cover
Contact Name
Dian Adhe Bianggo Naue
Contact Email
anggonaue@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281373770318
Journal Mail Official
jmls@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Journal of Medical Laboratory and Science Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang Jalan Sukabangun 1 KM 6,5 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
ISSN : -     EISSN : 28291158     DOI : https://doi.org/10.36086/medlabscience.v2i2
Core Subject : Health, Science,
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Parasitology Immunology Serology Virology Bacteriology Toxicology Clinical Chemistry Haematology Food and beverage chemistry
Articles 94 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL QUALITY CONTROL PADA PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ DI LABORATORIUM PRAMITA CIMAHI Aditia, Encep Yana; Kurnaeni, Nani; Rinaldi, Sonny Feisal; Nurhayati, Dewi
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2126

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi pada tahun 2023 di Laboratorium Pramita Cabang Cimahi didapatkan sigma < 3 pada pemeriksaan ureum dan kreatinin. Namun laboratorium belum melakukan upaya tindak lanjut penelusuran akar masalah dan menerapkan tindakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan serta faktor penyebab kesalahan quality control pada pemeriksaan Ureum dan kreatinin, lalu dibuatkan rencana tindak lanjut. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data dalam penelitian ini diambil dari data sekunder hasil quality control ureum dan kreatinin pada bulan September-November 2023 di Laboratorium Pramita Cimahi. Hasil: Didapatkan hasil perhitungan quality goal index ratio dengan nilai <0,8 pada pemeriksaan quality controlureum dan kreatinin level 1 dan 2. Dengan nilai tersebut, maka jenis kesalahan yang terjadi yaitu terletak pada impresisi. Berdasarkan data checklist observasi didapatkan data hasil penelitian berupa 10 daftar penyebab kesalahan quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin di Laboratorium Pramita cabang Cimahi. Kesimpulan: Didapatkan hasil penelitian bahwa jenis kesalahan pada pemeriksaan quality control ureum dan kreatinin yaitu kesalahan acak dengan faktor penyebab kesalahan yaitu stabilitas reagen yang melebihi batas onboard stability. Kata kunci : kesalahan acak, kesalahan quality control.
HUBUNGAN KARATERISTIK ATLM TERHADAP TURN AROUND TIME (TAT) HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI RSUD MAJALENGKA Rabia, La; Rahayu, Ira Gustira; Kurniawan, Entuy; Riyani, Ani
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2136

Abstract

Latar Belakang: Hasil pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat bagi para klinisi menegakan diagnosis pasien dan mempercepat terapi pengobatan pasien. Standar pelayanan minimal rumah sakit salah satunya yaitu waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium (TAT) <140 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahi hubungan karateristik petugas ATLM terhadap Turn around Time hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Majalengka. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan jenis penelitian cross sectional. Responden penelitian ini adalah seluruh petugas laboratorium di RSUD Majalengka yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan koesioner, analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian: Menujukkan bahwa setiap variabel dengan tingkat probabilitas α=0,05 yaitu variabel usia diperoleh nilai Sig.=0,857, variable jenis kelamin diperoleh nilai Sig.=0,279, pendidikan diperoleh nilai Sig.=0,329, variable kompetensi ATLM di RSUD Majalengka memiliki nilai constant dalam arti semua kompoten, masa kerja diperoleh nilai Sig.=0,774, variabel beban kerja diperoleh nilai Sig.=0,193. Dari data yang telah diuji semua variabel dimana dengan nilai Sig lebih besar dari α=0,05% Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) diterima, yang berarti semua tidak berpengaruh terhadap TAT hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Majalengka. Kesimpulan: Bahwa karateristik petugas di laboratorium tidak berpengaruh terhadap waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Majalengka. Kata Kunci : Waktu Tunggu, Karateristik ATLM, Pemeriksaan Laboratorium
KOMBINASI KITOSAN DAN Lactobacillus acidophilus SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli Febriyani, Erisa; Yusneli, Yusneli; Siregar, Sri Sulpha; Handayani, Handayani; Afriayani, Iis
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2147

Abstract

ABSTRACT Background: Chitosan is a prebiotic obtained from fishery waste raw materials such as shrimp heads and crab shells which are abundant in Indonesia. Prebiotics are indigestible ingredients that produce beneficial effects on the host by selectively stimulating the growth of one or more specific bacteria. LAB from the genera Lactobacillus and Bifidobacterium have potential as probiotic agents that are beneficial for human and animal health. The amount of probiotics can be optimized by using prebiotics. The synergistic concept between probiotics and prebiotics is known as synbiotics. This research aims to see the effect of the combination of chitosan and Lactobacillus acidophilus on the growth of Escherichia coli bacteria in Vivo. Methods: E. coli in cecum duck was determinant by plate count method. Results: The average of E. coli content in the cecum of pegagan duck were : 40.00; 78.33; 21.67; 19.33 dan 11.00x105 CFU/mL for treatment A (control), B, C, D, E, F, G, and H respectively. Conclusion: The results showed that the treatment had significant effect (P<0,05) on E. coli. Keywords : L. acidophilus sp, Chitosan 0,2%, E. coli
THE AUTOANTIBODY AND ITS DETECTION IN MYASTENIA GRAVIS: LITERATURE REVIEW Wulandari, Septi; Oktariana, Desi
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2163

Abstract

Latar Belakang: Miastenia Gravis (MG) adalah penyakit autoimun yang terbatas pada organ tertentu di mana autoantibodi menyerang reseptor asetilkolin nikotinat di sambungan neuromuskular (NMJ). Gangguan fungsi reseptor ini menyebabkan kerusakan pada transmisi neuromuskular, menyebabkan kelelahan dan peradangan otot rangka, serta produksi antibodi serum terhadap antigen otot. Kelelahan pada otot, seperti pada mata, tenggorokan, bola mata, dan otot ekstremitas lainnya, memburuk saat beraktivitas namun bisa membaik dengan istirahat. MG merupakan penyakit langka dengan insiden 5,3 per juta orang per tahun dan prevalensi 77,7 per juta orang per tahun. MG bisa disebabkan karena kelainan bawaan neuromuscular maupun karena adanya autoantibodi. Patofisiologi miastenia gravis ditentukan oleh jenis autoantibodi pada penderita. Diagnosis MG terutama didasarkan pada penilaian klinis dan pengujian antibodi serum terhadap reseptor asetilkolin (AChR), tirosin kinase spesifik otot (MusK), dan lipoprotein densitas rendah 4 (LPR4) dan autoantibodi lain seperti agrin, titin, Kv14. Ryonadine yang dianggap memiliki keterlibatan dalam pathogenesis MG. Beberapa metode pengujian yan digunakan untuk mendeteksi autontibodi pada penderita MG yaitu RIPA, ELISA, FIPA dan CBA.
GAMBARAN KEPADATAN LARVA Aedes aegypti DI KELURAHAN DUA ILIR KOTA PALEMBANG Septiawati, Agnes; Fandianta, Fandianta; Hermansyah, Herry; Asrori, Asrori; Dani, Hamril
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2231

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti, yang berkembangbiak pada tempat penampungan air bersih atau air hujan misalnya bak mandi, ember, ban bekas dan lainnya. Tingginya kasus DBD di wilayah Kelurahan Dua Ilir menjadi salah satu faktor pentingnya mengetahui kepadatan larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh rumah yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan Dua Ilir. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti di penampungan air warga Kelurahan Dua Ilir sebanyak 180 KK. Metode yang dilakukan yaitu observasional larva secara visual dan teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Hasil penelitian: Diketahui tingkat kepadatan larva Aedes aegypti berdasarkan nilai HI 41,11%, CI 39,1%, BI 51,67%, ABJ 58,89% sehingga diperoleh nilai DF 6,7 yang berkategori kepadatan tinggi. Kesimpulan: Tingkat kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir berada pada kategori kepadatan tinggi yang berarti memiliki resiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD. Saran peneliti kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dan G1R1J.
ANALYSIS OF FEVER DURATION AND LEUKOCYTE TYPES IN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) PATIENTS IN PALEMBANG Garini, Ardiya; Harianja, Sri Hartini; Berliani, Zaenab; Syailendra, Anton
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2237

Abstract

Latar Belakang: DBD merupakan penyakit infeksi oleh virus, jenis arbovirus dari genus Flavivirus (famili Flaviviridae) dan mencakup empat serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Virus Dengue merupakan virus yang ditularkan oleh salah satu filum arthropoda yang ditularkan kepada manusia, khususnya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana peneliti menggunakan data sekunder tahun 2022 di RSUD Siti Fatimah Sumatera Selatan. Data berupa rekam medis dan pemeriksaan laboratorium tentang lama waktu demam dan hitung jenis leukosit). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melakukan pemeriksaan jenis leukosit menggunakan alat automatic hematology Analyzer.Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, didapat sebanyak 32 rekam medis pasien. Uji analisis data menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil: Jumlah rata-rata basophil, eosinophil, netrofil dan limfosit dalam jumlah normal, namun ada peningkatan pada jumlah rata-rata monosit dengan lama waktu demam ≤ 7 hari, kemudian mengalami penurunan jumlah rata-rata pada lama waktu demam > 8 hari. Analisis perbedaan antara lama waktu demam ≤ 7 hari dan > 8 hari terhadap jumah basophil, eosinophil, netrofil, monosit dan limfosit yaitu > 0.05. Kesimpulan: lama waktu demam ≤ 7 hari tidak ada beda dengan > 8 hari terhadap jumlah basophil, eosinophil, netrofil, monosit dan limfosit.
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF DI TERMINAL BULUPITU PURWOKERTO Athala, Syifani Aulia Ahnaf; Sulistiyowati, Retno; Sudarsono, Tantri Analisawati; Dhanti, Kurnia Ritma
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.1922

Abstract

Rokok mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya salah satunya adalah nikotin. Zat tersebut dapat menstimulasi sistem simpatis adrenal yang menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin di korteks adrenal dimana bagian ini merupakan tempat medulla adrenal berperan menghasilkan hormon adrenalin dan non-adrenalin saat stress yang dapat meningkatkan konsentrasi serum free fatty acid (FFA), lebih lanjut merangsang sintesis dan sekresi kolesterol di hati, seperti: mensekresi very low-density lipoprotein (VLDL) di hati dan dengan demikian meningkatkan kadar trigliserida darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang responden yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah menggunakan fotometer. Hasil penelitian ini menggunakan uji T independent didapatkan rata-rata kadar trigliserida pada perokok aktif sebesar 154,96 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif didapatkan hasi sebesar 104,70 mg/dL. Kesimpulannya secara rerata terdapat perbedaan rerata antara kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas.
PREVALENSI PENDERITA TUBERKULOSIS DI POLI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE (DOTS) RSUD CIDERES Prananda, Crystian Dwi; Kurniati, Iis; Sufa, Hafizah Ilmi; Solihat, Mohamad Firman
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2100

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan kegiatan layanan TB Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres penemuan suspek penderita BTA tahun 2021 ada 339 kasus yang dicurigai menderita BTA, 32 di antaranya positif BTA. Tahun 2022, 160 kasus dicurigai menderita BTA, 100 di antaranya positif BTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi penderita Tuberkulosis paru BTA Positif di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres pada bulan Agustus-Oktober 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Sampel merupakan penderita Tuberkulosis paru BTA positif di RSUD Cideres Majalengka pada bulan Agustus – Oktober 2023. Hasil: Didapat bahwa pasien kejadian TB positif dengan persentase sebesar 70% ada pada pasien dengan karakteristik pendidikan SD - SMP, kurangnya pengetahuan tentang TB serta tidak memerlukan pencahayaan di dalam rumah. Kemudian untuk pasien yang memiliki hunian tak layak didapatkan kejadian TB positif sebesar 67%, pasien dengan rentang usia 41-70th keatas sebesar 63%. Kesimpulan: Berdasarkan usia, pasien TB positif di RSUD Cideres sebagian besar berusia 41 hingga 70 tahun, yang berjumlah 19 orang (63 %). Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar pasien TB positif laki-laki dan perempuan sama, dan 21 orang (70%) berdasarkan karakteristik pendidikan, dan 9 orang (30 %). Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar pasien TB positif berusia 41 hingga 70 tahun, yang berjumlah 19 orang (63 %). Kata kunci : Tuberkulosis, DOTS, BTA Positif
POLA KEPEKAAN BAKTERI RESISTEN KATEGORI RESERVE PADA SPESIMEN MIKROBIOLOGIS DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Triani, Novita Ajeng; Dermawan, Asep
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2104

