cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Efektivitas Ekstrak Daun Thai Basil (Ocimum Basilicum Var. Thyrsiflora) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Khansa, Hana; Keumala Dewi, Intan; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4255

Abstract

Pendahuluan :Demam tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Faktor yang mempengaruhi penularan demam tifoid adalah sanitasi yang buruk. Timbulnya resistensi antibiotik terhadap Salmonella typhi membuat berbagai upaya dilakukan untuk mencari alternatif antimikroba, salah satunya berasal dari tanaman atau bahan alam. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional adalah daun Thai basil. Pada tanaman ini terdapat flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara merusak dinding sel dan menonaktifkan kerja enzim. Metodologi :Daun Thai basil diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dengan berbagai konsentrasi dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Kontrol positif yang digunakan adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil : Hasil uji Anova satu arah didapatkan nilai P <0.00 hal ini menunjukan bahwa pemberian daun Thai basil memberikan efek hambatan terhadap pertumbuhan bakteri yang bermakna. Pada penelitian ini konsentrasi ekstrak 35.000 ppm memiliki zona hambat dengan diameter (mm) terbesar dibandingkan dengan kelompok konsentrasi ekstrak lainnya. Akan tetapi, efek antibakteri dari ekstrak daun Thai basil masih belum bisa menggantikan antibiotik Ciprofloxacin yang memiliki diameter (mm) zona hambat yang lebih besar dari ekstrak daun Thai basil. Kesimpulan :Penelitian ini dapat diketahui bahwa didapatkan zona hambat sedang pada berbagai konsentrasi ekstrak daun Thai basil namun masih belum bisa menggantikan antibiotic Ciprofloxacin. Allah SWT telah memberi kita akal untuk berpikir bagaimana cara memanfaatkan segala jenis tumbuhan yang didalamnya mempunyai banyak manfaat. Salah satunya adalah Thai basil, dengan manfaat sebagai pengobatan antibakteri.
Gambaran Infeksi Parasit Usus Pada Anak di Pemukiman Pemulung Perkotaan Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fauzia, Rita; Damayanti, Ndaru Andri; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4257

Abstract

Latar Belakang: Data WHO melaporkan lebih dari 24% penduduk dunia terinfeksi parasit usus dan 800 juta anak usia sekolah memberikan risiko terinfeksi parasit usus. Kelompok usia anak belum memiliki kemampuan untuk menjaga kebersihan pribadi. Lingkungan tempat tinggal dengan sanitasi yang kurang memberikan risiko tercemar dengan mikroorganisme termasuk parasit usus. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah feses yang dikumpulkan dari 35 orang anak yang tinggal di pemukiman pemulung Jakarta Timur. Hasil: Sebesar 8,6% anak-anak di pemukiman pemulung positif terinfeksi parasit usus, Blastocystis hominis. Sebanyak 1 orang (2,9%) dengan kebersihan individu yang masih kurang, yaitu memiliki kuku panjang dan hitam dan sebagian besar sudah memiliki kebersihan individu cukup baik. Sebanyak 3 orang (8,6%) berkulit hitam kusam karena sering terpapar sinar matahari siang. Sebanyak 3 orang anak tinggal di rumah yang tidak memiliki ventilasi, sehingga sinar matahari tidak pernah masuk (8,6%) dan sisanya anak-anak tinggal dengan lingkungan rumah yang cukup bersih. Data penelitian menunjukkan anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu yang kurang baik memiliki kecenderungan terinfeksi parasit usus, walaupun secara uji statistic Chi Square tidak memberikan hasil yang bermakna (p>0,01). Kesimpulan: Anak-anak yang tinggal di pemukiman pemulung dengan kebersihan individu dan sanitasi lingkungan tinggal yang cukup baik belum dapat mencegah terjadinya infeksi parasit usus oleh Blastocystis hominis.
Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di RS UNISMA Kota Malang dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azzahir, Raihan Rahmat; Batubara, Lilian; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4262

Abstract

Penelitian ini mengamati kasus preeklamsia yang dirawat di RS UNISMA Kota Malang, Indonesia antara tahun 2018-2020. Dari 60 rekam medis yang dianalisis, 86,67% merupakan kasus preeklamsia berat. Tingkat keberhasilan pengobatan preeklamsia berat dan ringan adalah 100%. Obat yang umum digunakan untuk pengobatan antara lain antihipertensi (nifedipine), antitrombotik (aspirin), antikonvulsan, kortikosteroid (dexametason). Studi tersebut menyimpulkan bahwa preeklampsia berat adalah yang paling umum terjadi dan semua kasus memiliki hasil pengobatan yang berhasil. Berbagai obat digunakan untuk mengobati preeklamsia termasuk antihipertensi, antitrombotik, antikonvulsan, dan kortikosteroid. Dalam tinjauan islam, manusia sangatlah diwajibkan untuk berobat agar dapat mencegah kerusakan pada diri sendiri khususnya bagi ibu hamil dengan preeklampsia.
Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2018 tentang Keakuratan Rapid Test Mendeteksi COVID-19 dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Putri Reza Permana; Poerwantoro, Bambang; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4263

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 ini sebagai kondisi pandemi, fokusnya pada deteksi yang lebih dini untuk menghentikan jumlah infeksi dan membatasi penularan virus. Beberapa metode untuk mendeteksi COVID-19, salah satunya adalah Rapid Test. Mengidentifikasi COVID-19 secara akurat penting untuk mengukur penyebaran penyakit dan menilai keberhasilan intervensi. Studi meta-analisis terhadap 10 studi Rapid Test antibodi melaporkan sensitivitas 18,4% - 93,3% dan spesifisitas 80%-100%. Dalam pandangan Islam, adanya COVID-19 merupakan cobaan yang dimana Rasulullah memerintahkan untuk menjauhi seseorang yang sedang terjangkit penyakit sebagai bentuk pencegahan penularan. Sejalan dengan penggunaan alat Rapid Test pada pandemi COVID-19 saat ini sebagai alat deteksi dini yang praktis guna mengurangi penyebaran penularan COVID-19. Untuk itu diperlukannya pengetahuan, dalam hal ini khususnya pengetahuan keakuratan Rapid Test mendeteksi COVID-19. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metodenya adalah survei menggunakan kuisioner. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2018 yang berjumlah 143 mahasiswa. Hasil: Dari tingkat pengetahuan keakuratan Rapid Test responden yang baik sebanyak 104 orang (72.7%) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 28 orang (19.5%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (7.6%). Selain itu, responden memiliki tingkat pengetahuan tentang wabah dalam pandangan Islam yang baik sebanyak 108 orang (75.5%) tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (18.2%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (6.3%). Simpulan: Tingkat pengetahuan responden tentang keakuratan Rapid Test mendeteksi COVID-19 dan tentang pengetahuan wabah dalam pandangan Islam, jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan lebih baik.
Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Pada Masa Pandemi Covid-19 Periode April-September 2019 Dan 2020 Di Puskesmas Pondok Gede Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Melania, Dinda; Basbeth, Ferryal; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4268

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan 10 penyebab kematian tertinggi di dunia yang menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta jiwa. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia termasuk tinggi yang mana ini dipengaruhi oleh faktor pasien, PMO dan faktor obat. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis sangatlah penting karena dapat menentukan keberhasilan pengobatan ataupun prognosis pasien itu sendiri kedepannya. Saat ini, keadaan pandemi Covid-19 menjadi faktor kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis. Islam pun menganjurkan umatnya untuk melakukan pengobatan hingga tuntas. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Pondok Gede periode April-September 2019 dan 2020. Pengumpulan data ini dilakukan dengan pencatatan data dari rekam medis pasien tuberkulosis yang terdaftar di Puskesmas Pondok Gede pada periode tersebut. Analisis dilakukan secara univariat pada setiap variabel dan bivariat untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil : Pada penelitian ini didapati frekuensi pasien tuberkulosis paru yang berobat menurun dari 44 orang sebelum pandemi ke 28 orang setelah pandemi. Sebelum pandemi didapati sebanyak 39 orang (88,6%) patuh dan setelah pandemi didapati sebanyak 18 orang (64,3%) patuh pengobatan tuberkulosis paru. Sehingga didapati p-value 0.014 yang berarti ada hubungan. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Pondok Gede sebelum dan setelah pandemi dimana setelah pandemi kepatuhan minum obat menurun dibandingan sebelum pandemi Covid-19. Disarankan sebagai umat Muslim untuk berobat hingga tuntas.
Kecenderungan Filariasis di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Najib, Luzein; Hardjanti, Ambar; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4274

Abstract

Penyakit filariasis, yang sering dikenal sebagai penyakit kaki gajah, disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di dalam kelenjar dan saluran getah bening. Di Indonesia, terdapat 10.681 kasus filariasis pada tahun 2018 dan pada tahun 2022 terdapat 8.635 kasus filariasis. Sekitar 70% kasus filariasis di Indonesia disebabkan oleh Brugia malayi. Salah satu provinsi yang mengalami peningkatan kasus filariasis adalah DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional. Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional. Data menggunakan data dari Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Seluruh data penderita Filariasis di wilayah Kota Jakarta Timur selama lima tahun antara tahun 2018 dan 2022 merupakan populasi penelitian. Analisis regresi adalah metode analisis data. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kasus filariasis menurun pada tahun 2020 dan 2021 dan terjadi peningkatan pada tahun 2022. Peningkatan kasus disebabkan dua faktor utama, yaitu faktor perpindahan penduduk (60%) dan faktor lingkungan (40%). Pola kasus filariasis lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki. Filariasis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas termasuk saat beribadah dan berwudhu. Namun dalam pandangan islam, Allah swt memberikan kemudahan sholat kepada seorang hamba yang sedang melalui udzur. Selain itu, Tuhan memberikan fasilitas wudhu seperti bertayamum jika sangat sakit atau khawatir saat menggunakan air.
Hubungan Antara Pola Makan dengan Penyakit Gastritis pada Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Putri, Selviana; Riliani, Marisa; Arwinda, Romy; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4281

Abstract

Pendahuluan: Penyakit gastritis merupakan peradangan atau proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung yang sering terjadi akibat pola makan yang buruk. Pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan sensitifitas akibat asam lambung yang meningkat. Pola makan tidak hanya dengan waktu makan, tetapi juga berkaitan dengan frekuensi makan, jenis makan, dan porsi makan. Menghindari asupan makanan yang dapat memicu kekambuhan dari gastritis serta menjaga kebersihan makanan menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit gastritis. Menjaga makanan menjadi salah satu bagian dari maqashid syariah yaitu hifzh al-nafs (memelihara jiwa) untuk menghindari keburukan dan menolak madharat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan penyakit gastritis serta tinjaunnya dalam Islam. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 74 siswa-siswi SMA Negeri 2 Tambun Selatan yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi diambil melalui metode random sampling. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat 38 siswa (51.4%) mengalami gastritis dan 36 (48.6%) siswa tidak mengalami gastritis. Total sebanyak (51,4%) siswa memiliki frekuensi makan >3 kali sehari, (51,4%) siswa tidak mengkonsumsi jenis makanan yang memicu, serta (51,4%) siswa memiliki porsi makan<3-5 piring nasi/hari. Kejadian ini dalam pandangan Islam berkaitan dengan maqashid syariah hifzh al-nafs yaitu memelihara jiwa. Simpulan:Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan penyakit gastritis, oleh karena itu penting bagi siswa untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dengan didasari niat untuk beribadah sehingga menjadi sumber tenaga untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Introduction: Gastritis is an inflammation of the mucosal and submucosal layers of the stomach that often occurs due to poor diet. A poor diet can cause sensitivity due to increased stomach acid. Diet is not only about the timing of meals, but also the frequency of meals, types of meals, and portions of meals. Avoiding food intake that can trigger recurrence of gastritis and maintaining food hygiene are important steps to prevent gastritis. Maintaining food is one part of maqashid sharia, namely hifzh al-nafs (preserving the soul) to avoid badness and reject madharat. This study aims to determine the relationship between diet and gastritis disease and its review in Islam. Method: This study is a type of quantitative analytic research with a cross sectional approach. The research sample was 74 students of SMA Negeri 2 Tambun Selatan who met the inclusion and exclusion criteria taken through random sampling method. Furthermore, statistical analysis was carried out using the chi-square test. Result: There were 38 students (51.4%) with gastritis and 36 (48.6%) students without gastritis. A total of (51.4%) students have a frequency of eating >3 times a day, (51.4%) students do not consume trigger foods, and (51.4%) students have a portion of eating <3-5 plates of rice / day. This incident in the view of Islam is related to maqashid sharia hifzh al-nafs, namely maintaining the soul. Conclusion: This study can conclude that there is a significant relationship between diet and gastritis disease, therefore it is important for students to maintain the food and drinks consumed based on the intention to worship so that it becomes a source of energy to carry out daily activities.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Jumantik Rumah Terhadap Demam Berdarah Dengue di RW 02 dan RW 05 Kelurahan Cipinang Cempedak Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fadhlia; Indrawati, Isna; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4284

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Prevalensi penyakit DBD di Indonesia sampai saat ini masih naik turun. Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk pencegahan DBD, sehingga penanggulangan utama penyakitnya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. PSN 3M Plus akan lebih efektif apabila setiap rumah memiliki Jumantik rumah dengan pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik. Menurut pandangan Islam, Allah menghargai orang yang menjaga kebersihan seperti Jumantik rumah yang melakukan PSN 3M Plus dan menuntut ilmu pengetahuan sebaik-baiknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 Jumantik Rumah. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 67 Jumantik rumah yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 61 orang perempuan dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA (52,2%). Mayoritas Jumantik rumah memiliki pengetahuan yang baik (97%), sikap yang baik (92,5%) dan perilaku yang baik (86,6%). Tidak ditemukan adanya Jumantik rumah yang memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang kurang baik. Jumantik rumah yang berada di lingkungan RW 02 dan RW 05, Kelurahan Cipinang Cempedak, yang merupakan lokasi penelitian mempunyai pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik mengenai Demam Berdarah Dengue. Tidak ada Jumantik rumah yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang. Menurut pandangan Islam, Allah sangat menghargai orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan menjaga kebersihan lingkungan seperti Jumantik rumah yang menerapkan PSN 3M Plus. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Jumantik Rumah, Demam Berdarah Dengue. ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The prevalence of DHF in Indonesia is volatile. So far there is no medicine or vaccine for the prevention of DHF, so the main prevention of the disease is the “3M Plus Mosquito Nest Eradication (PSN)”. PSN 3M Plus will be more effective if every house has a Jumantik rumah with good knowledge, attitude and behaviour. According to the Islamic view, Allah appreciates people who maintain cleanliness such as Jumantik rumah who does PSN 3M Plus and seeks knowledge as well as possible. The research is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. Sampling was done by simple random sampling technique. The sample in this study was 67 persons of Jumantik rumah and the data analyzed by univariate analysis. The results of this study showed that there were 67 persons of Jumantik rumah consisting of 6 men and 61 women with the highest education level being Senior High School (52.2%). The mqajority of Jumantik rumah have good knowledge (97%), good attitude (92.5%) and good behaviour (86.6%). There were not one of Jumantik rumah who had poor knowledge, attitude and behavior. There are Jumantik rumah in each family in RW 02 and RW 05, Kelurahan Cipinang Cempedak, with good knowledge, attitudes and behaviour. There is no Jumantik rumah with poor knowledge, attitude, and behaviour about Dengue Hemorrhagic Fever. According to the view of Islam, Allah really appreciates people who have knowledge and keep the environment clean, such as Jumantik rumah who implement PSN 3M Plus. Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour, Jumantik Rumah, Dengue Hemorrhagic Fever.
Hubungan Usia dan Kejadian Tumor Ovarium: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ulisyafitri, Atikah; Ainur Rahmah, Nunung; Al Ichsan
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4294

Abstract

Latar Belakang: Tumor ovarium ganas merupakan penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker ginekologi pada wanita di seluruh dunia. Risiko terkena tumor ovarium menjadi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Pola makan dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko tumor ovarium yang dapat diubah, sedangkan usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Ajaran Islam sangat memperhatikan penerapan untuk seorang muslim menjaga pola makan yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 161 kasus tumor ovarium dengan komposisi pada usia <40 tahun dengan kasus tumor ovarium mayoritas jenis tumor non-epitelial jenis epithelial (45,7%), sedangkan usia ≥40 tahun kasus mayoritas jenis tumor epitelial (55,6%). Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium (p=1,000). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023. Background: Malignant ovarian tumors are the second most common cause of gynecologic cancer death in women worldwide. The risk of developing ovarian tumors becomes higher with age. Diet and obesity are among the risk factors for ovarian tumors that can be changed, while age is a risk factor that cannot be changed. Islamic teachings are very concerned about the application of a Muslim to maintain a good diet. This study is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2022. The Pearson Chi-square test is used for statistical analysis. The significance criterion is a p-value if p≤0.05 means statistically significant. Results: A total of 161 cases of ovarian tumors with composition at the age of <40 years with ovarian tumor cases the majority of non-epithelial tumor types (45.7%), while the age of ≥40 years cases were the majority of epithelial tumor types (55.6%). There was no association between age and ovarian tumor incidence (p = 1,000). Conclusion: There is no relationship between age and ovarian tumor incidence at Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2023.
Hubungan Usia dan Kejadian Kanker Servik: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alfia, Nurul; Ainur Rahmah, Nunung; Al Ichsan; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4295

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui pada wanita dan merupakan penyebab kematian ke-4 pada wanita diseluruh dunia. Mayoritas Wanita yang didiagnosis terkena kanker serviks berusia antara 35-44 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh berbagai faktor yaitu, usia, pasangan seksual dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Dalam pandangan agama Islam, berganti-ganti pasangan seksual termasuk dalam perbuatan zina. Islam melarang seseorang untuk mendekati perbuatan zina karena hal ini dapat mendatangkan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubung antara usia dengan kejadian kanker serviks. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Pearson Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 48 kasus kanker serviks dengan komposisi mayoritas pada usia ≥40 tahun dengan kasus mayoritas adalah karsinoma sel skuamosa pada semua kategori usia, tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0,656), yaitu <40 tahun sebesar 85,7% dan ≥40 tahun sebesar 70,7%. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023. Dalam pandangan Islam, berganti-ganti pasangan seksual dalam Islam merupakan perilaku yang dilarang. Background: Cervical cancer is one of the most common types of cancer in women and is the 4th cause of death in women throughout the world. The majority of women diagnosed with cervical cancer are aged between 35-44 years. Cervical cancer is caused by various factors, namely, age, sexual partners, and use of oral contraceptive pills. In the view of Islam, changing sexual partners is considered an act of adultery. Islam prohibits someone from approaching adultery because this can cause disease. This study aims to determine the relationship between age and the incidence of cervical cancer. Method: This research is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital for 2013-2022. Pearson Chi square test was used for statistical analysis. The significance criterion is the p value if p≤0.05 means statistically significant. Results: A total of 48 cases of cervical cancer with the majority composition aged ≥40 years with the majority of cases being squamous cell carcinoma in all age categories, but this was not statistically significant (p=0.656), namely <40 years at 85.7% and ≥40 year by 70.7%. Conclusion: There is no relationship between age and the incidence of cervical cancer at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital in 2013-2023. In the Islamic view, changing sexual partners in Islam is prohibited behavior.