cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Hubungan Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Siswa/I Kelas 12 di SMA 4 Bekasi dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Natasya Mutiara Hati; Batubara, Lilian; Syam, Edward; Marhamah, Siti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4925

Abstract

Pendahuluan: Akne vulgaris adalah kelainan inflamasi kronis yang terjadi pada unit pilosebasea, salah satu penyebabnya yaitu peningkatan konsumsi susu serta produk olahannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Siswa/i Kelas 12 di SMAN 4 Bekasi, dan tinjauannya dalam islam. Metode: Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional. Responden merupakan siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian akne vulgaris pada siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi mencapai 62,9%. Sebanyak 53,6% selalu mengonsumsi susu. Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square terlihat adanya hubungan bermakna antara konsumsi susu dengan kejadian akne vulgaris dengan nilai p=0,026. Lalu, tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi produk olahan susu seperti yoghurt (p=0,868), keju (p=0,519), milkshake (p=0,675), mentega (p=0,155), cokelat (p=0,226), dan es krim (p=0,353) dengan kejadian akne vulgaris. Islam menekankan pentingnya keseimbangan pola makan dan melarang perilaku berlebihan. Konsumsi susu dan produk olahannya secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatkan risiko akne. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian akne vulgaris pada siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi cukup tinggi (62,9%). Sebagian besar responden selalu mengonsumsi susu (53,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi susu dengan kejadian akne vulgaris. Sebaliknya, konsumsi produk olahan susu seperti yoghurt, keju, milkshake, mentega, cokelat, dan es krim tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian akne. Islam menekankan pentingnya keseimbangan pola makan dan melarang perilaku berlebihan.
Pengaruh Pemberian Beras Porang (Amorphophallus Oncophyllus) Terhadap Kadar HbA1c dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Penderita Sindrom Metabolik di Universitas YARSI serta Tinjauannya dalam Islam Maliki, Khaira; Eliana, Fatimah; Asiah, Nur; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4950

Abstract

Latar Belakang: Sindrom metabolik adalah masalah kesehatan global yang meningkatkan penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia cukup tinggi, terutama dengan obesitas sentral, rendahnya kadar kolesterol HDL, hipertensi, dan tingginya kadar gula darah sebagai komponen utama. Manajemen sindrom metabolik melibatkan modifikasi pola makan, termasuk pengurangan konsumsi karbohidrat tinggi indeks glikemik. Beras porang dengan indeks glikemik rendah dan mengandung glukomanan dapat membantu menurunkan glukosa darah serta mengontrol HbA1c dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, konsumsi makanan halal dan thayyib seperti beras porang serta upaya menjaga kesehatan melalui pola makan sehat dan pencegahan sindrom metabolik adalah bagian dari ibadah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sebanyak 27 responden penderita sindrom metabolik dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mengevaluasi efek pemberian beras porang terhadap indeks massa tubuh (IMT) dan kadar HbA1c selama 28 hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kadar HbA1c dari 5,9% menjadi 5,7% (p = 0,037) dan indeks massa tubuh dari 31,83 kg/m² menjadi 31,27 kg/m² (p < 0,001) setelah pemberian beras porang selama 28 hari. Simpulan: Pemberian beras porang selama 28 hari terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar HbA1c sebesar 0,2% (p = 0,037) dan IMT sebesar 0,56 kg/m² (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan efektivitas beras porang untuk mengendalikan HbA1c dan IMT. Pandangan Islam mendukung pemberian beras porang sebagai intervensi pola makan selaras dengan prinsip halal dan thayyib.
The Relationship Between Physical Activity and Dietary Patterns with Menstrual Cycles Among Female Medical Students of YARSI University Class of 2023 and Its Review from an Islamic Perspective Handayani, Putri; Purbo Astuti, Ike Irmawati; Anshar, Muhammad Fazlurrahman; Syam, Edward
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.5609

Abstract

Menstruation is a biological process influenced by various factors, including lifestyle choices such as physical activity and dietary patterns. This study aims to analyze the relationship between physical activity and dietary patterns with menstrual cycles among female medicaly students at YARSI University Class of 2023 and to review these findings from an Islamic perspective. This cross-sectional study involved 73 female students selected through purposive sampling. Data were collected using an online questionnaire covering dietary habits, physical activity, and menstrual cycles. The results revealed that the majority of respondents engaged in moderate-intensity physical activity (75.4%) and had unhealthy dietary patterns (64.4%). Most participants (65.8%) had normal menstrual cycles, while 28.8% experienced polymenorrhea and 5.5% experienced oligomenorrhea. Bivariate analysis using the Chi-Square test showed no significant relationship between physical activity (p = 0.674) and dietary patterns (p = 0.18) with menstrual cycles. In the Islamic perspective, maintaining health involves adopting a healthy lifestyle by consuming halal and thayyib food, moderate physical activity, and a balance of physical and spiritual. The study concludes that there is no significant relationship between physical activity and dietary patterns with menstrual cycles among the respondents. The Islamic perspective emphasizes the importance of a healthy lifestyle as a means to support worship and physical well-being.
Literature Review: of The Effect of Plant Extracts That Contain Alkaloids on The Histopathology of Diabetic Rat Kidneys Fauzan, Muhamad Adam; Widayanti, Etty; Royhan, Aan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.3316

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin or the body cannot use the insulin made effectively. Antidiabetic drugs usually have side effects such as nausea and anorexia. Therefore, alternative medicines such as herbal medicines are needed. Plants have phytochemical compounds and secondary metabolites such as phenols, alkaloids, steroids, glycosides, flavonoids and certain pigments. Alkaloids are secondary metabolite compounds in many plant and animal tissues and have the most nitrogen atoms. This study aims to determine the research results on the effects of giving herbal plant extracts on the histopathological picture of the kidneys of diabetes mellitus rats. Methods: This study uses the Literature Review method with a narrative literature review type. Data collection techniques in this study were carried out by searching for data through the database on Google Scholar. Four journals were obtained as research sources based on the exclusion and inclusion criteria. Results: Plants that contain alkaloids are effective in improving kidney conditions. Alkaloids are antioxidant compounds that can provide nephron cell protection and kidney repair in glomerular endothelial cells, increasing the glomerular filtration rate (GFR). Increased GFR will reduce creatinine and uranium levels in the blood. Conclusion: Plant extracts that contain alkaloids can repair kidney damage in diabetes mellitus rats. According to the Islamic view, alkaloids can improve the condition of damaged kidneys, so it is allowed to consume because plants have many benefits that are very useful for human health that can be used as natural medicines.
Hubungan Durasi Waktu Penggunaan Gadget dengan Syndrome Asthenopia pada Remaja di SMAN 3 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Pantiana, Resa; Purwaningsih, Endang; Astiwara, Endy
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4668

Abstract

KATA KUNCI Durasi Penggunaan Gadget, Syndrome Asthenopia, Remaja SMA, gadget, Syndrome Visual. ABSTRAK : Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat setiap orang menggunakan gadget. Penggunaan gadget bukan hanya digemari oleh orang dewasa akan tetapi juga digemari oleh para remaja karena gadget dianggap hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sebesar 42,4% remaja mengalami kecanduan internet. Salah satu dampak negatif durasi waktu penggunaan gadget yang terlalu lama dapat menyebabkan keluhan kelelahan pada mata (Syndrome Asthenopia). Menurut pandangan Islam, menguatkan iman dan pembinaan dari orang tua merupakan kunci kesuksesan remaja dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini, termasuk gadget. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan rancangan penelitian potong lintang digunakan terhadap 145 siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 3 Jakarta. Kuisioner durasi waktu penggunaan gadget dalam bentuk google form sedangkan tingkat keparahan Syndrome Asthenopia menggunakan perhitungan total skor berdasarkan Kuisioner Visual Fatigue Index (VFI). Hasil penelitian didapatkan bahwa Mayoritas durasi waktu penggunaan gadget remaja di SMA Negeri 3 Jakarta pada kategori sedang sebanyak 49.0% dan pada kategori ringan sebanyak 21.4%. Sebanyak 44.1% remaja di SMA Negeri 3 Jakarta mengalami astenopia dan sebanyak 55.9% remaja tidak mengalami astenopia. Terdapat hubungan bermakna antara Durasi Waktu Penggunaan Gadget terhadap Syndrome Asthenopiapada remaja SMA Negeri 3 Jakarta. KEYWORDS Duration of Gadget Use, Asthenopia Syndrome, High School Adolescents, Gadgets, Visual Syndrome ABSTRACT : The rapid development of digital technology makes everyone use gadgets. The use of gadgets is not only favoured by adults but also favoured by teenagers because gadgets are considered important in everyday life. In Indonesia, 42.4% of teenagers experience internet addiction. One of the negative impacts of prolonged screen time is that it can cause eye fatigue (Asthenopia Syndrome). According to the Islamic view, strengthening faith and parental guidance is the key to teenagers' success in facing challenges in this globalization era, including gadgets. This type of research is quantitative, with an analytic survey and cross-sectional research design, and was used on 145 students in grades X and XI at SMA Negeri 3 Jakarta. The questionnaire for the duration of time using gadgets in the form of a Google form, while the severity of Asthenopia Syndrome uses a total score calculation based on the Visual Fatigue Index (VFI) Questionnaire. The results showed that the majority of the duration of time using gadgets for adolescents in SMA Negeri 3 Jakarta was in the moderate category, as much as 49.0%, and in the mild category, as much as 21.4%. A total of 44.1% of adolescents in SMA Negeri 3 Jakarta experienced asthenopia, and 55.9% of adolescents did not experience asthenopia. A significant relationship exists between the duration of time using gadgets and Asthenopia Syndrome in SMA Negeri 3 Jakarta adolescents.
The Relationship of Dietary Habits on The Incidence of Hypertension in The Elderly in Rw 07, Sumur Batu District, Central Jakarta and Its Review According to Islamic Views Naila Nur Fauziah; Syarif, Irfan; Mukhtar, Diniwati; Astiwara, Endy M
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4747

Abstract

Hypertension is a chronic condition commonly experienced by the elderly, with a high prevalence in Indonesia. This condition is caused by structural changes in blood vessels, such as lumen narrowing, stiffening of vessel walls, and reduced elasticity, which lead to increased blood pressure. One of the primary risk factors for hypertension is an unhealthy diet, including high sodium and fat consumption. This study aims to explore the relationship between dietary habits and the incidence of hypertension among elderly individuals in RW 07, Sumur Batu Village, Central Jakarta, from an Islamic perspective. This research employs a quantitative approach with an analytical cross-sectional design. The sample consists of 55 elderly individuals selected through purposive sampling. Data were directly collected through interviews using a dietary habit questionnaire based on the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and blood pressure measurements with a sphygmomanometer. Statistical analysis using the chi-square test was conducted to identify the relationship between dietary habits and hypertension incidence. The majority of respondents had irregular dietary patterns, with high salt and fat consumption as dominant factors. The analysis revealed a significant relationship between dietary habits and hypertension (p < 0.05). Elderly individuals with irregular dietary habits were at a higher risk of developing hypertension compared to those with healthy dietary patterns. Adopting dietary practices aligned with the Islamic principles of halalan thayyiban can help prevent hypertension by emphasizing the importance of consuming nutritious and balanced food. Unhealthy dietary habits are significantly associated with hypertension in the elderly. Community-based health education, including religious approaches, is necessary to raise awareness about the importance of healthy eating in preventing hypertension.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Tekanan Darah pada Anggota TNI di Perwakilan Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat Tahun 2023-2024 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Syaputri, Agustin Amanda Syaputri; Nur Asiah; TW, Afrizal; Syam, Edward
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4750

Abstract

Latar Belakang : Obesitas dan hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat. Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi yang berhubungan dengan risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Obesitas sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tinggi lemak dan aktivitas fisik yang rendah, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit degeneratif seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Islam memandang kesehatan sebagai bagian integral dari ajaran agama, termasuk menjaga tubuh dari risiko penyakit seperti obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, menggunakan total sampling terhadap 40 anggota TNI yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara IMT dan tekanan darah. Hasil: Sebanyak 23 responden (57,5%) memiliki IMT kategori obesitas, dan mayoritas responden memiliki tekanan darah normal (33 dari 40 responden). Berdasarkan uji Chi-Square, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada responden (p=0,338). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah pada anggota TNI di Kodam II/Sriwijaya Jakarta Pusat. Upaya menjaga kesehatan tetap penting dilakukan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Obesitas, Tinjauan Islam
Angka Kejadian Hipotensi Intradialisis pada Pasien Hemodialisis Adela Syafa; Linda Armelia; Syam, Edward; TW, Afrizal
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4752

Abstract

Hipotensi intradialisis (HID) merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisis, namun data epidemiologi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian dan faktor-faktor yang mempengaruhi HID pada pasien hemodialisis. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 67 pasien hemodialisis di Rumah Sakit Hermina Bekasi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penelusuran rekam medis, mencakup karakteristik demografis dan pengukuran tekanan darah pada fase predialisis, intradialisis, dan postdialisis. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian HID mencapai 29,9%, dengan distribusi fase tekanan darah: predialisis (67,2% normotensi, 32,8% hipertensi), intradialisis (29,9% hipotensi, 43,3% normotensi, 26,9% hipertensi), dan postdialisis (9,0% hipotensi, 82,0% normotensi, 9,0% hipertensi). Faktor usia (p=0,021) dan tekanan darah baseline (p=0,000) menunjukkan korelasi signifikan dengan kejadian HID, sementara berat badan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,750). Kelompok usia >60 tahun memiliki risiko HID tertinggi (50,0%). Hasil penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang epidemiologi HID dan faktor risikonya, yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan manajemen yang lebih efektif pada pasien hemodialisis.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat, serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Alya Tsuraya Faiha; Wulansari, Rifda; Ernawati, Kholis; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4770

Abstract

Hipertensi, seringkali disebut sebagai “silent killer”, yang merupakan penyebab utama kematian di dunia, terutama pada lansia. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala yang jelas dan berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 49 lansia yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia ≥ 60 tahun, didominasi oleh perempuan, dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian hipertensi (p=0,000). Lansia dengan IMT ≥ 23 kg/m2 memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan bahwa IMT yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi pada lansia, yang sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya. Dalam perspektif Islam, menjaga pola hidup sehat, termasuk menjaga berat badan ideal, merupakan bagian dari kewajiban untuk mensyukuri nikmat Allah dan mencegah penyakit yang dapat mengganggu kesehatan.
Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Terhadap Kesiapan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Jakarta Pusat dan Tinajauannya Menurut Pandangan Islam Wulan Ainun Rusdi; Wijayanti, Erlina; Rifqatussa'adah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4778

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menempati peringkat kedua kasus tertinggi di dunia. Target keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru masih di bawah target nasional, yang disebabkan oleh rendahnya motivasi pasien untuk menuntaskan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intrinsik dan ekstrinsik. Jenis penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data sampel menggunakan accidental sampling dari pasien di Puskesmas Johar Baru, Gambir, dan Tanah Abang. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada kelompok laki-laki (55,2%) dan berdasarkan usia paling banyak pada kelompok usia 41-60 tahun (41.0%). Hasil menunjukkan bahwa hanya 27.6% pasien memiliki kesiapan baik untuk menuntaskan pengobatan dengan perceived susceptibility (54.3%). Namun, self-efficacy pasien terbliang rendah (31,4%), dukungan keluarga (36.1%) dan sosial (45.7%) masih memerlukan penguatan. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan penting dalam meningkatkan kesiapan pasien menuntaskan pengobatan tuberkulosis paru. Penerapan pendekatan persepsi dalam teori Health Belief Model mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru serta berikhtiar kepada Allah SWT mencari kesembuhan karena sesungguhnya pentakit yang diturunkan Allah SWT sudah terdapat penawarnya..