cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
lemassehat@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
lemassehat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol, No. 101, Kelurahan Bungi, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kode Post 94712
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Buletin Kesehatan MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 29647630     DOI : https://doi.org/10.51888/jpmeo
Core Subject : Health,
Buletin Kesehatan MAHASISWA adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan.
Articles 56 Documents
Gambaran Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Mahasiswa di Universitas Tompotika Luwuk: Description of Risk Factors for Type 2 Diabetes Mellitus in Students at Tompotika University Luwuk Sattu, Marselina; Balebu, Dwi Wahyu; Dokoleng, Emitisi; Handayani, Lisa
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i3.246

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus menurut Laporan Riskesdas 2018 berdasarkan kelompok usia terbesar pada rentang usia 55-64 tahun dan 65-75 tahun, namun pada usia muda pun terdapat angka kejadian diabetes mellitus sebesar 2,0% usia 15-24 tahun. Hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan prevalensi DM di Indonesia dibandingkan hasil Riskesdas 2013 yaitu 1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada mahasiswa di Universitas Tompotika Luwuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Tompotika Luwuk yaitu sebanyak 1.906 dengan jumlah sampel 203 sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportional Random Sampling pada 7 fakultas di Universitas Tompotika Luwuk. Analisis data menggunakan analisis Univariat. Dilihat dari hasil penelitian terdapat Mahasiswa yang memiliki lingkar perut berisiko yaitu sebanyak 112 orang (55,2%) dan yang tidak berisiko yaitu sebanyak 91 orang (44,8%), Mahasiswa yang memiliki riwayat keluarga menderita DM Tipe 2 sebanyak 122 orang (60,1%), Mahasiswa yang merokok sebanyak 35 orang (17,3%), perokok berat 2 orang (1,0%), perokok sedang 6 orang (3,0%) dan perokok ringan 27 orang (14,3%) dan yang tidak merokok yaitu sebanyak 168 orang (82,7%), terdapat mahasiswa yang memiliki aktivitas berat sebanyak 26 orang (12,8%), aktivitas sedang sebanyak 138 orang (68,0%) dan aktivitas ringan sebanyak 39 orang (19,2%), mahasiswa yang mengkonsumsi alkohol sebanyak 20 orang (9,9%), dan mahasiswa yang sering mengkonsumsi makanan siap saji > 2 dalam seminggu sebanyak 170 orang (83,7%). Diharapkan kepada Universitas Tompotika Luwuk agar melakukan kerjasama bersama Instansi Kesehatan agar dilakukan kegiatan preventif seperti pemeriksaan kadar gula darah sejak dini dan penyuluhan terkait faktor risiko Diabetes Melitus Tipe 2. The prevalence of Diabetes Mellitus according to the 2018 Riskesdas Report is based on the largest age group in the age range 55-64 years and 65-75 years, but even at a young age there is an incidence of diabetes mellitus of 2.0% aged 15-24 years. This shows that there is an increase in the prevalence of DM in Indonesia compared to the 2013 Riskesdas results, namely 1.5%. This study aims to determine the risk factors for Type 2 Diabetes Mellitus in students at Tompotika Luwuk University. This type of research is descriptive research with a cross sectional approach. The population in this study were all active students at Tompotika Luwuk University, namely 1,906 with a total sample of 203 while the sampling technique in this study used the Proportional Random Sampling technique at 7 faculties at Tompotika Luwuk University. Data analysis used Univariate analysis. Judging from the results of the study, there were students who had a risky abdominal circumference, namely 112 people (55.2%) and those who were not at risk, namely 91 people (44.8%). Students who had a family history of suffering from Type 2 DM were 122 people (60 .1%), 35 students (17.3%) smoked, 2 heavy smokers (1.0%), 6 moderate smokers (3.0%) and 27 light smokers (14.3%) and those who did not smoke were 168 people (82.7%), there were students who had heavy activities as many as 26 people (12.8%), moderate activities as many as 138 people (68.0%) and light activities as many as 39 people (19 .2%), students who consumed alcohol were 20 people (9.9%), and students who often consumed ready-to-eat food > 2 a week were 170 people (83.7%). It is hoped that Tompotika Luwuk University will collaborate with Health Agencies to carry out preventive activities such as checking blood sugar levels from an early age and counseling related to risk factors for Type 2 Diabetes Mellitus.
Gambaran Standar Keselamatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk Doloan, Nusriani; Ramli, Ramli; Sudarsa, Caca; Ekaputri, Risky; Otoluwa, Anang Samudera; Syahrir, Muhammad
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i3.251

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja yang sarat dengan potensi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit merupakan bentuk upaya mengurangi risiko Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di rumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Standar K3RS di RSUD Luwuk. Jenis penelitian yaitu observasional deskriptif dengan jumlah sampel 263 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner dan metode analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa di RSUD Luwuk berdasarkan manajemen risiko K3RS responden yang diteliti menyatakan dilaksanakan sebesar 173 (65.8%) responden. Berdasarkan keamananan dan keselamatan RS yang menyatakan dilaksanakan sebesar 202 (76.8%) responden, berdasarkan pelayanan kesehatan kerja yang menyatakan dilaksanakan sebesar 156 (59.3) responden, berdasarkan pengelolaan B3 dari aspek K3 yang menyatakan dilaksanakan sebesar 201 (76.4%) responden, berdasarkan pencegahan dan penegndalian kebakaran yang menyatakan dilaksanakan sebesar 185 (70.3%) responden, berdasarkan pengelolaan prasarana RS dari aspek K3 yang menyatakan dilaksanakan sebesar 183 (69.6%) reponden, berdasarkan pengelolaan alat medis dari aspek K3 yang menyatatakan di laksanakan sebesar 170 (64.6%) responden, dan berdasarkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat atau bencana yang menyatakan dilaksanakan sebesar 160 (60.8%) responden. Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk untuk lebih meningkatkan pengetahuan SDM tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3),Bagi pihak Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk untuk lebih melengkapi sarana dan prasana K3. Hospitals are workplaces that are full of potential Occupational Safety and Health hazards. The implementation of Occupational Safety and Health standards in hospitals is a form of effort to reduce the risk of Occupational Accidents (ACC) and Occupational Diseases (PAK) in hospitals. The purpose of this study was to determine the description of K3RS Standards at Luwuk Hospital. This type of research is descriptive observational with a sample size of 263 respondents using random sampling technique. Data collection instruments used questionnaires and data analysis methods were carried out using the SPSS application. The results showed that at Luwuk Hospital based on K3RS risk management, the respondents studied stated that it was implemented by 173 (65.8%) respondents. Based on hospital security and safety which stated that it was implemented by 202 (76.8%) respondents, based on occupational health services which stated that it was implemented by 156 (59.3) respondents, based on the management of B3 from the K3 aspect which stated that it was implemented by 201 (76.4%) respondents, based on fire prevention and control which stated that it was implemented by 185 (70. 3%) of respondents, based on the management of hospital infrastructure from the K3 aspect which stated that it was carried out by 183 (69.6%) respondents, based on the management of medical devices from the K3 aspect which stated that it was carried out by 170 (64.6%) respondents, and based on preparedness for emergencies or disasters which stated that it was carried out.
Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan pada Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut : Occupational Safety and Health Standards at Luwuk Regional Hospital Tofan, Moh; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v2i3.253

Abstract

Peralatan makan yang tidak bersih akan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kuman, penyebaran penyakit dan keracunan makanan. Oleh karena itu, tingkat kebersihan peralatan makanan haruslah dijaga terus supaya terhindar dari kontaminasi kuman pathogen serta cemaran zat lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas peralatan makan berdasarkan angka lempeng total (ALT) dan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan di Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Kabupaten Banggai Laut Tahun 2022. Jenis Penelitian bersifat deskriptif dengan analisis Laboratorium. Pengambilan Sampel Usap Alat Makan menggunakan botol yang berisi fisiologis 0,85 %. Pemeriksaan Angka Lempeng Total menggunakan media Plate Count Agar (PCA), dan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli menggunakan EC medium. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan angka kuman terdapat 12 atau (100%) sampel peralatan makan tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 bahwa angka kuman pada peralatan makan harus 0 Koloni/cm2. Sedangkan pemeriksaan keberadaan Escherichia coli pada peralatan makan menunjukan bahwa 4 (33,3%) sampel tidak memenuhi syarat kesehatan dan 8 (66,6%) sampel memenuhi syarat kesehatan. Bagi Instansi terkait agar dapat memberikan edukasi dalam proses pencucian dan penyimpanan peralatan makan yang memenuhi syarat kesehatan pada pemilik Rumah Makan Pelabuhan Rakyat Banggai Laut. Unclean eating utensils play a role in the growth and development of germs, the spread of diseases, and food poisoning. Therefore, the cleanliness level of food utensils must be continuously maintained to avoid contamination with pathogenic germs and other pollutants. The research aims to obtain an overview of the quality of eating utensils based on the total plate count (TPC) and the presence of Escherichia coli in the eating utensils at the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut Regency in the year 2022. The study is descriptive with laboratory analysis. Sampling of Eating Utensil Swabs uses bottles containing 0.85% physiological saline. Total Plate Count examination uses Plate Count Agar (PCA) medium, and to detect the presence of Escherichia coli, EC medium is used. The study results indicate that in the germ count examination, 12 or (100%) of the eating utensil samples did not meet the health standards according to the Indonesian Minister of Health Regulation No. 1096/MENKES/Per/VI/2011 stating that the germ count on eating utensils should be 0 colonies/cm². Meanwhile, the examination for the presence of Escherichia coli in eating utensils showed that 4 (33.3%) samples did not meet health standards, and 8 (66.6%) samples met health standards. Relevant agencies should provide education on the process of washing and storing eating utensils that meet health standards to the owners of the Pelabuhan Rakyat Restaurant in Banggai Laut.
Daya Hambat Infusa Daun Dalundung (Clerodendrum fragrans) terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli: Inhibitory Power of Dalundung (Clerodendrum fragrans) Leaf Infusion on the Growth of Escherichia Coli Meliani, Harnum; Kanan, Maria; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.390

Abstract

Daun dalundung merupakan salah satu tanaman lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat Luwuk sebagai sayuran dan dipercaya memiliki khasiat obat tradisional. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa daun ini mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun dalundung terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, baik melalui metode difusi (sumuran) maupun metode dilusi (pengenceran bertingkat). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorium dengan empat variasi konsentrasi infusa daun dalundung (22%, 16,5%, 11%, dan 5,5%) serta dua kontrol, yaitu kontrol positif (amoksisilin) dan kontrol negatif (akuades steril). Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumuran untuk mengukur zona hambat pertumbuhan bakteri, sedangkan metode dilusi digunakan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menilai diameter zona hambat dan keberadaan pertumbuhan koloni pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun dalundung memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli pada seluruh konsentrasi uji, dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 16,5% sebesar 7,8 mm yang tergolong kategori sedang. Namun, uji dilusi menunjukkan bahwa tidak ada konsentrasi yang mencapai nilai KBM, sehingga efek antibakteri infusa daun dalundung bersifat bakteriostatik. Hasil ini menegaskan bahwa pelarut air hanya mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan tanin yang berperan dalam aktivitas penghambatan. Disarankan penelitian lanjutan menggunakan pelarut organik (etanol atau metanol), uji fitokimia kuantitatif, dan metode mikrodilusi spektrofotometri untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan potensi antibakteri yang optimal. Dalundung leaves are a local plant widely consumed by the Luwuk people as a vegetable and are believed to have traditional medicinal properties. Phytochemical analysis shows that these leaves contain various secondary metabolites such as flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, and essential oils that have the potential to act as natural antibacterials that can inhibit the growth of microorganisms. Based on this, this study aims to determine the antibacterial activity of dalundung leaf infusion on the growth of Escherichia coli in vitro, both through the diffusion method (well) and the dilution method (multiple dilutions). This study used a laboratory experimental design with four variations in the concentration of dalundung leaf infusion (22%, 16.5%, 11%, and 5.5%) and two controls, namely a positive control (amoxicillin) and a negative control (sterile aquadest). The inhibitory test was carried out using the well diffusion method to measure the inhibition zone of bacterial growth, while the dilution method was used to determine the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration. The observation data were analyzed descriptively quantitatively by assessing the diameter of the inhibition zone and the presence of colony growth in each treatment. The results showed that dalundung leaf infusion had antibacterial activity against E. coli at all test concentrations, with the highest inhibition zone at a concentration of 16.5% of 7.8 mm, which is classified as moderate. However, the dilution test showed that no concentration reached the MBC value, so the antibacterial effect of dalundung leaf infusion was bacteriostatic. These results confirm that the water solvent only extracts polar compounds such as flavonoids and tannins that play a role in inhibitory activity. Further research is recommended using organic solvents (Ethanol or Methanol), quantitative phytochemical tests, and spectrophotometric microdilution methods to obtain more accurate results and optimal antibacterial potential.
Gambaran Determinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di PT. Koninis Fajar Mineral: Description of Occupational Safety and Health Determinants for Employees at PT. Koninis Fajar Mineral Kiasan, Intan Permatasari; Sakati, Sandy Novriyanto; Dwicahya, Bambang; Tongko, Mirawati
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.391

Abstract

Industri pertambangan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan debu, bahan kimia, penggunaan alat berat, hingga kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, implementasi K3 yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja (Almansyah, 2023). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta sekitar 374 juta pekerja mengalami cedera non-fatal. Data Kementerian ESDM tahun 2021 mencatat 93 kecelakaan tambang dengan 11 korban meninggal, sedangkan di Kabupaten Banggai periode 2021–2024 di PT. Koninis terdapat 7–10 kasus kecelakaan kerja tiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Determinan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan Di PT. Koninis Fajar Mineral. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh tenaga kerja berjumlah 50 orang menggunakan teknik total sampling. Data diolah menggunakan SPSS. Analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas kerja dengan kriteria baik berjumlah 37 orang (74%) dan kurang baik berjumlah 13 orang (26%), beban kerja dengan kriteria baik berjumlah 8 orang (16%) dan kurang baik berjumlah 42 orang (84%), lingkungan kerja fisik berdasarkan pengukuran pencahayaan area workshop 86,8 lux dan area preparasi 294 lux termasuk dalam kategori unsafety, kebisingan pada area workshop 78,44 dBA area preparasi 80,17 dBA termasuk kategori safety adapun suhu lingkungan kerja 27℃ termasuk kategori safety. Kesimpulannya, gambaran determinan K3 pada karyawan PT. Koninis Fajar Mineral masih kurang baik. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kapasitas kerja, beban kerja, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.                   The mining industry has a high risk of occupational safety and health due to exposure to dust, chemicals, heavy equipment, and unsafe working conditions. Proper implementation of Occupational Safety and Health (OSH) can create a safe, healthy, and comfortable environment, thus improving worker productivity (Almansyah, 2023). According to the International Labour Organization (ILO), more than 2.78 million people die annually from work-related accidents and diseases, while about 374 million workers suffer non-fatal injuries. Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 reported 93 mining accidents with 11 deaths, while in Banggai Regency during 2021–2024, PT. Koninis recorded 7–10 accidents each year. This study aims to describe the determinants of OSH among employees at PT. Koninis Fajar Mineral. This descriptive study involved 50 workers using a total sampling technique. Data were processed with SPSS and analyzed univariately. The results showed that work capacity with good criteria was found in 37 workers (74%) and poor criteria in 13 workers (26%). Workload with good criteria was found in 8 workers (16%) and poor criteria in 42 workers (84%). Physical environment measurements showed lighting in the workshop at 86.8 lux and in preparation at 294 lux, categorized as unsafe; noise levels were 78.44 dBA in the workshop.
Unsafe Action pada Pekerja di PT Bone Perdana Konstruksi di Kecamatan Batui Selatan : Unsafe Action on Workers at PT Bone Perdana Konstruksi in Batui Selatan District Julianti, Ni Komang; Lanyumba, Fitrianty Sutadi; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.392

Abstract

Kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh unsafe action dan unsafe condition, yang masih sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman pekerja terhadap prinsip keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran unsafe action pada pekerja PT Bone Perdana Konstruksi di Kecamatan Batui Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain deskriptif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 pekerja bagian produksi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan perilaku unsafe action pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja bekerja dengan kriteria aman (safety) yaitu sebanyak 41 orang (97,6%), sedangkan 1 orang (2,4%) masih menunjukkan perilaku unsafe action. Perilaku berisiko yang masih ditemukan antara lain bekerja secara terburu-buru dan merokok di area kerja. Disimpulkan bahwa penerapan keselamatan kerja di PT Bone Perdana Konstruksi tergolong baik, namun perusahaan perlu meningkatkan pengawasan dan manajemen kerja guna meminimalkan potensi unsafe action yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.                   Workplace accidents are generally caused by unsafe actions and unsafe conditions, which still frequently occur due to workers' lack of knowledge and understanding of occupational safety principles. This study aims to determine the description of unsafe actions among workers at PT Bone Perdana Konstruksi in Batui Selatan District. The type of research used is observational with a descriptive design. The population and sample in this study amounted to 42 production workers, with a total sampling technique. Data analysis was conducted univariately to describe the behavior of unsafe actions of workers. The results showed that most workers worked with safe criteria, namely 41 people (97.6%), while 1 person (2.4%) still exhibited unsafe actions. Risky behaviors that were still found included working in a hurry and smoking in the work area. It was concluded that the implementation of occupational safety at PT Bone Perdana Konstruksi was classified as good, but the company needs to improve work supervision and management to minimize the potential for unsafe actions that can cause workplace accidents.
Gambaran Material Handling dan Personal Protective Equitpment dalam Pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Banggai Laut : Overview of Material Handling and Personal Protective Equipment in the Prevention of Work Accidents and Occupational Diseases Among Dock Workers at Banggai Laut Port Kaliki, Lidya; Dwicahya, Bambang; Sakati, Sandy Novriyanto
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.393

Abstract

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih menjadi masalah kesehatan yang sering dijumpai pada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan. Risiko ini meningkat akibat dominasi penggunaan manual handling serta rendahnya penerapan Personal Protective Equipment (PPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran material handling dan penggunaan PPE dalam pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh TKBM di Pelabuhan Banggai Laut berjumlah 173 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi berupa kuesioner, kemudian diolah dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih melakukan manual handling (73,4%), sedangkan yang menggunakan equipment/machine handling hanya 26,6%. Seluruh responden (100%) tidak menggunakan helm, kacamata pelindung, masker, dan penutup telinga. Namun, 68,2% responden menggunakan sarung tangan, meskipun tidak sesuai standar keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan material handling berbasis mekanis dan penggunaan PPE pada TKBM di Pelabuhan Banggai Laut masih sangat rendah. Disimpulkan bahwa rendahnya pemanfaatan equipment handling dan minimnya penggunaan PPE meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada TKBM. Diharapkan pihak pelabuhan menyediakan PPE sesuai regulasi, serta melakukan pelatihan ergonomi dan K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja.                   Work accidents and occupational diseases remain significant health problems frequently encountered among dock workers (TKBM) at the port. This risk increases due to the dominance of manual handling activities and the low implementation of Personal Protective Equipment (PPE). This study aims to describe material handling and the use of PPE in the prevention of work accidents and occupational diseases among TKBM at Banggai Laut Port. The type of research is descriptive observational. The study population consisted of all TKBM at Banggai Laut Port, totaling 173 workers, using a total sampling technique. Data were collected through observation and interviews using an observation sheet in the form of a questionnaire and then processed with SPSS version 20. The results showed that most respondents still performed manual handling (73.4%), while only 26.6% used equipment or machine handling. All respondents (100%) did not use helmets, protective glasses, masks, or ear protection. However, 68.2% of respondents used gloves, although not in accordance with safety standards. This condition indicates that the implementation of mechanical-based material handling and the use of PPE among TKBM at Banggai Laut Port is still very low. It can be concluded that the low utilization of equipment handling and the minimal use of PPE increase the risk of work accidents and occupational diseases among TKBM. It is recommended that the port authority provide PPE according to regulations and conduct ergonomic and occupational health and safety training to improve workplace safety.
Uji Laboratorium Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Anopheles sp. : Laboratory Test of the Effectiveness of Castor Oil Plant (Ricinus communis linn) Leaf Extract as a Larvicide against Anopheles sp. Larvae Ramadanti, Mifthy; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.394

Abstract

Malaria merupakan penyakit endemik di Indonesia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian larva umumnya menggunakan larvasida kimia, namun dapat berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jarak kepyar terhadap mortalitas larva larval mortality. pada instar I – IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati (true experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa larva larval mortality. instar I–IV sebanyak 25 ekor per kelompok. Ekstrak daun jarak kepyar diperoleh melalui metode maserasi dan diuji pada konsentrasi 453 ppm. Data mortalitas larva diamati setiap dua jam hingga 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas rata-rata tertinggi terjadi pada instar I (45,3%) dan terendah pada instar IV (21,3%). Sehingga, konsentrasi 453 ppm belum efektif sebagai larvasida standar. Kesimpulannya, ekstrak daun jarak kepyar memiliki potensi sebagai larvasida nabati, tetapi pada konsentrasi ini belum optimal. Serta terdapat perbedaan mortalitas yang signifikan pada instar I, II, dengan instar III, IV. Disarankan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih tinggi dan waktu pengamatan diperpanjang untuk memperoleh efektivitas maksimal.                   Malaria is an endemic disease in Indonesia transmitted by Anopheles sp. mosquitoes and remains a public health problem. Larval control efforts generally use chemical larvicides, but these can potentially cause resistance and environmental pollution. Therefore, safer and more environmentally friendly natural larvicides are needed. This study aims to determine the effectiveness of castor bean leaf extract on larval mortality in instars I–IV. This study used a true experiment method with a Posttest Only Control Group Design. The sample consisted of 25 larvae of instar I–IV per group. The extract of castor bean leaves was obtained through the maceration method and tested at a concentration of 453 ppm. Larval mortality data were observed every two hours for up to 48 hours. The results showed that the highest average mortality occurred in instar I (45.3%) and the lowest in instar IV (21.3%). Therefore, the concentration of 453 ppm was not yet effective as a standard larvicide. In conclusion, castor bean leaf extract has potential as a botanical larvicide, but at this concentration it is not yet optimal. There was also a significant difference in mortality between instars I and II and III and IV. Further research with higher concentration variations and extended observation time is recommended to achieve maximum effectiveness.
Gambaran Sanitasi Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Bungin, Kecamatan Bokan Kepulauan : Overview of Basic Sanitation in the workin Area on the Bungin Public Health Center, Bokan Island Distric Rida; Dwicahya, Bambang; Monoarfa, Yustiyanty
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.395

Abstract

Kondisi sanitasi dasar yang buruk di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai Laut. Akses jamban sehat di Banggai Laut hanya mencapai 73% pada tahun 2023, dengan kondisi di wilayah kerja Puskesmas Bungin yang lebih memprihatinkan, ditunjukkan dengan cakupan SPAL yang memenuhi syarat hanya 0,04% dan ketersediaan tempat sampah hanya 7% (data Triwulan I tahun 2024).Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sanitasi dasar, meliputi ketersediaan dan kualitas air bersih, jamban, SPAL, dan tempat sampah di wilayah kerja Puskesmas Bungin, Kecamatan Bokan Kepulauan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah 2.170 rumah di wilayah kerja Puskesmas Bungin, dengan sampel sebanyak 326 rumah. Pengambilan data dilakukan dengan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder. Variabel yang diteliti mencakup gambaran sanitasi dasar yang meliputi air bersih, jamban sehat, Saluran Pembuangan Air Limbah, dan tempat sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran sanitasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Bungin secara keseluruhan tidak memenuhi syarat dengan persentase 100%. Meskipun ketersediaan dan kualitas fisik air bersih memenuhi syarat, namun kondisi jamban sehat yang memenuhi syarat hanya 54,9%, dan kondisi SPAL serta tempat sampah sebagian besar tidak memenuhi syarat. Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran sanitasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Bungin Kecamatan Bokan Kepulauan Tahun 2025 100% masih dalam kategori Tidak Memenuhi Syarat. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menjadikan hasil ini sebagai acuan dalam upaya perbaikan sanitasi, serta meningkatkan edukasi masyarakat terkait kebersihan dan perilaku hidup sehat.                   Poor basic sanitation conditions in Indonesia remain a health problem, including in Central Sulawesi Province and Banggai Laut Regency. Access to healthy latrines in Banggai Laut only reached 73% in 2023, with conditions in the Bungin Community Health Center working area being even more concerning, indicated by the coverage of SPAL that meets the requirements of only 0.04% and the availability of trash bins only 7% (data from the first quarter of 2024). This study aims to obtain an overview of basic sanitation, including the availability and quality of clean water, latrines, SPAL, and trash bins in the Bungin This study used a descriptive design with a quantitative approach. The study population was 2,170 houses in the Bungin Community Health Center work area, with a sample of 326 houses. Data collection was carried out using primary data through observation and interviews, as well as secondary data. The variables studied included a description of basic sanitation which includes clean water, healthy latrines, wastewater drainage channels, and trash cans. The results of the study indicate that the description of basic sanitation in the Bungin Community Health Center work area as a whole does not meet the requirements with a percentage of 100%. Although the availability and physical quality of clean water meet the requirements, the condition of healthy latrines that meet the requirements is only 54.9%, and the condition of SPAL and trash cans mostly do not meet the requirements. The conclusion of this study is that the description of basic sanitation in the Bungin Community Health Center work area, Bokan Kepulauan District, in 2025 is 100% still in the category of Not Meeting Requirements. It is recommended that the Health Office and Community Health Center use these results as a reference in efforts to improve sanitation, as well as increase public education regarding cleanliness and healthy living behavior.
Penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 di Rs Pratama Pagimana : Implementation of Occupational Safety and Health Standards in Hospital Based on the Minister of Health Regulation Number 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital Nanggele, Yulianti Clarita; Dwicahya, Bambang; Thirayo, Yunita Sari
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.396

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan tenaga kerja, pasien, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan standar K3RS ber dasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016 di RS Pratama Pagimana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, yang dilakukan pada bulan oktober tahun 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kesehatan di RS Pratama Pagimana, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik stratified sampling sebanyak 9 Unit. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang disusun berdasarkan delapan komponen K3RS sesuai dengan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan K3RS di RS Pratama Pagimana secara umum sudah mengacu pada ketentuan Permenkes No.66 Tahun 2016, Namun belum berjalan optimal sebesar 53%, pada aspek seperti keselamatan dan keamanan, pelayanan kesehatan kerja, pencegahan kebakaran, pengelolaan prasarana, dan kesiapsiagaan bencana masih perlu ditingkatkan. Adapun beberapa aspek yang sudah berjalan optimal sebesar 47%, yaitu pada aspek manajemen risiko K3RS, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta pengelolaan peralatan medis. Hambatan utama berasal dari keterbatasan sarana, sumber daya manusia, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi rutin. Kesimpulan RS telah memiliki komitmen terhadap K3RS, namun diperlukan peningkatan dalam pengawasan, pembinaan, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang agar pelaksanaannya lebih optimal dan berkelanjutan. Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) is an important aspect in maintaining the safety of workers, patients, visitors, and the hospital environment. This study aims to describe the implementation of K3RS standards based on Permenkes No. 66 of 2016 at Pratama Pagimana Hospital. This type of research is descriptive quantitative with an observational approach, which was conducted in October 2025. The study population included all health workers at Pratama Pagimana Hospital, with samples taken using stratified sampling techniques of 9 units. Data were collected through observation sheets compiled based on eight K3RS components in accordance with regulations. The results of the study indicate that the implementation of K3RS at Pratama Pagimana Hospital in general has referred to the provisions of the Minister of Health Regulation No. 66 of 2016, but has not been running optimally by 53%, in aspects such as safety and security, occupational health services, fire prevention, infrastructure management, and disaster preparedness still need to be improved. There are several aspects that have been running optimally by 47%, namely in the aspect of K3RS risk management, management of hazardous and toxic materials (B3) and management of medical equipment. The main obstacles come from limited facilities, human resources, and lack of routine training and socialization. Conclusion The hospital has a commitment to K3RS, but improvements are needed in supervision, guidance, and provision of supporting facilities and infrastructure so that its implementation is more optimal and sustainable.