cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,006 Documents
Estimating Optimum Amount of Stock in The Warehousing Process Using Newsvendor Model Fania, Farell; Damayanti , Dida Diah; Sumargo, Seto
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Grow Commerce Indonesia is a technologydriven company which focuses on the digital branding ofpartner brands, mostly local brands. They also help in thewarehouse and distribution activities of the partner brand’sproducts. The warehouses that are used by Grow Commerce arethe partner brands. The problem faced by PT. Grow CommerceIndonesia is that each year, their warehouse always hasoverstock left, with increase of quantity each year. The authorintends to analyze the problem and design a solution using theNewsvendor Model. The Newsvendor model helps indetermining the optimum quantity of products that should bemanufactured/ordered to avoid overstocking (supply is morethan demand) and or understocking (demand is more thansupply) which overall avoids the loss of profit. By analyzing theforecast of demands, the Newsvendor model can calculate theoptimum number of stocks to minimize loss of profit. Keywords— PT. Grow Commerce Indonesia, Overstock,Newsvendor Model
Modifikasi Penjadwalan Feeder 11 Pada Proyek Feeder Resiliency Sebagai Baseline Guidance Percepatan Proyek Dengan Metode Fast Track Dan Crashing Pada Pt Xyz Mahendiyanti, Rizka Indah; Puspita , Ika Arum; Wibowo , Sigit A.
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ saat ini sedang menjalankan proyek feeder resiliency. Proyek feeder resiliency termasuk kategoriproyek OSP Granular. OSP Granular modernization merupakansalah satu gerakan transformasi infrastruktur di semua layernetwork perusahaan, dengan tujuan untuk meningkatkannetwork quality, service quality dan customer experience. Proyekfeeder resiliency adalah proyek pembangunan network feederyang dapat auto recover ketika terjadi gangguan pada jaringanatau jaringan mati, feeder resiliency memiliki system backup.Proyek ini merupakan proyek yang baru pertama kalidilakukan oleh PT XYZ. Proyek pembangunan feeder resiliencyterdapat empat feeder yang dihubungkan dengan 22 OpticalDistribution Cabinet (ODC). Terdapat empat feeder yangdigunakan dalam proyek feeder resiliency. Setelah dilakukanobservasi mengenai Proyek feeder resiliency, ditemukanpermasalahan, yaitu adanya keterlambatan pada feeder 11.Terdapat perbedaan antara perencanaan proyek dan realisasiproyek dilapangan. Data terakhir yang diperolah yaitu adanyaperbedaan pada progress proyek. perencanaan proyek adalah76.86% sedangkan realisasi proyek adalah 19.63%. Maka,berdasarkan permasalahan tersebut, akan dibuat modifikasipenjadwalan pada sisa pekerjaan proyek untuk dilakukanpercepatan penjadwalan menggunakan metode fast track dancrashing, sehingga proyek dapat selesai sesuai dengan targetawal. Berdasarkan hasil perancangan yang dilakukan, jikapercepatan dilakukan dengan metode fast track dapatmereduksi waktu selama 44 hari. Sedangkan, denganmengkombinasikan metode fast track dan crashing dapatmereduksi waktu sebanyak 76 hari dari jadwal aktual proyek. Kata kunci— Keterlambatan, Percepatan Penjadwalan, Fasttrack, Crashing, Schedule guidance
Pengembangan Strategi Pembelian Part Engine CT7 Menggunakan Supply Positioning Model pada PT XYZ Revolusi, Ikrar Baramulya; Sriwana, Iphov Kumala .; Setyawan, Erlangga Bayu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan global yangbergerak di bidang perawatan, pemeliharaan, dan perbaikanaero engines, industrial turbines, dan pemeliharaan MROmarket. Ada beberapa tipe engine yang diterima oleh PT. XYZ,salah satunya adalah General engine-CT7. Pada sistempengadaan part engine CT7,tidak memiliki mekanismemanajemen kontrak yang jelas, sehingga diperlukan klasifikasibarang untuk merancang strategi pembelian yang sesuaidengan karakteristik barang. Tujuan dari penelitian ini adalahmenentukan strategi pembelian dari dua puluh enam partengine CT7 yang sering mengalami keterlambatan. Dalam halini, penentuan strategi pembelian akan didasarkan pada metodeSupply Positioning Model yang mengklasifikasikan itempengadaan menjadi dua dimensi yaitu supply risk dan profitimpact. Pembobotan dimensi, kriteria dan penilaian barangakan diolah menggunakan Analytical Hierarcy Proccess (AHP),kemudian koordinat item akan ditentukan menggunakanMultidimensional Scalling. Titik koordinat akan menempatkanbarang pada tiap kuadran SPM dan akan menajadi acuanuntuk perancangan strategi pembelian barang. Pada kuadranleverage terdapat 8 item dan direkomendasikan menerapkantipe hubungan call off contract. Pada kuadran routine terdapat3 item dan direkomendasikan menerapkan tipe hubungan spotpurchasing. Pada kuadran critical terdapat 9 item dandirekomendasikan menerapkan tipe hubungan partnership.Pada kuadran Bottleneck terdapat dan 6 item dandirekomendasikan menerapkan tipe hubungan call off contract. Kata Kunci: Strategi Pembelian, analytical hierarchy process,multidimensional scalling, supply positioning model.
Pengendalian C-Class Material pada PT. Dirgantara Indonesia untuk Pesawat N219 untuk Meminimasi Biaya Inventori Hakim, Fathul Ilmi; Ardiasnyah, Muhammad Nashir; Sumargo, Seto
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia merupakan salah satuperusahaan manufaktur aeronautika di Indonesia. PTDirgantara Indonesia telah membuat banyak jenis pesawatseperti; N219 Nurtanio, NC212 Family, CN235 Family, CN295.AS550, AS565 MBE, Superpuma family dan Bell 412EP.Berbagai macam pesawat ini tentu pula menjadikan banyakmaterial yang diperlukan oleh PT Dirgantara Indonesia.Material yang disimpan sangatlah banyak sehingga perlumanajemen inventori yang baik. Namun, banyak material yangdibeli oleh PT. Dirgantara Indonesia disimpan terlalu lamasehingga biaya inventori membesar. Hal ini dapat diminimasidengan manajemen inventori yang baik sehingga dapatmeminimasi total inventori barang yang disimpan.Penelitian inimengklasifikasikan material dengan metode ABC yang dibantudengan menggunakan pendekatan Tchebycheff (1967). MetodeTchebycheff (1967) merupakan metode yang digunakan jikadata yang dimiliki tidak memiliki distribusi normal. Setelahdilakukan analisis, jika menggunakan metode Tchebycheff(1967), PT Dirgantara Indonesia dapat meminimasi total biayainventori sebesar 46% dari 910.870.735 menjadi Rp 493.350.122 Kata kunci— Tchebycheff, ABC-Analysis, Manajemen Inventori
Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko Pada Proyek FIMO di PT.XYZ Wilayah Bandung Barat Dengan Metode Project Management Maturity Model Nurinda, Ahmad Dhary; Puspita, ka Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen risiko proyekdi PT.XYZ, sebuah perusahaan telekomunikasi dengan fokuspada infrastruktur jaringan dan akses broadband diIndonesia. Meskipun sebagian besar proyek berjalan baik,terdapat kendala yang menghambat proyek. Masalah yangterjadi diakibatkan karena manajemen risiko proyek yangbelum baik secara praktik di lapangan. Penelitian bertujuanuntuk mengukur tingkat kematangan manajemen risikoproyek di PT.XYZ dan menilai proses risiko yang harusmenjadi prioritas dalam perbaikan. Penelitian inimenggunakan metode Project Management Maturity Model(PMMM) untuk mengukur tingkat kematangan danmenggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untukmelakukan pembbobotan terhadap proses risiko. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tingkat kematanganmanajemen risiko proyek secara keseluruhan di PT.XYZberada pada level 1, "initial process,". Proses yang menjadiprioritas untuk perbaikan adalah identify risk. Sebagai hasilpenelitian ini, peneliti mengusulkan pembuatan roadmap yangmencakup perubahan dalam budaya perusahaan, integrasiprosedur risiko, serta pelatihan sumber daya manusia dalammanajemen risiko proyek. Penelitian ini memberikangambaran komprehensif tentang manajemen risiko proyek diPT.XYZ, khususnya dalam tingkat kematangan manajemenrisiko proyek. Kata kunci—Manajemen risiko proyek, ProjectManagement Maturity Model, Kematangan, Proyek, Risiko
Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko Proyek Fiber Menggunakan Metode Kerzner Project Management Maturity Model (Kpm3) Pada Pt Xyz Lokasi Bandung Barat Rahma, Tantika Gusti; Puspita , Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan industritelekomunikasi yang berfokus pada penyediaan layananinstalasi, dan pembangunan infrastruktur jaringan. Besarnyakebutuhan masyarakat akan data akses internet di zamanmodern saat ini, membuat PT XYZ gencar melakukantransformasi layanan jaringan berupa fiberiasi. Fibersiasimerupakan salah satu upaya modernisasi layanan jaringandengan pengalihan sistem radio ke sistem jaringan serat optik,dimana salah satu fiberisasi yang dilaksanakan ialah Fiber ToThe (FTTM). Proyek ini ini merupakan salah satu proyekpembangunan infrastruktur jaringan fiber optik node B yangsedang di lakukan oleh PT XYZ. Pada proyek FTTM terjadimasalah berupa keterlambatan deliverable proyek akibatterjadinya drop dan terlambat on air dibeberapa area lokasiproyek. Selain itu pada kurva s proyek juga menunjukkanadanya gap antara plan dan actual proyek. Hal ini dipicu olehkurangnya persiapan manajemen risiko proyek diawal proyekdimulai. Oleh karena itu untuk mengetahui seberapa siap dansejauh mana kematangan PT XYZ dalam mengelola proyekFTTM dilakukan pendekatan dengan menggunakan metodeKerzner Project Management Maturity Model (KPM3), dengancara menyebarkan kuesioner ke beberapa responden yangterlibat secara langsung dengan proyek. Kemudian hasilpengolahan data kuisioner menunjukkan bahwa pengelolaanproyek oleh PT XYZ berada dalam tingkatan yang tidakoptimal, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan untukpeningkatan pada tiap levelnya. Kata kunci : proyek, kematangan, manajemen risiko, KPM3, PT XYZ
Peningkatan Maturity Project Management Office Pada PT. ABC Melalui Pendekatan Management Office Maturity Cube Dengan Merancang Project Management Information System Navi Da’i, M. Afrizal; Puspita, Ika Arum; Pratomo, Wisnu Suryo
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek yang dikerjakan oleh PT. ABC seringkali mendapatkan denda yang mengakibatkan penurunanprofit. Denda proyek tersebut terjadi karena proses kelola yangmasih kurang baik. Proyek-proyek di PT. ABC berada dibawahnaungan Departemen PM yang berperan sebagai ProjectManagement Office (PMO). Untuk mengetahui sejauh manaDepartemen PM melaksanakan perannya, dilakukan penilaianmaturity menggunakan PMO Maturity Cube. Melalui penilaiantersebut diketahui bahwa Departemen PM masih memiliki gapmaturity yang mengindikasikan bahwa Departemen PM masihbelum maksimal. Pada hasil perhitungan ditemukan bahwatactical approach memiliki gap maturity tertinggi. Berdasarkanhasil penilaian ditemukan bahwa fungsi yang memiliki tingkatkepentingan tertinggi adalah mengimplementasikan danmengelola Project Management Information System (PMIS).Untuk meningkatkan tingkat maturity dilakukan perancanganPMIS menggunakan metode Software Development Life Cycle(SDLC). PMIS yang dirancang memiliki empat menu yangterdiri atas menu Summary, menu Overview, menu ProjectReport, dan menu Project Plan. Rancangan usulan PMIStersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadiselama proses pengelolaan proyek. Untuk mengembangkanPMIS, PT. ABC dapat menggunakan sumber daya internalkarena memiliki biaya perancangan terendah. Kata kunci — Project Management Office, Project ManagementOffice Maturity Cube, Project Management Information System,Software Development Life Cycle
Penyusunan Standard Operating Procedure (Sop) Produksi Plywood Dan Veneer Pada Pt Xyz Dengan Pendekatan Perbaikan Proses Bisnis Adhijaksa, Nanda Fachry; Aisha, Atya Nur; Triwibisono, Christanto
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ mengalami permasalahan seperti hasilproduksi yang tidak stabil antara input raw material dan outputakibat adanya defect pada produksi. Adanya defect yang terjadidisebabkan oleh tidak adanya standard operating procedure(SOP) yang disepakati dan diketahui oleh seluruh pekerja danproses inspection yang hanya dilakukan sekali diakhir produksi.Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian tugas akhir iniyaitu mengetahui proses bisnis eksisting pada perusahaan,membuat usulan perbaikan proses bisnis pada proses produksiplywood dan veneer dan melakukan penyusunan standardoperating procedur (SOP) pada proses produksi plywood danveneer menggunakan metode pendekatan perbaikan prosesbisnis. Pada penelitian ini dilakukan perancangan standardoperating procedure dengan menggunakan pendekatan businessprocess improvement. Penggunaan metode business processimprovement bertujuan untuk melakukan identifikasi aktivitasnon value added dan melakukan analisis streamlining padasetiap proses yang telah diidentifikasi. Hasil dari melakukananalisis streamlining dan pembuatan proses bisnis usulanmengenai produksi veneer dan proses bisnis usulan mengenaiproduksi plywood akan digunakan sebagai input dalam prosespembuatan standard operating procedure. Kata kunci— Standard Operating Procedure, Businessprocess improvement
Perancangan Alat Masak Untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proses Penggorengan Umkm Keripik Riki Menggunakan Metode Quality Function Deployment Rizki Firdaus, Muhammad Aditya; Martini, Sri; Iqbal , Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada insdutribarang konsumsi menjadi perhatian lebih bagi pelaku usahauntuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Kurangnyaperhatian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja menjadipenyebab kecelakaan kerja terus meningkat. Penelitimelakukan observasi ke salah satu industri pada bidangkonsumsi berupa produksi keripik singkong. Dilakukanperancangan pengembangan desain produk menggunakanmetode Quality Function Deployment (QFD) untukmemfokuskan proses desain kepada kebutuhan pengguna. Darihasil produk usulan berupa penambahan bagian tutup untukwajan dianggap dapat membuat linkungan kerja yang lebihaman. Tutup wajan didesain khusus dengan menyesuaikanukuran produk eksisting yang begitu besar sehingga perludibuat tutup dengan desain yang besar. Hasil produk usulandiuji dengan menggunakan bantuan software ComputationalFluid Dynamic (CFD) untuk melihat keberhasilan penambahanproduk usulan dalam menjawab permasalahan risikokecelakaan kerja. Dari hasil uji didapatlah hasil yangmemuaskan, dengan hasil pada simulasi didapatkan mayoritaspermukaan dan aliran yang berwarna biru, menandakankomponen yang berada didalam tutup dapat terakumulasikandengan baik sehingga mencegah asap dan juga minyak mengenai lingkungan luar tutup. Kata kunci— Perancangan, UMKM Keripik, Risiko Kecelakaan Kerja, QFD, Alat Masak Penggorengan
Perancangan Alat Pemerata Tembakau Pada Proses Giling Rokok Batangan Menggunakan Metode Dmai Dan Qfd Di Pt. Xyz Putra, Muhammad Satria; Lubis , Marina Yustiana; Susanto, Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerakdi industri tembakau. Perusahaan ini berfokus pada produksirokok batangan pada wilayah Kudus, Jawa Tengah. PT. XYZmemiliki kendala dalam proses produksi yaitu perusahaanselalu menghasilkan produk defect setiap harinya. Proses gilingrokok menjadi proses yang menghasilkan produk defect palingbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki prosesmemasukkan tembakau kedalam mulut gilingan denganpendekatan metode DMAI (Define, Measure, Analyze,Improve) sedangkan usulan yang diberikan yaitu alat pemeratatembakau dengan menerapkan metode Quality FunctionDeployment (QFD). Hasil penelitian ini berupa rancangan alatpemerata tembakau dengan dimensi 21 x 8 x 14 cm dengantinggi yang dapat diperpanjang hingga 22 cm sesuai dengankebutuhan. Alat pemerata tembakau ini dapat digunakan padaalat gilingan yang saat ini sudah dimiliki perusahaan. Namun,alat ini hanya dapat digunakan pada model gilingan yang saatini ada pada perusahaan. Estimasi biaya yang perludikeluarkan untuk membuat satu alat pemerata tembakau inisebesar Rp414.000. Berdasarkan hasil perhitungan nilai sigmabaru, penggunaan alat pemerata tembakau diharapkan dapatmenurunkan 46.89% jumlah produk defect setelahdiimplementasikan di perusahaan PT. XYZ. Kata kunci— Six Sigma, Defect, Kualitas, Tembakau, Rokok

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue