cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Reformulasi Pengaturan Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan dalam Perspektif Reorientasi Kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota Boymau, Melkianus; Yohanes, Saryono; Kase, Dhesy A.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4131

Abstract

Penelitian ini menganalisis implikasi sentralisasi kewenangan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020. Pasca-Reformasi, Indonesia mengadopsi prinsip desentralisasi, yang awalnya memberikan kewenangan signifikan kepada Pemerintah Daerah di sektor pertambangan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009. Namun, revisi legislatif berturut-turut, termasuk Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, mereduksi kewenangan daerah dan mengembalikan kontrol penuh kepada Pemerintah Pusat. Meskipun sentralisasi ini dijustifikasi untuk mengatasi inefektivitas sebelumnya dan didukung oleh Mahkamah Konstitusi, penelitian ini menemukan bahwa kebijakan tersebut gagal mencapai tujuannya dan justru memperburuk kondisi di lapangan. Studi kasus penambangan batu berwarna di Kabupaten TTS menunjukkan kegagalan sentralisasi yang multidimensional. Sentralisasi mengikis otonomi daerah, melemahkan legitimasi Pemerintah Kabupaten/Kota, menciptakan kerentanan fiskal, serta memicu permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan yang serius. Kesenjangan kapasitas, keterbatasan sumber daya dan hambatan partisipasi publik di tingkat Provinsi dan Pusat mengakibatkan inefektivitas pembinaan dan pengawasan dan memicu korupsi, sementara dampak negatif seperti kerusakan lingkungan dan konflik sosial terus terjadi. Ketidaksesuaian antara prinsip desentralisasi konstitusional (das sollen) dan implementasi kebijakan empiris (das sein) ini mendorong perlunya reformulasi hukum. Penelitian ini merekomendasikan pengembalian kewenangan pembinaan dan pengawasan pertambangan rakyat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota secara atribusi, yang didukung oleh peningkatan kapasitas daerah, sinergi antar-pemerintah dan penyusunan aturan yang lebih adil. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih seimbang, efektif dan berkelanjutan, serta memulihkan kepercayaan publik.
Work Motivation as a Mediating Factor in the Relationship Between Personality, Competence, and Employee Performance at PT Padmatirta Wisesa Zunaidi, Imam; Sundjoto, Sundjoto; Rahayu, Sri; Fitrianty, Rifda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4132

Abstract

This article analyzes the strategic role of work motivation in mediating the influence of personality and competence on employee performance at PT Padmatirta Wisesa, operating in the FMCG distribution industry where operational speed and service quality are crucial. Current declines in performance indicators show an urgent need to improve employee attributes and capabilities to remain competitive. A quantitative survey method was implemented, with 35 employees involved as a complete sample. The collected data were evaluated using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to measure structural relationships and mediation significance. The statistical findings demonstrate that both personality and competence have significant positive direct effects on performance, and competence is identified as the dominant factor. Moreover, motivation significantly strengthens these effects, indicating that employees’ strengths in character and knowledge must be supported by a strong intention to achieve in order to deliver superior outcomes. These insights suggest that organizations should not only focus on enhancing skills and knowledge but also design interventions that boost motivational conditions, including performance-based incentives, recognition mechanisms, and career progression accessibility. The study recommends that future investigations expand the proposed model by integrating factors such as organizational climate, workload pressure, or digital readiness to better understand performance determinants in distribution-based environments.
Redesain Interior Cafe Ruang Rasa Dengan Konsep Minimalis Industrial Handayani, Dwi Liza; Ramadhani, Ivo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4133

