cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Editorial Address
Royal Crown Palace F1-2, Tambak Oso, Waru - Sidoarjo 61256
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Inculco Journal of Christian Education
ISSN : 29636485     EISSN : 29636485     DOI : https://doi.org/10.59404/ijce
Core Subject : Religion, Education,
Inculco Journal of Christian Education (IJCE) adalah jurnal penelitian peer-review (proses penelusuran atas kualitas suatu karya tulis ilmiah oleh ahli lain di bidang yang bersesuaian) akses terbuka berkualitas. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi khususnya dalam dunia pendidikan. IJCE menyediakan platform (rencana kerja atau program) yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli yang berkualitas tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Kajian Inculco Journal of Education (IJE) mencakup: Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biblika, Teologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga, Pendidikan Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Orang Dewasa, Pendidikan Guru.
Articles 105 Documents
MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI STAK ANAK BANGSA SURABAYA Roberth Edward Tabaleku
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.145

Abstract

Abstrak : Penggunan teknologi sangat dibutuhkan dalam pendidikan agama Kristen untuk dapat meningkatkan efektivitas pendidikan. Sebab itu dibutuhkan pengoptimalan dalam penggunaan teknologi sehingga dapat meningkatkan efetivitas Pendidikan Agama Kristen di STAK Anak Bangsa Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menemukan bahwa teknologi dapat membantu mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet, dana, dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi oleh para pendidik dan mahasiswa. Penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Kristen dapat memberikan manfaat seperti menciptakan media pembelajaran interaktif, memfasilitasi koneksi antara mahasiswa dan dosen melalui platform pembelajaran online, dan membantu dosen membuat konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mahasiswa. Mahasiswa juga dapat mengembangkan keterampilan digital mereka melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama Kristen. Dengan demikian, pengoptimalan penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Kristen dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar serta memperbaiki kualitas pembelajaran di STAK Anak Bangsa Surabaya.The use of technology is essential in Christian religious education to improve itseffectiveness. Therefore, optimization in technology usage is needed to enhance the effectiveness of Christian Religious Education at STAK Anak Bangsa Surabaya. This research uses a descriptive qualitative research method with a literature study approach to optimize the use of technology in Christian Religious Education. The study found that technology can help facilitate the learning process and improve students' thinking skills. However, there are obstacles such as limited internetaccess, funding, and skills in technology utilization by educators and students. The use of technology in Christian religious education can provide benefits such as creating interactive learning media, facilitating connections between students and teachers through online learning platforms, and helping teachers create learning content tailored to students' needs and interests. Students can also developtheir digital skills through the use of technology in Christian religious education. Therefore,optimizing the use of technology in Christian religious education can improve the efficiency and effectiveness of the teaching and learning process and improve the quality of learning at STAK Anak Bangsa Surabaya.
MEMBANGUN DISIPLIN ROHANI SISWA MELALUI MEMBACA DAN MENGHAFAL ALKITAB Jonathan Wantoro; Noviana Kole
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.150

Abstract

 Alkitab memberi kita makanan rohani dalam kehidupan Kristen. Nutrisi rohani ini hanya dapat disediakan oleh Firman Tuhan, sama seperti tubuh jasmani kita yang membutuhkan makanan untuk tumbuh. Oleh sebab itu Orang Kristen harus membaca Alkitab tanpa kecuali, Karena Alkitab memegang tempat yang menonjol dalam kekristenan. ditulis untuk kita renungkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tujuan ini adalah untuk mengungkapkan pentingnya disiplin rohani dalam membaca alkitab. Dan Kekristenan sangat mendorong pemeluknya untuk mempunyai disiplin rohani dalam membaca Alkitab. dari pembahasan ini timbul beberapa pertanyaan:1.apakah yang dimaksud dari alkitab? 2. Apakah arti dari disiplin rohani ? 3.bagaimanakah cara meningkatkan untuk membaca dan menghafal alkitab?. jawaban 1. Alkitab merupakan firman Tuhan yang tertulis.alkitab berkuasa untuk mengubah kehidupan manusia.tiap ayat didalamnya merupakan pegangan hidup bagi manusia. 2. Disiplin rohani adalah bagian yang sangat penting bagi kehidupan rohani setiap orang yang beragama. Kekristenan sangat mendorong pemeluknya untuk mempunyai disiplin rohani membaca Alkitab. 3. Caranya adalah dengan berdoa,membaca alkitab,bersaat teduh,merenungkan firman tuhan dan memiliki waktu untuk berdoa pribadi. For the Christian life, the Bible provides spiritual sustenance. Similar to how our physical bodies require food to thrive, only the Word of God can supply this spiritual nutrition. As a result, since the Bible is so important to Christianity, all Christians are required to read it. written to inspire us to reflect about our daily life. This goal is to highlight how crucial spiritual discipline is when reading the Bible. Christianity also strongly encourages its members to practice spiritual discipline by regularly reading the Bible. Several queries were raised by this discussion: 1. What is the Bible designed to mean? 2. What does practicing spiritual discipline entail? 3. How can you better understand and retain the Bible's text? answers 1. The Bible is God's word in writing. Human lives can be changed by the Bible. Its every verse serves as a manual for daily living. 2. Every religious person's spiritual life includes spiritual discipline, which is of utmost importance. Reading the Bible is a spiritual activity that Christians are highly encouraged to practice. 3. The technique involves prayer, Bible reading, silent time, introspective prayer time, and quiet time.Keywords: Bible reading, Bible memorization, spiritual discipline, students
PENTINGNYA PELAYANAN PASTORAL LANSIA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DEWASA DI MASA PANDEMI COVID 19 Ester Widiyaningtyas; Markus Kristian Hura
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.153

Abstract

Masa Pandemi Covid 19 masih sangat mempengaruhi kaum lansia sebagai kaum yang rentan untuk melakukan segala aktifitasnya, hal ini dapat menjadikan kekuatiiran yang mempengaruhi fisik dan psikisnya.  Mengatasi hal ini maka  Pendidikan Agama Krsten Dewasa  merupakan tugas yang perlu dilakukan orang percaya kepada para lansia agar dapat meningkatkan iman melalui pemberdayaan dalam pelayanan sesuai dengan kapasitas dan potensi yang ada dalam kehidupan kaum lansia.     Metode penelitian yang digunakan adalah study kepustakaan. Dengan tujuan penulisan ini yaitu mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan pastoral lansia dalam Penddikan Agama Kristen Dewasa di lingkungan Gereja pada masa pandemic Covid 19 dan masa tuanya. Dari hasil penelitian, penulis menenmukan bahwa Peranan pelayanan pastoral lansia dalam Pendidikan Agama Kristen Dewasa di lngkungan gereja sangat penting dalam peningkatasn spiritual menghadapi berbagai kekuatiran para lansia khususnya pada masa pandemic covid 19 bahkan masa-masa tuanya. Proses pembelajaran dilakukan secara learning online menggunakan zoom meeting. Metode pembelajarannya dapat dilakukan melalui ceramah dengan percakapan pastoral dalam pembekalan rohani kaum lansia melalui ceramah dengan komunikasi pastoral dan role playing dengan melibatkan kaum lansia dalam pelayanan.  Hal ini dapat menjadi solusi dalam peningkatan spiritualitas kaum lansia untuk mengatasi permasalahan dan kekuatiran kaum lansia di masa Covid 19 pada usia lanjutnya. The Covid 19 Pandemic period still greatly affects the elderly as people who are vulnerable to carry out all their activities, this can cause anxiety that affects them physically and psychologically. Overcoming this, Adult Christian Religious Education is a task that believers need to do for the elderly so that they can continue to increase their faith and empowerment in accordance with the capacities and potentials that exist in the lives of the elderly. The research method used is literature study. With the aim of this writing, namely knowing how to carry out pastoral care for the elderly in Adult Christian Religion Education in the Church environment during the Covid 19 pandemic and their old age. From the results of the research, the authors found that the role of elderly pastoral care in Adult Christian Religious Education in the church environment is very important in spiritual improvement in dealing with various concerns of the elderly, especially during the Covid 19 pandemic and even in their old age. The learning process is carried out online learning using zoom meetings. The learning method can be carried out through lectures with pastoral conversations in the spiritual provision of the elderly through lectures with pastoral conversations and role playing by involving the elderly in ministry. This can be a solution in increasing the spirituality of the elderly to overcome the problems and worries of the elderly during the Covid 19 era at an advanced age.
KECERDASAN BERDASARKAN AMSAL 1:4-6 DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI MENGAJAR GURU SEKOLAH MINGGU Dorce Sondopen; Hari Budiwaluyo; Erniwati Lase
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.157

Abstract

Kecerdasan sangat diperlukan dalam mendidik, karena melalui kecerdasan pendidik mampu menciptakan suasana yang baik serta mampu menyelesaikan masalah yang dialami peserta didik, dengan adanya kecerdasan pendidik akan mampu mengatasi setiap masalah yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kecerdasan guru sekolah minggu berdasarkan Amsal 1:4-6? dan untuk mengetahui evaluasi kecerdasan dari seorang guru sekolah minggu terhadap prestasi mengajar anak sekolah minggu?. Dengan metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan kajian studi literatur. Hasil yang diperoleh Pertama, kecerdasan: a) proses belajar mengajar di sekolah minggu  terlaksana dengan baik, b) guru sekolah minggu mengajar dengan menggunakan ide baru serta mencari informasi-infromasi baru,  c) guru sekolah minggu mengerti tanggung jawab, d) guru sekolah minggu mempersiapkan bahan ajar dengan baik secara maksimal. Kedua, berpengetahuan: a) guru sekolah minggu mengajar berdasarkan pengalaman, b) guru sekolah minggu mampu menguasai ruangan belajar dengan baik, c) guru sekolah minggu memahami psikolog anak didiknya, d) guru sekolah minggu mampu mengajar secara efektif dan efesien. Ketiga, kebijaksanaan: a) guru sekolah minggu sangat produktif dalam membimbing, mendidik, mengajar anak sekolah minggu. b) guru sekolah minggu mengerti kebutuhan anak didiknya secara kognitif, afektif dan psikotorik. c) guru sekolah minggu bijaksana menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak didik. d) guru sekolah minggu mampu memberikan motivasi kepada anak didik. Intelligence is needed in educating because through intelligence educators can create a good atmosphere and can solve problems experienced by students, with intelligence educators will be able to overcome every problem they face. The purpose of this study is to determine the intelligence of Sunday school teachers based on Proverbs 1:4-6. and to find out the intelligence evaluation of a Sunday school teacher on the teaching achievement of Sunday school children. The method used is qualitative with a descriptive approach to the study of literature. The results obtained First, intelligence: a) the teaching and learning process in Sunday school implemented well, b) the Sunday school teacher teaches using new ideas and seeks new information, c) the Sunday school teacher understands responsibilities, d) the Sunday school teacher prepares teaching materials well to the fullest. Second, knowledgeable: a) Sunday school teachers teach based on experience, b) Sunday school teachers can master the study room well, c) Sunday school teachers understand the psychology of their students, and d) Sunday school teachers can teach effectively and efficiently. Third, wisdom: a) Sunday school teachers are very productive in guiding, educating, and teaching Sunday school children. b) Sunday school teachers understand the needs of their students cognitively, affectively, and psychotically. c) Sunday school teachers are wise in solving problems faced by students. d) Sunday school teachers can provide motivation to students.
PENGARUH SIKAP MENGHORMATI MENURUT ROMA 12: 16-18 TERHADAP PERILAKU SISWA/I SMU KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA Reynaldi Sondopen; Areyne Christi; Wang Suryowati
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.152

Abstract

Hubungan antara siswa dan guru memiliki peran yang penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan produktif. Salah satu faktor yang memengaruhi hubungan ini adalah sikap siswa terhadap guru, terutama sikap menghormati. Sikap menghormati dapat mendorong perilaku siswa untuk mendengarkan dengan baik, bertanya dengan sopan, patuh terhadap aturan, menghargai waktu guru, menghormati perbedaan pendapat, dan bersikap sopan. Tujuan dari penelitian untuk membuktikan pengaruh sikap menghormati menurut roma 12:16-18 terhadap perkembangan perilaku siswa/i. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Hasil dari penelitian menemukan bahwa bahwa variabel Sikap menghormati (X) mempunyai hubungan terhadap variabel Perilaku siswa (Y).
BERKAT TUHAN BERDASARKAN IBRANI 11:6b DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TEOLOGIS TERHADAP PANDANGAN JOHN BEVERE DITENGAH JEMAAT TUHAN Urbanus Sukri; Herles Babawat
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i2.154

Abstract

Berbicara mengenai berkat merupakan topic yang tidak pernah habis dibicarakan dalam kalangan orang percaya. Kitab Ibrani 11:6 menjelaskan mengenai bagaimana cara menerima berkat Tuhan dan upaya-upaya yang harus dilakukan. John Bevere dalam bukunya yang berjudul Upah dari Penghormatan menjelaskan mengenai berkat yang harus diusahakan manusia untuk didapatkan. Tulisan ini akan membahas mengenai berkat dalam kitab Ibrani 11:6 dan evaluasi dari pandangan John Bevere ditengah-tengah jemaat. Berkat yang diterima manusia seharusnya mengajarkan manusia untuk hidup mencari Tuhan. Bukan tanpa sebab manusia harus mencari Tuhan untuk mendapatkan berkat karena berkat asalnya dari Tuhan dan Tuhan itu sendiri adalah berkat. Talking about blessings is a topic that is never finished being discussed among believers. The book of Hebrews 11:6 explains how to receive God's blessings and the efforts that must be made. John Bevere in his book entitled Rewards from Honor explains the blessings that humans must strive to obtain. This paper will discuss the blessings in the book of Hebrews 11:6 and an evaluation of John Bevere's view amid the congregation. The blessings received by humans should teach humans to live in search of God. It's not without reason that humans have to seek God to get blessings because blessings come from God and God Himself is a blessing.
PEMBELAJARAN WORSHIP LEADER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PUJIAN PENYEMBAHAN Rosiana Rosiana
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 3 (2023): Vol 3, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i3.170

Abstract

Abstrak: Worship leader adalah orang yang bertanggung jawab untuk memimpin ibadah pada sesi ibadah. Adanya worship leader memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah karena hampir seluruh proses ibadah berlangsung di dalam tanggungjawab worship leader, bukan hanya pribadi yang menyusun rangkaian sebuah ibadah, akan tetapi bertanggungjawab dalam menginspirasi masyarakat untuk berterima kasih kepada Tuhan melalui lagu, serta untuk masuk dan menikmati hadirat Tuhan selama dalam memuji dan menyembah. Dengan demikian tercapai maupun tidaknya tujuan ibadah bergantung pada pembawaan seorang worship leader dalam memimpin ibadah. Dimana dibutuhkan seorang worship leader yang mampu membawa suasna untuk benar-benar merasakan pimpinan Roh Kudus didalam ibadah sehingga membantu pengkhotbah untuk menyampaikan apa yang menjadi bagianya dalam menyampaikan kebenaran Firman Tuhan. Peran worship leader juga dapat membantu pengkhotbah untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan, melalui pujian penyembahan yang dibawakan oleh seorang worship leader jika bisa membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan makan tugas pengkhotbah tidak terlalu berat, dan tinggal melanjutkan tugasnya dalam menyampaikan Firman Tuhan. Seorang pemimpin pujian juga penting mempunyai kualitas baik di dalam pelayanannya, menjadi seorang worship leader bukanlah suatu hal yang mudah, seorang pelayan Tuhan dibidang worship leader adalah tugas yang benar-benar harus meminta piminan Roh Kudus Tuhan sehingga pelayananya bisa berken dan bisa menyenangkan hati Tuhan, menjadi seorang worship leader tidak cukup hanya bisa bernayai dan memiliki suara bagus tetapi juga memiliki Roh Kudus yang menyala- nyala dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan dipimpin selalu oleh Roh Kudus Tuhan. Abstract: Worship leaders are people who are responsible for leading worship at worship sessions. The existence of a worship leader has a very important role in the implementation of worship because almost the entire worship process takes place under the responsibility of the worship leader, not only the person who composes the series of worship, but is also responsible for inspiring the public to thank God through songs, as well as to enter and enjoy God's presence while praising and worshiping. Thus whether the purpose of worship is achieved or not depends on the nature of a worship leader in leading worship. Where it takes a worship leader who is able to bring the atmosphere to really feel the leading of the Holy Spirit in worship so that it helps the preacher to convey what is his part in conveying the truth of God's Word. The role of the worship leader can also help the preacher to convey what will be conveyed, through worship praise brought by a worship leader if he can bring the congregation into the presence of God then the preacher's task is not too heavy, and all that remains is to continue the placement in conveying God's Word. It is also important for a worship leader to have good quality in his ministry, being a worship leader is not an easy thing, a servant of God in the field of worship leaders is a task that really has to ask for the guidance of God's Holy Spirit so that his ministry can be pleasing and pleasing to God. To be a worship leader is not enough just to have faith and have a good voice but also to have the Holy Spirit burning and having a close relationship with God and always being led by the Holy Spirit of God. 
MANAJEMEN KONFLIK PERORANGAN TERHADAP PERAN TANGGUNG JAWAB AYAH IBU DALAM STATUS KELUARGA Serfin Anna Laia; Golan Dianto
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 3 (2023): Vol 3, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i3.159

Abstract

Konflik adalah aktivitas atau sumber daya yang menakutkan, pengaruh negatif yang terjadi dalam satu organisasi kelompok atau keluarga. Dalam konteks konsep abstrak, kehadiran suami yang tidak mengenali perannya dalam pernikahan dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan. Suami yang tidak memahami dan melaksanakan perannya sebagai kepala keluarga dengan baik dapat mengakibatkan ketidakseimbangan, ketidakharmonisan, dan kebingungan dalam hubungan pernikahan, ketika suami tidak mengenali peran dan tanggung jawabnya, hal ini dapat menyebabkan ketidakjelasan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan keluarga. Keluarga dapat mengalami ketegangan, ketidak pastian, dan kebingungan dalam hal pengaturan keuangan, pendidikan anak, pengelolaan rumah tangga, dan aspek-aspek penting lainnya. Manajemen konflik perorangan terhadap peran tanggung jawab ayah dan ibu ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang mengandung pemahaman konflik dasar yang terjadi dalam keluarga. Dengan hasil yang diperoleh bahwa sebuah keluarga pasti menghadapi konflik, komunikasi dan peranan aktif dari Ayah atau Ibu menjadi kunci untuk menuntaskan masalah baik dan membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar tentang Firman Tuhan.Conflict is a frightening activity or resource, a negative influence within a group or family organization. In the context of an abstract concept, the presence of an unrecognized husband in a marriage can have a significant negative impact. Husbands who do not understand and carry out a waiver as head of the family properly can cause quarrels, disharmony, and confusion in marital relations. When husbands do not recognize their roles and responsibilities, this can lead to ambiguity in decision-making and family leadership. Families can experience tension, uncertainty, and confusion regarding financial arrangements, children's education, household management, and other essential aspects. Handling individual conflicts over the roles of responsibilities of fathers and mothers uses descriptive qualitative research methods, which contain fundamental conflicts that occur in the family. With the results that a family must face conflict, communication and the active role of the father or mother is the key to solving good problems and requires resilience and a willingness to continue learning about God's Word.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAK SEBAGAI PROFESIONALISME GURU MASA KINI Simeon Sulistyo; Yamotani Waruwu
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 3 (2023): Vol 3, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i3.173

Abstract

Dalam pendidikan agama Kristen pembelajaran harus mempunnyai tujuan yang menuju pada transformasi baik pengetahuan ataupun keimanan. Tujuan PAK adalah unttuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menaati dan beribadah kepada Tuhan dan firman-Nya yang dinyatakan baik dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, gereja, komunitas dan masyarakat. Penggunaan strategi dalam pembelajaran sangat diperlukan karena dapat memperlancar setiap proses pembelajaran dalam mencapai hasil yang optimal. Metode  dalam penelitian ini adalah strategi penelitian. Sebuah studi deskriptif dilakukan. Pengambilan isu atau fokus pada permasalahan yang ada berdasarkan fakta yang sudah ada dan terjadi dalam penelitian ini. tujuan penulisan artikel ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa yang dimaksud dengan profesionalisme Guru PAK masa kini? Strategi pembelajaran apa yang digunakan sebagai guru profesional masa kini? Bagaimana peran guru PAK sebagai guru profesional masa kini? Bagaimana aplikasi keprofesionalan guru PAK kepada guru masa kini? Seseorang guru ialah sebuah pekerjaan yang mulia, guru tidak hanya bertugas mengajar saja namun juga mendidik, serta membimbing siswanya ke arah yang baik. Guru mempunyai tantangan yang besar, sebab memiliki tanggung jawab yang besar atas generasi muda bangsa.In Christian religious education (PAK) learning must have a goal that leads to the transformation of both knowledge and faith. The purpose of PAK is to improve students' ability to obey and worship God and His word which is expressed in daily life, family, church, community and society. The use of strategies in learning is very necessary because it can facilitate every learning process in achieving optimal results. The method used in this study is a research strategy. A descriptive study was conducted. Taking issues or focusing on existing problems based on facts that already exist and occur in this study. The purpose of writing this article is to answer questions such as: What is meant by the professionalism of today's PAK teachers? What learning strategies are used as professional teachers today? What is the role of PAK teachers as professional teachers today? What is the role of PAK teachers as professional teachers today? How is the professional application of PAK teachers to today's teachers? A teacher is a noble job, the teacher not only serves as a teacher but also educates, and guides his students in a good direction. Teachers have a great challenge, because they have a great responsibility for the young generation of the nation.
DESAIN MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: MEMOTIVASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Desire Karo Karo; Christien Sekar Mawarni Waruwu; Aris Katanga Mbuha Jarang
Inculco Journal of Christian Education Vol 3, No 3 (2023): Vol 3, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v3i3.156

Abstract

Pentingnya menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan relevan dalam pelajaran Pendidikan Agama Kristen memunculkan desain materi pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran aktif melalui proyek dapat memotivasi siswa, meningkatkan keterlibatan, dan meningkatkan pemahaman tentang ajaran agama Kristen. Rumusan masalah meliputi pentingnya melibatkan siswa secara aktif, manfaat pembelajaran berbasis proyek, prinsip desain materi, langkah-langkah desain, dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penulisan adalah menjelaskan pentingnya melibatkan siswa, memaparkan manfaat pembelajaran berbasis proyek, menjelaskan prinsip dan langkah-langkah desain, serta mengevaluasi pembelajaran berbasis proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analisis data. Pembahasan mencakup pentingnya melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran agama Kristen dan pengenalan tentang pembelajaran berbasis proyek. Pembahasan juga menyoroti manfaat pembelajaran berbasis proyek, prinsip desain materi, langkah-langkah desain, serta evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Simpulan menyatakan bahwa pembelajaran aktif dan pembelajaran berbasis proyek saling melengkapi dalam membentuk iman siswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, meningkatkan kolaborasi dan kemampuan komunikasi, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa The importance of creating meaningful and relevant learning experiences in Christian Religious Education has led to the emergence of project-based learning material design. Active learning through projects can motivate students, enhance engagement, and improve understanding of Christian teachings. The problem formulation includes the importance of actively involving students, the benefits of project-based learning, principles of material design, design steps, and project-based learning evaluation. The purpose of this writing is to explain the significance of student involvement, present the benefits of project-based learning, explain design principles and steps, as well as evaluate project-based learning. The research method used is descriptive and data analysis. The discussion covers the importance of actively involving students in Christian religious education and the introduction to project-based learning. The discussion also highlights the benefits of project-based learning, principles of material design, design steps, and project-based learning evaluation. The conclusion states that active learning and project-based learning complement each other in shaping students' faith, developing critical and creative thinking skills, enhancing collaboration and communication abilities, and connecting learning to students' real-life experiences.

Page 6 of 11 | Total Record : 105