cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
lemassehat@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
lemassehat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol, No. 101, Kelurahan Bungi, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kode Post 94712
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Buletin Kesehatan MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 29647630     DOI : https://doi.org/10.51888/jpmeo
Core Subject : Health,
Buletin Kesehatan MAHASISWA adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan.
Articles 56 Documents
Pola pemberian MP-ASI pada baduta gizi kurang di wilayah Puskesmas Patukuki Kecamatan Peling Tengah Tahun 2024: Pattern of Providing MP-ASI to Malnourished Toddlers in The Patukuki Community Health Center Area, Peling Tengah Sub-District in 2024 Saleng, Eva Febriani; Ramli; Muhammad Syahrir
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i1.270

Abstract

Memberikan makan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun adalah salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi haknya. Berdasarkan data (Riskesdas 2018), sebanyak 17,7%, anak usia di bawah lima tahun (balita) masih mengalami masalah gizi terdiri dari gizi buruk 3,9% dan gizi kurang 13,8% (kemenkes 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemberian MP-ASI terhadap jenis, bentuk, frekuensi dan variasi pada baduta gizi kurang di kecamatan peling tengah. Penelitian yang dilakukan adalah survey deskriptif yang bertujuan untuk melihat Pola Pemberian MP-ASI pada baduta gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Patukuki. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia dua tahun gizi kurang pada bulan juni tahun 2024 yang berjumlah 20. Penyajian data dilakukan setelah data diolah dan dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi disertai narasi untuk menarik kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 12 baduta (60%) di berikan MP-ASI buatan sendiri, 2 baduta (10%) diberikan MP-ASI pabrikan, dan 6 baduta (30%) diberikan MP-ASI campuran. Sebanyak 19 baduta (95%) diberikan MP-ASI bervariasi, 1 baduta (5%) diberikan MP-ASI yang tidak bervariasi. sebanyak, 20 baduta (100%) diberikan MP-ASI mudah di dapatkan dan terjangkau. Sebanyak 3 baduta (100%) diberikan makanan lumat pada usia 6 – 8 bulan. Sebanyak 7 baduta (100%) di berikan makanan lunak usia 9 – 11 bulan. Sebanyak 10 baduta (100%) di berikan makanan padat usia 12-23 bulan. Sebanyak 3 baduta (100%) di berikan MP-ASI usia 6-8 bulan sebanyak 2-3 kali sehari, usia 9-11 bulan sebanyak 3-4 kali sehari 7 baduta (100%). Sedangkan usia 12-23 bulan sebanyak 3-4 kali sehari 10 baduta (100%). 20 baduta (100%) diberikan MP–ASI dengan Hygiene yang baik dan, tepat waktu. Di simpulkan bahwa pola pemberian MP-ASI pada baduta gizi kurang ada yang belum tepat dan ada yang mendekati ketepatan dan semuanya di sebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Saran perlunya dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat dalam penyiapan MP – ASI Lokal yang bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi baduta. Providing good food from birth to two years of age is one of the basic efforts to ensure the achievement of quality growth and development while fulfilling their rights. Based on data (Riskesdas 2018), as many as 17.7% of children under five years of age (toddlers) still experience nutritional problems consisting of 3.9% malnutrition and 13.8% malnutrition (Ministry of Health 2018). The aim of this research is to determine the pattern of giving MP-ASI in terms of type, form, frequency and variation in undernourished children in Peling Tengah sub-district. The research carried out was a descriptive survey which aimed to see the pattern of giving MP-ASI to malnourished children in the Patukuki Community Health Center working area. The population in this study was all 20 undernourished two year old babies in June 2024. Data presentation was carried out after the data had been processed and analyzed and then presented in the form of a frequency distribution accompanied by a narrative to draw conclusions. The results of this research showed that 12 toddlers (60%) were given homemade MP-ASI, 2 toddlers (10%) were given manufactured MP-ASI, and 6 toddlers (30%) were given mixed MP-ASI. A total of 19 toddlers (95%) were given varied MP-ASI, 1 toddler (5%) was given non-varying MP-ASI. A total of 20 toddlers (100%) were given MP-ASI which was easy to get and affordable. A total of 3 toddlers (100%) were given crushed food at the age of 6 - 8 months. A total of 7 toddlers (100%) were given soft food aged 9 - 11 months. A total of 10 toddlers (100%) were given solid food aged 12-23 months. A total of 3 toddlers (100%) were given MP-ASI aged 6-8 months 2-3 times a day, aged 9-11 months 3-4 times a day 7 toddlers (100%). Meanwhile, aged 12-23 months 3-4 times a day 10 toddlers (100%). 20 toddlers (100%) were given MP-ASI with good hygiene and on time. It was concluded that the pattern of giving MP-ASI to malnourished young women was not appropriate and some were close to accurate and all of this was caused by different knowledge and experience. Suggestions for community empowerment efforts need to be made in preparing local MP-ASI which is varied and meets the nutritional needs of toddlers.
Gambaran Penanganan Sampah dan Kepadatan Lalat di Pasar Pagimana : Overview of Waste Handling and Fly Density in Pagimana Market Muhammad Irzandi Arifai; Kanan, Maria; Sakati, Sandy Novriyanto; Otoluwa, Anang Samudera; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.266

Abstract

Sampah saat ini menjadi masalah penting bagi tatanan kebijakan Nasional dan daerah di Indonesia. Keberadaan sampah dapat memberikan pengaruh Kesehatan bagi masyarakat karena sampah merupakan sarana dan sumber penularan penyakit. Pengaruh sampah terhadap Kesehatan secara tidak langsung dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam sampah salah satunya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penangan sampah mulai dari gambaran penanganan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan kepadatan lalat di Pasar Pagimana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah 51 sampel, dibagi menjadi pedagang ikan 26 sampel, pedagang sayur 13 sampel, dan pedagang asongan 12. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa proses pemilahan sampah dari 25 sampel tidak dilakukan, wadah sampah meski kedap air, namun tidak tertutup. Proses pengumpulan sampah sebanyak 26 pedagang (50,98%) dikumpulkan sendiri dan dibawa pulang untuk  diolah. Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari jumat dari pasar ke TPA. Kepadatan lalat di Pasar Pagimana yaitu tinggi dengan nilai 31 (60,78%) rendah sebanyak 20 (39,22%). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan para pedagang sebaiknya melakukan pemilahan sampah, meyediakan wadah sampah tertutup, lalu proses pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan sekali setiap hari, serta memperhatikan lokasi berdagang khususnya pedagang ikan yang basah dan mengundang datangnya lalat.  Waste is currently an important problem for national and regional policies in Indonesia. The presence of waste can have a health impact on the community because waste is a means and source of disease transmission. The indirect effect of waste on health can be vector-borne diseases that breed in the waste, one of which is flies. This research aims to obtain an overview of waste handlers starting from descriptions of waste handling, waste collection, waste transportation and fly density at Pagimana Market. The method used in this research is descriptive, with a total of 51 samples, divided into 26 fish traders, 13 samples of vegetable traders, and 12 hawkers. The results of the research showed that the process of sorting waste from 25 samples was not carried out, although the waste containers were watertight, they were not closed. In the waste collection process, 26 traders (50.98%) collected it themselves and took it home to be processed. Waste transportation is carried out every Friday from the market to the landfill. The density of flies at Pagimana Market was high with a value of 31 (60.78%) and low at 20 (39.22%). Based on these results, it is hoped that traders should sort waste, provide closed waste containers, then the process of transporting waste should be carried out once every day, and pay attention to trading locations, especially fish traders, that are wet and attract flies.
Hubungan Asupan Gizi dengan Kejadian Wasting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toili 1: The Relationship Between Nutritional Intake and the Incidince of Wasting in Children Under Five in the Toili 1 Health Center Working Area Mustika, Lulu; Kanan, Maria; Syahrir, Muhammad
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.274

Abstract

Asupan zat gizi merupakan jumlah zat gizi yang masuk melalui konsumsi makanan sehari – hari untuk memperoleh energi guna melakukan kegiatan fisik sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan gizi dengan kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toili I. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Toili I dengan jumlah populasi 1357 orang dan sampel 115 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proporsional Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Kuisioner Food Recall 24 jam yang kemudian dianalisis menggunakan program nutrisurvey dan analisis Univariat serta Bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan Asupan Energi Sesuai pada kelompok balita Tidak Wasting dan Wasting sebanyak 42 orang, dan yang Tidak Sesuai sebanyak 73 orang. Asupan Karbohidrat Sesuai pada kelompok balita tidak Wasting dan Wasting sebanyak 30 orang, dan yang tidak Sesuai sebanyak 85 orang. Asupan Protein Sesuai pada kelompok balita Tidak Wasting dan Wasting sebanyak 98 orang, dan yang Tidak Sesuai sebanyak 17 orang. Asupan lemak sesuai pada kelompok balita tidak Wasting dan Wasting sebanyak 41 orang, dan yang tidak sesuai sebanyak 74 orang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Asupan Energi, Asupan Karbohidrat, dan Asupan Lemak dengan kejadian Wasting pada Balita dengan nilai signifikan (p-0,00, p-0,00, p-0,00). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Asupan Protein dengan kejadian Wasting pada Balita dengan nilai signifikan (p-0,648). Saran pada penelitian selanjutnya yaitu alangkah lebih baik lagi jika menggunakan sumber data primer agar mendapatkan hasil lebih berkembang lagi dan penelitian selanjutnya mencoba untuk meneliti zat gizi mikro dengan wasting.  Nutrient intake is the amount of nutrients that enter through daily food consumption to obtain energy to carry out daily physical activities. This study aims to analyze the relationship between nutritional intake and the incidence of wasting in toddlers in the Toili I Community Health Center working area. The type of research used is Observational Analytical research with a Cross Sectional approach. The research population was all toddlers in the Toili I Community Health Center working area with a population of 1357 people and a sample of 115 people. The sampling technique used in this research is Proportional Random Sampling. The research instrument used was the 24-hour Food Recall Questionnaire which was then analyzed using the nutrisurvey program and Univariate and Bivariate analysis. The results of this study showed that the Appropriate Energy Intake in the Non-Wasting and Wasting toddler group was 42 people, and 73 people were Not Appropriate. Appropriate Carbohydrate Intake in the Not Wasting and Wasting toddler group was 30 people, and 85 people were Not Appropriate. Protein intake was appropriate for the Not Wasting and Wasting toddler group, 98 people, and 17 people who were not suitable. Appropriate Fat Intake in the Not Wasting and Wasting toddler group was 41 people, and 74 people were Not Appropriate. This shows that there is a significant relationship between the variables Energy Intake, Carbohydrate Intake and Fat Intake and the incidence of wasting in toddlers with significant values ​​(p-0.00, p-0.00, p-0.00). There is no significant relationship between the protein intake variable and the incidence of wasting in toddlers with a significant value (p-0.648). Suggestions for future research are that it would be better to use primary data sources to get more developed results and for future research to try to examine micronutrients with wasting.
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tenaga Kerja pada Ketinggian di PT. Dinamika Energy Indonesia: Occupational Safety and Health Aspects of Workforce at Heights at PT. Indonesian Energy Dynamics Herawati, Herawati; Lalusu, Muh. Rafi Naufal; Lanyumba, Fitrianty S.
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.278

Abstract

Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) yaitu suatu upaya dalam mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang pada hakikatnya tidak bisa dipisahkan antara Keselamatan dengan Kesehatan. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kecelakan yang terbilang tinggi. Angka kecelakaan kerja di Indonesia yang terus meningkay setiap tahunnya. faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja dari ketinggian di akibatkan karena kurangnya prosedur kerja yang tepat dalam pekerjaan yang akan dilakukan menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tenaga Kerja Pada Ketinggian di PT. Dinamika Energy Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang disesuaikan dengan pedoman PERMENAKER No. 09 Tahun 2016 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Pekerjaan Pada Ketinggian. Populasi dan sampel penelitian ini adalah tenaga kerja Bangunan Tinggi di PT. Dinamika Energy Indonesia sebanyak 35 orang dan analisis data menggunakan analisis univariat untuk menganalisis variabel yang ada secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebanyak 35 orang (100%) responden menyatakan proses perencanaan TKPK dengan kriteria baik. Sedangkan, prosedur Kerja diperoleh data bahwa sebanyak 30 orang (85,7%) responden menyatakan kriteria kurang baik dan sebanyak 5 orang (14,3%) responden menyatakan kriteria baik. Teknik bekerja aman diperoleh data bahwa sebanyak 28 orang (80%) responden menyatakan kriteria kurang baik dan sebanyak 7 orang (20%) responden menyatakan kriteria baik. Alat pelindung diri diperoleh data bahwa sebanyak 28 orang (80%) responden menyatakan kriteria baik dan sebanyak 7 orang (20%) responden menyatakan kriteria kurang baik. Tenaga Kerja Pada Ketinggian diperoleh data bahwa sebanyak 27 orang (77%) responden menyatakan  kriteria baik dan sebanyak 8 orang (23%) responden menyatakan kriteria kurang baik. Dengan demikian variabel prosedur kerja masih memiliki kriteria kurang baik, teknik bekerja aman masih memiliki kriteria kurang baik, alat pelindung diri masih memiliki kriteria kurang baik, dan tenaga kerja masih memiliki kriteria kurang baik maka diperoleh hasil bahwa gambaran aspek K3 pada tenaga kerja di PT. Dinamik Energy Indonesia masih memiliki kriteria kurang baik. Occupational Health Safety (K3) is an effort to reduce the risk of accidents and work-related diseases which essentially cannot be separated between safety and health. Indonesia is a country that has a relatively high accident rate. The number of work accidents in Indonesia continues to increase every year. The factors that cause work accidents from height are due to the lack of proper work procedures in the work to be carried out which is the main cause of work accidents. The purpose of this research is to determine the description of occupational safety and health aspects for workers at height at PT. Indonesian Energy Dynamics. This type of research is descriptive research, which is adapted to the PERMENAKER guidelines no. 09 of 2016 concerning Occupational Safety and Health in Work at Height. The population and sample of this research are high-rise building workers at PT. Dinamika Energy Indonesia as many as 35 people and data analysis used univariate analysis to analyze existing variables descriptively. Based on the research results, data was obtained that as many as 35 people (100%) of respondents stated that the TKPK planning process met good criteria. Meanwhile, data was obtained from work procedures that as many as 30 people (85.7%) of respondents stated that the criteria were not good and as many as 5 people (14.3%) of respondents stated that the criteria were good. Data obtained from safe working techniques showed that as many as 28 people (80%) of respondents stated that the criteria were not good and as many as 7 people (20%) of respondents stated that the criteria were good. Personal protective equipment data showed that as many as 28 people (80%) of respondents stated that the criteria were good and as many as 7 people (20%) of respondents stated that the criteria were not good. Data obtained from Workers at Height shows that 27 people (77%) of respondents stated that the criteria were good and 8 people (23%) of respondents stated that the criteria were not good. Thus, the work procedure variable still has poor criteria, safe work techniques still have poor criteria, personal protective equipment still has poor criteria, and the workforce still has poor criteria, so the results obtained are that the description of the K3 aspects of the workforce at PT. Dinamik Energy Indonesia still has poor criteria.
Gambaran Sanitasi Lingkungan Desa Tongkonunuk Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Tahun 2024: Overview of Environmental Sanitation in Tongkonunuk Village, Pagimana District, Banggai Regency in 2024 Ekaputri, Risky; Brata, Prabowo; Amelia, Riski
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.295

Abstract

Lingkungan mempunyai pengaruh serta kepentingan yang relatif besar dalam hal peranannya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Hal ini telah dibuktikan WHO dengan penyelidikan- penyelidikan di seluruh dunia dimana didapatkan hasil bahwa angka kematian (mortality), angka perbandingan orang sakit (morbidity) yang tinggi dan sering terjadi epidemi, terdapat di tempat-tempat dimana higyene dan sanitasinya buruk. Sedangkan di tempat-tempat dimana hygiene dan sanitasinya baik, mortality dan morbidity menurun dan wabah berkurang dengan sendirinya Sanitasi adalah keadaan atau kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan terutama mengenai kotoran manusia dan infeksi yang secara khusus berkaitan dengan drainase, pembuangan kotoran dan sampah dari rumah tangga, sanitasi mempunyai peranan penting dalam mewujudkan rumah sehat dan sebagai penunjang untuk mencegah berbagai penyakit yang berbasis lingkungan (Siregar Yuni, 2021). Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian observasional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan Total Populasi sebanyak 197 Rumah Penelitian ini menggunakan teknik simpel random sampling. hasil observasi di masyaralat desa tongkonunuk bahwa dari jumlah kepemilikan rumah diantaramya milik sendiri berjumlah 197 (89,1%) dan yang menumpang berjumlah 24 (10,9%). Selanjutnya Status kepemilikan Jamban diantaranya yang memiliki jamban berjumlah 190. (98,4%), Umum berjumlah 2(1%) dan Menumpang berjumlah 1(0,5%), Selanjutnya Status Kepemilikan Saluran Pembuangan Air Limbah diantaranya yang memiliki SPAL berjumlah 15 (7,6%), Penampungan tertutup di Pekarangan berjumlah 9 (4,5%), Penamoungan Terbuka di Pekarangan berjumlah 128 (65,0%), Penampungan di Luar Pekarangan berjumlah 4 (2,0%), Tanpa Penangmpungan (ditanah) berjumlah 41 (20,8%), Dan Sarana Pemnbuangan Sampah dalam Rumah diantaranya yang memiliki tempat sampah dalam rumah berjumlah 179 (90,9%) dan yang tidak memiliki tempat sampah dalam rumah berjumlah 18 (9,1%), pemerintah desa tongkonunuk untuk lebih memperhatikan sanitasi yang ada di lingkungannya untuk bisa di tambah dan di perbaiki misalnya sanitasi tempat pembuangan sampah untuk bisa membuat tempat sampah di setiap rumah dan pembuatan tempat sampah sementara (TPS), untuk masyarakat di harapkan lebih meningkatkan lagi pengetahuannya dari sisi perbaikan tempat pembuangan air limbah untuk dibuatkan saluran khusus dan memiliki penutup, dan kepada mahasiswan diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menghubungan atau pengaruh antar sanitasi lingkungan yang ada. The environment has a relatively large influence and importance in terms of its role as a factor that influences the level of public health. WHO has proven this with investigations throughout the world where the results showed that mortality rates, high rates of sick people (morbidity) and frequent epidemics occur in places where hygiene and sanitation are poor. Meanwhile, in places where hygiene and sanitation are good, mortality and morbidity decrease and outbreaks decrease automatically. Sanitation is a condition or condition that can affect health, especially regarding human waste and infections which are specifically related to drainage, disposal of waste and waste from households, Sanitation has an important role in creating a healthy home and as a support for preventing various environmental-based diseases (Siregar Yuni, 2021). The type of research used is descriptive observational research. The sample in this research uses a total population of 197 houses. This research uses techniques simpel random sampling. The results of observations in the Tongkonunuk village community showed that of the number of house owners, 197 (89.1%) were self-owned and 24 (10.9%) were renters. Furthermore, the ownership status of toilets is 190 (96.5%), general is 2 (1%) and boarding is 5 (2.5%), next is the ownership status of waste water drainage channels, namely 15 (15). 7.6%), closed shelters in the yard were 9 (4.5%), open shelters in the yard were 128 (65.0%), shelters outside the yard were 4 (2.0%), without shelter (on the ground) totaling 41 (20.8%), and facilities for disposing of waste in the house, including those who have trash cans in the house, numbered 179 (90.9%) and those who don't have trash cans in the house numbered 18 (9.1%), Tongkonunuk village government attention more to sanitation in the environment so that it can be added to and improved, for example sanitation of rubbish dumps to be able to make rubbish bins in every house and make temporary rubbish bins (TPS), it is hoped that the community will further increase their knowledge in terms of improving rubbish bins. waste water to be made into a special channel and have a cover, and students are expected to carry out further research into the relationship or influence between existing environmental sanitation. 
Keselamatan Transportasi Pada Pengendara Sepeda Motor yang Mengalami Kecelakan Lalu Lintas di Kota Luwuk: Overview of Transportation Safety for Motorcyckers who Experience Traffic Accidents in Luwuk City Tongko, Mirawati; Dwicahya, Bambang; Nursin, Widyah Purnama; Kanan, Maria; La Dee, Mustakim
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.301

Abstract

Kecelakaan lalu lintas jalan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar kepada korban, keluarga mereka,dan untuk negara secara keseluruhan. Kerugian ini timbul dari biaya pengobatan termasuk rehabilitasi dan penyelidikan insiden serta mengurangi/kehilangan produktivitas (misalnya upah) untuk mereka yang meninggal atau dinonaktifkan oleh cedera mereka, dan untuk anggota keluarga yang perlumen gambil waktu libur kerja atau sekolah untuk merawat yang terluka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran keselamatan transportasi pada pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder pada pengendara yang mengalami kecelakan lalu lints di Kota Luwuk, berdasarkan pelaporan dari Satlantas Polres Kabupaten Banggai tahun 2021 – 2022 sebanyak 135 kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Keselataman Trasnportasi dalam kategori kurang baik sejumlah 100 % dimana yang melakukan safety riding sebesar 26 orang(19,3%) dan yang unsafety riding sebesar 109 orang (80,7%), kepatuhan lalu lintas sejumlah 100 pengendara melanggar aturan lalu lintas. Diharapkan keapada seluruh masyarakat agar terus memperhatikan keselamatan transportasi untuk menghindari risiko keselakaan lalu lintas.  Road traffic accidents can cause considerable economic losses to victims, their families, and to the country as a whole. These losses arise from medical costs including rehabilitation and incident investigation as well as reduced/lost productivity (e.g. wages) for those who died or were disabled by their injuries, and for family members who needed to take time off work or school to care for the injured. The aim of this research is to determine the description of transportation safety for motorbike riders who experience traffic accidents in Luwuk City. The type of research used is descriptive research with data collection using secondary data on drivers who experienced traffic accidents in Luwuk City, based on reports from the Banggai Regency Police Traffic Unit for 2021 - 2022 totaling 135 cases. The results of this research show that transportation safety in the poor category is 100%, where 26 people do safe riding (19.3%) and 109 people do unsafety riding (80.7%), traffic compliance is 100 drivers breaking the rules. traffic. It is hoped that the entire community will continue to pay attention to transportation safety to avoid the risk of traffic accidents.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Tenaga Kerja Perusahaan Pertambangan di PT. Koninis Fajar Mineral di Kecamatan Bunta: Analysis Of Occupational Safety and Health Risk in Mining Company Workforce At Pt. Koninis Fajar Mineral in Bunta District Tongko, Mirawati; Herawati, Herawati; Badjuber, Magfira; Kanan, Maria; La Dee, Mustakim
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 2 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i2.302

Abstract

Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko terjadinya kecelakaan. Besarnya risiko yang terjadi tergantung dari jenis industri, teknologi serta upaya pengendalian risiko yang di lakukan.Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan pada perusahaan. Salah satu sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) yang berlaku global atau internasional adalah OHSAS 18001:2007. Biasanya di kenal dengan singkatan HIRARC. HAZARD Identification, Risk assessment dan Risk control (HIRARC) merupakan proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin ataupun non rutin dalam perusahaan, untuk selanjutnya di lakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada tenaga kerja perusahaan pertambangan di PT Koninis Fajar Mineral. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kerja bagian produksi pengupasan dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, total populasi dan Pengumpulan data berdasarkan data primer dan sekunder. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dilihat dari hasil penelitian Identifikasi bahaya pada pengupasan TOP SOIL, Overburden, dan ORE terdapat 21 potensial bahaya diantaranya 15 bahaya fisik, 3 bahaya biologi, 3 bahaya mekanik.Penilaian risiko pada pengupasan TOP High Risk dan tidak terdapat potensi risiko kategori Extreme Risk SOIL, Overburden, dan ORE terdapat 3 kategori Low Risk, 6 kategori Moderate Risk, 12 kategori high risk Pengendalian risiko pada pengupasan TOP SOIL, Overburden, dan ORE yaitu masih kurang baik karena pekerja belum melakukan pengendalian dengan baik oleh karena itu peneliti merekomendasikan pengendalian secara administratif, rekayasa teknik, dan alat pelindung diri.  Every workplace always has a risk of accidents. The magnitude of the risk that occursdepends on the type of industry, technology and the risk control efforts undertaken. Work- related accidents are accidents that occur due to work or while carrying out work at the company. One of the occupational safety and health (K3) management systems that applies globally is OHSAS 18001:2007. Usually known by the abbreviation HIRARC. HAZARD Identification, Risk assessment and Risk control (HIRARC) is the process of identifying hazards that can occur in routine or non-routine activities within a company, then carrying out a risk assessment of these hazards. This research aims to analyze occupational safety and health (K3) risks on mining company workers at PT Koninis Fajar Mineral. The type of research used in this research is descriptive observational research. The population in this research is workers in the stripping production section with a sample size of 50 people. The sampling technique used is the total population and data collection based on primary and secondary data. Data processing uses the SPSS program. Data analysis uses univariate analysis. Judging from the results of research on hazard identification in TOP SOIL, Overburden and ORE stripping, there are 21 potential hazards including 15 physical hazards, 3 biological hazards, 3 mechanical hazards. Risk assessment in TOP High Risk stripping and there are no potential risks in the Extreme Risk SOIL, Overburden category , and ORE there are 3 categories of Low Risk, 6 categories of Moderate Risk, 12 categories of high risk. Risk control in stripping TOP SOIL, Overburden, and ORE is still not good because workers have not carried out control properly, therefore researchers recommend administrative and engineering control. techniques and personal protective equipment.
Asupan Zat Besi Siswa Remaja Puteri Penderita Anemia Di SMA se-Kecematan Luwuk Selatan Tahun 2024: Iron Intake of Teenage Girls Suffering from Anemia in High Schools in South Luwuk District in 2024 Lalusu, Erni Yusnita; Lawaha, Siti Rahma; Syahrir, Muhammad; Anggo, Sulasmi
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.303

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Remaja Putri lebih berisiko mengalami anemia dari pada remaja putra. Berdasasarkan hasil Riskesdas, prevalensi remaja putri yang mengalami anemia tahun 2013 sebesar 18,40%, dan menjadi 32% tahun 2018. Di Kabupaten Banggai, prevalensi remaja putri yang mengalami anemia pada tahun 2023 sebesar 14,43 % (Dinkes Kab Banggai, 2023). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Asupan Zat Besi (Fe) Pada Remaja SMA penderita anemia di Kecamatan Luwuk Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian Survei Deskritif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi remaja putri di MAN 1 Banggai, SMK Komputer dan SMKN 2 Luwuk yang terdiagnosis anemia yaitu sebanyak 24 orang (Total sampling). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada remaja putri yang mengalami anemia paling banyak dengan asupan Fe (zat besi) yang kurang yaitu 23 orang (95,8%) dan tidak mengonsumsi tablet tambah darah sebesar (79,2%). Kesimpulan sebagian besar remaja putri penderita anemia di tingkat SMA adalah Kekurangan Zat Besi. Diharapkan agar para remaja putri lebih memperhatikan pola makan, terutama yang merupakan sumber zat besi.  Anemia is a condition where the number of red blood cells or the concentration of hemoglobin in them is lower than normal. Adolescent girls are more at risk of experiencing anemia than male adolescents. Based on the results of Riskesdas, the prevalence of adolescent girls experiencing anemia in 2013 was 18.40%, and became 32% in 2018. In Banggai Regency, the prevalence of adolescent girls experiencing anemia in 2023 was 14.43% (Banggai District Health Office, 2023). The aim of this study was to determine the description of iron (Fe) intake in high school teenage girls suffering from anemia in South Luwuk District. This research is a descriptive survey research. The population in this study were female teenage students at MAN 1 Banggai, Computer Vocational School and SMKN 2 Luwuk who were diagnosed with anemia, namely 24 people (Total sampling). The analysis used is univariate analysis. The results of this study showed that the majority of young women who experienced anemia had insufficient Fe (iron) intake, namely 23 people (95.8%) and did not consume blood supplement tablets (79.2%). The conclusion is that the majority of young women suffering from anemia at high school level are iron deficient. It is hoped that young women will pay more attention to their diet, especially which is a source of iron.
Tinjauan Sistematis Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kosntruksi: Systematic Review of Factors Related to the Behavior of Using Personal Protective Equipment (PPE) in Construction Workers mutiarahman, maudy; Andriyani, Andriyani; Srisantyorini, Triana
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.324