Abstract

Perkembangan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, memengaruhi tren dalam memilih tempat bersosialisasi dan bersantai, salah satunya melalui meningkatnya popularitas cafe. Cafe tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang erat kaitannya dengan suasana dan desain interior. Fenomena ini berdampak pada pertumbuhan jumlah cafe di kota-kota besar seperti Medan, yang kemudian menimbulkan persaingan untuk menarik pengunjung melalui konsep ruang yang menarik dan nyaman. Salah satu cafe yang terdampak adalah Cafe Ruang Rasa, yang sebelumnya dikenal dengan nama Hoka Ramen. Sejak berganti konsep pada tahun 2025, cafe ini menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah pengunjung pascapandemi, kondisi interior yang kurang terawat, serta tata ruang dan estetika yang belum mampu merepresentasikan identitas visual yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan redesain interior Cafe Ruang Rasa dengan menerapkan konsep minimalis industrial sebagai strategi menciptakan suasana yang kekinian, modern, dan fungsional. Konsep ini memadukan kesederhanaan visual minimalis dengan kekuatan karakter material ekspos industrial, melalui penggunaan elemen baja, beton, kayu, serta warna netral dan gelap. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan identitas visual yang kuat, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memenuhi kebutuhan target pasar yang didominasi oleh generasi muda, milenial, dan kalangan urban. Dengan demikian, penerapan konsep minimalis industrial pada Cafe Ruang Rasa tidak hanya menjadi strategi desain interior, tetapi juga sebagai upaya memperkuat daya tarik cafe di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat.
Analyzing Illocutionary Acts in Lewis Hamilton and Ferrari Team Conversation on Radio in Formula One Race in Miami GP 2025 Sitorus, Sarah Safika; Zuki, Nabila; Hamdi, Ibnati Faiza; Dhanisa, Anggun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4134

Abstract

This research aims to identify the illocutionary acts found in the conversation between Lewis Hamilton and the Ferrari team during the Formula One Miami Grand Prix 2025. The conversation contains several sarcastic and frustration-driven exchanges, making it relevant to analyze the types and functions of illocutionary acts produced by a top athlete and a leading race-car team in a high-pressure competitive context. The study adopts a qualitative research design using content analysis as the primary methodology. The data were collected from radio communication recorded during the live race broadcast and were analyzed through several systematic steps. Searle’s (1976) classification of illocutionary acts serves as the main theoretical framework for identifying and categorizing the utterances. The findings indicate that four types of illocutionary acts emerge throughout the conversation: assertives, directives, commissives, and expressives. Specifically, the data reveal the presence of four assertive utterances, three directive utterances, two commissive utterances, and two expressive utterances. Assertive acts function to state or complain, while directive acts are used to ask or instruct. Commissive acts reflect commitments or vows, and expressive acts function to criticize or express emotional reactions. The most dominant category is assertive, suggesting that Lewis Hamilton frequently conveyed strong emotional responses such as irritation, disappointment, and restrained anger, often expressed with a sarcastic tone. These findings illustrate how emotional intensity and competitive pressure shape communication patterns between drivers and team engineers in professional motor racing.
The Impact of Mobile Banking Services on Customer Satisfaction in the Digital Era at PT. Bank Sumut Syariah KCP Hamparan Perak Rahman, Raudatu Jannah; Miko, Jeroh; Rizki, Bagus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4135

