cover
Contact Name
Dian Adhe Bianggo Naue
Contact Email
anggonaue@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281373770318
Journal Mail Official
jmls@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Journal of Medical Laboratory and Science Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang Jalan Sukabangun 1 KM 6,5 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
ISSN : -     EISSN : 28291158     DOI : https://doi.org/10.36086/medlabscience.v2i2
Core Subject : Health, Science,
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Haematology Food and beverage chemistry
Articles 106 Documents
GAMBARAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENDERITA ASAM URAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH AZ-ZAHRA PROVINSI SUMATERA SELATAN Refai Refai; Siti Nurhidayah; hamril dani; Anton Syailendra; Muhammad Ihsan Tarmizi
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i2.3718

Abstract

Latar Belakang: Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat memicu inflamasi. C-Reactive Protein (CRP) adalah protein fase akut yang meningkat saat terjadi peradangan dan dapat menjadi indikator inflamasi pada penderita asam urat. Pemeriksaan CRP dapat memberikan gambaran adanya inflamasi, terutama pada pasien dengan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes mellitus (DM). Tujuan: Mengetahui gambaran kadar CRP pada penderita asam urat di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 penderita asam urat dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan laboratorium CRP dengan metode aglutinasi. Hasil: Sebanyak 30% responden memiliki kadar CRP tidak normal, sementara 70% normal. Pada responden dengan riwayat penyakit, kadar CRP tinggi ditemukan pada 36,4% kasus. Sementara pada responden tanpa riwayat penyakit tersebut, kadar CRP tinggi hanya sebesar 10,5%. Kesimpulan: Mayoritas penderita asam urat memiliki kadar CRP normal. Namun, kadar CRP lebih tinggi pada pasien dengan riwayat penyakit DM, yang menunjukkan peran komorbiditas dalam meningkatkan risiko inflamasi. Saran: Kepada para klinisi seyogyanya melakukan pemeriksaan asam urat untuk melihat tingkat inflamasi pada penderita asam urat, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau diabetes melitus. Kata Kunci: Hiperurisemia, CRP, hipertensi, DM, inflamasi
THE NARCOTICS ABUSE AND MENTAL HEALTH STATUS AMONG ADOLESCENTS LIVING IN BOARDING HOUSES Tarmizi, Muhammad Ihsan; Achindri, Belia
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i2.3773

Abstract

Background: Narcotic abuse among adolescents living in boarding houses is often closely linked to their psychological conditions and the lack of parental supervision. This study aims to investigate the use of narcotics based on mental health status. Methods: Using a cross-sectional descriptive design, urine samples for testing were collected from 20 adolescents selected through purposive sampling. The instruments used were the SRQ-20 questionnaire for mental health screening and a Rapid Test Multi-Drug (6 parameters) for urine examination. Results: Out of 20 respondents, 2 (10%) were positive for narcotics, and 18 (90%) were negative. Mental health screening results showed that 2 respondents (10%) indicated poor mental health, while 18 (90%) reported good mental health. Crosstab analysis showed that 100% of respondents who tested positive for narcotics were those with poor mental health status, while 100% of respondents with good mental health showed negative narcotic results. Conclusion: The abuse of drugs in this population occurs in individuals experiencing mental health problems, supporting the self-medication hypothesis. Therefore, the integration of mental health screening services in adolescent living environments is needed as a preventive measure.
PERBEDAAN KADAR BILIRUBIN TOTAL PADA BAYI BARU LAHIR YANG DIPERIKSA SECARA LANGSUNG DAN DITUNDA Ribka Vinnesta; Bastian Bastian; Nurhidayanti Nurhidayanti
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 6 No 1 (2026): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v6i1.3583

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir merupakan prosedur penting dalam penegakan diagnosis hiperbilirubinemia neonatal. Stabilitas bilirubin dalam sampel darah sangat dipengaruhi oleh faktor pra-analitik, termasuk waktu antara pengambilan dan pemeriksaan sampel. Bilirubin, khususnya bentuk tidak terkonjugasi yang dominan pada neonatus, dikenal labil terhadap paparan cahaya dan suhu, sehingga penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan perubahan kadar yang signifikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang diperiksa secara langsung dan ditunda selama 3 jam. Metode Penelitian : yaitu Experimental Laboratory. Penelitian dilakukan di laboratorium RSIA Dwi Sari Lubuk Linggau pada bulan April-Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 33. Hasil Penelitian : pemeriksaan kadar bilirubin nilai rata-rata yang didapatkan pada sampel diperiksa langsung yaitu 22,20 mg/dl dan yang ditunda selama 3 jam 20,39 mg/dl dengan selisih persentase 4 %. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000. Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada pemeriksaan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang diperiksa secara langsung dan ditunda selama 3 jam di RSIA Dwi Sari Lubuk linggau. Kata kunci: : Bayi Baru lahir, Bilirubin Total, Neonatal, Penundaan Pemeriksaan
UJI BEDA KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENGGANTI PEWARNA MALACHITE GREEN PADA PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) METODE KATO KATZ Erwin Edyansyah; Yusneli Yusneli; Asrori Asrori; Nurhayati Nurhayati; Abdul Mutholib; Handayani Handayani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 6 No 1 (2026): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v6i1.3863

Abstract

Latar Belakang : Penyebab infeksi cacing yang paling umum adalah cacing STH. Metode Kato Katz merupakan pemeriksaan Gold Standar pada infeksi STH. Dalam metode Kato Katz, terdapat penggunaan pewarna sintesis yaitu Malachite Green yang bersifat toksik. Diperlukan senyawa pewarna dari bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dapat dijadikan sebagai pengganti pewarna Malachite Green dalam pemeriksaan telur STH metode Kato Katz. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimental. Pengambilan sampel dengan kriteria feses positif telur STH. Penelitian dilakukan terhadap 16 sampel dengan dua kelompok perlakuan yaitu dengan pewarna Malachite Green dan pewarna ekstrak kulit buah naga. Preparat diperiksa di bawah mikroskop untuk dihitung jumlah telur STH. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Ditemukan 13 preparat (81.3%) ekstrak kulit buah naga dengan kualitas mikroskopis kategori baik. Ditemukan 9 sampel (56.3%) dengan intensitas infeksi ringan, dan 7 sampel (43.8%) infeksi sedang dari kelompok Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga. Hasil uji statistik diketahui p value = 0.985 > α (0.05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan signifikan terhadap hasil jumlah telur STH dan kualitas mikroskopis yang ditemukan dengan pewarna Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga.
HUBUNGAN JUMLAH INFEKSI OPORTUNISTIK BERDASARKAN NILAI CD4 PASIEN HIV/AIDS Dewi Handayani; Iis Afriayani; Sri Sulpha Siregar; Herry Hermansyah; Erisa Febriyani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 6 No 1 (2026): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v6i1.3916

Abstract

Latar Belakang: Penyakit HIV disebabkan oleh virus yang menyerang kekebalan tubuh yaitu limfosit T CD4+ sehingga terjadi penurunan pertahanan tubuh, dan beresiko terinfeksi penyakit oportunistik. Tujuan : mengetahui hubungan infeksi oportunistik dinilai berdasarkan CD4 pasien tersebut. Metode :Menggunakan desain Cross sectional dengan sampel sebanayk 54 orang, dengan Teknik sampling purposive sampling, dan analisis data menggunakan Chi square. Hasil : Infeksi oportunistik >1 dengan CD4 CD4 ≤ 200 sel/μl didapatkan 22 orang, dan CD4 ≥ 200 sel/ μl didapatlkan 1 orang. Pasien HIV/AIDS yang ditemukan 1 infeksi oportunistik dengan CD4 ≤ 200 sel/μl sebanyak 36 orang, dan CD4 CD4 ≥ 200 sel/ μl ditemukan 18 orang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara infeksi oportunistik dengan CD4 setelah dilakukan analisis menggunakan Chi Sqaure dengan p-value : 0,000
HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS DAN MIKROALBUMIN URINE Meiliza Indriani; Bastian Bastian; Juwy Trianes; Nur Asini
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 6 No 1 (2026): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v6i1.3942

Abstract

awal, namun hubungan tersebut belum banyak dibuktikan pada populasi laboratorium di Indonesia. Tujuan: Menganalisis hubungan kadar HbA1c dengan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan kadar mikroalbumin urine. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang pada 40 subjek yang menjalani pemeriksaan HbA1c, kreatinin serum, dan mikroalbumin urine. Nilai eGFR dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI 2021. Analisis statistik meliputi korelasi Spearman, korelasi parsial, uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, uji eksak Fisher, regresi linear berganda, regresi logistik, dan analisis kurva ROC. Hasil: Rerata usia subjek 54,77 ± 12,96 tahun dengan 55,0% perempuan. Median HbA1c sebesar 6,20% (IQR 5,51–8,47), rerata eGFR 89,25 ± 19,89 mL/menit/1,73 m², dan median mikroalbumin urine 30,24 mg/dL (IQR 16,12–73,70). Albuminuria ditemukan pada 70,0% subjek, lebih tinggi dibandingkan peningkatan kreatinin serum (37,5%). HbA1c tidak menunjukkan korelasi bermakna dengan eGFR (ρ = +0,044; p = 0,789) maupun mikroalbumin urine (ρ = +0,048; p = 0,769), dengan kemampuan diskriminasi yang rendah (AUC 0,525 dan 0,522). Setelah penyesuaian usia dan jenis kelamin, HbA1c berhubungan positif dengan eGFR (b = +3,64; p = 0,005) dan negatif dengan kreatinin serum (b = −0,058; p = 0,002). Penurunan eGFR dipengaruhi oleh usia ≥60 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Kesimpulan: HbA1c tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal penurunan fungsi ginjal tahap awal. Pemeriksaan albuminuria bersama eGFR tetap diperlukan untuk mendeteksi kerusakan ginjal dini.

Page 11 of 11 | Total Record : 106