cover
Contact Name
Ahmed Sardi
Contact Email
sardihere@gmail.com
Phone
+6285256669490
Journal Mail Official
ijme@stkipddipinrang.ac.id
Editorial Address
Jln. Pettana Rajeng No.20, Pinrang South Sulawesi, Indonesia Postal code: 91213
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education
ISSN : 28285468     EISSN : 28280857     DOI : https://doi.org/10.58917/ijme
Core Subject : Education,
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education (IJME), sebuah jurnal nasional peer-review elektronik, menyediakan forum untuk menerbitkan artikel penelitian asli, artikel ulasan dari kontributor, dan berita teknologi baru yang terkait dengan pendidikan matematika. Jurnal ini disediakan untuk penulis, guru, mahasiswa, profesor, dan peneliti, yang akan mempublikasikan laporan penelitian mereka atau artikel tinjauan pustaka mereka (hanya untuk kontributor yang diundang) tentang pendidikan matematika dan instruksinya untuk penulis dan pembaca di seluruh Indonesia. Selain penulis biasa, untuk setiap jilid, isinya akan disumbangkan oleh kontributor undangan yang ahli dalam pendidikan matematika baik dari dalam maupun luar negeri. Jurnal tersebut mengundang artikel penelitian asli dan tidak secara bersamaan dikirimkan ke jurnal atau konferensi lain . Seluruh spektrum penelitian dalam pendidikan matematika dipersilakan , yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada topik-topik berikut: 1. Pendidikan Matematika Realistis 2. Penelitian Desain dalam Pendidikan Matematika 3. Kemampuan Matematika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 156 Documents
APLIKASI KENDALI OPTIMAL MASKER PADA PENCEGAHAN PENYEBARAN ISPA Nilwan Andiraja
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.485

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang mudah menyebar dan sering menginfeksi dewasa dan anak-anak sehingga perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana menurunkan tingkat infeksi ISPA dan sekaligus untuk mengendalikan penyebarannya. Kombinasi model matematika dengan penambahan kendali optimal penggunaan masker merupakan salah satu cara untuk meneliti pencegahan penyebaran ISPA. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektif atau tidak, aplikasi kendali penggunaan masker untuk menurunkan infeksi ISPA berdasarkan penelitian sebelumnya tentang model matematika penyebaran ISPA. Penelitian ini memodifikasi model matematika terdahulu sehingga diperoleh model matematika baru yang dinamakan persamaan state dengan penambahan kendali masker yang ditambahkan pada kelas susceptible dan juga dibentuk fungsi tujuan. Dengan prinsip Pontryagin, fungsi Hamiltonian dibentuk dan selanjutnya dipeoleh persamaan costate dan fungsi kendali optimal. Selanjutnya, karena persamaan state dan persamaan costate berbentuk nonlinier maka penyelesaikan menggunakan metode sweep forward-backward dengan bantuan metode Runge-Kutta orde 4. Langkah berikutnya dilakukan simulasi numerik dengan mayoritas menggunakan data-data dari penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil simulasi numerik diperoleh bahwa kendali penggunaan masker mampu menurunkan lebih cepat dan lebih banyak individu yang ter-exposed dan terinfeksi ISPA dibandingkan tanpa menggunakan kendali masker. Hasil ini membuat kesimpulan bahwa penggunaan masker membuktikan secara matematis dapat menurunkan jumlah individu terinfeksi ISPA sehingga dapat mencegah penyebaran ISPA.
PENGARUH KEMAMPUAN SPASIAL DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR Siti Ruhama; Ketut Sarjana; Ulfa Lu’luilmaknun
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.492

Abstract

Matematika berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan sistematis. Hasil observasi di SMP Negeri 4 Narmada menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi bangun ruang sisi datar, terutama karena rendahnya kemampuan spasial dan berpikir kreatif yang diperlukan dalam memahami dan merancang strategi penyelesaian secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan spasial dan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemecahan masalah bangun ruang sisi datar pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Narmada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 49 siswa yang diambil dengan teknik Cluster sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan spasial, tes kemampuan berpikir kreatif, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan regresi berganda dengan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kemampuan spasial dan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemecahan masalah, dengan persamaan regresi yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan spasial dan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemecahan masalah bangun ruang sisi datar peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Narmada Tahun ajaran 2025/2026, dengan kontribusi sebesar 88,8% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain 11,2%
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LUMIO BY SMART PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI Riza Akbar Nur Ikhsan; Azainil; Abd. Basir Abbas; Tri Widyasari
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.495

Abstract

Materi Relasi dan Fungsi merupakan salah satu topik penting yang diajarkan di kelas VIII SMP dan menjadi dasar bagi pemahaman materi matematika selanjutnya. Namun, hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Samarinda pada materi ini tergolong rendah karena belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran konvensional dan media yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Lumio by SMART pada materi Relasi dan Fungsi untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan, tahap design melalui perancangan media, tahap develop melalui uji validitas oleh ahli media dan ahli materi serta uji kepraktisan oleh guru dan siswa, dan tahap disseminate dilakukan dengan membagikan akun Lumio kepada guru matematika. Hasil validasi menunjukkan indeks Aiken-V sebesar 0,833 dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan indeks Aiken-V sebesar 0,708 dengan kategori praktis. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Lumio by SMART dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi Relasi dan Fungsi.
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE DAN THINK TALK WRITE BERBASIS BUDAYA MELAYU BERBANTUAN WEB MATHIGON TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Neni Herawati; Israq Maharani; Ulfa Annisa Lubis
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dan Think Talk Write berbasis budaya Melayu berbantuan Web Mathigon terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen jenis penelitian kuantitatif dengan desain Post-test Only Control Group Design, dilaksanakan di SMP Negeri 25 Medan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 268 orang, dengan sampel 60 siswa yang terbagi dalam kelas VII-A eksperimen Think Talk Write dan VII-G control Think Pair Share. Instrumen penelitian berupa RPP, LKPD, media pembelajaran, dan soal posttest yang telah divalidasi oleh ahli dengan hasil rata-rata di atas 4,70 (kategori sangat baik) dan reliabilitas Cronbach Alpha 0,749 (sangat tinggi). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (76,17) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,33). Uji-t independen menghasilkan t_(hitung =) 2.416 > t_(tabel )2,001 dengan signifikansi 0,019 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran. Uji effect size menghasilkan Cohen’s d = 0,6238 (kategori besar), yang berarti model Think Talk Write berbantuan Web Mathigon berbasis budaya Melayu berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI KEKONGRUENAN DENGAN PENDEKATAN PMRI Chamila Putri Audina
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.510

Abstract

Kemampuan penalaran memainkan peran penting dalam pemahaman matematika dan keterampilan pemecahan masalah siswa, terutama ketika berhadapan dengan konsep abstrak seperti geometri kekongruenan. Di Indonesia, siswa sering menghadapi kesulitan dalam menghubungkan teori matematika dengan konteks kehidupan nyata, yang berdampak pada kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan menerapkan penalaran matematis secara efektif. Untuk mengatasi permasalahan ini, pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) diperkenalkan sebagai strategi pembelajaran berbasis konteks yang mendorong siswa untuk terlibat dengan konsep-konsep matematika melalui permasalahan dunia nyata. Dengan mengintegrasikan tugas-tugas yang mencerminkan situasi kehidupan sehari-hari—seperti yang ditemukan dalam soal-soal PISA (Programme for International Student Assessment)—siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan analisis yang lebih kuat. Pandemi COVID-19, sebagai konteks global, memberikan latar yang relevan dan bermakna untuk menerapkan konsep-konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas IX1 SMP Negeri 19 Batanghari, dengan menelaah kemampuan penalaran mereka melalui permasalahan geometri kekongruenan dalam konteks COVID-19 menggunakan pendekatan PMRI. Latar belakang ini mendukung tujuan penelitian untuk menilai tidak hanya kemampuan penalaran matematis siswa, tetapi juga efektivitas pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman dan kinerja mereka.
EKSPLORASI DIMENSI MATEMATIKA PADA JODANG DALAM TRADISI GREBEG SUDIRO: INTEGRASI KONSEP BANGUN RUANG MELALUI ETNOMATEMATIKA Septiana Wijayanti; Via Yustitia; M. Ridlo Yuwono; Yuliana
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi matematika yang terdapat dalam pembuatan jodang pada tradisi Grebeg Sudiro dengan pendekatan etnomatematika. Dalam konteks struktur jodang berbentuk kotak dengan atap limas dan elemen lainnya. Melalui analisis geometris, penelitian ini mengidentifikasi dan mengkaji elemen-elemen matematika yang terintegrasi dalam proses pembuatan jodang oleh masyarakat setempat. Pendekatan etnomatematika digunakan untuk menghubungkan konsep matematika dengan tradisi dan kearifan lokal, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana matematika diterapkan secara praktis dalam konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain jodang pada atap berbentuk limas, pada badan berbentuk kubus, pada gunungan berbentuk kerucut, pada alas berbentuk segiempat dan lingkaran, serta pada kaki-kaki mencerminkan pemahaman geometris yang dimiliki masyarakat. Penggunaan bentuk-bentuk geometris ini menunjukkan aplikasi konsep matematika dalam budaya dan tradisi lokal. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mengembangkan pengetahuan praktis tentang geometri tanpa menyadari bahwa mereka menerapkan konsep matematika. Pemahaman matematis yang terdapat dalam pembuatan jodang menunjukkan keterkaitan antara ilmu pengetahuan, seni, dan tradisi.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING BERBASIS RECURRENT NEURAL NETWORK (RNN) UNTUK MEMPREDIKSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Samuel Juliardi Sinaga; Sanggam Gultom; Rolan Manurung; Pirma Dame Togatorop
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.522

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan aspek mendasar yang tidak hanya mencerminkan kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan penalaran dan analisis siswa. Di Indonesia, kemampuan ini masih menjadi tantangan karena siswa cenderung fokus pada penyelesaian prosedural, namun mengalami kesulitan menghadapi masalah yang lebih kompleks atau konteks baru. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan inovatif untuk memprediksi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, sehingga dapat diberikan stimulus yang sesuai dan dilakukan observasi terhadap perkembangannya. Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan peluang besar dalam menganalisis perilaku belajar serta memprediksi kinerja akademik siswa. Salah satu pendekatan yang unggul untuk menganalisis data berurutan seperti nilai siswa adalah Deep Learning dengan model Recurrent Neural Network (RNN), karena kemampuannya menangkap hubungan temporal antar variabel dan memodelkan pola belajar secara dinamis. Penelitian ini berfokus pada prediksi tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Negeri 7 Percut menggunakan 179 data nilai matematika dari empat semester. Data dibagi menjadi 150 data training dan 29 data uji. Dengan metode RNN berbasis Long Short-Term Memory (LSTM), hasil terbaik diperoleh pada epoch 150 dan learning rate 0,001, menghasilkan nilai RMSE dan MAE sebesar 0,00, menunjukkan bahwa LSTM efektif dalam memprediksi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL MARSITEKKA BERBANTUAN FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MTS Nur Raudhatul Jannah; Risna Mira Bella Saragih; Israq Maharani
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika berbasis permainan tradisional marsitekka berbantuan flash card dapat meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa MTs dan Mengidentifikasi respon siswa terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini menggunakan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 siswa dengan sampel penelitian 21 siswa kelas VIII B MTsS Perguruan Islam Cendekia Medan. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematis (pretest dan posttest) serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest 73,94 lebih tinggi dibandingkan pretest 44,96. Uji t dengan nilai t-hitung sebesar –18,226 dan nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pembelajaran berbasis permainan marsitekka berbantuan flash card. Selain itu, nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,526 berada pada kategori sedang, artinya implementasi pembelajaran ini mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Respon siswa terhadap pembelajaran juga sangat positif, dengan persentase rata-rata 84,77% yang termasuk kategori “sangat baik”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran matematika berbasis permainan tradisional Marsitekka berbantuan flash card dengan model TGT dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa MTs.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATERI STATISTIKA Yahya Hasbi Ashshiddiqi; Surahmat; Anies Fuady
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.528

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas 8 MTs El Jasmeen pada materi statistika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan mengikuti tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas pendidik dan peserta didik serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Data dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar mencapai 68,4%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 84,21%. Selain itu, aktivitas pendidik dalam menerapkan sintaks pembelajaran kooperatif TAI juga menunjukkan peningkatan kualitas, dari kategori baik pada siklus I menjadi tetap stabil pada kategori baik pada siklus II dengan persentase yang lebih tinggi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran TAI efektif dalam mendorong partisipasi aktif, meningkatkan kemandirian belajar, serta memperkuat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan matematis berbasis konteks. Dengan demikian, penerapan model TAI terbukti dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN FUNGSI Muhammad Akmal Muhajir; ZulFiqar Busrah; Andi Aras
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas aplikasi GeoGebra sebagai media pembelajaran fungsi di Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga untuk mengatasi kesenjangan pemahaman konsep matematika abstrak yang muncul akibat penggunaan metode konvensional, di mana santri masih mengalami hambatan dalam memvisualisasikan relasi variabel fungsi sebagai dasar materi kalkulus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest pada 15 santri kelas XII melalui tiga sesi penerapan GeoGebra pada materi grafik fungsi, komposisi, dan invers, disertai observasi, angket Likert, serta analisis statistik inferensial menggunakan SPSS. Celah studi terletak pada fokus terhadap pembelajaran santri pesantren yang terintegrasi dengan nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar dengan n-gain 0,96, keterlaksanaan pembelajaran 91%, aktivitas santri 90%, serta respons positif 90% terhadap kemudahan visualisasi. Uji t dengan p-value 0,000 < α mengonfirmasi bahwa GeoGebra efektif meningkatkan pemahaman fungsi. Temuan ini selaras dengan teori konstruktivisme Piaget dan Technology Acceptance Model (TAM), sehingga memperkuat penerapan pembelajaran berbasis penemuan. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum hybrid serta perluasan pemanfaatan GeoGebra pada materi lanjutan dengan dukungan infrastruktur teknologi yang memadai.