cover
Contact Name
Dian Adhe Bianggo Naue
Contact Email
anggonaue@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281373770318
Journal Mail Official
jmls@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Journal of Medical Laboratory and Science Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang Jalan Sukabangun 1 KM 6,5 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
ISSN : -     EISSN : 28291158     DOI : https://doi.org/10.36086/medlabscience.v2i2
Core Subject : Health, Science,
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Haematology Food and beverage chemistry
Articles 94 Documents
GAMBARAN RHEUMATOID FACTOR (RF) PADA WANITA PRA LANSIA DI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Yusena, Diva Arashelly; Prihandono, Dwi Setiyo; Anggrieni, Nurul
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2569

Abstract

Latar Belakang Rematoid faktor (RF) pada wanita pra-lansia adalah penanda autoantibodi yang penting dalam diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA). Wanita pada usia ini cenderung memiliki respon imun yang meningkat terhadap self antigen, dipengaruhi oleh perubahan hormonal seperti menopause, yang dapat memicu autoimunitas. Tujuan : Pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada lansia bertujuan untuk deteksi dini penyakit kronis seperti Rheumatoid Arthritis (RA). Adapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Tehnik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah tehnik total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 wanita pra lansia yang melakukan pengambilan darah di laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan semi kuantitatif dengan menggunakaan analisa univariate. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa 10% dari responden menunjukkan hasil positif untuk Rheumatoid Factor (RF), sementara 90% lainnya negatif. Faktor penyebab hasil positif meliputi pekerjaan, riwayat keluarga dengan penyakit sendi, lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat-obatan, dan nyeri sendi persisten. Pentingnya faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup dalam patogenesis Rheumatoid Factor (RF).
POLA KUMAN DAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN RESISTENSI PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH Raden, Mustopa .; Rezekiyah, Sholeha; Armizan, Ekawira
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2571

Abstract

Background: Urinary tract infections are still a health problem because the morbidity and mortality rates are still quite high. Urinary tract infections (UTIs) are the second most common infectious disease after respiratory infections. UTI can also occur in all ages, from children to adults. UTI can be caused by gram-negative or gram-positive bacteria as well as fungi. This research aims to identify the germs that cause UTI and find out which types of antibiotics are sensitive and resistant through examining urine cultures of UTI sufferers and to find out the factors that cause resistance. Method: This research design is analytical descriptive. The research was conducted in the Bacteriology laboratory, medical laboratory technology department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Jambi. Results: Based on gender, there were 20 male respondents (33%) while there were more female respondents, namely 40 (67%). The age range of respondents was 1 to 67 years with an average of 19 years, with the highest number of UTI cases aged 1-15 years, namely 63%. The most common germ pattern that causes UTI is E. Coli bacteria 29 (48%) followed by Staphylococcus epidermidis bacteria 18%. Of the bacterial forms, 28% are cocci and 72% are rods. Conclusion: The germ pattern that causes urinary tract infections is caused by 9 species of bacteria, the most common being E. Coli bacteria at 48% and the second being Staphylococcus epidermidis (18%). UTIs often occur in women and based on age, most occur in children 1-15 years.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Tama, M. Fauzan Aditya; Asrori, Asrori; Syailendra, Anton; Edyansyah, Erwin
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2607

Abstract

Latar Belakang: Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis cacing parasit, salah satunya adalah Enterobius vermicularis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan Personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) pada anak panti asuhan di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang tahun 2024. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportional Random sampling dengan sampel berjumlah 33 anak. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 dari 33 anak (18,2%) yang positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Berdasarkan kebiasaan mencuci tangan didapatkan p value = 0,00 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Berdasarkan kebiasaan mengganti pakaian didapatkan p value = 0,00 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Berdasarkan kebiasaan menggigit kuku didapatkan p value = 0,00 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Kesimpulan: Hubungan personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) memiliki hubungan bermakna dengan nilai (p<0,05) terhadap kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) antara lain; kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan kebisaan menggigit kuku.
HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOL DAN DIASTOL PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG JAMBE PALEMBANG yusneli, yusneli yusneli; Basa, Itail Husna; Siregar, Sri Sulpha; Refai, Refai
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2629

Abstract

Latar Belakang: Penyempitan serta kakunya dinding pembuluh darah akibat dari penumpukan kolesterol yang dapat menyebabkan tekanan darah sistol diastol meningkat. Pengetahuan, sikap dan perilaku merupakan faktor eksternal yang penting dalam penyokong terjadinya peningkatan kadar kolesterol sehingga peningkatan kadar kolesterol ini dapat mempengaruhi tensi darah sistol diastol.Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan peningkatan kadar kolesterol dengan tekanan darah sistol diastol pada penderita hipertensi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Talang Jambe Palembang dilihat juga dari karakteristik faktor resiko yang dapat mempengaruhi yaitu: pengetahuan, sikap dan perilaku penderita itu sendiri. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan model pendekatan/rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi di PKM yang berada di kota Palembang dengan sampel sebanyak 36 penderita.Variabel independent karakteristik( pengetahuan, sikap dan perilaku), serta tekanan darah sistol diastol dan variabel dependent adalah kadar kolesterol. Pengukuran kadar kolesterol dengan alat kenza dengan pengukuran kolorimetrik enzimatik CHOD-PAP di Laboratorium BBLKM, pengukuran tensi darah sistol diastol dengan alat sphygmomanometer dan stateskop kemudian faktor resiko akan dilihat sekaligus dengan data dari hasil kuisioner yang di isi penderita. Hasil: hasil penelitian variabel independent karakteristik penderita dari 36 responden penderita hipertensi 35 responden (97,2%) dengan karakteristik pengetahuan baik, sebanyak 33 responden (91,7%) dengan karakteristik sikap baik, sebanyak 18 responden (50%) karakteristik perilaku sangat baik, variabel dependent kadar kolesterol rata-rata nilai diatas normal yaitu (207,75mg/dl) di mana nilai normal (< 200 mg/dl), sedangkan rata-rata tekanan darah sistol dan diastol dalam kategori tinggi ( ≥ 140/99 ) di mana nilai normal tekanan darah sistol diastol (120/80 -139/90). Kesimpulan: kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang siqnifikan antara faktor karakteristik (pengetahuan, sikap, perilaku) serta tekanan darah sistol diastol dengan kadar kolesterol pada penderita hipertensi.
VARIASI WAKTU SIMPAN DARAH DONOR KEDALUWARSA PADA MEDIA AGAR DARAH TERHADAP DIAMETER ZONA HEMOLISIS STAPHYLOCOCCUS AUREUS Cheni Dwi Antika Putri, Cheni Dwi Antika Putri; Handayani, Handayani; Karneli, Karneli; Fandianta, Fandianta; Naue, Dian Adhe Bianggo
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2673

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Darah domba merupakan gold standar pada pembuatan media agar darah, namun darah domba yang telah diproses defibrinasi dijual secara komersial dengan harga yang sangat mahal. Darah manusia mengandung zat yang mirip dengan darah domba dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan dari pembuatan media agar darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu simpan darah donor yang kedaluwarsa pada pembuatan media agar darah terhadap diameter zona hemolisis bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kuasi eksperimental dengan objek penelitian berupa diameter zona hemolisis bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan rata-rata diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus pada media agar darah donor kedaluwarsa 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu adalah 10,67 mm; 10,50 mm; 10,00 mm; dan 10,00 mm. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan p-value 0,941 (P > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada pengaruh pada media agar darah donor kedaluwarsa 1-4 minggu terhadap besar diameter zona hemolisis Staphylococcus aureus.
GAMBARAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT ANTARA LARUTAN TURK DAN LARUTAN TURK MODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN AIR PERASAN JERUK dani, hamril; Harianja, Sri Hartini; Nizar, Mardyana; Lestari, Tarisa Suma
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2677

Abstract

Hematological examination that is often done is counting the number of leukocytes, which is carried out using turk's solution. The high number of inspections causes more waste. To anticipate this condition, research is conducted to find an alternative to Turk's solution. The purpose of this study was to determine the difference in the number of leukocytes between the turk solution and the modified turk solution by adding lime juice and beetroot juice. This type of research is observational. The research population is the TLM Department of Health Poltekkes, Palembang in 2021 with sample of 10 students. The sampling technique used is purposive sampling. The leukocyte count was done manually. The results were analyzed by T-independent test. The results of the number of leukocytes with turk's solution an average of 7.215, the number of leukocytes with modified turk's solution an average of 6.140 with a P-value of 0.920. The conclusion is there is no significant difference in the number of leukocytes between the turk solution and the modified turk solution by adding lime juice and beetroot juice, lime juice at concentration of 2% is best at lysing erythrocytes, beetroot juice at concentration of 1% is best at giving color to leukocytes.
The COMPARISON OF THE QUALITY OF MALARIA PREPARATIONS FLOODED WITH SOAKED IN GIEMSA SOLUTION Yuliana, Elviani Mutiara Hoy; Mulia, Yuliansyah Sundara; Sulaeman, Sulaeman; Kurniati, Iis
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i1.2809

Abstract

: Malaria is an infectious disease caused of Plasmodium. Microscopic diagnosis by examining thick and thin blood smears stained with Giemsa is that still the "gold standard". Giemsa is generally given by immersing entire blood stock as in the procedure for making malaria preparations and Giemsa has given by soaking in Giemsa paint as in the procedure making cytology preparations. The aim of this study to determine the quality of malaria preparations stained using the technique of being soaked in Giemsa solution to compare of malaria preparations stained using the technique of being soaked in Giemsa solution. The type of research used was a quasi-experiment with a static group comparison design, 80 preparations were made of 40 blood samples containing Plasmodium which were stained using the flooding technique and soaked in Giemsa solution. From the research carried out, the results of staining using the immersion technique were 35 preparations of good quality and 5 preparations of poor quality and staining using the immersion technique contained 48 preparations of good quality and 2 preparations of poor quality. The results of statistical tests using the Mc Nemar test obtained a sig value. of 0.453 (> 0.05). The result of this research can be concluded that there is no significant difference between preparations stained using the flooding technique and immersion in Giemsa solution.
AIR PERASAN JERUK LEMON SEBAGAI ALTERNATIF REAGEN PANDY PADA PEMERIKSAAN PROTEIN CAIRAN LIQUOR CEREBROSPINALIS Oktaviani, Rina; Riyani, Ani; Fadhilah, Fitri; Inayah, Siti Nur
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i1.2817

Abstract

Latar Belakang: Protein di dalam cairan liquor cerebrospinalis (LCS) pada kondisi normal konsentrasinya sedikit, untuk mengukurnya dapat diperiksa dengan metode Pandy. Asam sitrat di dalam jeruk lemon merupakan senyawa bersifat asam lemah, serupa dengan sifat keasaman larutan fenol jenuh di dalam reagen Pandy, dan larutan yang bersifat asam dapat mendenaturasi protein. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi air perasan jeruk lemon sebagai pengganti reagen Pandy dalam uji protein cairan LCS. Metode: Eksperimen komparatif dengan sampel air perasa jeruk lemon konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil: Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai sig. 1.000 pada pemeriksaan protein cairan LCS secara kualitatif tetapi secara semi kuantitatif diperoleh nilai sig. <.001. Kemudian, berdasarkan pengujian 0-4 minggu menggunakan air perasan jeruk lemon penyimpanan pada suhu 2-8oC diperoleh nilai sig. 1.000. Kesimpulan: Air perasan jeruk lemon optimal dan dapat digunakan sebagai alternatif reagen Pandy pada pemeriksaan protein cairan LCS secara kualitatif tetapi tidak optimal dan tidak dapat digunakan secara semi kuantitatif, dan air perasan jeruk lemon stabil selama 4 minggu penyimpanan pada suhu 2-8oC.
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI LABORATORIUM KLINIK SHIFA FARMA CIANJUR Rasmiati, Rika; Sudrajat, Agus
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i1.2820

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) adalah infeksi menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyakit ini dapat ditransmisikan melalui udara. Penyembuhan TBC umumnya berlangsung selama 6 bulan dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT), penggunaan OAT seringkali menimbulkan efek samping berupa gangguan hematologi yang berpotensi menyebabkan anemia yaitu kondisi yang ditandai oleh penurunan kadar hemoglobin (Hb). Penelitian ini menganalisis kadar Hb pada pasien TBC paru yang menjalani terapi OAT. Metode: Studi deskriptif dengan sampel yang digunakan yaitu pasien TBC paru yang menjalani pengobatan di klinik dr. Rukun Sutrisno. Hasil: Pada fase intensif, 75% subjek mengalami penurunan Hb, 25% memiliki kadar normal, dan tidak ada peningkatan Hb. Pada fase lanjutan, persentase penurunan Hb meningkat menjadi 85%, dengan 15% kadar normal dan tetap tidak ada peningkatan. Kesimpulan: Terapi OAT berasosiasi dengan penurunan kadar Hb yang progresif selama pengobatan yang menyebabkan anemia. Kata kunci : Tuberkulosis, Anemia, Hemoglobin
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN Edyansyah, Erwin; Asrori, Asrori; Mutholib, Abdul; Handayani, Handayani; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Alika Padia
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i1.2882

Abstract

Latar Belakang: Kualitas pelayanan didefinisikan sebagai Tindakan atau upaya yang dilakukan oleh individu atau organisasi dengan tujuan memberikan kepuasan kepada pasien (pelanggan) atau karyawan. Evaluasi terhadap kualitas pelayanan dilakukan secara berkala untuk memastikan kepuasan masyarakat. Faktor kualitas pelayanan memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan pasien, sehingga perbaikan fasilitas dan sistem pelayanan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Tujuan Penelitian: Menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan crossectional. Alat ukur yang digunkan yaitu kuesioner menggunakan skala likert. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil Penelitian: Kepuasan pasien didapatkan hasil puas dengan nilai 41,9% dan sangat puas dengan nilai 58,1%. Aspek bukti fisik p-value (0,175), kehandalan p- value (0,574), kesigapan p-value (0,419), jaminan p-value (0,072), dan empati p-value (0,175), secara statistik tidak berpengaruh signfikan terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan di laborotatorium dengan p-value > 0,05. Kesimpulan: Aspek bukti fisik, kehandalan, kesigapan, jaminan, dan empati secara statistik tidak berpengaruh signfikan terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan di laborotatorium dengan p-value> 0,05. tingkat kepuasan, mayoritas responden merasa sangat puas sebanyak 58,1%.

Page 9 of 10 | Total Record : 94