cover
Contact Name
Muhammad Arief Muttaqien
Contact Email
Jurnal.ejoin@gmail.com
Phone
+6287864420394
Journal Mail Official
Jurnal.ejoin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 Email: jurnal.ejoin@gmail.com or ejoin@nusantaraglobal.ac.id
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 29855322     EISSN : 29855322     DOI : 10.55681
EJOIN is a journal that is a scientific forum for community service with e-ISSN: 2985-5322, and managed by LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global. Publish articles on community service activities in the fields of education, social, human resource development, health, appropriate technology, and health. EJOIN journal starting in 2023 publish every month a year, can be downloaded for free, read, and distributed as references for the next article. Paper is submitted online by registering first on this website or can be sent via email to jurnal.ejoin@gmail.com. Download the Template here and the Author Guideline here and submit the article along with the statement letter.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
PEMAHAMAN MEMBACA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BINAR ILMU (FOKUS PADA MENGULAS PARAGRAPH): Fokus Pada Mengulas Paragraph Arifin, Riyadh Ahsanul
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2038

Abstract

Reading Comprehension adalah skill atau kemampuan untuk memahami apa yang dibaca. Dalam membaca, terkadang siswa kesulitan memahami apa yang disampaikan oleh penulis dari teks yang sudah disusun. melalui kemampuan ini, seseorang dapat memahami apa yang dimaksud oleh penulis, kemudian ia membangun makna dan pemahaman bacaan sendiri. Sebagai contoh, seseorang membaca sebuah artikel di internet mengenai di balik kesehatan minum air putih. Dari artikel tersebut, pembaca menemukan beberapa teks yang sulit dipahami. Hal itu bisa berupa kosakata baru atau makna di balik teks. Melalui reading comprehension, perlahan-lahan pembaca dapat memahaminya dengan baik dan menuliskan ulang artikel tersebut sesuai dengan pemahamannya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH KEPADA SISWA KELAS XII SMA BINAR ILMU BANDUNG Sakina, Rahma; Widyaningsih, Ayang Winda; Hardiani, Putri Siti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2042

Abstract

Menulis sebuah karya tulis ilmiah merupakan sebuah keterampilan akademis yang perlu dimiliki oleh siswa karena dengan membuat sebuah karya ilmiah siswa dapat memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Namun, masih banyak siswa menengah atas yang masih merasa kurang cakap dalam keterampilan menulis, khususnya menulis karya tulisa ilmiah. Oleh sebab itu, telah dilaksanakanlah sebuah pelatihan penulisan karya ilmiah di SMA Binar Ilmu Bandung. Secara keseluruhan respon peserta pelatihan karya tulis ilmiah ini merasakan sangat puas terhadap pelatihan yang diberikan terutama terkait dengan penguasaan materi oleh penyaji, pemberian kesempatan dalam bertanya, keramahan penyaji, relevansi materi pelatihan, sistematika penyampaian materi pelatihan. Untuk meningkatkan pemahaman materi pelatihan karya tulis ilmiah perlu dilakukan
PENGUATAN ORGANISASI IBU-IBU DALAM KELUARGA MELALUI KEGIATAN ORGANISASI UNTUK EDUKASI POLA HIDUP SEHAT Pratiwi, Merina; Syarief, Amiroel Oemara
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2043

Abstract

Kesehatan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh masyarakat sekarang ini terutama dalam keluarga. Pakar kesehatan berpendapat bahwa hidup sehat tergantung dari pola perilaku dan gaya hidup individu ataupun masyarakat. Namun pada sebagian komunitas organisasi ibu-ibu berpotensi rawan terkena gangguan kesehatan dengan pola perilaku dan hidup yang dijalani. Oleh sebab itu, dilakukan kegiatan organisasi untuk edukasi pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini diharapkan ibu-ibu dapat menerapkan perilaku hidup sehat di keluarga, serta dapat meningkatkan kesadaran dan informasi mengenai pola hidup sehat. Untuk mewujudkan perilaku hidup sehat maka dibuatlah program berkala untuk penerapan hidup sehat, dimana program tersebut sebagai upaya memberikan pengalaman belajar bagi ibu-ibu dalam menjaga dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan, salah satunya seperti pemberdayaan senam bersama. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari keikutsertaan ibu-ibu dalam tanya jawab dengan narasumber pengabdian dan dapat memberikan dampak kepada ibu-ibu secara positif untuk menciptakan kesadaran dan menjaga kesehatan.
EDUKASI KESEHATAN REMAJA SEHAT BEBAS ANEMIA Dyna, Fitri; Hendra, Doni; Deswinda, Deswinda; Anita, Febri; Bahri, Samsul; Misran, Misran
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2045

Abstract

Anemia merupakan penyakit manusia yang paling umum. Anemia banyak terjadi pada masyarakat khususnya pada remaja dan ibu hamil. Di Indonesia prevalesi anemia pada remaja masih cukup tinggi. Menurut Riskesdas prevalensi pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Kurangnya pengetahuan remaja tentang anemia merupakan salah satu penyebab anemia pada remaja. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi kesehatan pada remaja tentang anemia. Kegiatan ini di lakukan di SMA Witama Pekanbaru dengan jumlah peserta 160 siswa/siswi. Kegiatan dilakukan berupa pemberian edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah. Kegiatan diawali dari persiapan, pemberian materi dan evaluasi. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pretest dan setelah edukasi dilakukan postest. Hasil didapatkan terdapat perbedaan rata-rata nilai pengetahuan sebelum (4,10) dan sesudah (9,28). Nilai P value 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia. Diharapkan pada remaja dapat menerapkan perilaku sehat untuk mencegah anemia.
EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN PADA SISWA/SISWI MADRASAH TSANAWIYAH DESA BALIASE Suaib, Suaib; Dwijayanto, I Made Rio; Situmorang, Benny Harry L; Distriani, Agnes Erlita; Sinta, Sinta; Mahadali, Silfani A; Dahlan, Putri Amalia M.
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2047

Abstract

Pengabdian Kesehatan Masyarakat (PKM) merupakan suatu bentuk pendidikan yang memberikan pengalaman belajar, serta mengenal masalah pembangunan yang terjadi dikalangan masyarakat. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah penyuluhan dengan tema “Bahaya Merokok Terhadap Kesehatan”. Sasaran dari kegiatan ini adalah para remaja Madrasah Tsanawiyah Desa Baliase. Hal tersebut karena masih ditemukan banyak remaja yang merokok dilingkungan sekolah, mereka masih mengabaikan dampak jangka panjang yang ditimbulkan dari rokok bagi kesehatan diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. Tujuan pelaksanaan penyuluhan ini adalah untuk mengedukasi para siswa/siswi Madrasah Tsanawiyah Desa Baliase sehingga dapat menerapkan perubahan perilaku kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik sadar akan kesehatan diri dan lingkungan sekitar, serta menciptakan kawasan tanpa rokok.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TBC PADA PEKERJA HOME INDUSTRI BATIK DI KALURAHAN WIJIREJO, KAPANEWON PANDAK, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Santjoko, Herman; Kasjono, Heru Subaris; Yamtana, Yamtana; Primiaji, Primiaji; Widarto, Elvi Sandra; Putri, Haqifa Rosyida
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2050

Abstract

TB plays an important role in cases of death and morbidity due to respiratory tract infections. Global TB Report 2022, TB cases in Indonesia are in 2nd place in the world after India. The estimated number of cases recorded reached 969 thousand with a case notification figure of 443,235. Based on the estimated number of cases, only 45.7% have been found and treated. This means that 54.2% of TB cases are still undetected and pose a risk of infecting other people. TB can attack anyone, including workers who have a fairly high level of vulnerability. Based on age group, the age range most affected by TB is 15-54 years or the productive age group. The characteristics of the productive age group are high mobility and gradual exposure to TB bacteria which may occur without being noticed. TB cases in Indonesia in 2022 will be recorded at 717,941 cases. This number jumped 61.98 percent from the previous year which was 443,235 cases
RESTORASI EKOSISTEM PADANG LAMUN MELALUI TEKNOLOGI BIO-FADs TREE DENGAN BAHAN DASAR RUMPUT LAUT PADA PERIKANAN DEMERSAL Kantun, Wayan; Wulandari, Sri; Angreni, Husni; Susaniati, Warda; Kabangnga, Arnold; Hasbi, Ibnu Malkan; Idrus, Muhammad Ikhsan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2057

Abstract

Coastal water ecosystems in general have experienced damage as a result of fishing that is not environmentally friendly. This unfriendly fishing causes the fish's feeding grounds to be damaged so that fishing activities in coastal areas need to involve fishing aids to collect fish. The fishing aids implemented are in accordance with the fishing objectives to be achieved. The implementation of fishing aids aims to attract attention and bring fish to the area where the attractor is installed, making it easier to catch. One of the fishing aids used is Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs Tree) or live FADs equipped with Kappaphycus alvarezii seaweed which acts as an attractor to attract fish so they can be easily caught. This service is carried out in Mamuju waters for the purpose of catching demersal fish. The service is carried out using trap fishing equipment. The results of the service showed that the catches obtained were Pink ear emperor (Lethrinus lentjan), Redbelly yellowtail fusilier (Caesio cuning), Streaked spinefoot (Siganus javus), batik Vermiculated spinefoot (Siganus vermiculatus) and Orange-spotted spinefoot (Siganus gutattus), White-spotted spinefoot (Siganus canaliculatus), and Surf parrotfish (Scarus rivulatus). All of the catches are fish of important economic value
MENUMBUH KECINTAAN PEKERJAAN PERTANIAN BAGI GENERASI Z (GEN-Z) PADA LAHAN TERASIRING DENGAN SMART MACHINE PORTABEL MULTIFUNCTION Hidayat, Tofik; Zulfah, Zulfah; Siswiyanti, Siswiyanti; Sugiono, Moh. Cipto; Nurwildani, Moh. Fajar; Mustaqim, Mustaqim
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2062

Abstract

Education has shifted the work mindset of Generation Z (Gen-Z) in mountainous areas. A fairly good education, for example a high school/vocational school graduate, has shifted the desire to become a worker in the non-agricultural industrial sector, leaving behind the agricultural work that his parents started. From the preliminary survey, the main reason is actually the hard work of being a rice farmer on mountain slopes or terraced land. Many agricultural machines (agricultural tools) that have been created, starting from plows, rice harvesters and rice threshers, are still dominated for agricultural land in flat areas. This can be seen from the size of the existing machines which are very large and very difficult to use on terraced land. The application of smart machine technology is to make the rice harvesting process easier. The aim of this service is to foster a love of agricultural work for Gen-Z and to create food self-sufficiency. This service methodology starts from designing, manufacturing rice cutting and threshing machines, simulating and practicing. Then they will be taken to the service location to socialize on the use of the machine and the benefits that will be obtained by farmers. At the time of this service implementation, the service location in Tlahab Lor Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, did not yet have rice ready to be harvested, therefore the service implementation only showed how the machine worked. It is said to be a smart machine because this machine has 3 (three) functions, namely cutting rice stalks, threshing rice and its main function is cutting grass. This machine is also portable because it only weighs less than 15 kg so it can be carried by itself to the harvest location in a terraced rice field model
KONSERVASI SUMBER MATA AIR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA MEURANDEH KOTA LANGSA ACEH Habibi, Sultan; Ardian, Syahrul; Asrita, Emelia; Yuni, Rika Ayuwah; Viansa, Audrey; Putri, Nisa Arzikni; Febriansyah, Ahmad Farhan; Natasya, Mutiara; Zahr, Siti Fatimah; Rahayu, Sri; Syafieh, Syafieh
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2110

Abstract

Clean water is a primary need for human life, including the people of Meurandeh Village, Langsa City. This research aims to assess the vital role of local wisdom-based spring conservation in clean water accessibility and efforts to accelerate stunting prevention in the local area. By using interview and observation techniques and using the stake model descriptive data analysis technique, it can be concluded that the springs on land owned by PTP-N are used by the people of Meurandeh Village and its surroundings as a source of clean water for their daily needs. These springs can intervene with clean water and sanitation playing a 70% role in preventing stunting. The legacy of local wisdom in spring conservation in Meurandeh Village plays a role in maintaining the availability of clean water in Meurandeh Village and surrounding villages. Thus, this water source is urgently needed to increase accessibility of clean water and proper sanitation to reduce the prevalence of stunting in Meurandeh Village.
TRAINING ON COMPOSTING COCOA LEAF WASTE (Theobroma cacao) IN WATES VILLAGE, Sumbergempol District, Tulungagung Regency Fatimah, Fatimah; Martha, Rahma Diyan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2132

Abstract

Chocolate (Theobroma cacao) is one of the largest plantation commodities in Indonesia. Along with the increase in cocoa exports, expansion of cocoa plantations was carried out to increase the number of exports and meet demand for cocoa in the domestic market. Wates Village, located in Sumbergempol District, is one of the villages that has a community-owned cocoa plantation. However, one of the problems faced by cocoa plantations is the large amount of leaf waste produced every day. Improper processing of cocoa leaf waste can cause environmental pollution. Based on this, education and training regarding making compost from cocoa leaf waste is needed for residents. With this guidance and training, it is hoped that residents will be aware of the negative impact of improper processing of cocoa leaf waste on the environment, and can utilize this waste into compost which will later be used to meet residents' fertilizer needs. Because the majority of residents in the village are farmers.

Page 4 of 17 | Total Record : 166