cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Financing Decisions Through a Gender Lens: A Systematic Review Mentari, Sriyani; Palasari, Rr Suci; Makaryanawati, Makaryanawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.419

Abstract

Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji bagaimana gender dan gender role memengaruhi keputusan pendanaan perusahaan. Melalui analisis terhadap 32 studi empiris, tinjauan ini mengungkapkan bahwa representasi gender dalam literatur masih didominasi oleh pendekatan biner (jenis kelamin) atau institusional (proporsi wanita di dewan direksi), meskipun pendekatan berbasis gender role (maskulinitas/feminitas) mulai berkembang dan memberikan pemahaman yang lebih kontekstual. Hasil telaah juga menunjukkan bahwa gender berperan dalam membentuk preferensi risiko, akses terhadap pendanaan, dan kerentanan terhadap bias institusional. Pengusaha wanita cenderung memilih pendanaan internal dan utang jangka pendek, sementara pengusaha pria lebih terbuka terhadap pendanaan eksternal yang berisiko. Hasil analisis terkait peran gender role menunjukkan bahwa investor masih memiliki bias terhadap pengusaha yang memiliki karakteristik feminin meskipun kompetensi mereka setara dengan pengusaha dengan karakter maskulin. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan inklusif untuk meningkatkan diversitas gender dalam kepemimpinan perusahaan serta kesadaran akan bias gender dalam keputusan pendanaan perusahaan. Penelitian ini berkontribusi pada integrasi perspektif behavioral finance dan diversitas gender dalam memahami dinamika keputusan pendanaan perusahaan.
Interaksi Sosial Bani Alawiyyin dalam Masyarakat Multikultur di Desa Kwalabesar Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Hendra Marhum; Yowan Tamu; Funco Tanipu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola, mekanisme, dan makna interaksi sosial Bani Alawiyyin sebagai kelompok minoritas di Desa Kwalabesar, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol. Masyarakat desa terdiri atas berbagai etnis, dengan etnis Buol sebagai kelompok mayoritas, sementara Bani Alawiyyin berjumlah 71 jiwa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh Bani Alawiyyin, tokoh adat, pemuda, petani, pelaku usaha, dan pemerintah desa, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori Aksi Talcott Parsons digunakan untuk menelaah hubungan antara aktor, tujuan, sarana, kondisi situasional, dan norma yang mengarahkan tindakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi terbentuk melalui tiga ranah yang saling berkaitan. Pada ranah sosial, keterbukaan komunikasi, persahabatan lintas etnis, gotong royong, dan pemisahan antara perilaku individual dengan identitas kelompok mencegah konflik berkembang menjadi ketegangan antaretnis. Pada ranah budaya, Bani Alawiyyin mempertahankan identitas inti, terutama adat pernikahan, sambil berpartisipasi dalam tradisi lokal Jamah dan menyesuaikan praktik internal. Pada ranah ekonomi, konsistensi pelayanan perdagangan dan pembelian hasil pertanian menciptakan resiprositas, kepercayaan, serta ketergantungan fungsional. Temuan menegaskan bahwa keharmonisan multikultural bukan kondisi yang terbentuk secara otomatis, melainkan hasil tindakan sukarela dan rasional yang dipandu norma toleransi, saling menghormati, dan tujuan integrasi sosial.
Pengaruh Corporate Social Responsibility, Growth Opportunity, dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Chaniago, Ricka Hidayati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), Growth Opportunity, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Penelitian menggunakan data panel dengan total 165 observasi yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024. Data diolah menggunakan perangkat lunak EViews dengan pendekatan kuantitatif asosiatif. Nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q, CSR diukur melalui indeks pengungkapan CSR berbasis GRI, growth opportunity diukur menggunakan rasio market-to-book, sedangkan struktur modal diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi kriteria kelayakan analisis. Berdasarkan hasil olah data dengan estimasi menggunakan Random Effect Model, variabel CSR terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t-statistic sebesar 94,51696 dan probabilitas 0,0000. Variabel Growth Opportunity juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan probabilitas 0,0164. Sebaliknya, struktur modal tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan probabilitas 0,1413. Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F-statistic sebesar 3077,704 dengan probabilitas 0,0000. Temuan ini menegaskan bahwa CSR dan growth opportunity merupakan faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan struktur modal belum menunjukkan kontribusi signifikan dalam model penelitian ini. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan nilai perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamis.
Ameliorasi dan Peyorasi Istilah Medis dalam Diskursus Publik di Platform X Mahirsah, Meyvia Kiara; Ginanjar, Bakdal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4192

Abstract

Perubahan makna merupakan fenomena semantik yang produktif dalam bahasa Indonesia, terutama dalam ekosistem digital yang dinamis. Salah satu manifestasi dari perubahan ini adalah proses ameliorasi dan peyorasi yang terjadi pada terminologi medis yang semakin intens muncul dalam diskursus publik di platform media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran makna yang dialami oleh terminologi medis, dan (2) menganalisis konteks pragmatik yang berkontribusi terhadap terjadinya transformasi semantik tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat (observasi non-partisipan) dalam proses pengumpulan data. Korpus data penelitian terdiri dari lima belas (15) cuitan anonim dari platform X yang mengandung penggunaan istilah medis dengan makna yang telah bergeser. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan referensial untuk membandingkan makna leksikal (denotatif) dengan makna kontekstual, serta metode agih (distribusional) untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan lingkungan tuturan digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terminologi medis mengalami perubahan makna melalui proses metaforisasi. Proses ini menghasilkan: ameliorasi (peningkatan makna) pada istilah seperti positif, imun, overdosis, trauma, stabil, dan sehat; serta peyorasi (penurunan makna) pada istilah seperti drop, kronis, sesak, kritis, dan alergi. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kreativitas linguistik pengguna, kebutuhan ekspresif, dan dinamika interaksi sosial di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform X memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi inovasi semantik dan memperluas fungsi terminologi medis sebagai metafora sosial dalam komunikasi kontemporer.
Community Perceptions of The Challenges and Opportunities of Building an Eco-Industrial Park Ma’rifah, Aula Nurul; Anita, Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.420

Abstract

This research aims to find out the community's perception of the challenges and opportunities of building an eco-industrial park. This research uses a qualitative approach with data collection methods through interviews. The sample of this research is in gen-Z with accidental sampling method so that a sample of 116 respondents was obtained. The results showed that some people understand the importance of maintaining ecological balance in various industrial activities in the hope of reducing waste. However, regarding the eco-industrial park (EIP), there are still people who do not fully understand the concept of EIP and how to implement it. The EIP concept provides the benefit of encouraging innovation and resource efficiency. Support from the government, industry, academics, researchers, and the general public is still needed in order to jointly build an industrial park with the EIP concept.
Implementasi Good Corporate Governance pada Koperasi Sumber Agung Kebumen Wiratno, Adi; Lailiyah, Makhrurotul; Muharom, Eko Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4200

Abstract

Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik adalah pedoman yang efektif digunakan oleh koperasi untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pedoman bagi pengelola koperasi dengan mengelola manajemennya yang baik dengan memperhatikan kepentingan stakeholders. Penerapan good GCG pada koperasi dapat meningkatkan kinerja serta nilai koperasi  dengan memperhatikan prinsip-prinsip good corporate governance antara lain transparancy (keterbukaan), accountability (akuntabilitas), responsibility (responsibilitas), independency (kemandirian), dan fairness (kewajaran dan kesetaraan), dibutuhkan untuk tercapai kesinambungan usaha perusahaan. Penelitian dilakukan di Koperasi Sumber Agung Kebumen, dengan metode penelitian kualitatif. Fenomena masalahnya adalah menurunnya jumlah anggota koperasi akibat banyak anggota yang memilih untuk keluar dari keanggotaan koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip GCG belum berjalan secara optimal. Aspek transparansi belum terpenuhi, responsibilitas belum memenuhi harapan anggota. Prinsip independensi terhambat oleh dominasi anggota ASN lama dan tidak adanya regenerasi anggota baru.. Faktor pendukung implementasi GCG meliputi kekuatan aset koperasi dan adanya upaya diversifikasi usaha, sementara faktor penghambat mencakup penurunan jumlah anggota, lemahnya partisipasi, kredit bermasalah, dan ketidakmampuan koperasi beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda. Secara keseluruhan, lemahnya implementasi GCG berdampak pada menurunnya kinerja operasional, melemahnya loyalitas anggota, dan terancamnya keberlanjutan koperasi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola, inovasi layanan, dan strategi regenerasi anggota sebagai langkah utama revitalisasi koperasi.
Kajian Literatur: Dinamika Sosial dan Kewirausahaan dalam Usaha Gula Tebu: Studi tentang Modal Sosial dan Kemandirian Petani Musdalifah, Musdalifah; Syukur, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4201

