cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Tingkat Pengetahuan dan Upaya Pencegahan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Santriwati Madrasah Tsanawiyah Pesantren X di Bogor dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nisa, Dhea; Widiyanti, Dian; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4243

Abstract

Penyakit ISPA menjadi salah satu dari tiga diagnosis rawat jalan tertinggi di dunia. Berdasarkan diagnosis oleh tenaga medis (dokter, perawat dan bidan) di Indonesia dalam Riskesdas 2018, provinsi Jawa Barat berada diurutan kedelapan dengan prevalensi ISPA sebesar 4,7%. Angka tersebut menjadikan kejadian ini masalah yang perlu segera diatasi, terutama di daerah dingin seperti Kabupaten Bogor. Faktor lingkungan seperti kepadatan hunian yang tidak sesuai standar dan tingginya tingkat interaksi akan memudahkan pertumbuhan mikroba dan penularan penyakit menular seperti ISPA. Penelitian yang dilakukan oleh Fitrianti dan Muh. Ikbal Arief (2020) membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan pencahayaan terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan atas di Pesantren. Adapun penelitian yang dilakukan ini bersifat analitik dengan desain penelitian secara cross sectional. Pengumpulan sampel menggunakan metode simple random sampling 91 sampel. Selanjutnya analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan metode chi square. Hasil penelitian membuktikan santriwati Madrasah Tsanawiyah yang pernah mengalami ISPA dalam tiga bulan terakhir sebanyak 54,9%, responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 81,3% dan yang melakukan upaya pencegahan dengan baik sebanyak 82,4%. Uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian ISPA (p=0,766) maupun upaya pencegahan dengan kejadian ISPA (p=0,908). Dalam Islam, hukum mencari ilmu untuk menambah pengetahuan dan menjaga kesehatan dengan melakukan upaya pencegahan adalah wajib.
Manifestasi Klinis dan Gambaran Laboratorium pada Anak yang Terinfeksi COVID-19 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam oktoey, asviaditha; Souvriyanti, Elsye; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4246

Abstract

COVID-19 ditransmisikan melalui mediator seperti droplet, kontak langsung, transmisi fecal-oral, dengan mediator tersebut menyebabkan penyebaran COVID-19 lebih mudah terutama pada anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi COVID-19 dapat tidak mengalami gejala dan memperlihatkan hasil laboratorium yang normal. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa saja manifestasi klinis dan gambaran laboratorium pada anak-anak yang terinfeksi COVID-19. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah anak-anak yang terinfeksi COVID-19 di Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit Pertamina Jaya Jakarta. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan persentase manifestasi klinis terbanyak pada pemeriksaan fisik antara lain batuk dengan presentase (70,1%) dan terdapat manifestasi klinis lainnya seperti demam, diare, mual, muntah, flu, sesak nafas, nyeri tenggorok, anosmia, dan urtikaria. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gambaran trombositosis dengan presentase (11,7%) terdapat juga leukositosis dan leukopenia. Sebanyak 14 orang pasien memiliki kadar D-dimer ≥ 0.1. Terdapat 13 orang pasien memiliki kadar CRP di atas 6 dan sebanyak 26 orang pasien memiliki gambaran foto thoraks pneumonia. Kesimpulan : Manifestasi klinis pada anak yang terinfeksi COVID-19 adalah batuk, demam, diare, mual, muntah, sesak nafas, flu, nyeri tenggorok, anosmia, dan urtikaria. Sedangkan gambaran laboratorium yang abnormal didapatkan trombositosis, leukositosis, leukopenia dan gambaran foto thoraks pneumonia.
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Mengenai Konsumsi Selenium Sebagai Upaya Meningkatkan Imunitas Tubuh terhadap Influenza dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fitria Athayya Desvianti; Kusuma, Indra; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4247

Abstract

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus RNA untai negatif dari family Orthomyxoviridae dan memiliki 3 tipe yang dapat menyerang manusia yaitu tipe A,B dan C. Walaupun termasuk self limitting disease, tetap diperlukan peningkatan pengetahuan sikap dan perilaku mengenai nutrisi tambahan sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh salah satu nya adalah dengan diet Selenium karena memiliki peranan penting sebagai pertahanan antioksidan dan pensinyalan redoks dan homeostasis redoks. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa kedokteran mengenai konsumsi selenium sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh terhadap Influenza dan tinjauan menurut islam. Penelitian ini bersifat deskriptif dengen pendekatan cross sectional dan pengumpulan sample menggunakan cara convenience sampling dilanjut dengan program SPSS untuk analisis korelasional dengan total jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 241 responden, dengan angkatan 2018 sebanyak 128 orang dan angakatan 2020 sebanyak 113 orang. Tidak terdapat adanya hubungan tingkat Pendidikan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai konsumsi selenium sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh terhadap influenza. Konsumsi selenium dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit influenza karena kandungan antioksidannya, sehingga hal tersebut sesuai dengan ajaran islam mengenai makan makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi karena mengandung manfaat dan kebaikan untuk manusia itu sendiri.
Uji Daya Hambat Madu terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi dan Escherichia Coli dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Bionika Widyasari, Ratu; Adityaningsari, Pratami; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4248

Abstract

Penyakit infeksi adalah masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia, salah satunya adalah infeksi pencernaan yang disebabkan Escherichia coli dan Salmonella typhi. .Pengobatan alternatif yang digunakan dapat berasal dari Madu. Madu memiliki efek osmolaritas tinggi, pH rendah, dan hydrogen peroksida yang menghambat bakteri . Penelitian eksperimental menggunakan metode disk difusi Kirby Bauer dengan mengukur diameter zona hambat Escherichia coli dan Salmonella typhi. Bahan yang diujikan adalah Madu merk A , Madu merk B , Madu propolis merk C dan Madu propolis merk D dengan konsentrasi 10 %,20% , 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian ini didapatkan diameter zona hambat pada bakteri Salmonella typhi .Lalu dilakukan uji kruskal walis didapatkan nilai signifikansi <0,5 pada pemberian perbedaan konsentrasi madu yang menandakan terdapat perbedaan hasil signifikan pada setiap konsentrasi yang diujikan, sedangkan pada pengaruh perbedaan pemberian jenis madu didapatkan hasil uji hasil uji signifikasi >0,5 yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tiap jenis madu yang diujikan .Pada bakteri Eschericia coli tidak terdapat diameter zona hambat bakteri. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian madu dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi karena saat diberikan madu terbentuk zona hambat bakteri, sedangkan pada bakteri Eschericia coli tidak terdapat pengaruh pemberian madu terhadap daya hambat bakteri Escherichia coli
Perubahan Gaya Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alyka Sheila Masah; Fatimah Eliana; Amir Mahmud
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4249

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan suatu outbreak yang menimbulkan gejala gangguan pernapasan akut yang disebabkan oleh novel coronavirus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Pada masa pandemi, masyarakat terpaksa untuk lebih sering berdiam di rumah dan membatasi pergerakan luar rumah. Hal ini dapat merubah gaya hidup masyarakat. Penyandang diabetes melitus mempunyai risiko lebih tinggi terhadap COVID-19 karena dapat memperburuk kondisi bahkan menyebabkan kematian. Pandemi COVID-19 mengakibatkan sebagian besar orang terpaksa untuk merubah gaya hidup mereka terutama pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Cara pengambilan sampel menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Analisis secara statistik menggunakan uji marginal homogeneity ditemukan tidak ada perubahan pada variabel pola makan (p=0,439) dan kebiasaan (p=0,248). Variabel aktivitas fisik (p=0,000), pola tidur (p=0,008), dan tingkat stres (p=0,000) menunjukkan adanya perubahan bermakna sebelum dan saat pandemi COVID-19. Secara keseluruhan tidak ditemukan perubahan gaya hidup karena p-value 0,3465 (p>0,05). Pada penelitian ditemukan perubahan aktivitas fisik, pola tidur, dan tingkat stress pada pasien diabetes melitus sebelum dan saat pandemi COVID-19. Dalam pandangan Islam, ketika sedang menderita suatu penyakit seperti diabetes melitus, maka seorang pasien diabetes melitus yang beragama Islam harus menghadapi keadaan ini dengan sifat-sifat yang telah di ajarkan dalam Islam seperti sabar, tawakal, ridha, dan ikhtiyar.
Gambaran Foto Thoraks Pasien Gagal Jantung di RSPAD Gatot Soebroto Periode Bulan Januari - Oktober 2023 Alya Nurul Husna; Indra, Ryan; Fazharyasti, Vininta
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4250

Abstract

Pendahuluan : Presentase kematian akibat gagal jantung masih tergolong tinggi. Langkah utama penurunan angka mortalitas dan mordibitas pasien gagal jantung adalah dengan deteksi dini pada populasi dengan tingkat faktor risiko yang tinggi. Foto radiologi thoraks menjadi pilihan lini pertama pemeriksaan pada penyakit jantung.  Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik gambaran foto thoraks pada pasien gagal jantung di RSPAD Gatot Soebroto. Metode :  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal jantung yang melakukan pemeriksaan radiologi foto thoraks. Sampel penelitian ini sebanyak 51 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan terhadap kelompok usia, jenis kelamin, dan kesan gambaran foto thoraks. Hasil : Kelompok umur yang mendominasi ialah kelompok umur >65 tahun (31,4%) dan 56-65 tahun. (33,3%). Dari 51 sampel, 34 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki (66,7%)dan 17 orang (33,3%) perempuan. Gambaran kardiomegali ditemukan pada seluruh sampel penelitian (100%), kranialisasi 28 kasus (54,9%). Kalsifikasi aorta 14 kasus (27,5%), elongasi aorta 26 kasus (51%), garis kerley 15 kasus (29%), peribronchial cuffing 20 kasus (39,2%), bat wing 1 kasus (2%), efusi pleura 16 kasus (31,4%), dan  hipertensi pulmonal ditemukan sebanyak 4 kasus (7,8%). Kesimpulan : Kelompok umur yang mendominasi ialah kelompok umur >65 tahun (31,4%) dan 56-65 tahun. (33,3%). Gagal jantung pada kelompok usia muda (26-45 tahun) ditemukan sebanyak 7 kasus. Gagal jantung lebih didominasi laki-laki (66,7%) dibandingkan perempuan (33,3%).       
Hubungan antara Kadar Feritin dan Ret-He pada Pasien Anemia Defisiensi Besi di RS. Siloam Semanggi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Belia, Citra; Purnamasari, Endah; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4251

Abstract

KATA KUNCI Anemia Defisiensi Besi, Feritin, Ret-He ABSTRAK Prevalesi anemia di Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2018 cukup tinggi yaitu 48,9%. Dari data tersebut menggambarkan kurangnya cadangan besi dalam tubuh sehingga dapat melimbulkan anemia defisinsi besi. WHO mendefinisikan nilai normal kadar hb dibawah 130 g/L pada pria di atas 15 tahun, di bawah 120 g/L pada wanita di atas 15 tahun. Parameter skrining dan pemeriksaan laboratorium untuk ADB dapat dilakukan dengan pemeriksaan hematologi dan biokimia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik untuk melihat hubungan kadar feritin dan Ret-He yang digunakan sebagai pemeriksaan anemia defisiensi besi di RS. Siloam Semanggi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, yaitu rekam medis pasien anemia defisiensi besi yang melakukan pemeriksaan feritin dan Ret-He. Total pasien yang di dapatkan sebanyak 34 pasien. Didapatkan hasil peneriksaan pada pasien anemia defisiensi besi berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa laki – laki lebih banyak (55,9%), sedangkan perempuan lebih sedikit (44,1%). Pada hasil pemeriksaan kadar feritin dan Ret-He didapatkan bahwa kelompok feritin yang memiliki kadar normal sebanyak (2,9%) dan yang memiliki kadar rendah sebanyak (97,1%). Pada kelompok Ret-He yang memiliki kadar normal sebanyak (2,9%) dan yang memiliki kadar rendah sebanyak (97,1%). Sehingga dalam pemeriksaannya didapatkan bahwa kadar feritin normal dan Ret-He normal sebanyak (2,9%). Sedangkan yang memiliki kadar feritin rendah dan Ret-He rendah sebanyak (97.1%).
Gambaran Infeksi Parasit Usus pada Anak di Pemukiman Pemulung Perkotaan Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fauzia, Rita; Damayanti, Ndaru Andri; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4258

Abstract

Latar Belakang: Data WHO melaporkan lebih dari 24% penduduk dunia terinfeksi parasit usus dan 800 juta anak usia sekolah memberikan risiko terinfeksi parasit usus. Kelompok usia anak belum memiliki kemampuan untuk menjaga kebersihan pribadi. Lingkungan tempat tinggal dengan sanitasi yang kurang memberikan risiko tercemar dengan mikroorganisme termasuk parasit usus. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah feses yang dikumpulkan dari 35 orang anak yang tinggal di pemukiman pemulung Jakarta Timur. Hasil: Sebesar 8,6% anak-anak di pemukiman pemulung positif terinfeksi parasit usus, Blastocystis hominis. Sebanyak 1 orang (2,9%) dengan kebersihan individu yang masih kurang, yaitu memiliki kuku panjang dan hitam dan sebagian besar sudah memiliki kebersihan individu cukup baik. Sebanyak 3 orang (8,6%) berkulit hitam kusam karena sering terpapar sinar matahari siang. Sebanyak 3 orang anak tinggal di rumah yang tidak memiliki ventilasi, sehingga sinar matahari tidak pernah masuk (8,6%) dan sisanya anak-anak tinggal dengan lingkungan rumah yang cukup bersih. Data penelitian menunjukkan anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu yang kurang baik memiliki kecenderungan terinfeksi parasit usus, walaupun secara uji statistic Chi Square tidak memberikan hasil yang bermakna (p>0,01). Kesimpulan: Anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu dan sanitasi lingkungan tinggal yang cukup baik belum dapat mencegah terjadinya infeksi parasit usus oleh Blastocystis hominis.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Penyakit Gastritis pada Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam firhana, vherina; Riliani, Marisa; Arwinda, Romy; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4112

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau pendarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau lokal. Penyebab utama gastritis adalah bakteri Helicobacter pylori, virus, atau parasit lainnya. Salah satu faktor resiko gastritis adalah stres. Stres adalah suatu respon fisiologis, psikologis, dan perilaku manusia yang mencoba untuk mengadaptasi dan mengatur tekanan internal dan eksternal. Pada keadaan stres seperti cemas, takut, dan beban kerja yang tinggi ketika mengerjakan sesuatu akan mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung dan ketika asam lambung tinggi akan mengiritasi mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan penyakit gastritis serta tinjauannya dalam Islam Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa-siswi SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan menggunakan teknik random sampling didapatkan sebesar 74 sampel dan selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square Hasil: Total didapatkan sebanyak (28.4%) dari siswa mengindikasikan bahwa mereka tidak mengalami stres, (41.9%) mengalami stres ringan, (18.9%) mengalami stres sedang, dan (10.8%) mengalami tingkat stres berat dan sebanyak (33.8%) mengalami penyakit gastritis dan sebanyak (66.2%) tidak mengalami gastritis. Terjadinya kondisi ini dari sisi Islam berkaitan dengan pentingnya menjaga kesehatan yang bersifat fardu ain Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan penyakit gastritis, maka dari itu penting bagi siswa untuk menjaga pola makan dengan memilih makanan yang halalan thayyiban, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT Kata Kunci: Gastritis, Stres, Remaja, Halal, Thayyib ABSTRACT Introduction: Gastritis is a condition of inflammation or bleeding of the gastric mucosa that can be acute, chronic, diffuse or localized. The main causes of gastritis are Helicobacter pylori bacteria, viruses, or other parasites. One of the risk factors for gastritis is stress. Stress is a human physiological, psychological, and behavioral response that attempts to adapt and regulate internal and external pressures. In stressful situations such as anxiety, fear, and high workload when doing something will result in increased production of gastric acid and when high gastric acid will irritate the gastric mucosa. This study aims to determine the relationship between stress levels and gastritis and its review in Islam Methodology: This study is a type of quantitative analytic research with a cross sectional approach. The research sample was students of SMA Negeri 2 Tambun Selatan and met the inclusion and exclusion criteria. By using random sampling technique, 74 samples were obtained and then statistical analysis was carried out using the chi-square test Results: A total of (28.4%) of students indicated that they did not experience stress, (41.9%) experienced mild stress, (18.9%) experienced moderate stress, and (10.8%) experienced severe stress levels and as many as (33.8%) experienced gastritis and as many as (66.2%) did not experience gastritis. The occurrence of this condition from the Islamic side is related to the importance of maintaining health which is fardu ain Conclusion: From this study it was found that there is a significant relationship between stress levels and gastritis disease, therefore it is important for students to maintain a diet by choosing foods that are halalan thayyiban, dhikr, and trust in Allah SWT Keywords: Gastritis, Stress, Teenagers, Halal, Thayyib
Hubungan Asupan Lemak, Lingkar Perut dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dahriza, Munziri Ilman; Indriarti, Werda; Machmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4253

Abstract

Based on data from the health profile of Pekanbaru City in 2019, the prevalence of hypertension sufferes with an average of 28.20%. where the highest number is in the Simpang Tiga Inpatient Health Center at 29.6%. Hypertension is a disease characterized by increased arterial blood pressure more than normal. Factors that can cause hypertension, these risk factors include age, gender, family history, obesity, hilg salt levels, fat intake, physical activity, smoking and dringking alcohol. This research is a quantitative approach with correlation analytic. The population in this study were all people who visited the Work area of the Simpang Tiga Inpatient Health Center Pekanbaru City from July to December 2020 as many as 327 people. The sampling technique used is accidental random sampling. Through the results of bivariate testing in this study, it was found that fat intake with a P-value of 0.026, abdominal circumference with a P-value of 0.031 and fat intake with the incidence of hypertension in the work area of the Simpang Tiga Inpatient Health Center Pekanbaru City with a P value of – Value of 0.000. from the research conducted there is a significant relationship between fat intake, abdominal circumference, and physical activity with the incidence of hypertension in the work area of the Simpang Tiga Inpatient Health Center Pekanbaru City.