cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025)" : 8 Documents clear
Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Flavonoid Ciplukan (Physalis peruviana L.) Aidha Rusita Putri; Dyah Weny Respatie; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.82177

Abstract

Ciplukan (Physalis peruviana L.) merupakan salah satu tanaman liar yang memiliki banyak senyawa, salah satunya adalah flavonoid yang berguna bagi kesehatan. Hal ini membuat tanaman ciplukan berpotensi untuk dibudidayakan secara komersial. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam budidaya ciplukan adalah pemilihan jenis media tanam yang tepat sehingga tanaman ciplukan dapat memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid ciplukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2022 di Kebun Tri Dharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis media tanam menggunakan vinasse dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid ciplukan. Sedangkan penggunaan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan vinasse memberikan pengaruh sama baiknya terhadap hasil tanaman ciplukan.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika terhadap Kualitas Bunga Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium Ramat.) Tipe Standar Daffa Ramzy Syah Allaam; Aziz Purwantoro; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.90127

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.) merupakan salah satu komoditas florikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai bunga pajang. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama pada vase life atau masa pajang maka perlu dilakukan intervensi budidaya, seperti pemupukan silika. Pemupukan silika dapat meningkatkan aktivitas fisiologis, pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupuk silika yang terbaik terhadap kualitas bunga krisan potong tipe standar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Maret 2023. Penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Penelitian lapangan dilaksanakan di Asosiasi Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong Asthabunda sedangkan penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Sub Laboratorium Ilmu Tanaman, dan Sub Laboratorium Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk silika yang dilakukan dalam penelitian di lahan dengan tiga aras konsentrasi, yaitu 0 mg.L-1, 50 mg.L-1, dan 100 mg.L-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk silika dengan konsentrasi 100 mg.L-1 memberikan peningkatan pertumbuhan dan kualitas bunga krisan, seperti tinggi tanaman, diameter batang, kekerasan batang, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, dan vase life dibandingkan dengan kontrol.
Optimalisasi Limbah Sorgum Lokal Sumba Sebagai Pupuk Organik dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Kimia Tanah Uska Peku Jawang; Febyningsi Rambu Ladu Mbana; Darius Meta Yewa; Arman Kambaru Windi; Ones Pajaru Mbita; Frans Meta Pangga Liau
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99287

Abstract

Masalah  yang  muncul  saat musim tanam di tingkat  petani  adalah  terbatasnya  ketersediaan  pupuk,  maka  pemenuhan  kebutuhan pupuk  wajib  dilakukan. Langkah konkret  yang  diambil  yaitu  dengan  memanfaatkan  potensi  bahan  organik  lokal,  guna  membuat  pupuk.  Sorgum  merupakan  jenis serealia yang  memiliki  potensi  yang  dapat  dikembangkan  melalui  limbah  hasil  produksi.  Sumba  Timur  memiliki  keanekaragaman  sorgum  yang  dapat  memberikan  potensi  bahan  organik  untuk  bahan  dalam  pembuatan  pupuk  organik  yang  berkualitas.  Penelitian  ini  merupakan penelitian eksperimen  dengan  dua  tahapan  yaitu  mengomposkan  limbah  empat  jenis  sorgum  lokal  dan  2)  pemberian  perlakuan  kompos  limbah  sorgum  ke  tanah.  Kelima  jenis  kompos  dianalisis  untuk  mengetahui  kualitas  pupuk  berdasarkan  SNI  19-7030-2004.  Pupuk  hasil  kompos  dari  beberapa  limbah  sorgum di  aplikasikan  ke  tanah  untuk  melihat  pengaruh  terhadap  sifat kimia tanah  dengan menggunakan  rancangan  acak  lengkap.  Rancangan  perlakuan  yaitu  6  perlakuan  dan  diulang  sebanyak 4 kali.  Jenis  perlakuan  yaitu  S0: kontrol, S1:  kompos Jarada  Anahida,  S2:  kompos Jarabi  Anahida,  S3:  kompos  Jaraga  Anahida,  S4: kompos  Jarala  Anahida,  dan  S5: Jarahammu  Anahida.  Pada  uji  kualitas  pupuk  parameter  ujinya adalah  temperatur,  warna, aroma,  pH, kadar air, bahan organik,  nitrogen,  fosfor, kalium dan  C/N  rasio. Uji  pengaruh  kompos pada  sifat  kimia  tanah  parameter yang  diuji  yaitu  pH,  c-organik, nitrogen,  fosfor, kalium dan  kapasitas  tukar  kation.  Berdasarkan  hasil  pengujian  terhadap  kelima  jenis  pupuk  kompos  lokal  berbahan  dasar  limbah  sorgum  yang memenuhi  standar  SNI  19-7030-2004 yaitu  kompos  Jarabi  Anahida.  Keempat  jenis  kompos  Jarada  Anahida,  Jaraga  Anahida, Jarala  Anahida, dan Jarahammu Anahida belum memenuhi SNI. Parameter uji yang  mempengaruhi  ketidaksesuaian  dengan  SNI  pupuk kompos  yaitu  warna,  pH  dan  bahan  organik. Kompos  berpengaruh  terhadap  sifat  kimia  tanah  pada  pH  terjadinya  penurunan  pH sedangkan  pada C-organik, N-total, P, K  dan KTK  mengalami  peningkatan.  Kompos  yang  berpengaruh  terhadap sifat  kimia tanah dengan nilai tertinggi yaitu  pemberian kompos Jarahammu Anahida  (S5). Rekomendasi  perbaikan untuk  dapat  meningkatkan  kualitas pupuk  kompos  yaitu dengan memperhatikan bahan organik yang digunakan, media dan lama  mengomposkan.  
Evaluasi Kompetisi Model Tumpang Gilir Cabai Rawit dengan Jagung dan Aplikasi Konsorsium Agens Hayati Nindy Sevirasari; Endang Sulistyaningsih; Budiastuti Kurniasih; Suryanti Suryanti; Arif Wibowo; Tri Joko
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101401

Abstract

Praktik budidaya yang intensif pada tumpang gilir antara cabai rawit–jagung perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui keunggulan lahan dan kompetisi di antara dua spesies yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kompetisi dan keunggulan lahan dari model tanam tumpang gilir cabai rawit–jagung dan aplikasi agens hayati. Penelitian dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia pada Mei 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor; faktor pertama yaitu model tanam tumpang gilir (2 baris dan 3 baris cabai rawit) dan faktor kedua yaitu aplikasi agens hayati (dengan dan tanpa aplikasi agens hayati). Monokultur cabai dan jagung tanpa aplikasi agensi hayati merupakan kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians dan Uji Lanjut Duncan's multiple range tests pada α = 5%. Tumpang gilir dinilai berdasarkan Nisbah Kesetaraan Lahan, Nisbah Kesetaraan Lahan berdasarkan Waktu, Agresivitas, Rasio Kompetisi, dan Kehilangan Hasil Aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model tanam 2 dan 3 baris cabai rawit pada pola tanam tumpang gilir cabai rawit dengan jagung dan pemberian agens hayati menghasilkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan dan Nisbah Kesetaraan Lahan Berdasarkan Waktu > 1. Cabai rawit memilki indeks Agresivitas dan Rasio Kompetisi yang lebih besar daripada jagung, namun memiliki nilai Kehilangan Hasil Aktual yang tinggi jika ditanam pada pola tumpang gilir tidak disertai pemberian agens hayati. Dari metode yang diterapkan pada penelitian ini, maka tumpang gilir cabai rawit dengan jagung model 2 baris dengan pemberian agens hayati direkomendasikan karena layak diterapkan dan menguntungkan untuk diusahakan terutama bagi pertanian skala kecil.
Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi Hakim, Abdul; Benatar, Gilang Vaza; Yuliyani, Leny
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101473

Abstract

Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Bombay Merah (Allium cepa L.) terhadap Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Telang (Clitoria ternatea L.) Anggarani, Mirwa Adiprahara; Mahfudhah, Dzikra Nasyaya
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101541

Abstract

Pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sebagai langkah optimalisasi budidaya tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang khasiatnya telah dikenal massif di tengah-tengah masyarakat diperlukan untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas bunga telang, sehingga nilai ekonomi bunga telang juga akan semakin bertambah, utamanya dalam konteks budidaya tanaman dan pengembangan industri pertanian. Penggunaan ZPT alami yang lebih ramah lingkungan dan harga terjangkau jika dibandingkan dengan ZPT sintetik yang berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang menjadi salah satu opsi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT alami bawang bombay merah (Allium cepa L.) terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang. Budidaya bunga telang dilaksanakan di Desa Burneh, Bangkalan Madura pada bulan Juni 2023 sampai Oktober 2023. Metode penelitian ini berbasis kuantitatif, dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yakni variasi konsentrasi ZPT terdiri dari 0% sebagai kontrol, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 10%, dimana masing-masing konsentrasi direplikasi 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT alami berpengaruh positif terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang, dimana hasil tertinggi diperoleh pada variasi konsentrasi ZPT 10% dengan total fenolik sebesar 21,570 mgGAE/g ekstrak dan nilai IC50 sebesar 51,04 ppm yang termasuk kategori antioksidan kuat.
Keragaman Karakteristik Pembungaan dan Hasil Beberapa Hibrida Semangka (Citrullus lanatus Thunb. Matsum. & Nakai) Hasil Persilangan Puncak Aswat, Amarilla; Dewi Hayati, PK; Sutoyo, Sutoyo; Gustian, Gustian; Hidayat, Cecep Taupik; Kuswandi, Kuswandi
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.102596

Abstract

Varietas semangka hibrida memiliki produktivitas dan keseragaman yang tinggi sehingga diminati oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa hibrida hasil persilangan antara galur inbrida dengan varietas Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai tetua jantan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, melibatkan 12 hibrida hasil topcross dan Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai satu varietas pembanding. Semua genotipe ditanam di lapangan dengan mengikuti praktik agronomi semangka yang standar. Karakteristik yang diamati meliputi waktu berbunga jantan dan betina, umur panen, serta diameter dan bobot buah, ketebalan kulit buah, tingkat kemanisan, dan jumlah biji fertil dan biji steril. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Variabilitas genotipik dan fenotipik, heritabilitas dan koefisien korelasi genotipik dan fenotipik  karakter, diestimasi berdasarkan partisi nilai ragam dari ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas genetik yang luas pada karakter umur berbunga jantan dan betina, serta bobot buah. Nilai duga heritabilitas yang tinggi diperoleh pada karakter umur berbunga jantan dan betina, bobot buah, diameter buah dan jumlah biji fertil. Empat genotipe hibrida yaitu G1, G6, G8, dan G10, menunjukkan bobot buah dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan varietas SSA. Berdasarkan heritabilitas yang tinggi pada karakter bobot buah, maka keempat hibrida ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas semangka hibrida baru atau dimanfaatkan sebagai populasi dasar untuk perakitan varietas bersari bebas. 
Induksi dan Regenerasi Embrio Somatik Empat Jenis Ubi Kayu Menggunakan Beberapa Konsentrasi Pikloram Rahman, Nur Hamidar; Azizi, Alfia Annur Aini; Hartati, Sri; Saribanon, Nonon
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.103053

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pokok penting di negara tropis. Di Indonesia, komoditas ini merupakan bahan pangan yang sangat popular dan banyak digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk pangan olahan dan industri. Produksi kalus embriogenik yang dapat beregenerasi akan berguna dalam program pemuliaan bioteknologi untuk perbanyakan tanaman. Frekuensi tinggi pada pembentukan kalus embriogenik merupakan langkah kunci dalam sistem regenerasi ubi kayu khususnya untuk mendukung program pemuliaan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pikloram terhadap pembentukan kalus dan regenerasi embrio somatik pada empat jenis ubi kayu. Leaf lobe yang berasal dari kultur in vitro digunakan sebagai eksplan untuk menginduksi kalus embriogenik pada media dasar MS dengan empat tingkat konsentrasi pikloram yaitu 3 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/l, dan 12 mg/l. Evaluasi efisiensi produksi embrio somatik dilakukan berdasarkan persentase kalus embriogenik yang terbentuk dalam setiap perlakuan. Kalus embrio somatik selanjutnya dipindahkan ke media maturasi MSN ( 1 mg/ml MS+NAA +1 mg/l  CuSO4.) Setelah tumbuh kotiledon pada media MSN, dipindahkan ke media MS yang mengandung 1 mg/l BAP.  Pendewasaan tunas dilakukan pada media MS tanpa ZPT selama 5 -7 minggu. Aklimatisasi dilakukan pada media tanam yang terdiri dari tanah:kompos (1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan media MS yang mengandung pikloram pada konsentrasi 3 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/l, dan 12 mg/l dapat menginduksi pembentukan kalus dari eksplan leaf lobe ubi kayu Adira 4, Carvita 25, Manggu dan Menti menghasilkan persentase eksplan berkalus 100 %, sedangkan pada media kontrol (tanpa pikloram)  tidak menghasilkan kalus. Pada semua konsentrasi pikloram yang diuji, keempat jenis ubi kayu dapat membentuk kalus embriogenik. Persentase pembentukan kalus embriogenik tertinggi yaitu sebesar 83,3% diperoleh pada media MS yang mengandung 5 mg/l pikloram untuk Carvita 25 dan Menti. Waktu tercepat untuk pembentukan kalus  embriogenik  adalah 12 hari dan paling lama adalah 51 hari. Formulasi media untuk regenerasi ubi kayu melalui jalur embrio somatik yang diperoleh dari penelitian ini akan bermanfaat untuk produksi bibit ubi kayu dan juga bisa digunakan untuk transformasi genetik untuk perbaikan kualitas ubi kayu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8