cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,486 Documents
Comparison of MOORA and WASPAS in the Banyuwangi Nature Tourism Selection DSS Febiasterina, Dyapradita Eka; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Mahendra, Gede Surya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6063

Abstract

This study compares two multi-criteria Decision Support System (DSS) methods, Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) and Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS), for ranking natural tourism destinations in Banyuwangi Regency, Indonesia. Using a quantitative design, survey data were collected from 50 respondents who assessed 48 destinations using five criteria like facilities, entrance fee, safety, travel distance, and cleanliness. The analysis followed the CRISP-DM framework from business understanding through evaluation and interpretation. The MOORA method applied vector normalization and benefit cost optimization, while the WASPAS method combined weighted sum and weighted product models to produce preference scores. Results show that Bangsring Underwater emerged as the most competitive destination overall, achieving preference values of 0.1932 using MOORA and 0.6837 using WASPAS for Decision Maker 1. Sensitivity testing across ten weight variation scenarios indicated that WASPAS showed stronger individual level dominance, ranking the top alternative first in 8 of 10 scenarios, while MOORA ranked first in 7 of 10 scenarios. However, when extended to all respondents, MOORA demonstrated higher population level robustness and slightly higher average accuracy at 51.61% than WASPAS at 50.32%. These findings indicate a trade-off between stability and responsiveness. MOORA is preferable for generalized tourism planning involving diverse stakeholders, while WASPAS is better suited for adaptive or personalized recommendation contexts.
Determinan Dalam Membangun Retensi Pelanggan Produk Diy Melalui Optimalisasi Promosi, Orang, Proses, dan Bukti Fisik Di Kalimantan Barat Lin, Elvi Gui My; ristianto, Aloysius Hari K
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan menguji pengaruh elemen bauran pemasaran (marketing mix 7P) secara khusus dari aspek promosi, orang, proses,  dan bukti fisik terhadap minat beli ulang konsumen pada Toko Mr. DIY di Kabupaten Bengkayang. Persaingan ritel yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk memahami faktor pemasaran mana yang paling efektif dalam mempertahankan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan untuk menguji pengaruh empat variabel independen yaitu promosi, orang, proses, dan bukti fisik terhadap variabel dependen berupa minat beli ulang konsumen. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi, orang, proses, dan bukti fisik terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam mendorong intensitas pembelian kembali. Temuan ini menegaskan bahwa daya tarik promosi,  kualitas interaksi sumber daya manusia, efisiensi proses pelayanan, serta kenyamanan dan kelengkapan lingkungan fisik toko menjadi pilar utama dalam membangun retensi pelanggan di Toko Mr. DIY Bengkayang. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi manajerial bagi pihak perusahaan untuk lebih memprioritaskan strategi pemasaran yang berfokus pada aspek kualitas layanan dan atmosfer toko guna meningkatkan loyalitas konsumen di pasar lokal.  
Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Mendisiplinkan Guru di SMA Nurul Iman Palembang Nurrahmawati, Nyimas Andini; Zulkipli, Zulkipli; Saputra, Ade Akhmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6066

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk budaya kerja dan kedisiplinan guru di lingkungan sekolah. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang relevan dalam konteks pendidikan adalah kepemimpinan transformasional, yang menekankan keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mendisiplinkan guru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SMA Nurul Iman Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama kepala sekolah serta informan pendukung wakil kepala sekolah dan guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui empat indikator utama, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, yang berperan dalam meningkatkan kedisiplinan guru meliputi disiplin waktu, disiplin mengajar, disiplin berperilaku, dan disiplin administrasi. Faktor pendukung dalam penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mendisiplinkan guru di SMA Nurul Iman Palembang meliputi kompetensi dan kepribadian kepala sekolah, pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi sekolah, serta budaya kerja yang positif dan kondusif. Adapun faktor penghambat dalam penerapan kepemimpinan tersebut meliputi keterbatasan sistem monitoring kedisiplinan yang masih bersifat manual serta kondisi pribadi guru yang beragam. Secara keseluruhan, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan dalam membina kedisiplinan guru melalui pendekatan yang persuasif dan berorientasi pada pemahaman individu.
Pengaruh Tunjangan Pegawai dan Fasilitas Kantor terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa Pualillin, Ermiaty Febrini Elviona; Ruma, Zainal; Burhanuddin, Burhanuddin; Haeruddin, M. Ikhwan Maulana; Natsir, Uhud Darmawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunjangan pegawai dan fasilitas kantor terhadap kinerja pegawai pada kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa yang berjumlah 51 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh variabel independen (tunjangan pegawai dan fasilitas kantor) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tunjangan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,017 < 0,05, dengan koefisien regresi 0,412; (2) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas personel dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dengan koefisien regresi 1,381; dan (3) Disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas personel dengan nilai Fhitung 75,754 > 3,19 Ftabel dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,749. Artinya, 74,9% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tunjangan pegawai dan fasilitas kantor secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kelancaran Penerimaan tunjangan oleh pegawai dan ketersediaan fasilitas kerja yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Reframing Cybersecurity Risk in Social Media through Digital Intimacy and Relational Exposure Khairati, Fajrul; Putra, Hasdi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6069

Abstract

Cybersecurity research has traditionally focused on technical vulnerabilities, malicious attacks, and organizational safeguards to protect digital infrastructure. Although socio-technical perspectives have gained attention, everyday digital practices remain insufficiently examined as sources of cybersecurity risk. Concurrently, social media platforms have normalized digitally mediated intimacy, including public displays of affection (digital PDA), which embed emotionally salient and relational data into platform-based information systems. These practices introduce exposure mechanisms that are not adequately captured by conventional, technically bounded, and intent-based cybersecurity models. This article reframes cybersecurity risk by conceptualizing digital PDA as a distinct form of behavioural and relational exposure. Through an integrative conceptual synthesis of cybersecurity risk management, behavioural cybersecurity, and digital intimacy literature, the study demonstrates that digital PDA differs fundamentally from general digital oversharing. Digital PDA is relationally embedded, emotionally driven, cumulative over time, and amplified by platform affordances such as algorithmic recommendation, data persistence, and content resurfacing. As a result, intimacy-driven disclosures generate exposure that extends beyond individual users and evolves independently of the original act of sharing. The article develops conceptual frameworks that position digital PDA across multiple cybersecurity risk domains, including human, procedural, platform, and governance risks. By foregrounding relational exposure, this study advances behavioural cybersecurity beyond awareness and compliance-centric assumptions and contributes to information systems research by clarifying how platform design and governance shape cybersecurity risk. The findings provide a foundation for future empirical research and more context-sensitive cybersecurity and digital governance strategies in social media–driven environments.
Pengaruh Brand Image, Kualitas Produk dan Electronic Word of Mouth (EWom) terhadap Keputusan Pembelian pada Produk MS Glow (Survey Terhadap Generasi Z di Kota Bandung) Sitanggang, Pernando; Karamang, Ezra; Muttaqin, Ridlwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Image, Kualitas Produk, dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap Keputusan Pembelian produk MS Glow pada Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan industri skincare di Indonesia serta perubahan perilaku konsumen Generasi Z yang sangat dipengaruhi oleh media digital dan informasi online. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z di Kota Bandung yang pernah membeli atau menggunakan produk MS Glow. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Brand Image, Kualitas Produk, dan eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Nilai koefisien determinasi sebesar 67,7% menunjukkan bahwa variasi Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh Brand Image, Kualitas Produk, dan eWOM, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian Generasi Z terhadap produk MS Glow tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk, tetapi juga oleh citra merek serta ulasan dan informasi yang beredar di media online. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan berorientasi pada konsumen muda.
Evaluasi Strategi Retrofitting Seismik pada Bangunan Eksisting: Analisis Komparatif Sistem Isolasi Dasar dan Sistem Peredam pada Bangunan Bertingkat Menengah Hariyanto, Ifarrel Rachmanda; Yudoprasetyo, Kohar; Wibowo, Yosi Noviari; Mansur, Moh. Safi'i; Rosyidi, Moh. Fadhlan; Fauzan, Irfan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6071

Abstract

Bangunan eksisting di wilayah rawan gempa memerlukan strategi retrofitting seismik yang efektif untuk meningkatkan ketahanan struktural. Penelitian ini melakukan evaluasi komparatif terhadap dua strategi retrofitting utama: sistem isolasi dasar (base isolation) dan sistem peredam (damping system) pada bangunan bertingkat menengah (8-12 lantai). Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga nonlinier dengan pemodelan struktur beton bertulang yang mewakili bangunan tipikal di Indonesia. Tiga konfigurasi dianalisis: (1) struktur base-fix sebagai kontrol, (2) struktur dengan sistem isolasi dasar menggunakan High Damping Rubber Bearing (HDRB), dan (3) struktur dengan sistem peredam viscous damper. Pembebanan gempa menggunakan rekaman akselerogram gempa Sumatra Barat 2009 yang diskala sesuai respons spektrum desain SNI 1726:2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem isolasi dasar mampu mengurangi gaya geser dasar hingga 75,7% dan percepatan lantai hingga 78,8%, namun menghasilkan perpindahan lateral yang lebih besar (300% dari base-fix). Sebaliknya, sistem peredam mengurangi gaya geser dasar sebesar 65,7% dengan perpindahan yang lebih terkontrol (100% peningkatan). Analisis biaya siklus hidup menunjukkan sistem peredam memiliki keunggulan ekonomis dengan total biaya 19% lebih rendah dibanding isolasi dasar. Studi ini merekomendasikan pemilihan strategi berdasarkan kriteria spesifik: isolasi dasar untuk perlindungan maksimal elemen non-struktural dan isi bangunan, sedangkan sistem peredam untuk efisiensi biaya dengan perlindungan struktural yang memadai.
Perbandingan Metode Forward Chaining, Certainty Factor, dan Fuzzy pada Sistem Pakar Prastomo, Andi; Syuhardi, Yossi Indrawati; Mardiyati, Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6072

Abstract

Sistem pakar merupakan salah satu penerapan kecerdasan buatan yang masih relevan dalam mendukung proses pengambilan keputusan pada berbagai domain seperti kesehatan, pendidikan, industri, dan layanan publik. Keberhasilan sistem pakar sangat dipengaruhi oleh metode inferensi yang digunakan dalam menalar fakta dan menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode inferensi yang umum diterapkan pada sistem pakar, yaitu Forward Chaining, Certainty Factor, dan Fuzzy Logic, sehingga dapat diperoleh pemahaman mengenai karakteristik, keunggulan, serta keterbatasan masing-masing metode. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka terstruktur dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan pencarian literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi (rentang 2016–2025), ekstraksi informasi, serta sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Forward Chaining efektif digunakan pada sistem pakar berbasis aturan deterministik karena proses inferensinya transparan dan mudah ditelusuri, namun kurang optimal dalam menangani ketidakpastian. Certainty Factor mampu mengakomodasi ketidakpastian melalui nilai tingkat keyakinan pada kesimpulan, sehingga cocok untuk sistem diagnosis yang gejalanya tidak selalu lengkap, tetapi bergantung pada bobot pakar yang bersifat subjektif. Sementara itu, Fuzzy Logic unggul dalam memodelkan data kontinyu dan variabel linguistik yang samar melalui derajat keanggotaan, namun memerlukan desain membership function yang akurat. Penelitian ini menegaskan bahwa tidak terdapat satu metode terbaik untuk seluruh domain, sehingga pemilihan metode inferensi perlu disesuaikan dengan karakteristik data dan kebutuhan output. Selain itu, pengembangan metode hybrid dan peningkatan aspek explainability menjadi arah pengembangan sistem pakar modern.
Perceived Organizational Support, Culture, and Justice on Hospitality Performance in Semarang Wiratama, Ardy; Junianingrum, Sherli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived organizational support, organizational culture, dan organizational justice terhadap performa karyawan pada industri perhotelan di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan hotel berbintang yang memiliki masa kerja minimal satu tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational culture dan organizational justice berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi yang kuat, nilai-nilai kerja yang jelas, serta penerapan keadilan organisasi yang konsisten mampu meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan di sektor perhotelan. Sementara itu, perceived organizational support tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap performa karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi belum secara langsung dirasakan sebagai faktor utama dalam meningkatkan performa individu. Namun demikian, secara simultan perceived organizational support, organizational culture, dan organizational justice terbukti berpengaruh signifikan terhadap performa karyawan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peran budaya dan keadilan organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi peningkatan performa karyawan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia serta menjadi referensi praktis bagi manajemen hotel dalam merumuskan kebijakan pengelolaan karyawan yang berorientasi pada peningkatan performa dan keberlanjutan organisasi  
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT Bank Central Asia Tbk KCU Tasikmalaya Yanti, Yanti; Meutia, Nabilagima; Hilman, Acep
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6074

Abstract

Jumlah nasabah PT Bank Central Asia (BCA) terus meningkat, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bank swasta terbesar di Indonesia. Namun, kondisi ini disertai kendala pelayanan seperti lamanya waktu tunggu, biaya administrasi tinggi, keterbatasan petugas pada jam sibuk, serta kurangnya edukasi layanan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah di KCU BCA Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 100 responden melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana, korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah, dengan hubungan yang kuat dan variasi kepuasan sebagian besar dijelaskan oleh kualitas layanan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kecepatan pelayanan, penambahan petugas, penyesuaian biaya administrasi, serta edukasi layanan digital. Hal tersebut menunjukan bahwa kepuasan nasabah menjadi elemen kunci dalam membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumennya. Nasabah yang puas cenderung loyal, melakukan transaksi ulang, dan jarang berpindah ke pesaing. Oleh karena itu, menjaga kepuasan nasabah merupakan strategi penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Penelitian merekomendasikan peningkatan efektivitas SDM, optimalisasi sosialisasi layanan digital, dan evaluasi kebijakan biaya administrasi untuk memperkuat kepuasan nasabah. Peningkatan kualitas layanan di BCA KCU Tasikmalaya terbukti berperan penting dalam meningkatkan kepuasan nasabah, sehingga pihak bank perlu terus mempertahankan kualitas pelayanan dan melakukan inovasi berkelanjutan untuk menjaga loyalitas serta kepercayaan nasabah