Journal of Islamic Education Studies
Specifically discusses the issue of Islamic education. The journals scope includes research. Islamic education thinking, and fieldwork on Islamic education. The approach is interdisciplinary, encompassing, and combining perspectives from Islamic education philosophy. comparative studies of Islamic education, curriculum, teaching and learning process in Islamic education. evaluation, Islamic education, and special education relevant to Islamic education issues.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2026)"
:
11 Documents
clear
Peran Lembaga Pendidikan Informal Dalam Membentuk Sikap Toleransi Pada Usia Remaja
Damayanti, Yola;
Muhammad Zainul Hasani Syarif;
Putri Ria Angelina
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/45dzdc54
Penelitian ini membahas tentang peran keluarga dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Rt/Rw 02/05 Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran lembaga pendidikan informal, pola asuh orang tua, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja. Pada beberapa lingkungan tingkat toleransi pada usia remaja cukup rendah seperti tidak hormat kepada orang tua, mendiskriminasi minoritas, perundungan, dan kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan informal merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan sikap toleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa peran lembaga pendidikan informal dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor yaitu sebagai pendidik, teladan, dan memunculkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan menggunakan pola asuh demokratis (otoritatif) yang menyeimbangkan antara kedisiplinan, kemandirian, dan kasih sayang untuk anak usia remaja agar tidak melakukan diskriminasi kepada orang lain, selalu mementingkan kepentingan umum, dan memberikan contoh-contoh kebaikan juga keburukan untuk dihindari. Faktor yang menjadi penghambatnya yaitu komunikasi yang kurang baik antara kedua orang tua dan anak remaja, kurangnya pemahaman orang tua tentang anak dan pendidikan sikap toleransi, serta dididik pada waktu dan suasana hati yang tidak tepat. Sedangkan adanya kerja sama dan lingkungan yang baik rukun damai dan harmonis menjadi kunci keberhasilan yang merupakan faktor pendukung dalam membentuk sikap toleransi.
Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Teknologi Informasi
Agus Riyanto
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/ha30tr39
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara belajar dan mengajar secara keseluruhan, termasuk dalam pendidikan agama islam. Masa digital membawa peluang baru sekaligus tantangan yang harus diatasi agar pendidikan islam bisa lebih berkualitas. Di masa kini, pengelolaan kurikulum pendidikan agama islam memerlukan strategi yang tepat agar teknologi informasi bisa digunakan secara efektif. Dengan mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum, proses belajar bisa lebih menarik dan lebih baik. Untuk itu, dibutuhkan fasilitas TIK yang memadai serta kemampuan digital yang baik dari para guru dan siswa. Konten yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan pembelajaran agar efektif. Para ahli menekankan perlunya kurikulum yang bisa merespons perubahan pesat teknologi inovasi, metode pembelajaran yang kreatif, dan evaluasi yang menggunakan TIK. Kebijakan yang memfasilitasi penggunaan TIK dalam pendidikan agama islam perlu diperkuat agar penggunaannya aman dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menemukan topik utama dalam mengelola kurikulum pendidikan agama islam di masa digital. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan TIK informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agama islam serta membantu siswa menghadapi tantangan di dunia digital saat ini.
Guru Kedua dan Pendidikan: Sintesis Filsafat dan Islam Dalam Pemikiran Al-Farabi
Rimas Nur Aisyah;
Afwa Rosyidatul Hanifah;
Diah Wahyu Ningtias
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/5ex4zx59
Artikel ini membahas bagaimana Al-Farabi, seorang filsuf Muslim yang dikenal sebagai "Guru Kedua," menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan gagasan filsafat dalam sistem pendidikannya. Biografi Al-Farabi, kontribusi intelektual, dan gagasan pendidikannya ditelaah melalui sumber primer dan sekunder dalam penelitian ini, yang menggunakan metode tinjauan pustaka. Menurut temuan penelitian, Al-Farabi percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat ideal (al-madīnah al-fāḍilah) dan manusia yang sempurna (al-insān al-kāmil). Ia berpendapat bahwa pendidikan harus mencakup baik penyucian jiwa melalui prinsip-prinsip agama maupun pengembangan akal melalui pengetahuan rasional. Dia menyarankan sebuah program yang menggabungkan pengetahuan rasional untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan agama sebagai dasar moral. Pendekatan pendidikan ini, yang menekankan pembiasaan moral, pelatihan logika, dan pertumbuhan kebijaksanaan, diterapkan secara bertahap. Penelitian ini menegaskan bahwa gagasan Al-Farabi dapat diterapkan pada masalah pendidikan kontemporer, terutama ketika berkaitan dengan menyeimbangkan perkembangan karakter dan kecerdasan akademik. Perpaduannya antara filsafat dan agama menawarkan dasar filosofis bagi model pendidikan Islam yang humanistik, logis, dan terpelihara.
Meningkatkan Kreativitas Siswa dengan Menggunakan Canva Sebagai Media Pembelajaran
Hurrunain, Fatimah;
Muhammad Faiz Abdurrochman;
Sa’adatuddaroeni;
Nadara Puspita Lituhayu;
Bakti Fatwa Anbiya
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/9zmec940
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematik penggunaan Canva sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kreativitas siswa. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide kreatif akibat metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review yang menganalisis berbagai penelitian terdahulu dari tahun 2018 hingga 2025. Data diperoleh melalui penelusuran jurnal nasional dan internasional menggunakan kata kunci “Canva”, “media pembelajaran digital”, dan “kreativitas siswa”. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Canva berpengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas siswa, terutama pada aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Fitur-fitur Canva seperti template dan elemen grafis interaktif mendukung siswa dalam mengekspresikan ide kreatif dan meningkatkan motivasi belajar. Canva juga membantu guru menciptakan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, penggunaan Canva terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran di era digital.
Integrasi Nilai Islam Dalam Kurikulum Senior Secondary di Australian Islamic College
Muhammad Arifin Aprillianto;
Imam Islamuddin
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/qbafb681
This study aims to analyze the forms and strategies of integrating Islamic values into the Senior Secondary curriculum at the Australian Islamic College (AIC). Using a descriptive qualitative approach with document analysis methods, the research draws on two primary sources: the official AIC website and the 2023 Senior Handbook. The findings indicate that AIC implements an integrative and contextual Islamic education model in which Islamic values are internalized into all aspects of the curriculum and learning processes. Faith-based pedagogy serves as the foundation of instruction, while religious activities, character programs, and the school environment function as instruments for developing students' spirituality. AIC successfully combines the Australian national education system with the principles of tawhid, adab, and Islamic ethics without losing academic relevance. This model demonstrates that Islamic education can operate effectively within secular and multicultural contexts. The study contributes to the development of integrative Islamic education models and offers insights for Islamic educational institutions in Indonesia in designing curricula that balance academic competence and spiritual character formation.
Peran Terapi Dzikir Manaqib Terhadap Kesehatan Mental Santri di Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Kota Pekalongan
Zakiya Ikhwanu Isnaini;
Muhamad Rifa'i Subhi
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/fyfhkt70
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran terapi dzikir manaqib terhadap Kesehatan mental santri di lingkungan Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Dzikir manaqib ini merupakan kegiatan spiritual berupa pembacaan kisah para wali, serta mampu menumbuhkan ketenangan batin dan memperkuat keimanan seseorang. dalam konteks pesantren, praktik ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan mental dan membentuk karakter santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara terhadap pengurus santri dan santri putri sebagai sumber data primer. Hasil dalam penelitian ini menujukan bahwa dzikir manaqib memberikan pengaruh positif serta membantu menciptakan perasaan tenang dan dekat dengan allah. Kemudian praktik dzikir yang dilakukan dengan kekhusyuan dan rutin dapat membantu santri menjadi pribadi yang sabar, Ikhlas dan stabil secara emosional. Temuan ini memperlihatkan bahwa dzikir manaqib tidak hanya menjadi rutinitas religius, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk terapi spiritual yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental. Kegiatan ini mampu menumbuhkan sifat sabar, ikhlas, serta memperkuat daya tahan psikologis santri dalam menghadapi tekanan hidup. Dengan demikian, dzikir manaqib memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung kesejahteraan mental dan spiritual santri di lingkungan pesantren.
Pengaruh Konsep Tawakal Dalam Tasawuf Terhadap Pengurangan Burnout Akademik Pada Mahasiswa
Lutfiana
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/seydec70
Tekanan akademik yang tinggi sering kali menempatkan mahasiswa pada kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dikenal sebagai burnout akademik. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas belajar, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dalam konteks tersebut, pendekatan spiritual menjadi salah satu alternatif strategi koping yang relevan, khususnya konsep tawakal dalam tradisi tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsep tawakal dalam tasawuf terhadap upaya pengurangan burnout akademik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur atau tinjauan pustaka sistematis terhadap sumber-sumber yang berasal dari literatur tasawuf, psikologi, dan kajian akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik konseptual guna membangun sintesis antara perspektif spiritual dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal berperan sebagai mekanisme koping spiritual yang efektif dalam mereduksi gejala burnout akademik. Praktik tawakal yang memadukan ikhtiar maksimal dengan penyerahan diri kepada Allah mampu memberikan ketenangan batin, mengurangi kecemasan, serta membantu mahasiswa memaknai tekanan akademik secara lebih positif. Dengan demikian, tawakal tidak hanya berfungsi sebagai konsep teologis, tetapi juga sebagai sumber kekuatan psikologis yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dan ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik. Kata Kunci : Tawakal, Tasawuf, Burnout Akademik, Mahasiswa, Kesehatan Mental.
Transformasi Spiritual Melalui Tasawuf Akhlaki Dalam Pembentukan Karakter Islami
Irsan Hadi
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/dfs96t17
Krisis moral dan spiritual masyarakat modern menuntut pendekatan pembinaan karakter yang komprehensif, mendalam, dan berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis konsep transformasi spiritual melalui tasawuf akhlaki dengan fokus pada tazkiyatun nafs dalam pembentukan karakter Islami. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka dengan sumber primer berupa karya klasik tasawuf dan literatur kontemporer. Analisis dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takhalli, tahalli, dan tajalli, yang didukung oleh praktik mujahadah, muraqabah, dan muhasabah, merupakan model pendidikan karakter Islami yang relevan untuk menjawab degradasi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tazkiyatun nafs dengan pendidikan karakter modern yang menekankan aspek kognitif–afektif–spiritual secara seimbang. Pendekatan ini sekaligus memperkuat resiliensi mental, meningkatkan kontrol diri digital, serta menumbuhkan etika sosial di lingkungan pendidikan Indonesia.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Etika Penggunaan Artificial Intelligence Dalam Pendidikan Tinggi: Tinjauan Berbasis Maqasid Al-Syari'ah
Bina Prima Panggayuh;
Dzaki Prayogo;
Muhammad Wahidin Annaba;
Nabila Mutiarawat;
Adzra Aliya Sidqi
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/zeasb316
Pertumbuhan pesat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) telah sepenuhnya mengubah cara pembelajaran dilakukan di pendidikan tinggi melalui sistem akademik otomatis dan platform pengetahuan digital. Meskipun AI menawarkan efisiensi dan aksesibilitas, teknologi ini juga menghadirkan kekhawatiran etis terkait integritas akademik dan ketergantungan intelektual. Penelitian ini menilai persepsi etis mahasiswa mengenai penggunaan AI dalam pendidikan tinggi berdasarkan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya pemeliharaan akal (ḥifẓ al-ʿaql). Temuan utama menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya melihat AI sebagai sesuatu yang bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran. Di sisi lain, muncul kekhawatiran etis penting terkait ketergantungan berlebihan pada AI, penurunan kemampuan berpikir kritis, keluaran yang bias, serta ancaman terhadap kejujuran akademik. Tata kelola institusional dinilai sebagai salah satu dimensi yang paling kuat didukung, yang berarti bahwa mahasiswa mengharapkan universitas menjadi pihak utama dalam mengatur penggunaan AI secara etis. Kesadaran etika Islam memang ada, tetapi masih kurang diterapkan secara sistematis dalam praktik akademik sehari-hari. Hasil ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melembagakan tata kelola etis berbasis maqāṣid dalam pendidikan tinggi. Studi ini merekomendasikan dua hal: memasukkan literasi etika Islam ke dalam kurikulum dan menetapkan kebijakan akademik yang jelas untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Upaya Meningkatkan Kesadaran Beragama Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam
Choli, Ifham
Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58569/7rdbgt21
Guru Pendidikan Agama Islam adalah penanggung jawab dalam proses pemahaman dan bimbingan kognitif, afektif, religius dan psikomotorik siswa dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.[1] Akan tetapi selain di sekolah , keluarga juga tidak kalah pentingnya dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Oleh karena itu orang tua merupakan pendidikan pertama dan utama di mana anak-anak mulai menerima pendidikan. Maka, fungsi keagamaan harus dijalankan baik dalam keluarga maupun di sekolah, melalui pendidikan yang berpedoman pada agama, hal ini sangat penting karena kehidupan beragama yang baik dapat memberikan keseimbangan hidup bagi manusia dan alam pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Asy-Syarof Jatiwangsan. Hasil penelitian menunjukkan bahw pembelajaran yang sudah dijalankan oleh para pendidik di sekolah SMP IT Asy-Syarof terutama oleh guru Pendidikan Agama Islam, antara lain: membiasakan praktek dan kebiasaan keberagamaan pada siswa , mewujudkan kasih sayang dan hubungan harmonis antara guru dan murid, memotivasi siswa untuk menghafal ayat – ayat Al – Qur’an surat pilihan, memberikan pemahaman dan kesadaran kepada siswa akan pentingnya Pendidikan Agama Islam, membiasakan diri siswa untuk selalu menerapkan sifat – sifat terpuji dan berakhlakul karimah, dengan harapan sifat terpuji tersebut diterapkan pada sesama teman di dalam sekolah maupun di luar sekolah, membiasakan kepada siswa untuk selalu menghormati kepada yang lebih tua, terutama kepada Bapak dan Ibu Guru di sekolah.