cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 222 Documents
PERUBAHAN POLA RAWAT JALAN PENDUDUK DENGAN KELUHAN KESEHATAN DI TIGA KABUPATEN LAMPUNG 2020–2024 Bilqis, Khorina Fatin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.57208

Abstract

Pemanfaatan layanan rawat jalan merupakan indikator penting dalam menilai akses dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan pernah melakukan rawat jalan dalam sebulan terakhir di tiga kabupaten di Provinsi Lampung periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder. Data yang digunakan merupakan data agregat dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Tahun 2024 yang mencakup Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai persentase tiap tahun, menghitung rata-rata perubahan, serta mengidentifikasi tren peningkatan atau penurunan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika pemanfaatan layanan rawat jalan pada ketiga kabupaten. Rata-rata persentase mengalami penurunan dari 44,17% pada tahun 2020 menjadi 31,81% pada tahun 2022, kemudian meningkat kembali menjadi 36,50% pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Timur menunjukkan pola fluktuatif dengan penurunan tajam pada tahun 2022 dan peningkatan kembali pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Tengah memperlihatkan tren penurunan bertahap yang relatif stabil, sedangkan Kabupaten Lampung Utara mengalami penurunan paling signifikan pada tahun 2023 sebelum meningkat kembali pada tahun berikutnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan rawat jalan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta kepemilikan jaminan kesehatan.
ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS EVIDENCE MASSAGE EFFLEURAGE PADA NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI IRINA D BAWAH RSUP PROF DR R.D KANDOU MANADO kairupan, Michelle; Molintao, Winarsi; Lontoh, Esther; Manengkey, Olvin; Nindi, Engryne; Lolon, Yani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57438

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan pembedahan untuk membantu proses persalinan ketika tidak dapat dilakukan secara normal akibat kondisi ibu atau janin. Prosedur ini menyebabkan terputusnya kontinuitas jaringan yang memicu pelepasan reseptor nyeri, sehingga pasien sering mengalami nyeri pasca operasi terutama setelah efek anestesi hilang. Nyeri menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan efektif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan evidence based practice Massage Effleurage dalam menurunkan nyeri post operasi SC. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Populasi adalah pasien post operasi SC, dengan sampel Ny. K yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi Massage Effleurage diberikan selama dua hari, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. K setelah diberikan intervensi massage effleurage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 2 (nyeri ringan) pada hari kedua. Penerapan evidence based practice Massage Effleurage efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OS CLAVICULA PADA KASUS EVALUASI FRAKTUR POST ORIF DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Rahmadhina, Namira Tri; Fa’ik, Muhamad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan digunakaannya proyeksi AP thorax pada pemeriksaan os clavicula pada kasus evaluasi fraktur post orif di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga radiografer dan 2 dokter yaitu dokter pengirim serta dokter spesialis radiologi di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pada bulan Desember 2025 sampai Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan radiografi os clavicula tidak memerlukan persiapan khusus. Pemeriksaan os clavicula dengan proyeksi AP thorax posisi pasien berdiri, clavicula berada di pertengahan kaset. Kolimasi mencakup area clavicula hingga sinus costrophrenicus, central point pada vertebrae thoracal 7. Prosedur pemeriksaan hampir sama dengan teori Puspitaningtyas & Ambarwati (2023), namun terdapat perbedaan dalam menentukan central point yaitu pada pertengahan clavicula,  batas kolimasi mencakup pada area claviculanya saja. Proyeksi AP thorax dipilih karena dapat memberikan informasi yang dibutuhkan seperti anatomi paru-paru, jantung dan kelainan lain sudah bisa ditampakkan serta tidak menambah biaya dan dosis radiasi ke pasien. Sebaliknya, proyeksi AP clavicula biasa dengan kasus evaluasi fraktur post orif tidak bisa memperlihatkan secara keseluruhan untuk kondisi paru-paru dan jantungnya untuk persiapan operasi lepas pen. Hasil Radiograf yang dihasilkan tetap optimal karena jika teknik pemeriksaan yang tepat seperti pasien diposisikan dengan benar maka akan bisa mengurangi adanya superposisi dengan thorax. Proteksi radiasi pemeriksaan radiografi thorax belum diterapkan sesuai dengan teori Handi (2017), bahwa penggunaan apron seperti gonad shield pada area gonad dapat mengurangi dosis hingga 50-90% tanpa mengganggu kualitas diagnostik gambaran thorax.  Pemeriksaan radiografi os clavicula tidak memerlukan persiapan khusus.
STUDI KASUS TEKNIK PEMERIKSAAN ESOFAGOGRAFI DENGAN KLINIS GASTROSTOMY STATUS DI INSTALASI RADIOLOGI RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA Febnika, Febnika; Za’im, Muhammad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan penggunaan proyeksi lateral dengan waktu tunggu 5 menit, dan alasan penggunaan media kontras water soluble dalam pemeriksaan esofagografi dengan klinis Gastrostomy Status di Instalasi Radiologi RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di RSPAL dr. Ramelan Surabaya, dari September 2025 hingga Maret 2026. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer, satu dokter pengirim, dan satu dokter spesialis radiologi. Objek penelitian ini adalah prosedur pemeriksaan esofagografi dengan klinis Gastrostomy Status. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan membandingkan prosedur pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan esofagografi pada pasien dengan gastrostomy status tidak memerlukan persiapan khusus, hanya melepas benda logam dan menandatangani informed consent. Pemeriksaan esofagografi menggunakan media kontras water soluble dengan perbandingan 1:1 diencerkan menggunakan air mineral, teknik pemeriksaan proyeksi  plain foto, lateral post kontras 15 cc, lateral post kontras 15 cc dengan waktu tunggu 5 menit, dan anteroposterior post kontras 15 cc. Penggunaan proyeksi lateral dengan waktu tunggu 5 menit bertujuan untuk mengevaluasi pergerakan media kontras dalam menentukan adanya obstruksi parsial atau total. Media kontras water soluble dipilih kerena lebih aman pada pasien dengan resiko aspirasi atau kecurigaan perforasi. Pemeriksaan esofagografi pada pasien dengan gastrostomy status di RSPAL dr. Ramelan Surabaya telah sesuai dengan prinsip radiologi diagnostik dan mengutamakan keselamatan pasien.
PENERAPAN EFFLEURAGE MASSAGE PADA PASIEN LOW BACK PAIN DI IGD RSUP PROF. DR. R.D KANDOU Pondete, Marlyn Anggelina; Wote, Sri Mayangsari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57899

Abstract

Low Back Pain menjadi salah satu penyebab utama kecacatan global dengan prevalensi tertinggi pada individu berusia 50-55 tahun. Data WHO (2020) mencatat 619 juta kasus secara global, diperkirakan meningkat menjadi 843 juta pada 2050. Di Indonesia, Riskesdas (2021) melaporkan terdapat 12.914 kasus. Studi menunjukkan 50,30% pasien di IGD mengalami Low Back Pain. Low Back Pain dapat menghambat mobilitas dan menurunkan kualitas hidup. Teknik effleurage massage sebagai terapi relaksasi non-farmakologis dapat mempercepat pemulihan nyeri dengan menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan Effleurage Massage pada pasien Low Back Pain di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan literature review. Subjek studi kasus ini melibatkan satu pasien dengan diagnosis medis Low Back Pain dengan teknik sampel purposive sampel yaitu menggunakan kriteria inklusi terdiri dari klien dengan Low Back Pain, usia > 50 tahun, bersedia menjadi responden, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi, pemeriksanaan fisik, dan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan perubahan tingkat nyeri pada pasien. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa terapi Effleurage Massage berhasil mengurangi skala nyeri dari skala 5 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) pada pasien dengan Low Back Pain. Terapi Effleurage Massage diharapkan menjadi referensi bagi perawat IGD dalam manajemen nyeri non farmakologis, guna mengurangi keluhan nyeri pasien khususnya penderita Low Back Pain di IGD.
PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN NY. A DENGAN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANGAN IRINA D BAWAH RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Manengkey, Olvin; Lontoh, Esther; Molintao, Winarsi; Kairupan, Michelle; Nindi, Engryne; Manibui, Lidya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57902

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding abdomen setelah usia kehamilan cukup bulan atau janin dapat hidup diluar kandungan. Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) memberikan dampak bagi ibu dan bayi. Nyeri post sectio caesarea dapat menimbulkan berbagai masalah pada ibu maupun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi foot massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien Ny. A dengan post operasi sectio caesarea di ruangan Irina D Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus evidence based practice (EBP) dengan satu responden yang mengalami nyeri post operasi sectio caesarea. Intervensi diberikan dua kali sehari dilakukan selama dua hari, masing-masing selama 20 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan form checklist lembar observasi skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. A setelah diberikan intervensi foot massage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 3 (nyeri ringan) pada hari kedua, pasien sudah terlihat lebih tenang, rileks dan nyaman serta pasien sudah bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan. Penerapan evidence based practice foot massage sebagai manajemen untuk menurunkan nyeri luka post operasi sectio caesarea. Intervensi ini terbukti efektif dalam menurunkan nyeri, dan bisa menjadi pilihan terapi non farmakologi yang dapat membantu klien dengan masalah nyeri, karena pengobatan nonfarmakologi mempunyai banyak keuntungannya seperti dapat dilakukan dimana saja dan tentunya biayanya relatif lebih murah.
MANAJEMEN KEBUTUHAN TENAGA RADIOGRAFER BERDASARKAN BEBAN KERJA DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Prayoga, Rangga Surya; Nasokha, Ildsa Maulidya Mar’atus
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja serta menentukan kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang meliputi jumlah pasien, jenis pemeriksaan, serta aktivitas kerja radiografer. Analisis dilakukan menggunakan metode WISN dengan menghitung waktu kerja tersedia, komponen beban kerja, dan faktor kelonggaran untuk menentukan kebutuhan tenaga secara objektif. Berdasarkan perhitungan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN), diperoleh rasio sebesar 0,64 yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga radiografer dengan beban kerja, di mana kebutuhan tenaga sebanyak 11 orang belum terpenuhi karena tenaga yang tersedia saat ini hanya 7 orang. Nilai ini berasal dari perbandingan antara tenaga yang tersedia dengan kebutuhan berdasarkan beban kerja aktual, sehingga rasio kurang dari 1 mengindikasikan kekurangan tenaga (understaffing).. Terdapat ketidakseimbangan antara beban kerja dan jumlah tenaga radiografer. Metode WISN memberikan gambaran objektif mengenai kebutuhan tenaga dan menunjukkan perlunya penyesuaian jumlah tenaga. Upaya yang dapat dilakukan antara lain penambahan tenaga radiografer, optimalisasi pembagian tugas, serta peningkatan efisiensi alur kerja guna meningkatkan mutu pelayanan radiologi.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL Mariyana, Widya; Sukmawati, Ellyzabeth; Qomariyah, Qomariyah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58010

Abstract

Remaja  merupakan kelompok usia  yang rentan terhadap berbagai  permasalahan kesehatan, termasuk infeksi menular seksual (IMS), akibat rendahnya tingkat pengetahuan dan keterbatasan akses informasi. Penelitian ini  bertujuan  untuk  menganalisis  efektivitas  pendidikan  kesehatan  dalam  meningkatkan  pengetahuan  remaja tentang  IMS  di  SMK  Tamansiswa  Boja  Kendal.  Desain  penelitian  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  pre-eksperimental  dengan  rancangan one  group  pretest-posttest  design.  Sampel  terdiri  dari  32  siswa  yang  dipilih melalui  teknik accidental  sampling.  Intervensi  dilakukan  dalam  bentuk  pendidikan  kesehatan  menggunakan media booklet dan poster. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan secara menyeluruh setelah intervensi: sebelum edukasi, 96,9%  responden  memiliki  pengetahuan  kurang,  dan  hanya  3,1%  cukup;  setelah  edukasi,  100%  responden menunjukkan pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan diberikan. Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang IMS. Program serupa disarankan diterapkan  secara  rutin  dalam  institusi  pendidikan  sebagai  upaya  preventif  dan  promotif  kesehatan  reproduksi remaja.
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG MEKAR KOTA BANJARMASIN Zahra Sabrina; Nelly Mariati; Indrayadi Indrayadi; Supri Nuryani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57526

Abstract

Studi lebih lanjut mengenai variabel-variabel yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan, sebagaimana dibuktikan oleh rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia, yang masih di bawah target negara  80%. Keberhasilam pemberian ASI eksklusif diduga dipengaruhi oleh pekerjaan dan posisi sosial ekonomi ibu. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Karang Mekar di Kota Banjarmasin berhubungan dengan pekerjaan dan tingkat sosial ekonomi ibu. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional deskriptif dan metodologi cross-sectional. Purposive sampling dipakai untuk memilih 76 ibu dengan bayi berusia 0 hingga 6 bulan untuk studi ini. Kuesioner yang telah divalidasi dipakai untuk mengumpulkan data, dan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dipakai untuk analisis. Selain memberi bukti empiris tentang dampak pekerjaan dan status sosial ekonomi ibu terhadap praktik pemberian ASI eksklusif, temuan studi ini diharapkan dapat memberi landasan bagi tenaga kesehatan untuk menciptakan inisiatif pendidikan dan program dukungan bagi ibu menyusui, khususnya ibu bekerja.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU Arjunah Arjunah; Sudirman Sudirman; Zhanaz Tasya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57686

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Barat yang mencatat angka prevalensi cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu. Rancangan studi yang digunakan adalah case control dengan jumlah sampel sebanyak 122 responden (61 kasus dan 61 kontrol) yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data pengukuran antropometri anak. Analisis data mencakup uji bivariat menggunakan odds ratio (OR) serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat mengidentifikasi sejumlah variabel sebagai faktor risiko yang signifikan, yaitu pengetahuan ibu (OR=3,147; 95% CI: 1,502–6,594), pola makan (OR=4,986; 95% CI: 2,300–10,808), riwayat berat badan lahir rendah atau BBLR (OR=2,818; 95% CI: 1,161–6,842), riwayat penyakit infeksi (OR=2,605; 95% CI: 1,243–5,459), serta ketidaktersediaan ASI eksklusif (OR=2,553; 95% CI: 1,230–5,299). Di sisi lain, pendapatan keluarga yang memadai terbukti berperan sebagai faktor pelindung atau protektif (OR=0,391; 95% CI: 0,154–0,991). Pada analisis multivariat, tiga variabel yang tetap signifikan adalah pola makan (OR=4,420; p=0,017), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=3,621; p=0,006), dan pendapatan orang tua (OR=0,167; p=0,003). Pola makan menjadi faktor paling dominan dalam penelitian ini. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya intervensi terpadu yang menyasar perbaikan pola makan balita, peningkatan cakupan ASI eksklusif, dan perbaikan kondisi ekonomi keluarga dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di wilayah ini.