cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 222 Documents
PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DITINJAU DARI DIMENSI SERVQUAL DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA Bagus Adi Wirabakti; Sarce Makaba; Novita Medyati; Yulius Sarungu Paiting; Yakob Ruru
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58401

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan layanan rumah sakit, khususnya pada pelayanan rawat inap yang berhubungan langsung dengan pengalaman pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rawat inap ditinjau dari dimensi SERVQUAL yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami secara mendalam pengalaman pasien selama menjalani perawatan di ruang rawat inap berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Informan penelitian merupakan pasien rawat inap kelas I, II, dan III yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan makna berdasarkan pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tangible pasien menilai kondisi fasilitas dan kebersihan ruang perawatan cukup baik meskipun masih terdapat keterbatasan sarana tertentu. Pada dimensi reliability tenaga kesehatan dinilai mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien secara konsisten. Pada dimensi responsiveness tenaga kesehatan dinilai cukup tanggap dalam merespon kebutuhan pasien. Pada dimensi assurance pasien merasa aman terhadap pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan.
MAKNA DAN ALASAN MASYARAKAT DALAM MEMILIH PENGOBATAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KAMPUNG KORANO JAYA KABUPATEN TELUK BINTUNI Treeslistiana Manibuy; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Arius Togodly
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58403

Abstract

Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterikatan kuat dengan nilai budaya dan kepercayaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan alasan masyarakat dalam memilih pengobatan tradisional dibandingkan dengan pengobatan modern di fasilitas kesehatan formal pada masyarakat Kampung Korano Jaya, Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari masyarakat pengguna pengobatan tradisional, pengguna pengobatan medis, praktisi pengobatan tradisional, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai pengobatan tradisional sebagai bentuk pertolongan kepada sesama, pengabdian, serta pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Alasan utama masyarakat memilih pengobatan tradisional meliputi rasa takut terhadap fasilitas kesehatan, pengalaman kesembuhan sebelumnya, kemudahan akses, serta kepercayaan yang telah terbentuk secara turun-temurun. Kepercayaan terhadap pengobatan tradisional diperkuat oleh pengalaman langsung masyarakat yang merasakan manfaat dari pengobatan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional tidak hanya dipandang sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan kepercayaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pelayanan kesehatan formal guna meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA Maufiroh Risfin Andini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu di Wilayah Puskesmas Pacar Keling Surabaya terkait imunisasi dasar lengkap serta mengetahui pengaruh pengetahuan tersebut terhadap kelengkapan imunisasi pada bayi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada dua ibu yang memiliki bayi dan satu tenaga kesehatan yaitu bidan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi di wilayah tersebut telah memperoleh imunisasi dasar lengkap karena ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai manfaat, tujuan, jenis, dan jadwal imunisasi. Pengetahuan yang baik mendorong ibu memiliki persepsi positif terhadap imunisasi sehingga meningkatkan kepatuhan dalam memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak. Selain itu, kemudahan akses informasi melalui posyandu, puskesmas, media sosial, dan tenaga kesehatan turut membantu meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya imunisasi. Namun, penelitian juga menemukan bahwa masih terdapat sebagian ibu yang menolak imunisasi akibat rendahnya pengetahuan dan adanya anggapan bahwa imunisasi dapat membahayakan anak. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan masih terbatas pada kegiatan posyandu dan pelayanan di puskesmas sehingga edukasi belum menjangkau seluruh ibu di masyarakat.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DM TIPE 2 DIPUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 2025 Syafratul Muna; Farrah Fahdhienie; Hanifah Hasnur
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58409

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh mencatat peningkatan kasus DM tipe 2 dari 841 kasus pada tahun 2023 menjadi 1.209 kasus pada tahun 2024. Self management menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi self management pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 sebanyak 1.209 orang dengan sampel 92 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self management kurang (65,2%). Responden juga didominasi oleh pengetahuan kurang (63,0%), kemampuan beraktivitas kurang (62,0%), dukungan keluarga kurang (63,0%), dan self efficacy rendah (64,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), kemampuan beraktivitas (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dan self efficacy (p=0,001) dengan self management. Disimpulkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan self management. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penguatan aspek psikososial guna meningkatkan kemampuan self management pasien DM tipe 2.
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KERANG KABUPATEN PASER DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KEPUASAN PASIEN Rio Saputra; Rahmat Bakhtiar; Blego Sedionoto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58584

Abstract

Manajemen logistik obat merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan ketersediaan obat, mutu pelayanan farmasi, serta kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen logistik obat yang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pengendalian obat serta hubungannya dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD Kerang Kabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif berupa wawancara untuk memperkuat hasil analisis. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pasien yang menerima layanan farmasi di rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara manajemen logistik obat dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek manajemen logistik obat di RSUD Kerang berada pada kategori cukup hingga baik, khususnya pada aspek pengadaan obat. Namun, beberapa aspek pelayanan seperti ketepatan waktu pelayanan, kemudahan proses administrasi, dan pelayanan apoteker masih memerlukan peningkatan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa sebagian besar variabel manajemen logistik obat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien, kecuali pada aspek pengadaan obat dan distribusi obat yang memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p-value sebesar 0,004 dan 0,012. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pengadaan obat merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas layanan farmasi dan kepuasan pasien.
PENGARUH EDUKASI VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN TERJADINYA BULLYING PADA ANAK DI BENGKULU Vellyza Colin; Devi Listiana
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58591

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial anak. Tingginya kasus bullying di lingkungan sekolah menunjukkan masih rendahnya pemahaman siswa mengenai pencegahan bullying. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa adalah melalui edukasi menggunakan media video animasi. Media ini dinilai lebih menarik dan mudah dipahami karena menggabungkan unsur audio dan visual sehingga mampu meningkatkan perhatian siswa dalam menerima informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi video animasi terhadap pengetahuan pencegahan terjadinya bullying pada anak di SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan bullying. Responden diberikan pretest sebelum intervensi, kemudian diberikan edukasi melalui video animasi, dan selanjutnya dilakukan posttest untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi sebagian besar berada pada kategori cukup, sedangkan setelah diberikan edukasi video animasi mayoritas responden berada pada kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi video animasi terhadap pengetahuan pencegahan bullying pada anak di SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Disimpulkan bahwa edukasi melalui video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan bullying dan dapat digunakan sebagai media edukasi kesehatan di sekolah.
ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN MENDENGARKAN ASMAUL HUSNA DALAM PENURUNAN TANDA DAN GEJALA RISIKO PERILAKU KEKERASAN Fathia Wianida; Milkhatun Milkhatun; Dwi Rahmah Fitriani; Arief Budiman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58737

Abstract

Risiko perilaku kekerasan ialah masalah keperawatan jiwa yang bisa memicu keselamatan pasien, orang lain, dan lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat. Tingginya kasus risiko perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa menunjukkan perlunya intervensi keperawatan yang efektif, tak sekedar melalui terapi farmakologis tapi juga intervensi nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan lewat perancangan penggerakkan yang dikombinasikan dengan terapi mendengarkan Asmaul Husna. Studi kasus dengan pendekatan tahapan keperawatan, mencakup kajian, diagnosis keperawatan, perancangan, penggerakkan, dan evaluasi. Intervensi diberikan secara bertahap melalui strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan juga terapi mendengarkan Asmaul Husna yang dijalankan secara terjadwal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama 6 kali diberikan terapi mendengarkan Asmaul Husna terdapat penurunan skor tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan dari 24 pada hari pertama menjadi 9 pada hari terakhir. Kombinasi strategi pelaksanaan dan terapi mendengarkan Asmaul Husna terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menyusutkan tanda juga gejala risiko perilaku kekerasan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BATUSANGKAR TAHUN 2026 Falerisiska Yunere; Lidya Fitriani; Maidaliza Maidaliza
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58743

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial rentan mengalami penurunan kualitas hidup akibat terbatasnya dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan, yang mempengaruhi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Studi pendahuluan di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar menunjukkan belum adanya penelitian mengenai hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia, meskipun terdapat sekitar 70 lansia yang berpotensi membutuhkan perhatian dalam peningkatan kesejahteraan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat dukungan sosial, kualitas hidup lansia, serta hubungan antara keduanya di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar tahun 2026. Metode Penelitian: ini dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada 9-22 Februari 2026 dengan jumlah sampel 60 lansia (≥60 tahun) dari populasi 70 orang menggunakan teknik total sampling. Kriteria inklusi meliputi lansia yang bersedia menjadi responden, mampu berkomunikasi, dan tidak mengalami gangguan fisik atau psikologis berat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MOS-SSS (19 item) untuk mengukur dukungan sosial dan WHOQOL-OLD (24 item) untuk menilai kualitas hidup lansia. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial baik yaitu 66,7% (40 orang), sedangkan 33,3% (20 orang) memiliki dukungan sosial kurang baik. Kualitas hidup lansia terbagi dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia (p<0,05). Kesimpulan dan saran: dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kualitas hidup lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar, sehingga diperlukan upaya peningkatan dukungan sosial melalui program kegiatan kelompok, kunjungan keluarga, serta pelatihan bagi caregiver untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.
EFEKTIVITAS TERAPI THOUGHT STOPPING DALAM MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN Eka Yulia Dithah; Milkhatun Milkhatun; Arief Budiman; Dwi Rahmah Fitriani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58771

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan satu diantaranya gejala positif yang seringkali dialami oleh pasien skizofrenia dan bisa menghalangi kegunaan psikologis, sosial, serta perilaku apabila tidak dikendalikan dengan baik. Halusinasi pendengaran yang tidak terkontrol dapat menyebabkan klien mengalami kecemasan, ketegangan, dan kesulitan dalam memutuskan perhatian. Satu diantaranya terapi nonfarmakologis yang bisa digunkan untuk membantu mengawasi halusinasi pendengaran ialah terapi Thought Stopping, yang manfaatnya mengehentikan pikiran negatif dengan kata “stop” lalu merubah pikiran kearah positif. Karya Ilmiah Akhir Ners ini mengaplikasikan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa. Subjek penelitian adalah satu klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran yang dirawat di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Terapi Thought Stopping diberikan selama 30 menit selama lima hari. Evaluasi dilakukan menggunaka Audiotory Hallucination Rating Scale (AHRS) Temuan implementasi menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi Thought Stopping. Skor AHRS klien mengalami penurunan dari 30 (halusinasi berat) sebelum intervensi menjadi 11 (halusinasi ringan), yang memperlihatkan peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Terapi Thought Stopping efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis guna membantu menyusutkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan kontrol klien terhadap halusinasi.
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA, MOTIVASI, DAN KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI RSUD DR. L. M. BAHARUDDIN, M.KES Annisa Aulliyah Samandy; Suhadi Suhadi; Adius Kusnan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.59031

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Namun, implementasi SIMRS masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait beban kerja, motivasi kerja, dan ketersediaan sumber daya manusia. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas penggunaan SIMRS di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, motivasi kerja, dan ketersediaan sumber daya manusia terhadap kualitas SIMRS di RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 239 tenaga kesehatan dan pegawai pengguna SIMRS, dengan jumlah sampel sebanyak 150 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas SIMRS dengan nilai p-value sebesar 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kualitas SIMRS dengan nilai p-value sebesar 0,006. Sementara itu, ketersediaan sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan pada analisis multivariat dengan nilai p-value sebesar 0,170. Variabel beban kerja menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kualitas SIMRS dengan nilai Exp(B) sebesar 36,381. Beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas SIMRS, sedangkan ketersediaan sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan. Pengelolaan beban kerja dan peningkatan motivasi tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas implementasi SIMRS di rumah sakit