cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sinaptek@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28100867     DOI : -
Prosiding SINAPTEK adalah forum ilmiah bagi dosen untuk memublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan, inovasi, dan aplikasi teknologi tetap guna yang berdampak nyata. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK" : 36 Documents clear
INOVASI KREASI MINUMAN ES TELER MENJADI PRODUK MINUMAN KEKINIAN YANG BERNILAI EKONOMIS Ni Komang Triana Damayanti; Ni Putu Eka Wiraningsih; Ni Putu Dian Oktaviani; Ni Putu Dyah Krismawintari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es teler merupakan minuman yang sudah lama dikenal di Indonesia. Namun, untukmembuatnya menjadi produk minuman kekinian yang bernilai ekonomis, diperlukan inovasiyang dapat menarik minat konsumen seperti nama produk yang penulis ciptakan yaitu FruitCreamy. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan menyesuaikan varian rasapada es teler yang sesuai dengan varian buah yang digunakan, seperti rasa alpukat, mangga,atau melon. Dengan demikian, konsumen akan memiliki pilihan yang lebih banyak dalammenikmati minuman ini. Selain dari segi rasa, inovasi juga dapat dilakukan pada kemasanminuman. Penggunaan kemasan botol yang menarik dan lebih efisien dapat membuat produkini mudah dibawa. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomis produk es teler tersebut, dapatpula dilakukan inovasi dalam bentuk bisnis. Pengembangan strategi pemasaran dan distribusiyang tepat dapat meningkatkan jangkauan pasar dan memudahkan konsumen dalammendapatkan produk ini. Selain itu, kerjasama dengan toko-toko, restoran, atau melalui mediasosial dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran produk es teler ini.
PENGOLAHAN BABI RICA KHAS MANADO YANG DI KREASIKAN MENJADI MAKANAN KHAS KALIMANTAN Ungan Rimpi Melkize; Bernadus Belawing; Valdino Julianto Jehabu; Ni Putu Dyah Krismawintari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Babi Rica merupakan makanan khas yang berasal dari Manado yang terkenal dengankepedasannya. Hidangan ini menggabungkan daging babi yang dipotong berbentuk dadudengan bumbu pedas yang khas kalimantan sehingga menciptakan cita rasa yang baru dankhas. Latar belakangnya terkait dengan budaya kuliner Manado yang kaya dan beragam. Hidangan ini juga menjadi representasi penting dari keanekaragaman kuliner Indonesia. Pada artikel ini akan melakukan Pengolahan Babi Rica Khas Kalimantan Timur. Artikel yangmenjelaskan proses dan nilai-nilai penting yang terkandung dalam hidangan tradisional. Artikel ini mencoba menjelaskan latar belakang, mengidentifikasi tujuan, dan membahasmanfaat dari hidangan ini dalam konteks kuliner. Tujuan utama dari penelitian ini adalahuntuk memahami asal-usul, karakteristik, dan pengolahan Babi Rica. Dengan menggalisejarah dan budaya yang melatarbelakangi hidangan ini. Artikel ini diharapkan dapatmembantu dalam melestarikan warisan kuliner Indonesia dan mengenalkannya kepadamasyarakat luas dan juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentangpengolahan Babi Rica khas Kalimantan Timur serta dapat meningkatkan penghargaanterhadap keragaman kuliner Indonesia. Artikel ini juga dapat menjadi referensi untukmereka yang ingin memasak atau merasakan hidangan ini dengan lebih baik. Melalui artikelini, diharapkan untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang "Babi Rica" dankontribusinya terhadap kekayaan budaya dan kuliner Indonesia, sambil merayakan cita rasadan keunikan hidangan ini.
INOVASI OLAHAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) KAYA VITAMIN C SEBAGAI WUJUD PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Salsabyla Claudinda Virgy; Nabila Irvasya Mufidah; AnindyaPradesty; Harits Tetra Arif Putra; Marsella Zahra Laila Ahsada; Mikael Pasaribu; Muhammad Raihan Alkhosi; Muhammad Satria Bagus Saputra; Nova Aprilya; Sandra Dewi Nugroho; Rysca Indreswari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C berguna untuk membantu tubuh dalam pembentukan jaringan dan sistempertahanan tubuh. Hingga saat ini, jambu biji masih menduduki peringkat atas kategoribuah kaya vitamin C yang mengandung sekitar 200 mg vitamin C per 100 gram. DesaPuntukrejo merupakan salah satu wilayah dengan komoditas jambu biji terbanyak karenaperawatannya yang relatif mudah. Tetapi, jambu biji termasuk komoditi yang mudahrusak sehingga perlu adanya penanganan yang baik. Hal ini menjadi kendala petani padaaspek penjualan akibat tingginya kualitas hasil panen yang tidak seimbang dengan angkapermintaan komoditas jambu biji. Nilai jual yang begitu rendah tentu tidak sebandingdengan biaya operasional yang dikeluarkan untuk budidaya sehingga menyebabkan petanirugi. Tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki nilai jual dan menurunkan angkapembusukan akibat kendala masa simpan buah jambu biji. Maka dari itu, timpengusul PIPKbersama petani dan UMKM Desa Puntukrejo bersepakat membuat inovasi olahan produkdari jambu biji. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalahParticipatory Rural Appraisal yang menitikberatkan partisipasi masyarakat dalamPembangunan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Program yang telah dijalankan adalah sosialiasi program, perawatan budidaya jambu biji, kajian alat dan bahan produksi, pelatihan pembuatan produk jambu biji berupa selai daneskrim, dan pembuatan merk serta desain kemasan. Serangakaian programini jugabertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan keberdayaan kelompok petani sertaUMKM. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperbaiki pendapatan denganmemanfaatkan potensi lokal yang ada.
PKM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATANPENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DENGANBALITADALAM PROSES PEMBUATAN DAN PEMBERIANMPASIDI DESA BUKIAN PAYANGAN GIANYAR I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier ditandai dengan panjang atau tinggibadan tidak sesuai dengan umurnya. Salah satu determinan terjadinya stunting adalahpembuatan dan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tidak memenuhikecukupan gizi. Hasil studi pendahuluan di Desa Bukian Payangan menunjukkan angkastunting pada balita perempuan dan laki-laki tahun 2022 sebesar 17%dan 26%sedangkan41,9% ibu dengan balita masih memiliki pengetahuan kurang tentang MPASI. TujuandariPKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita dalamproses pembuatan dan pemberian MPASI. Metode kegiatan yaitu dengan memberikanintervensi dalam bentuk penyuluhan menggunakan buku resep MPASI dan memberikanpelatihan cara membuat MPASI yang baik dan benar, dilanjutkan dengan evaluasi hasil yaitumengukur pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Dari 15ibudengan balita yang hadir pada saat penyuluhan di Kantor Desa Bukian, hanya 71%memilikipengetahuan baik dan 69% memiliki keterampilan yang baik tentang proses pembuatandanpemberian MPASI. Sedangkan setelah intervensi dilakukan terjadi peningkatan pengetahuandan keterampilan ibu dengan balita berturut-turut 92% dan 83%. Dapat disimpulkan bahwaterjadi peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan keterampilan ibu denganbalita sebelum dan setelah intervensi. Diharapkan dengan PKM ini secara tidak langsungdapat menurunkan angka stunting di Desa Bukian Payangan Gianyar.
SPECIAL AND MYSTERIOUS CREATIVE INNOVATIONSINTHEFORM OF GIFTS Joshua Daniel; Amelia Elim; I Kadek Darmita; Ni Putu Dyah Krismawintari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian hadiah, baik dalam bentuk box gift misterius maupun buket gifts, telah menjadibagian integral dari budaya manusia. Abstrak ini mengeksplorasi aspek psikologis dan sosialdi balik daya tarik serta makna di balik pemberian kedua jenis hadiah tersebut. Mengetahuibagaimana pada ekspektasi, emosi penerima, dan pengirim hadiah dibahas untuk memahamikompleksitas gestur pemberian hadiah. Melalui penelusuran literatur dan tinjauan konseptual, Diduga peran simbolisme, kejutan, dan cara hadiah tersebut dapat menciptakan hubunganemosional antara penerima dan pengirim. Implikasi praktis dari penggunaan kedua jenishadiah ini dalam berbagai konteks, termasuk personal dan profesional. Kesimpulannya, pemberian hadiah—baik dalam bentuk box gift misterius maupun buket gifts—membawabanyak lapisan makna dan memiliki peran penting dalam memperkuat hubunganinterpersonal serta menyampaikan pesan-pesan emosional yang mendalam.
JAJO TEMPE (TEMPE DARI KOMBINASI JAGUNG DAN KACANGHIJAU) Matius Victorino Ola Dame; Elok Faiqotus Zahra; Rony MahaPutraUmbu Pingge; Carolina Widyawati; Komang Ayuk Supriani; Ni Kadek Yunita Sari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan salah satu produk bioteknologi yang umumnya berasal dari bahan bakukedelai. Adanya kenaikan harga kedelai memberikan dampak yang signifikan bagi industritempe. Akibatnya biaya produksi meningkat dan menjadi dampak bagi pengusaha tempe. Dari permasalahan tersebut maka terbentuklah inovasi dengan memanfaatkan sumberbahan alternatif yaitu jagung dan kacang hijau. Pemanfaatan bahan tersebut dipilih karenakandungan nutrisi dan gizinya tidak jauh beda dengan kedelai, bahkan terdapat kandungankarbohidrat yang terkandung di dalam jagung. Dari hal tersebut terbentuklah produk tempeyang dinamakan dengan JAJO Tempe. Produk ini dikombinasikan dari jagung dan kacanghijau. Testimoni mengenai produk ini memiliki tekstur yang lembut, rasa yang gurih, warnanya yang putih kekuningan yang disebabkan oleh warna jagung, dan aroma khaskacang hijau. Harganya yang cukup ekonomis yaitu Rp.8000,-. Metode pelaksanaan produkinovasi ini yaitu 1) Praproduksi, 2) Produksi, dan 3) Pemasaran. Hasil dari kegiatan programkreativitas mahasiswa ini adalah produk jajo tempe dengan desain produk, sampel produkuntuk dipasarkan dan pemasaran menggunakan sosial media.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MENGENAI PSYCHOLOGYFIRSTAID TERHADAP REMAJA AKHIR DI BANJAR KEKERAN, DESAPENATAHAN, TABANAN Putu Raditya Siwa Abhirama Putra; Putu Dea Anggy Pratiwi; Wiriana; I Gde Dhika Widarnandana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase remaja akhir merupakan fase penting dalam pertumbuhan kehidupan seorangindividu, karena pada fase ini individu akan mulai memiliki minat karir, relasi, eksplorasiidentitas, dan ego seringkali lebih menonjol di remaja akhir dibandingkan di masa remajaawal. Hal tersebut menimbulkan tekanan tersendiri bagi remaja kebanyakan, seperti tekananyang dirasakan atas performa akademis, keinginan untuk diterima. Pelatihan ini dilakukansebanyak 2 sesi, sesi pertama peneliti melakukan pelatihan ini dengan metode pemberianmateri. Selama sesi ini, kami menjelaskan mengenai pengertian Psychology First Aid (PFA), bagaimana cara yang baik untuk menolong seseorang yang berada pada masa kritis danbagaimana sikap yang baik untuk menolong orang. Setelah sesi pemaparan materi, pelatihantersebut dilanjutkan dengan sesi role play. Rata-rata pre-test adalah 53.12, dengan variasiyang cukup besar (ditunjukkan oleh standar deviasi yang tinggi). Rata-rata post-test adalah92.19, yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test. Distribusipost-test memiliki standar deviasi yang lebih rendah dibandingkan dengan pre-test, menunjukkan bahwa data lebih terkonsentrasi di sekitar rata-rata. Melalui pelatihanini, terdapat peningkatan pemahaman mengenai psychology first aid pada remaja di BanjarKekeran. Ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang telah disebarkan. Terdapatpeningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test, yang dapat diindikasikan oleh ratarata yang lebih tinggi pada post-test dan distribusi data yang lebih terkonsentrasi.
PENGUATAN PENGEMBANGAN DESA WISATAPINGEKECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI I Wayan Ruspendi Junaedi; Yeyen Komalasari; Christimulia Purnama Trimurti; Gusti Ngurah Joko Adi Negara; R Tri PriyonoBudi Santoso; I Wayan Benyamin Eddy Yulianto
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ini memiliki potensi daya tarikwisata yang sangat potensial. Namun menghadapi masalah dalam penguatan pengembanganDesa Wisata yang telah terbentuk. Salah satu kendala yang dihadapi adalahketidakmampuan pengelola desa wisata memenuhi permintaan wisatawan asing terkaitmenu breakfast internasional. Berdasarkan informasi tersebut, maka kami timpengabdimengusulkan sosialisasi penguatan Desa Wisata Pinge dan pelatihan pembuatan AmericanBreakfast dan Fresh Juice dengan menggunakan sumber daya alam lokal. Tujuan darikegiatan pendampingan, yaitu: 1).Untuk memberikan wawasan dan sosialisasi mengenaipenguatan Desa Wisata Pinge, menganalisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantanganyang dihadapi. 2). Untuk memberikan wawasan guna meningkatkan kualitas layanan kepadawisatawan dalam bentuk pelatihan pembuatan American Breakfast dan Fresh Juice denganmenggunakan sumber daya alam lokal. 3). Memberikan wawasan Prinsip-prinsip dasarmanajemen pemasaran mengenai bagaimana menciptakan kepuasan konsumen. Adapunmanfaat dari kegiatan ini, yaitu: 1). Kemampuan mengenai penguatan Desa Wisata Pinge, dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi. 2). Kemampuan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan dalam bentuk pelatihanpembuatan American Breakfast dan Fresh Juice dengan menggunakan sumber daya alamlokal. 3). Kemampuan prinsip dasar pemasaran dalam menciptakan kepuasan konsumen. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan di Desa Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Bali berupa ceramah dan diskusi serta pelatihansesuai yang dibutuhkan. Masyarakat diberikan kesempatan bertanya untuk memperjelaspemahaman tentang penguatan Desa Wisata Pinge. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasidengan mempraktekkan hasil pelatihan pembuatan American Breakfast dan Fresh Juicedengan menggunakan sumber daya alam lokal. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen ProgramMagister Manajemen dan melibatkan mahasiswa. Kegiatan diawali dengan Pretest, sosialisasi, ceramah dan diskusi mengenai Penguatan Pengembangan Desa Wisata Pinge, KecamatanMarga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatanAmerican Breakfast dan Fresh Juice dengan menggunakan sumber daya alamlokal. Diakhiridengan Postest, monitoring dan evaluasi.
MODEL PEMILU DALAM REKRUTMEN PENGELOLADESAWISATA JATILUWIH KABUPATEN TABANAN Dewa Putu Oka Prasiasa; Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Ni Wayan Karmini
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan sumber daya manusia di DesaWisata Jatiluwih dengan menerapkan pendekatan fenomenologi. Subyek dalamkajianiniyaitu Pengelola Desa Wisata Jatiluwih. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasilkajian menemukan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di Desa Wisata Jatiluwihmencakup rekrutmen pengelola dengan menggunakan sistem pemilihan umum, pemberianmotivasi menggunakan dua cara yaitu secara lisan dan tindakan, sistempenggajianmenggunakan sistem honor, pengembangan karir dan pelatihan berasal dari masyarakat luaratau lembaga, bentuk relasi antara pengurus dengan masyarakat desa, dan bentuk relasiantara pengurus dengan masyarakat luar/lembaga. Namun demikian, masih diperlukanupaya untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia di Desa Wisata Jatiluwih.
PKM PENDAMPINGAN STANDARISASI BAHANALAMBAGIGURU DAN SISWA SMK KESEHATAN BALI MEDIKA, DENPASAR I Made Gde Sudyadnyana Sandhika; Ni Kadek Yunita Sari; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; I Gede Widhiantara; I Wayan Rosiana; Putu Angga Wiradana; I Made Wisnu Adhi Putra; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Rahmadi Prasetijo; I Made Murna
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan terkait proses standarisasi bahan alamdi SMKKesehatan Bali Medika kurang diperhatikan karena kurikulumnya lebih banyak memuat matapelajaran produktif keperawatan, teknik laboratorium medik dan farmasi. Sebagai salahsatusekolah swasta di Kota Denpasar, sekolah ini masih memiliki alat dan bahan penunjangpraktikum di bidang Sains yang masih sangat terbatas. Konsep dasar standarisasi bahanalam termasuk penting diberikan di Sekolah ini mengingat sekolah ini merupakan sekolahkesehatan dan memiliki jurusan farmasi. Keterampilan standarisasi bahan alamberguna bagisiswa pada saat magang di dunia industri dan pada saat melanjutkan ke jenjang pendidikanyang lebih tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu: 1)Memberikanwawasan mengenai standarisasi meliputi jenis standarisasi, fungsi standarisasi dan metodestandarisasi pada bahan alam khususnya tanaman obat, 2)Memberikan pengetahuanmengenai teknik-teknik standarisasi baik secara spesifik dan non spesifik pada bahan alamkhususnya tanaman obat, dan 3)Mempraktekan secara langsung dalam membuat sediaanekstrak yang berbahan dasar tanaman obat. Hasil dari Pengabdian Masyarakat ini adalah1)Wawasan mitra terkait standarisasi bahan alam meningkat dari rata-rata nilai 55 menjadi86 setelah posttest, 2)Tingkat pengetahuan mitra meningkat dari tidak tahu menjadi tahuakan teknik-teknik standarisasi dan semua anggota mitra yang mengikuti sosialisasimendapatkan rerata nilai pemahaman 84 pada post-test, 3)Penyampaian materi pembuatansediaan ekstrak bahan alam khususnya tanaman obat meningkat dari rata-rata nilai 45 padapretest menjadi 83 setelah posttest.

Page 3 of 4 | Total Record : 36