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, orang-orang yang bekerja untuk perusahaan jasa atau selama pelaksanaan proyek. Pekerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penggunaan APD menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan di lokasi kerja. Namun, masih ditemukan perilaku tidak aman terkait penggunaan APD yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian-penelitian terkait bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan APD pada pekerja konstruksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD secara benar dan konsisten. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang berfokus pada topik atau variabel yang ingin diteliti. Pada faktor manusia disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan keselamatan dan penggunaan APD di tempat kerja. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan perilaku penggunaan APD antara lain pengetahuan, sikap kerja, kenyamanan penggunaan APD, usia, masa kerja, pendidikan, dan ketersediaan APD di tempat kerja. Perilaku penggunaan APD pada pekerja konstruksi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi pengetahuan, sikap, usia, kenyamanan, dan dukungan manajemen. Untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, diperlukan edukasi yang berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai dan nyaman, serta pengawasan dan penegakan kebijakan keselamatan kerja secara konsisten. Saran kedepan semua tenaga kerja menggunakan alat pelinudung diri secara penuh. Perlu bagi perusahaan untuk memastikan bahwa pekerja diberi penghargaan karena memenuhi standar keselamatan, seperti menggunakan APD yang sesuai. Perusahaan juga harus memastikan bahwa lingkungan kerja memiliki pengawasan yang cukup dan standar untuk pekerja.  Occupational health and safety relates to health and safety in the workplace, people who work for service companies or during project implementation. Construction work has a high risk of work accidents. The use of personal protective equipment (PPE) is one of the important steps to protect workers from the dangers of accidents at the work site. However, unsafe behavior related to the use of PPE is still found which can increase the risk of accidents. Related studies aim to determine the description of PPE use behavior in construction workers and identify factors that influence worker compliance in using PPE correctly and consistently. This study uses the literature review method which focuses on the topic or variable to be studied. In human factors caused by lack of awareness of safety and use of PPE in the workplace. Factors that are significantly related to the behavior of using PPE include knowledge, work attitude, comfort of using PPE, age, length of service, education, and availability of PPE in the workplace. The behavior of using PPE in construction workers is influenced by various factors including knowledge, attitude, age, comfort, and management support. To improve compliance with the use of PPE, ongoing education is needed, provision of adequate and comfortable PPE, and consistent supervision and enforcement of work safety policies. Future suggestions for all workers to use full personal protective equipment. It is necessary for companies to ensure that workers are rewarded for meeting safety standards, such as using appropriate PPE. Companies must also ensure that the work environment has sufficient supervision and standards for workers.
Pelatihan dan Pengawasan sebagai Upaya Meningkatkan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Menurunkan Tingkat Kecelakaan Kerja: Training and Supervision as an Effort to Improve Compliance with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) to Reduce the Level of Workplace Accidents Sasmitha, Muhammad Adithya; Andriyani, Andriyani; Srisantyorini, Triana
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v3i3.325

Abstract

Banyak sektor industri terus menghadapi kecelakaan kerja yang signifikan, yang sebagian besar disebabkan oleh perilaku berisiko dan ketidakpatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana penggunaan APD memengaruhi kejadian kecelakaan di tempat kerja. Dengan menggunakan metodologi literature review. kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji signifikansi statistik digunakan untuk analisis. Penggunaan APD konsisten mengurangi kecelakaan kerja hingga 40-60 persen, dengan helm safety menurunkan cedera kepala 85 persen dan sepatu safety mengurangi cedera kaki 67 persen. Pekerja berpengalaman lebih dari lima tahun menunjukkan kepatuhan 78 persen dibanding 52 persen pada pekerja baru, sementara lulusan SMA memiliki kepatuhan 73 persen versus 48 persen lulusan SD-SMP. Pekerja berpengetahuan K3 tinggi mencapai kepatuhan 82 persen, program edukasi meningkatkan penggunaan APD dari 45 menjadi 71 persen, dan inspeksi rutin meningkatkan kepatuhan dari 34 menjadi 68 persen. APD yang nyaman menghasilkan kepatuhan hingga 85 persen, sedangkan ketidaknyamanan menurunkan kepatuhan 23-35 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan APD dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, pengawasan, serta penyediaan APD yang ergonomis untuk mendorong budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.  Many industrial sectors continue to face significant workplace accidents, which are largely due to risky behaviors and non-compliance with the use of personal protective equipment (PPE). The purpose of this study was to assess how the use of PPE affects the incidence of workplace accidents. Using a literature review methodology. questionnaires were used to collect data, and statistical significance tests were used for analysis. The use of PPE consistently reduced workplace accidents by 40-60 percent, with safety helmets reducing head injuries by 85 percent and safety shoes reducing foot injuries by 67 percent. Workers with more than five years of experience showed 78 percent compliance compared to 52 percent for new workers, while high school graduates had 73 percent compliance versus 48 percent for elementary-junior high school graduates. Workers with high OHS knowledge achieved 82 percent compliance, educational programs increased PPE use from 45 to 71 percent, and routine inspections increased compliance from 34 to 68 percent. Comfortable PPE resulted in up to 85 percent compliance, while discomfort decreased compliance by 23-35 percent. These findings underscore the importance of PPE use in reducing the risk of workplace accidents. This study recommends improving training, supervision, and provision of ergonomic PPE to encourage a sustainable work safety culture.