cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 507 Documents
Pengaruh Budaya Patriarki terhadap Kesetaraan Gender Ibu Rumah Tangga di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Fitra Herlinda; Daeng Ayub; Dafetta Fitrilinda
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19001

Abstract

Abstract: Patriarchal culture remains one of the social factors influencing gender relations within households, particularly in the division of domestic roles, decision-making, access to resources, and recognition of women’s contributions. This study aims to analyze the level of patriarchal culture, the level of gender equality, and the influence of patriarchal culture on gender equality among housewives in Tarai Bangun Village, Tambang District, Kampar Regency. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto design. The population consisted of 767 housewives, and 89 respondents were selected using simple random sampling based on the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through observation, documentation, and questionnaires using a Likert scale. The patriarchal culture variable was measured through four indicators: marginalization, subordination, double burden, and violence. Meanwhile, the gender equality variable was measured through access, participation, control, and benefits. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, including the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed that patriarchal culture was in the moderate category with a mean score of 3.45, while gender equality was also in the moderate category with a mean score of 3.46. The regression analysis indicated that patriarchal culture had a significant influence on gender equality, with an R value of 0.542 and an R Square value of 0.294. This means that patriarchal culture contributed 29.4% to the variation in gender equality, while the remaining 70.6% was influenced by other factors outside this study. These findings indicate that household gender relations are still shaped by patriarchal values, although signs of transition toward more participatory and equal gender relations have begun to emerge. Abstrak: Budaya patriarki masih menjadi salah satu faktor sosial yang memengaruhi relasi gender dalam rumah tangga, terutama dalam pembagian peran domestik, pengambilan keputusan, akses terhadap sumber daya, dan pengakuan terhadap kontribusi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat budaya patriarki, tingkat kesetaraan gender, serta pengaruh budaya patriarki terhadap kesetaraan gender ibu rumah tangga di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian berjumlah 767 ibu rumah tangga, sedangkan sampel sebanyak 89 responden ditentukan melalui teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner berskala Likert. Instrumen budaya patriarki dikembangkan berdasarkan indikator marginalisasi, subordinasi, beban ganda, dan kekerasan, sedangkan instrumen kesetaraan gender meliputi akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki berada pada kategori sedang dengan nilai mean 3,45, sedangkan kesetaraan gender juga berada pada kategori sedang dengan nilai mean 3,46. Hasil regresi menunjukkan bahwa budaya patriarki berpengaruh signifikan terhadap kesetaraan gender dengan nilai R sebesar 0,542 dan R Square sebesar 0,294. Artinya, budaya patriarki menjelaskan 29,4% variasi kesetaraan gender, sedangkan 70,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa relasi gender dalam rumah tangga masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarkal, tetapi pada saat yang sama mulai terjadi pergeseran menuju relasi yang lebih partisipatif dan setara.
Pengaruh Dukungan Teman Sebaya terhadap Motivasi Mahasiswa dalam Mengerjakan Skripsi Fitri Maya Sari; Eddy Noviana; Viony Syafitra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19010

Abstract

Abstract: Final-year students frequently encounter difficulties in accessing references, understanding academic writing conventions, managing revisions, and maintaining consistent progress during thesis completion. These challenges may reduce motivation and contribute to academic delay. This study aimed to describe the levels of peer support and student motivation and to examine the effect of peer support on motivation to complete an undergraduate thesis among students of the Community Education Study Program at Universitas Riau. A quantitative associative ex-post facto design was employed. The population comprised 76 students from the 2021 cohort, and 64 respondents were included, with the sample size calculated using the Slovin formula at a 5% margin of error. Data were collected using four-point Likert questionnaires. The peer-support instrument contained 30 items covering informational, instrumental, emotional, and appraisal support, while the motivation instrument contained 23 items covering intrinsic and extrinsic motivation. Descriptive statistics, normality and linearity tests, Pearson correlation, and simple linear regression were conducted using SPSS 25. Peer support was classified as high (M=3.17), and student motivation was also high (M=3.61). Emotional support was the strongest dimension (M=3.30). Peer support was positively correlated with motivation (r=0.473; p<0.001) and had a significant effect according to the regression equation Y=59.230+0.249X. The coefficient of determination (R²=0.224) indicated that peer support explained 22.4% of the variance in motivation. The findings highlight the value of thesis-support groups, peer mentoring, and academic communities for final-year students. Abstrak: Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi kesulitan memperoleh referensi, memahami penulisan ilmiah, mengelola revisi, dan mempertahankan konsistensi selama pengerjaan skripsi. Kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi dan mendorong penundaan akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat dukungan teman sebaya dan motivasi mahasiswa serta menganalisis pengaruh dukungan teman sebaya terhadap motivasi dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif ex-post facto. Populasi penelitian berjumlah 76 mahasiswa angkatan 2021 dan sampel sebanyak 64 responden, dengan ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat tingkat. Instrumen dukungan teman sebaya terdiri atas 30 item yang mencakup dukungan informasi, instrumental, emosional, dan penghargaan, sedangkan instrumen motivasi terdiri atas 23 item yang mencakup motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berada pada kategori tinggi (M=3,17) dan motivasi mahasiswa juga tinggi (M=3,61). Dukungan emosional merupakan dimensi paling menonjol (M=3,30). Dukungan teman sebaya berkorelasi positif dengan motivasi (r=0,473; p<0,001) dan berpengaruh signifikan melalui persamaan Y=59,230+0,249X. Nilai R² sebesar 0,224 menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya menjelaskan 22,4% variasi motivasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelompok skripsi, mentoring sebaya, dan komunitas akademik bagi mahasiswa tingkat akhir.
Kompensasi dan Kepuasan Kerja Karyawan Perempuan pada Industri Perkebunan Kelapa Sawit: Bukti Empiris dari PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Tabita Jultia Abella; Muhammad Jais; Wilasari Arien
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19226

Abstract

Abstract: Job satisfaction is an important indicator of sustainable employment relationships, particularly in the plantation industry, which is characterized by operational work, diverse employment arrangements, and high productivity demands. This study examined the level of compensation, the level of job satisfaction, and the effect of compensation on the job satisfaction of female employees at PT Ivomas Tunggal Sei Rokan, Siak Regency, Indonesia. A quantitative survey design was employed. The population consisted of 140 female employees, and 104 respondents were selected using the Slovin formula at a 5% margin of error. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression in SPSS version 26. The findings show that compensation was rated high, with a mean score of 3.92, while job satisfaction was also rated high, with a mean score of 3.93. Compensation had a strong positive correlation with job satisfaction (r=0.734, p<0.001). The regression equation was Y=1.038+0.737X, with t=10.921 and p<0.001. The coefficient of determination (R²=0.539) indicates that compensation explained 53.9% of the variance in job satisfaction, whereas the remaining 46.1% was attributable to factors outside the model. These findings highlight the importance of fair, transparent, and comprehensive financial and non-financial compensation systems in strengthening female employees’ job satisfaction. Abstrak: Kepuasan kerja merupakan indikator penting bagi keberlanjutan hubungan kerja, khususnya pada industri perkebunan yang memiliki karakteristik pekerjaan operasional, struktur ketenagakerjaan beragam, dan tuntutan produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kompensasi, tingkat kepuasan kerja, serta pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan perempuan PT Ivomas Tunggal Sei Rokan, Kabupaten Siak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 140 karyawan perempuan dan sampel sebanyak 104 responden ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,92, sedangkan kepuasan kerja juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,93. Kompensasi memiliki hubungan positif yang kuat dengan kepuasan kerja (r=0,734, p<0,001). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y=1,038+0,737X, dengan nilai t=10,921 dan p<0,001. Nilai R² sebesar 0,539 menunjukkan bahwa kompensasi menjelaskan 53,9% variasi kepuasan kerja, sedangkan 46,1% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem kompensasi yang adil, transparan, dan mencakup unsur finansial maupun nonfinansial untuk memperkuat kepuasan kerja karyawan perempuan.
Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah melalui Media Bottle Caps pada Anak Usia 4-5 Tahun Jihan Sabina; Astuti Darmiyanti; Nancy Riana
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19276