Abstract

Industri gula tebu merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan agraria Indonesia karena secara langsung memengaruhi kesejahteraan petani dan dinamika sosial ekonomi perdesaan. Dalam dua dekade terakhir, berbagai studi menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha gula tebu tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis budidaya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh modal sosial, pola kewirausahaan, dan tingkat kemandirian petani. Artikel ini merupakan kajian literatur sistematis terhadap publikasi nasional dan internasional periode 2005–2025, bertujuan menganalisis hubungan antara dinamika sosial, modal sosial, dan kewirausahaan dalam mendorong kemandirian petani tebu. Kajian dilakukan melalui penyaringan 214 publikasi menjadi 73 artikel yang relevan menggunakan pendekatan PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding, bridging, dan linking berperan penting dalam memperkuat jaringan kerja sama, akses modal, transfer teknologi, serta perluasan pasar bagi petani. Sementara itu, kewirausahaan agrarian baik dalam bentuk diversifikasi produk tebu, inovasi pascapanen, hingga pengembangan usaha berbasis komunitas—terbukti meningkatkan pendapatan, mengurangi ketergantungan pada pabrik gula, dan memperkuat posisi tawar petani. Namun, berbagai hambatan struktural seperti ketergantungan harga pada industri gula, lemahnya kelembagaan petani, dan penguasaan pasar oleh aktor besar masih menjadi tantangan serius dalam pencapaian kemandirian yang berkelanjutan. Studi ini menegaskan perlunya penguatan kelembagaan lokal, revitalisasi koperasi modern, inovasi teknologi berbasis petani, serta kebijakan tata niaga yang lebih adil untuk mendukung transformasi sosial dan ekonomi komunitas petani tebu di Indonesia.
Pengaruh Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung Nurjanah, Sarah; Gumilar, Dedi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung. Latar belakang penelitian didasarkan pada adanya fluktuasi capaian kinerja pegawai sepanjang tahun 2024, yang menunjukkan ketidakkonsistenan hasil kerja serta adanya peningkatan ketidakhadiran dan keterlambatan pada bulan-bulan tertentu. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya permasalahan kedisiplinan, kenyamanan lingkungan kerja, dan tingkat kepuasan kerja pegawai yang belum optimal. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 40 responden. Seluruh data dianalisis melalui serangkaian pengujian, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta pengujian parsial dan simultan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan lingkungan kerja dan kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individual. Namun, ketika diuji secara simultan, ketiga variabel independen tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai BKAD Kabupaten Bandung. Nilai koefisien determinasi sebesar 78,5% mengindikasikan bahwa disiplin kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja secara kolektif mampu menjelaskan sebagian besar variasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kedisiplinan kerja serta perbaikan lingkungan dan kepuasan kerja sebagai strategi terintegrasi dalam upaya meningkatkan performa pegawai pada instansi pemerintah daerah.
Pendekatan Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Pusat Pelayanan Disabilitas Denpasar Rendra, Kadek Elsa Masari Devi; Sari, Putu Ratna Juwita; Arniti, Ni Ketut; Srikandi, Melati Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh tenaga pendidik dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Pusat Pelayanan Disabilitas (PLD) Kota Denpasar. Dalam pendidikan inklusif, komunikasi interpersonal menjadi elemen kunci yang berfungsi membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik, terutama bagi anak yang mengalami hambatan dalam berinteraksi, memahami bahasa, atau mengekspresikan diri. Melalui komunikasi yang tepat, guru mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan kognitif maupun sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk menggali pengalaman autentik para pendidik. Data dikumpulkan melalui observasi langsung aktivitas pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru serta tenaga pendukung, dan analisis dokumentasi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama komunikasi interpersonal yang diterapkan guru, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Keterbukaan terlihat dari kesediaan guru menerima informasi dan respons anak secara jujur; empati tampak melalui kemampuan memahami kondisi emosional anak; dukungan diberikan melalui penguatan verbal maupun nonverbal; sikap positif tercermin pada penggunaan bahasa yang lembut dan ekspresif; sementara kesetaraan diwujudkan melalui perlakuan yang menghargai martabat anak. Penerapan strategi tersebut terbukti meningkatkan rasa percaya diri siswa, memotivasi mereka untuk lebih aktif belajar, serta mendorong perkembangan kemampuan interaksi sosial. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan komunikasi interpersonal bagi pendidik agar pembelajaran yang inklusif, efektif, dan berorientasi pada kemanusiaan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Eco-Innovation and Ethical Certification: A Dual Pathway to Competitive Advantage For F&B Enterprises Purba, Indra Setiawan; Ariwibowo, Prasetio
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4205

Abstract

The study aims to test the dual impact of two independent variables (Sustainable Product Differentiation and Ethical Certification) on a dependent variable (Profit Margins), mediated by Customer Loyalty. The research adopts a quantitative, cross-sectional, survey-based methodology aimed at measuring the sustainable practices of micro food and beverage businesses. The quantitative approach facilitates the systematic collection and analysis of numerical data to identify patterns or relationships among the constructs being studied. The data collection technique in this study used a survey instrument developed based on existing literature, which provides a robust framework for measuring key constructs related to sustainability practices and consumer perceptions.The data analysis technique in this study is Variance-Based Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 3.0, justifying its use for predictive research and theory development in complex models. The results of this study show that the coefficient value obtained is 0.265 with a T-statistic of 4.902 and a p-value of 0.000. Because T>1.96 and p<0.05, Certification (X2) has a significant indirect effect on Profit Margin (Y). This means that Loyalty (Z) significantly (fully) mediates the effect of Certification (X2) on Profit Margin (Y). And with a coefficient value of 0.467 with a T-statistic of 8.455 and a p-value of 0.000. With T <1.96 and p> 0.05, Differentiation (X1) has a significant indirect effect on Profit Margin (Y). This means that Loyalty (Z) significantly (fully) mediates the effect of Differentiation (X1) on Profit Margin (Y).