cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 224 Documents
SWEEPING IBU HAMIL MEMODERASI PEMANFAATAN PELAYANAN TERHADAP KETERATURAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN Agustina M. Yasin; Sudirman Sudirman; Abdul Kadri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58016

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang fluktuatif memerlukan pencegahan melalui pelayanan Antenatal Care (ANC) yang teratur. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara capaian pemeriksaan ANC dengan kemandirian ibu hamil dalam mengunjungi fasilitas kesehatan, di mana banyak kunjungan justru diperoleh melalui program jemput bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan yang dimoderasi oleh program sweeping ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil periode Juni-Agustus 2025 sebanyak 303 orang, dengan sampel 76 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling dan pengumpulan data melalui kuesioner. Variabel penelitian meliputi perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan sebagai variabel independen, keteraturan kunjungan ANC sebagai variabel dependen, dan program sweeping sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara perilaku pemanfaatan terhadap keteraturan kunjungan ANC dengan nilai koefisien jalur 0,231 (p=0,017). Namun, program sweeping sebagai variabel moderasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keteraturan kunjungan dengan nilai koefisien –0,515 (p<0,001). Simpulan penelitian ini adalah perilaku ibu yang baik secara signifikan meningkatkan keteraturan kunjungan ANC, namun program sweeping yang terlalu dominan justru berpotensi menjadi faktor penghambat kemandirian ibu untuk berkunjung secara rutin ke fasilitas kesehatan. Penguatan perilaku dan kesadaran mandiri ibu tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan di masa depan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEMANGI, JERUK NIPIS, DAN SEREH TERHADAP JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI Dewi Sugiarti; Budiman Budiman; Hamidah Hamidah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58017

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, sehingga diperlukan inovasi pengendalian vektor yang aman bagi ekosistem guna menggantikan insektisida kimia yang berisiko memicu resistensi dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menguji efektivitas larvasida alami dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum), daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas jentik nyamuk Aedes aegypti. Melalui metode eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebanyak 1.125 jentik instar III–IV dipaparkan pada empat variasi konsentrasi, yaitu 0,14 ml, 0,16 ml, 0,18 ml, dan 0,20 ml selama 24 jam. Hasil penelitian mengungkapkan perbedaan signifikan pada daya bunuh ketiga ekstrak tersebut. Ekstrak daun jeruk nipis menunjukkan efektivitas tertinggi dengan persentase kematian mencapai 85,33% pada konsentrasi maksimal, diikuti oleh ekstrak daun kemangi sebesar 48,0%, dan ekstrak daun sereh dengan daya bunuh terendah sebesar 32,0%. Tingginya angka mortalitas pada ekstrak jeruk nipis diduga karena kandungan senyawa limonoid dan flavonoid yang bekerja efektif sebagai racun saraf dan pernapasan bagi jentik. Sebaliknya, meskipun kemangi dan sereh mengandung minyak atsiri, konsentrasi yang diuji belum mampu mencapai standar minimal mortalitas WHO sebesar 90%. Simpulannya, ekstrak daun jeruk nipis memiliki potensi paling kuat sebagai biolarvasida mandiri yang praktis dan ekonomis bagi masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan bahan nabati ini diharapkan dapat memperkuat program pemberantasan sarang nyamuk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK, SALAM, DAN PANDAN SEBAGAI LARVASIDA ALAMI AEDES AEGYPTI Try Septyo Indratno; Budiman Budiman; Hamidah Hamidah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58018

Abstract

Penelitian mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai pengendali vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kasus kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian pada stadium larva menjadi langkah krusial untuk memutus rantai penularan, terutama mengingat penggunaan larvasida sintetis secara terus-menerus dapat memicu resistensi serangga dan pencemaran lingkungan. Sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan, ekstrak daun sirsak (Annona muricata L), daun salam (Syzygium polyanthum), dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) telah diteliti efektivitasnya terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Melalui metode eksperimen laboratorium dengan rancangan post-test only control group design, penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga jenis ekstrak tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai larvasida alami. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk menarik senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri yang bersifat toksik bagi larva. Hasil pengamatan menunjukkan adanya hubungan dosis-respon (dose-response relationship), di mana persentase kematian larva meningkat secara linear seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak yang diberikan (0,14ml; 0,16ml; 0,18ml; dan 0,20ml). Dari ketiga bahan alami yang diuji, ekstrak daun salam menunjukkan efektivitas paling tinggi, terutama pada waktu paparan 24 jam dengan konsentrasi 0,20ml yang mampu mencapai angka mortalitas hingga 96,0%. Angka ini telah melampaui standar efektivitas minimal yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 90%. Ekstrak daun sirsak dan daun pandan wangi juga menunjukkan hasil yang positif dengan mortalitas masing-masing sebesar 72,0% dan 65,3% pada dosis yang sama. Secara keseluruhan, pemanfaatan bahan-bahan alami ini menawarkan solusi alternatif yang efektif, ekonomis, dan praktis bagi masyarakat dalam mengendalikan jentik nyamuk tanpa menimbulkan dampak negatif yang besar bagi ekosistem.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEMANGI, SEREH, DAN JERUK NIPIS TERHADAP JENTIK ANOPHELES SP Meyti Meyti; Budiman Budiman; Hamidah Hamidah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58019

Abstract

Penyakit malaria yang ditularkan melalui vektor nyamuk Anopheles sp. masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketergantungan pada insektisida kimia dalam jangka panjang telah memicu masalah baru, yakni resistensi vektor dan pencemaran lingkungan. Sebagai solusi alternatif, penelitian ini mengeksplorasi potensi hayati dari ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum), daun sereh (Cymbopogon citratus), dan daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Tadulako, ditemukan bahwa ketiga ekstrak tersebut memiliki daya bunuh terhadap jentik nyamuk Anopheles sp., namun dengan tingkat efektivitas yang berbeda-beda. Peningkatan konsentrasi ekstrak (0,14 ml hingga 0,20 ml) terbukti berbanding lurus dengan tingkat kematian larva, yang menunjukkan adanya hubungan dosis-respons yang positif. Ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menunjukkan performa paling unggul dan dikategorikan sangat efektif. Pada pengamatan 24 jam, dosis 0,18 ml dan 0,20 ml mampu mencapai tingkat kematian 100%. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa limonoida (terpenoid) yang bekerja sebagai racun perut dan menghambat sistem pernapasan larva. Sementara itu, ekstrak daun kemangi menunjukkan efektivitas sedang hingga tinggi dengan angka kematian mencapai 73,3% pada dosis tertinggi dalam waktu 24 jam. Senyawa eugenol dan flavonoid dalam kemangi berperan merusak membran sel dan mengganggu sistem saraf larva. Di sisi lain, ekstrak daun sereh menunjukkan hasil yang paling rendah dibandingkan kedua bahan lainnya. Hingga pengamatan 24 jam, tingkat kematian tertinggi hanya mencapai 36%, yang berarti belum mencapai ambang (50% kematian). Rendahnya efektivitas sereh diduga karena sifat senyawa sitral dan geraniol yang sangat volatil (mudah menguap) di media terbuka, sehingga daya bunuhnya berkurang seiring waktu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan nabati, terutama jeruk nipis dan kemangi, sangat berpotensi sebagai alternatif pengendalian vektor malaria yang aman bagi kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS KALEKE Sukmawati Sukmawati; Sudirman Sudirman; Finta Amalinda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58020

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pilar fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul karena menyediakan nutrisi lengkap dan zat imunologis bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Meskipun sangat krusial untuk menekan angka kematian bayi, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi, masih fluktuatif dan berada di bawah target nasional. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu, dengan melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan ibu.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan ibu di wilayah tersebut mencapai 77,9%. Secara statistik, pengetahuan ibu (p=0,020) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,001) terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemberian ASI eksklusif. Temuan menarik menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 9,187, yang berarti ibu yang didampingi secara aktif oleh petugas kesehatan memiliki peluang 9 kali lipat lebih besar untuk patuh. Sebaliknya, dukungan keluarga (p=0,263) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini.Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan sebagai edukator dan pendamping teknis adalah penggerak utama dalam keberhasilan laktasi. Meskipun pengetahuan ibu berkontribusi, kehadiran petugas kesehatan mampu memberikan keyakinan klinis yang mengubah niat ibu menjadi tindakan nyata. Oleh karena itu, penguatan program konseling laktasi yang intensif sangat diperlukan untuk mengoptimalkan cakupan ASI eksklusif di wilayah tersebut.
STUDI STUDI LITERATUR : DRUG-RELATED PROBLEMS PADA PASIEN DENGAN SIROSIS HATI Putri Syerin Salsabila; Lisa Mar’atun Hapizah; Dzakiyyah Sulthanah Ahmad; Nur Azizah; Raisya Hasina
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58027

Abstract

Sirosis hati merupakan penyakit hati kronis yang menyebabkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik obat sehingga meningkatkan risiko terjadinya drug-related problems (DRP). Kondisi ini diperburuk oleh polifarmasi, penggunaan obat berisiko tinggi, serta kompleksitas terapi pada pasien sirosis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau jenis DRP yang paling sering terjadi pada pasien sirosis hati, faktor penyebab, dampak klinis, serta peran farmasis klinik dalam pencegahan dan penanganannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber data berupa jurnal nasional dan internasional, buku teks, serta publikasi ilmiah lain yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait sirosis hati dan DRP. Hasil kajian menunjukkan bahwa DRP yang dominan meliputi ketidaktepatan pemilihan obat, kesalahan dosis dan regimen, interaksi obat, adverse drug reactions (ADR), serta ketidakpatuhan penggunaan obat. Obat yang paling sering menimbulkan DRP antara lain proton pump inhibitors (PPIs), benzodiazepin, opioid, NSAID, diuretik, dan antibiotik. Polifarmasi dan penggunaan high-risk medication terbukti meningkatkan risiko toksisitas, hepatic encephalopathy, dan gangguan ginjal akut. Selain itu, keterbatasan pengetahuan prescriber turut berkontribusi terhadap tingginya angka peresepan yang tidak sesuai. Peran farmasis klinik terbukti penting dalam melakukan medication review, edukasi pasien, koreksi dosis, serta identifikasi interaksi obat sehingga mampu menurunkan kejadian DRP dan meningkatkan keamanan terapi pada pasien sirosis hati.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Richard Daniel Halomoan; Grace Latuheru; Johan Bruiyf Bension
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58074

Abstract

Pelanggaran akademik dalam bentuk academic dishonesty atau ketidakjujuran akademik dapat berupa perilaku menyontek maupun plagiarisme. Perilaku menyontek merupakan tindakan tidak jujur yang dilakukan untuk memperoleh nilai akademik yang tinggi tanpa melalui proses pembelajaran yang baik dan benar. Fenomena ini masih sering ditemukan pada mahasiswa perguruan tinggi, termasuk mahasiswa kedokteran yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku menyontek adalah rendahnya self-efficacy. Mahasiswa dengan tingkat self-efficacy rendah cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki dalam menyelesaikan tugas akademik sehingga lebih mudah melakukan tindakan menyontek sebagai bentuk jalan pintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 232 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat self-efficacy dan kuesioner perilaku menyontek yang telah disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan bersifat negatif antara self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,539. Semakin tinggi tingkat self-efficacy mahasiswa, maka semakin rendah perilaku menyontek yang dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan integritas akademik mahasiswa.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PERAWAT DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAGULANDANG Engryne Nindi; Julita Legi; Vergeina Mastur; Gracia Ansa; Michelle Kairupan; Olvin Manengkey
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58222

Abstract

Sumber daya manusia yang tinggi dan keterampilan yang bagus erat kaitannya dengan keberhasilan pekerjaan, akan tetapi dalam menjalani proses pekerjaan perawat dalam memberikan asuhan sering kali seorang perawat diperhadapkan dengan beban kerja yang tinggi dan dapat memicuh terjadinya stress kerja, apabila hal tersebut tidak diatasi dengan serius dan tanpa ada penanganan dari pihak manajemen maka akan membuat perawat melakukan turnover intention. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Stres Kerja dengan Turnover Intention Perawat di Wilayah Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Tagulandang. Desain penelitian yang digunakan adalah “Cross Sectional” suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 45 orang. Jumlah sampel dalam penetian ini ada 45 orang, Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Populasi.  Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Cross Sectional. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja perawat paling banyak berada pada stres sedang terdapat 28 responden (62,2%), dan yang mengalami stres berat terdapat 12 responden (26,7%) serta yang paling sedikit berada stres ringan terdapat 5 responden (11,1%). Kemudian pada Turnover Intention perawat terdapat 30 responden (66,7) yang mempunyai niat dan sisanya 15 responden (33,3%) tidak ada niat. Dari hasil uji statistik menggunakan uji Cross Sectional didapati nilai ρ = 0.006 < α = 0.05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat Hubungan Stres Kerja dengan Turnover Intention Perawat di Wilayah Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Tagulandang. Hasil penelitian ini diharapkan bagi lokasi penelitian agar lebih menjaga beban kerja agar tidak meniggkatkan stres kerja yang berdampak pada Turnover Intention perawat
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG EMESIS TERHADAP PENANGANAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI POLI KANDUNGAN RS. BHAYANGKARA TKT. III MANADO Olvin Kristin Manengkey; Michelle Kairupan; Engryne Nindi; Mega Lumingkewas; Sheril Maarebia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58318

Abstract

Kehamilan adalah proses yang fisiologis dan alamiah yang terjadi pada wanita yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang emesis terhadap penanganan emesis gravidarum pada ibu hamil di Poli Kandungan RS Bhayangkara Tk. III Manado. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre experimental dalam bentuk one group pre- post test design. Populasi adalah semua ibu hamil primigravida trimester III yang berjumlah 31 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan menggunakan rumus gay berjumlah 16 orang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Poli Kandungan RS. Bhayangkara Tkt. III Manado. Berdasarkan hasil penelitian, Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Emesis Terhadap Penanganan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Poli Kandungan RS Bhayangkara Tk III Manado menggunakan uji statistik wilcoxon diperoleh nilai p-value=0,000 < 0,05. Penanganan emesis gravidarum sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang emesis pada ibu hamil di Poli Kandungan RS. Bhayangkara Tkt. III Manado paling banyak adalah responden dengan penanganan emesis gravidarum cukup sebanyak 11 orang (68,8%). Penanganan emesis gravidarum setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang emesis pada ibu hamil di Poli Kandungan RS. Bhayangkara Tkt. III Manado paling banyak adalah responden dengan penanganan emesis gravidarum baik sebanyak 12 orang (75,0%).
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Agustina Klembeyab; Agus Zainuri; Dolfinus Yufu Bouway; Sarce Makaba; Septevanus Rantetoding
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58320

Abstract

Pengelolaan limbah medis di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua telah berjalan sejak beroperasinya rumah sakit. Hasil observasi pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat masih jauh dari standar karena limbah padat medis masih di musnahkan pada lahan terbuka dengan cara dibakar. Metode pemusnahan seperti ini tentu saja berisiko mencemari lingkungan dan resiko terhadap petugas pengelola limbah padat medis. Tujuan penelitian adalah evaluasi sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus (case study), jumlah informan sebanyak 15 orang terdiri dari internal rumah sakit sebanyak 12 orang, eksternal dari Dinas Lingkungan Hidup 1 orang dan 2 orang pasien dan masyarakat secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dianalisis secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari pada evaluasi aspek input RSUD Yowari memiliki standar operasional prosedur namun terbatasnya petugas, sarana dan prasarana disebabkan minimnya anggaran yang berdampak pada belum tersedianya fasilitas pengolahan limbah yang memadai serta kerja sama dengan pihak ketiga. Evaluasi proses telah dilaksanakan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pelaporan. namun implementasinya, seperti pemilahan limbah yang belum konsisten di unit pelayanan, keterbatasan fasilitas tempat penampungan limbah, serta kurangnya pemahaman petugas dan belum optimal pengawasan dan pelaporan karena sumber daya yang dimiliki rumah sakit.