Abstract

The purpose of this study is to examine the impact of mobile banking services on customer satisfaction in the context of digitalization at PT. KCP Hamparan Perak Bank Sumut Syariah. Along with the rapid development of digital technology in the banking sector, mobile banking has become an essential service to improve efficiency, convenience, and overall customer experience. This study employs an associative quantitative research approach to analyze the relationship between mobile banking service quality and customer satisfaction. Primary data were collected through the distribution of structured questionnaires to respondents who actively use mobile banking services. The research population consisted of 1,200 customers of PT. KCP Hamparan Perak Bank Sumut Syariah. Using a purposive sampling technique and the Slovin formula, a sample of 100 respondents was obtained. The collected data were analyzed using multiple linear regression to determine the influence of various mobile banking service dimensions on customer satisfaction. The findings indicate that mobile banking services have a positive and significant effect on customer satisfaction. Among the examined dimensions, information accuracy emerged as the most statistically significant factor affecting customer satisfaction, with a p-value of 0.017. This result highlights the importance of providing accurate, reliable, and timely information through mobile banking platforms. Other factors, including service confirmation, call center access, data confidentiality, and application display, also contribute positively to customer satisfaction, although their effects are relatively less significant. Overall, this study concludes that enhancing mobile banking service quality can strengthen customer trust.
Pengaruh Intellectual Capital, Growth Opportunity, terhadap Nilai Perusahaan Halawa, Erimina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh Intellectual Capital dan Growth Opportunity terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Di tengah fluktuasi ekonomi global, sektor energi dituntut untuk mengoptimalkan aset tidak berwujud dan strategi ekspansi guna mempertahankan daya saing di pasar modal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews 13. Populasi penelitian mencakup 90 perusahaan sektor energi. Dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, diperoleh sampel sebanyak 14 perusahaan dengan total 70 observasi selama lima tahun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, Intellectual Capital dan Growth Opportunity berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Secara parsial, Intellectual Capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi dalam mengelola pengetahuan, keterampilan karyawan, dan inovasi struktural menjadi sinyal positif bagi investor dalam menilai prospek perusahaan. Demikian pula, Growth Opportunity terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang memiliki peluang ekspansi tinggi dipandang memiliki potensi profitabilitas masa depan yang lebih besar, sehingga meningkatkan ekspektasi dan kepercayaan pasar yang tercermin pada harga saham. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal intelektual dan pemanfaatan peluang pertumbuhan merupakan pilar utama dalam meningkatkan nilai pasar. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah variabel moderasi atau kontrol seperti kebijakan dividen, ukuran perusahaan, serta memperluas cakupan sektor industri agar memperoleh hasil yang lebih general dan komprehensif.
Intelligent Resource Orchestration System for AI-Driven Digital Commerce Platforms Using Reinforcement Learning sholikhaq, amelia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4137

Abstract

his study proposes an intelligent resource orchestration system for AI-driven digital commerce platforms using a reinforcement learning (RL) framework to address growing challenges in dynamic workload management, latency reduction, and service efficiency. Grounded in contemporary advances in machine learning–based cloud orchestration, the research investigates the effectiveness of the Proximal Policy Optimization (PPO) algorithm in optimizing resource allocation under complex, non-stationary platform conditions. A simulation-based experimental design was employed, incorporating real-world platform logs and synthetic workload scenarios to evaluate system responsiveness, throughput, and cost efficiency relative to heuristic and threshold-based baselines. The findings demonstrate that the RL-driven orchestrator consistently outperforms conventional methods, achieving superior latency reductions, improved throughput stability, and enhanced adaptability during peak-load fluctuations. The results further show that the agent effectively learns optimal policies despite environmental uncertainty, validating the feasibility of model-free RL for large-scale digital commerce environments. The study contributes theoretically by extending sequential decision-making models to digital commerce orchestration and practically by offering a scalable, autonomous solution that enhances platform performance. Limitations include the controlled simulation environment and the focus on a single RL algorithm, suggesting the need for real-world deployment and exploration of alternative RL variants in future research. Overall, the study strengthens the case for adopting RL-based orchestration as a foundational architecture for next-generation intelligent digital commerce systems.
Hubungan Konten Galih Pamungkas sebagai MUA Influencer dengan Keputusan Pembelian Produk Kosmetik LT Pro Taofan Ali Achmadi; Mia Hafizah Tumangger; Anisa Zahrotun Nikmah; Monica Tri Wahyuningtyas; Ina Aulia Mumtahanah; Adzra Nahda Humairaa Yusuf; Siti Asroriah Al-Wasilah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4138

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara konten Galih Pamungkas sebagai Make Up Artist (MUA) influencer dan keputusan pembelian produk kosmetik LT Pro. Perkembangan industri kosmetik serta intensitas penggunaan media sosial telah mendorong konsumen menjadikan konten influencer sebagai salah satu sumber informasi sebelum membeli produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan survei. Data diperoleh melalui kuesioner dari 78 responden yang pernah melihat konten Galih Pamungkas pada media sosial dan mengenal produk LT Pro. Pengujian instrumen dilakukan melalui uji validitas Pearson Product Moment dan reliabilitas Cronbach’s Alpha. Hasil pengujian menunjukkan seluruh butir pernyataan pada variabel konten influencer dan keputusan pembelian valid serta reliabel. Uji normalitas memperlihatkan salah satu variabel tidak berdistribusi normal sehingga hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,594 dengan nilai signifikansi 0,000 atau lebih kecil dari 0,01. Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara konten Galih Pamungkas dan keputusan pembelian produk kosmetik LT Pro. Semakin informatif, menarik, relevan, dan meyakinkan konten yang diterima audiens, semakin tinggi kecenderungan konsumen mempertimbangkan serta membeli produk. Penelitian ini menegaskan bahwa kredibilitas profesional MUA, kualitas penyajian visual, dan kejelasan informasi produk merupakan unsur penting dalam influencer marketing. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi LT Pro dan merek kosmetik lokal dalam memilih influencer yang relevan, mengembangkan konten edukatif, serta memperkuat interaksi dengan konsumen pada kanal digital.
Mengelola Konflik Antar-Generasi di Kota Bandar Lampung: Perspektif Manajemen Konflik Gunawan, Rafli Samdy; Rosalia, Feni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4139

Abstract

Kota Bandar Lampung sebagai wilayah perkotaan multietnis memiliki tingkat kerentanan terhadap konflik horizontal, khususnya yang dipicu oleh penyebaran ujaran kebencian berbasis etnis di media sosial. Dinamika keberagaman identitas, jika tidak dikelola secara tepat, berpotensi melemahkan kohesi sosial dan stabilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan karakteristik ujaran kebencian etnis, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong kemunculannya, serta menelaah implikasinya terhadap hubungan sosial antarkelompok. Selain itu, studi ini merumuskan strategi manajemen konflik yang relevan dan kontekstual bagi wilayah perkotaan multietnis. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis konten dan triangulasi sumber data yang berasal dari jurnal ilmiah, regulasi pemerintah, laporan media massa, serta data statistik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ujaran kebencian etnis berkorelasi dengan rendahnya literasi digital masyarakat, menguatnya polarisasi identitas, serta minimnya ruang dialog dan forum mediasi antaretnis. Pendekatan hukum yang bersifat represif dinilai belum efektif apabila tidak disertai dengan tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, dan tokoh adat. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi berbasis komunitas, penguatan literasi digital, serta internalisasi nilai budaya lokal Lampung memiliki peran penting dalam mitigasi konflik. Studi ini menawarkan model manajemen konflik berbasis lokal yang mengintegrasikan mekanisme deteksi dini, pencegahan, dan rekonsiliasi budaya. Temuan penelitian mendukung penguatan kebijakan pencegahan konflik melalui pendekatan edukatif dan multi-aktor guna menjaga kohesi sosial di Kota Bandar Lampung.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Utama, Setya Putra; Arifin, Arifin; Darnawati, Darnawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo yang berjumlah 132 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria pegawai tetap menghasilkan 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 poin. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) melalui software SmartPLS 3.0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β = 0,973; p = 0,000); (2) kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung (β = 0,010; p = 0,953); (3) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,358; p = 0,049); (4) kepuasan kerja memediasi secara penuh (full mediation) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai. Kecerdasan emosional mempengaruhi kinerja pegawai secara tidak langsung melalui kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai dengan kecerdasan emosional tinggi akan lebih puas dalam bekerja, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja mereka. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah pentingnya Bank Indonesia Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan program pelatihan kecerdasan emosional dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan kerja pegawai.