cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Efek Non Linier Four Wave Mixing (fwm) Pada Sistem Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (u-dwdm) Rahmadianti Nelson; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan sistem komunikasi optik yang pesat mengakibatkan perkembangan pada teknologi berbasis WDM juga meningkat. Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang merupakan pengembangan dari teknologi berbasis WDM memiliki banyak kelebihan dibanding teknologi pendahulunya. Namun sistem DWDM memiliki beberapa kelemahan, salah satunya efek non linieritas yang dapat mempengaruhi performansi Jaringan optik. Tugas Akhir ini akan membahas pengaruh efek non linier Four Wave Mixing (FWM) terhadap performansi sistem Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (U-DWDM). Penelitian ini terdiri dari 4 skenario. Skenario pertama, melakukan perhitungan matematis dan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM tanpa penguat dan tanpa efek non linier. Skenario kedua, melakukan perhitungan matematis dan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM dengan penguat Hybrid Optical Amplifier FRAEDFA dan tanpa efek non linier. Skenario ketiga, melakukan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM tanpa penguat dan dengan efek non linier. Skenario keempat, melakukan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM dengan penguat Hybrid Optical Amplifier FRA-EDFA dan dengan efek non linier. Hasil penelitian akhir yaitu efek non linier Four wave Mixing (FWM) pada sistem Long Haul UDWDM dapat menurunkan kualitas performansi pada sistem hingga lebih dari 10%. namun dengan penambahan Hybrid Optical Amplifier (HOA) FRA-EDFA pada sistem dapat meminimalisir efek non linieritas tersebut. Sehingga kualitas performansi sistem akan tetap baik walaupun terkena efek non linieritas tersebut. Kata kunci : U-DWDM, FWM, Hybrid Optical Amplifier Abstract The development of the Optical Communication Systemshas resulted in increased deman for bandwidth in broadband aplication. The use of WDM-based systems in order to be able to utilize bandwidth efficiently. However, the WDM-based system has several weaknesses, which one is the non-linearity effect that can affect the performance of optical network. This final assigment will discuss about the non-linear Four Wave Mixing (FWM) effect on the performance of the Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (U-DWDM) system. There are 4 scenarios. The first scenario, doing mathematical calculations and simulations on the Long Haul U-DWDM system without Optical Amplifier and without non-linear effects. The second scenario, doing mathematical calculation and simulation on the Long Haul U-DWDM system with FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier amplifier and without non-linear effects. The third scenario, simulates a Long Haul U-DWDM system without Optical Amplifier and with non-linear effects. The fourth scenario, simulates a Long Haul U-DWDM system with a FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier amplifier and with non-linear effects. The results of the non-linear effect of Four Wave Mixing (FWM) on the Long Haul U-DWDM system can reduce the quality of performance on the system by more than 10% but with the FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier (HOA) on the system it can minimize the non-linearity effect. So that the quality of the performance system will still be affected by non-linearity effects. Keywords: U-DWDM, FWM, Hybrid Optical Amplifier
Perancangan Dan Implementasi Autiomatic Guided Vehicle (agv) Menggunakan Sistem Line Follower Dan Rfid Sebagai Pemetaan Dengan Fuzzy Logic Muh Abdul Latif; Angga Rusdinar; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaplikasian teknologi automasi dalam dunia industri sudah semakin berkembang pada saat ini. Banyak industri yang mulai menggunakan kendaraan otomatis untuk mempermudah pekerjaan manusia khususnya dibidang transportasi. Oleh sebab itu, industri membutuh suatu kendaraan otomatis untuk membawa barang dari suatu titik ke titik tujuan. Automated Guided Vehicle (AGV) merupakan suatu kendaraan yang dikendalikan dengan cara otomatis menggunakan sistem navigasi yang pengendalian pola gerakannya akan mengikuti jalur yang telah ditentukan. Dengan adanya alat ini maka distribusi barang di sebuah industri bisa dilakukan secara cepat dan efisien. Tugas akhir ini membahas tentang perancangan dan implementasi AGV beserta sistem kendali fuzzy logic untuk