cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Hubungan Konsumsi Ikan Asin dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Nastiti, Meidi Endahsari; Widianti, Dini
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4419

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi seseorang yang memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg atau keduanya. WHO menyatakan sejak tahun 2000 hingga saat ini prevalensi hipertensi terus meningkat, penduduk dunia yang terkena hipertensi sebanyak 639 juta kasus atau 26,4%. Kasus Hipertensi di Kota Baubau pada tahun 2018 sebanyak 5.238 kasus atau berada pada urutan no.2 penyakit terbesar akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat yaitu sering mengonsumsi makanan yang cenderung asin. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi ikan asin dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Pasien yang terdata (dewasa usia minimal 17 tahun) di Klinik Medika Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2021 ─ Februari 2021. Sampel diambil dengan purposive sampling. Besaran sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 138 pasien yang berkunjung ke Klinik Medika Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil: Pada penelitian ini responden dengan kategori hipertensi sebanyak 123 orang (89.13%) dan kategori normal sebanyak 15 orang (10.87%) dengan usia < 19 tahun sebanyak 9 orang (6.52%) dan usia > 56 tahun sebanyak 102 orang (73.91%). Berdasarkan hasil uji fisher’s exact test didapatkan hasil yang signifikan antara konsumsi ikan asin (p=0.000) dengan kejadian hipertensi pada rentang usia dewasa minimal 17 tahun sampai > 56 tahun. Kesimpulan: Pada penelitian ini konsumsi ikan asin dan hipertensi pada masyarakat Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara tinggi. Terdapat hubungan antara konsumsi ikan asin dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam tinjauan Islam menjaga Kesehatan adalah ikhtiar menjaga jiwa (hifz al-nafs) sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan maksimal. Background: Hypertension is a condition of a person who has systolic blood pressure 140 mmHg and diastolic 90 mmHg or both. WHO states that since 2000 until now the prevalence of hypertension has continued to increase, the world's population affected by hypertension is 639 million cases or 26.4%. Hypertension cases in Baubau City in 2018 were 5,238 cases or ranked no. 2 of the largest disease due to unhealthy lifestyle changes, namely frequently consuming foods that tend to be salty. Research Objectives: This study aims to determine the consumption of salted fish with the incidence of hypertension in community in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Methods: This type of research is descriptive analytic with a cross sectional research design. The sample in this study were patients who were recorded (at least 17 years old) at the Medical Clinic in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Data collection was carried out in January 2021 February 2021. The sample was taken by purposive sampling. The sample size was calculated using the Slovin formula and obtained as many as 138 patients who visited the Medical Clinic in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Results: In this study, respondents with hypertension category were 123 people (89.13%) and normal category was 15 people (10.87%) with age < 19 years as many as 9 people (6.52%) and age > 56 years as many as 102 people (73.91%) . Based on the results of the fisher's exact test, there were significant results between the consumption of salted fish (p = 0.000) and the incidence of hypertension in the adult age range of at least 17 years to > 56 years. Conclusion: In this study, consumption of salted fish and hypertension in the people of Baubau City, Southeast Sulawesi Province were high. There is a relationship between consumption of salted fish and the incidence of hypertension in people in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. In the view of Islam, maintaining health is an effort to maintain the soul (hifz al-nafs) so that it can carry out worship to the fullest.
Kecenderungan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Setiani, Shella; Hardjanti, Ambar; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4275

Abstract

Penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara tropis seperti di Indonesia. Indonesia memiliki jumlah kasus DBD tertinggi kedua di dunia dan tertinggi di Asia Tenggara. Terdapat 8.716 kasus DBD yang dilaporkan di DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional. Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional. Analisis regresi adalah metode analisis data. Hasil menunjukkan pola perkembangan kasus DBD cenderung lebih tinggi dan bergeser ke kelompok usia produktif yaitu 6-18 tahun dan 19-59 tahun. Laki-laki lebih banyak mengalami peningkatan kasus DBD dibandingkan perempuan. Terkait dengan kecenderungan penyakit DBD, perspektif Islam menyatakan bahwa kebersihan adalah hak asasi manusia. Lingkugan yang kotor dapat menyebabkan sejumlah penyakit .
Profil Asma pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI farrah fadillah, ara; Aditama, Tjandra Yoga; Gunawan, Andri; Qomqriyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4316

Abstract

asma merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan obstruksi reversible saluran nafas yang menyempit dan adanya sekresi bronkial sehingga menyebabkan sesak nafas. Berbagai macam faktor resiko dan faktor pencetus yang dapat menyebabkan terjadinya asma, faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal (host factor) dan faktor eksternal (environmental factor). Faktor internal yang dapat menyebabkan asma antara lain genetika, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan faktor psikologis. Pada faktor eksternal antara lain iritasi karena pekerjaan, infeksi saluran pernafasan, alergi, asap rokok, polusi udara, obat obatan, perubahan suhu yang berhubungan dengan perubahan musim.
Presentase Pinjal dan Kutu Sebagai Vektor Penyakit Ektoparasit pada Kucing di Kayu Putih Pulo Gadung Gadung dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Ayuni, Putri; Damayanti, Ndaru Andri; Ferlianti, Rika; Karimulloh
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4327

Abstract

Pendahuluan : Kucing merupakan salah satu hewan domestik yang berperan sebagai hospes dari ektoparasit kutu dan pinjal. Untuk mengetahui persentase mengenai kutu dan pinjal pada kucing di Pulo Gadung Jakarta Timur dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pinjal dan kutu pada hewan domestik yang berpotensi menjadi vektor penyakit ektoparasit pada manusia. Dari perspektif islam semua makhluk hidup termasuk kucing memiliki peranan dan nilai dalam ekosistem yang diciptakan oleh Allah. Metodologi : Penelitian ini Bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah kucing domestik di wilayah Pulo Gadung Jakarta berjumlah sebanyak 30 ekor kucing ras dan kucing lokal. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji bivariat untuk menganalisis karakter kucing dengan angka persentase ektoparasit. Hasil : Hasil penelitian menunjukan kucing ras 53%, lokal 30%, campuran 17% dengan rentang usia kucing dalam penelitian berkisar antara 3 bulan -5 tahun. Persentase kucing betina 87%, pada jantan 13%. Simpulan : Persentase ektoparasit pinjal masih tetap dapat ditemukan pada kelompok kucing ras yang dipelihara didalam kendang. Ektoparasit pinjal dapat menular pada kucing yang hidup berkelompok. Dalam Islam, pandangan terhadap pinjal dan kutu berkaitan erat dengan prinsip kebersihan dan kesehatan yang merupakan bagian penting dari iman. Meskipun tidak ada teks spesifik dalam Al-Qur'an atau Hadits yang secara langsung membahas pinjal dan kutu, Islam menekankan pentingnya kebersihan, termasuk menghindari parasit seperti pinjal dan kutu untuk mencegah penyakit.
Pengaruh Fermentasi Madu Terhadap Viabilitas dan Proliferasi Sel Fibroblast Pasca Diinduksi Cisplatin In Vitro Serta Tinjauan Menurut Islam Anwar, Alifah Fitria; Syamsul Hadi, Restu; Karimulloh
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4329

Abstract

Pendahuluan : Salah satu pengobatan kanker ialah dengan kemoterapi dan salah satu kemoterapi yang terkenal dan telah digunakan untuk berbagai pengobatan kanker ialah Cisplatin. Karena resistensi obat dan berbagai efek samping yang dapat terjadi, terapi kombinasi Cisplatin dengan obat lain harus dipertimbangkan untuk mengatasi resistensi obat dan mengurangi toksisitas. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan data yang akan diambil secara langsung dengan melakukan sebuah eksperimen/percobaan in vitro yang bertujuan mengerahui pengaruh fermentasi madu terhadap viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro. Penelitian ini menngunakan 4 kelompok perlakuan dengan tiga kali pengulangan (triplicate) yang diberikan cisplatin dan fermentasi madu dengan konsentrasi 5% dan 10% dan diamati selama 24 jam. Analisis data yang akan digunakan ialah normalitas, one way ANOVA dan Uji Pos Hoc. Hasil : Fermentasi madu dapat memberikan efek pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast. Simpulan : penggunaan fermentasi madu untuk melihat pengaruhnya pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro diperbolehkan karena sesuai dengan menjaga Al-Dharuriyat Al-Kham.
Pengaruh Lama Paparan Handphone Terhadap Keluhan Dry Eye Syndrome Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Katia Ayu Nabilah; Indriawati, Atiek; Haryono, Tri Agus; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4342

Abstract

Dry Eye Syndrome adalah gangguan pada permukaan mata dan lapisan air mata yang disebabkan oleh berbagai faktor, yang bermanifestasi sebagai iritasi, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan lapisan air mata. Dry Eye Syndrome sering kali disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan, termasuk komputer dan ponsel, yang lazim terjadi pada pekerja dan pelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan dan pengaruh lama paparan layar handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada mahasiswa kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan tinjauannya dalam islam. Hasil menunjukan bahwa pada penelitian durasi lama paparan handphone terhadap OSDI, diperoleh bahwa mayoritas tidak memiliki keluhan Dry Eye Syndrome. Sementara, berdasarkan hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh nilai sig. yaitu 0.007 (>0.05), sehingga mengartikan terdapat pengaruh lama paparan handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada Mahasiswa. Dalam pandangan islam, Penggunaan handphone merupakan hal yang umum dan lazim. penggunaan handphone yang tidak bijak dapat menyebabkan kebutaan dan hilangnya nikmat mata hingga buta hati. Oleh karena itu, para ulama telah menetapkan beberapa adab mengenai pemahaman etika dan tata krama saat menggunakan handphone.
Hubungan Jenis Pola Asuh dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Soraya, Aulia Ramadhani; Donanti, Elita; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4344

Abstract

Status gizi balita adalah tanggung jawab penting yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua. DKI Jakarta pada tahun 2020, terdapat 6.047 balita yang teridentifikasi mengalami kekurangan gizi. Salah satu faktor eksternal terhadap status tingkat gizi anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan pengetahuan ibu khususnya mengenai gizi, sikap dan perilaku. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tipe pola asuh dan status gizi balita di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan sebagai survei cross-sectional analitik. Jumlah sampel adalah 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik quota sampling. Data didapatkan dari kuesioner, pengukuran antropometri, dan informasi dari lingkungan Puskesmas. Hasil menunjukkan bahwa pada pola asuh demokratif diterapkan pada 19 orang (63,3%), pola asuh otoriter diterapkan pada 5 orang tua (16,6%), dan pola asuh permisif diterapkan pada 6 orang (20,0%). Kemudian, status gizi pada balita dengan kategori gizi baik yaitu 24 balita (80,0%). Sedangkan status gizi buruk yaitu 2 balita (6,7%). Terakhir, didapatkan nilai p value (0,417>0,05), sehingga mengartikan tidak terdapat hubungan dengan status gizi pada balita di wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat.
Pola Penggunaan Kortikosteroid pada Anak dengan Penyakit Asma Sestia Dia Alifah; Batubara, Lilian; Permana, Dharma
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4352

Abstract

Latar Belakang: Menurut Global Initiative For Asthma (GINA) 2020, Asma adalah penyakit heterogen, yang biasanya ditandai dengan peradangan saluran napas kronis. Pada asma terdapat gangguan pernapasan seperti mengi, sesak napas, nyeri dada, dan batuk (GINA, 2020). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, di Indonesia angka kejadian asma pada anak usia 0 – 14 tahun adalah 9,2%. Metodologi: Penelitian ini menggunakan 37 data rekam medis pasien asma anak di Salah Satu Rumah Sakit Umum Wilayah Jawa Barat periode Januari-Desember 2023 dengan desain penelitian cross sectional dengan jenis sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Lalu, data akan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan analisis univariat hasil yang didapatkan adalah asma anak sebagian besar diderita oleh pasien anak laki-laki dengan usia 1-5 tahun dengan derajat asma yang paling banyak adalah asma persisten sedang. Jenis kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah prednison oral dan budesonid inhalasi. Adapun efek samping yang paling banyak terjadi adalah gangguan distribusi lemak.  Simpulan: Kortikosteroid terutama digunakan pada asma persisten. Jenis kortikosteroid yang digunakan terutama prednison oral dan budesonid inhalasi. Efek samping yang sering muncul pada penggunaan kortikosteroid adalah berupa gangguan distribusi lemak tubuh.
Sunscreen Use among Students of the Faculty of Medicine YARSI University Wisye Rizqia Amalia; Mirfat, Mirfat
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4399

Abstract

Introduction: Exposure to sunlight carries harmful to potentially dangerous effects. Protection against ultraviolet (UV) radiation can be achieved through physical and chemical methods by using sunscreen. Sunscreen is a chemical product that reflects UV radiation, thereby weakening the intensity of UV before it penetrates the skin. The use of broad-spectrum sunscreen with SPF 30 or higher is recommended in any situation. While numerous studies have been conducted worldwide regarding sunscreen usage, only a limited number have been conducted in Indonesia. This research aims to investigate the utilization of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University. Method: An analytic study utilizing a cross-sectional design was conducted to investigate sunscreen usage among students of the Faculty of Medicine, YARSI University. The random sampling technique was used to determine the sample size and the sample proportion was divided based on the year of enrollment using cluster sampling technique. The measurement instrument used was a questionnaire in the form of a Google form. Result: The total number of respondents in this study is 317 students from the Faculty of Medicine, YARSI University. The use of sunscreen was reported by 292 students. The factor that significantly influenced this result was the female gender (P value 0,000; OR 0,069). 90,9% of the students used methods of sun protection other than sunscreen. 70,3% of the students used broad-spectrum sunscreen, while 56,5% used sunscreen with SPF 31-50. However, 45,1% of the students still applied sunscreen less than 10 minutes before going outside and 41,6% students did not reapply sunscreen. Conclusion: The use of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University, revealed that nearly all students, 292 in total (92.1%), used sunscreen. However, there were still discrepancies in terms of the body parts applied, dosage, timing of application before going outside, and frequency of reapplication. The factor influencing sunscreen use was gender, specifically female (P value < 0.05).
Hubungan antara Status Gizi dengan Terjadinya Dengue Shock Syndrome pada Anak di RSUD Kabupaten Bekasi Periode 2019-2024 Maghfiro, Tsabitha Putri maghfiro; -, Sri Hastuti Andayani
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4688

Abstract

Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami demam berdarah dengue. Dengue shock syndrom merupakan kondisi lanjutan dari demam berdarah dengue yang kemudian mengalami syok. Salah satu faktor yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya dengue shock syndrom adalah status gizi. Penelitian retrospektif cross sectional ini dilakukan di RSUD Kabupaten Bekasi dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan terjadinya dengue shock syndrome pada anak. Terdapat 69 sampel data yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square menggunakan SPSS. Pada penelitian ini didapatkan nilai p-value = 0,250, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan terjadinya dengue shock syndrome pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi.