cover
Contact Name
Dian Adhe Bianggo Naue
Contact Email
anggonaue@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281373770318
Journal Mail Official
jmls@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Journal of Medical Laboratory and Science Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang Jalan Sukabangun 1 KM 6,5 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
ISSN : -     EISSN : 28291158     DOI : https://doi.org/10.36086/medlabscience.v2i2
Core Subject : Health, Science,
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Haematology Food and beverage chemistry
Articles 94 Documents
GAMBARAN KADAR UREUM PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Karwiti, Witi; Umizah, Larasti Putri
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1930

Abstract

Ginjal memiliki peranan penting dalam menyaring produk limbah dari dalam tubuh seperti ureum. Kerusakan pada ginjal mengakibatkan peningkatan kadar ureum di dalam darah. Kadar ureum pada pasien gagal ginjal. Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan hilangnya fungsi ginjal progresif sehingga pasien harus menjalani terapi jangka panjang hingga adanya transplantasi ginjal. Hemodialisa merupakan salah satu terapi untuk menyaring darah menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar ureum pada penderita GGK yang menjalani terapi hemodialisa terhadap jenis kelamin dan umur. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik untuk melihat kadar ureum terhadap jenis kelamin dan usia pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling terhadap 47 pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien yang menjalani terapi hemodialisa memiliki rata-rata kadar ureum tinggi (126,2 mg/dL). Jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami GGK (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Umur ≥ 40 (94%) tahun lebih banyak menderita GGK dibandingkan umur <40 tahun (6%).
GAMBARAN KADAR KREATININ PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG Amalia, Ruhalida Okta; Yusneli, Yusneli; Siregar, Sri Sulpha; Febriyani, Erisa; Syailendra, Anton
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1968

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Tekanan darah yang melebihi nilai 140/90 mmHg dapat mengakibatkan aliran darah pada ginjal terganggu. Apabila salah satu faktor pendukung kerja ginjal seperti aliran darah ke ginjal, jaringan ginjal atau saluran pengeluaran ginjal terganggu maka dapat merusak fungsi ginjal. Menurunnya kerja ginjal akan menyebabkan nilai kadar kreatinin meningkat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin pada penderita Hipertensi di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang tahun 2022. Metode Penelitian: deskriptif dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel 100 pasien. Hasil Penelitian: Didapatkan hasil 47 pasien (47,0%) yang memiliki kadar kreatinin normal dan yang memiliki kadar kreatinin tidak normal sebanyak 53 pasien (53,0%). Pada laki-laki didapatkan hasil kadar kreatinin tidak normal sebanyak 30 pasien (75,0%), sedangkan pada perempuan didapatkan hasil kadar kreatinin tidak normal sebanyak 23 pasien (38,3%). Kategori Umur berisiko (≥ 40 tahun) didapatkan hasil kadar kreatinin tidak normal sebanyak 48 pasien (53,9%) dan umur tidak berisiko (< 40 tahun) didapatkan hasil kadar kreatinin tidak normal sebanyak 5 pasien (45,5%). Berdasarkan derajat tekanan darah pada hipertensi tipe I kadar kreatinin tidak normal sebanyak 35 pasien (66,0%) dan pada hipertensi tipe II kadar kreatinin tidak normal sebanyak 18 pasien (34,0%). Kesimpulan: kadar kreatinin pada penderita hipertensi cenderung tidak normal dengan rerata sebesar 61,97%. Saran : bagi penderita hipertensi terutama penderita tipe I dan II seyogyanya rutin melakukan pemeriksaan kadar kreatinin untuk memantau gangguan ginjal serta efek samping hipertensi. Kata Kunci: Kreatinin, ginjal, hipertensi
SIGNIFIKANSI KEJADIAN ANEMIA BERDASARKAN INTERPRESTASI NILAI INDEKS ERITROSIT PADA PASIENTUBERKULOSIS PARU Raden, Mustopa .; Syarthibi, Ahmad; Tamrin, Tamrin
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1994

