cover
Contact Name
Istiadi
Contact Email
pws@widyagama.ac.id
Phone
+6281805030211
Journal Mail Official
pws@widyagama.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Widyagama Malang Jl. Borobudur No. 35, Malang Jawa Timur-Indonesia
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosidia Widya Saintek
ISSN : -     EISSN : 29637708     DOI : https://doi.org/10.31328/pws.v1i1
Prosidia Widya Saintek (PWS) adalah terbitan berkala sebagai media bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dalam menuangkan hasil pemikiran, riset dan kajiannya yang berbentuk artikel ilmiah. PWS menampung karya ilmiah dalam lingkup multidisiplin yang terkait dangan pengembangan dan penerapan Sains dan Teknologi. PWS melingkupi dan fokus pada bidang : - Pengembangan dan penerapan sains, rekayasa dan teknologi elektro, sipil, mesin, industri dan informatika. - Pengembangan dan penerapan sains dan teknologi dalam bidang pertanian dan lingkungan. - Pengembangan dan penerapan sains dan teknologi bisnis digital, kecerdasan bisnis, dan ekonomi kreatif. - Pengembangan dan penerapan sains dan teknologi bagi kemanusiaan dan sosial-humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024)" : 30 Documents clear
EDUKASI EARTHENWARE MELALUI OUTHING CLASS BAGI GENERASI MUDA Sodik, Sodik
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengrajin earthenware di Kota Malang berdasarkan sejarah sudah terkenal sejak jaman Belanda. Industri earthenware atau gerabah sampai saat ini masih berkembang dengan baik. Produk gerabah masih dibutuhkan masyarakat untuk souvenir, hiasan dinding, peralatan dapur, dan pot bunga. Bisnis earthenware cukup menjanjikan, namun untuk keberlangsungan bisnis ini mulai meredup dikarenakan banyak generasi muda kurang tertarik untuk meneruskan. Permasalahan yang terjadi adanya penurunan minat bagi generasi muda untuk mengembangkan earthenware menjadi sebuah bisnis yang harus diseriusi. Tujuan pengabdian untuk menumbuhkan semangat muda dalam mengenal earthenware agar bisnis ini terus ada. Metode pelaksanaannya menanamkan seni budaya, menggerakkan karangtaruna, Outhing Class. Hasil pengabdian ada 13 mahasiswa yang mau untuk diajak nguri-uri budaya melalui pemaknaan tari. Karangtaruna mau diajak untuk membahas bisnis earthenware dengan memajukan Pokdarwis membuat kampung gerabah sebagai eduwisata. Tarip pelatihan Rp. 5.000 x 20 orang x 6 kali dalam satu bulan, maka pendapatan sebesar Rp. 600.000. Outhink class diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Widyagama Malang dari 15 orang yang hadir 13 orang atau 87%. Outhing class dengan mempraktekkan langsung membuat produk earthenware atau gerabah dari 13 mahasiswa yang hadir hanya ada 2 orang atau 15,4% yang berhasil membuat gerabah bentuk pot bunga
STUDI KOMPARATIF PROGRAM PENYULUHAN PADA PRODUKTIVITAS USAHATANI STRAWBERRY Seingu, Romario Lede; Hanafie, SRDm Rita; Suwarta, Suwarta
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengaruh program penyuluhan pertanian terhadap produktivitas usahatani strawberry di Desa Pandanrejo, Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis kuantitatif. Penelitian ini membandingkan produktivitas antara petani yang mengikuti penyuluhan dan yang tidak mengikuti penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik. Analisis menggunakan uji t sampel independen mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam produktivitas antara kedua kelompok petani. Temuan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang efektivitas program penyuluhan saat ini dan potensi faktor-faktor lain yang mempengaruhi produktivitas usahatani strawberry di daerah tersebut.