mengikuti jalur dan navigasi. Radio Frequency Identification (RFID) digunakan untuk menentukan posisi dimana AGV harus mengait trolley, melepas trolley dan berhenti. Sensor garis yang digunakan terdiri dari 16 buah photodiode yang disusun satu baris dan penataannya dibuat setangah lingkaran (menurun). Pengujian yang dilakukan pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui respon pergerakkan yang dilakukan oleh algoritma fuzzy dengan cara membaca error posisi pada garis. Rata-rata error pergerakkan yang di dapat ketika AGV mendeteksi jalan berbelok yaitu 90 %. Serta kendaraan otomatis dapat bergerak pada garis yang sudah terpasang dengan baik saat tegangan di atas 23.5 volt untuk catuan pada driver motor dan dapat membawa beban mencapai 14 kg pada trolley tanpa mempengaruhi performansi dari robot. Kata kunci : Automated Guided Vehicle (AGV), Fuzzy Logic, Radio Frequency Identification (RFID)
Uji Kalor Bahan Bakar Campuran Solar Dan Minyak Nabati Auliana Darmaningsih; Suwandi Suwandi; Nurwulan Fitriyanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengujian ini adalah mengetahui pengaruh pencampuran solar dan minyak nabati terhadap kalor yang dihasilka serta mengetahui nilai konsentrasi dan pengaruhnya terhadap pencampuran solar dan minyak nabati. Hasil dari pembakaran bahan bakar campuran solar dan minyak nabati kemudian dianalisis nilai kalornya untuk menentukan minyak nabati yang memiliki nilai kalor paling bagus dan pengaruh dari konsentrasi campuran pada nilai kalor yang dihasilkan. Hasil pengujian menggunakan metode sederhana menunjukan bahwa pencampuran minyak zaitun dengan solar menunjukan hasil nilai kalor yang semakin menurun seiring bertambahnnya konsentrasi campuran, sedangkan minyak sawit memiliki nilai kenaikan yg cukup tinggi dan nilai kalor tertinggi dari kelima jenis minyak nabati yang digunakan yaitu 67456,2 J untuk prosentase campuran 20%. Selain itu dilakukan juga pengujian menggunakan kalorimeter bom dengan nilai kalor 42,67 MJ/Kg untuk campuran bahan bakar solar dan minyak cengkeh, serta 42,13 MJ/Kg untuk campuran bahan bakar solar dan minyak sawit. Nilai yang didapat menggunakan kalorimeter bom lebih besar daripada dengan menggunakan metode sederhana, dikarenakan sistem yang terjadi pada kalorimeter bom dan pengujian sederhana memiliki sistem yang berbeda. Akan tetapi baik pengujian sederhana maupun menggunakan kalorimeter bom, menunjukan trend yang sama untuk nilai kalornya. Kata kunci: Nilai kalor, minyak nabati, solar Abstract The purpose of this test is to study the mixture of diesel and vegetable oils against the heat produced and to know the heating value of concentration and its effect on mixing diesel and vegetable oils. The results of combustion of a mixture of diesel fuel and vegetable oil were analyzed for heating value to determine vegetable oil which has the best heating value and the effect of the mixture composition on the heating value produced. The test results using a simple method show mixing olive oil with diesel fuel shows the results of the heating value which increases with increasing amount of mixture, while palm oil has a fairly high added value and the highest heating value of the type of vegetable oil used is 67456.2 J for the percentage mixture 20%. In addition, testing was also carried out using bomb calorimeters with heating values of 42.67 MJ / Kg for mixture of diesel fuel and clove oil, and 42.13 MJ / Kg for mixture of diesel fuel and palm oil. The value obtained using a bomb calorimeter is greater than using a simple method, because the system that occurs in bomb calorimeters and simple testing has a different system. But both simple testing and using a bomb calorimeter show the same trend for the calorific value. Keyword : heaing value, vegetable oil, diesel fuel
Analisis Performansi Teknologi Tv White Space Untuk Layanan Video Surveillance Pada Kebutuhan Public Protection And Disaster Relief (ppdr) Masriza Kurniawan; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari hari banyak kejadian terjadi, termasuk kejadian yang sebenarnya tidak diharapkan terjadi, seperti bencana maupun kecelakaan. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) adalah sistem yang dirancang untuk dapat mengurangi, menanggapi, maupun mengatasi dampak kejadian tersebut. Pada area publik yang mengalami suatu kejadian haruslah sangat cepat direspon dan diatasi, oleh karena itu sistem PPDR di beberapa lokasi dibutuhkan kamera pengawasan untuk layanan video surveillance agar kejadian yang terpantau dapat ditanggapi secara cepat maupun untuk mengatasi beberapa kasus tertentu seperti identifikasi pelaku kejahatan di area public. Layanan video surveillance merupakan layanan yang termasuk dalam kategori prioritas tertinggi dalam aplikasi layanan PPDR, layanan video surveillance juga layanan yang membutuhkan konektivitas broadband dengan kebutuhan kecepatan transmisi minimum 384 Kbps. TVWS (TV White Space) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi TV Analog yang “kosong” dikarenakan migrasi dari penggunaan TV analog ke TV digital pada pita 470Mhz-740Mhz untuk digunakan sebagai media transmisi data dengan data rate hingga 13.5Mbps di bandwith kanal 5MHz dan bahkan hingga 54Mbps di bandwidth kanal 20MHz dan dapat digunakan sebagai alternatif infrastruktur untuk layanan video surveillance pada aplikasi PPDR. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan penggunaan kanal frekuensi 46 (674 MHz) dengan konfigurasi 5 MHz memberikan hasil perfomansi terbaik untuk layanan video surveillance pada PPDR dengan nilai interarrival delay 3,89 ms dan nilai PLR 0.41% serta throughput tertinggi hingga 6,33 Mbps dari beberapa skenario yang dilakukan dibanding penggunaan kanal frekuensi lain dimana beberapa hasil menunjukan tidak dapat digunakan sama sekali. Kata Kunci: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device Abstract In everyday life many events occur, including events that are actually not expected to occur, such as disasters or accidents. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) is a system designed to reduce, respond to, and overcome the impact of the incident. In a public area that experiences an event, it must be responded very quickly and overcome, therefore the PPDR system in several locations is required for surveillance cameras for video surveillance services so that the observed events can be responded to quickly and to address certain cases such as identification of criminals in the public area. Video surveillance services are services that are included in the highest priority category in PPDR service applications, video surveillance services are also services that require broadband connectivity with a minimum transmission speed of 384 Kbps. TVWS (TV White Space) is a wireless network technology that uses analog TV frequencies that are "empty" due to the migration from analog TV to digital TV in the 470Mhz-740Mhz band to be used as data transmission media with data rates up to 13.5Mbps in 5MHz channel bandwidth and even up to 54Mbps in 20MHz channel bandwidth and can be used as an alternative infrastructure for video surveillance services in PPDR applications. Based on the tests that have been carried out, the use of 46 frequency channels (674 MHz) with a 5 MHz configuration gives the best performance results for video surveillance services in PPDR with a delay interarrival value of 3.89 ms and PLR value of 0.41% and the highest throughput of 6.33 Mbps a number of scenarios are performed compared to the use of other frequency channels where some results show that they cannot be used at all. Keywords: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device
Designing Mini Master Plan For Developing E-learning Content In Project Management Course (case Study : Project Procurement Knowledge) Mifthahul Fathia; Devi Pratam; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— The application of smart technology must be undertaken to achieve innovative learning and challenge of the era industrial revolution 4.0. Telkom University especially at the faculty of Industrial Engineering has applied the concept of E-learning in several courses. Therefore, the amount of material make students difficult in understanding project management materials. The design of e-learning content is very important because it affects the level of understanding of students to project management course The author tested the design of e-learning content at the procurement knowledge area of Project Management. The media chosen to make e-learning content is video. The first step that needs to do before making a video learning is to make a project management plan. Planning can maintain the project under control and help everyone to participate in right way. To meet costumer expectation, design sprint is needed for generates idea from team member to developing E-learning content. The result of this study, student performance has increased after watching the video learning about the project procurement knowledge.
Perancangan Struktur Menu Website Universitas Di Indonesia Menggunakan Metode Association Rules Intania Effendi; Dana Sulistyo Kusumo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Label pada website merupakan salah satu cara yang paling jelas untuk menunjukkan kepada pengguna bagaimana organisasi dan sistem navigasi pada sebuah website. Agar tidak terjadinya kesalahan dalam penyampaian informasi dari pemilik website kepada user, maka diterapkan prinsip-prinsip kerja Information Architecture. Tujuannya adalah untuk mendapatkan rekomendasi penataan struktur menu website terutama pada website universitas. Buruknya penataan dari struktur media informasi tersebut sehingga user sulit untuk menemukan informasi yang diinginkan. Dalam penelitian tugas akhir ini, dilakukan perancangan struktur menu sebagai rekomendasi dalam penataan label-label pada website unversitas-universitas yang ada di Indonesia yang bertujuan untuk mencari keterhubungan antar label agar dapat dijadikan sebagai sebuah struktur menu. Perancangan ini menggunakan metode Association Rules yang merupakan salah satu aturan asosiasi dasar yang dipakai dalam data mining. Fungsinya adalah untuk mencari informasi berupa asosiasi atau hubungan antar item dalam suatu data transaksi dan menampilkannya dalam bentuk pola yang menjelaskan tentang pola beli konsumen dalam berbelanja [3]. Pola / rules tersebut didapatkan dari penghitungan 2 nilai parameter, yaitu support dan confidence. Dataset yang digunakan dalam penelitian adalah hasil data scrapy 11 universitas yang ada di Indonesia, yaitu IPB, ITB, Telkom, UB, UGM, UI, Unair, Undip, Unpad, Unsyiah, dan Unud. Data ini terbagi berdasarkan kategori dan level label yang kemudian diolah menggunakan metode Association Rules dan dihitung nilai support dan confidence dari masingmasing label yang terdapat dalam dataset. Rekomendasi penataan struktur menu ini berupa rules-rules yang nantinya dapat dibentuk menjadi sebuah aturan asosiasi. Aturan asosiasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pembentukan sebuah struktur menu karena dengan adanya aturan asosiasi ini dapat membantu dalam menemukan keterhubungan antar label agar dapat dijadikan rekomendasi sebuah struktur menu. Kata Kunci: Information Architecture, Sistem Labeling, Struktur Menu, Association Rules, Support, Confidence. Abstract The label on the website is one of the most obvious ways to show users how the organization and navigation system on a website. In order not to make mistakes in the delivery of information from the website owner to the user, then the Information Architecture work principles are applied. The aim is to get recommendations for structuring the website menu structure, especially on the university's website. The poor structuring of the information media structure makes it difficult for the user to find the desired information. In this final assignment research, a menu structure design is carried out as a recommendation in structuring labels on university-university websites in Indonesia that aim to find connectivity between labels so that they can be used as a menu structure. This design uses the Association Rules method, which is one of the basic association rules used in data mining. Its function is to find information in the form of associations or relationships between items in a transaction data and display them in the form of patterns that explain the patterns of buying consumers in shopping [3]. These patterns / rules are obtained from calculating 2 parameter values, namely support and confidence. The dataset used in the study was the results of scrapy data from 11 universities in Indonesia, namely IPB, ITB, Telkom, UB, UGM, UI, Unair, Undip, Unpad, Unsyiah, and Unud. This data is divided into categories and label levels which are then processed using the Association Rules method and calculated the support and confidence values of each label contained in the dataset. The recommendations for structuring this menu structure are rules that can later be formed into an association rule. This association rule is expected to be a guideline in the formation of a menu structure because the existence of this association rule can help in finding connectivity between labels so that it can be used as a recommendation for a menu structure. Keywords: Information Architecture, Labeling System, Menu Structure, Association Rules, Support, Confidence.
Analisis Pengaruh Waktu Pembusukan Substrat Roti Basi Terhadap Produksi Energi Listrik Pada Microbial Fuel Cell Yohana Tisca Tiurma Limbong; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai analisis pengaruh waktu pembusukan substrat roti basi terhadap produksi energi listrik pada microbial fuel cell. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki keberadaan roti basi yang mengandung bahan organik, hal ini memiliki potensi besar sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan microbial fuel cell. Reaktor yang digunakan adalah MFC dual-chambers dengan setiap kompartemen memiliki dimensi 5 cm x 10 cm x 10 cm. Pada sistem MFC dual-chambers, elektron dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anoda dan mengalir menuju elektron katoda, sedangkan proton ditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Roti basi digunakan sebagai substrat pada anoda, akuades pada katoda, serta jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media trasnfer proton. Variasi lama waktu inkubasi substrat yaitu selama 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembusukan roti basi paling lama dapat menghasilkan produksi energi listrik yang tertinggi dengan tegangan 0,03669 volt, kuat arus 0,33 miliampere, daya 0,050 mW.m-2 dan energi 12,56989 kilojoule. Kata kunci : Microbial Fuel cell, roti basi, elektroda Abstract Alternative energy sources for fossil-based energy substitutes are needed because fossil energy reserves are decreasing every day. One alternative technology that can be developed is Microbial Fuel Cell (MFC) which utilizes microorganisms to break down the substrate to produce electrical energy. Stale bread is chosen as a source of material to produce electricity because it is economical and can be found easily and abundantly in Indonesia. This research was conducted to investigate the existence of stale bread containing organic matter, this has great potential as a source of electrical energy using microbial fuel cells. The reactor used is a dual-chambers MFC with each compartment having a dimension of 5 cm x 10 cm x 10 cm. In dual-chambers MFC systems, electrons are produced by bacteria from the substrate in the anode compartment and flow into the cathode electrons, while the protons are transferred to the cathode compartment via a salt bridge. Stale bread is used as a substrate at the anode, distilled water on the cathode, and a salt bridge (1 M NaCl) as a proton transfer medium. Variation in substrate incubation time is 1 day , 2 day and 3 day. The results showed that the longest spoilage of bread can produce the highest production of electrical energy with a voltage of 0.03669 volts, current strength of 0.33 milliamperes, power density of 0,050 mW.m-2 and energy of 12,56989 kilojoules. Keywords: Microbial Fuel cell, stale bread, electrode
Pengembangan Motif Tempurung Kura-kura Jenis Malaclemys Terrapin Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Whibi Waskita Wicaksono; Purba Daru Kusuma; Anggunmeka Luhur Prasasti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan dan identitas budaya Indonesia. Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” berarti tulis dan “nitik” yang berarti titik, yang artinya adalah menulis titik. batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama. Batik memiliki bermacam-macam motif yang unik, seperti motif hewan, tumbuhan, karang, dan lainnya. Dahulu, pembuatan batik hanya dilakukan dengan tangan, proses ini tentunya memakan waktu yang cukup lama. Perkembangan teknologi mengubah proses pembuatan batik dari tulis dan cap, lalu dilakukan dengan mesin cetak. Bangsa Indonesia wajib menjaga kelestarian budaya batik ini. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian batik adalah dengan mengembangkan berbagai macam motif batik yang unik dan variatif. Pada penelitian ini, pola yang akan dikembangkan menjadi motif batik adalah tempurung kura-kura jenis Malaclemys terrapin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pola pada tempurung kura-kura jenis Malaclemys terrapin menjadi motif batik yang baru menggunakan metode Random Walk, dan hasil dari pengembangan motif batik tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah gambar di dalam web browser. . Kata Kunci: Batik, Malaclemys terrapin, Random Walk, Web Browser Abstract Batik is an Indonesian cultural heritage and identity. Batik comes from the Javanese language that is “amba” means write and “nitik” means point, which means writing point. Batik is a craft that has high artistic value and has been a part of Indonesian culture for a long time. In the past, making batik was only done by hand, this process certainly took a long time. The development of technology changed the process of making batik from writing and stamp, then it was done with a printing machine.The Indonesian is obliged to maintain the preservation of this batik culture. One way to preserve batik art is to develop various kinds of unique and varied batik motifs. In this study, the pattern to be developed into a batik motif is Malaclemys terrapin turtle shell. This study aims to develop a pattern on the Malaclemys terrapin turtle shell into a new batik motif using the Random Walk method, and the results of the development of the batik motif will be implemented into an image in a web browser. Keywords: Batik, Malaclemys terrapin, Random Walk, Web Browse
Analisa Perancangan Komunikasi Untuk Kendaraan Dengan Infrastruktur (v2i) “analysis Design Of Vehicle To Infrastructure (v2i) Communication ” Vita Azrina Aulia; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini , komunikasi machine to machine semakin berkembang saat ini telah dirancang dapat menjalankan sistem komunikasi vehicle to infrastructure (V2I) yang merupakan layanan intelligent transportation system (ITS) dengan menggunakan teknologi nirkabel.V2I dikembangkan agar dapat memberikan solusi dari masalah transportasi, komunikasi V2I digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masa depan dengan memberikan informasi lalu lintas kepada pengendaraa secara real time.Pada perancangan komunikasi V2I ini dilakukan pada infrastruktur traffic light untuk memberikan informasi lalu lintas berupa perpindahan warna lampu lalu lintas, dari merah ke hijau ataupun sebaliknya kepada pengendara agar pengendara dapat bereaksi dengan cepat untuk melanjutkan perjalanan sehingga dirasa dapat mengurangi efek kemacetan. Komunikasi V2I dilakukan pada infrastruktur traffic light di jalan terusan buah batu bandung dikarenakan jalan tersebut yang terpantau padat, pada komunikasi V2I ini terdapat tiga perangkat yang digunakan yaitu On-board Unit (OBU) yang terpasang pada kendaraan, sedangkan pada infrastruktur dipasang Roadside Unit (RSU), untuk komunikasi V2I menggunakan standar Dedicated Short Range Communication (DSRC) pada frekuensi 5,9 GHz, dengan luas cakupan 1 km2 dan jarak simulasi yang digunakan 300 meter, 600 meter, dan 900 meter dengan kecepatan rata rata kendaraan saat memasuki area traffic light 10 km/jam. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai analisis simulasi Throughput yang terbaik yaitu 3214,117 Mbps untuk jarak 300 meter dan nilai terendah yaitu 1990,094 Mbps untuk jarak 900 meter. end-to-end delay sebesar 0,80904 ms untuk jarak 300 meter dan 0,99939 ms untuk jarak 900 meter. Reliability sebesar 48,720% untuk jarak 300 meter dan 26,331% untuk jarak 900 meter. Berdasarkan nilai terbaik dari tiga jarak simulasi yang digunakan, pada komunikasi V2I tersebut, adalah pada jarak 300 meter. Kata Kunci : Komunikasi V2I, OBU, RSU, DSRC, 5G Abstract Communication machines for machines that are increasingly developing now can be applied to communication (V2I), which is an intelligent transportation system (ITS) service using wireless technology. V2I was developed in order to provide solutions to transportation problems, V2I communication in order to meet future transportation needs by providing traffic information to drivers in real time.The V2I communication design is carried out on the traffic light infrastructure to provide traffic information in the form of traffic lights, from red to green or vice versa to the driver so that the driver can react quickly to continue the trip so that it can reduce the effects of congestion. V2I communication is carried out on the traffic light infrastructure on the road of terusan buah batu channel because the road is observed dense, V2I communication there are three devices used, namely the On-board Unit (OBU) installed on the vehicle, while the Roadside Unit (RSU) is installed on infrastructure, for V2I communication uses the standard Dedicated Short Range Communication (DSRC) at a frequency of 5.9 GHz, with a coverage area of 1 km2 and the simulation distance used is 300 meters, 600 meters and 900 meters with the average speed of the vehicle when entering the traffic light area 10 km / hour. Based on the simulation results, the best Throughput simulation analysis value is 3214.117 Mbps for a distance of 300 meters and the lowest value is 1990.094 Mbps for a distance of 900 meters. end-to-end delay of 0.80904 ms for distances of 300 meters and 0.99939 ms for 900 meters. Reliability is 48.720% for a distance of 300 meters and 26.331% for a distance of 900 meters. Based on the best value of the three simulation distances used, the V2I communication is at a distance of 300 meters. Keyword : V2I communication, OBU, RSU, DSRC, 5G
Implementasi Pendeteksi Dini Bahaya Banjir Siti Nur Azizah Sugiharto; Sony Sumaryo; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banjir masih merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia khususnya di daerah Kabupaten Bandung. Banjir pun mempunyai dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat terutama masyarakat yang bertempat tinggal di dekat bantaran sungai. Karenanya harus ada tanda peringatan dini kepada masyarakat untuk dapat mengantisipasinya luapan sungai yang dapat menimbulkan bencana banjir tersebut. Sistem pendeteksi dini bahaya banjir ini dirancang dengan sensor water flow dan sensor ultrasonik. Kedua sensor tersebut merupakan sensor yang dapat mengukur debit air dan mengukur ketinggian air. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan alarm yang akan memberi tanda kepada masyarakat mengenai kondisi air sungai yang diteliti, apakah air sungai tersebut dalam keadaan aman atau tidak. Alarm ini bermanfaat untuk memberi peringatan kepada masyarakat akan datangnya banjir sehingga masyarakat pun dapat mempersiapkan diri dan menyelamatkan harta benda mereka. Pada tugas akhir ini, didapatkan hasil rata-rata akurasi untuk sensor water flow sebesar 98,311% dengan rata-rata error 1,689% dan hasil rata-rata akurasi untuk sensor ultrasonik sebesar 99,7756% dengan rata-rata error 0,2244%. Dengan adanya sistem pendeteksi dini bahaya banjir ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah bencana banjir yang kerap terjadi.Kata kunci: pendeteksi banjir, sensor water flow, sensor ultrasonic

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue