cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025" : 19 Documents clear
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Penyakit Rheumatoid Arthritis di RSUD Bangkinang Kampar Riau 2019 – 2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam andani, rafika tasya; Sosiawan, Insan; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4391

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang menyerang lapisan sendi synovial dan dikaitkan dengan kecacatan progresif, kematian dini, dan beban sosial ekonomi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi diantaranya adalah obesitas, merokok, memakan daging merah, infeksi, inflamasi pada sendi dan selubung tendon. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain faktor genetik, usia dan jenis kelamin. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar 2019, penyakit RA berada di posisi ke-4 dengan jumlah penderita sebanyak 13.964 dari 10 penyakit yang paling banyak di Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analitik crossectional yang menganalisa data sekunder berupa rekam medis. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengeluh nyeri sendi dan berobat di RSUD Bangkinang Kampar periode 2019-2020. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling, sehingga setiap pasien memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian. Mayoritas responden berada pada usia pra-lansia (45-59 tahun) sebanyak 54% dengan jenis kelamin perempuan (58,7%) dan status gizi normal (50,7%). Analisa bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara faktor resiko usia (P=0,039), jenis kelamin (P=0,000) dan status gizi (P=0,014) dengan kejadian rheumatoid arthritis pada pasien RSUD Bangkinang Kampar Riau periode 2019-2020. Terdapat hubungan antara faktor resiko usia, jenis kelamin dan IMT dengan kejadian rheumatoid arthritis pada pasien RSUD Bangkinang Kampar Riau periode 2019-2020.
Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Kiagus Raihan, Kiagus Raihan; Dr. dr. Hj. Diniwati Mukhtar, M. Kes., AIFM; Dr. dr. Hj. Nunung Ainur Rahmah, Sp.PA; Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4586

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit menular, memiliki penularan melalui droplet dan kontak langsung. Pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta menunjukkan prognosis yang lebih buruk. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, telah diidentifikasi sebagai komorbiditas COVID-19, yang berarti bahwa individu dengan hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit parah atau komplikasi akibat virus tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui korelasi antara riwayat diabetes melitus dan hipertensi dengan lama rawat inap pasien COVID-19 dari pandangan kedokteran dan Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui data sekunder menggunakan data rekam medis dari RS YARSI selama periode September 2021 - 2022. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 48 pasien COVID-19 yang memasuki kriteria untuk diteliti, 34 pasien (71%) memiliki komorbid hipertensi, dan 14 pasien (29%) tidak memiliki komorbid hipertensi. Dari pasien dengan komorbid hipertensi, sebanyak 30 pasien (63%) meninggal dunia. Analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.008, yang lebih kecil dari 0.05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dan kematian pasien COVID-19​ Simpulan: Terdapat hubungan antara pasien Covid-19 yang memiliki hipertensi dengan pasien yang meninggal dunia pada Rumah Sakit YARSI periode September 2021 sampai dengan September 2022
Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Hadi, Restu Syamsul; Novita Sari, Sonia; Marhamah, Siti; Mustofa, Samsul
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4628

Abstract

Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang mana sel tersebut dapat tumbuh dan menyebar pada bagian tubuh lainnya bahkan dapat menyebabkan kematian. Cisplatin sebagai pengobatannya memiliki efek samping terhadap organ lain. Sehingga madu digunakan untuk meminimalisir efek samping dari cisplatin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest-only control group dengan menggunakan tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Sampel penelitian akan diinduksikan sel HSC-3 lalu diberikan dua dosis fermentasi madu (5% dan 10%) dan diamati selama 10 hari. Setelah itu diinduksikan cisplatin. Analisis data dilakukan menggunakan uji one way ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian pada skoring kerusakan sel terdapat perbaikan pada kelompok 5 dengan pemberian fermentasi madu 10% dengan gambaran sel histologi pankreas adanya nekrosis dan degenerasi minim. Serta untuk luas pulau langerhans kelompok yang diberikan fermentasi madu 10% memiliki luas yang paling mirip dengan kelompok normal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi madu 10% efektif untuk memperbaiki jaringan pankreas. Dalam pandangan Islam, wajib hukumnya untuk menjaga kesehatan. Fermentasi madu sebagai obat alami yang dituliskan dalam Surah An-Nahl dapat digunakan untuk meminimalisir efek samping dari penggunaan cisplatin.
Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Azzahara, Natasya; Dr. Teguh Yuliadi, S.Si, M.Si; M. Fazlurahman Anshar,SKom. I, MA
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4633

Abstract

ABSTRAK Nama : Natasya Azzahara Program Studi : Kedokteran Umum Judul Skripsi : Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) diatas normal dengan Forced Expiratory volume in one second / Forced Vital Capacity (FEV1/FVC) pada komunitas pria disekitar universitas Yarsi dan Tinjauannya dalam Islam Latar Belakang : Obesitas, yang semakin meningkat secara global, berdampak signifikan pada berbagai fungsi organ, termasuk paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan untuk mengukur dan mengklasifikasikan obesitas, yang diketahui dapat mengurangi fungsi paru-paru, terutama rasio FEV1/FVC. Peningkatan prevalensi obesitas, yang dipicu oleh pola makan dan gaya hidup tidak sehat, berdampak buruk pada kesehatan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara IMT dan fungsi paru-paru pada pria dengan obesitas di Indonesia, guna memahami lebih dalam dampak obesitas terhadap kesehatan pernapasan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan IMT diatas normal pada fungsi paru dengan parameter spirometry FEV-1/FVC pada masyarakat disekitar Universitas Yarsi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik secara cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pria yang berada disekitar Universitas YARSI berjumlah 40 orang. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat spirometri dan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menunjukkan kondisi paru-paru dalam keadaan baik. Sebaliknya, 7,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di bawah 75%, yaitu responden O17 (73,90%), O25 (60,10%), dan O29 (55%), yang menunjukkan kondisi paru-paru yang tidak baik. Responden O25 dan O29 dengan rasio FEV1/FVC di bawah 70% mengalami penyakit paru obstruktif, sementara responden O17 dengan rasio di bawah 75% mengalami penyakit paru restriktif ringan. Simpulan : Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan umum antara IMT di atas normal dengan rasio FEV1/FVC. Namun, pada tiga responden dengan rasio FEV1/FVC di bawah 75%, tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT di atas normal dengan rasio FEV1/FVC, karena kondisi mereka lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok (perokok pasif), Riwayat sesak, Riwayat hipertensi dan obesitas. Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik. Kata Kunci : FVC, FEV-1, IMT, Pria, Spirometri, Fungsi Paru
Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Iksir, Fadhila Dyna Putri Maharani; Batubara, Lilian; Poerwanto, Eko
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4677

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetik merupakan komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Banyak faktor yang yang mempengaruhi timbulnya neuropati yaitu durasi menderita diabetes, terkontrol-tidaknya hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, terkontrol-tidaknya, dan lamanya menderita diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari data rekam medis populasi diabetes melitus pada poli penyakit dalam Rumah Sakit X Jakarta Pusat dan diolah menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Gambaran penderita neuropati diabetik adalah paling banyak terjadi pada perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Kejadian neuropati paling banyak pada pasien perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun.
Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 – Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fidelia Putri, Alisa; Wan Nedra; Firman Arifandi; Elsye Souvriyanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4685

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.8%. Stunting pada bayi laki-laki ditandai dengan PB ≤ 46,1 cm dan pada bayi perempuan ≤ 45,4 cm. Salah satu faktor risiko stunting yaitu kehamilan remaja. Di Indonesia, angka perkawinan usia dini masih cukup tinggi sehingga berdampak pada peningkatan angka kehamilan remaja. Al-Qur’an dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan. Dengan demikian, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting di RS YARSI tahun 2023 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control dengan populasi berjumlah 1801 kelahiran di RS YARSI tahun 2023. Penetapan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 95 bayi stunting dan 95 bayi tidak stunting. Data dikumpulkan melalui rekam medis elektronik kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan bantuan software SPSS versi 29. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting pada bayi di Rumah Sakit YARSI periode Januari 2023 – Desember 2023 dengan p-value = 0,534 dan OR = 1,810 (95% CI 0,512-6,399). Simpulan: Kehamilan remaja merupakan salah satu faktor tidak langsung yang menyebabkan stunting pada bayi. Terdapat faktor risiko lain yang menyebabkan stunting, meliputi tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi ibu. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehamilan remaja tetap berisiko 1,810 kali lebih tinggi menyebabkan stunting. Kata Kunci: stunting, kehamilan remaja, bayi, maqashid al-shariah
Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Hanifah, Rania Siti; Aditama, Tjandra Yoga; Fazlurrahman, Muhammad; Sachrowardi, Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4705

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 33,8%, kondisi ini memperburuk angka kejadian PPOK. Menariknya, sekitar 60-85% penderita PPOK tidak menyadari penyakit yang diderita, termasuk di Indonesia, di mana banyak pasien tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hasil menunjukkan bahwa didapatkan 82.1% tidak risiko PPOK dan 17.9% risiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung berdasarkan Kuesioner PUMA, yang baru dikembangkan untuk mendeteksi risiko PPOK dengan hasil lebih baik dibandingkan alat sebelumnya.
Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo Selviani, Lovika; Indra, Ryan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4729

Abstract

Pendahuluan : Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memperlukan ananmesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA sering kali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24-29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah selama 1990-2016. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui tentangGambaran Modalitas CT-Scan Non Kontras pada pasien TIA di RSUD Pasar Rebo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis TIA dengan pemeriksaan CT-scan kepala non-kontras yang melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan Non Kontras. Sampel penelitian ini sebanyak 54 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan terhadap kelompok usia, jenis kelamin, dan kesan gambaran CT-Scan Non Kontras. Hasil : Kelompok umur yang menunjukan mayoritas pasien TIA menunjukan hasil CT-Scan Non Kontras tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) sedangkan lesi hipodens terdeteksi mulai kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%) di dominasi kelompok umur 46-55 tahun 10 pasien (18,5%). Dari 54 sampel, 23 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki (42,6%) dan 31 orang (57,4%) perempuan. Gambaran lesi hipodens ditemukanpada mayoritas jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 pasien (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%). Simpulan : Hasil CT-Scan Non Kontras pasien TIA mayoritas memiliki kesan tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) dan lesi tampak hipodens kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%). Meskipun mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan lesi hipodens di dominasi laki laki dengan persentase (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%)
Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam nafizha; Syarif, Irfan; Mukhtar, Diniwati; M Istiwara, Endy
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4742

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan denyut nadi sistolik dan diastolik dari tekanan darah normal menjadi 140/90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan rentang waktu lima menit dalam keadaan benar-benar istirahat/tenang. Pravelensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Kita harus selalu menjaga kesehatan kita agar kita dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu lansia di posyandu lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat yang berjumlah 55 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square nilai p-value 0.001 (p<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada lansia. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya aktivitas fisik dalam mencegah hipertensi pada lansia, yang sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas yang teratur.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ghaffar, Aldo Syarahil; Trisiswati, Maya; TW, Afrizal; Amiarno, Yudi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4743

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%), dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.

Page 1 of 2 | Total Record : 19