and village activities provide spaces for positive interaction and encourage adolescents’ participation in public activities. Second, acceptance of differing opinions and closer relationships among members support confidence in communication. Third, communal work and joint activities provide practice in teamwork, caring, and solidarity. Fourth, deliberation and collaboration with families, community members, and village officials are used to address conflict and social problems. The study indicates that Karang Taruna functions as an experiential social-learning space that can support nonformal youth education and the development of practical social skills in rural communities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Karang Taruna dalam penguatan keterampilan sosial remaja di Desa Bina Baru, Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi bentuk dukungan sosial yang menopang pelaksanaan kegiatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan empat informan yang mewakili ketua dan wakil ketua Karang Taruna, anggota/masyarakat, serta tokoh masyarakat/perangkat desa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dengan membandingkan informasi antarsumber dan antarteknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan empat pola peran utama. Pertama, kegiatan keagamaan, olahraga, perlombaan, dan kegiatan desa menyediakan ruang interaksi positif serta meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas publik. Kedua, penerimaan terhadap perbedaan pendapat dan kedekatan antaranggota membantu membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Ketiga, gotong royong dan kegiatan bersama melatih kerja tim, kepedulian, dan solidaritas. Keempat, musyawarah serta kolaborasi dengan keluarga, masyarakat, dan perangkat desa digunakan untuk menangani konflik dan permasalahan sosial. Temuan ini menegaskan Karang Taruna sebagai ruang belajar sosial berbasis pengalaman yang relevan bagi pendidikan nonformal remaja di tingkat desa.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2026): September Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol 9, No 2 (2023): September Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol 8, No 1 (2022): Maret Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Vol. 6 No. 2 (2020): September Vol 6, No 2 (2020): September Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Maret Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 3 No. 2 (2017): September Vol 3, No 2 (2017): September Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 3, No 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Vol. 2 No. 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 Vol 2, No 1 (2016): Maret More Issue