cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,174 Documents
Pengembang Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kuku dan Mulut pada Hewan Ternak Sapi Berbasis Website dengan Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus: Peternakan Bapak Ladi) Sari, Willis Puspita; Abiantoro, Danang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7113

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosis Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak sapi dengan metode forward chaining pada studi kasus Peternakan Bapak Ladi. Pengetahuan pakar direpresentasikan sebagai aturan IF THEN sehingga gejala terstandar dapat ditautkan ke lima kategori Penyakit Mulut dan Kuku yaitu oral dominan, podal atau kuku, laktasi, juvenil atau pedet, serta akut generalisata. Arsitektur terdiri atas basis pengetahuan yang memuat penyakit, gejala, aturan, serta ambang, mesin inferensi berbasis data, dan basis data MySQL yang diakses melalui antarmuka web. Pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan ERD dan LRS serta UML yang meliputi use case, activity, sequence, dan class, lalu implementasi modul otentikasi, pengelolaan data master, konsultasi diagnosis, dan pencatatan riwayat. Pada proses konsultasi, pengguna memilih gejala, kemudian sistem menghitung rasio kecocokan setiap aturan terhadap total gejala relevan, memperoleh persentase, menyeleksi kandidat yang melewati ambang, lalu mengurutkannya untuk menentukan hasil terbaik beserta rekomendasi penanganan. Pengujian kotak hitam memverifikasi fungsi utama sesuai spesifikasi, sedangkan pengujian kotak putih menilai ketepatan perhitungan, alur cabang, dan stabilitas proses inferensi. Hasil menunjukkan sistem memberikan penyaring awal yang cepat, konsisten, dan mudah ditelusuri, sekaligus menstandarkan pencatatan gejala di lapangan. Dari sisi operasional, platform web memperluas akses pengguna, memudahkan pemeliharaan data, dan mendukung adopsi lintas lokasi tanpa instalasi khusus. Kontribusi penelitian terletak pada perancangan basis pengetahuan Penyakit Mulut dan Kuku yang terstruktur, penerapan forward chaining yang transparan, serta integrasi antarmuka ramah pengguna untuk mendukung keputusan awal pada peternakan sapi. Sistem juga membuka ruang evaluasi berkala aturan dan ambang guna menjaga relevansi keputusan di lingkungan nyata.
The Self-Governance Shift: Reposisi Etika Profesi Akuntansi dalam Ekosistem Work from Anywhere Sanditha, Fidia; Zahra, Nabilah Amalia; Aurelia, Dini; Yusnaini, Yusnaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7129

Abstract

The transition toward a Work From Anywhere (WFA) ecosystem has triggered a fundamental "Self-Governance Shift," challenging the traditional social contract of the accounting profession. This study investigates the repositioning of professional ethics as physical boundaries dissolve, threatening conventional surveillance mechanisms. Employing a Systematic Literature Review (SLR) of 25 high-impact studies from 2022–2025, the research synthesizes how professional integrity is being reconstructed in decentralized digital spaces. The findings debunk the assumption that the absence of physical oversight inherently compromises audit quality. Instead, a new paradigm of "autonomous professionalism" emerges, in which ethical conduct is moderated by auditor self-efficacy, digital fluency, and results-oriented accountability rather than by institutional presence. A critical discovery is that client technological readiness is a vital moderator that mitigates agency risks and information asymmetry in remote audits. By integrating Agency, Social Determination, and Accountability theories, this study proposes a structural evolution from external institutional control to internal moral maturity. These insights offer a strategic roadmap for regulators to redesign ethical frameworks for the algorithmic age. Ultimately, the "Self-Governance Shift" redefines the auditor as a self-regulating moral agent, ensuring public trust remains resilient despite the radical decentralization of the professional workspace. This shift marks a permanent evolution in the global accounting landscape, demanding higher standards of individual ethical internalization in the digital era.
Komunikasi Organisasi Ikatan Mahasiswa Pasaman (IMAPAS) Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Rasa Kekeluargaan Antar Anggota Askandaria, Selamat; Ilmi, Darul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tiga pola komunikasi organisasi, yaitu komunikasi vertikal dari atas ke bawah, komunikasi vertikal dari bawah ke atas, dan komunikasi horizontal dalam organisasi IMAPAS, serta dampaknya terhadap terbentuknya rasa kekeluargaan di antara anggota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan dipilih untuk memperoleh data secara langsung di lokasi penelitian sehingga dapat menggambarkan secara nyata dinamika komunikasi yang terjadi dalam organisasi. Metode penelitian kualitatif digunakan karena mampu menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, baik secara lisan maupun tertulis, yang diperoleh dari informan serta perilaku yang dapat diamati. Data penelitian diperoleh melalui berbagai sumber seperti wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, serta dokumen resmi organisasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki kapasitas, posisi, pengalaman, serta pengetahuan yang relevan mengenai komunikasi dalam organisasi IMAPAS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Ketiga teknik tersebut dipilih untuk memperoleh data yang mendalam dan komprehensif mengenai proses komunikasi organisasi yang terjadi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal dari atas ke bawah yang diterapkan oleh ketua organisasi cenderung bersifat satu arah. Kondisi ini menyebabkan anggota kurang terlibat dalam proses pengambilan keputusan sehingga memengaruhi tingkat partisipasi dan dinamika komunikasi dalam organisasi. Oleh karena itu, diperlukan pola komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif agar rasa kekeluargaan dan keterlibatan anggota dalam organisasi dapat meningkat.
Integrated Reporting and SDGs Disclosure: An Analysis of Factors Influencing the Quality of Integrated Reports in the Banking Sector Nurilah, Ririn; Deprianti, Gita; Arifin, Jainal; Yusnaini, Yusnaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7138

Abstract

This study aims to examine the determinants influencing the quality of Integrated Reporting (IR) and Sustainable Development Goals (SDGs) disclosure in the banking sector. The growing demand for transparency and sustainability accountability has encouraged banks to adopt integrated reporting practices that combine financial and non-financial information to communicate long-term value creation. To address this issue, this study employs a Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA guidelines to ensure a transparent and systematic literature selection process. The data were obtained exclusively from the Scopus database covering publications from 2016 to 2025. Through a rigorous screening and eligibility process, 26 empirical articles were selected and analyzed using narrative thematic synthesis. The results show that the quality of IR and SDGs disclosure in the banking sector is mainly influenced by internal governance mechanisms, including board independence, board size, gender diversity, and audit quality. In addition, firm characteristics such as bank size and profitability are identified as important determinants, as larger banks tend to have greater resources and face stronger legitimacy pressures to disclose sustainability information. External factors, particularly regulatory mandates and institutional pressures, also contribute to improving reporting quality. However, the influence of leverage and financial performance shows inconsistent results across studies. Overall, the findings indicate that integrated reporting quality reflects the interaction between governance structures, organizational resources, and institutional pressures faced by banks.
Analisis Kepatuhan Pengungkapan Sustainability Reporting pada Sektor Perikanan Tahun 2022-2024 Berdasarkan Nomor 51/POJK.03/2017 Endiaverni, Wa Ode
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7141

Abstract

Penerapan visi ekonomi biru di Indonesia menuntut transparansi dan akuntabilitas aspek keberlanjutan yang tinggi, mengingat sektor perikanan memiliki dampak ekologis yang signifikan terhadap kelestarian ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pengungkapan laporan keberlanjutan pada delapan perusahaan sub-sektor perikanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024, merujuk pada standar Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode content analysis, penelitian ini menerapkan teknik skoring dikotomi terhadap 27 indikator pengungkapan untuk menghasilkan Sustainability Report Disclosure Index (SRDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren kepatuhan emiten selama periode pengamatan bersifat fluktuatif dan belum konsisten. Pada tahun awal pengamatan (2022), mayoritas perusahaan menunjukkan tingkat adaptasi yang rendah dengan skor pengungkapan mencapai 0%, menandakan adanya keterlambatan respons terhadap regulasi. Memasuki tahun 2023, terdapat lonjakan kepatuhan yang signifikan sebagai shock effect implementasi aturan, di mana emiten seperti CPRO dan CRAB berhasil mencapai tingkat pengungkapan penuh (100%). Namun, konsistensi ini kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 di beberapa emiten tertentu. Secara substansial, pengungkapan informasi administratif seperti profil perusahaan telah dilakukan dengan sangat konsisten, namun aspek krusial seperti kinerja lingkungan hidup dan verifikasi pihak independen masih sangat minim dilaporkan. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi Otoritas Jasa Keuangan untuk memperketat pengawasan serta bagi manajemen perusahaan untuk segera membangun sistem data non-keuangan yang terintegrasi demi menjaga legitimasi bisnis dan mendukung keberlanjutan ekonomi maritim di Indonesia.
Pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan terhadap Return on Assets pada BPR di Kabupaten Buleleng Astinayani, Ni Komang Evi; Suarmanayasa, I Nengah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap Return on Assets (ROA) pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Buleleng yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kinerja keuangan perbankan karena mencerminkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba melalui pemanfaatan aset yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal untuk menguji hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen. Subjek penelitian adalah BPR di Kabupaten Buleleng yang terdaftar di OJK, sedangkan objek penelitian meliputi Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, dan Return on Assets. Teknik penentuan sampel menggunakan metode sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak tujuh BPR yang mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2022–2024 dengan data triwulanan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi terhadap laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi OJK. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets. Secara parsial, Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets, sedangkan Non Performing Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets pada BPR di Kabupaten Buleleng.
Urgensitas Penerapan E-Court Perdata Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum Atas Hak Konstitusional Anggara, Satrya Ramadhan; Gusthomi, Moh. Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penerapan e-Court dalam perkara perdata sebagai instrumen yang menjamin kepastian hukum dalam proses beracara di pengadilan, mengkaji urgensi penerapan e-Court dalam pemenuhan hak konstitusional atas kepastian hukum sebagaimana dijamin dalam konstitusi, serta menganalisis berbagai tantangan konstitusional dalam implementasi e-Court perdata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan bersifat studi kepustakaan. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa UUD NRI 1945, UU No. 48 Tahun 2009, PERMA No. 1 Tahun 2019, dan PERMA No. 7 Tahun 2022, serta bahan hukum sekunder yang diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan sistem e-Court dan kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Court dalam perkara perdata membentuk mekanisme administrasi dan persidangan elektronik yang terintegrasi, mulai dari pendaftaran perkara, pembayaran biaya perkara, pemanggilan para pihak, hingga pelaksanaan persidangan secara daring. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan e-Court menjadi kebutuhan penting dalam sistem peradilan perdata karena mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keterlacakan proses beracara sehingga memperkuat keadilan dan kepastian hukum yang menjadi bagian hak konstiusional. Meskipun begitu, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan infrastruktur teknologi, keterbatasan literasi digital, persoalan validitas bukti elektronik, perlindungan data pribadi, serta keterbatasan akses bagi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan sistem peradilan elektronik ke depan.
Enhancing EFL Students’ Speaking Skills through Digital Storytelling in Podcast Projects Khoirunnisa, Rahma Arsila; Authar, Nailul; Basuki, Edi Pujo; Afandi, Mujad Didien; Aquariza, Novi Rahmania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7152

Abstract

Speaking is widely recognized as one of the most challenging skills for learners of English as a Foreign Language (EFL). Many students experience difficulties in expressing their ideas orally due to limited opportunities for practice, anxiety about making mistakes, and a lack of confidence when communicating in English. These challenges often hinder the development of speaking proficiency in language classrooms. Therefore, innovative and engaging teaching strategies are needed to create supportive learning environments that encourage students to practice speaking more actively. This study investigates the use of digital storytelling through podcast projects as a pedagogical approach to enhance EFL students’ speaking proficiency. The research employed a qualitative design involving ten students from the English Education Department at Nahdlatul Ulama University Surabaya. The participants were engaged in a digital storytelling activity in which they created their own podcasts, beginning with the process of selecting a story topic, writing scripts, rehearsing their narration, and finally recording and sharing their storytelling podcasts. Data were collected through semi-structured interviews in order to explore students’ perceptions and experiences during the podcast project. The collected data were then analyzed using thematic analysis to identify key patterns and themes related to students’ speaking development. The findings of the study indicate that the use of digital storytelling in podcast projects contributed positively to students’ speaking abilities. Participants reported increased confidence when speaking English, improved fluency, and better pronunciation as a result of repeated practice during the recording process.
Financial And Non-Financial Factors As Impacts Of Receiving A Going Concern Audit Opinion Anjilni, Ratih Qadarti; Musyarofah, Zahroh Al; Rahmawati, Novia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7157

Abstract

This research analysed the effect of Leverage, Audit Tenure and Audit Lag on Going Concern Audit Opinion. The study was conducted on Energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. The methodology used is logistic regression because the dependent variable of this study is a dummy variable. Sample selection was carried out using the purposive sampling method, so that 18 companies were obtained as research samples, and the period studied was 5 years, namely from 2019 to 2023, so that there were 90 samples. The data used were taken from audited financial statements and annual reports issued by each company studied. Hypothesis testing was conducted using the EViews series 12 application. The results of the study indicate that partially Leverage has an effect on Going Concern Audit Opinion, Audit Tenure has no effect on Going Concern Audit Opinion, and Audit Lag has no effect on Going Concern Audit Opinion. Simultaneously, Leverage, Audit Tenure and Audit Lag have an effect on Going Concern Audit Opinion.
Pengaruh Store Atmosphere dan Price Fairness Terhadap Minat Kunjungan Pelanggan di Allure Coffee Tanjung Batu Manado Basalamah, Nadia; Tumbuan, Willem J.F.A.; Rondonuwu, Christy N.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Store Atmosphere dan Price Fairness terhadap minat kunjungan pelanggan di Allure Coffee Tanjung Batu Manado. Perkembangan bisnis kafe yang semakin pesat menuntut pelaku usaha untuk menciptakan strategi pemasaran yang mampu menarik perhatian pelanggan serta meningkatkan keinginan untuk berkunjung kembali. Dalam konteks tersebut, suasana kafe yang nyaman serta persepsi kewajaran harga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan pelanggan untuk melakukan kunjungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 responden yang merupakan pelanggan yang pernah mengunjungi Allure Coffee Tanjung Batu Manado. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Store Atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan pelanggan. Selain itu, Price Fairness juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan pelanggan. Secara simultan, Store Atmosphere dan Price Fairness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan pelanggan di Allure Coffee Tanjung Batu Manado. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik suasana kafe yang diciptakan serta semakin wajar harga yang ditawarkan kepada pelanggan, maka semakin tinggi pula minat pelanggan untuk berkunjung. Oleh karena itu, pengelola kafe disarankan untuk terus meningkatkan kualitas suasana lingkungan kafe serta menetapkan harga yang sesuai dengan kualitas produk dan pelayanan yang diberikan guna meningkatkan minat kunjungan pelanggan.