PENGARUH PERSENTASE KATALIS BIOETANOL DARI UMBI-UMBIAN PADA PROSES FERMENTASI TERHADAP TEMPERATUR NYALA API Manek, Kletus Pascal V.; Soebiyakto, Gatot; Farid, Akhmad
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan penurunan jumlah bahan bakar minyak sehingga diperkirakan akan mengalami kehabisan stok nantinya. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi pembuatan bioetanol umbi kayu, umbi walur, dan umbi jalar terhadap temperatur nyala api. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. lama fermentasi berpengaruh terhadap temperatur yang dihasilkan oleh bioethanol dari ubi jalar, ubi walur, dan singkong. Suhu terbaik dihasilkan bioethanol dari ubi jalar dengan kadar ragi 15 gr dan waktu fermentasi 90 jam sebesar 37,06 °C dan suhu terendah dihasilkan bioetanol dari ubi walur dengan kadar ragi 10 gr dan waktu fermentasi 50 jam sebesar 26,96 °C.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DAN JAGUNG (STUDI KASUS) DI DESA SANGANOM KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN Josimar, Rifki; Darmadji, Darmadji; Kiyono, Kiyono; Sahro, Hanifatus
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah dan jagung merupakan komoditas utama di Desa Sanganom Kecamatan Nguling. Sebagian petani sulit memilih antara menanam kacang tanah dan jagung di karenakan produksi jagung lebih besar dibandingkan dengan produksi kacang tanah tetapi perawatan kacang tanah lebih mudah. Selain itu juga karena adanya pengaruh budaya setempat dalam bercocok tanam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 30 orang petani kacang tanah dan 30 orang petani jagung yang diambil secara random. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis biaya produksi (TC), penerimaan (TR), pendapatan (π), R/C Ratio, B/C Ratio, dan Uji T. Hasil menunjukkan bahwa usahatani jagung memiliki pendapatan yang lebih rendah yaitu sebesar Rp.9.256.032/Ha di bandingkan dengan usahatani kacang tanah yaitu sebesar Rp.21.554.184/Ha. Petani jagung memiliki nilai R/C Ratio dan B/C Ratio yang lebih kecil dari pada petani kacang tanah yaitu sebesar 1,7 dan 0,7. Sedangkan nilai R/C Ratio dan B/C Ratio petani kacang tanah sebesar 2,2 dan 1,2. Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha tani kacang tanah lebih lebih efisien dan nilai kebermanfaatannya lebih besar.
PERENCANAAN BENDUNG PADA STUDI KASUS DAERAH IRIGASI TAPUS KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Firmansyah, Didin; Riman, Riman; Halim, Abdul
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Tapus merupakan bangunan utama yang berfungsi untuk mengairi irigasi pada sub-DI Tapus Kiri seluas 6.183,3 hektar dan sub-DI Tapus Kanan seluas 2.344,7 hektar. Perencanaan Bendung Tapus merupakan salah satu upaya menyuplai air irigasi untuk Bendungan Kusan. Bangunan utama Bendung Tapus direncanakan menggunakan mercu tipe bulat dengan mempertimbangkan kriteria pemilihan tipe mercu yang berdasar pada Pedoman Kriteria Perencanaan. Berdasarkan perhitungan hidrolis Bendung Tapus direncanakan memiliki tinggi 2,65 m dengan lebar 38,70 m dan jari-jari mercu 1,40 m. Peredam energi direncanakan menggunkan tipe bucket dengan jari-jari 7,10 m untuk mencegah terjadinya kerusakan peredam energi akibat adanya gaya hantam, karena jenis sungai yang membawa material hanyut berupa batuan besar (boulder). Bangunan pengambilan pada Bendung Tapus Kiri direncanakan mempunyai 4 buah pintu dengan lebar 1,50 m dengan 3 buah pilar selebar 1 m. Untuk bangunan pengambilan Tapus Kanan memiliki 2 buah pintu dengan lebar 1,50 m dengan pilar selebar 1 m. Bangunan pembilas direncanakan berada di sebelah kanan dan kiri bendung. Dengan lebar pintu 1,20 m sebanyak 3 buah dengan 2 pilar selebar 0,90 m untuk bangunan pembilas sebelah kiri. Dan lebar pintu 0,80 m sebanyak 2 buah dengan pilar selebar 0,80 m untuk bangunan pembilas sebelah kiri. Struktur keamanan bangunan Bendung Tapus direncanakan aman dan stabil dalam kondisi normal dan gempa pada saat air normal dan air banjir.
PERBANDINGAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DAN LIMBAH KULIT PISANG Wahai, Rizky; Soebiyakto, Gatot; Farid, Akhmad; Suwandono, Purbo
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam tak terbarukan semakin terkuras oleh eksploitasi tanpa batas. Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, bioetanol dari limbah kulit nanas dan pisang dipelajari dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bahan baku bioetanol dari limbah kulit nanas dan kulit pisang, serta alat destilasi. Variabel bebas penelitian ini mencakup penggunaan kulit nanas dan kulit pisang, variabel terikat meliputi kadar bioetanol, suhu fermentasi, suhu destilasi, suhu api pembakaran, dan karakteristik titik api. Variabel terkontrol termasuk berat fermipan untuk fermentasi dan berat kapas untuk uji pembakaran.Kulit nanas menghasilkan bioetanol 92,8%, sedangkan kulit pisang 88%, karena kandungan gula yang lebih tinggi pada kulit nanas. Proses fermentasi dan distilasi diamati selama beberapa hari dengan hasil yang menjanjikan untuk menjadi bahan bakar alternatif.
DESAIN ALAT PENGERING PRODUK OLAHAN PISANG DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Putri, Chauliah Fatma
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dilakukan untuk memperbaiki perekonomian dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dalam pengembangan bisnisnya pelaku UMKM masih kekurangan –pengetahuan untuk dapat melakukan proses produksi secara efektif dan efisien. Selain itu, pelaku UMKM juga mengalami kendala dalam mengurus perizinan usaha untuk dapat memperluas jaringan distribusi pemasaran produk olahan pisang. Metode Quality Function Deployment (QFD) yang digunakan untuk formulasi strategi pengembangan produk dan merupakan salah satu metode yang tepat untuk merumuskan kebutuhan teknis dalam usaha meningkatkan kualitas produk metode QFD dipilih karena mampu menerjemakan apa yang dibutuhkan konsumen ke dalam sebuah produk, guna memperbaiki dan mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk mengembangkan produk alat pengering, kita perlu mengetahui fungsi alat pengering produk olahan pisang yang lebih rinci (bukan sekedar black box). Oleh karena itu fungsi menghilangkan atau mengurangi kadar air dari alat pengering tersebut perlu dipilah-pilah menjadi beberapa fungsi yang lebih detail sehingga bagaimana proses input menjadi output akan lebih jelas atau transparan. Sale pisang adalah makanan hasil olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Pisang sale ini bisa langsung dimakan dan digoreng dengan tepung terlebih dahulu. Selain itu, saat ini sale pisang mempunyai berbagai macam rasa seperti rasa keju, saat ini produksi pisang sale sudah menembus pasar internasional.
EVALUASI STRUKTUR DERMAGA KAISON AKIBAT RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN Nurahida, Ika Salsabila; Pranoto, Pranoto; Suraji, Aji
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia sebagian besar berupa lautan, sehingga Indonesia memerlukan pelabuhan sebagai saran penunjang pertumbuhan ekonomi. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan pelabuhan dengan wilayah yang strategis dengan dikukung daerah hinterland Jawa Timur. Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka PT Pelindo III melakukan penataan ruang bongkar muat dan klasterisasi pada beberapa dermaga. Salah satu dermaga yang mengalami klasterisasi adalah dermaga X dimana dulu dermaga X adalah dermaga yang menangani muatan general cargo menjadi dermaga multipurpose. Sehingga dermaga X akan mengalami pengembangan seperti yang direncanakan, yaitu peningkatan bobot kapal yang ditambat sesuai dengan stabilitas struktur kapal yang dapat ditambat agar struktur kaison tetap aman, yaitu kapal container 10.000 DWT. Namun, tetap perlu dilakukan perkuatan terhadap struktur kaison dikarenakan terjadi pengerukan. Struktur dermaga X menggunakan kaison, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap stabilitas eksternal dan kapasitan elemen struktur dermaga itu sendiri. Berdasarkan hasil evaluasi, untuk stabilitas eksternal struktur dermaga masih memenuhi, namun untuk kapasitas elemen struktur dermaga kaison tidak memenuhi, sehingga diperlukan rencana perkuatan kedepannya. Rekomendasi perkuatan yang diusulkan adalah penambahan elemn struktur dinding pengaku di tengah bentang atau dermaga baru didepan struktur dermaga eksisting.
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK TRANSMISI 500 KV DI SUMATERA DENGAN METODE EARNED VALUE: STUDI KASUS MUARA ENIM – NEW AUR DURI Al Aziz, A. Iqbal; Cakrawala, Muhamad; Irawan, Dafid
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia terus mengembangkan jaringan transmisi listrik dalam program kelistrikan jangka panjang. Proyek Pembangunan Transmisi 500 kV Sumatera Paket 3 Zona 4 & 5 Muara Enim – New Aur Duri merupakan proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas daya dan keandalan listrik di Sumatera, dengan nilai kontrak Rp 2.979.717.105.158 dan durasi 1095 hari kalender. Namun, pada minggu ke-76 di bulan Juli 2023, prestasi proyek baru mencapai 21,679% dari target 40,375%, menyebabkan deviasi -18,696% dan potensi keterlambatan penyelesaian proyek. Penelitian ini mengevaluasi pengendalian biaya, waktu, dan pekerjaan proyek menggunakan metode Earned Value (EVA). Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Indikator kinerja yang dihitung meliputi Earned Value, Actual Cost, Budgeted Cost, Schedule Variance, Cost Variance, Budget at Completion, Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Remaining Work at Completion, dan To Complete Performance Index. Hasil penelitian menunjukkan proyek mengalami keterlambatan signifikan dengan penyimpangan jadwal sebesar -Rp 705.795.603.206, namun efisiensi biaya tinggi dengan penyimpangan biaya Rp 1.924.910.568.803. Indeks Kinerja Jadwal (SPI) sebesar 0,737 mengindikasikan proyek lebih lambat dari jadwal, sementara Indeks Kinerja Biaya (CPI) sebesar 36,830 menunjukkan efisiensi biaya yang tinggi. Perkiraan Biaya untuk Pekerjaan Tersisa (ETC) adalah Rp 957.558.879.185 dan Perkiraan Biaya pada Saat Penyelesaian (EAC) adalah Rp 1.011.282.531.640, lebih rendah dari anggaran yang direncanakan. Disimpulkan bahwa proyek mengalami keterlambatan signifikan dan perlu upaya percepatan penyelesaian. Rekomendasi meliputi optimasi sumber daya, peningkatan koordinasi tim, penjadwalan ulang dengan penambahan shift atau lembur, pemantauan progres real-time, evaluasi rutin, dan pengendalian biaya ketat.
TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SIDANG PERKARA PERDATA Christamahendra, Bonifasius Ardian; Solehoddin, Solehoddin; Miladiyanto, Sulthon
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tidak adanya pengaturan yang jelas mengenai penggunaan alat bukti elektronik ketika persidangan perkara perdata, yang dimana di era globalisasi saat ini teknologi informasi sudah menjadi bagian pada kehidupan sehari hari, dan segala macam bukti tertulis seperti surat saat ini sudah menjadi surat elektronik. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana ketentuan penggunaan alat bukti elektronik dalam persidangan perkara perdata, apakah kedudukan alat bukti elektronik setara dengan alat bukti lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative dengan menggunakan data primer dan sekunder. Adapun metode analisisnya yaitu deskripsif kualitatif. Hasil dan analisis ini yang pertama menunjukan bahwa ketentuan alat bukti elektronik sudah diatur di dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, kedua kedudukan alat bukti elektronik dalam persidangan perkara perdata memiliki kedudukan yang sama apabila alat bukti elektronik tersebut memenuhi persyaratan formil dan materil. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan Upaya kepada pemerintah agar dapat lebih menjelaskan mengenai penggunaan alat bukti elektronik dalam RancanganUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata

Page 2 of 3 | Total Record : 30