cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
lemassehat@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
lemassehat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol, No. 101, Kelurahan Bungi, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kode Post 94712
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Buletin Kesehatan MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 29647630     DOI : https://doi.org/10.51888/jpmeo
Core Subject : Health,
Buletin Kesehatan MAHASISWA adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan.
Articles 43 Documents
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai: Implementation of Occupational Safety and Health for Loading and Unloading Workers (TKBM) at Luwuk Port, Banggai Regency Siti Hutami Dinianingsih H; Sandy N. Sakati; Bambang Dwicahya
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.192

Abstract

Tenaga kerja yang bekerja di pelabuhan kita kenal dengan buruh pelabuhan atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Keselamatan dan kesehatan TKBM ini perlu mendapat perhatian karena tingginya risiko bahaya saat pelaksanaan bongkar muat. Salah satu potensi bahaya yang beresiko bisa terjadi adalah bahaya fisik juga bahaya kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan jumlah sampel seluruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebanyak 176 tenaga kerja. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh tenaga kerja berjumlah 176 memiliki beban kerja (lama kerja) dengan kriteria baik. TKBM yang memiliki beban tambahan (panas dan debu) sebanyak 36 orang (20,5%). Kapasitas kerja (umur dan masa kerja) pada TKBM dengan kriteria baik yaitu sebanyak 148 orang (84,1%) serta seluruh tenaga kerja tidak lengkap dalam penggunaan alat pelindung diri saat bekerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada TKBM di Pelabuhan Luwuk masih kurang baik hal ini dikarenakan variabel beban tambahan, kapasitas kerja dan alat pelindung diri berada pada kriteria kurang baik. Koperasi TKBM Teluk Lalong diharapkan agar sebagai manajemen dapat membuat peraturan wajib tentang penggunaan alat pelindung diri saat bekerja dan memberikan sanksi jika tidak mematuhi peraturan tersebut. Workers who work at the port are known as port workers or loading and unloading workers (TKBM). The safety and health of TKBM needs attention because of the high risk of danger during loading and unloading. One of the potential hazards that are at risk can occur is physical hazards as well as chemical hazards. The purpose of this study was to determine the description of the application of occupational safety and health to loading and unloading workers at the Port of Luwuk, Banggai Regency. This type of research is descriptive quantitative with cross sectional design. The sample in this study was the total population with a sample size of all loading and unloading workers (TKBM) as many as 176 workers. Data collection using questionnaire sheets and using univariate analysis. The results showed that all 176 workers had a workload (work duration) with good criteria. TKBM who have additional burden (heat and dust) as many as 36 people (20.5%). Work capacity (age and length of service) in TKBM with good criteria as many as 148 people (84.1%) and all workers are incomplete in the use of personal protective equipment when working. The application of occupational safety and health to workers at Luwuk Port is still not good, this is because the variables of additional load, work capacity and personal protective equipment are in poor criteria. The Teluk Lalong TKBM Cooperative is expected that management can make mandatory regulations regarding the use of personal protective equipment when working and provide sanctions if they do not comply with these regulations.
Gambaran Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tenaga Kerja di PT. Delta Subur Permai Kabupaten Banggai: Overview of Occupational Safety and Health Aspects in the Workforce at PT. Subur Permai Delta, Banggai Regency Dewi Presinta; Marselina Sattu; Bambang Dwicahya
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.193

Abstract

K3 menjamin terciptanya kondisi kerja aman dan nyaman terhindar dari gangguan penyakit akibat kerja (PAK) maupun kecelakaan akibat kerja (KAK). Program K3 dimulai dari tahap yang paling awal, yaitu pembentukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Berdasarkan survey PT. Delta Subur permai masih terdapat kasus PAK dan KAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Tenaga Kerja di PT. Delta Subur Permai Kabupaten Banggai. Jenis penelitian yang digunanakan yaitu jenis penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tenaga kerja di PT. Delta Subur Permai Kabupaten Banggai yang berjumlah 216 jiwa.Teknik Pengambilan Sampel menggunakan rumus Stanly Lameshow maka besar sampel adalah 138. Pengumpulan data berdasarkan data primer dan data skunder. Pengelolahan data menggunakan program SPSS. Hasil yang telah diperoleh beban kerja berdasarkan lama waktu bekerja menunjukkan bahwa dengan kategori baik berjumlah 43 jiwa (31,2%), kriteria kurang baik berjumlah 95 jiwa (68,8%), sedangkan Beban tambahan berdasarkan bahaya fisika, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi bahwa masih memiliki kriteria kurang baik sebesar 100%. Kapasitas kerja bedasarkan masa kerja dan menderita penyakit 3-6 bulan terakhir bahwa kriteria baik berjumlah 83 jiwa (60,1%) sedangankan kurang baik berjumlah 55 jiwa (39,9%). Dengan demikian variabel beban kerja masih memiliki kriteria kurang baik, beban tambahan masih memiliki kriteria kurang baik dan kapasitas kerja masih memiliki kriteria kurang baik maka diperoleh hasil bahwa gambaran aspek K3 pada tenaga kerja di PT. Delta Subur Permai masih memiliki kriteria kurang baik. K3 guarantees the creation of safe and comfortable working conditions to avoid work-related disease (PAK) and work-related accidents (KAK). The OSH program starts from the very beginning, namely the establishment of occupational safety and health aspects. Based on a survey by PT. Delta Subur Permai still has cases of PAK and KAK. This study aims to describe the Aspects of Occupational Safety and Health (K3) in the workforce at PT. Delta Subur Permai, Banggai Regency. The type of research used is descriptive research, the population in this study is the entire workforce at PT. Subur Permai Delta, Banggai Regency, with a total of 216 people. The sampling technique uses the Stanly Lameshow formula, so the sample size is 138. Data collection is based on primary data and secondary data. Data processing uses the SPSS program. The results that have been obtained by workload based on length of time worked show that with good categories there are 43 people (31.2%), unfavorable criteria are 95 people (68.8%), while additional burdens are based on physical, chemical, biological, ergonomic hazards and psychology that still has unfavorable criteria of 100%. Working capacity based on years of service and illness in the last 3-6 months that good criteria amounted to 83 people (60.1%) while not good amounted to 55 people (39.9%). Thus the workload variable still has unfavorable criteria, the additional load still has unfavorable criteria and work capacity still has unfavorable criteria, the results obtained are that the K3 aspect of the workforce at PT. Delta Subur Permai still has unfavorable criteria.
Gambaran Penggunaan APD pada Tenaga Kerja PT Arta Tama Mulya di Kecematan Batui Kabupaten Banggai: Description of the Use of PPE in the Workers of PT Arta Tama Mulya in Batui Sub-District, Banggai Regency Dwi Lestari; Ramli Ramli; Mirawati Tongko; Dwi Wahyu Balebu
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.195

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat. Kelengkapan APD wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekitarnya Peraturan APD dibuat oleh pemerintah sebagai pelaksanaan ketentuan perundang-undang tentang keselamatan kerja. Manfaat menggunakan APD saat bekerja sangat besar dalam mencegah kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan APD pada tenaga kerja PT Arta Tama Mulya di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan menggunakan desain Exhaustive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja PT Arta Tama Mulya dengan jumlah sampel 69 pekerja yang di bagi menjadi 8 jenis pekerjaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Exhaustive Sampling, dengan mengambil keseluruhan populasi. Hasil penelitian menunjukkan pada variabel Ketersedian APD pada PT Arta Tama Mulya (100%) memiliki APD yang Cukup. Pada variabel Kepatuhan penggunaan APD pada Karyawan di 8 jenis pekerjaan sebagian besar pekerja patuh (100%) dalam menggunakan Wearpack (baju pelindung), sebagian besar pekerja patuh (82,60%) dalam menggunakan safety helmet, sebagian besar pekerja patuh (47,82%) dalam menggunakan safety shoes, sebagian besar pekerja patuh (47,82%) dalam menggunakan kacamata, sebagian besar pekerja patuh (46,37%) dalam menggunakan celemek. sebagian besar Kebijakan perusahaan pada Pt Arta Tama Mulya 100% Baik sudah di laksanakan oleh pihak perusahaan. Kesimpulan Ketersedian APD tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di PT Arta Tama Mulya 100% baik, Kepatuhan penggunaan APD di PT Arta Tama mulya (88,23 %) baik dan (11,77%) kurang baik, Kebijakan perusahaan mengenai peraturan Alat Pelindung Diri (APD) Di PT Arta Tama Mulya (100%) baik perusahaan lebih tegas terhadap kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kerja. Saran perusahaan lebih meningkatkan dan mempertahankan dalam hal penggunaan alat pelindung diri (APD). Personal Protective Equipment (PPE)is a tool that has the ability to protect a person whose function is to isolate part or all of the body from potential hazards in the place. PPE must be used when working according to the compensation and work risks to maintain the safety of  the workers themselves and those around them. PPE regulations are made by the government as an implementation of statutory provisions regarding work safety. Purpose of the study was to find out the description of the use of  PPE in the workferce of  PT Arta Tama Mulya In Batui District, Banggai Regency. This type of research is descriptive research using exhaustive sampling design. The Population in this study are all employees of  PT Arta Tama Mulya with a total sample of  69 workers divided into B types of  work. The sampling technique used Exhaustive Sampling, by taking the entire population. The resukts showed that the variable PPE availability at PT Arta Tama Mulya (100%) have adequate PPE in the variable compliance with the use of  PPE for employees in 8 types of  work, most workers comply (100%) in using wearpacks (protective clothing), most workers  comply (82,60%) in using safety helmet, workers (47,82%) in using glasses, most of the obedient workers (46,37%) in using aprons, most of the company policies at PT Arta Tama Mulya (100%) well it has been implemented by the company. Conclusion Availability of  PPE regarding the use of personal protective Equipment (PPE) at PT Arta Tama Mulya  is (100%) good, compliance with the use of  PPE at PT Arta Tama Mulya (88,23%) is good and (11,77%) is not good, policy companies regarding regulations on personal protective Equipment (PPE) At PT Arta Tama Mulya (100%) both  companies are more assertive about compliance with the use of  PPE.
Gambaran Umum Masyarakat dalam Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional di Desa Rantau Jaya Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai: General Description Of The Community in the use of National Health Insurance in Rantau Jaya Village, Simpang Raya District, Banggai District Risky Ekaputri
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.196

Abstract

Di Indonesia sendiri, pemerataan dalam aspek kesehatan sangat sulit dicapai mengingat kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau yang membuat pembangunan fasilitas kesehatan pada daerah-daerah tertentu masih sangat kurang. Dampak dari krisis ekonomi berlanjut pada sektor kesehatan, menurunnya daya beli masyrakat serta meningkatnya biaya kesehatan, menyebabkan akses kesehatan yang layak masih cenderung mahal dan masyarakat berpenghasilan rendah semakin sulit untuk menjangkau layanan kesehatan yang memadai. Seluruh penduduk Indonesia mendapat jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Gambaran Umum Masyarakat dalam Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional untuk melihat peluang pencapaian sasaran. Jaminan Kesehatan adalah Jaminan berupa perlindungan kesehatan agar Peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar Iuran Jaminan Kesehatan atau Iuran Jaminan Kesehatannya dibayar oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. Metode Penelitian deskriptif, lokasi penelitian Desa Rantau Jaya Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai Tahun 2023 dianalisis secara deskriptif dari faktor yang mempengaruhi pemanfataan JKN yaitu Pendidikan, Pekerjaan, dan Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan. Sampel penelitian ini yaitu Total Populasi sebanyak 2017 Responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Accidental Sampling dan sumber data primer. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Desa Rantau Jaya yang tertinggi adalah SD yaitu sebanyak 979 responden (48,54%) dan yang terendah adalah yang tidak sekolah yaitu sebanyak 16 responden (0,79%), Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pekerjaan penduduk usia produktif di Desa Rantau Jaya yang terbesar adalah Petani yaitu sebanyak 807 responden (40%) dan yang terendah yaitu masing-masing jasa/supir/ojek dan honorer sebanyak 20 responden 1%, Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan yang paling sering digunakan oleh masyarakat Desa Rantau Jaya adalah Puskesmas yaitu sebanyak 1.190 Responden (59,0%) dan yang terendah yaitu lainnya sebanyak 20 responden (1%) dan Hasil penelitian menunjukkan Jumlah Penduduk Berdasarkan Kepemilikman JKN yang memiliki JKN di Desa Rantau Jaya yaitu sebanyak 1.708 Responden (85%) dan Yang Tidak Memiliki JKN sebanyak 309 Responden (15,37%) In Indonesia itself, equity in the health aspect is very difficult to achieve considering Indonesia's geographical condition which is made up of islands which makes the development of health facilities in certain areas still lacking. The impact of the economic crisis continues on the health sector, reducing people's purchasing power and increasing health costs, causing access to proper health care which tends to be expensive and it is increasingly difficult for low-income people to reach adequate health services. The entire Indonesian population receives health insurance through BPJS Health, so researchers are interested in conducting research on the General Description of the Community in Utilizing National Health Insurance to see opportunities for achieving targets. Health Insurance is a guarantee in the form of health protection so that Participants receive health care benefits and protection in meeting basic health needs that are given to everyone who has paid Health Insurance Contributions or whose Health Insurance Contributions are paid by the Central Government or Regional Governments. Descriptive research method, the research location is Rantau Jaya Village, Simpang Raya District, Banggai Regency in 2023 analyzed descriptively from the factors that influence JKN utilization, namely Education, Employment, and Utilization of Health Facilities. The sample of this research is the Total Population of 2017 Respondents. The data collection method used in this study is the Accidental Sampling method and primary data sources. Research results The results showed that the highest level of education in Rantau Jaya Village was SD, namely 979 respondents (48.54%) and the lowest was those who did not attend school, namely 16 respondents (0.79%). The results showed that the type of work The population of productive age in Rantau Jaya Village, the largest of whom are farmers, namely 807 respondents (40%) and the lowest, namely services/drivers/motorcycle taxis and honorary workers, 20 respondents 1%. The results showed that health service facilities were most often used by the people of Rantau Jaya Village, namely Puskesmas, namely 1,190 respondents (59.0%) and the lowest, namely others, as many as 20 respondents (1%) and the results of the study show that the number of residents based on JKN ownership who have JKN in Rantau Jaya Village is as many as 1,708 respondents ( 85%) and those who do not have JKN are 309 respondents (15.37%).
Gambaran Diving Disorder (Penyakit Akibat Penyelaman) pada Nelayan Penyelam di Desa Okumel Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan: Description of Diving Disorder (Illness Due to Diving) in Fishermen Divers in Okumel Village, Liang District, Banggai Islands Regency Siti Eka Putri; Muhammad Syahrir; Fitrianty S. Lanyumba; Ferdy Salamat
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.197

Abstract

Diving disorder merupakan salah satu Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang diakibatkan oleh rutinitas kerja dan lingkungan pekerjaan serta alat yang digunakan. Banyaknya gangguan kesehatan seperti keram pada anggota tubuh, sakit kepala, pusing, telinga berdenging, nyeri pada tulang dan persendian, nyeri pada bagian dada dan sesak napas, dan lain-lain serta penggunaan alat yang kurang memadai maka dilakukan penelitian tentang diving disorder. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran diving disorder (penyakit akibat penyelaman) pada nelayan penyelam di Desa Okumel Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepuluan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 54 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner dan metode analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Okumel terdapat 35 (64,8%) responden mengalami batorauma sinus, terdapat 14 (26%) responden yang mengalami barotrauma masker, terdapat 18 (33,3%) responden mengalami barotrauma paru-paru, terdapat 51 (94,4%) responden mengalami barotrauma rongga telinga. Selain itu, terdapat 22 (40,7%) responden mengalami keracunan pernapasan, serta terdapat 54 (100%) responden yang mengalami penyakit dekompresi. Saran dalam penelitian ini diharapkan nelayan penyelam melakukan ekualisasi dengan benar dan tidak naik ke permukaan air dengan cepat dan menahan napas, melakukan perawatan, kalibrasi kompresor, menggunakan filter dan oli nabati, dan mempelajari tabel dekompresi yang terstandar serta diharapkan pada petugas kesehatan dan instansi terkait agar dapat mengintervensi penyakit penyelaman dan memberikan edukasi tentang penyelaman yang aman. Selain itu diharapkan kepada pihak Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan agar memperhatikan kesehatan nelayan penyelam dan memberikan edukasi tentang penyelaman yang aman.  Diving disorder isone of the Occupational Diseases (OBD) caused by work routines and the work environment and tools used. The number of health problems such as cramps in the limbs, headaches, dizziness, ringing in the ears, pain in the bones and joints, pain in the chest and shortness of breath, etc. and the use of inadequate tools, so research was conducted on diving disorder. The purpose of this study was to determine the description of diving disorder (diving-induced disease) in fishermen divers in Okumel Village, Liang District, Banggai Kepuluan Regency. This study used descriptive quantitative research with a sample size of 54 respondents. The data collection instrument used a questionnaire and the data analysis method was carried out using the SPSS application. The results of this study indicate that in Okumel Village, 35 (64.8%) respondents experienced sinus barotrauma, 14 (26%) respondents experienced mask barotrauma, 18 (33.3%) respondents experienced lung barotrauma, 51 (94.4%) respondents experienced ear cavity barotrauma. In addition, 22 (40.7%) respondents experienced respiratory poisoning, and 54 (100%) respondents experienced decompression sickness. Suggestions in this study are expected that fishermen divers do equalization correctly and do not rise to the surface of the water quickly and hold their breath, carry out maintenance, calibrate compressors, use filters and vegetable oil, and learn standardized decompression tables and are expected to health workers and related agencies to be able to intervene in diving diseases and provide education about safe diving. In addition, it is hoped that the local health center and health department will pay attention to the health of fishermen divers and provide education about safe diving.  
Hubungan Karakteristik Pekerja terhadap Kepatuhan Melaksanakan Standar Keselamatan Prosedur Kerja pada TKBM di Pelabuhan Tangkiang: The Relationship of Worker Characteristics with Compliance in Implementing Safety Standards Work Procedures by Stevedoring Workers at Tangkiang Port Fatmi Mutia Aisya; Muhammad Syahrir; Marselina Sattu
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.198

Abstract

Standar keselamatan prosedur kerja merupakan pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja. Standar keselamatan prosedur kerja dalam pekerjaan bongkar muat yang harus dipatuhi agar aman dan selamat terhindar dari kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja, hal ini dicapai dengan melakukan pekerjaan sesuai prosedur kerja dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, pendidikan, masa kerja dan pengetahuan K3 pekerja terhadap kepatuhan dalam melaksanakan standar keselamatan prosedur kerja. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Penghitungan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Lameshow didapatkan sampel sebanyak 128 orang dari total populasi 192 orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square test dan uji alternatif fisher’s exact test. Pengolahan dan penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi disertai narasi. Hasil penelitian: Usia merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan standar keselamatan prosedur kerja, hasil uji statistik diperoleh p=0,014 < 0,05; Pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan standar keselamatan prosedur kerja, hasil uji statistik diperoleh p=0,004 < 0,05; Masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan standar keselamatan prosedur kerja, hasil uji statistik diperoleh p=<0,001 < 0,05; Pengetahuan K3 bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan standar keselamatan prosedur kerja, hasil uji statistik diperoleh p=0,106 > 0,05. Dalam hirarki pengendalian risiko K3 permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan subtitusi alat berupa penambahan tangga atau man lifting crane, selain itu pelatihan pada TKBM terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perlu dilakukan yang diharapkan dapat mengubah pandangan pekerja terkait K3. Safety standards for work procedures is a safeguards to create safety work. Safety standards for work procedures in stevedoring work must be obeyed in order to be safe, safe from work accidents and occupational diseases, which can be achieved by carrying out work according to work procedures by paying attention to work safety aspect. The purpose of this study is to determine the relationship between worker characteristics (include: age, education, working period and occupational safety and health (OSH) knowledge of workers) with compliance in implementing safety standards for work procedures. This type of research is analytical with a cross sectional approach. The sample calculation in this study using the Lameshow formula obtained 128 people from total population of 192 stevedoring workers (TKBM). The sampling technique using simple random sampling. Data analysis using chi square test and fisher's exact test as alternative test. Processing and presenting data using frequency distribution tables with the explanation. The results of the study:  Age is one of the  factors that related to compliance in implementing work procedure safety standards, statistical test results obtained p = 0.014 < 0.05, education is one of the factors that related to compliance in implementing work procedure safety standards, statistical test result obtained p = 0.004 < 0.05;  Working period one of the factors that related to compliance in implementing work procedure safety standards, statistical test result obtained p = <0.001 < 0.05; OSH knowledge is not a factor related to compliance in implementing work procedure safety standards, the result obtained p = 0.167 > 0.05. In the occupational safety and health risk control hierarchy, existing problems can be solved by substitution of tools in the form of adding stairs or man lifting cranes, besides that occupational safety and health training for the workers needs to be held in expectation it can change the perception of the workers towards OSH.
Gambaran Kualitas Makanan Ditinjau dari Keberadaan E.Coli pada Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai: Overview of Food Quality Reviewed From the Presence of E.Coli in Kadompe Food Stalls in Luwuk City Banggai District Maria Kanan; Achmad Sugandi Lasidengki; Sandy Novryanto Sakati; Caca Sudarsa
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.208

Abstract

Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, dimana makanan berfungsi memberikan tenaga atau energi panas pada tubuh, membangun jaringan-jaringan tubuh yang baru, pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit, serta sebagai sumber bahan pengganti sel- sel tua yang usang dimakan usia. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kualitas makanan ditinjau dari keberadaan E. coli di Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriftif dengan analisa laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada warung makan kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium FKM Untika Luwuk. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis makanan dari menu makanan di warung makan kadompe di pesisir pantai Maahas Kota Luwuk dan sampel adalah Sebagian dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dua jenis makanan yaitu ikan bakar dan sayur kangkung pada setiap warung makan yang diteliti semuanya tidak mengandung E. coli. dengan demikian dapat disimpulkan bahwah kualitas makanan secara bakteriologis pada Warung Makan Kadompe di Kota Luwuk Kabupaten Banggai memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No.1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang persyaratan hygiene sanitasi rumah makan dan restoran, yang menjelaskan E. coli pada makanan harus 0 per gram contoh makanan. Berdasarkan hal itu diharapkan kepada pemilik warung makan agar tetap menjaga hygiene sanitasi warung makan agar supaya makanan tetap aman dan baik untuk di konsumsi.  Food is a very important thing in human life, where food functions to provide energy or heat energy to the body, build new body tissues, regulate and protect the body against disease, and as a source of replacement material for old cells that are worn out. age. Safe food is food that is not contaminated, does not contain microorganisms or bacteria and dangerous chemicals, has been processed in the correct manner so that its properties and nutrients are not damaged. This research aims to obtain an overview of food quality in terms of the presence of E.coli at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency. This type of research is descriptive with laboratory analysis. The research was carried out at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency, and sample examination was carried out at the FKM UNTIKA LUWUK laboratory. The population in this study was all types of food from the food menu at Kadompe food stalls on the coast of Maahas, Luwuk City and the sample was a portion of the population. The results of the research showed that the two types of food, namely grilled fish and kale, at each food stall studied did not contain E.coli. Thus it can be concluded that the bacteriological quality of food at the Kadompe Food Stall in Luwuk City, Banggai Regency meets the requirements in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Decree No. 1098/Menkes/SK/VII/2003 concerning sanitation hygiene requirements for restaurants and restaurants, which explains E. coli in food must be 0 per gram of food sample. Based on this, it is hoped that food stall owners will maintain the sanitary hygiene of food stalls so that the food remains safe and good for consumption.  
Gambaran Hipertensi, Obesitas, Diabetes, Asam Urat, Lama Hemodialisis pada Penderita Gagal Ginjal di RSUD Kabupaten Banggai : Description of Hypertension, Obesity, Diabetes, Gout, Duration of Hemodialysis in Kidney Failure Patients at Banggai District Hospital Nabila Utami; Erni Yusnita Lalusu; Yustianty Monoarfa; Anang Samudera Otoluwa; Lisa Handayani
Buletin Kesehatan MAHASISWA Vol. 2 No. 1 (2023): Buletin Kesehatan MAHASISWA Volume 2 Nomor 1 September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i1.212

Abstract

Data World Health Organization (WHO) dalam Ratnawati (2014), secara global lebih dari 500 juta orang mengalami gagal ginjal artinya, sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hidup bergantung pada terapi pengganti ginjal atau hemodialisis (HD), dengan insidensi sebesar 8 % dan terus bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data yang di dapatkan bahwa penderita gagal ginjal pada tahun 2023 terdapat 50 orang (Profil RSUD Luwuk, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Hipertensi, Obesitas, Diabetes, Asam Urat, Lama Hemodialisis pada Penderita Gagal Ginjal di RSUD Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan penelitian survey deskriptif, dengan jumlah sampel 50. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan data primer . Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki – laki yaitu sebanyak 50% dan perempuan sebanyak 50%. golongan umur 19 – 44 tahun sebanyak 28%, 45 – 59 tahun sebanyak 42%, dan 60 – 74 tahun sebanyak 30%. Yang memiliki penyakit hipertensi yaitu sebanyak 84 %. Obesitas sebanyak 6 %. Diabetes yaitu sebanyak 6 %. Asam urat yaitu sebanyak 42%. Lama hemodialilis <12 bulan sebanyak 22 %, 1 - 5 tahun sebanyak 70%, dan >5 tahun sebanyak 8%. Bagi penderita gagal ginjal sebaiknya mengendalikan penyakit gagal ginjal agar tidak semakin parah dengan rutin melakukan pemeriksaan dan cuci darah. Data from the World Health Organization (WHO) in Ratnawati (2014), globally more than 500 million people experience kidney failure, meaning that around 1.5 million people have to live their lives depending on kidney replacement therapy or hemodialysis (HD), with an incidence of 8%. and continues to increase every year. Based on the data obtained, there will be 50 people suffering from kidney failure in 2023 (Luwuk Regional Hospital Profile, 2023). This study aims to determine the features of hypertension, obesity, diabetes, gout, duration of hemodialysis in kidney failure sufferers at Banggai District Hospital. This type of research uses descriptive survey research, with a sample size of 50. Sampling in this research uses primary data. The data analysis used is univariate analysis. The results of this research show that the respondents were 50% male and 50% female. age group 19 – 44 years as much as 28%, 45 – 59 years as much as 42%, and 60 – 74 years as much as 30%. Those who have hypertension are as many as 84%. Obesity is 6%. Diabetes is as much as 6%. Uric acid is as much as 42%. The duration of hemodialysis was <12 months as much as 22%, 1 - 5 years as much as 70%, and >5 years as much as 8%. For people suffering from kidney failure, it is best to control kidney failure so that it does not get worse by carrying out regular examinations and dialysis.
Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Ruang Perawatan Puskesmas Kampung Baru : Overview Of The Implementation Of Occupational Safety And Health In Health Services Facilities In The Treatment Rooms Of The Kampung Baru Puskesmas Irfandi; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Tongko, Mirawati; Lalusu, Erni Yusnita; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto; Monoarfa, Yustiyanty
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.261

Abstract

Kegiatan K3 di fasyankes dilaksanakan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia fasyankes, pasien, pendamping pasien, pengunjung, serta masyarakat di sekitar dari gangguan kesehatan dan pengaruh buruk yang diakibatkan dari pekerjaan, lingkungan, dan aktivitas kerja.Upaya kesehatan kerja ditujukan agar melindungi pekerja untuk hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk akibat pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di Puskesmas Kampung Baru. Jenis penlitian adalah Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kampung Baru yaitu sebanyak 81 Tenaga Kerja. Dengan teknik sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner, Lembar Observasih, wawancara dan dokumentasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan Metode analisis data mengunakan SPSS, sedangkan analisis data yang diguanakan yaitu secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program-program K3 yang telah diterapkan di Puskesmas Simpong seperti program Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian resiko k3 semuanya pada kriteria kurang baik 49 orang (100%), Penerapan Kewaspadaan Standar semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Sarana dan Prasarana semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Peralatan Medis semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Kesiapsiagaan Menghadapi Kondisi Darurat atau Bencana Termasuk Kebakaran semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pengelolaan Limbah Domestik semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Penerapan Prinsip Ergonomi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemeriksaan Kesehatan Berkalah semuanya kriteria Baik 49 orang (100%), Pemberian Imunisasi semuanya kriteria Baik 49 orang (100%) dan Pembudayaan PHBS semuanya kriteria Baik 49 orang (100%). Di harapkan pada petugas kesehatan untuk menerapkan program-program k3 yang terdapat pada Permenkes No 52 Tahun 2018 dimana dalam peraturan tersebut menjelaskan bahwasanya setiap fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menyelenggarakan standar K3.
Gambaran Kualitas Penampungan Air Dan Kondisi Keberadaan Larva Aedes Sp Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong: Description of the Quality of Water Storage and the Condition of the Existence of Aedes Sp Larvae in the Simpong Community Health Center Working Area Lasompo, Nurul Fadillah; Kanan, Maria; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.262

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui perantaraan gigitan nyamuk Aedes sp dan Aedes albopictus. Puskesmas Simpong merupakan salah satu Puskesmas yang wilayahnya endemis DBD. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan keberadaan larva Aedes sp di wilayah kerja Puskesmas Simpong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Simpong sebanyak 5135 rumah, penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow dengan jumlah sampel sebanyak 357. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023.Hasil penelitian ini diperoleh indeks keberadaan larva Aedes sp di wilayah kerja Puskesmas Simpong tergolong tidak padat dengan nilai density figure ≤5. Keberadaa larva pada Wadah yang terbuat dari bahan semen keberadaan larvanya paling tinggi, yaitu 28,85, keberadaan larva berdasarkan bentuk wadah paling tinggi berbentuk persegi panjang yaitu 32,27%, Keberadaan larva paling tinggi ditemukan pada wadah air yang berwarna gelap yaitu 17,8%, berdasarkan pH air, dan kelembaban seluruhnya berada pada kondisi yang sesuai dengan perkembangbiakan nyamuk Aedes sp. Melalui penelitian ini diharapkan kepada masyarakat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes sp secara rutin melakukan 3 M, tidak menggunakan wadah air terbuat dari semen, tidak berwarna gelap serta diharpkan tidak menggunakan wadah air berbentuk persegi panjang. Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by the dengue virus through the bite of Aedes sp and Aedes albopictus mosquitoes. Simpong Community Health Center is one of the community health centers in an area where dengue fever is endemic. The aim of this research is to describe the presence of Aedes sp larvae in the work area of the Simpong Community Health Center. This type of research is descriptive. The population in this study was all houses in the Simpong Community Health Center working area, totaling 5135 houses, the sample was determined using the Lemeshow formula with a sample size of 357. This research was carried out in July 2023. The results of this research obtained that the index of the presence of Aedes sp larvae in the Simpong Community Health Center working area was classified as not dense with a density figure value ≤5. The presence of larvae in containers made of cement was the highest, namely 28.85, the presence of larvae based on the shape of the container was rectangular, namely 32.27%, the highest presence of larvae was found in dark colored water containers, namely 17.8 %, based on water pH and humidity, all are in conditions suitable for the breeding of Aedes sp mosquitoes. Through this research, it is hoped that the public will prevent the breeding of Aedes sp mosquitoes by routinely doing 3 M, not using water containers made of cement, not dark in color and it is hoped that they will not use rectangular water containers.