cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 287 Documents
Penyuluhan kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja putri di PMB Eliza Maternity, Dainty; Hatta , Muhammad; Eliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.209

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan, informasi tentang seks serta persepsi remaja mengenai seluk beluk seks yang salah merupakan salah satu indikator meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Tujuan: memberikan pengetahuan kepada remaja awal tentang kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja. Metode: merancang dan pembuatan bahan praktek pengabdian, memberikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan metode penyuluhan. Hasil: peserta sangat antusias dalam kegiatan penyuluhan, terlihat dari 85% peserta aktif dalam kegiatan (bertanya dan menjawab pertanyaan). Selain itu berdasarkan evaluasi secara lisan 80% peserta dapat menjelaskan kembali tentang definisi kesehatan reproduksi remaja, cara menjaga organ reproduksi, infeksi organ reproduksi, HIV – AIDS. Simpulan: Peserta penyuluhan mendapat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual pada remaja.
Workshop Tentang Bantuan Hidup Dasar Dan Penanganan Awal Pada Pasien Trauma Pada Perawat Pelaksana Wijayanto, Tri; Tiara, Tiara; Maryadi, Seno
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.216

Abstract

Pendahuluan:  Dewasa ini bencana alam, kecelakaan kendaraan bermotor, kebakaran, dan kerusuhan serta berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan henti jantung juga sering terjadi. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan tingkat pertama yang dapat menangani kasus kegawat darurat pre hospital. Untuk mencegah kematian dan kecacatan pada pasien henti jantung ataupun trauma adalah melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pasien trauma. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan pengetahuan dan ketrampilan perawat pelaksana atau tim gawat darurat dalam melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pasien trauma. Tujuan: Peserta mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma. Metode: Kegiatan workshop ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu tahap 1 memberikan materi tentang bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan dilanjutkan dengan tahap 2 mendemostrasikan cara melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma secara offline dengan menerapkan protocol kesehatan. Hasil: Peserta mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma dibuktikan dengan hasil nilai pretest rata-rata 5,19 dan hasil nilai post tes rata-rata 7,09 sehingga selisih nilai rata-rata post test dan pre test sebesar 1,9. Simpulan: Responden mampu memahami dan melakukan bantuan hidup dasar dan penanganan awal pada pasien trauma.
Peningkatan pengetahuan wawasan masyarakat tentang Diabetes Mellitus dan senam kaki Diabetik Sitanggang, Antonij; Sijabat , Flora; Sihaloho, Endang; Malau, Mery; Daeli, Hartaty; Marya Natha Silaban, Femin
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.218

Abstract

  Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. DM sudah merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes di dunia. Mengingat jumlah penderita DM yang terus meningkat dan besarnya biaya perawatan pasien diabetes yang terutama disebabkan oleh karena komplikasinya, maka perawatan pasien DM perlu mendapatkan perhatian. Tujuan: Dapat  menambah wawasan masyarakat tentang perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik. Metode: Melakukan pre-test dan post-test, melaksanakan pendidikan kesehatan tentang penyakit diabetes melitus dan perawatan pada pasien penderita DM pada masyarakat di Lingkungan XI dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hal ini dilakukan dengan metode projector, poster, leaflet dan print out power point. Menjelaskan dan mendemonstrasikan tentang latihan senam kaki untuk penderita diabetes melitus. Hasil: Responden memahami tentang pentingnya perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik. Simpulan: Responden mengetahui tentang pentingnya perawatan pada klien dengan diabetes mellitus dan senam kaki diabetik.
Edukasi kesehatan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada anak usia prasekolah Yulianto, Andri; Dwi Novitasari, Mella; Arimadiyanti, Desi; Widayati, Wahyu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.219

Abstract

Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah. Pendahuluan : Kesulitan makan disebut sebagai feeding problem sebagai ketidakmauan anak untuk mengkonsumsi, menolak, dan memilih makanan yang dihidangkan. Tujuan: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di Paud Mutiara Sejati Pringsewu Barat Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cros Sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis stastistik mengunakan Chis-quare(a = 0,05). Hasil : penelitian didapatkan Anak prasekolah yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 responden (37,5%) sedangkan tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 26 responden (62,5%). Tidak ada hubunganantara pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun)p-value= 0.159 >α (0,05). Ada hubunganantara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) p-value= 0.017 <α (0,05). Simpulan : dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kesulitan makan pada anak dan terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kesulitan makan pada anak prasekolah.
Edukasi kesehatan tentang status vaksinasi dengan kejadian stunting Yulianto, Andri; Yusnita, Yusnita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.221

Abstract

Introduction: Stunting conditions at birth affect the development or growth of children so that stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development. Objective: To determine the relationship between vaccination status and the incidence of stunting. Methods: Analytical observational research with a case-control study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 99 respondents. Collecting data using observation sheets and MCH handbooks. statistical analysis using Chi Square Statistical Test. Results: From 33 toddlers 1-3 years old, there were 19 (57.6%) respondents who experienced stunting with a history of vaccination status in the incomplete category and 14 (42.4%) complete respondents. there is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years, the P value is 0.011 (smaller than alpha = 0.05). Conclusion: There is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years in the Work Area of ​​the Wates Health Center.   Pendahuluan: Kondisi stunting saat lahir berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan anak sehingga balita stunting di masa dating akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian observasional analitik dengan penekatan  studi kasus control. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan buku KIA. analisis stastistik mengunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil: Diketahui dari 33 balita 1-3 tahun didapatkan yang mengalami stunting dengan riwayat status vaksinasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 19 (57,6%) responden dan lengkap 14 (42,4%) responden. ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  diperoleh nilai P sebesar 0,011 (Lebih kecil dari nilai alpha = 0,05). Simpulan: Ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun  di wilayah kerja Puskesmas Wates.
Penyuluhan jus buah apel dan air dugan sebagai MP-ASI di Posyandu Garuda, Pidada Panjang Purnama, Robby Candra; Yuniar, Intan Aprelia; Zein , Meilani; Agustina, Risma Eka; Hafidz , M Luthfi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.225

Abstract

Background: Complementary food for breast milk is food or drink that contains nutrients given to children to meet their nutritional needs. Apples or in the Latin name Malus domestica are very good for toddlers as a drink (juice) to replace breast milk, this is because besides being delicious, apples have many health benefits for babies. This apple juice has several health benefits for babies, namely improving digestion, treating dysentery, relieving coughs, and nourishing the body. Coconut water or the Latin name Cocos nucifera is highly recommended as a baby's first drink after the baby has completed the journey of exclusive breastfeeding for 6 months. The various nutrients and properties contained in coconut water make it worthy to be called the second best drink after breast milk. Coconut water contains monolaurin, a substance from lauric acid that can build immunity and maintain the health of your little one. Purpose: To further improve the health of children under five and under-fives, as well as to maintain the growth and development of children during their growth period. Methods: In this community service activity the respondents are all mothers who have children under five and toddlers in the area of Posyandu Garuda, Panjang District. This activity uses poster media as a means of presenting material that can be read and taken home for respondents. Result: Counseling on complementary drinks made from apple juice and coconut water in the working area of ​​the Garuda Posyandu went well. Around 50 participants attended. This counseling is expected to increase knowledge of the quality of health to the community so that many toddlers and under-fives are guaranteed nutrition and nutrition. Conclusion: There is an increase in knowledge of breastfeeding mothers or mothers who have toddlers about the importance of consuming breast milk substitutes, who initially did not know the efficacy of apple juice and coconut water. Pendahuluan: Makanan pendamping ASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Buah Apel atau dalam nama latin Malus domestica sangat baik dikonsumsi balita sebagai  minuman (jus) pengganti asi, hal ini karena selain lezat, apel memiliki banyak manfaat kesehatan untuk bayi. Jus apel ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan pada bayi yaitu melancarkan pencernaan, mengobati disentri, meredakan batuk, dan menyehatkan tubuh. Air dugan atau nama latin Cocos nucifera sangat disarankan sebagai miuman pertama bayi setelah bayi menuntaskan perjalanan ASI eksklusif selama 6 bulan. Berbagai nutrisi dan khasiat yang terkandung di dalam air kelapa membuatnya layak untuk disebut sebagai minuman terbaik kedua setelah ASI. Air dugan mengandung monolaurin, zat dari asam laurat yang dapat membangun kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan Si Kecil. Tujuan: Untuk lebih meningkatkan kesehatan anak balita dan baduta, serta menjaga tumbuh kembang anak dikala masa pertumbuhan. Metode: Dalam kegiatan pengabdian masyarkat ini respondennya adalah seluruh ibu yang memiliki  baduta dan balita yang berada diwilayah Posyandu Garuda Kecamatan Panjang, Kegiatan ini menggunakan media poster sebagai sarana mempersentasikan materi yang dapat dibaca dan dibawa pulang bagi responden. Hasil: Penyuluhan tentang minuman pendamping asi dari jus buah apel dan air kelapa diwilayah kerja posyandu Garuda berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir sekitar 50 responden, dengan di adakan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mutu kesehatan kepada masyarakat agar banyak balita dan baduta yang terjamin gizi dan nutrisi nya. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahutan ibu menyusui atau ibu yang mempunyai balita tentang pentinganya mengonsumsi minuman pengganti asi, yang awalnya tidak mengetahui khasiat dari jus buah apel dan air buah kelapa saat ini lebih memahami.
Penyuluhan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Nuryani, Dina Dwi; Perdana, Agung Aji; Adelita, Audrey; Putri, Delima Selviyani; Syarifah, Dinda Rachma; Meliyana, Rossy
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.227

Abstract

Background: Clean and healthy living is something that people should implement in their daily lives. So health promotion efforts to the community are very important to prevent disease. One of the PHBS programs that can be carried out is Washing Your Hands with Soap. The focus of hand washing in the education sector is elementary school children, because children are an important component as carriers of change. Purpose: To provide education regarding Hand Washing with Soap (CTPS) behavior at Public Elementary School 3 Keteguhan, East Teluk Betung District, Bandar Lampung City so that students' knowledge increases. Method: Using lecture and question and answer methods. Results: Students focused on listening and actively asked questions about Hand washing Behavior with Soap (CTPS) material. Conclusion: The activity consisted of 2 activities, namely education about Hand Washing Behavior with Soap (CTPS) attended by 65 students and a question and answer session. Keywords: Hand Wash; Knowledge;  Student Pendahuluan: Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Maka upaya promosi kesehatan kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit. Salah satu program PHBS yang dapat dilakukan adalah Cuci Tangan Pakai Sabun. Fokus cuci tangan di bidang pendidikan adalah anak – anak sekolah dasar, karena anak – anak merupakan komponen penting sebagai pembawa perubahan. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 3 Keteguhan, KecamatanTelukBetungTimur, Kota Bandar Lampung agar pengetahuan siswa meningkat. Metode: Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Siswa fokus mendengarkan dan aktif bertanya mengenai materi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Simpulan: Kegiatan terdiri dari 2 aktifitas yaitu edukasi tentang Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dihadiri sebanyak 65 siswa dan dilakukan sesi tanya jawab.
Perilaku hidup bersih dan sehat (tata cara pembuatan hand sanitizer) Wulandari, Shinta; Wulan, Putri; Bagas Pane, Erick; Adzki, Ridho Akdhani; Saputra , Diki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.228

Abstract

Background: Hand Sanitizer is a dosage form that can be used as an antiseptic. Hand Sanitizer is a hand sanitizer liquid that is used to kill germs on hands. Hand sanitizer contains an active ingredient of 96% alcohol. Alcohol is widely used as an antiseptic for the skin surface which serves to kill germs on the hands. With a hand sanitizer, it will make it easier for people to do activities outside the home. Purpose: Using H2O2 (Hydrogen Peroxide) as an antiseptic in the form of hand sanitizers and hand sanitizers is an alternative to prevent the spread of the covid-19 virus because it contains alcohol and other substances that can kill viruses that stick especially in the hand area. Method: 96% alcohol, geliserin, 3% hydrogen peroxide, then made into a liquid form in extra concentration and added with lemon essence. Results: The results of the preparation showed that all were homogeneous and white in color with the aroma of a mixture of lemon essence with a distinctive lemon aroma. The results of making antiseptic hand sanitizers got positive control. Counseling about PHBS and about the procedures for making hand sanitizers at SD N 01 Pinang Jaya went smoothly. Participants who were present were around 33 students in the first room and 29 students in the second room, by holding this counseling it is expected to increase knowledge of the quality of health for children to better maintain hand hygiene by using hand sanitizers to prevent transmission of the covid-19 virus. Conclusion: The conclusion that can be drawn from the description of community service activities (Elementary School) at SD N 01 Pinang Jaya, Pinang Jaya Kemiling is an increase in health knowledge to children about maintaining hand hygiene by using hand sanitizers.  Keywords: Hand Sanitizer; Antiseptic Spray As Hand Sanitizer; Counselling  Pendahuluan: Sediaan Hand Sanitizer merupakan bentuk sediaan yang dapat digunakan sebagai antiseptik. Hand Sanitizer adalah cairan pembersih tangan yang digunakan untuk membunuh kuman pada tangan. Hand sanitizer mengandung bahan aktif alkohol sebesar 96%. Alkohol banyak digunakan sebagai antiseptic untuk permukaan kulit yang berfungsi untuk membunuh kuman ditangan. Dengan adanya hand sanitizer akan memudahkan masyarakat pada saat melakukan aktivitas diluar rumah. Tujuan: MenggunakanH2O2 ( Hidroigen Peroxida ) sebagai antiseptik dalam bentuk hand sanitizer dan Hand sanitizer menjadi salah satu alternatif pencegahan menularnya virus covid-19 karena mengandung alkohol dan zat lain yang dapat membunuh virus yang menempel terutama di area tangan. Metode: Alkohol 96%, geliserin, hidrogen peroxsida 3%, kemudian dibuat menjadi bentuk cair dalam konsentrasi ektra dan di tambahkan lemonessen. Hasil: Hasil sediaan tersebut menunjukan bahwa semua homogen dan berwarna putih dengan aroma campuran lemonessen dengan aroma khas lemon. Hasil pembuatan antiseptik hand sanitizer mendapatkan kontrol positif.Penyuluhan tentang PHBS dan tentang tatacara pembuatan hand sanitizer di SD N 01 Pinang Jaya berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir sekitar 33 siswa/i diruang pertama dan 29 siswa/I diruang kedua, dengan di adakan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mutu kesehatan kepada anak-anak agar lebih menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizer untuk mencegahan penularan virus covid-19 Simpulan: Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian kegiatan pengabdian masyarakat (Sekolah Dasar) diSD N 01 Pinang Jaya, Pinang jaya Kemiling yaitu adanya peningkatan pengetahuankesehatan kepada anak-anak tentang menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizer
Penyuluhan zat pewarna alami makanan dan minuman: Indonesia Al Kausar, Radho; Pratama Putri Surya, Septiani; Tata Eriantika, Helen; Bela Santika, Aprilia; Indah Prestrisiyani, Etika; Alfio Nita, Yesi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.231

Abstract

Baground: Food color is one of the factors that consumers consider when choosing and evaluating food. Therefore, the use of colorants in food seems to have become an obligation for all food manufacturers. The health effects of using synthetic dyes is why we have to go back to nature by using natural dyes. Indonesia is a country rich in natural dyes such as carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll. Natural dyes are not only dyes that can be used for food, but also have the ability to maintain health and prevent and reduce the occurrence of various diseases such as diabetes, hypercholesterolemia and cancer. Therefore, the concept of returning to natural dyes, although with some disadvantages, still has advantages, namely safe and beneficial for health. Perpose: Develop natural dyes to be safe and also delicious to use in food. Methode: This activity is carried out using qualitative methods with interviews as well as observations and filling out questionnaires conducted to the general public, whether students, students, or the general public. Results: The use of synthetic dyes in food is beneficial for both producers and consumers. Conclusion: Indonesia as a source of natural dyes, namely carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll is very large. Pendahuluan: Warna makanan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen saat memilih dan menilai makanan. Oleh karena itu, penggunaan pewarna pada makanan sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi semua produsen makanan. Efek kesehatan dari penggunaan pewarna sintetis adalah mengapa kita harus kembali ke alam dengan menggunakan pewarna alami. Indonesia merupakan negara yang kaya akan zat warna alami seperti karotenoid, antosianin, betalain dan klorofil. Pewarna alami bukan hanya pewarna yang dapat digunakan untuk makanan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan serta mencegah dan mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes, hiperkolesterolemia dan kanker. Oleh karena itu konsep kembali ke pewarna alami meskipun dengan beberapa kekurangan namun tetap memiliki kelebihan yaitu aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Mengembangkan Zat pewarna alami agar aman dan juga enak untuk digunakan pada makanan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan juga observasi serta pengisian angket yang dilakukan kepada para masyarakat umun baik itu secara mahasiswa, siswa, atau warga umum. Hasil: Penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bermanfaat bagi produsen dan konsumen. Simpulan: Indonesia sebagai sumber pewarna alami yaitu karotenoid, anthosianin, betalain dan klorofil sangat besar.
Penyuluhan zat makanan berbahaya di Sekolah Dasar Negeri 01 Keteguhan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung: Indonesia Al Kausar, Radho; Azizah, Tiara; Pramudia, Sabila; Fikri Maula, Muhammad; Wati, Minjar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.232

Abstract

Background: Improper application of synthetic chemical preservatives such as borax and formaldehyde in food products that endanger human health needs important attention from the government and the public because their use is increasing along with the increasing need for food that can be stored and consumed for a longer time. as well as some economic reasons. Based on these facts, Malahayati University students are ready to do community service to overcome this problem by explaining the impact and simple detection methods of these prohibited chemicals and explaining effective, safe and simple ways to preserve food for the general public in a specified location in Teluk Betung Timur District, Keteguhan Village. After the activity, it was found that the people who attended the event experienced an increase in the percentage of understanding about the impact of chemical preservatives on health, how to detect them simply and how to make natural preservatives in food. Perpose: Efforts to overcome the exposure of school children to unhealthy and unsafe snack foods, it is necessary to promote food safety through counseling. Methode: Educational activities begin with studying and adapting real situations that occur in the lives of the people of Central Java in general through the distribution of an initial questionnaire where this questionnaire contains several questions that can represent the level of public understanding of the types and effects of preservatives on food and other snacks, including community knowledge about ingredients - natural preservatives that are safe for consumption. Results: To see the success of simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers, participants were evaluated by asking participants to practice simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers by observing using a simple detection assessment questionnaire. borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers. Conclusion: Based on the results of the questionnaires given before and after the counseling, there was a spike in the percentage of public understanding of the dangers of these additives, including how to easily detect the possible presence of borax and formalin in food. In addition, the community also understands natural ways to preserve food such as the drying method.   Pendahuluan: Penerapan bahan pengawet kimia sintetik yang tidak tepat seperti boraks dan formaldehida pada produk pangan yang membahayakan kesehatan manusia perlu mendapat perhatian penting dari pemerintah dan masyarakat karena penggunaannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pemenuhan pangan yang dapat disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama. serta beberapa alasan ekonomi. Berdasarkan fakta tersebut, mahasiwa Universitas Malahayati siap untuk melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah ini dengan menjelaskan dampak dan cara deteksi sederhana dari bahan kimia terlarang tersebut serta menjelaskan cara yang efektif, aman dan sederhana untuk mengawetkan makanan untuk masyarakat umum di lokasi yang ditentukan di Kecamatan Teluk Bentung Timur, Kelurahan Keteguhan. Setelah dilakukan kegiatan, diketahui bahwa masyarakat yang hadir pada acara tersebut mengalami peningkatan persentase pemahaman tentang dampak pengawet kimia terhadap kesehatan, cara mendeteksinya secara sederhana dan cara pembuatan pengawet alami pada makanan. Tujuan: Upaya penanggulangan paparan anak sekolah terhadap makanan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman, perlu dilakukan usaha promosi keamanan makanan melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan PKM diawali dengan mempelajari dan mengadaptasi situasi nyata yang berlangsung dalam kehidupan umum masyarakat jawa tengah melalui penyebaran kuesioner awal dimana kuisioiner ini mencakup beberapa pertanyaan yang dapat merepresentasikan tingkat pemahaman masyarakat terhadap jenis dan pengaruh dari bahan pengawet pada makanan dan jajanan lainnya termasuk pengetahuan masyarakat terhadap bahan pengawet alami yang aman dikonsumsi. Hasil: Untuk melihat keberhasilan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu, peserta dilakukan evaluasi dengan cara peserta diminta mempraktekkan cara deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu dengan observasi dengan menggunakan kuesioner penilaian pelaksanaan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu. Simpulan: Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pra dan pasca penyuluhan, didapatkan lonjakan persentase pemahaman masyarakat terhadap bahaya zat additives tersebut, termasuk cara mendeteksi kemungkinan adanya kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan yang mudah. Di samping itu, masyarakat turut memahami cara alami mengawetkan makanan seperti dengan metode pengeringan.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue