cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 222 Documents
GAMBARAN PENGARUH IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN MELALUI PERSEPSI WAKTU TUNGGU DI RS MMC POHUWATO Muh. Akmar M; Umar Sako Baderan; Dharmawaty S. Makur
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57766

Abstract

Implementasi rekam medis elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencatatan klinis, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pengalaman pasien. Meskipun demikian, hubungan antara implementasi RME, persepsi waktu tunggu, kepuasan, dan loyalitas pasien masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif, khususnya pada konteks rumah sakit daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi RME terhadap kepuasan dan loyalitas pasien dengan mempertimbangkan persepsi waktu tunggu sebagai variabel mediasi di RS MMC Pohuwato. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 pasien rawat jalan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi waktu tunggu aktual serta kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel, dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien sebesar 56,2 menit. Implementasi RME berpengaruh signifikan terhadap persepsi waktu tunggu, yang selanjutnya berdampak pada kepuasan pasien. Kepuasan pasien terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien. Selain itu, hasil analisis SEM-PLS mengonfirmasi adanya mekanisme mediasi berantai antara implementasi RME, persepsi waktu tunggu, kepuasan, dan loyalitas pasien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi RME tidak secara langsung meningkatkan loyalitas pasien, tetapi melalui pembentukan persepsi waktu tunggu dan kepuasan pasien. Oleh karena itu, optimalisasi sistem RME perlu diiringi dengan pengelolaan pengalaman pasien untuk meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
DISTRIBUSI NILAI CARDIOTHORACIC RATIO BERDASARKAN KELOMPOK USIA PADA FOTO TORAKS DI RSU ‘AISYIYAH PONOROGO Fadhil Afif Indriansyah; Anshor Nugroho
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57890

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, sehingga deteksi dini kardiomegali menjadi penting dalam pencegahan komplikasi. Namun, data distribusi nilai Cardiothoracic Ratio (CTR) berdasarkan usia pada populasi lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi CTR berdasarkan kelompok usia, menentukan proporsi kardiomegali pada pasien dewasa di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo dan mengetahui apakah CTR berhubungan dengan usia. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif retrospektif menggunakan 386 radiografi toraks periode Oktober 2025–Januari 2026 dengan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengukuran CTR dilakukan menggunakan RadiAnt DICOM Viewer dengan batas kardiomegali ditetapkan pada CTR >50%. Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat menggunakan korelasi Pearson. Dari hasil perhitungan, rata-rata CTR sebesar 47,58% ± 6,04% (rentang 33,84%–69,51%). Sebanyak 263 (68,1%) sampel memiliki CTR normal, sedangkan 123 (31,9%) menunjukkan kardiomegali. Prevalensi kardiomegali meningkat seiring usia, dari 2,6% pada kelompok usia 18–25 tahun menjadi 42% pada kelompok usia ≥60 tahun, dengan kelompok lansia menyumbang 65,85% dari total kasus. Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara usia dan nilai CTR (r = 0,455; p < 0,05). Nilai CTR meningkat seiring pertambahan usia, dengan prevalensi kardiomegali yang lebih tinggi pada kelompok lansia. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan radiografi toraks pada populasi usia lanjut sebagai bagian dari deteksi dini gangguan kardiovaskular.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR DI DESA MBUEAIN KECAMATAN ROTE BARAT TAHUN 2025 Linda Senjaria Menno; Intje Picauly
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57944

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, terutama di wilayah pesisir dengan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting pada balita serta hubungan antara asupan gizi, meliputi energi, protein, dan mikronutrien, dengan kejadian stunting di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan data sekunder yang diperoleh dari e-PPGBM. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting mengalami penurunan dari 41,0% pada Januari menjadi 23,1% pada Oktober, namun kembali meningkat menjadi 27,6% pada Desember. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting masih menghadapi berbagai tantangan yang bersifat kompleks dan berkelanjutan. Faktor penyebab stunting meliputi rendahnya asupan gizi, penyakit infeksi berulang, lemahnya ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh yang kurang optimal, sanitasi lingkungan yang belum memadai, rendahnya tingkat pendidikan ibu, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, dan mikronutrien dengan kejadian stunting, di mana kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan linier anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan stunting yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor terkait.
RTIKEL REVIEW : PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARENTERAL VOLUME KECIL (SVP) DEXKETOPROFEN TROMETAMOL Nur Azizah; Keysha Nabila Putri; Baiq Aulia Ali; Jasmin Zaskia Kaori; Wiwin Azariani; Gyna Dalila Virginia; Putri Syerin Salsabila; Wayan Cintya Ganes Budastra
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57946

Abstract

Dexketoprofen trometamol merupakan bentuk enantiomer aktif dari ketoprofen yang diketahui memiliki efek analgesik dan antiinflamasi yang lebih cepat serta risiko iritasi gastrointestinal yang lebih rendah. Pengembangan sediaan parenteral volume kecil (Small Volume Parenterals/SVP) menjadi penting, terutama untuk penanganan nyeri akut yang membutuhkan efek kerja cepat dan ketersediaan hayati yang tinggi. Tulisan ini membahas dan membandingkan dua penelitian utama, yaitu Pimple et al. (2015) dan Khurshidovna et al. (2024), yang menggunakan pendekatan berbeda dalam pengembangan formulasi dan proses produksinya. Penelitian Pimple et al. (2015) lebih berfokus pada stabilitas dan kompatibilitas bahan dalam formulasi, termasuk pengaruh pH, jenis pelarut, serta interaksi antar eksipien terhadap kestabilan produk. Di sisi lain, Khurshidovna et al. menitikberatkan pada pemilihan dan optimasi komposisi formulasi agar diperoleh sediaan dengan kelarutan, efektivitas, dan kestabilan yang optimal. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan formulasi yang baik. Dengan menggabungkan aspek formulasi yang tepat dan sistem pengendalian mutu yang ketat, sediaan injeksi dexketoprofen trometamol berpotensi dikembangkan menjadi produk yang aman, stabil, dan sesuai untuk produksi skala industri. Selain itu, faktor penyimpanan seperti suhu dan paparan cahaya juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi stabilitas sediaan. Oleh karena itu, seluruh proses pengembangan harus memenuhi persyaratan farmakope guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS BIROMARU Listina Barto; Sudirman Sudirman; Zhanaz Tasya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57997

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan anak dan keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat. Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan yang sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari karakteristik ibu maupun kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–59 bulan di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 94 balita yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen meliputi tingkat pengetahuan ibu, pola asuh makan, riwayat penyakit infeksi, dan akses pelayanan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita (p = 0,009; OR = 28,061) dan pola asuh makan juga berpengaruh signifikan (p = 0,001; OR = 67,454). Sementara itu, riwayat penyakit infeksi (p = 0,104) dan akses pelayanan kesehatan (p = 0,223) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan gizi ibu dan pembinaan pola asuh makan yang tepat perlu menjadi prioritas dalam upaya perbaikan status gizi balita.
ANALISIS DETERMINAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) LENGKAP (K4) PADA IBU HAMIL DI BLUD PUSKESMAS TIMIKA JAYA Siria Teniwut; Rosmin M. Tingginehe; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri; Novita Mediati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57999

Abstract

Kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap (K4) merupakan indikator penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Namun, cakupan kunjungan K4 di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan kunjungan ANC lengkap (K4) pada ibu hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat untuk mengetahui faktor dominan. Variabel yang diteliti meliputi pendidikan, umur, pekerjaan, paritas, suku, jarak, transportasi, pengetahuan, dan dukungan suami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berhubungan signifikan dengan kunjungan K4 pendidikan (p-value = 0,023), umur (p-value = 0,003), pekerjaan (p-value = 0,04), paritas (p-value = 0,045), transportasi (p-value = 0,049), pengetahuan (p-value = 0,013), dan dukungan suami (p-value = 0,024). Sementara itu, variabel suku (p-value = 0,099), dan jarak (p-value = 0,248), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat tidak ditemukan variabel yang paling dominan, yang menunjukkan bahwa kunjungan K4 dipengaruhi oleh berbagai faktor secara bersamaan. Kesimpulan penelitian ini adalah kunjungan K4 masih dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan baik individu maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui peningkatan edukasi ibu hamil, perbaikan akses transportasi, serta penguatan dukungan keluarga terutama suami dalam meningkatkan cakupan kunjungan K4.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN BURNOUT SYNDROME TERHADAP KINERJA PEGAWAI RSUD MADANI : KOMPENSASI MODERATING Annisa Putri Ana Phalis; Sudirman Sudirman; Finta Amalinda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58002

Abstract

Kinerja pegawai rumah sakit sangat menentukan kualitas layanan kesehatan, namun tekanan kerja dan keterbatasan SDM sering memicu beban kerja berlebih serta burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout syndrome terhadap kinerja pegawai di UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah dengan kompensasi sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional pada populasi 535 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada tahun 2025 dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (sig. 0,002), begitu pula dengan burnout syndrome (sig. 0,000). Hasil uji MRA menunjukkan kompensasi secara signifikan mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja sebesar 99,7%. Kompensasi memiliki peran strategis sebagai faktor penguat kinerja di tengah tekanan kerja tinggi dan risiko kelelahan mental. Manajemen RSUD Madani disarankan untuk mengoptimalkan sistem pengupahan yang adil dan transparan guna menjaga stabilitas produktivitas serta kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan
ANALISIS PENINGKATAN KINERJA TENAGA KESEHATAN MELALUI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SAMOSIR Rina Novita Panjaitan; Rinawati Sembiring; Rahmad Alyakin Dachi; Jauno Sinaga; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58006

Abstract

Pendidikan dan pelatihan mempunyai peran strategis dalam peningkatan kinerja (kualitas) SDM baik dalam hal kemampuan, keterampilan, dan kompetensi. Pendidikan dan pelatihan pegawai merupakan suatu kegiatan yang fungsinya untuk meningkatkan ketrampilan, skill, knowledge. Dengan banyaknya pemberian pelatihan kepada karyawan secara rutin akan meningkatkan kinerja pegawai. Tujuan penelitian untuk melihat menganalisis kinerja tenaga kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan pendekatan cross- sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan di dinas kesehatan Kabupaten Samosir berjumlah 619 orang dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 88 responden dengan menggunakan rumus slovin. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square dan selanjutnya menggunakan regresi logistik untuk melihat faktor paling berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan ada berhubungan pendidikan berkelanjutan (p=0.014) dan Pelatihan (p=0.000) dengan peningkatan kinerja tenaga kesehatan. Faktor yang paling dominan pelatihan dan OR= 24,677(95% CI = 2.177– 244,582), yang artinya Pelatihan yang diberikan pada tenaga kesehatan berpeluang 24,4677 kali untuk Berkinerja baik dibanding tenaga kesehatan yang tidak pernah mendapat pelatihan. Disarankan pimpinan agar memperhatikan kinerja bawahan dan senantiasa memberikan stimulus untuk peningkatan kinerja baik berupa pemberian motivasi, tidak memberikan beban kerja yang berlebihan maupun memberikan penghargaan pada tenaga kesehatan yang memiliki disiplin kerja yang tinggi berupa pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN BERBASIS PERILAKU UNTUK MENGURANGI RISIKO GANGGUAN MENTAL MAHASISWA Zatul Himmah Alamrie; Munir Salham; Ahmad Yani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58009

Abstract

Mahasiswa baru kedokteran merupakan kelompok rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat tingginya tuntutan akademik dan proses adaptasi lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas strategi promosi kesehatan berbasis perilaku berlandaskan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menurunkan risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Tadulako. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sebanyak 130 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (n=65) dan kelompok kontrol (n=65). Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan, sikap, efikasi diri, dukungan sosial, dan skala DASS-21 untuk mengukur gejala kesehatan mental. Analisis data menggunakan uji t-test. Intervensi secara signifikan meningkatkan pengetahuan (gain +7,04), sikap positif (+3,25), efikasi diri (+4,19), dan dukungan sosial (+5,00), serta menurunkan skor DASS-21 secara drastis (-16,12) dengan nilai p<0,001. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Strategi promosi kesehatan berbasis perilaku terbukti sangat efektif dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa baru kedokteran. Temuan ini merekomendasikan integrasi program promosi kesehatan mental ke dalam kurikulum orientasi mahasiswa baru secara rutin
SWEEPING IBU HAMIL MEMODERASI PEMANFAATAN PELAYANAN TERHADAP KETERATURAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN Agustina M. Yasin; Sudirman Sudirman; Abdul Kadri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58016

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang fluktuatif memerlukan pencegahan melalui pelayanan Antenatal Care (ANC) yang teratur. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara capaian pemeriksaan ANC dengan kemandirian ibu hamil dalam mengunjungi fasilitas kesehatan, di mana banyak kunjungan justru diperoleh melalui program jemput bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan yang dimoderasi oleh program sweeping ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil periode Juni-Agustus 2025 sebanyak 303 orang, dengan sampel 76 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling dan pengumpulan data melalui kuesioner. Variabel penelitian meliputi perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan sebagai variabel independen, keteraturan kunjungan ANC sebagai variabel dependen, dan program sweeping sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara perilaku pemanfaatan terhadap keteraturan kunjungan ANC dengan nilai koefisien jalur 0,231 (p=0,017). Namun, program sweeping sebagai variabel moderasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keteraturan kunjungan dengan nilai koefisien –0,515 (p<0,001). Simpulan penelitian ini adalah perilaku ibu yang baik secara signifikan meningkatkan keteraturan kunjungan ANC, namun program sweeping yang terlalu dominan justru berpotensi menjadi faktor penghambat kemandirian ibu untuk berkunjung secara rutin ke fasilitas kesehatan. Penguatan perilaku dan kesadaran mandiri ibu tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan di masa depan.