Abstract

Abstract: Recognizing and reading hijaiyah letters is an important component of early religious literacy. This classroom action research aimed to improve hijaiyah-letter reading skills through bottle-cap media among 15 children aged 4-5 years in Group A at TKIT An-Najah, Tambun Selatan. The study followed the Kemmis and McTaggart model in two cycles, comprising seven meetings in Cycle I and five meetings in Cycle II. Data were collected through observation, interviews, documentation, and field notes. The observation instrument contained 22 items rated on a four-level developmental scale: not yet developed, beginning to develop, developed as expected, and very well developed. Three domains were assessed: understanding written symbols, pronouncing hijaiyah letters, and recognizing and distinguishing hijaiyah letters. Overall achievement increased from 33.33% at baseline to 56.05% in Cycle I and 81.86% in Cycle II. At the end of Cycle II, achievement reached 84.33% for understanding written symbols, 79.57% for pronunciation, and 80.13% for recognition and discrimination. Improvement followed more structured demonstrations, repeated practice, hands-on manipulation, and individual assistance. The findings indicate that bottle-cap media can serve as a concrete, inexpensive, and visually engaging learning aid for improving hijaiyah-letter reading skills in the investigated classroom context. Because the study involved one class without a comparison group, the findings should not be generalized without further research. Abstrak: Kemampuan membaca huruf hijaiyah merupakan bagian penting dari literasi awal keagamaan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah melalui media bottle caps pada 15 anak kelompok A usia 4-5 tahun di TKIT An-Najah, Tambun Selatan. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri atas tujuh pertemuan pada siklus I dan lima pertemuan pada siklus II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen observasi terdiri atas 22 butir dengan skala empat tingkat, yaitu belum berkembang, mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang sangat baik. Tiga aspek yang dinilai meliputi pemahaman lambang tertulis, pelafalan huruf hijaiyah, serta kemampuan mengenali dan membedakan huruf hijaiyah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan capaian keseluruhan dari 33,33% pada pra-tindakan menjadi 56,05% pada siklus I dan 81,86% pada siklus II. Pada siklus II, capaian aspek pemahaman lambang tertulis mencapai 84,33%, pelafalan huruf hijaiyah 79,57%, serta pengenalan dan pembedaan huruf hijaiyah 80,13%. Peningkatan terjadi setelah kegiatan diperbaiki melalui demonstrasi yang lebih terstruktur, pengulangan, pemberian kesempatan manipulatif, dan pendampingan individual. Temuan menunjukkan bahwa media bottle caps dapat digunakan sebagai media konkret, murah, dan menarik untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah dalam konteks kelas yang diteliti. Hasil ini tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi di luar konteks penelitian tanpa pengujian lebih lanjut.
Perubahan Keterampilan Motorik Kasar Anak Setelah Penerapan Senam Anak Indonesia Hebat: Studi Pre-Eksperimental Pada Kelompok B Aurellia Nabila Ramadhani; Ine Nirmala; Dewi Siti Aisyah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19285

Abstract

Abstract: Gross motor stimulation is essential in early childhood, yet preliminary observation at RA Asy-Syuhada showed that 11 of 20 children (55%) still required support in balance, flexibility, agility, coordination, and endurance. This study examined changes in gross motor skills after participation in Senam Anak Indonesia Hebat. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 20 children aged 5–6 years from class B2, selected purposively because the class showed the most prominent gross motor difficulties. Data were collected using structured observation and documentation. The observation instrument initially consisted of 26 items rated on a four-point developmental scale; item analysis identified 19 valid items, while the full instrument showed high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.875). The intervention was conducted in eight meetings and incorporated warm-up, core rhythmic movements, and cool-down activities. The mean score increased from 56.55 (SD = 10.48) at pretest to 68.90 (SD = 3.21) at posttest, with a mean gain of 12.35 points. Residual scores were normally distributed (Kolmogorov–Smirnov p = 0.200). A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(19) = 7.277, p < 0.001, 95% CI [8.798, 15.902], with a large paired effect size (dz = 1.63). These findings indicate a substantial improvement after the program. However, because no control group was used, the result should be interpreted as evidence of pre–post change rather than definitive causality. Abstrak: Stimulasi motorik kasar penting pada masa kanak-kanak awal, tetapi observasi awal di RA Asy-Syuhada menunjukkan bahwa 11 dari 20 anak (55%) masih memerlukan dukungan pada aspek keseimbangan, kelenturan, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keterampilan motorik kasar setelah anak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5–6 tahun pada kelas B2 yang dipilih secara purposif karena menunjukkan permasalahan motorik kasar paling dominan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dokumentasi. Instrumen observasi awal terdiri atas 26 butir dengan skala perkembangan empat tingkat; hasil analisis butir menunjukkan 19 butir valid, sedangkan reliabilitas keseluruhan instrumen tergolong tinggi (Cronbach’s alpha = 0,875). Intervensi dilakukan selama delapan pertemuan yang meliputi pemanasan, gerakan inti berirama, dan pendinginan. Rata-rata skor meningkat dari 56,55 (SD = 10,48) pada pretest menjadi 68,90 (SD = 3,21) pada posttest, dengan selisih rata-rata 12,35 poin. Data residual berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov p = 0,200). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(19) = 7,277, p < 0,001, IK 95% [8,798, 15,902], dengan ukuran efek berpasangan yang besar (dz = 1,63). Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang substansial setelah program. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil harus dimaknai sebagai perubahan sebelum dan sesudah intervensi, bukan bukti kausal yang definitif.
Peran Pendidikan Keluarga dalam Transfer Pengetahuan Pangan Lokal Rasi pada Masyarakat Kampung Adat Cireundeu Thufail Falah; Dewa Hartanto; Muhammad Fakhri Rizqullah; Salwa Dongoran; Tiffany Adristi; Purnomo; Diemas Arya Komara
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19319

Abstract

Abstract: The sustainability of local cassava-based food (rasi) in the Cireundeu Indigenous Community faces challenges due to modernization and social change, particularly among younger generations. Although Kampung Adat Cireundeu has been studied widely in terms of food security and local wisdom, research that specifically examines the mechanism of knowledge transfer within family education as the foundation for the sustainability of rasi as local food remains limited. This study aims to describe the role of family education in the knowledge transfer process related to the preservation of local food values and practices. The study employed a qualitative approach with a case study method. Research participants consisted of traditional leaders, heads of families, and youth selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using an interactive and cyclical model proposed by Miles and Huberman. The findings indicate that families function as the central agents of knowledge transfer through role modeling, habituation, direct interaction, and the involvement of younger generations in rasi processing and consumption practices. The knowledge transmission process occurs informally and is integrated into daily life and customary activities, such as the kurasan tradition. Family education not only transmits technical skills related to rasi processing but also instills philosophical values, cultural identity, and awareness of local food security. Active youth participation reflects the continuity of intergenerational knowledge transmission, although it continues to face challenges from modernization and shifting consumption patterns. The novelty of this study lies in mapping the family-based mechanism of knowledge transfer that integrates role modeling, habituation, advice, supervision, the kurasan customary tradition, and the transformation of meaning-delivery from traditional commands to rational-scientific explanations adapted to the younger generation’s logical reasoning. This study highlights the significant contribution of family education to sustaining local food systems and preserving indigenous cultural identity. Abstrak: Keberlanjutan pangan lokal berbasis singkong (rasi) pada masyarakat Kampung Adat Cireundeu menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial, khususnya pada generasi muda. Meskipun Kampung Adat Cireundeu telah banyak dikaji dari perspektif ketahanan pangan dan kearifan lokal, kajian yang secara khusus menelaah mekanisme transfer pengetahuan dalam pendidikan keluarga sebagai basis keberlanjutan pangan lokal rasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan keluarga dalam proses transfer knowledge terhadap pelestarian nilai dan praktik budaya pangan lokal rasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, kepala keluarga, dan generasi muda yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan siklis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pusat utama transfer knowledge melalui keteladanan, pembiasaan, interaksi langsung, serta keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pengolahan dan konsumsi rasi. Proses pewarisan pengetahuan berlangsung secara informal dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan adat, seperti tradisi kurasan. Pendidikan keluarga tidak hanya mentransmisikan keterampilan teknis pengolahan rasi, tetapi juga menanamkan nilai filosofis, identitas budaya, dan kesadaran akan ketahanan pangan lokal. Keterlibatan aktif generasi muda menunjukkan keberlangsungan transfer knowledge lintas generasi, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan perubahan pola konsumsi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan mekanisme transfer pengetahuan dalam keluarga adat Cireundeu yang memadukan keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, tradisi adat kurasan, serta transformasi cara penyampaian dari perintah tradisional menjadi penjelasan rasional-ilmiah yang disesuaikan dengan logika berpikir generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan keluarga memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal dan identitas budaya masyarakat adat.
Nilai-nilai Sosial dalam Tradisi Kapanca pada Sistem Pernikahan Adat Suku Mbojo: Studi di Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima Maistarah Putri Nurdianisa; Lalu Sumardi; M.Samsul Hadi; Muh Zubair
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19402

Abstract

Abstract: The Kapanca tradition is an important sequence in the customary marriage system of the Mbojo ethnic group and is still practiced by the community of Rontu Village, Raba District, Bima City. This article analyzes the implementation process of Kapanca and the social values embedded in it. The study employed a qualitative approach with an ethnographic case-study design. Data were collected through observation, interviews with traditional leaders, community leaders, families involved in the ceremony, and local residents, as well as documentation of customary activities. The data were analyzed through condensation, presentation, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that Kapanca is implemented through preparation, opening, core ritual, and closing stages. The ceremony does not merely mark the readiness of the bride-to-be to enter married life; it also functions as a space for reproducing social values. The main values identified include mutual cooperation, kinship, respect for customs and ancestors, religiosity, collective responsibility, and social solidarity. These values are reflected in family deliberation, role sharing, preparation of ritual equipment, application of henna, collective prayer, moral advice, and community participation in completing the event. The findings indicate that Kapanca functions as a mechanism for cultural preservation, social education, and the strengthening of social cohesion within the Mbojo community amid contemporary social change. Abstrak: Tradisi Kapanca merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Suku Mbojo yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Artikel ini bertujuan menganalisis prosesi pelaksanaan Kapanca dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus-etnografis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga pelaksana, dan warga, serta dokumentasi kegiatan adat. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapanca dilaksanakan melalui tahap persiapan, pembukaan, pelaksanaan inti, dan penutup. Prosesi ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda kesiapan calon pengantin perempuan memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi juga sebagai ruang reproduksi nilai sosial. Nilai-nilai utama yang ditemukan meliputi gotong royong, kekeluargaan, penghormatan terhadap adat dan leluhur, religiusitas, tanggung jawab kolektif, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut tampak dalam musyawarah keluarga, pembagian peran masyarakat, penyiapan perlengkapan adat, pemasangan inai, doa bersama, pemberian nasihat, serta partisipasi warga dalam menyelesaikan rangkaian acara. Temuan ini memperlihatkan bahwa Kapanca berperan sebagai mekanisme pelestarian budaya, pendidikan sosial, dan penguatan kohesi komunitas Mbojo di tengah perubahan sosial kontemporer.
Work-Life Balance sebagai Prediktor Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru Puja Sabil Abida; Eddy Noviana; Muhammad Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19551

Abstract

Abstract: Work-life balance has become an important factor influencing teachers’ professional performance, as teachers are required to manage various responsibilities in both professional and personal domains. Elementary school teachers face multiple demands, including teaching activities, administrative responsibilities, student guidance, and social roles within the community. Therefore, maintaining a balance between work and personal life is essential to support effective teacher performance. This study aims to analyze the level of work-life balance, the level of teacher performance, and the effect of work-life balance on the performance of elementary school teachers in Tenayan Raya District, Pekanbaru. This study employed a quantitative approach using a survey method. The research sample consisted of 96 elementary school teachers selected through a total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire based on work-life balance indicators developed by Fisher et al. and teacher performance indicators proposed by Supardi. The data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression analysis with the assistance of SPSS version 24. The results showed that the levels of work-life balance and teacher performance were categorized as moderate. The regression analysis revealed that work-life balance had a positive and significant effect on teacher performance, as indicated by a significance value of 0.000 (<0.05). These findings indicate that better work-life balance contributes to improved teacher performance in carrying out professional responsibilities. This study highlights the importance of institutional support and teacher welfare policies that promote a healthy balance between professional demands and personal life as part of efforts to improve the quality of elementary education. Abstrak: Keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance) menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Guru sekolah dasar menghadapi berbagai tuntutan, seperti pelaksanaan pembelajaran, administrasi pendidikan, serta peran sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat, sehingga kemampuan mengelola keseimbangan peran menjadi aspek penting dalam mendukung kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat work-life balance, tingkat kinerja guru, serta pengaruh work-life balance terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 96 guru sekolah dasar yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work-life balance dan kinerja guru berada pada kategori sedang. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mendukung peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kebijakan kesejahteraan guru dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja perlu menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan dasar.
Preferensi Bacaan Cetak dan Digital sebagai Sumber Informasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Masyarakat Angkatan 2022-2024 Tika Fazira; Eddy Noviana; Muryanti
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19600

Abstract

Abstract: This study aims to describe students’ preferences for printed and digital reading materials as sources of learning information among Community Education students in the 2022, 2023, and 2024 cohorts. A descriptive quantitative approach with a survey method was employed. The population consisted of 209 active students, and the minimum sample size was calculated using the Slovin formula with a 7% margin of error. A total of 108 complete responses were analyzed. Data were collected through an online questionnaire consisting of 30 items based on seven preference indicators: frequency of media use, accessibility, learning efficiency, comfort, ease of use, academic needs, and reading habits. The instrument was validated through expert judgment, and the data were analyzed using descriptive statistics in the form of frequencies and percentages. The results show that digital reading materials were dominant for academic reference use, with 77% of respondents choosing digital materials and 23% choosing printed materials. Digital sources were also preferred for assignment completion, while printed materials were more strongly associated with focus and comprehension, selected by 73% and 72% of respondents respectively. Overall, students did not view printed and digital reading materials as mutually exclusive. Digital reading supports fast access and practical academic needs, whereas printed reading supports concentration and deeper understanding. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan preferensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat terhadap penggunaan bacaan cetak dan digital sebagai sumber informasi belajar pada angkatan 2022, 2023, dan 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 209 mahasiswa aktif, sedangkan ukuran sampel minimum dihitung menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 7%. Data yang dianalisis berasal dari 108 responden yang mengisi kuesioner secara lengkap. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang memuat 30 butir pertanyaan berdasarkan tujuh indikator preferensi, yaitu frekuensi penggunaan media, aksesibilitas, efisiensi dalam belajar, kenyamanan, kemudahan penggunaan, kebutuhan akademik, dan kebiasaan membaca. Instrumen divalidasi melalui penilaian ahli, sedangkan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacaan digital lebih dominan sebagai referensi akademik, yaitu dipilih oleh 77% responden, sedangkan bacaan cetak dipilih oleh 23% responden. Bacaan digital juga lebih banyak digunakan untuk mendukung penyelesaian tugas, sementara bacaan cetak lebih banyak dipilih untuk membantu fokus belajar sebesar 73% dan pemahaman materi sebesar 72%. Secara keseluruhan, bacaan cetak dan digital tidak saling menggantikan, tetapi saling melengkapi sesuai dengan tujuan belajar mahasiswa.  
Studi Kasus Pengelolaan Program Orang Tua Berdaya dalam Pengembangan Pendidikan Keluarga di Desa Kebaman Banyuwangi Ofri Somanedo; Didik Kurniawan; Arini Milla Chanifa; Deditiani Tri Indrianti; Muhammad Irfan Hilmi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19671

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the management of the Empowered Parents Program and its impact on community participation in developing family education in rural areas, namely Kebaman Village, Srono, Banyuwangi. Through a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with 5 informants including 2 parents of program participants, 2 cadres, and 1 facilitator, participatory observation, and documentation studies. Data is analyzed thematically through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results showed that increased attendance, involvement in discussions, parenting practices, or support for children's activities showed a positive contribution. Program management is carried out through the stages of planning family needs, conducting training and group discussions, and monitoring through cadre assistance and observation of family activities. Cadres play an active role in facilitating communication, providing motivation, and accompanying parents in family education activities. The form of community participation can be seen from the increased presence of parents in program activities, involvement in group discussions, and support for learning activities and childcare at home. Despite obstacles in the form of limited time and facilities, community support and cadre involvement are factors that support the sustainability of the program. This study recommends strengthening the monitoring and evaluation system so that the program can run more sustainably. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan Program Orang Tua Berdaya dan dampaknya terhadap partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan keluarga di wilayah pedesaan yakni Desa Kebaman, Srono, Banyuwangi. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 informan diantaranya 2 orang tua peserta program, 2 kader, dan 1 fasilitator, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program berkontribusi pada meningkatnya kehadiran peserta, keterlibatan dalam diskusi kelompok, penerapan praktik pengasuhan positif, serta dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak. Pengelolaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan kebutuhan keluarga, pelaksanaan pelatihan dan diskusi kelompok, serta monitoring melalui pendampingan kader dan observasi kegiatan keluarga. Kader berperan aktif dalam memfasilitasi komunikasi, memberikan motivasi, dan mendampingi orang tua dalam kegiatan pendidikan keluarga. Bentuk partisipasi masyarakat terlihat dari meningkatnya kehadiran orang tua dalam kegiatan program, keterlibatan dalam diskusi kelompok, serta dukungan terhadap kegiatan belajar dan pengasuhan anak di rumah. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan komunitas dan keterlibatan kader menjadi faktor pendukung keberlangsungan program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring dan evaluasi agar program dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2026): September Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol 8, No 1 (2022): Maret Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): September Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Maret Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 3 No. 2 (2017): September Vol 3, No 2 (2017): September Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 3, No 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Vol. 2 No. 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret More Issue