cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG BERSALIN AZ-ZAHRA RSUD HAJI MAKASSAR Sainah; Hamdayani; Suriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis secara mendalam hubungan Antara Preeklamsia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Bersalin Az-Zahra RSUD Haji Makassar. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan desain Cross Sectional Study. Besar sampel 74 responden ibu yang mengalami preeklamsia. Penelitian ini menggunakan metode uji statistik yaitu uji Kai Kuadrat (Chi Square) dengan kemaknaan (0,05). Didapatkan hasil sebagai berikut: 1) Preeklamsia pada responden ibu hamil di ruang Az-Zahra RSUD Haji Makassar terbanyak adalah preeklamsia “Ringan” sebanyak 58 responden (78.4%), dan terendah adalah preeklamsia “Berat” sebanyak 16 responden (21.6%). 2) Berat badan bayi pada responden ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di ruang Az-Zahra RSUD Haji Makassar terbanyak adalah “BBLR” sebanyak 59 responden (79.7%), dan terendah adalah “BBLSR” sebanyak 15 responden (20.3%) . Setelah dilakukan analisis secara statistik bermakna antara preeklamsia dengan kejadian bayi BBLR, dan dari hasil analisis statistik Chi-square antara preeklamsia dengan kejadian bayi BBLR, didapatkan nilai Sig. 0.000 < 0.05. Penelitian ini menunjukkan ada hubunga antara preeklamsia dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada ibu hamil di Ruang Az-Zahra RSUD Haji Makassar. Bahwa masih ada beberapa responden yang kurang memiliki kesadaran dalam pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Rekomendasi: perlu adanya peran tenaga kesehatan dalam memberikan pemyuluhan dan penanganan tepat dan adekuat pada ibu hamil dengan preeklamsia untuk mengurangi kemungkinan komplikasi kehamilan termasuk berat bayi lahir rendah.
EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA DECUBITUS DENGAN METODE MODERN DRESSING TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA : LITERATUR REVIEW Abdul Herman Syah Thalib; Leni Widia Ningsih
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.283

Abstract

Ulkus decubitus merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan atau kematian kulit sampai jaringan dibawahnya bahkan dapat menembus otot sampai mengenai tulang dan dapat mengganggu proses pemulihan pasien dan biasanya di ikuti dengan nyeri yang berkepanjangan bahkan dapat menyebabkan terjadinya infeksi sehingga proses pemulihan pasien yang berlangsung lama dan dapat menambah panjang lama perawatan, dengan adanya ulkus decubitus dapat menjadi suatu penanda prognosis yang buruk yang akan terjadi untuk pasien. Teknik perawatan luka lembab atau yang lebih dikenal dengan modern dressing adalah metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan bahan balutan penahan kelembaban sehingga menyembuhkan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Literature ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perawatan luka decubitus dengan metode modern dressing terhadap proses penyembuhan luka setelah dilakukan perawatan ulkus decubitus. Penelitian ini mengesplorasi bukti kuantitatif yang diterbitkan dalam database elektronik pudmed, google scooler dan garuda. Dengan menggunakan database elektronik pudmed, google scooler dan garuda penulis mengidentifikasi 18 artikel yang potensial dan menarik dengan tujuan penelitian, namun dalam literature ini hanya melakukan review terhadap 4 artikel untuk dimasukan dalam analis a akhir Penulis dapat melihat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kondisi luka yang dialami responden setelah diberikan intervensi perawatan luka dengan metode modern dreesing bahwa perawatan Ulkus decubitus dengan metode modern dressing dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.284

