cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 507 Documents
Analisis Deskriptif Efektivitas Program Keluarga Harapan bagi Masyarakat Miskin di Desa Bangko Bakti Kabupaten Rokan Hilir Eliza; Daeng Ayub; Wilasari Arien
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20212

Abstract

Abstract: This study aims to describe the effectiveness of the Family Hope Program in supporting poor communities in Bangko Bakti Village, Rokan Hilir Regency. This research is important because the number of poor residents in Bangko Bakti Village increased from 192 people in 2021 to 875 people in 2023, while the number of Family Hope Program beneficiaries was only 153 households. This condition indicates the need to evaluate the effectiveness of this conditional social assistance program at the village level. This study employed a descriptive quantitative approach. The population consisted of 153 Family Hope Program beneficiaries, and 111 respondents were selected using the Slovin formula with a 5% margin of error. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument was developed based on five effectiveness indicators: program understanding, target accuracy, timeliness, goal achievement, and real changes. The instrument validity test showed that 42 out of 50 items were valid, while the reliability test produced a Cronbach’s Alpha value of 0.921, indicating very high reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores, standard deviation, and frequency distribution. The results show that the effectiveness of the Family Hope Program is categorized as effective, with an overall mean score of 3.88. Target accuracy obtained the highest score of 3.97, while real changes obtained the lowest score of 3.64. These findings indicate that the program has been effective in procedural aspects, particularly in reaching eligible beneficiaries and supporting access to basic needs. However, its impact on improving household economic independence remains limited. Therefore, the Family Hope Program needs to be strengthened through integration with economic empowerment programs to create more sustainable welfare outcomes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas Program Keluarga Harapan bagi masyarakat miskin di Desa Bangko Bakti, Kabupaten Rokan Hilir. Kajian ini penting dilakukan karena jumlah penduduk miskin di Desa Bangko Bakti meningkat dari 192 orang pada 2021 menjadi 875 orang pada 2023, sementara jumlah penerima Program Keluarga Harapan hanya 153 keluarga penerima manfaat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk menilai sejauh mana program bantuan sosial bersyarat ini berjalan efektif pada tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah 153 penerima Program Keluarga Harapan, dengan sampel sebanyak 111 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan lima indikator efektivitas, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil uji instrumen menunjukkan 42 butir valid dari 50 butir yang diuji, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,921. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Keluarga Harapan berada pada kategori efektif dengan nilai rata-rata 3,88. Indikator tertinggi adalah ketepatan sasaran dengan nilai 3,97, sedangkan indikator terendah adalah perubahan nyata dengan nilai 3,64. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan telah efektif secara prosedural dalam menjangkau penerima, meningkatkan pemahaman program, dan mendukung akses kebutuhan dasar, tetapi dampaknya terhadap perubahan ekonomi keluarga masih terbatas. Oleh karena itu, Program Keluarga Harapan perlu diperkuat melalui integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya lebih berkelanjutan.
Implementasi BCCT Pada Sentra Bahan Alam dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini Santi M. J. Wahid; Nabillah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20217

Abstract

Abstract: This study describes the implementation of the Beyond Centers and Circle Time (BCCT) model in the natural materials/science center at TK IT Insan Kamil Bacan. Early science learning requires concrete, exploratory, and play-based experiences; however, empirical descriptions of how BCCT supports science activities in the natural materials center remain limited in local early childhood education contexts. This research employed a qualitative case study design. The study was conducted at TK IT Insan Kamil Bacan, South Halmahera, from July to August 2024. The informants were selected purposively and consisted of the principal and the natural materials/science center teacher. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation of lesson plans, learning media, children’s work, and daily assessment records. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that BCCT planning was organized through weekly preparation of RPPH, play-environment arrangement, and selection of natural materials aligned with themes and children’s developmental needs. The implementation followed four scaffolding stages: environmental scaffolding, pre-play scaffolding, during-play scaffolding, and post-play scaffolding. Science activities such as planting, observing natural objects, color propagation, floating–sinking, and soluble–insoluble experiments supported children’s observing, classifying, comparing, predicting, and communicating skills. Learning evaluation was conducted daily through observation notes, anecdotal records, portfolios, and communication with parents. The study implies that the natural materials center can strengthen early science learning when teachers intentionally connect play activities with science process indicators. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Beyond Centers and Circle Time (BCCT) pada sentra bahan alam/sains di TK IT Insan Kamil Bacan. Pembelajaran sains anak usia dini membutuhkan pengalaman konkret, eksploratif, dan berbasis bermain; namun deskripsi empiris tentang bagaimana BCCT mendukung aktivitas sains pada sentra bahan alam masih terbatas dalam konteks PAUD lokal. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Penelitian dilaksanakan di TK IT Insan Kamil Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Juli–Agustus 2024. Informan dipilih secara purposif, yaitu kepala sekolah dan guru sentra bahan alam/sains. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi RPPH, media pembelajaran, hasil karya anak, serta catatan penilaian harian. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan BCCT dilakukan melalui penyusunan RPPH mingguan, penataan lingkungan main, dan pemilihan bahan alam sesuai tema serta kebutuhan perkembangan anak. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti empat pijakan, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main. Aktivitas sains seperti menanam, mengamati benda alam, rambatan warna, terapung–tenggelam, dan larut–tidak larut mendukung keterampilan mengamati, mengelompokkan, membandingkan, memprediksi, dan mengomunikasikan. Evaluasi dilakukan setiap hari melalui catatan observasi, catatan anekdot, portofolio hasil karya anak, dan komunikasi dengan orang tua. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sentra bahan alam dapat memperkuat pembelajaran sains awal apabila guru menghubungkan aktivitas bermain dengan indikator keterampilan proses sains secara terencana.
Improving Discipline in Children Aged 5-6 Years through Serial Storybooks: Classroom Action Research at PAUD Nusa Indah V Siti Nuraisyah; Astuti Darmiyanti; Nur Rochimah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20223

Abstract

Discipline in early childhood is reflected in children’s emerging ability to follow routines, comply with agreed rules, complete activities, and use socially appropriate behavior in daily learning. This study examined the use of serial storybooks to improve discipline among children aged 5–6 years at PAUD Nusa Indah V. The study employed collaborative classroom action research based on the Kemmis–McTaggart cycle of planning, action, observation, and reflection. Fourteen children in Kindergarten B (10 boys and 4 girls) participated. The intervention was implemented in two cycles, with four meetings in each cycle. The storybook series addressed three recurring domains of classroom discipline: time discipline, learning/activity discipline, and etiquette/routine discipline. Data were collected through structured observation, documentation, and field notes and analyzed using descriptive quantitative comparisons and qualitative reflection across cycles. The mean discipline achievement was 40.10% at pre-action, increased to 52.30% in Cycle I, and reached 77.02% in Cycle II. Thus, the increase was 12.20 percentage points from pre-action to Cycle I and 24.72 percentage points from Cycle I to Cycle II, for an overall gain of 36.92 percentage points. Qualitative observations indicated improved punctuality, rule-following, task completion, classroom routines, and polite behavior, accompanied by greater attention and engagement during storytelling. The findings suggest that serial storybooks can function as a developmentally appropriate, low-cost medium for repeatedly modeling expected behavior and supporting classroom habituation. Because the study involved one small class without a comparison group, the findings should be interpreted as evidence of classroom improvement rather than population-level causal effects.
Peran Tutor Dalam Mendukung Hasil Belajar Warga Belajar Paket C di PKBM Rahmat Kota Kendari Lili Herlina Lili; Ridwan Y Deluma; Pahenra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20232

Abstract

Abstract: This study was motivated by the important role of tutors in supporting learning success in non-formal education, particularly in the Package C equivalency program. Learners in this program generally have diverse backgrounds in terms of age, employment, previous educational experience, and learning motivation; therefore, they require flexible, contextual, and humanistic learning approaches. This study aimed to describe the role of tutors in supporting the learning outcomes of Package C learners at PKBM Rahmat, Kendari City, and to identify the supporting and inhibiting factors in the learning process. This research employed a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of tutors, learners, and PKBM administrators who were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings show that tutors play several essential roles as facilitators, motivators, mentors, and evaluators in the learning process. As facilitators, tutors create an active and learner-centered learning environment. As motivators, they provide encouragement and personal attention to improve learners’ attendance and participation. As mentors, tutors assist learners in overcoming academic difficulties through simple explanations, concrete examples, and additional exercises. This study concludes that optimizing the role of tutors is essential for improving the quality of learning processes and learning outcomes in the Package C program. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran tutor dalam mendukung keberhasilan pembelajaran pada pendidikan nonformal, khususnya Program Paket C. Warga belajar Paket C umumnya memiliki latar belakang usia, pekerjaan, pengalaman pendidikan, dan motivasi belajar yang beragam, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tutor dalam mendukung hasil belajar warga belajar Paket C di PKBM Rahmat Kota Kendari serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tutor, warga belajar, dan pengelola PKBM yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Sebagai fasilitator, tutor menciptakan suasana belajar yang aktif dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar. Sebagai motivator, tutor memberikan dorongan dan perhatian untuk meningkatkan kehadiran serta partisipasi belajar. Sebagai pembimbing, tutor membantu warga belajar mengatasi kesulitan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran tutor berkontribusi penting terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil belajar warga belajar Paket C.
Keterlibatan dalam Senam Lansia dan Gaya Hidup Sehat Pada Penghuni Panti Pelayanan Sosial di Provinsi Riau Najma Awaliyah; Daeng Ayub; Viony Syafitra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20591

Abstract

Abstract: This study examined the association between participation in elderly exercise and a healthy lifestyle among residents of the Tresna Werdha Husnul Khotimah Social Care Institution, Riau Province, Indonesia. A quantitative correlational design with a cross-sectional and ex post facto approach was employed. The population comprised 73 older adults, from whom 43 respondents were selected using proportional random sampling. Data were collected through guided Likert-scale questionnaires. Following a pilot test involving 30 older adults at a different site, the elderly-exercise instrument retained 40 valid items and achieved a Cronbach’s alpha of 0.975, while the healthy-lifestyle instrument retained 41 valid items and achieved an alpha of 0.976. Data were analysed using descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, linearity testing, Pearson correlation, and simple linear regression. Indicator-based summaries showed very high levels of elderly-exercise participation and healthy lifestyle, with mean scores of 4.05 and 4.03, respectively. Both variables were normally distributed and satisfied the linearity assumption. Elderly exercise was positively and significantly associated with a healthy lifestyle (r = 0.643; p < 0.001). The regression equation was Y = 40.153 + 0.794X, and the coefficient of determination was R² = 0.413, indicating that exercise participation accounted for 41.3% of the variance in healthy-lifestyle scores. Structured group exercise may therefore represent an important component of healthy-lifestyle promotion in residential social care settings. However, the cross-sectional design precludes causal inference. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keterlibatan dalam senam lansia dan gaya hidup sehat pada penghuni UPT Panti Pelayanan Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah, Dinas Sosial Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan rancangan potong lintang dan ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 73 lansia, sedangkan 43 responden dipilih melalui pengambilan sampel acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan angket terbimbing berskala Likert. Setelah uji coba pada 30 lansia di lokasi berbeda, instrumen senam lansia terdiri atas 40 butir valid dengan koefisien Cronbach’s alpha 0,975, sedangkan instrumen gaya hidup sehat terdiri atas 41 butir valid dengan koefisien 0,976. Analisis mencakup statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Rekapitulasi indikator menunjukkan bahwa keterlibatan senam lansia dan gaya hidup sehat berada pada kategori sangat tinggi, masing-masing dengan nilai rata-rata 4,05 dan 4,03. Data kedua variabel berdistribusi normal dan memenuhi asumsi linearitas. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara senam lansia dan gaya hidup sehat (r = 0,643; p < 0,001). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 40,153 + 0,794X, dengan R² = 0,413. Dengan demikian, skor keterlibatan senam menjelaskan 41,3% variasi skor gaya hidup sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa program senam kelompok yang terstruktur berpotensi menjadi bagian penting dari strategi promosi gaya hidup sehat di panti pelayanan sosial, meskipun rancangan potong lintang tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal.
Keseimbangan Peran Istri Prajurit dalam Membangun Keharmonisan Keluarga Militer: Studi Fenomenologi di Malang Raya Tri 'Ulya; Desika Putri Mardiani; Rivo Nugroho; Tisya Fajriatus Salim; Zahwa Islami; Savira Widya Puspitasari
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20622

Abstract

Abstract: The dynamics of assignment and high mobility in military families present the complexity of roles that have the potential to affect the stability of relationships and family harmony. Although various studies have addressed stress and resilience in military families, the balance of women's roles is still rarely understood as an actively constructed relational mechanism. This study aims to explore women's experiences in building a balance of roles and analyze their contribution to the harmony of the military family. This study uses a qualitative approach with phenomenological design. Participants consisted of 15 wives of Army soldiers who were selected through purposive sampling techniques in the Greater Malang area. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, limited observations, and documentation. The credibility of the data is maintained through triangulation of sources and techniques as well as the member checking process. Data analysis was carried out using Moustakas' phenomenological steps through the process of horizontalization, thematic grouping, and synthesis of the meaning of experience. The results of the study identified four main themes, namely domestic role negotiation, strengthening marital communication, emotion regulation, and community social support. The findings of the study show that role balance is built through adaptive relational processes and contributes to the stability of family interactions during military assignments. This study provides contextual empirical support for the study of the Role Theory and the quality of marriage in the socio-cultural context of the Indonesian military family. Abstrak: Dinamika penugasan dan mobilitas tinggi dalam keluarga militer menghadirkan kompleksitas peran yang berpotensi memengaruhi stabilitas relasi dan keharmonisan keluarga. Meskipun berbagai penelitian telah membahas stres dan resiliensi pada keluarga militer, keseimbangan peran perempuan masih jarang dipahami sebagai mekanisme relasional yang dibangun secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perempuan dalam membangun keseimbangan peran serta menganalisis kontribusinya terhadap keharmonisan keluarga militer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri atas 15 istri prajurit TNI Angkatan Darat yang dipilih melalui teknik purposive sampling di wilayah Malang Raya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi terbatas, dan dokumentasi. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta proses member checking. Analisis data dilakukan menggunakan langkah fenomenologi Moustakas melalui proses horizontalisasi, pengelompokan tematik, dan sintesis makna pengalaman. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu negosiasi peran domestik, penguatan komunikasi marital, regulasi emosi, dan dukungan sosial komunitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan peran dibangun melalui proses relasional yang adaptif dan berkontribusi terhadap stabilitas interaksi keluarga selama masa penugasan militer. Penelitian ini memberikan dukungan empiris kontekstual terhadap kajian Teori Peran dan kualitas perkawinan dalam konteks sosial budaya keluarga militer Indonesia.
Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini melalui Penggunaan Interactive Flat Panel Muchamad Arif; Dian Duratul Hikmah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20624

Abstract

Abstract: This study aims to examine the improvement of early childhood English vocabulary after learning activities using an Interactive Flat Panel (IFP). This research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The subjects consisted of 33 Group A kindergarten children at TK Aisyiyah 28 Surabaya. Data were collected through a picture-based English vocabulary test and observation sheets. The data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and paired-samples t-test. The results showed an increase in children’s English vocabulary scores after IFP-based learning, with the mean pretest score increasing from 10.36 (SD = 2.80) to 13.57 (SD = 2.58) in the posttest on a 0–20 scale. The paired-samples t-test showed a statistically significant difference between pretest and posttest scores, t(32) = 5.46, p = 5.28 × 10^-6. These findings indicate that learning activities using IFP were followed by an improvement in children’s English vocabulary mastery. However, because this study did not use a control group, the findings should be interpreted as initial evidence of vocabulary improvement after IFP-based learning rather than as a definitive causal effect. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kosakata bahasa Inggris anak usia dini setelah kegiatan pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 33 anak Kelompok A di TK Aisyiyah 28 Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes kosakata bahasa Inggris berbasis gambar dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired-samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kosakata bahasa Inggris anak setelah pembelajaran berbasis IFP, dengan rata-rata skor pretest sebesar 10,36 (SD = 2,80) meningkat menjadi 13,57 (SD = 2,58) pada posttest dalam skala 0–20. Hasil paired-samples t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest, t(32) = 5,46, p = 5,28 × 10^-6. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan IFP diikuti oleh peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak. Namun, karena penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil penelitian sebaiknya ditafsirkan sebagai bukti awal adanya peningkatan kosakata setelah pembelajaran berbasis IFP, bukan sebagai bukti kausal yang bersifat final.
Media Audiovisual dan Peningkatan Hasil Belajar IPS Warga Belajar Program Paket C Reski Tri Putra; Bahatiar; Yaman La Ndibo
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20634

Abstract

Abstract: This study examined changes in social studies learning outcomes after audiovisual media was used in the Package C equivalency program at PKBM Bina Insani, North Konawe Regency. A quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest–posttest design was applied. The population comprised 30 learners, while the analysis involved 17 learners selected through purposive sampling. Learning outcomes were measured using multiple-choice pretest and posttest items, with documentation as supporting data. Descriptive statistics and a paired-samples t-test were used at a significance level of .05. The mean score increased from 52.35 (range 23–73) before the intervention to 70.41 (range 57–87) afterward, representing an 18.06-point gain. The paired comparison was statistically significant (p < .001). The findings indicate higher immediate social studies scores after instruction supported by audiovisual media. Because the design lacked a comparison group, testing, maturation, and concurrent influences cannot be excluded; therefore, the result does not establish exclusive causality. Audiovisual media may be used as a complementary learning resource in Package C settings, while future studies should employ control groups, larger samples, validated instruments, effect-size estimates, and delayed posttests. Abstrak: Penelitian ini menguji perubahan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial setelah media audiovisual digunakan pada Program Kesetaraan Paket C di PKBM Bina Insani, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pretest–posttest. Populasi berjumlah 30 warga belajar, sedangkan analisis melibatkan 17 warga belajar yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil belajar diukur menggunakan soal pilihan ganda pada pretest dan posttest, dengan dokumentasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Nilai rata-rata meningkat dari 52,35 (rentang 23–73) sebelum perlakuan menjadi 70,41 (rentang 57–87) setelah perlakuan, atau naik 18,06 poin. Perbandingan berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Temuan menunjukkan skor IPS langsung yang lebih tinggi setelah pembelajaran didukung media audiovisual. Karena desain tidak menggunakan kelompok pembanding, pengaruh pengujian, pematangan, dan faktor lain tidak dapat dikesampingkan; hasil ini belum membuktikan kausalitas eksklusif. Media audiovisual dapat digunakan sebagai sumber belajar pelengkap pada Program Paket C, sedangkan penelitian berikutnya perlu menggunakan kelompok kontrol, sampel lebih besar, instrumen tervalidasi, ukuran efek, dan posttest tertunda.
Model Pembelajaran “SMART” dalam Membentuk Keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, And Collaboration) Anak Usia Dini Desika Putri Mardiani; Tri 'Ulya Qodriyati; Yatim Riyanto; M Fahmi Zakariyah; Shobri Firman Susanto
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.20636

Abstract

Abstract: The realisation of the ‘Golden Generation of 2045’ and high-quality education must be underpinned by equipping young children with 21st-century skills. The implementation of current learning models has, in fact, shown limitations in integrating critical thinking, creativity, communication and collaboration, whilst also instilling character and spiritual values. The aim of this study is to analyse the implementation of the SMART (Speak, Motivate, Act, Reflect, Thrive) learning model in developing the 4C skills in early childhood. A qualitative research approach was adopted, with interviews as the primary data collection technique, supported by observation and documentation. Thematic analysis was used to identify patterns in the application of the SMART model and its contribution to the development of children’s 4C skills. The results of the study indicate that the SMART model is capable of integrating  the development of 4C skills into all stages of learning. The ‘Speak’ stage: children demonstrate increased confidence in speaking and the ability to lead activities through the use of microphones; ‘Motivate’ and ‘Act’: encourage active participation, responsibility and the ability to collaborate in group activities; ‘Reflect’ and ‘Thrive’ help children develop reflective skills, self-confidence and readiness to face more complex learning challenges. Consequently, this model serves as an effective learning alternative for the holistic development of the 4C skills in early years education. Abstrak: Terwujudnya generasi emas 2045 sekaligus pendidikan berkualitas perlu diperkuat dengan pembekalan keterampilan abad ke-21 pada anak usia dini. Penerapan model pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya masih menunjukkan keterbatasan dalam mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration) sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan spiritual. Tujuan penelitian ini menganalisis implementasi model pembelajaran SMART (Speak, Motivate, Act, Reflect, Thrive) dalam membentuk keterampilan 4C pada anak usia dini. Pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik utama pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola penerapan model SMART dan kontribusinya mengembangkan keterampilan 4C anak. Dari hasil observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi diperoleh data bahwa Model SMART mampu mengintegrasikan pengembangan keterampilan 4C ke dalam seluruh tahapan pembelajaran. Tahap Speak: anak menunjukkan peningkatan keberanian berbicara dan kemampuan memimpin kegiatan melalui pemanfaatan media mikrofon; Motivate dan Act: mendorong partisipasi aktif, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam kegiatan kelompok; Reflect dan Thrive membantu anak mengembangkan kemampuan reflektif, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi tantangan belajar yang lebih kompleks. Implikasinya, Model ini menjadi alternatif pembelajaran efektif untuk mengembangkan keterampilan 4C secara holistik pada pendidikan anak usia dini.
Implementasi Metode Ummi dalam Penguatan Makharijul Huruf dan Tajwid pada Siswa Generasi Alpha: Studi Deskriptif Kualitatif di TPQ Al-Hafidz Bekasi Babelan Auliya Hasanah; Ajat Rukajat; Yadi Fahmi Arifudin
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.21395

Abstract

Abstract: Accurate Qur’anic recitation requires learners not only to read fluently but also to articulate Arabic letters from their appropriate points of articulation and apply tajwid rules consistently. These competencies present particular pedagogical challenges in teaching children who grow up in highly digital learning environments. This study investigates the implementation of the Ummi Method in strengthening makharij al-huruf and tajwid among Generation Alpha learners at TPQ Al-Hafidz, a non-formal Qur’anic education institution in Babelan, Bekasi, Indonesia. A descriptive qualitative case-study approach was employed. Data were obtained through classroom observations, semi-structured interviews with the institution head, a Qur’an teacher, and a student informant, as well as analysis of instructional documentation. Data were analyzed through reduction, systematic display, comparison, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that the Ummi Method was implemented through structured planning, ability-based grouping, teacher modeling, classical repetition, muraja’ah, individual reading, direct corrective feedback, and continuous evaluation. Teacher competence, repeated practice, cooperation between teachers and parents, and learner discipline supported implementation. Conversely, heterogeneous reading abilities, irregular attendance, insufficient home practice, and fluctuating concentration constrained learning. Observational and interview evidence indicated progressively clearer articulation, more consistent application of tajwid, improved reading fluency, and greater confidence. These findings suggest that the pedagogical value of the Ummi Method lies not merely in its instructional sequence but in the interaction between systematic practice, immediate correction, teacher consistency, and learning continuity at home. Further controlled studies are required to establish causal effectiveness. Abstrak: Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh kelancaran membaca, tetapi juga oleh ketepatan pengucapan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid. Pembelajaran kedua aspek tersebut menghadapi tantangan tersendiri pada siswa Generasi Alpha yang tumbuh dalam lingkungan digital dan membutuhkan proses pembelajaran yang terstruktur sekaligus menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Metode Ummi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta mendeskripsikan perkembangan kualitas makharijul huruf dan tajwid siswa di TPQ Al-Hafidz Bekasi Babelan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui empat kali observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan kepala TPQ, guru pengajar, dan santri, serta dokumentasi berupa buku Ummi, catatan perkembangan, jadwal pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji kredibilitasnya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Ummi diterapkan melalui perencanaan target berdasarkan jilid, pembelajaran klasikal, muroja’ah, pembelajaran individual, pemberian contoh bacaan, pengulangan, koreksi langsung, dan evaluasi harian. Dukungan guru, kerja sama orang tua, konsistensi latihan, dan kedisiplinan santri menjadi faktor pendukung, sedangkan variasi kemampuan, ketidakteraturan kehadiran, kurangnya latihan di rumah, dan konsentrasi siswa menjadi faktor penghambat. Temuan menunjukkan adanya perkembangan positif pada kejelasan pelafalan huruf, penerapan tajwid, kelancaran, dan kepercayaan diri santri. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas bacaan melalui Metode Ummi bergantung pada interaksi antara sistem pembelajaran, kompetensi guru, pengulangan, koreksi langsung, dan kontinuitas latihan.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2026): September Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol 9, No 2 (2023): September Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol 8, No 1 (2022): Maret Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 3, No 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 Vol 2, No 1 (2016): Maret More Issue