cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Profil Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bronkopneumonia Anak Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dwifani, Limanda; Permana, Dharma; Arsyad, Muhammad; Sari, Wening
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4796

Abstract

Latar Belakang : Bronkopneumonia merupakan infeksi pernapasan serius pada anak yang membutuhkan pemahaman komprehensif tentang karakteristik klinis dan pola penggunaan antibiotik. Metodelogi : Penelitian cross-sectional retrospektif ini bertujuan menganalisis distribusi demografis, pola penggunaan antibiotik, dan faktor risiko bronkopneumonia pada anak di Rumah Sakit Islam Jakarta selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Sebanyak 106 pasien anak diseleksi dari 393 catatan medis yang tersedia, dengan menggunakan kriteria inklusi spesifik. Penelitian mengevaluasi variabel seperti jenis kelamin, usia, jenis dan rute antibiotik, serta durasi hospitalisasi. Hasil : Hasil menunjukkan dominasi pasien laki-laki (57,55%) dengan prevalensi tertinggi pada anak berusia 1 tahun (20,75%). Ceftriaxone menjadi antibiotik paling umum digunakan (38,68%), dengan rute administrasi kombinasi intravena dan oral (56,60%) yang paling sering dipraktikkan. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa faktor lingkungan seperti paparan asap rokok, polusi udara, malnutrisi, dan kurangnya pemberian ASI memiliki kontribusi signifikan dalam kejadian bronkopneumonia. Kesimpulan : Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam memahami dinamika penyakit pernapasan pada anak dan menekankan perlunya pendekatan komprehensif dalam diagnosis, terapi, dan pencegahan.
Profil Imunisasi dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 6-60 Bulan di Desa Kresek Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang dan Ditinjau dalam Pandangan Islam Adly Wirjopranoto, Retina Ayu Zeta; Herawaty, Tuty; Heriyanto, Toto
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4799

Abstract

KATA KUNCI Stunting, Imunisasi Dasar, Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan, Perspektif Islam. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dan kejadian stunting pada anak usia 6–60 bulan di Desa Kresek serta tinjauannya dari perspektif Islam. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi yang tidak lengkap, yang meningkatkan risiko infeksi. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual. Penelitian analitik dengan desain kuantitatif menggunakan data sekunder dari 98 anak di Desa Kresek. Sampel diambil menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan status imunisasi dengan kejadian stunting. Hasil menunjukkan prevalensi stunting mencapai lebih dari 70%, dengan 71,4% anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara status imunisasi dan kejadian stunting (p < 0,05), di mana anak yang tidak menerima imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap berkontribusi signifikan terhadap tingginya kejadian stunting di Desa Kresek. Peningkatan cakupan imunisasi dasar menjadi strategi penting untuk mencegah stunting, yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan spiritual.
Hubungan Kurangnya Asupan Air Putih Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dian Noor Aristi; Ferlianti, Rika; Mukhtar, Diniwati; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4801

Abstract

Air putih adalah komponen penting dalam fungsi fisiologis tubuh, termasuk menjaga konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kurangnya asupan air putih dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 106 responden dipilih dengan metode total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara asupan air putih dengan tingkat konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden (42,5%) mengonsumsi air putih 1000-1500 mL/hari, sementara tingkat konsentrasi belajar tinggi ditemukan pada 63,2% responden. Analisis statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara asupan air putih dan konsentrasi belajar (p > 0,05). Studi ini menyimpulkan bahwa pola konsumsi air putih tidak secara langsung memengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor lain yang mungkin memengaruhi konsentrasi belajar.
Gambaran Perbandingan Paparan Air Conditioner Terhadap Gejala Rhinitis Alergi Pada Ruang Skill Lab Dibandigkan Dengan Ruang Kelas Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Marison, Cathlya Hayati; Wardhana, Arroyan; Rahmi, Hastuti; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4803

Abstract

Rhinitis alergi adalah inflamasi mukosa hidung akibat reaksi terhadap alergen, dengan gejala seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan hidung gatal. Penggunaan air conditioner (AC) dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan memicu gejala ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan gejala rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022 yang terpapar AC di ruang skill lab dan ruang kelas. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 73 mahasiswa, dipilih melalui simple random sampling, menjadi responden dengan kriteria inklusi kesediaan mengisi kuesioner dan memiliki gejala rhinitis akibat paparan AC. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, setelah uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan frekuensi gejala rhinitis, seperti hidung tersumbat, hidung berair, dan hidung gatal, di ruang skill lab dan ruang kelas. Namun, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,811). Sebagian besar responden mengalami gejala dalam waktu kurang dari 30 menit setelah memasuki ruangan ber-AC. Selain itu, mayoritas responden (70,8%) tidak memiliki alergi terhadap udara dingin, mengindikasikan faktor lain seperti durasi paparan dan kualitas udara mungkin turut memengaruhi gejala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan AC di kedua ruang tidak secara signifikan memengaruhi perbedaan gejala rhinitis alergi pada mahasiswa. Hasil ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan ber-AC untuk meminimalkan risiko alergi dan memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut tentang kualitas udara dalam ruangan serta strategi mitigasi risiko kesehatan.
Hubungan Penyuluhan Kesehatan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pengaruh Lingkungan Penyebab Diare pada Anak Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rossa Try Julia Siswandi; Herlinawati, Sri Wahyu; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyuluhan kesehatan dan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengaruh lingkungan terhadap diare di SMP Global Islamic School Jakarta. Diare adalah penyakit yang sering menyerang anak-anak, dengan kebersihan lingkungan yang buruk sebagai faktor utama penyebabnya. Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah diare. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa, yang dipilih dengan metode one group pre-test dan post-test menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan siswa tentang faktor lingkungan yang menyebabkan diare, baik sebelum maupun setelah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa setelah penyuluhan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penyuluhan kesehatan dan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengaruh lingkungan terhadap diare (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan agar penyuluhan kesehatan dilakukan secara berkala di sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dalam pencegahan diare. Dalam pandangan Islam, kebersihan adalah bagian dari iman, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga sejalan dengan prinsip-prinsip kesehatan dalam Islam untuk pencegahan diare.
Laporan Kasus : Gejala Psikotik pada Pasien dengan Riwayat Epilepsi disertai Komorbid Penyalahgunaan Obat-Obatan dengan Ciri Kepribadian Antisosial PRATAMA, MAULANA YUDHA; Ahdimar, Friendy; Maryudhiyanto, Liko; Agustina, Citra Fitri
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4824

Abstract

Gejala psikotik adalah tanda yang menunjukkan gangguan dalam pemikiran, persepsi, atau perilaku seseorang. Gejala psikotik dapat muncul dalam berbagai kondisi mental, termasuk halusinasi organik. Pada kasus Tn. K, laki-laki 20 tahun, datang dibawa oleh keluarga dengan keluhan utama yaitu pasien merasa terganggu dengan bisikan-bisikan di telinganya serta. Menurut keluarga, pasien menunjukan sikap-sikap yang tidak biasa seperti bicara sendiri, perilaku kadang-kadang aneh seperti sifat kekanak-kanakan, sulit tidur, emosi tanpa sebab, memarahi setiap orang yang berinteraksi dengannya, selalu curiga dengan lingkungan sekitar dan selalu keluar rumah bahkan ketika malam hari. Keluarga pasien mengaku bahwa pasien memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan tramadol dan hexymer sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat epilepsi sejak usia 10 bulan sampai sekarang, kejang terakhir 1 hari SMRS. Pasien juga menunjukkan halusinasi auditorik dan waham rujukan. Diagnosis adalah Halusinosis Organik dengan GAF 40-31. Kasus ini menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan psikotik. Temuan dalam laporan kasus ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian yang ada mengenai dampak penyalahgunaan zat seperti Trihexyphenidyl dan tramadol terhadap perkembangan gejala psikotik. Pada pasien ini juga menunjukkan ciri kepribadian antisosial yang dimana belum memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Tatalaksana psikotik akibat kondisi medis umum utama adalah mengobati kondisi medis umum yang menyebabkan psikotiknya tersebut melalui pemberian psikofarmaka dan psikoterapi yang tepat. Prognosis bergantung pada reversibilitas dari penyakit yang mendasarinya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit dasarnya.
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin pada DM Tipe 2 dengan Kejadian Retinopati Diabetik di Rumah Sakit Puri Cinere pada Tahun 2022-2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Aprilia, Ungki; Mokoginta, Saskia Nassa; Polana, Rita; Haryono, Tri Agus; Anshar, M. Fazlurrahman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4837

Abstract

Retinopati Diabetik merupakan suatu komplikasi mikrovaskular yang disebabkan oleh hiperglikemia pada penderita diabetus melitus serta menjadi penyebab utama dari kebutaan. Retinopati diabetik terbagi menjadi tiga, yaitu NPDR, PDR, dan DME. Retinopati diabetik banyak ditemukan pada usia produktif antara 20-64 tahun. Perempuan memiliki prevalensi retinopati diabetik yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan riwayat usia diatas 60 tahun, serta status ekonomi yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin pada DM tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di RS Puri Cinere pada tahun 2022-2023 dan tinjauannya menurut pandangan islam. Hasil penelitian ini menunjukkan penderita retinopati diabetik sebanyak 22 orang dengan distribusi NPDR sebanyak 6 orang (27%), penderita PDR sebanyak 12 orang (55%), dan penderita DME sebanyak 4 orang (18%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian DR, namun penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian DR. Dalam prespektif islam, umat muslim dilarang berlebihan termasuk pola makan, serta menganjurkan untuk berpuasa. Penderita retinopati diabetik hendaknya menjaga kesehatan mata dan menerapkan pola hidup sehat.
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Guru dan Karyawan SMPIT Islamia Tambun Selatan Kusumawardhani MF, Gita; Rifqatussa'adah; Wijayanti, Erlina
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4838

Abstract

Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sebuah rangkaian perilaku yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kualitas kesehatan individu atau sebuah keluarga melalui aktivitas sehari - hari. PHBS memiliki beberapa tatanan salah satunya adalah di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Penelitian ini melibatkan guru dan karyawan SMPIT Islamia yang berjumlah 33 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross – sectional, kemudian data di analisis menggunakan software SPSS dengan uji chi - square. Data primer diambil melalui kuesioner dalam bentuk kertas dan google forms. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pengetahuan (p – value : 0,004), sikap (p – value : 0,008), usia (p – value : 0,001) dan fasilitas sarana kebersihan sekolah (p – value : 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, usia, dan fasilitas dan sarana sekolah dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia.
Akurasi Skoring Tzanakis pada Pasien Penyakit Appendisitis Akut di RS Dr. Bratanata Jambi Maulana, Muhammad Deriel; Syam, Edward; Batubara, Lilian
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4849

Abstract

Appendisitis akut merupakan peradangan akut pada appendiks veriformis karena adanya obstruksi lumen appendiks. Skoring Tzanakis adalah skoring untuk membantu proses diagnosis Appendisitis akut dengan hanya Hanya menggunakan 4 parameter, dan skor lebih dari 8 sudah menunjukkan diagnosis appendisitis akut. Berdasarkan latar belakang tertulis, penulis merasa perlu untuk meneliti lebih lanjut perihal keakuratan penggunaan skoring Tzanakis pada pasien Appendisitis Akut. Penelitian ini jenis studi observasional analitik untuk melihat keakuratan dari penggunaan skoring Tzanakis terhadap kasus apendisitis akut. Metode yang digunakan adalah metode uji diagnostik dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien apendisitis akut di Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat diuji dengan menggunakan uji Chi-square. Dari 52 pasien, didapatkan nilai sensivitas adalah sebesar 78%, uji spesifitas sebesar 100%, uji nilai prediktif positif sebesar 100%, uji nilai prediktif negatif sebesar 33% dan uji akurasi diperoleh sebesar 81%. Nilai signifikansi pada uji chi square diperoleh sebesar 0,001. Skoring Tzanakis tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga sederhana, mudah diakses, dan non-invasif. Hal ini karena skoring Tzanakis hanya memiliki 4 parameter seperti USG, nyeri RIF, blumberg sign, dan jumlah leukosit, sehingga dapat diterapkan dengan baik oleh tenaga kesehatan. Penggunaan skoring ini dianggap dapat mengurangi jumlah apendektomi negatif dan mencegah komplikasi penyakit.
Pengetahuan dan Sikap Mengenai Perlindungan dari Paparan Sinar Matahari pada Pekerja Lapangan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara Syifa Aini Fiqri; Mirfat; Etty Widayanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4886

Abstract

Pendahuluan: Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit, termasuk risiko kanker kulit, penuaan dini, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari pada pekerja lapangan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Metodologi: Penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional menggunakan total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari hasil survei kuesioner yang diisi oleh responden yang bersedia dan mengisi kuesioner secara lengkap. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Software Statistical Package For Social Science (SPSS) versi 29.0., uji fisher exact. Hasil: Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 107 pekerja lapangan, 71 responden (66.4%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari sedangkan responden yang memiliki sikap buruk mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari sebanyak 81 responden (75.7%). Pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,002) mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari antara pekerja lapangan laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian memiliki perbedaan yang signifikan. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang dan sikap buruk mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari pada pekerja lapangan, serta terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap mengenai perlindungan dari paparan sinar matahari antara pekerja lapangan laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian (p<0,05).