Abstract

Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017, secara nasional prevalensi gizi buruk sebesar 3,8% dan gizi kurang sebesar 14,0%. Kekurangan gizi pada anak dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh penerapan sadar gizi dan pengetahuan gizi ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan sadar gizi, pengetahuan gizi ibu, dan status gizi balita di Desa Karassing Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita berumur 12-59 bulan dan sampel sebanyak 65 orang diperoleh secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pungukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan sadar gizi dengan kategori baik sebesar 16,9% dan kategori tidak baik sebesar 83,1%. Pengetahuan gizi ibu dengan kategori baik sebesar 83,1% dan kategori kurang sebesar 16,9%. Umumnya balita memiliki status gizi baik berdasarkan indeks BB/U dan status gizi normal berdasarkan indeks TB/U dan BB/TB. Namun masih ada balita dengan status gizi kurang sebesar 12,8%, status gizi sangat pendek sebesar 7,7%, status gizi pendek sebesar 20,0%, dan status gizi kurus sebesar 7,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan kepada pihak puskesmas perlu meningkatkan penyuluhan mengenai pentingnya menimbang berat badan balita secara teratur, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk makan makanan beraneka ragam, dan pentingnya memberikan ASI eksklusif.
HUBUNGAN PERILAKU PENGHUNI TENTANG PERSONAL HYGIENE, SANITASI DASAR DAN KONDISI FISIK DENGAN KELUHAN KESEHATAN DI BEBERAPA RUMAH KOS KELURAHAN MACCINI MAKASSAR TAHUN 2017 Nanang Rahmadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.285

Abstract

Rumah yang sehat harus memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologis. Adapun kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, udara (ventilasi), ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan/suara yang mengganggu dan harus memenuhi kebutuhan psikologis yaitu cukup aman dan nyaman bagi masing-masing penghuni rumah dan privasi yang cukup. Perumahan atau pemukiman yang buruk akan menimbulkan masalah kesehatan seperti terjadinya penularan penyakit baik antara anggota keluarga maupun kepada orang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku penghuni tentang personal hygiene, sanitasi dasar dan kondisi fisik dengan keluhan kesehatan di beberapa rumah kos Kelurahan MacciniMakassar. Penelitian menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional, populasinya seluruh penghuni rumah kos di Kelurahan Maccini Makassar. Sampel dalam penelitian ini ada 52 responden dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan chi-square test. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu perilaku personal hygiene dan sanitasi dasar, sarana sanitasi dasar dan komponen fisik rumah kos terhadap variabel dependen yaitu keluhan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan keluhan kesehatan adalah tindakan personal hygiene p = 0,020 dan tindakan sanitasi dasar p = 0,001. Variabel yang tidak berhubungan adalah pengetahuan p = 0,087 dan sikap p = 0,491 personal hygiene, pengetahuan p = 0,598 dan sikap p = 0,101 sanitasi dasar, komponen fisik kamar kost p = 0,183 dan kelengkapan sarana sanitasi dasar p = 0,991. Saran bagi penghuni rumah kos agar lebih menjaga personal hygyne, sanitasi dasar, sarana sanitasi dasar yang sudah disediakan dan komponen fisik rumah kos yang ada. Bagi pemilik rumah kos disarankan agar lebih memperhatikan kelengkapan sarana sanitasi dasar dan komponen fisik rumah kos.
PENILAIAN RUMAH SEHAT DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN PADA BALITA DI DESA SAPANANG KECAMATAN BINAMU TAHUN 2019 Sahdan Mustari
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.286

Abstract

Lingkungan perumahan dan pemukiman yang tidak sehat dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit salah satunya adalah penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi rumah dan riwayat penyakit berbasis lingkungan yang diderita balita di Desa Sapanang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk memperoleh informasi mengenai keluarga, rumah, dan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah balita dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 balita yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 80 rumah balita yang diobservasi, terdapat 71 rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti tidak memiliki ventilasi yang cukup, tidak memiliki pencahayaan ruangan yang cukup dan tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat. Sebagian besar balita memiliki keluhan penyakit berbasis lingkungan yaitu 76 orang (95,0%) dengan keluhan penyakit terbesar adalah ISPA (85,0%), penyakit kulit (53,57%) dan diare (57,50%). Disarankan kepada masyarakat untuk memperbaiki kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat seperti menyediakan tempat sampah dan merubah perilaku menjadi lebih peduli terhadap kesehatan melalui penyuluhan-penyuluhan oleh Dinas Kesehatan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Pencucian Mobil di Kota Makassar Andi Tenriola Fitri Kessi; Muhammad Akbar Salcha; Muh. Qizas Afandi Umar
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.287

