cover
Contact Name
Risko
Contact Email
risko@physics.untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
manfishjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Manfish Journal
ISSN : 27212815     EISSN : 27212939     DOI : https://doi.org/10.31573/manfish.v2i3
Marine Science, Aquaculture, Fishery Product Processing, Capture Fisheries, Marine Biology, Oceanography, Fishery Biotechnology, Marine and Coastal, Remote Sensing, Conservation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Pengamatan Suhu Permukaan Laut Melaui Citra Satelit Pada Pengoperasian Alat Tangkap Purse Siene di KM. Cemara Laut Indah II Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Ahijrah Ramadhani
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 1 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i1.549

Abstract

Dalam pengoprasian alat tangkap purse siene di KM. Cemara Laut Indah II terdiri dari 2 tahap yaitu setting dan hauling. Setting alat tangkap purse siene di KM. Cemara Laut Indah II, pertama untuk menurunkan skiftboat dibantu oleh 5 orang ABK, lalu 1orang ABK mematikan seluruh lampu di kapal induk kemudian pelampung tanda diturunkan oleh 2 orang ABK dan setelah itu nakhoda akan kapal melingkarkan jaring. Pada saat hauling 1 orang ABK akan menyinari dengan cahaya senter dan 1 orang ABK mengangkat pelampung tanda, setelah itu menarik tali kerut dengan mengunakan gardan yang dilakukan 1 orang ABK menarik di bagian kiri kapal dan 1 orang ABK lagi menarik di bagian kanan kapal, lalu 4 orang ABK membantu untuk menaikan pemberat dan 1 orang ABK mengangkat pemberat dengan gardan, 2 orang ABK akan melespakan tali pemberat dari tali ris bawah setelah itu pemberat akan disusun di tempat pemebrat. Kemudian masukan tali ris bawah dan atas ke dalam power block setelah itu tali ris bawah di susun di bagian depan kapal dan tali ris atas yang menyatu dengan pelampung disusun pada bagian buritan kapal. Suhu permukaan laut di perairan subi berkisar 29oC - 30oC. Dengan suhu terendah suhu permukaan laut di perairan subi adalah 29 oC dan suhu tertinggi 30 oC. Suhu permukaan laut yang didapat dari citra satelit di kisaran 29,23 oC – 30,375 oC. Pada suhu 29oC memiliki perbedaan suhu sebesar 0,23oC sampai dengan 0,99oC dan pada suhu 30oC perbedaan suhu sebesar 0,01oC – 0,33oC. Perbedaan suhu permukaan laut di perairan subi dan suhu permukaan laut melalui citra satelit adalah 0,01oC – 0,99oC. Pada suhu 29oC - 30oC ikan tangkapan yang dominan pada alat tangkap purse siene di KM. Cemara Laut Indah II adalah ikan layang sebesar 49% dan ikan mata besar sebesar 33%, dan ikan yang paling sedikit tertangkap adalah ikan bawal dan cumi sebesar 1%.
Mutu Hedonik dan Cemaran Mikrobiologi Olahan Sambal Ikan Tongkol Asap (Euthynnus afinnis) dengan Kemasan Retort Pouch Lukas Wibowo Sasongko; Aloysius Masi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 1 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i1.551

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk sambal ikan asap. Upaya diversifikasi olahan ikan tongkol dilakukan dengan aplikasi asap cair kemudian diolah menjadi sambal ikan tongkol dalam kemasan retort pouch. Penggunaan kemasan retort pouch akan meningkatkan daya awet dari produk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan teknologi pengalengan sambal ikan tongkol asap dengan kemasan retort pouch, menganalisis mutu hedonik dan mengalisis cemaran mikrobiologi yang ada pada produk tersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode perendaman ikan tongkol dalam larutan asap cair 5% selama 5 menit. Ikan tongkol selanjutnya diolah menjadi sambal ikan dengan dua varian yaitu sambal balado dan sambal rica-rica. Produk disterilisasi dalam kemasan retort pouch pada suhu 121oC selama 20 menit, kemudian disimpan hingga 2 bulan. Penelitian dilakukan dalam dua kali ulangan. Parameter mutu produk diukur dengan uji hedonik, cemaran ALT, E.Coli dan Salmonella. Data mutu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian akan menghasilkan produk tepat guna sambal ikan tongkol asap siap saji (ready to eat) yang memiliki mutu dan daya awet lebih baik dibandingkan dengan produk yang dikemas konvensional. Tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) dari penelitian terapan ini adalah pada TKT 6 yaitu demonstrasi model/prototype pada lingkungan yang relevan
Kebiasaan Makanan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) di Perairan Selat Sunda Nidya Kartini
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 1 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i1.554

Abstract

Fringescale sardinella is a small pelagic fish in the Sunda Strait which has important ecological value. Studying fish food habits is basically to determine the quality and quantity of fish food and the ecological relationship in the tropic level. The aims of this research were to examine the food habits of fringescale sardinella in the Sunda Strait which includes the composition of the type of food, the area of ​​the niche and the overlap of the food niches. Sampling Sampling was conducted from the catch of fishermen who landed at Labuan Coastal Fishing Port, Banten. Fish samples taken during the study consisted of 620 males and 321 females. The results showed that the highest IP value was in the Thalassiothrix frauenfeldii organism, both in male (55%) and female (54%), so that Halassiothrix frauenfeldii which is a class of Bacillariophyceae was the main food for fringescale sardinella, the largest area of ​​food niches is in male was in the medium size class of 9,0028, while the largest area of ​​food niches in female was in the small size class of 8,9609, the largest overlap value of male and female food niches is in the small fish size group (101-129 mm ) with the medium fish size group (130-158 mm) were 0,9062 and 0,8105 respectively.
Ekstraksi Enzimatik Kitin dan Kitosan dari Limbah Udang Kristina Novalina Nainggolan
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 1 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chitin is a biopolymer that compiles the shells of insects and crustaceans and the cell walls of fungi, diatoms, bacteria, and algae, while chitosan is chitin derivate. Both of the products have essential roles in various industrial fields. Chitin and chitosan are often produced chemically from shrimp waste (head and the shell). However, chemical residues and poor product characteristics are the weaknesses of this method. Another alternative method is to extract the products enzymatically. Products with better and more specific results and more environmentally friendly processes but have longer processing times at higher costs are the considerations of the enzymatic method. This review focuses on the enzymatic extraction of chitin and chitosan from shrimp shells, including the development and challenges of the process. Chemically and enzymatically, chitin extraction consists of pre-treatment, demineralization, and deproteinization stages, followed by deacetylation to obtain chitosan. Enzymatic shrimp waste demineralization is mainly through a fermentation process using lactic acid bacteria while deproteination with bacteria or protease enzymes. Enzymatic deacetylation of chitin uses enzymes or microbial strains that produce chitin deacetylates. So far, microbial strains or enzyme and fermentation conditions that can extract shrimp waste into chitin with reasonable effectiveness have been found. Moreover, the by-products of enzymatic extraction are rich in high-quality protein, carotenoids (especially astaxanthin), and minerals (especially calcium).
Nilai Ekonomi Ekosistem Laguna di Negeri Ihamahu, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Gea, Liyatin; Mishbach, Imam; Tuhumena, Lolita; Pirhel, Pirhel
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.601

Abstract

The existence of ecosystems in the water lagoon of Ihamahu Country has an important role for the people of Ihamahu Village. The study was conducted on July 17, 2020 with primary and secondary data collection. The sampling method used is purposive sampling a total of 10 people. The people of Iamahu Village always catch marine life in the Laguna ecosystem and its surroundings with used several fishing gear. Then, total economic value of Laguna ecosystem at Iamahu Village amount Rp 183.189.557 with used direct as Capture Fisheries and research activities amount Rp 45.620.000. Indirectly the benefits of coral reef ecosystems in Ihamahu waters for absorbs carbon content amount Rp 98.156.407. After that, option value amount Rp 471.150 an values that represent the usefulness of coral reef ecosystems (in laguna) at the future will be good directly or indirect, existence value through Contingent Valuation Method (CVM) amount Rp 34.380.000, and Inheritance Value Rp 4.562.000,-.
Karakteristik Mutu Fisik dan Hedonik Dimsum Ikan Nila dengan Penambahan Konsentrasi Karagenan yang Berbeda Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Lasmi, Leni
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.615

Abstract

Dimsum ikan merupakan salah satu diversifikasi produk olahan hasil perikanan yang dapat meningkatkan produksi produk perikanan di Indonesia. Kriteria terpenting pada produk-produk fish jelly seperti dimsum, antara lain adalah kestabilan emulsi, tingkat kekenyalan, dan kerenyahan, yang dapat memengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Oleh karena itu diperlukan bahan penstabil yang perlu ditambahkan dengan takaran yang tepat ke dalam adonan dimsum yang dibuat. Karagenan merupakan bahan alami untuk penstabil adonan makanan yang terbuat dari rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mutu fisik dan hedonik dimsum ikan nila dengan penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang diuji pada penelitian ini yaitu perbedaan penambahan karagenen sebesar 1%, 3%, 5%, dan 7% sebanyak 2 kali ulangan. Analisis parametrik menggunakan uji F pada Anova dan jika memberikan pengaruh yang berbeda terhadap dimsum ikan nila maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Analisis non parametrik menggunakan uji Kruskal- Wallis dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut Multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa penambahan karagenan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai uji fisik akan berbanding lurus dengan penambahan karagenan pada dimsum ikan nila. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi karateristik mutu fisik berupa uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 242.16 g.cm, daya mengikat air 70.22 %, dan stabilitas emulsi 71.34 %.
Parameter Biologi Udang Jerbung (Penaeus Merguiensis) yang di Daratkan di Tpi Sungai Kakap, Kalimantan Barat Alnanda, Reza; Sudarso, Jumadi; Sadri, Sadri; Fitrari, Eny
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.616

Abstract

Udang jerbung (Penaeus merguiensis) merupakan salah satu komoditi penting di Perairan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Perairan Sungai Kakap menjadi wilayah pengolahan perikanan dan penghasil sumber daya laut terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat. Tingginya permintaan pasar dan nilai ekonomis dari udang jerbung, mempengaruhi jumlah stok yang ada dialam. sehingga sudah seharusnya dilakukan pengamatan parameter populasi udang jerbung yang didaratkan di TPI Sungai Kakap, Kalimantan Barat sebagai upaya untuk mempertahankan stok yang ada dialam agar dapat menjamin kelestarian sumberdayanya dimasa mendatang. Udang jerbung yang digunakan selama penelitian berasal dari hasil tangkapan nelayan Lampara Dasar di Perairan Sungai Kakap yang didaratkan di TPI Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi tangkapan udang jerbung berada di sekitar perairan sungai kakap dan pada kedalaman 5-20 m. Berdasarkan persamaan W = aLb, maka diperoleh nilai b sama dengan 2.3984 dan R2 sama dengan 93.23 untuk Udang Jerbung secara keseluruhan. Berdasarkan analisis pertumbuhan diketahui bahwa udang jerbung peneitian menunjukkan pertumbuhan yang alometrik negatif dengan faktor kondisi tertinggi sebesar 1.04. Telah terjadi rekruitment baru pada bulan juli dengan panjang Linf 60.75 mm.Nilai faktor kondisi Udang Jerbung tertinggi pada bulan Mei adalah 1.04 ± 0.07. Persamaan pertumbuhan model Von Bertalanfy udang jerbung jantan, betina dan gabungan masing-masing adalah Lt = 60.75 (1-e[-1.56(t+0.61)]).
Analisa Status Tingkat Kecelakaan Kapal Penangkap Ikan dan Solusi Pencegahan Kecelakaan Kapal di PPP. Sungai Rengas Kubu Raya Kalimantan Barat Ramadhani, Ahijrah; Baharudin, La; Jumaedi, Slamet; Katili, Lidya
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.618

