cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Hubungan Stres Kerja dengan Coping Mechanism pada Guru Perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung Murti, Bening Puspa; Widianti, Dini; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4299

Abstract

Guru perempuan menghadapi beban kerja yang tinggi, seperti mengajar, tugas administratif, dan tanggung jawab tambahan, sehingga rentan terhadap risiko stres kerja. Upaya mengelola stres dengan menggunakan coping mechanism sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan fisik dan mental, penurunan produktivitas, dan sindrom burnout. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sample penelitian berjumlah 120 orang yang dihitung dengan rumus Slovin. Pemilihan sample menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Analisa data pada penelitian ini melibatkan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan melakukan uji statistic spearman rank. Didapatkan rentang usia responden terbanyak adalah usia 31-40 tahun. Mayoritas responden berada pada taraf stres sedang dan menggunakan mekanisme koping sedang. Rata-rata responden menggunakan problem-focused coping. Penyebab stres kerja yang dialami oleh para guru perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung didominasi oleh faktor beban kerja kuantitas, beban kerja kualitas, dan tanggung jawab untuk orang lain. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres kerja dengan coping mechanism. Coping mechanism berkorelasi negatif dengan stres kerja, dimana jika coping mechanism semaking tinggi, maka stres kerja yang dialami semakin rendah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada responden dengan mekanisme koping rendah seluruhnya mengalami stres kerja berat.
Gambaran Perubahan Kebiasaan Konsumsi Buah Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2018 dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Thalib, Faris; Ferlianti, Rika; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4306

Abstract

Fenomena kesehatan yang saat ini terjadi di seluruh dunia adalah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Mengkonsumsi buah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit ini. Pakar ilmu psikologi menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi. Pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat buah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasi analitik. Penelitian ini dilakukan kepada Mahasiswa Universitas YARSI angkatan 2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 133 orang yang diambil dari semua populasi yang memenuhi syarat kriteria insklusi. Data yang dipakai yaitu data primer menggunakan kuisioner daring dan dianalisa dengan analisis univariat. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan terdapat 133 responden dengan responden paling banyak berasal dari kelompok usia 21 tahun (62.4%) dan berjenis kelamin perempuan (54.2%). Untuk hasil pengukuran pengetahuan, mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang (65.4%). Untuk hasil pengukuran tingkat konsumsi buah sebelum masa pandemi Covid-19, mayoritas responden tidak rutin mengkonsumsi buah setiap hari (79.0%) dan mengkonsumsi 1-2 porsi buah per minggu (55.6%). Untuk hasil pengukuran tingkat konsumsi buah selama masa pandemi Covid-19, mayoritas responden tidak rutin mengkonsumsi buah setiap hari (48.9%) dan mengkonsumsi lebih dari 5 porsi buah per minggu (36.1%). Mayoritas responden memiliki tingkat konsumsi buah yang meningkat di masa pandemi, dibandingkan dengan sebelum masa pandemi Covid-19.
Karakteristik Anak Penderita Tuberkulosis Paru Usia 0-14 Tahun di Puskesmas Cempaka Putih Tahun 2019 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Helena Khairunnisa, Diandra; Damayanti, Ndaru Andri; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4308

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang parenkim paru dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Anak-anak lebih berisiko daripada orang dewasa dalam penyebaran tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik tuberkulosis paru pada anak usia 0-14 tahun. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang diambil adalah data sekunder dengan analisis uji univariat. Populasi pada penelitian ini adalah pasien tuberkulosis paru anak usia 0-14 tahun di Puskesmas Cempaka Putih periode Januari - Desember 2019 dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil: Jumlah anak penderita tuberkulosis paru usia 0-14 tahun di Puskesmas Cempaka Putih tahun 2019 adalah 26 pasien. Sebanyak 12 pasien (46%) berusia 1-5 tahun. Pasien yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 15 orang (58%). Sebanyak 18 pasien (69%) memiliki riwayat imunisasi BCG dan sebanyak 14 pasien (54%) memiliki status gizi yang baik. Sebanyak 19 pasien (73%) mengalami positif uji tuberkulin dan sebanyak 11 orang (42%) mengalami batuk kronik ≥ 2 minggu. Pembesaran kelenjar limfe kolli, aksila, inguinal dialami oleh 8 orang (31%). Kesimpulan: Jumlah penderita tuberkulosis paru anak di Puskesmas Cempaka Putih tahun 2019 adalah 26 pasien. Sebagian besar pasien memiliki riwayat imunisasi BCG dan status gizi yang baik. Paramater skoring yang paling banyak dialami pasien adalah uji tuberkulin positif, batuk kronik ≥ 2 minggu, dan pembesaran kelenjar limfe kolli, aksila, inguinal. Islam menganjurkan untuk berobat dan bersabar dalam menghadapi penyakit menular. Imunisasi dalam Islam hukumnya mubah.
Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Keluhan Kelainan Refraksi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Sashikirana Erizal, Inez; Idrawati, Atiek; Haryono, Tri Agus; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4322

Abstract

Refraksi merupakan gangguan mata yang terjadi karena cahaya yang diterima oleh mata tidak terfokus pada retina, sehingga gambar pada retina menjadi kabur. Refraksi dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, ras, lingkungan, dan gadget. Dua jenis kelainan refraksi yang paling banyak diderita yaitu, miopia dan astigmatisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan apa saja keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan menggunakan rancangan desain studi cross-sectional. Sampel berjumlah 75 orang berdasarkan teknik non random jenis purposive sampling. Data dianalisa secara bivariat dengan bantuan program SPSS. Hasil menunjukkan penggunaan handphone tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa dan prevalensi keluhan kelainan refraksi pada mahasiswa tidak berpengaruh signifikan. Pandangan Islam terhadap pengaruh penggunaan handphone terhadap keluhan kelainan refraksi dapat diperoleh dengan tidak bersikap secara berlebihan serta menjaga kesehatan mata dan dapat diterapkan sebagai dasar kebaikan untuk menegakkan syariat Islam. Refraction is an eye disorder that occurs because the light received by the eye is not focused on the retina, so the image on the retina becomes blurred. Refraction can be influenced by age, gender, race, environment, and gadgets. The two most common types of refractive errors are myopia and astigmatism. This study aims to determine the prevalence and what are the complaints of refractive errors in students of the Faculty of Medicine, YARSI University. This research is a type of descriptive quantitative research and uses a cross-sectional study design. The sample amounted to 75 people based on non-random purposive sampling technique. Data were analyzed bivariately with the help of the SPSS program. The results showed that the use of cellphones had no significant effect on complaints of refractive errors in students and the prevalence of complaints of refractive errors in students had no significant effect. Islamic views on the effect of cellphone use on complaints of refractive errors can be obtained by not being excessive and maintaining eye health and can be applied as a basis for goodness to uphold Islamic law.
Hubungan Aktivitas Olahraga Terhadap Low Back Pain pada Guru di Kabupaten Bogor dan Tinjaunnya dalam Pandangan Islam Zakia; Zulhamidah, Yenni; M. Zen, Irwandi
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4332

Abstract

Low Back Pain merupakan gangguan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan Low Back Pain, salah satunya faktor indivudi yang berkaitan dengan kerja, usia, lama kerja, jenis kelamin, posisi kerja, dan lain-lain. Salah satu pekerjaan yang berisko terkena Low Back Pain yaitu Guru karena tuntutan fisik dari pekerjaan sehari-hari, yang meliputi berjam-jam berdiri, duduk, membungkuk, dan postur tubuh yang tidak nyaman. Guru yang mempunyai kebiasaan aktivitas olahraga kurang baik berpotensi mengalami keluhan Low Back Pain dan akan dipeparah oleh faktor lain. Islam menganjurkan umatnya untuk berolahraga agar sehat dan kuat seperti disalah satu hadist Rasulullah SAW bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai dar ipada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah.” (HR. Muslim). Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan yaitu Guru yang mengajar di Kabupaten Bogor. Menilai aktivitas olahraga dan menilai kejadian Low Back Pain dengan memberikan kuesioner lalu dibedakan menjadi beberapa kategori. Data Analisa dilakukan dengan uji statistik Chi Square. Hasil uji Analisa bivariat didapatkan P value 0,032 (P<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna pada aktivitas olahraga terhadap Low Back Pain Pada Guru di Kabupaten Bogor. Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna anatar hubungan aktivitas olahraga terhadap Low Back Pain Pada Guru di Kabupaten Bogor.
Hubungan Pola Tidur dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Ramanda Putri, Angela; Sari, Siti Maulidya
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4334

Abstract

Pendahuluan: Tidur didefinisikan sebagai ketidaksadaran dimana seseorang dapat dibangunkan oleh ransangan sensorik atau lainnya. Tidur merupakan keadaan fisiologis yang sangat berperan penting serta menjadi kebutuhan dasar bagi tubuh manusia. Fungsi tidur adalah mengurangi stress dan kecemasan, memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, menyimpan energi, memperbaiki imunitas tubuh, termasuk dapat meningkatkan konsentrasi ketika akan melakukan aktivitas sehari-hari. Pola tidur yang buruk biasanya didasari oleh adanya tuntutan aktivitas sehari-hari, salah satunya aktivitas belajar yang mengakibatkan kurangnya kebutuhan untuk tidur menyebabkan mengantuk yang berlebihan di siang hari sehingga mempengaruhi konsentrasi belajar. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif non-eksperimen dengan rancangan penelitian cross sectional. Cara penetapan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling kuota sejumlah 72 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pola tidur buruk dengan jumlah 58 responden (80.6%) dan sebagian besar responden memiliki konsentrasi belajar buruk sebanyak 37 responden (51.4%). Simpulan: Adanya hubungan pola tidur dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 (p-value 0.028).
Efektivitas Ekstrak Daun Teratai (Nymphaea pubescen L) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam Zuhdi, Akram Ushaim; Keumala Dewi, Intan; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4341

Abstract

Teratai merupakan tanaman air (hidrofit) yang secara alami hidup mengapung di ekosistem perairan, terutama ekosistem rawa. Teratai memiliki khasiat sumber potensial fitokimia dan digunakan untuk aktivitas farmakologis termasuk antikanker, regulasi gastrointestinal, efek imunomodulator, anti-inflamasi dan berbagai efek lainnya. Biji dan daun teratai di gunakan sebagai ramuan obat tradisional seperti obat diare. Shigella telah menunjukkan perubahan pola kerentanan antibiotik. Bakteri ini secara progresif menunjukkan resistensi terhadap berbagai antibiotik yang terutama digunakan dalam pengobatan diare. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak daun teratai (Nymphaea pubescen L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Penelitian ini menggunakan empat konsentrasi yaitu 3.000 ppm, 6.000 ppm, 15.000 ppm, dan 25.000 ppm serta kontrol positif antibiotik ciprofloxacin dan kontrol negatif emulgator CMC kemudian diujikan terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan di ukur besar zona hambat yang terbentuk pada MHA. Zona hambat terbentuk pada konsentrasi 15.000 ppm dan 25.000 ppm dan memiliki zona hambat yang bervariasi pada 3 kali pengulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang di hasilkan oleh ekstrak daun teratai 25.000 ppm lebih besar di bandingkan perlakuan lain nya pada bakteri Shigella dysenteriae
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Berliannissa Diva Irvadianis; Donanti, Elita; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4356

Abstract

Pada tahun 2018, dilaporkan bahwa prevalensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita di wilayah Asia Tenggara mencapai 28,7%. Indonesia, sebagai salah satu negara di wilayah tersebut, tercatat sebagai negara ketiga dengan prevalensi tertinggi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dengan rata-rata sebesar 36,4% dalam rentang tahun 2005-2017. Faktor penyebab melibatkan ketidakseimbangan antara lain asupan makanan dan kebutuhan balita, serta pengetahuan ibu yang berperan besar dalam mengatasi masalah gizi anak. Data pada tahun 2020 menunjukkan bahwa Jakarta Pusat menjadi penyumbang ketiga tertinggi dengan 989 balita yang memiliki gizi kurang dari total 6.047 balita di wilayah Jakarta. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu mengenai gizi terhadap status gizi balita di wilayah Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Metode penelitian ini menerapkan analisis rancangan cross-sectional dengan pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang diambil sebanyak 30 responden ibu yang memiliki balita berusia 12-59 bulan. data diperoleh melalui kuesioner dan pemeriksaan antropometri. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dalam dimensi univariat dan bivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value=1,000, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi balita. Peran ibu sebaiknya menerapkan pengetahuan gizi pada anak dengan memperhatikan frekuensi, jenis, dan jumlah asupan makanan balita. Pemerintah desa juga sebaiknya memantau status gizi anak balita melalui pengukuran antropometri secara berkala, dengan kerja sama pihak kesehatan atau kader untuk memberikan informasi tentang makanan seimbang.
Hubungan Sarapan Pagi dengan Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Gradischerline, Debrin; Kuntarti, Retno; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4370

Abstract

Kebiasaan sarapan menjadi masalah pada anak dan kalangan muda salah satunya adalah kemampuan konsentrasi belajar menjadi tidak optimal. Dengan tidak sarapan pagi, kadar glukosa dalam darah kurang terpenuhi sehingga kerja otak dan daya berpikir akan menurun. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membangun kebiasaan sarapan pagi, sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dan intelektual. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dan rancangan Cross Sectional. Sampel berjumlah 68 responden. Sampel dipilih melalui teknik simple random sampling. Data penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dan diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 memiliki kebiasaan sarapan pagi yang kurang baik dan tingkat konsentrasi belajar berada di kategori sedang. Hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa. Islam mengajarkan bahwa untuk menjalani hidup yang baik dan sehat, seseorang harus menjaga pola makan yang bergizi dengan tidak berlebihan namun memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan intelektual.
Pengaruh Aktivitas Olahraga terhadap Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun Pertama dan Kedua Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Philana, Naila Salwa; Genisa, Maya; Heriyanto, Toto
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4373

Abstract

Pendahuluan: Stres sebagian besar berasal dari pikiran yang negatif dan ketidakrasionalan yang terbentuk dalam pikiran seseorang. Lebih dari 350 juta penduduk dunia menurut World Health Organization (WHO) mengalami stres dengan angka yang cukup tinggi dan menjadi penyakit ke empat di dunia. Stres berdampak pada pola perilaku, fisiologis, kognitif, dan emosional. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampak negatif dari stres dapat dilakukan dengan cara olahraga yang teratur. Olahraga menyebabkan tubuh memproduksi beta-endorfin, yang meningkatkan mood dan menurunkan hormon stres kortisol dalam tubuh sehingga hati menjadi tenang. Ketenangan hati bisa diwujudkan dengan mengingat Allah SWT. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional. Penetapan sampel menggunakan teknik probability sampling. Jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria adalah sebanyak 86 responden. Hasil: Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney dengan hasil p-value <0,05, maka didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh aktivitas olahraga terhadap tingkat stres (p=0,02). Kesimpulan: Terdapat pengaruh aktivitas olahraga terhadap tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama dan kedua Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.