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aspek atau unsur kesehatan yang erat berkaitan dengan lingkungan kerja dan pekerjaan secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja. Mencegah timbulnya gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja, melindungi tenaga kerja dari bahaya kesehatan yang timbul akibat pekerjaan, dan menempatkan tenaga kerja pada suatu lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisik atau faal tubuh dan mental psikologis tenaga kerja yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ontri yang berhubungan dengan kejadian gejala dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian mobil di Kota Makassar. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di pencucian mobil di jalan perintis kemerdekaan Kota Makassar. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan personal hygne seluruh pekerja tidak menerapkan kriteria secara benar dimana seluruh responden hanya mencuci tangan, Dermatitis kontak akibat kerja didefinisikan sebagai penyakit kulit dimana pajanan di tempat kerja merupakan ontri penyebab yang utama serta ontri ontributor, Penggunaan APD merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya dermatitis kontak akibat kerja, karena dengan mengunakan APD dapat terhindar dari cipratan bahan kimia dan menghindari kontak langsung dengan bahan kimi, Riwayat penyakit kulit dalam penelitian ini merupakan pekerja yang sebelumnya atau sedang menderita penyakit kulit akibat kerja. Saran dari penelitian ini adalah penyediaan APD, menggunakan APD untuk mencegah terjadinya dermatitis kontak akibat kerja.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DIPUSKESMAS SULI KABUPATEN LUWU Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Suci Amalia Jumade
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.288

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh kurangnya insulin yang diproduksi oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif, yang menyebabkan peningkatan konsentrasiglukosa darah (hiperglikemia).Diabetes yang paling umum di masyarakat adalah diabetes tipe 2.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat pengetahuan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Suli Kabupaten Luwu. Metode penelitan ini menggunakan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi penderita Diabetes Melitustipe 2 di Puskesmas Suli sebanyak 84 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik Exhaustic Samplingdimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 responden dengan karakteristik umur paling banyak 45-53 sebanyak 30orang (35,7%),jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 57 0rang (67,9%), pendidikan paling banyak SMP sebanyak 29 orang (34,5%), pekerjaan paling banyak IRT sebanyak 54 banyak (64,3%), dan pengetahuan paling banyak kategori kurang sebanyak 49 orang (58,3%) . Simpulan dari hasil penelitian Karakteristik umur paling banyak umur 45-53 tahun. Karakteristik jenis kelamin yang paling banyak perempuan. Karakteristik Pendidikan paling banyak SMP. Karakteristik Pekerjaan yang paling banyak pekerjaan sebagai IRT. Pengetahuan yang paling banyak yaitu kategori kurang . Saran diharapkan petugas puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan terkait Diabetes Melitus guna meningkatkan pengetahuan penderita. Diharapkan penderita Diabetes Melitus tipe 2 diPuskesmas Suli agar lebih mencaritahu informasi tentang Diabetes Melitus.
Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Terhadap Efektivitas Fungsi Manajemen di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021 Meliherdianti; Samsualam; Muh. Khidri Alwi
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.289

Abstract

Sistem informasi kesehatan berperan dalam menyediakan data, informasi dan indikator kesehatan dalam mendukung proses manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem informasi kesehatan (SIK) yang dilihat dari aspek ketersediaan, tepat waktu, relevan, akurat, dan dapat dipercaya terhadap efektivitas fungsi manajemen di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pejabat struktural, sdm administrasi dan pengelola sik yang berjumlah 47 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square dengan convidence interval (CI) 95% dan α<0,05. Hasil menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi kesehatan dari aspek ketersediaan (p=0,000), tepat waktu (p=0,000), relevan (p=0,001), dapat dipercaya (p=0,003) berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas fungsi manajemen sedangkan kualitas sistem informasi kesehatan dari aspek akurat (p=0,414) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas fungsi manajemen di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Diharapkan agar RSUD Haji Makassar dapat memperbaiki sistem yang ada sehingga informasi yang dihasilkan lebih berkualitas.
MANFAAT DAN PENERAPAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN ICU Nurfitri
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.290

Abstract

Kemajuan dalam perawatan intensif memungkinkan lebih banyak pasien bertahan hidup dengan penyakit akut kritis. Penggunaan ventilasi mekanik adalah salah satu kemajuan dalam perawatan pasien kritis yang dapat menimbulkan dampak negatif pada penggunaan jangka panjang.Tujuan untuk memberikan informasi tentang manfaat dan penerapan mobilisasi dini pada pasien yang menjalani perawatan di ICU dan menggunakan Ventilasi Mekanik.Metodelogi: proses pencarian menggunakan beberapa databased yaitu Cocrane, Proques, Pubmed, Hindawi Publishing coorportion, dan Wiley Online Library. Kata kunci yang dimasukkan adalah “Early mobilization and ICU”, “Early mobilization + ICU”, “ABCDE Bundelein ICU” Untuk lebih spesifik, maka dilakukan batasan tahun publikasi dengan waktu minimal 5 tahun ke belakang (2011-2016) dan hanya menggunakan bahasa inggris.Hasil: mobilisasi dini berpengaruh terhadap respon fisiologis, menurunkan skore delirium, menurunkan lama penggunan ventilasi mekanik, menurunkan lama rawat di ICU dan rumah sakit serta menurukan biaya perawatan, dan mencegah VAP. Salah satu hambatan mobilisasi dini adalah pola pikir saff ICU.Kesimpulan: Mobilisasi dini merupakan salah satu item dari ABCDE bundle pada pasien ICU dan yang menghambat pelaksanaannya adalah pola pikir staff ICU
GAMBARAN KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN PASCASTROKE DI RUANG POLI SARAF RUMAH SAKIT PELAMONIA MAKASSAR Halmina Ilyas; Tenri Ukke
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.291

Abstract

Stroke merupakan gangguan peredaraan darah otak baik karena iskemik (Non Hemoragik stroke) maupun hemoragik (Hemoragik Stroke), yang menyebabkan kurangnya pasokan darah menuju otak. Depresi adalah gangguan emosi yang dirasakan seseorang yang dapat membuatnya merasa sedih dan tidak berdaya. Prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1‰, tertinggi di provinsi Sulawesi Selatan (17,9‰) dan terendah provinsi Papua Barat, Lampung, dan Jambi (5,3‰). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi pada pasien pascastroke di ruang Poli Saraf Rumah Sakit Pelamonia Makassar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian survey deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel pada penelitian ini adalah pasien pascastroke sebanyak 38 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 38 responden (100,0%) yang Iskemik (Non Hemoragik Stroke) sebanyak 33 responden (86,8%) dan Hemoragik (Hemoragik Stroke) sebanyak 5 responden (13,2%). Untuk Kejadian depresi dari 38 responden (100,0%) kejadian depresi tertinggi adalah depresi ringan sebanyak 9 responden (23,7%) dan terendah adalah responden yang tidak depresi sebanyak 6 responden (15,8%).Simpulan dari penelitian ini, kejadian depresi pada pasien pascastroke di Poli Saraf Rumah Sakit Pelamonia Makassar yaitu sebagian besar mengalami Non Hemoragik Stroke dan sebagian besar depresi ringan. Pasien disarankan untuk mengurangi atau mencegah aterosklerosis dan Obstructive Sleep Apnea pada saat tidur dengan menjaga pola hidup seperti sering berolahraga, menjaga berat badan, dan rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan. Hal ini berguna untuk menghindari terjadinya stroke iskemik atau Non Hemoragik Stroke. dan disarankan kepada responden untuk selalu memandang positif stressor yang dialami.