Abstract

Keselamatan kapal penangkap ikan merupakan interaksi faktor-faktor yang kompleks yaitu human factor (nakhoda dan anak buah kapal), machines (kapal danperalatan keselamatan) dan environmental (cuaca dan skim pengelolaan sumberdaya perikanan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan mengukur status tingkat kecelakaan kapal penangkap ikan di PPP Sungai Rengas serta menguraikan solusi pencegarahan kecelakaan kapal tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2021 di PPP Sungai Rengas, Kalimantan Barat. Analisis risiko kecelakaan dilakukan dengan menghitung FAR dan RI dari datakecelakaan yang ada dalam tiga tahun terakhir. Hasil identifikasi pengukuran pelengkapan dokumen kapal, standar peraturan dan kecakapan perwira kapal di PPP sungai rengas dari 32 responden di dapatkan hasil 100% untuk penyelesaian terhadap kepemilikan dokumen kapal dan kepemilikan surat ijin kapal, sedangkan yang perlu di cermati adalah pertanyaan dengan nilai terendah berkaitan dengan kepemilikan sertifikat keahlian Ankapin 1, 2, 3 dan setifikat keterampilan BST, AFF dan SAT. Perhitungan status kecelakaan dan jenis kecelakaan kapal di PPP sungai Rengas dengan intikator 10 pertanyaan melalui kuisioner yang melibatkan 32 respondensi (Nahkoda Kapal) didapatkan hasil paling terbesar adalah 31%. Pertanyaan pengetahuan dasar keselamatan di atas kapal pengetahuan tentang penggunaan alat komunikasi (radio) ketika terjadi kondisi darurat, dan yang paling terkecil adalah 6% pertanyaan pengetahuan kondisi-kondisi emergency dan darurat di atas kapal.
Komposisi Hasil Tangkapan Utama Pada Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Laut Natuna Tumion, Frangky; Sadri, Sadri; Risko, Risko; Setiawan, Ho Putra; Julkipli, Julkipli
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.617

Abstract

Komposisi ikan hasil tangkapan merupakan salah satu kajian yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang jenis, panjang ikan dan berat ikan yang tertangkap sehingga memudahkan nelayan melakukan penangkapan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran ikan (panjang dan berat) serta hubungan panjang - berat ikan yang tertangkap dengan jaring insang (gill net) di Laut Natuna. Penelitian ini dilaksanakan selama 16 hari (9 – 24 Juni 2023) di Perairan Laut Natuna. Metode yang digunakan dalam peneliian ini adalah metode survey yaitu dengan cara pengamatan dan pengambilan data secara langsung di lapangan menggunakan jaring insang (gill net) dengan mesh size 4 inch. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa persentase hasil tangkapan utama didominasi oleh ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan 82% (679 kg). Persentase hasil tangkapan sampingan jaring insang dari 5 spesies yang paling banyak adalah ikan selayar 5% (45 kg) dan yang paling sedikit adalah ikan jahan dengan 2,20 % (21 kg). Sedangkan berdasarkan pengukuran diperoleh bahwa ukuran rata – rata panjang pada ikan tongkol yaitu berkisar antara 45 – 65 cm dan ukuran panjang ikan tenggiri yaitu 50 – 110 cm. Distribusi ukuran hasil tangkapan utama pada penelitian ini memiliki ukuran yang berbeda – beda disebabkan karena selektivitas alat tangkap yang digunakan, metode penangkapan dan sifat biologi ikan.
Surimi Modifikasi pH Pencucian Daging Ikan Tongkol (Euthynnus sp) Terhadap Karakteristik Surimi Yang Dihasilkan Laksono, Untung Trimo; Putra, Endo Pebri Dani; Kusumawati, Rr. Puji Hastuti; Lasmi, Leni; Kartini, Sitta Indah
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 1 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i1.639

Abstract

The use of fish high in sarcoplasm such as tongkol (Euthynnus sp) as raw material for surimi requires a washing process to increase the yield and level of gel strength. Modifying the pH of washing surimi to be more alkaline is an effective method for increasing protein yield in the surimi processing. The aim of this research is to obtain the optimal surimi protein yield and determine the characteristics of the resulting gel. The research results showed that the optimum pH for washing tongkol surimi was pH 8 with 2 times washing (p>01). The proximate values ​​of tongkol are 76.58% water, 18.23% protein, 2.34% fat, 1.22% ash and 1.63% carbohydrates (By different). The proportion of sarcoplasmic protein and myofibrils in tongkol meat is 49.0% and 45.90%. The highest yield was obtained when modifying the water pH to 8 and twice washing time is about 64.75%. The texture characteristics of the kamaboko surimi profile analyzer were modified with washing water pH 8 and twice washing time, hardness 300 g, gumminess 202.90 g and chewiness 98.97 mJ. The water holding capacity (WHC) of kamaboko surimi tongkol is 53.50%.