Abstract

Latar Belakang: Penyakit TB sudah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan diseluruh dunia pada saat ini karena memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang cendrung meningkat. Saat ini Penyakit TB merupakan penyebab kematian utama di dunia untuk penyakit infeksi. Tuberkulosis diketahui dapat menyebabkan gangguan hematologi yang yang kompleks, salah satunya anemia. Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai defisiensi massa eritrosit untuk mengantarkan oksigen ke jaringan perifer. Anemia adalah komorbid umum pada TB serta dikaitkan dengan prognosis buruk yaitu risiko kematian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan indeks eritrosit MCV (Mean Corpuscular Volume), MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) dan MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) padapasien TB berdasarkan jenis kelamin, usia dan jenis pekerjaan. Metode: Jenis penelitan deskriptif analitik Penelitian dilakukan pada bulan januari sampai Juli 2023 di laboratorium kimia klinik jurusan teknologi laboratorium medik Poltekkes Kemenkes Jambi. Sampel penelitian Sebanyak 70 pasien TB yang berada di wilayah Kota Jambi. Hasil: Pada penelitian ini menemukan bahwa ada 54,5% responden mengalami anemia. Kejadian anemia pada pasien TB berdasarkan nilai indeks eritrosit anemia mikrocitik hipokrom sama banyak dengan anemia mikrocitik hipokrom. Responden laki-laki lebih dominan mengalami jenis anemia normocitik normocrom dan sebaliknya perempuan mikrocitik hipocrom. Menurut usia untuk usia ≤ 20 tahun jenis anemia mikrocitik hipokrom lebih dominan namun pada usia diatas ≥ 55 tahun semuanya mengalami anemia normocitik normokrom. Dari uji statistic chisquare tidak adanya hubungan kejadian anemia dgn jenis kelamin (p-value : 0.104), Adanya hubungan antara kejadian anemia dgn usia (p-value : 0.027) dan Adanya hubungan antara kejadian anemia dgn pekerjaan (p-value : 0.003) Kesimpulan: Tidak adanya hubungan kejadian anemia dgn jenis kelamin, Adanya hubungan antara kejadian anemia dgn usia dan pekerjaan.
KEBERADAAN TELUR CACING STH PADA KUKU ANAK USIA 6-12 TAHUN DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG Asrori, Asrori; Siregar, Sri Sulpha; Bianggo NauE, Dian Adhe; Fandianta, Fandianta; Dani, Hamril
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1999

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kecacingan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Usia 6-12 tahun adalah usia yang rentan terinfeksi cacing karena aktifitas mereka yang banyak berhubungan dengan tanah. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan teknik sampling menggunakan random sampling. Hasil penelitian: Dari 35 responden dengan pemeriksaan potongan kuku didapatkan hasil 2,9 % positif terinfeksi cacing Soil Transmitted Helminths dengan spesies Strongyloides stercoralis. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 5,6% yang positif. Berdasarkan kebiasaan menggunting kuku dengan frekuensi > 2 minggu 33,3% yang positif. Berdasarkan kebiasaan mencuci tangan dengan hasil baik 7,1% yang positif. Berdasarkan anak yang tidak menggunakan alas kaki 33.3% yang positif. Kesimpulan: Gambaran keberadaan telur cacing Soil Transmitted Helminths pada kuku anak usia 6-12 tahun di TPA Sukawinatan Kota Palembang sebanyak 2,9% positif terinfeksi cacing Soil Transmitted Helminths. Kata kunci : Soil Transmitted Helminths, Kuku anak, TPA
PENGARUH WAKTU TUNGGU DAN JARAK TEMPUH PENGIRIMAN SAMPEL MENGGUNAKAN SISTEM TABUNG PNEUMATIK TERHADAP NILAI PROTHROMBIN TIME DI RUMAH SAKIT ADVENT Putro, Pramudho Subroto; Riyani, Ani; Hayati, Eem; Solihat, Muhammad Firman
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2073

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Saat ini semakin banyak pemeriksaan laboratorium yang menggunakan peralatan otomatis, tentunya sangat menunjang untuk hasil laboratorium yang cepat dan akurat. Salah satu teknologi yang digunakan untuk transportasi sampel yang digunakan di Advent Hospital Bandung adalah Sistem Tabung Pneumatik (STP). STP merupakan bagian integral dari fasilitas medis besar yang menyediakan interkoneksi cepat antar unit di rumah sakit dan sering digunakan untuk mengangkut sampel darah. Prinsip kerja STP adalah sistem dengan vakum parsial melalui jaringan pipa, mendorong wadah silinder sehingga tempat material yang dikirim menyerupai kapsul dapat meluncur di sepanjang jalur pipa dengan kecepatan tinggi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh waktu tunggu dan jarak yang ditempuh oleh sistem tabung pneumatik terhadap pemeriksaan PT. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif yang membandingkan nilai pemeriksaan PT pada sampel pemeriksaan. Sepuluh orang diambil darah venanya, masing-masing 8 tabung vacutainer dengan antikoagulan natrium sitrat 3,2%. Semua tabung vacutainer dikirim ke laboratorium oleh petugas pengiriman. Satu tabung dikirim langsung dan tiga tabung vacutainer lainnya dikirim dari laboratorium ke unit perawatan lantai 1, 4 dan 6 dengan jarak pneumatik 50 meter, 100 meter dan 200 meter, dan empat tabung lainnya dikirim dengan cara yang sama setelah waktu tunggu 1 jam. Pemeriksaan PT dilakukan secara bersamaan menggunakan koagulator metode magnetis mekanik. Hasil : Data penelitian diolah secara statistik menggunakan uji GLM, hasil uji diperoleh nilai Fcount = 0,973 dan Sig. = 0,458 > α (0,05). Kesimpulan : Hasil penelitian ini adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara waktu tunggu dan jarak yang ditempuh oleh STP terhadap pemeriksaan PT. Kata Kunci PT, STP, waktu tunggu, jarak STP, uji GLM
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN TINDAKAN PERBAIKAN PENOLAKAN SPESIMEN DARAH DI RSUD CIDERES MAJALENGKA Rosya, Reni Apriani; Wiryanti, Wiwin; Noviar, Ganjar; Rahayu, Ira Gustira
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2085

Abstract

Latar Belakang: Pengujian di laboratorium melibatkan tiga tahapan yaitu tahap pre analitik, tahap analitik dan tahap paska analitik. Tahapan pre analitik menyumbang kesalahan laboratorium terbesar. Kesalahan pada tahap pre analitik yang sering terjadi penolakan spesimen darah di RSUD Cideres Majalengka sehingga pihak manajemen melakukan perbaikan kejadian tersebut berdasarkan jumlah penolakan spesimen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor penyebab penolakan spesimen darah, faktor prioritas penyebab penolakan spesiemen darah dan penurunan penolakan spesimen di Laboratorium RSUD Cideres Majalengka setelah dilakukan perbaikan terhadap petugas. Metode: Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasi. Responden dari penelitian ini adalah 38 perawat ruang rawat inap yang melakukan pengambilan spesimen darah dan terinventaris penolakan spesimen darah. Hasil penelitian: Diperoleh faktor prioritas penyebab terjadinya penolakan spesimen darah adalah 42% perawat yang belum pernah pelatihan flebotomi, 37% perawat yang pengetahuannya kurang, dan 26% perawat yang tidak nyaman saat flebotomi. Jenis perbaikan yang dilakukan adalah melakukan meningkatkan pengetahuan tentang flebotomi berdasarkan WHO kepada perawat dengan nilai rata-rata sebelum perbaikan adalah 82 menjadi 99. Sedangkan faktor perawat yang belum pernah pelatihan flebotomi dan perawat yang kurang nyaman saat flenotomi pihak manajemen rumah sakit akan merencanakan diadakan pelatihan flebotomi dan pengadaan ruangan khusus tindakan di ruang rawat inap. Kesimpulan: Terdapat penurunan persentase pernolakan spesimen darah di Laboratorium RSUD Cideres Majelengka setelah dilakukan tindakan perbaikan yaitu 96%. Kata Kunci : Laboratorium, Penolakan Spesimen, Pre analitik
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL DI LABORATORIUM RSUD MAJALENGKA Naue, Vivi Anggriani; Dermawan, Asep; Yuliansyah SM, Yuliansyah SM; Wiryanti, Wiwin
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2093

Abstract

Background: Clinical laboratory is a medical laboratory which provide services for clinical specimen examination in order to get personal health information mainly to confirm a diagnose, to cure a disease and recover the health. Based on the incident report in RSUD Majalengka during 2020, there were 3 laboratory personils slipped to injured, 2 people pricked by a needle, and the latest report showed there was 1 person infected by tuberculosis. Risk management is developed to minimize work accident risk and also occupational borne disease for health workers especially in laboratories. This study was aimed to identify operational risk, analyze the risk level and to determine operational risk control in the laboratory of RSUD Majalengka. Methods: This was a descriptive qualitative and quantitative study with observation through interviews with 21 MLTs in the laboratory of RSUD Majalengka, Results: The results showed 12 operational risks with a low risk of 17%, a medium risk of 75% and a high risk of 8%. The control carried out on operational risks is in the form of controls that aim to reduce the possibility of substitution, technical control, administrative control and the use of PPE. Conclusion: in the laboratory of RSUD Majalengka has carried out controls, but to see the effectiveness of these controls, regular monitoring and evaluation needs to be carried out. Keywords : Risk, Occupational Health dan Safety, laboratory
PERBEDAAN KORELASI GLUKOSA DARAH PUASA PENDERITA DM DENGAN HbA1c METODE ENZIMATIK DAN HPLC DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Widianingrum, Indriati; Kurnaeni, Nani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2105

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is one of the diseases that many people in the world suffer from today, its development is very worrying because it is one of the diseases that can cause death. One of the tests requested by the doctor is the HbA1c parameter, so far at Advent Bandung Hospital using the enzymatic method. The aim of this study was to look at the differences in the correlation between fasting blood glucose examination results and HbA1c levels using enzymatic and HPLC methods. Methods: The research method currently used is descriptive and was carried out at the Clinical Pathology Laboratory Installation at Bandung Adventist Hospital in November with a total of 30 patients suffering from diabetes. Results: The results were analyzed using the SPSS version 25 application. Tested with a normality test followed by a correlation test, the results showed a strong relationship between fasting blood glucose levels and HbA1c levels by the enzymatic and HPLC methods, from both methods the results of the HbA1c examination were between the enzymatic and HPLC methods. there is no significant difference. This means that both methods can be used to check HbA1c at the Bandung Adventist Hospital. HbA1c, this is because the two methods do not have significant differences and have high accuracy. Keywords : Diabetes, Fasting Blood Glukoce , HbA1c Method Enzymatic and HPLC
HUBUNGAN STUNTING DENGAN TINGKAT KECACINGAN PADA ANAK-ANAK DESA INDRAGIRI KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG Melliando, Ibrahim Purdanta; Sulaeman, Sulaeman; Mulia, Yuliansyah Sundara; Dermawan, Asep
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2120

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing dan merupakan infeksi terbanyak di dunia termasuk di Indonesia. Salah satu kebutuhan primer anak usia dini yang harus dipenuhi adalah gizi dan kesehatan, sehingga tumbuh dan berkembang anak dapat terjamin secara optimal sesuai kebutuhan mereka. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa di TK Tunas Karya I dan TK Tunas Karya III di Desa Indragiri Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang berjumlah 56 orang. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan stunting pendek sebanyak 18 orang dengan presentase 32%, anak dengan stunting sangat pendek 3 orang dengan presentase 5%, sedangkan anak dengan stunting sangat kurus sebanyak 1 orang dengan presentase 2%. Seluruh anak 100% negatif kecacingan. Kesimpulan: Kesimpulan tidak ada hubungan antara stunting dan kecacingan di Desa Indragiri Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Stunting, Kecacingan, Gizi
PENERAPAN MATRIK SIGMA SEBAGAI PENILAIAN UNJUK KERJA PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK DI RSUD MAJALENGKA Ardiansyah, Ari; Rinaldi, Sonny Feisal; Ridwanna, Surya; Riyani, Ani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2123

Abstract

Latar Belakang: Matrik Sigma adalah bagian dari Sistem Manajemen Mutu yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi tingkat kesalahan untuk meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan, dengan menghitung kinerja proses yang menggabungkan hasil perhitungan dari Total Error Allowable (TEa), bias (d%) dan koefisien variasi (CV%). Tujuan untuk melihat gambaran Matrik Sigma pada Pemantapan Mutu Internal pemeriksaan Kimia Klinik dan mengetahui parameter-parameter yang dapat diterapkan Matrik Sigma. Metode: Deskriptif analitik. Data diperoleh dari Pemantapan Mutu Internal pemeriksaan Kimia Klinik di Instalasi Laboratorium RSUD Majalengka. Total Error Allowable (TEa) yang digunakan berasal dari Biological Variability, RiliBÄK, RCPA, dan CLIA. TEa dipetakan berdasarkan area yang ada di dalam grafik. Penetapan sumber TEa berdasarkan algoritma seleksi TEa. Hasil: TEa dari Desirable Biological Variability untuk SGOT, SGPT, Bilirubin Total, dan Trigliserida, TEa dari Optimal Biological Variability untuk Bilirubin Direk, TEa dari RiliBÄK untuk Albumin, TEa dari RCPA untuk Ureum, Dan TEa dari CLIA untuk Kolesterol, Glukosa, Kreatinin, Asam Urat dan Total Protein. Nilai Matrik Sigma yang didapat pada skala sigma, yaitu : SGOT 6,81; SGPT 7,53; Bilirubin Total 6,03; Bilirudin Direk 7,11; Trigliserida 7,99; Albumin 4,71; Ureum 1,96; Kolesterol 2,1; Glukosa 2,89; Kreatinin 2,91; Asam Urat 3,71; dan Total Protein 0,71. Parameter yang memiliki nilai < 4 sigma dilakukan perhitungan Quality Gold Index (QGI) untuk menentukan permasalahan yang menyebabkan parameter tersebut memiliki nilai sigma yang rendah. Kesimpulan: Parameter yang direkomendasikan untuk dapat diterapkan Matrik Sigma adalah paramater yang memiliki nilai 4 sigma. Kata kunci : TEa, algoritma, matrik sigma, QGI

Page 7 of 10 | Total Record : 94