Abstract

Background: Microbial resistance to antimicrobials is a global health problem. In 2017 WHO divided antibiotics into AWaRe categories: Access, Watch and Reserve. The reserve category is a reserve antibiotic, only available in advanced health care facilities, reviewed by pharmacists, and approved by the hospital's PGA and PPRA. Therefore, the aim of this study was to determine the sensitivity pattern of reserve category antibiotic-resistant bacteria in microbiological specimens in hospitals Bandung Adventist. Methods: This research is a descriptive study, namely collecting data on events that have already occurred, taken from the results of culture examinations and bacterial sensitivity tests at the Bandung Adventist Hospital for the period August 2022 - August 2023 as secondary data, and primary data from September - October 2023. Results: Results research from 996 specimens sent to the laboratory, obtained 217 bacterial isolates (21.79%). Based on Gram staining, Gram negative was known to have a total of 169 isolates (77.89%), while Gram positive contained 48 isolates (22.11%). The most common susceptibility pattern of resistant bacteria in the reserve category in Gram negative was Acinetobacter baumannii, from 34 isolates 28 isolates were found to be resistant (82.35%), and Salmonella typhi from 4 isolates were all resistant (100%) to the antibiotic Cefepime. In the antibiotic Aztreonam, only Pseudomonas aeruginosa were used. Of the 31 isolates, 13 isolates were found to be resistant (41.93%), while in the Colistin class of antibiotics the most resistance was found in Pseudomonas aeruginosa, of the 31 isolates, 4 isolates were found to be resistant (12.90%). ). Of the Gram positives examined only the antibiotic Linezolid was found mostly in Staphylococcus aureus, from 29 isolates 3 isolates were found to be resistant (10.34%). Keywords : AWaRe, Acces, Watch, Reserve
ANALISIS UNIT COST PEMERIKSAAN BREAKPOINT CLUSTER REGION - ABELSON (BCR-ABL) DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Permana, Gusti Putra; Rahayu, Ira Gustira; Kurniawan, Entuy; Rohayati, Rohayati
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2151

Abstract

Latar Belakang: Breakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi ada atau tidaknya Kromosom Philadelphia (Ph 1 chr). RSUP Dr. Hasan Sadikin melakukan pemeriksaan BCR-ABL dengan metode PCR. Harga pemeriksaan ini terhitung mahal dan tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga laboratorium harus melakukan pooling sampel untuk menekan unit cost hal ini menyebabkan waktu tunggu hasil pemeriksaan BCL-ABL menjadi 1 bulan. Terdapat metode lain pemeriksaan BCR-ABL yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) yang diwakili GenXpert yang memiliki sensitivitas yang sama dengan metode PCR. Dengan metode TCM pemeriksaan ini dapat segera dikerjakan dan hasil dapat dikeluarkan pada hari yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi unit cost pemeriksaan BCR-ABL menggunakan TCM dibandingkan dengan PCR. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif secara kuantitatif dengan desain menghitung unit cost berdasarkan biaya-biaya dari aktivitas yang dilakukan dari pemeriksaan PCR dan TCM mulai dari pasien datang hingga keluar hasil. Populasi dari penelitian ini adalah reagen PCR BCR-ABL dan TCM BCR-ABL di logistik laboratorium dan sedangkan sampel dari penelitian ini adalah pasien yang diperiksa BCR-ABL di RSUP Dr. Hasan Sadikin. Hasil: Diperoleh unit cost dari pemeriksaan BCR ABL metode TCM yaitu Rp.2.338.246,00 dan unit cost dari pemeriksaan BCR ABL metode PCR yaitu Rp.6.816.739,00 dengan selisih selisih Rp.4.502.460.00. Kesimpulan: Bahwa metode TCM adalah yang paling efektif dan efisien untuk pemeriksaan BCR-ABL dengan harga yang lebih murah dan waktu tunggu pemeriksaan lebih cepat. Kata Kunci : BCR ABL, Unit Cost , Tes Cepat Molekuler

Page 8 of 10 | Total Record : 94