cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Korelasi Tingkat Pendidikan dan Nilai Akademik dengan Pengetahuan dan Stigma HIV/AIDS pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Siswa/i MAN 13 Jakarta Viontika, Vivian; Intan Farida Yasmin
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4169

Abstract

Pendahuluan Tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Tingkat pendidikan yang tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik terhadap HIV/AIDS. Tingkat pendidikaan yang tinggi pada remaja belum tentu memiliki stigma yang baik terhadap ODHA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat korelasi tingkat pendidikan dan nilai akademik dengan pengetahuan dan stigma HIV/AIDS pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2022 dan siswa MAN 13 Jakarta. Metodologi Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penilitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik nonrandom sampling dengan metode purposive sampling diambil dari sampel siswa/i kelas X MAN 13 Jakarta dan mahasiswa/i FK YARSI Angkatan 2022 berusia > 15 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali usia dan pend. Ibu (p<0,05). Karakteristik pendidikan antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05). Pengetahuan dan stigma terkait HIV/AIDS antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali pada pengetahuan terkait penularan HIV (p<0,05). Terdapat korelasi lemah pada variabel pend. ibu, nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (r=0,047;r=0,19) dan variabel pend. ayah, nilai semester dan IPK dengan stigma (r=0,033;r=0,036). Seluruh variabel korelasi tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali korelasi antara nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (p<0,05). Simpulan Karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna kecuali usia. Karakteristik pendidikan tidak berbeda antara siswa dan mahasiswa. Pengetahuan dan stigma antara siswa dan mahasiswa juga tidak berbeda bermakna. Terdapat korelasi lemah antara pengetahuan dengan pendidikan ibu, nilai semester, dan IPK serta korelasi lemah antara stigma. Introduction Person's level of education can influence knowledge of HIV/AIDS in adolescents. Higher level of education has better knowledge of HIV/AIDS. High level of education among teenagers does not necessarily have a good stigma towards PLWHA. The aim of this research is to see the correlation between education level and academic grades with knowledge and stigma of HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine, YARSI University Class of 2022 and students at MAN 13 Jakarta. Method This research design uses a quantitative descriptive type of research with a cross sectional design. Sampling was taken using a non-random sampling technique using a purposive sampling method with a sample of students grade X in MAN 13 Jakarta FK YARSI Class of 2022 students are > 15 years old and are willing to be respondents. Result The research results showed that the characteristics of respondents between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05) except for age and education mother (p<0.05). Educational characteristics between pupils and students are not significantly different at (p>0.05). Knowledge and stigma related to HIV/AIDS between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05), except for knowledge related to HIV transmission, (p<0.05). There is a weak correlation in the variables of mother's education, semester grades and GPA with knowledge (r=0.047; r=0.19) and father's education variables, semester grades and GPA with stigma (r=0.033; r=0.036). All correlation variables were not significantly different at (p>0.05) except for the correlation between semester grades and GPA and knowledge at (p<0.05). Conclusion The characteristics of respondents between students and medical students did not differ significantly except for age. Educational characteristics do not differ between students and medicalstudents. Knowledge and stigma between students and medical students also do not differ significantly. There is a weak correlation between knowledge and maternal education, semester grades, and GPA as well as a weak correlation between stigma.
The Relationship Between Sleep Pattern and the Incidence of Acne Vulgaris in Students of the Faculty of Medicine, YARSI University, Class of 2021 and Its Review According to Islamic Views Gadis Dari Adn; Purwaningsih, Endang; Ali Ma’sum, Ali Ma’sum
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4206

Abstract

Introduction: Acne Vulgaris is an inflammatory disorder of pilosebasea, which runs chronically and is a self-limiting disease. Acne Vulgaris triggered by Propinobacterium acne in adolescence under the influence of normally circulating dehydroepiandrosterone. Sleep is essential for normal human physiological and biological function, and partially regulated by the suprachiasmatic nucleus located in the anterior hypothalamus. Previous research suggests that there is a significant link between poor sleep patterns and the incidence of Acne vulgaris. In Islam, a good sleep pattern is very important. Muslims should try to imitate the sleep patterns taught by the Prophet SAW so that in the future it does not cause disease or harm to oneself. This study aims to determine the relationship between sleep patterns and the incidence of Acne vulgaris in students of FK YARSI 2021. Methodology: Quantitative analytical research with a cross-sectional approach in students of FK YARSI 2021 with a minimum sample number of 150. Primary data were taken using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and the Acne vulgaris observation sheet. The data will be analyzed univariately and bivariately on SPSS using the Chi-Square test with a p-value of <0.05. Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents had poor sleep patterns (99.3%) and had Acne vulgaris (50.7%). Bivariate analysis showed no significant association between sleep patterns and the incidence of Acne vulgaris (p>0.05). Conclusion: There is no significant relationship between sleep patterns and the incidence of Acne vulgaris vulgaris in Students of FK YARSI 2021.
Pengaruh Karakteristik Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Rumah terhadap Angka Bebas Jentik (ABJ) di RW 02 dan RW 05 Kelurahan Cipinang Cempedak Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azzahra, Nurul Amini; Indrawati, Isna; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4216

Abstract

KATA KUNCI Demam Berdarah Dengue, Jumantik Rumah, Angka Bebas Jentik, Jenis Pekerjaan, Usia. ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Angka kejadian DBD di Indonesia setiap tahunnya masih tinggi. Upaya pencegahan yang paling tepat yaitu dengan dilakukannya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. PSN 3M Plus ini dilakukan dengan melibatkan juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap rumahnya. Keberhasilan PSN 3M Plus akan diukur melalui indikator Angka Bebas Jentik (ABJ). Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik Jumantik rumah, khususnya pekerjaan dan usia terhadap Angka Bebas Jentik di rumahnya masing – masing.di RW 02 dan RW 05 Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross-sectional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan 56 rumah dengan angka bebas jentik (83,6%) dari 67 sampel terpilih dan 11 rumah dengan angka tidak bebas jentik (16,4%). Rumah dengan ABJ tertinggi (70,1%) adalah rumah dengan Jumantik Rumah yang tidak bekerja. Dari analisis data memperlihatkan terdapat hubungan jenis pekerjaan jumantik rumah terhadap angka bebas jentik (p=0,007), sedangkan usia jumantik rumah tidak mempengaruhi ABJ (p=0,718). Dari dua variabel pekerjaan dan usia yang diteliti, hanya variabel pekerjaan jumantik rumah yang berpengaruh terhadap Angka Bebas Jentik. Menurut pandangan Islam, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan keikutsertaan Jumantik rumah sesuai dengan tujuan Maqashidul syariah yaitu Hifz an-Nafs. KEYWORDS Dengue Hemorrhagic Fever, Jumantik Rumah, larva free rate, kind of work, age. ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquito. The incidence of dengue fever in Indonesia is still high every year. The most appropriate prevention effort is the Eradication of Mosquito Nests (PSN) 3M Plus. The PSN 3M Plus was carried out by involving larva monitoring interpreters (Jumantik) in their homes. The success of the PSN 3M Plus will be measured by the larva Free Rate (ABJ) indicator. The goal of this research is To find out the relationship between caharacteristic of Jumantik Rumah and the larva free rate in their own house in RW 02 and RW 05 in Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, East Jakarta. This study is a research with a cross-sectional approach, using simple random sampling technique. Data analysis was performed by chi-square test using IBM SPSS Statistics 25. The results showed that there were 56 houses out of 67 samples with larva-free rates (83.6%) and 11 houses not larvae-free (16.4%). The highest larva free rate (70,1%) are found in the group of Jumantik rumah that not working. From data analysis, there is a relationship between the type of work of Jumantik Rumah and larva-free rate (p=0.007), while the age is not related (p=0.718). From two varables that analysed in this study, it shown that only working type of Jumantik Rumah that related to the larvae-free rate, while the age is not related. According to the Islam, the activity of eradicating mosquito’s nests with the participation of community including Jumantik at home is in accordance with the objectives of Maqashidul syariah, namely Hifz an-Nafs.
Hubungan antara Usia dan Jenis Kelamin dengan Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Adilah Ulinnuha; Ainur Rahmah, Nunung; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4219

Abstract

Perubahan pola penyakit dapat disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat. Masalah utama masyarakat di bidang kesehatan salah satunya adalah keganasan. Peristiwa penyakit keganasan, khususnya kejadian kanker kolorektal selalu meningkat tiap tahunnya. Kanker kolorektal adalah penyakit keganasan di bagian usus besar. Usia dan jenis kelamin dapat berhubungan peningkatan resiko terjadinya kanker kolorektal. Umur adalah lamanya hidup manusia dari lahir sampai tutup usia. Rata-rata usia manusia saat ini mengikuti zaman Nabi. Semakin bertambahnya usia maka manusia semakin rentan untuk terkena penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kanker kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Rancangan penelitian menggunakan metode retrospektif cross sectional dengan cara melihat rekam medik pada populasi seluruh pasien yang didiagnosis klinis sebagai kanker kolorektal yang dirawat inap di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta pada tahun 2015−2020. Sampel dipilih dari populasi yang sesuai kriteria. Umur, jenis kelamin, diagnosis kanker kolorektal dimasukan ke komputer dan dianalisis menggunakan Program Statistical package for social science (SPSS). Selanjutnya dilakukan uji Chi-Square. Pada penelitian ini menunjukan hasil tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistic antara umur dan jenis kelamin dengan karsinoma kolon. Pasien yang berusia >50 tahun memiliki risiko 1,90 kali lebih besar mengalami karsinoma dan pasien dengan usia 40−50 tahun memiliki risiko 1,429 kali lebih besar mengalami karsinoma dibandingkan dengan pasien yang berusia <40 tahun. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kanker kolorektal di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Tahun 2015−2020. Menurut pandangan Islam rata-rata usia manusia saat ini mengikuti zaman Nabi. Semakin bertambahnya usia maka manusia semakin rentan untuk terkena penyakit.
Efektivitas Sabun Cuci Piring Merek Sl dan I terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Safitri, Zulfara Eka; Dewi, Intan Keumala; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4221

Abstract

Penyakit yang ditimbulkan akibat terkontaminasinya makanan oleh bakteri pathogen disebut dengan Foodborne disease. Salah satu jenis bakteri pathogen yang dapat menyebabkan Foodborne disease adalah bakteri Escherichia coli. Kontaminasi bakteri ini dapat ditemukan pada alat makan yang tidak bersih dalam proses pencucian nya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sabun cuci piring merek SL dan I terhadap bakteri Escherichia coli serta tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disc diffusion untuk membandingkan efektivitas sabun cuci piring terhadap bakteri Escherichia coli. Efektivitas dari kedua merek sabun cuci piring ini dapat dilihat dengan ukuran zona hambat yang terbentuk pada Mueller Hinton Agar (MHA) yang telah ditanamkan bakteri Escherichia coli. Analisis dari data yang diperoleh menggunakan uji Kruskall- Wallis dan uji post Hoc Tamhanne pada aplikasi SPSS. Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan signifikan tiap kelompok antimikroba. Penelitian ini menghasilkan bahwa kemampuan antimikroba di dalam kedua merek sabun tersebut sama yaitu kategori sedang, dikarenakan zona hambat yang terbentuk berkisar antara 5-10 mm pada Mueller Hinton Agar (MHA). Zona hambat paling besar dibentuk oleh sabun cuci piring merek SL dengan rata- rata diameter zona hambat 9,3 mm, sedangkan merek I hanya memiliki zona hambat dengan diameter rata- rata 8,58 mm Sedangkan menurut pandangan Islam penggunaan sabun cuci piring dalam membersihkan peralatan makan dianjurkan dikarenakan sabun tersebut berperan penting dalam mengeliminasi bakteri sehingga, piring yang telah dicuci tersebut dapat bersih dari sisa- sisa makanan dan resiko terjadinya penyakit pun dapat dicegah. Diseases caused by food contamination by pathogenic bacteria are called foodborne diseases. One type of pathogenic bacteria that can cause foodborne disease is Escherichia coli bacteria. These bacteria can cause infectious diseases in the digestive tract. It is also known that this bacterial contamination can be found on cutlery that is not clean in the washing process. Therefore, this study aims to determine the effectiveness of brand SL and I dishwashing liquids against Escherichia coli bacteria and its review from an Islamic perspective. This study used an experimental research design with method disc diffusion to compare the effectiveness of dishwashing liquids against Escherichia coli bacteria. The effectiveness of these two brands of dishwashing liquids can be seen by the size of the inhibition zone formed on Mueller Hinton Agar (MHA) which has been implanted with Escherichia coli bacteria. Analysis of the data obtained using the Kruskall- Wallis test and post Hoc Tamhanne test on the SPSS application. Of the two brands of dishwashing liquids used in this study, the largest inhibition zone was formed by SL brand dishwashing liquids with an average inhibition zone diameter of 9.3 mm, while brand I only had an inhibition zone with an average diameter of 8, 58mm. From the research that has been done, it can be concluded that brand SL and I dishwashing liquids have the same antimicrobial ability, namely the medium category in eliminating Escherichia coli bacteria because the inhibition zone formed has an average diameter of between 5-10 mm on Mueller Hinton Agar (MHA).
Efektivitas Ekstrak Etanol Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Untuk Menurunkan Kadar LDL dan Trigliserida pada Tikus Putih Jantan Tripratomo, Arya Yoedha; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4225

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol merupakan sterol eukariotik yang merupakan konstituen penting dari membran sel. Kolesterol dapat terakumulasi dan terdepsit secara abnormal dalam bentuk batu empedu dan atheroma. Konsumsi makanan tinggi lemak menjadi peneyebab utama meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Buah stroberi dikenal memiliki banyak kandungan yang berpotensial memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental laboratorium dengan desain pre-test dan post-test dengan grup kontrol. Tikus (Rattus norvegicus) sejumlah 25 ekor diinduksi dengan pakan kuning telur kemudian dibagi menjadi lima kelompok perlakuan berbeda. Kelompok ke 2-4 diberikan ekstrak etanol buah dengan dosis berturut-turut 18,75 mg/150gBB, 37,5/150gBB, dan 75 mg/150gBB. Pada hari ke-8 dan ke-16 darah tikus diambil untuk diukur kadar LDL dan trigliseridanya serta dihitung perubahan keduanya. Data tersebut kemudian diuji dengan uji ANOVA dan didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok apabila nilai p < 0,05. Hasil: Pengolahan data dengan uji ANOVA menunjukan adanya perbedaan signifikan perubahan kadar LDL dan trigliserida antar kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok dengan pemberian ekstrak etanol buah stroberi menunjukan penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar trigliserida Kesimpulan: Terdapat perbedaan perubahan kadar LDL dan trigliserida yang signifikan antara kelompok tikus dengan perlakuan yang berbeda.
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Profil Lipid Mahasiswa FK YARSI pada Status Gizi Obesitas dan Status Gizi Normal Devira Herwinashanti; Weni, Linda; Juniarti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4226

Abstract

Kejadian kelebihan berat badan dan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk usia di atas 18 tahun masing-masing sebesar 13,6% dan 21,8%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kejadian di tahun 2013. Masalah kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu factor risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan menurunnya kadar HDL. Konsumsi obat golongan statin dan mengubah pola hidup merupakan factor yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL. Salah satu bentuk menjaga keseimbangan kadar profil lipid dapat dilakukan dengan mengonsumsi teh hijau. Teh hijau mengandung zat aktif berupa epigallocatechin gallate (EGCG) yang berperan dalam menghambat sintesis kolesterol, mengurangi penyerapan lemak di usus, dan meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan pretest posttest control group design. Cara penetapan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 32 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dan Independent T-test SPSS 25.0. Penelitian ini memiliki hasil yang diperolah dari perhitungan selisih (gain score) sebelum dan sesudah pemberian teh hijau pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Sehingga, didapatkan p-value kolesterol total sebesar p=0,535, trigliserida sebesar p=0,006, LDL sebesar p=0,960, HDL sebesar p=0,012, dan VLDL sebesar p=0,006. Pemberian 2,5 gram teh hijau selama 14 hari berturut-turut secara signifikan dapat menurunkan kadar trigliserida, VLDL, dan meningkatkan kadar HDL (p<0,05). Namun, teh hijau tidak signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kadar LDL (p>0,05).
The Potential of Transmission in Neonates Born to Mothers Infected with Covid-19 and Its Review According to The Islamic Perspective Medina Nursalfa, Azzahra; Souvriyanti, Elsye; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4229

Abstract

Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) is a new type of disease that occurs in humans, has a causative agent, namely the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Transmission of COVID-19 can occur through droplets and close contact with infected patients. Groups that can be at risk of infection are the elderly and patients with certain medical conditions. Meanwhile, transmission of respiratory viral infections is rare intrauterine. There was two reported cases explaining the possibility of congenital infection in two neonates within 48 hours after birth in the isolation of COVID-19 from the amniotic fluid, placenta, and nasopharynx. This research is a descriptive study with quantitative data collection and cross sectional design. The sample of this study was neonates born to mothers infected with COVID-19 at Yarsi Hospital and Pertamina Jaya Hospital Jakarta. The results showed that there was a 1.4% potential for transmission. As many as two out of 139 neonates born to infected mothers experienced COVID-19 transmission. As a result of being infected with COVID-19 the maternal mortality rate is 1.4% and for neonates 1.4%. Vertical transmission of COVID-19 from infected pregnant women to neonates has little potential. Nevertheless, prevention must still be carried out so that transmission does not occur and has a major impact on the mother and baby.
Identifikasi Bakteri Aerob Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan pada Es Batu di Warung Sekitar Daerah Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Farza Izaty; Adityaningsari, Pratami; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri batang aerob Gram negatif apa saja yang terdapat pada es batu yang dijual di warung sekitar kawasan Cempaka Putih Jakarta dan mengkajinya dari sudut pandang Islam. Pengambilan sampel dilakukan terhadap 4 sampel es batu (EB1, EB2, EB3, EB4). Pengujian dilakukan untuk memeriksa total bakteri koliform, E. coli, dan pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel EB1 dan EB4 mengandung bakteri total koliform di atas batas dan dinyatakan positif E. coli. Pewarnaan Gram mengidentifikasi bakteri ini sebagai Gram-negatif. Disimpulkan bahwa sampel EB1 dan EB4 mengandung bakteri batang aerob Gram negatif E. coli yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Islam mempunyai pandangan serupa terhadap es batu, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan hadits Ibnu Majah tentang air murni.
Hubungan Long COVID dengan Gangguan Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Dinilai dengan Kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Zahraan Nisriinaa Syahanti; Nurhidayati, Ida Ratna; Arifandi , Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4238

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Long COVID adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya gejala yang berkelanjutan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah periode pemulihan klinis. Tanda dan gejala yang dialami penderita long COVID sangat beragam dan dapat berpengaruh pada kesehatan mental, salah satunya adalah gangguan kecemasan. Kecemasan dapat dialami oleh banyak individu tanpa melihat usia maupun jenis kelamin, termasuk pada mahasiswa. Kecemasan yang menjadi luar biasa dan tidak dapat dikendalikan akan menimbulkan gangguan kecemasan (anxiety disorder). Gangguan kecemasan ini dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga berpengaruh pada proses belajar mahasiswa. Maka dari itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara long COVID dengan gangguan kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional dan menggunakan metode purposive sampling sebagai cara penetapan sampel. Sampel pada penelitian ini sebanyak 43 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020, 2021 dan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik, yaitu uji Kruskal Wallis. Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 30 responden (69.8%) dan memiliki rentang usia 18 hingga 22 tahun. Kondisi long COVID yang dialami responden memiliki rentang periode 1 hingga 17 bulan pada tahun 2022 atau 2023. Terdapat paling banyak, yaitu 19 responden (44,2%) terkonfirmasi positif COVID-19 di bulan November 2022. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 19 (44.2%) responden mengalami kecemasan minimal, 13 (30.2%) responden mengalami kecemasan ringan, 6 (14.0%) responden mengalami kecemasan sedang dan 5 (11.6%) responden mengalami kecemasan berat. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p value adalah 0,678 yang menunjukkan nilai p value >0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis, tidak terdapat adanya hubungan antara kejadian long COVID dengan gangguan kecemasan pada penelitian ini. ABSTRACT Background: Long COVID is a term used to describe the presence of symptoms that continue for weeks or even months after the clinical recovery period. The signs and symptoms experienced by people with long COVID are very diverse and can affect mental health, one of which is anxiety. Anxiety can be experienced by many individuals regardless of age or gender, including students. Anxiety that becomes overwhelming and cannot be controlled will lead to anxiety disorder. This anxiety disorder can reduce the quality of life and interfere with daily activities so that it affects the learning process of students. Therefore, this study was conducted which aims to determine the relationship between long COVID and anxiety disorders in medical students. Methods: This type of research is analytical descriptive research with a cross sectional study approach and uses purposive sampling method as a way of determining the sample. The sample in this study were 43 respondents who were students of the Faculty of Medicine, YARSI University class of 2020, 2021 and 2022 who met the inclusion criteria. The data used in this study are primary data obtained from filling out the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) questionnaire to measure respondents anxiety. Data analysis used in this study was univariate analysis and bivariate analysis using non-parametric statistical tests, namely the Kruskal Wallis test. Results: Based on the data obtained, most of the respondents in this study were female, as many as 30 respondents (69.8%) and had an age range of 18 to 22 years. The long COVID condition experienced by respondents has a period range of 1 to 17 months in 2022 or 2023. There were the most, namely 19 respondents (44.2%) confirmed positive for COVID-19 in November 2022. In this study, 19 (44.2%) respondents experienced minimal anxiety, 13 (30.2%) respondents experienced mild anxiety, 6 (14.0%) respondents experienced moderate anxiety and 5 (11.6%) respondents experienced severe anxiety. The results of the bivariate test using the Kruskal Wallis test obtained a p value of 0.678 which indicates a p value >0.05. Conclusion: Based on the results of the Kruskal-Wallis test, there is no relationship between the incidence of long COVID with anxiety disorders in this study.