cover
Contact Name
Risko
Contact Email
risko@physics.untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
manfishjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Manfish Journal
ISSN : 27212815     EISSN : 27212939     DOI : https://doi.org/10.31573/manfish.v2i3
Marine Science, Aquaculture, Fishery Product Processing, Capture Fisheries, Marine Biology, Oceanography, Fishery Biotechnology, Marine and Coastal, Remote Sensing, Conservation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Kajian Mutu dan Keamanan Pangan Tuna Loin Beku di Salah Satu Unit Pengolahan Ikan Kota Bitung Hariyoto, Fitroh Dwi; Wewengkang, Itje Danti; Ticoalu, Fidel; Tumanduk, Nova Magdalena; Natalia, Dessy Atika; Wowiling, Fernando
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.915

Abstract

Kota Bitung merupakan salah satu sentra industri perikanan di Indonesia, utamanya produk olahan tuna seperti loin beku, steak, cube, saku, dan lainnya. Berkembangnya industri pengolahan ini membutuhkan perhatian dan pengendalian serius terhadap mutu dan keamanan pangan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kajian mutu dan keamanan pangan produk tuna loin beku. Penelitian ini dilaksanakan bulan April – Mei 2024 bertempat di salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) Kota Bitung, menggunakan metode deskriptif kualitatif pada pengamatan alur proses termasuk penerapan sanitasi dan hygiene dan pengujian mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 alur proses pengolahan tuna loin beku yang disesuaikan dengan SNI 4104:2015 dengan menerapkan program keamanan pangan melalui penerapan GMP dan SSOP. Penanganan secara cepat, cermat, dan saniter dalam menjaga rantai dingin dilakukan di setiap alur proses. Suhu pusat produk selalu dipastikan berada di bawah 4,40 C guna mencegah pertumbuhan mikroba. Hasil uji organoleptik pada bahan baku dan produk akhir telah memenuhi persyaratan yaitu 8 untuk bahan baku dan 9 untuk produk akhir. Cemaran mikroba pada bahan dan produk akhir telah memenuhi SNI 4104:2015. Histamin pada produk akhir sebesar 1,52 ppm masih berada pada batas aman, serta penerapan suhu produk, ruangan, dan media air telah sesuai standar. Rendemen yang dihasilkan pada saat loinning, skinning, dan final trimming yaitu 80,37%, 67,77%, dan 56,77%. UPI telah menerapkan pengendalian mutu sehingga produk tuna loin beku terjamin keamanan pangannya.
Karakteristik Mutu Kaki Naga Ikan Nila Dengan Substitusi Tepung Mocaf Sebagai Produk Diversifikasi Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Kusumawati, Rr. Puji Hastuti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.918

Abstract

Tilapia dragon feet are processed fish products that are currently developing. The combination of tilapia meat and mocaf flour can create dragon feet products with delicious taste, high nutrition, affordable price, and good for health. The purpose of this study was to describe the quality characteristics of tilapia dragon feet substituted with mocaf flour and to describe the best formulation of tilapia dragon feet with mocaf flour substitution. This study conducted an experiment using a one-factor completely randomized design (CRD) model with four levels. The factors tested were the substitution between tilapia meat and mocaf flour of 5%, 10%, 15%, and 20%. The substitution was calculated from the total weight of 100% (meat + mocaf flour). Parametric analysis used the F test in Anova. Non-parametric analysis used the Kruskal-Wallis test. This study found that the physical test of dragon fish feet, which includes a bite test obtained a value ranging from 6.15 - 6.42 (scale 9), a folding test of 3.45 - 3.83 (scale 5), gel strength ranging from 232.17 g.cm - 245.38 g.cm, water binding capacity ranging from 72.27% - 73.12%, and emulsion stability of 72.22% - 72.87%. The hedonic test of tilapia dragon fish feet which includes color obtained a value ranging from 6.21-7.39, aroma 7.89 - 7.81, texture 7.12 - 7.89, taste 6.95 - 7.66 and appearance 7.15 - 7.26. The chemical and microbiological quality characteristics of all dragon fish feet formulations still meet SNI quality standards. With physical quality characteristic specifications such as gel strength of 232.17 grams per centimeter, water binding capacity of 72.27%, and emulsion stability of 72.22%, formulation A1 is the best based on the panelists' preference level.
Perbedaan Padat Tebar Terhadap Performa Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pada Keramba Jaring Apung Di Sungai Mempawah Sarmila, Sarmila; Warastuti, Sri; Mudlofar, Farid; Putri, Hylda Khairah; Susilawati, Susilawati; Setiawan, Agus
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.939

Abstract

Tilapia cultivation using floating net cages is widely carried out by the Mempawah community. However, one of the problems often experienced by tilapia fish farmers in KJA is the low survival rate and growth rate, which will impact the success of cultivation. The alternative solution offered is to conduct research to determine stocking density. Determination of stocking density is essential so that space utilization becomes more. Therefore, this study aims to obtain the optimal stocking density that provides tilapia fish’s best growth rate and survival rate. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications, namely (A) stocking density of 30 fish/m3, (B) stocking density of 50 fish/m3, (C) stocking density of 70 fish/m3, and (D) stocking density of 90 fish/m3. The variables collected were survival rate, growth rate, and feed conversion. The analysis results showed that the stocking density of 50 fish/m3 can provide the best growth rate, feed conversion ratio, and survival rate.
Analisis Pasang Surut Sungai Kapuas Kota Pontianak Menggunakan Metode Admiralty Santoso, Hendi; Saputra, Robin; Munandar, Rizqan Khairan; Zibar, Zan; Dodi, Dodi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.975

Abstract

This study analyzes the tidal patterns in the Kapuas River, Pontianak, using the Admiralty Method to determine the type and characteristics of tides and their implications for flood management and navigation along the river channel. Based on harmonic analysis, the tides in the Kapuas River are classified as mixed, with a dominant semidiurnal component, resulting in two high and two low tides per day with varying heights. This tidal type potentially increases flood risk, particularly when peak tides coincide with high upstream discharge. This condition heightens the risk of river overflow, necessitating mitigation measures such as tidal monitoring and effective drainage planning. Additionally, tidal fluctuations impact the depth of the river channel, critical for navigation activities. At high tide, water depth increases, facilitating large vessel navigation, while at low tide, some channels may become shallow, hindering navigation. This study’s findings highlight the importance of integrating tidal predictions in coastal area management and river channel regulation in Pontianak to reduce flood risk and support safe navigation.
Pengaruh Fase Bulan Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apung di Perairan Kabupaten Bengkayang Sudarso, Jumadi; Baharudin, La; Ramadhani, Ahijrah
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.978

Abstract

Sumber daya ikan teri merupakan sumberdaya neritik, karena penyebarannya terutama adalah di perairan dekat pantai pada wilayah dimana terjadi proses penarikan masa air (upwelling). Di Perairan Kabupaten Bengkayang ikan teri ditangkap nelayan dengan menggunakan alat tangkap bagan apung. Alat bantu penagkapan ikan pada bagan apung menggunakan penerangan cahaya lampu. Fungsi lampu pada bagan adalah sebagai pemikat ikan teri untuk datang berkumpul pada lampu tersebut. Berkumpulnya ikan teri pada cahaya lampu dikarenakan ikan teri mempunyai sifat fhototaksi fositif. Penangkapan ikan dengan bantuan cahaya sangat dipengaruhi oleh fase bulan, posisi bulan, keadaan cuaca, kedalaman renang ikan dan kekuatan sumber cahaya yang digunakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui determinasi dan komposisi hasil tangkapan bagan apung dan mengetahui pengaruh fase bulan terhadap hasil tangkapan bagan apung.Hasil penelitian menggabarkan fase bulan memiliki pengaruh yang mendekati signifikan terhadap hasil tangkapan ikan dengan nilai F = 3,377 dan nilai signifikansi p = 0,068. Meskipun tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95%, fase bulan menunjukkan adanya variasi yang jelas pada hasil tangkapan, dengan fase bulan sabit terakhir menghasilkan tangkapan rata-rata tertinggi (153 kg), jauh lebih tinggi dibandingkan fase lainnya (bulan baru 57.5 kg, sabit pertama39.5 dan bulan purnama75.5 kg).
Aplikasi Edible Coating Berbasis Limbah Tulang Ikan Patin Pada Produk Smoked Catfish Kabayaki Lasmi, Leni; Putra, Yudha Perdana; Nainggolan, Kristina Novalina
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.980

Abstract

The patin catfish process into smoked catfish kabayaki will produce organic wastes such as fishbones. One of the fish waste handling method is to process the waste into derivative product such as gelatin which can be utilized further as an edible coating precursor. The aim of the research was to analyze the effect of the application of fishbones waste-based edible coating on smoked catfish kabayaki product on organoleptic quality deterioration and shelf life of the product in refrigeration temperature, and the consumer preferences. Organoleptic quality deterioration was measured by descriptive analysis for 11 days of storage in refrigeration temperature. Costumer preferences was measured by hedonic test. The result shows that the application of edible coating on the product cause negative impacts on initial organoleptic quality and organoleptic quality deterioration rate of the product, especially on aroma and texture parameters. The recommended shelf life of the product was 6 days at most based on the organoleptic quality measured (all the parameters values were above 7). Hedonic test also showed negative impacts of edible coating application on all the measured parameters. Based on the results of the research, the application of fishbones waste-based edible coating on smoked catfish kabayaki product was determined to be ineffective and was not recommended in an effort to inhibit the organoleptic quality deterioration rate of the product during refrigeration temperature storage.
Identifikasi Morfologi dan Morfometrik Jenis-Jenis Ikan Karang yang Didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Aceh Barat Daya Marzana, Irat; Bahri, Samsul; Erijal, Erijal
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.836

Abstract

Aceh Barat Daya terletak di wilayah pesisir memeliki potensi perikanan laut yang cukup tingkat. Metode awal untuk pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman ikan adalah melalui identifikasi berbagai jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis ikan karang apa saja yang didaratkan melalui pendekatan morfologi dan morfometrik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2024 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Identifikasi morfologi yang diamati berupa bentuk tubuh, warna tubuh, bentuk dan bentuk sirip ekor. Terdapat 13 karakter yang di ukur menggunakan Aplikasi Image-j. Hasil penelitian ini didapatkan 10 spesies dari 8 genus bagian dari famili Serranidae, Lutjanidae, Acanthuridae dan Caesionidae dengan total 82 individu yang didaratkan pada lokasi penelitian, yaitu Variola louti, Variola albimarginata, Cephalopholis sonnerati, Cephalopholis spiloparea, Epinephelus areolatus, Pristipomoides typus, Lutjanus malabaricus, Acanthurus mata, Pinjalo lewisi dan Caesio cuning. Seluruh jenis ikan yang ditemui memiliki karakter morfologi dan morfometrik yang berbeda-beda dan ikan kerapu cabang (Variola louti) menjadi ikan dengan ukuran morfometrik yang paling besar.
Hubungan Pemanfaatan Fasilitas Tempat Pelelangan Ikan dengan Pendapatan Nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas Maryono, Maryono; Linson, Linson; Januardy, Uray
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.912

Abstract

Salah satu fungsi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang fungsinya untuk melelang hasil tangkapan kepada konsumen baik untuk dikonsumsi atau dijual kembali. Pemanfaatan fasilitas TPI diharapkan membantu proses pelelangan sehingga berdampak pada pendapatan nelayan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi antara pemanfaatan fasiltias TPI untuk kegiatan pelelangan dengan pendapatan nelayan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengambilan sampel Non-Probability Sampling dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah kapal 49 dengan ukuran 30 GT lebih dengan memilih responden berdasarkan kategori pemilik kapal, nahkoda dan anak buah kapal (ABK). Pembagian pendapatan berdasarkan status, yaitu pemilik kapal (10 bagian), nahkoda (3 bagian), dan ABK (1 bagian). Rata-rata pendapatan sebesar Rp225.000.000. Hasil pada uji korelasi variabel (x) dan variabel (y) didapat hitung 0,2367 < tabel dengan taraf signifikansi 5% ( tabel) 0,344 dan tabel dengan taraf signifikansi 1% ( tabel) 0,442.
Mutu Organoleptik dan Daya Terima Konsumen Pada Sagu Lempeng Abon Ikan Tuna: Mutu Organoleptik dan Daya Terima Konsumen Pada Sagu Lempeng Abon Ikan Tuna wahab, iswandi wahab
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.982

Abstract

Tuna sago floss is a processed product from tuan fish floss and cassava flour. Tuna is processed into kenjudian fish floss as an additional ingredient in the processing of sago lempeng products which are then mixed with chicken broth and pepper as a flavor enhancer in sago floss products. Making sago floss in research that is appropriate in processing sago floss. Making sago floss in this study consists of 5 different treatments, to determine the appropriate dosage in processing tuna sago floss. This research will be conducted at the Sago Lempeng Production House, Dehegila Village, South Morotai District, in July 2024. The purpose of this study was to analyze the organoleptic quality of sago plates with the addition of tuna fish floss and to analyze the level of panelists' preference for sago plates with the addition of tuna fish floss. The data analysis method used descriptive analysis and was displayed through tables and graphs and was also documented with pictures. The results of the study of the addition of tuna fish floss in the manufacture of sago plates in the A0_A4 treatment can be concluded that, based on organoleptic analysis, the provision of tuna fish floss in the manufacture of sago plates does not affect the appearance, color, and texture of sago plates. While the average hedonic test of panelists gave a liking assessment to all sago formulas for all indicators. Keywords: Organoleptic, Hedonic Test, Tuna fish floss, cassava, sago, Tuna fish floss.
Pengaruh Variasi Probiotik Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dalam Sistem Budikdamber Dzulhadi, Muhammad Dzaky; Grandiosa , Roffi; Anna, Zuzy; Iskandar, Iskandar
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1016

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu komoditas utama yang berkontribusi dalam peningkatan produksi perikanan budidaya. Jumlah tersebut naik 4,27% dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai 1,35 juta ton senilai Rp 33,62 triliun. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai produksi ikan nila yang optimal, termasuk lahan yang sulit diakses di perkotaan dan masalah kualitas air yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan probiotik terhadap performa pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam sistem budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Penelitian dilakukan selama 40 hari dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 perlakuan dengan 5 taraf dosis probiotik BIOM-S (0 ml/L, 0,6 ml/L, 0,8 ml/L, 1,0 ml/L, dan 1,2 ml/L) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada dosis 0,8 ml/L memberikan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata pertambahan panjang mutlak ikan sebesar 4,37 cm, bobot mutlak 12,40 g, dan tingkat kelangsungan hidup 82%. Kualitas air selama penelitian juga terjaga dengan baik, meskipun tidak ada perbedaan signifikan antara perlakuan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan probiotik dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila dalam sistem budikdamber, serta memberikan wawasan baru untuk pengembangan budidaya ikan yang berkelanjutan.