cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 335 Documents
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus Zainaro, M. Arifki
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i4.163

Abstract

Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organization (WHO) global status report reports that 60% of the causes of death of all ages in the world are caused by non-communicable diseases. Diabetes mellitus is ranked 6th as a cause of death. About 1.3 million people die of diabetes and 4% die before the age of 70. Objective: After following this health education and promotion, participants are able to recognize the characteristics of Diabetes Mellitus and avoid Diabetes Mellitus. Method: Education and Health Promotion about Diabetes Mellitus with lecture method and question and answer discussion, with an overview of the implementation of activities. Results: Pre-test as many as 2 participants from 22 participants or 9% already know about diabetes mellitus. Participants can pay attention and give good feedback to the instructor and participants actively ask questions. Furthermore, after the activity was carried out, the authors evaluated the results using a post-test, namely there were 5 participants who were able to answer well. Conclusion: Of the 5 participants from 22 participants who were present were able to mention and understand the meaning of diabetes mellitus, mention and understand the risk factors and causes of diabetes mellitus, mention and understand the signs and symptoms of diabetes mellitus, mention and understand the complications of diabetes mellitus, remember and understand how to prevent it. diabetes mellitus, as well as remembering and understanding the care and treatment of diabetes mellitus.   Keywords: Diabetes Mellitus, the elderly, education and health promotion Pendahuluan: Penyakit diabetes melitus di Indonesia merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan. Laporan status global NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Diabetes melitus menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal karena diabetes dan 4% meninggal sebelum usia 70 tahun. Tujuan: Setelah mengikuti pendidikan dan promosi kesehatan ini, peserta mampu mengenali ciri penyakit Diabetes Melitus dan bisa menghindari terkena penyakit Diabetes Melitus. Metode: Pendidikan dan Promosi Keshatan tentang Diabetes Melitus ini dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab, berikut gambaran pelaksanaan kegiatan. Hasil: Pre test ada 2 peserta dari 22 peserta atau jika dipersentasekan sebanyak 9% yang sudah mengetahui tentang penyakit diabetes melitus. Peserta dapat memperhatikan dan memberi timbal balik yang baik pada penyuluh dan peserta aktif bertanya. Selanjutnya setelah dilakukakan kegiatan penulis melakukan evaluasi hasil dengan ,mnggunakan post test : terdapat 5 peserta yang mampu menjawab dengan baik Kesimpulan: Dari 5 peserta dari 22 peserta yang hadir dapat menyebutkan kembali dan memahami tentang pengertian diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang faktor resiko dan penyebab diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang tanda dan gejala diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang komplikasi diabetes melitus, menyebutkan kembali dan memahami tentang cara pencegahan diabetes melitus, dan menyebutkan kembali dan memahami tentang perawatan dan pengobatan diabetes melitus    
Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa pada remaja Pribadi, Teguh; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian; Ernita, Chelda; Desmonika, Cindy; Sari, Eka Novita; Erlianti, Febi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.169

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungannya (UU No. 18 Tahun 2014). Sedangkan menurut Stuart & Laraia (2010) menyatakan kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan yang meliputi keadaan sejahtera, seimbang, merasa puas, pencapain diri dan optimis. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang kesehatan jiwa pada remaja dan ke dua setelah diberikan penyuluhan kesehatan jiwa pada remaja, responden diberikan Tanya jawab tentang kesehatan jiwa pada remaja. Hasil: Responden memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja Simpulan: responden dapat menerapakan hidup sehat jiwa  pada diri sendiri
Penyuluhan kesehatan tentang pergaulan bebas Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska; Sari, Indah; Putra, Kadek Edy Artana; Kodriyansah, Kodriyansah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.170

Abstract

Pendahuluan: Pergaulan bebas anak usia remaja pada era milenial masih menjadi polemik. Era milenial berjalan semakin cepat seiring dengan diikutinya peningkatan kemajuan teknologi yang memberikan nilai tambah dengan mudahnya mengakses segala informasi, hal ini memiliki dampak terhadap pola kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan terutama anak usia remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak remaja menuju masa dewasa. Di mana pada masa ini remaja seharusnya mulai belajar memiliki tanggung jawab sebagai seorang remaja yang mampu berfikir dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pergaulan bebas. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pergaulan bebas menggunakan lembar bolak balik dan ke dua setelah diberikan penyuluhan pergaulan bebas, responden diberikan Tanya jawab tentang pergaulan bebas. Hasil: Responden memahami tentang pergaulan bebas. Simpulan: responden dapat memahami tentang pergaulan bebas dan menerapakan hidup sehat tanpa pergaulan bebas.
Penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan Novikasari, Linawati; Setiawati, Setiawati; Kusumaningsih, Dewi; Linggariyana, Linggariyana; Sari, Lisa Yuliana; Sari , Made Novita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.171

Abstract

Pendahuluan: Masa anak adalah masa yang paling penting dalam proses pembentukan dan pengembangan kepribadian sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab di masyarakat. Anak prasekolah berada diusia golden age yaitu sekitar 3-6 tahun. Usia tersebut merupakan masa kritis bagi perkembangan kemampuan kognitif, kemandirian, koordinasi motorik, dan kreatifitas. Fase tersebut menyebabkan rasa ingin tahu dan minat bereksplorasi terhadap lingkungan semakin meningkat sehingga anak prasekolah rentan menderita penyakit yang berhubungan dengan hygiene Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang cuci tangan. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang cuci tangan dan ke dua setelah diberikan penyuluhan cuci tangan menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang cuci tangan Hasil: Responden memahami tentang cuci tangan nyeri
Penyuluhan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Wardiyah, Aryanti; Aryanti, Lidya; Marliyana, Marliyana; Oktaliana, Oktaliana; Khoirudin, Parid; Dea, Mutia Ade
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.172

Abstract

Pendahuluan: Sistem Reroduksi Pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria, Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistim reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. - Remaja atau adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh ka arah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Hasil: Responden memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Simpulan: responden dapat mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri Yulendasari, Rika; Prasetyo, Renggo; Ayu, Seftiliani Putri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.173

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang manajemen nyeri dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang manajemen nyeri Hasil: Responden memahami tentang manajemen nyeri Simpulan: responden dapat mengetahui tentang manajemen nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Pribadi, Teguh; Furqoni, Prima Dian; Nortajulu, Bahren; Sandi , Ade Gunawati; Liasari, Deny Eka; Wijaya, Desi Eka
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.174

Abstract

Pendahuluan: stress kerja merupakan rasa tertekan yang dialami  karyawan dalam  menghadapi  pekerjaannya sebagai akibat dari adanya ke tidak seimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan dan lingkungannya yang berdampak pada perilaku serta kondisi fisik dan psikologis karyawan tersebut. Beberapa minyak essensial yang sudah diteliti dan ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi nmenenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutama diakibatkan oleh stress, gelisah, ketegangan, dan depresi. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja  dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan Tanya jawab tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Hasil: Responden memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Simpulan: responden dapat menerapakan terapi aroma lavender tersebut.
Pengabdian Kepada Masyarakat Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Riyanti, Riyanti; Ekasari, Fitri; Darmawan, Dikky; Prilatama, Yoris; Aldino, Ilham; Putri, Era Julia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i4.175

Abstract

Pendahuluan: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) mengintegrasikan pelaksanaan program melalui pendekatan 6 komponen utama dalam penguatan sistem kesehatan (six building blocks), yaitu penguatan upaya pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, sistem informasi kesehatan, akses terhadap ketersediaan obat esensial, pembiayaan dan kepemimpinan atau pemerintah. Tujuan: Program ini untuk meningkatkan akses keluarga dan anggotanya terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan memahami program PIS-PK. Metode: mLokasi penelitian ini di wilayah kerja Puskesmas Hajimena, Dusun Simbaringin Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Survei dilakukan pada bulan Januari – Februari 2021. Sasaran survei yaitu seluruh KK yang tinggal di Dusun Simbaringin. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara terstruktur menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Sasaran kegiatan yaitu 120 KK dengan total 435 anggota keluarga. Kelompok melakukan intervensi berupa pembuatan media promosi kesehatan berupa stiker. Hasil: Didapatkan 2 masalah utama yaitu anggota keluarga merokok dan rendanhnya kepemilikan keanggotaan JKN. Setelah dilakukan prioritas masalah menggunakan metode USG didapatkan prioritas pertama masalah keanggotaan JKN dan dicari akar penyebab menggunakan diagram fish bone. Simpulan: Program Indonesia Sehat bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Keswara, Umi Romayati; Rahmawati, Reka Putri; Febrian, A’raaf Almaera
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dengan senam kaki diabetes Anggara, Respa Agustina; Melyana, Fransisca Melyana; Sari, Rita Purnama
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.179

Abstract

Background: There are around 422 million people with diabetes aged 18 years worldwide or 8.5% of the world's population. However, 1 in 2 people with Diabetes do not know that they have Diabetes. Therefore, diabetes sufferers are often found at an advanced stage with complications such as; heart attacks, strokes, serious leg infections and risk of amputation, and end-stage kidney failure. Purpose: After conducting outreach to the people of Hamlet 7 Mutun RT. 04, it is hoped that the public can understand about diabetes mellitus and prevention and apply diabetes mellitus treatment at home. Method: Counseling and lecture activities via leaflets and flip-flop sheets were then followed by question and answer discussions and practice of diabetic foot exercises. Results: Counseling and theoretical lectures were delivered by nursing students accompanied by supervisors who were attended by the community of Dusun 07 Mutun Rt 04 as many as 25 people. Implementation of counseling using leaflets and back-to-back sheets. After that, the question and answer session between nursing profession students and participants accompanied by facilitators and health education ended at 15.30 WIB. Conclusion: After conducting outreach, the community of Hamlet 07 Mutun Rt 04 understood about high blood sugar (diabetes mellitus) and were able to practice diabetic foot exercises. Keyword: Diabetic Foot Exercises; Diabetes Mellitus; Health Education. Pendahluan: Ada sekitar 422 juta orang penyandang diabetes yang berusia 18 tahun di seluruh dunia atau 8,5% dari penduduk dunia. Namun 1 dari 2 orang dengan Diabetes tidak tahu bahwa dia penyandang Diabetes. Oleh karena itu, sering ditemukan penderita Diabetes pada tahap lanjut dengan komplikasi seperti; serangan jantung, stroke, infeksi kaki yang berat dan berisiko amputasi, serta gagal ginjal stadium akhir. Tujuan: Setelah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dusun 7 mutun RT. 04, diharapkan masyarakat dapat memahami tentang diabetes militus dan pencegahan serta mengaplikasikan perawatan diabetes militus dirumah. Metode: Kegiatan penyuluhan dan ceramah melalui leaflet dan lembar bolak balik kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan praktek senam kaki diabetik. Hasil: Penyuluhan dan ceramah teori disampaikan oleh mahasiswa keperawatan yang didampingi oleh dosen pembimbing yang diikuti oleh masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 sebanyak 25 orang. Pelaksanaan penyuluhan menggunakan leaflet dan lembar bolak balik. Setelah itu sesi tanya jawab antara mahasiswa profesi ners dengan peserta yang di damping oleh fasilitator dan penyuluhan kesehatan selesai pukul 15.30 WIB. Simpulan: Setelah dilakukan penyuluhan masyarakat dusun 07 mutun Rt 04 memahami tentang gula darah tinggi (diabetes melitus) dan mampu mempraktekkan senam kaki diabetes.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue