cover
Contact Name
Risko
Contact Email
risko@physics.untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
manfishjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Manfish Journal
ISSN : 27212815     EISSN : 27212939     DOI : https://doi.org/10.31573/manfish.v2i3
Marine Science, Aquaculture, Fishery Product Processing, Capture Fisheries, Marine Biology, Oceanography, Fishery Biotechnology, Marine and Coastal, Remote Sensing, Conservation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Pengaruh Fermentasi Tepung Maggot (Hermetia illucens) dalam Formulasi Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Adhariansyah, Addifa; Haetami, Kiki; Zidni, Irfan; Iskandar, Iskandar
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1020

Abstract

Ikan nila menjadi salah satu budidaya yang peminatnya tinggi sehingga dalam sektor ekonomi sangat menjanjikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fermentasi tepung maggot dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akuakultur Gedung 4 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Juni sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu (A) 0% fermentasi tepung maggot ; (B) 20% fermentasi tepung maggot ; (C) 30% fermentasi tepung maggot ; (D) 40% fermentasi tepung maggot ; (E) 50% fermentasi tepung maggot, masing-masing dengan tiga kali ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan uji F pada tingkat kepercayaan 95%, Jika terdapat perbedaan yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan uji Duncan untuk menentukan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan D merupakan hasil terbaik dengan rata-rata pertumbuhan panjang multak sebesar 2,92±0,04 cm, kemudian rata-rata pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,81±0,18 g, laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 0,91±0,02%, rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,25±0,04, dan survival rate sebesar 89±0,07%. Hasil ini menunjukkan dengan adanya fermentasi tepung maggot dalam formulasi pakan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan nila.
Karakteristik Suhu Permukaan Laut di Perairan Kalimantan Barat Tahun 2023 Berdasarkan Data ECMWF Nuraya, Tia; Annisa Rachmawati, Putri
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1024

Abstract

Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan salah satu indikator kualitas suatu perairan. SPL menjadi faktor lingkungan yang berperan penting bagi keberlangsungan hidup biota laut. SPL di perairan Kalimantan Barat mengalami variasi musiman yang dipengaruhi oleh faktor atmosfer dan oseanografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi SPL permusim di perairan Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dari model reanalisis ECMWF dengan rentang waktu Januari – Desember 2023 untuk memprediksi sebaran SPL di perairan Kalimantan Barat dan diolah menggunakan software GrADS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPL di perairan Kalimantan Barat berkisar antara 28,1 °C hingga 30,4 °C. Suhu terendah tercatat pada bulan Februari (musim hujan), sementara suhu tertinggi terjadi pada bulan Mei (musim kemarau). Secara umum, perairan Kalimantan Barat mengalami peningkatan SPL dalam rentang 28,2 °C hingga 30,4 °C. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pemahaman lebih lanjut mengenai karakteristik SPL.
Karakteristik Mutu Nugget Ikan Nila dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah Sebagai Pangan Fungsional Primadini, Vivin; Vatria, Belvi; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1052

Abstract

Kriteria mutu yang terpenting pada produk nugget ikan adalah kestabilan emulsi, derajat kekenyalan, dan kerenyahan. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan karateristik mutu nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah dan menguraikan formula terbaik nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang di uji pada penelitian ini adalah subtitusi antara daging ikan nila dengan tepung kacang merah 5%, 10%, 15%, dan 20% sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menemukan bahwa subtitusi tepung kacang merah yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Berdasarkan hasil uji fisik nugget ikan, yang mencakup uji gigit memperoleh nilai berkisar 6.22 – 6.47 (skala 9), uji lipat 3.45 – 3.83 (skala 5), kekuatan gel berkisar 236.38 g.cm – 227.17 g.cm, daya mengikat air berkisar 71.56% – 71.88%, dan stabilitas emulsi 72.21% – 73.11%. Berdasarkan hasil uji hedonik nugget ikan nila yang meliputi warna memporoleh nilai berkisar 6.81-7.57, aroma 7.61 – 7.68, tekstur 7.34 – 7.98, rasa 7.15 – 7.85, dan kenampakan 7.15 – 7.35. Karateristik mutu kimia dan mikrobiologi seluruh formulasi nugget ikan masih memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi hasil uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 232.17 g.cm, daya mengikat air 72.27%, dan stabilitas emulsi bernilai 72.22 %.
The Effect of Ovaprim Hormone Injections with Different Doses on Spawning Performance of Bader Abang Fish (Barbonymus balleroides) Adi, Rinaldo Axlvianto
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1053

Abstract

Bader abang fish (Barbonymus balleroides) belongs to the Cyprinidae family which is a freshwater fish species native to Indonesia. The bader abang fish hatchery process to date uses a semi-artificial technique with ovaprim hormone injection. This study aims to determine the effect of different ovaprim hormone injections on bader abang fish spawning performance. This research was conducted at the Fish and Environmental Health Laboratory in Pasuruan, East Java from June to August 2024. Ovaprim hormone injection was done in the intramuscular part of the fish using 2 treatments, namely P1: dose of 0.1 ml / kg broodstock, P2: dose of 0.2 ml / kg broodstock. The parameters observed in this study were fecundity, degree of fertilization, and hatchability. Ovaprim hormone injection of 0.2 ml/kg brood weight of bader abang fish obtained higher parameter values compared to ovaprim hormone injection of 0.1 ml/kg brood weight. The results showed that the fecundity of P1 was 14,516 eggs and P2 was 16,250 eggs, Fertilization rate P1 was 89.5% and P2 was 91.8%, Hatching rate P1 was 86.2% and P2 was 90.9%.
Analisis Spasial Bahaya Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kota Sabang Menggunakan Metode Weighted Overlay QGIS Raza Karmel, Moehammad Ediyan; Fadhli, Zul; Muhni, Akmal; M Muslih, Ali
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1055

Abstract

Daerah pesisir di seluruh dunia, termasuk Kota Sabang di Pulau Weh, Provinsi Aceh semakin rentan terhadap berbagai bahaya alam akibat perubahan iklim, seperti banjir, gelombang badai, dan erosi. Gelombang ekstrim, terutama saat badai berlangsung, dapat mempercepat laju erosi pesisir secara signifikan, mengancam infrastruktur, pemukiman, serta sektor pariwisata dan maritim yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian bahaya di kawasan pesisir Kota Sabang terhadap gelombang ekstrim dan abrasi, serta menganalisis faktor-faktor yang memodulasi tingkat risiko. Analisis dilakukan berdasarkan data gelombang historis dari NOAA guna memperkirakan frekuensi dan magnitudo kejadian gelombang ekstrim. Identifikasi area rentan terhadap erosi, banjir, dan abrasi dilakukan dengan software QGIS dengan metode pembobotan (weighted overlay). Faktor-faktor seperti elevasi, geologi, dan kedekatan dengan garis pantai diberikan bobot sesuai panduan dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai utara, pantai timur dan timur laut Pulau Weh, serta sebagian kecil pantai barat laut berada dalam risiko tinggi terhadap gelombang ekstrem dan abrasi. Dari total area garis pantai sekitar 95 km, enam segmen paparan tinggi dapat diidentifikasi di Kota Sabang. Jumlah panjang garis pantai dari segmen-segmen tersebut adalah 13.979 m atau hampir 14,73% dari keseluruhan area pesisir. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa geomorfologi pesisir dan lingkungan sekitarnya merupakan faktor dengan kontribusi dominan, dibandingkan dengan kenaikan permukaan laut dan tinggi gelombang signifikan.
Konstruksi Gillnet Dasar untuk Target Tangkapan Pari Kemejan (Rhynchobatus spp.) di PPI Sungai Kakap Kalimantan Barat Sadri, Sadri; Baharudin, La; Alnanda, Reza
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1066

Abstract

Rhynchobatus springeri dan Rhynchobatus australiae atau pari kemejan merupakan spesies pari yang masuk daftar spesies Appendix II CITES. Jenis pari ini merupakan target tangkapan utama gillnet dasar di PPI Sungai Kakap. Nilai ekonomis tertinggi ada pada siripnya dimana bagian sirip tersebut diekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konstruksi gillnet dasar tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan pada Mei 2022 pada KM. Jaya Indah I di PPI Sungai Kakap. Ukuran mata jaring gillnet dasar yang digunakan sebesar 18 inci atau 45 cm dengan hang-in ratio sebesar 43% atau 0,43 dengan tinggi jaring 3,68 meter dan tidak memiliki serampat. Satu unit jaring terdiri dari 25 pis jaring dengan panjang total 2.015,5 meter. Bahan jaring terbuat dari Polyethylene (PE) berwarna biru. Tali ris atas dan tali pelampung berbahan Polypropilene (PP) putih Æ10 mm arah pintalan kiri 4Z. Tali ris bawah dan tali pemberat timah berbahan PE hijau Æ5 mm arah pintalan kiri 4Z. Pelampung tanda berbahan PVC sebanyak 8 buah dengan dimensi p = 30 cm; l = 12 cm. Pelampung pada tali pelampung berjumlah 3.500 buah dengan jarak antar pelampung 58 cm. Pemberat timah berjumlah 6.175 buah dengan berat 76,9 gram/buah. Dengan hang-in ratio 0,43 dan dengan bentuk tubuhnya yang pipih, pari kemejan tertangkap dengan cara terpuntal. Tali ris atas dan tali pelampung memiliki arah pintalan yang sama sehingga memungkinkan tali terbelit, begitu juga dengan tali ris bawah dan tali pemberat. Jumlah pemberat pada jaring berdasarkan berat pemberat timah secara keseluruhan dimana satu pis jaring memiliki pemberat seberat 19 kg sehingga jarak antar pemberat tidak sama.
Pemberdayaan Nelayan Melalui Pendekatan Sosial Ekonomi di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Juliana; Simbolon , Domu; Darmawan, Darmawan; Rumanti Kurniawati, Vita
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The government of Bengkalis Regency has yet to empower the fishermen in the fishing center of Bantan District according to the fishermen's expectations. Bengkalis Regency through Fisheries Office still have difficulty in developing fishermen empowerment strategies that are in line with fishermen's expectations. The existing empowerment strategies does not take into account the socio-economic aspects of fishermen, so fishermen are not encouraged to adopt advanced fishing technology. The purpose of this research is to identify and study the socio-economic aspects of fishermen to understand why they reluctant to adopt advanced fishing technology. This research was conducted in the fishing centers of Pambang Pesisir and Selat Baru Village. Data were collected through in-depth interviews with representative respondents such as fishers, fisheries extension workers, and officers from Fisheries Office. Descriptive analysis was conducted by taking into account the causal factors that will be used to formulate strategies to empower fishermen in the application of fishing technology by taking into account the socio-economic aspects that influence it. The goal to be achieved is for the fishermen to believe in and be willing to adopt more advanced technology. The socio-economic aspects that most influence the adoption of advanced technology are obedience to local authority and availability of capital. The Bengkalis district government's strategy is to reactivate the savings and loan cooperative while facilitating professional management, and the government is working with the village head and Atok (local leader) to gain the fishermen's trust in the empowerment efforts
Restorasi Mangrove di Kuala Singkawang Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Kuala Pesisir, Singkawang Barat Sri Darmini; Sudarmo, Agnes Puspitasari; Isfarudi, Isfarudi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung kehidupan masyarakat lokal melalui fungsi ekologis dan penyimpanan karbon biru. Namun, degradasi akibat alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya, dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak restorasi mangrove terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat di Desa Kuala Pesisir, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta analisis data interaktif berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi mangrove meningkatkan kesadaran ekologis, memperkuat partisipasi sosial melalui pembentukan kelompok pengelola ekowisata, dan mendorong diversifikasi sumber pendapatan masyarakat hingga 20–40%. Selain itu, kegiatan restorasi membentuk struktur kelembagaan lokal yang memperkuat pengelolaan sumber daya pesisir secara partisipatif. Secara keseluruhan, restorasi mangrove di Kuala Pesisir berhasil memulihkan fungsi ekologis sekaligus menciptakan model keberlanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Terubuk (Tenualosa macrura) di Provinsi Riau: Sintesis Bioekologi, Sosial-Ekonomi, dan Kelembagaan Berbasis Scoping Review Jhonnerie, Romie; Juliana; Prianto, Eko; Miswadi; Widhiastika, Dhita; Fatmawati, Riska; Oktorini, Yossi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The terubuk fish (Tenualosa macrura) is an endemic species that holds high economic value and significant socio-cultural importance for the people of Riau, Indonesia. However, excessive fishing pressure and estuarine habitat degradation have drastically reduced its population. This study aims to map and synthesize existing scientific knowledge related to the conservation and management of the terubuk fish through a scoping review approach. A total of 38 documents were examined, of which 34 met the inclusion criteria based on the PRISMA-ScR guidelines. The analyzed literature was categorized into six major thematic areas: bioecology, socio-economics, institutional aspects, legal frameworks, cultural values, and environmental factors. The synthesis reveals heavy pressure on fish stocks, high economic vulnerability among small-scale fishers, weak law enforcement, and a declining role of local wisdom in conservation practices. These findings emphasize the urgency of developing an integrated management strategy that combines ecological science, socio-economic conditions, and the cultural values of coastal communities. Such an approach could serve as the foundation for designing more adaptive and effective policies to ensure the long-term sustainability of the terubuk fish population in Riau waters.
Kualitas Produk Otak-Otak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dimodifikasi dengan Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak-otak ikan merupakan produk diversifikasi hasil perikanan yang banyak digemari, dengan mutu yang sangat dipengaruhi oleh bahan baku dan proses pengolahannya. Ikan nila berpotensi digunakan sebagai bahan baku karena ketersediaannya melimpah, bernutrisi tinggi, dan berharga relatif murah. Tepung sorgum memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan berpotensi meningkatkan tekstur produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas otak-otak ikan nila yang dimodifikasi dengan tepung sorgum serta menentukan formulasi terbaik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf subtitusi tepung sorgum sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari total adonan, masing-masing dengan dua ulangan. Analisis data meliputi ANOVA dan uji Duncan untuk data parametrik, serta uji Kruskal–Wallis dan Multiple Comparison untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung sorgum berpengaruh nyata terhadap uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai fisik produk berada pada kisaran: uji gigit 6.11–6.42, uji lipat 3.42–3.66, kekuatan gel 232.21–248.16 g.cm, daya mengikat air 73.32%–73.42%, dan stabilitas emulsi 71.24%–71.39%. Penilaian hedonik menunjukkan skor warna 6.78–7.48, aroma 7.33–7.38, tekstur 7.35–7.67, rasa 7.26–7.64, dan kenampakan 7.36–7.53. Seluruh formula memenuhi standar mutu SNI. Formula terbaik diperoleh pada subtitusi 5% (A1), dengan mutu fisik dan sensoris paling disukai panelis.